i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

iii . Prof. SU. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. dosen. Drs. SU. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen..nat Effendy De Lux Putra.rer.. Apt. atas limpahan dan ramat-Nya. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Medan. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. tujuan program studi.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. Apt. Dr. Syahrial Yoenoes. kurikulum. sarana pendukung. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. 30 Mei 2008 Editor. dan organisasi kemahasiswaan. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. kami mengucapkan tarima kasih. visi & misi. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya.

Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Apt. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. NIP. Kepada editor Buku Panduan ini. Sumadio Hadisahputra. 131283716 iv . Dr. Medan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Mei 2008 Dekan. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Prof. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Pembantu Dekan I Prof. rer. v .FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Dr. Apt. Apt. Sumadio Hadisahputra.. Effendy De Lux Putra. SU. Dr. nat.

. Pembantu Dekan III Drs. Apt. Apt.Si..Pembantu Dekan II Dr. Surjanto. M. vi . Julia Reveny. M.Si.

. iv Daftar Isi ...2......... 38 3......... Informasi Umum ...............1..........3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ....3.................. 18 3............................2.............1........ 2 1.2...... Kurikulum. 10 3....... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ...... Misi..................10............. Bidang Biologi Farmasi .......................................2.......... Sejarah Jurusan Farmasi ........DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ........vii Bab 1..1... 3 Bab 2...........2..2.. dan Tujuan Program Studi ................................11....................3..........1............................... 7 2..............................................2..................2........................................1......11.... 9 3..... 52 3............................. 36 3...........2............. 37 3.......2............................... Penjelasan Kurikulum .........1.......................................................... 38 3...1.............2. Sejarah Fakultas Farmasi.........2.................1............. 38 3...... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ....... 36 3.................... Visi... 38 3.. 2 1......................2..................8.. 1 1.......2........................... Tujuan ..........1...1..............................................3............... Dasar Pemikiran ............ 38 3.....1.............. Misi. Sejarah FMIPA USU .............................................. 47 3. 40 3.......5......... 8 Bab 3............... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .............. 38 3. 43 3.....4............. Sejarah Universitas Sumatera Utara .............................2.......... Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas...... Bidang Farmasetika ...1...2...............1...... Gelar ............iii Kata Sambutan Dekan .....................2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas..... Daya Tampung ............11.. Visi.. Sumber Mahasiswa ..2.......................11.......... Kurikulum dan Silabus ...........2...... Bidang Farmakologi ... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ......... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ...............7........................ 7 2................. Sejarah ............... Bahasa Pengantar ...............................2..... 9 3......... 43 3...............4............9............... 9 3..........................1.................. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ..... Jam Belajar .2. 55 vii ...................... 1 1.......11......... Tabel Kurikulum ............................ 37 3...4.................6....................... 1 1.....................

........................... 86 7.....1................................ Dosen Tetap ............ Laboratorium ....... 68 4............3.......................... Perpustakaan ....... Hubungan dengan Institusi Lain ..... 79 Bab 6................... 78 5....................... 81 6............................ 57 3.............3....1................... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .......................... Jurnal Ilmiah ..3... Bidang Kimia .........................4. 91 viii ..... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker .................................. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ...............3......... Program Pendidikan Profesi Apoteker ........................4...5................ Dosen................. 75 5...................................................... Organisasi Kemahasiswaan ........................ 75 5... Dosen Tidak Tetap ... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ..............................1......... Perkuliahan ...............2.............................1..... Non-Bidang ......... 64 4....1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ................11...........5.. Pengakuan Badan Profesi Terkait ........................... 65 4...........................................6................. 79 5...... Sarana Pendukung ...2........... 72 Bab 5...................2...........................1............................11.... 79 5..6....... Penguji Luar ...1....3.....1..7.......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ........................... 85 Bab 7............... 79 5......2...........2.................. 81 6.............. 66 4................................... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ....... 59 Bab 4...................................... Asrama .......... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi .... 71 4.......2................1............................ 70 4........................................... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ......... 64 4........................ 86 7............. 84 6................................ 75 5.....2......

Fakultas Teknik. 1. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.1. Fakultas Ekonomi. Sejarah 1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956).141 m2. Fakultas Pertanian. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Farmasi. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954).1. Fakultas Sastra. Fakultas Hukum. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Selain mengasuh program S-1. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran Gigi. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang.1. dan Fakultas Pertanian (1956).

suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Soekarno. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. Dr. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). M. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. G. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. Nazir Alwi. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). 1. Soekemi. Fisika dan Kimia.1. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof.T.3.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. seorang 2 . R. 1. Apt.A.1.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Barulah pada awal tahun 1965. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. Barus. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. A. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus.Sc. maka kepanitiaan terhenti. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr..A.2.

MPS. Chairuddin Nasution. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. M.. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar.. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. atas masukan Rektor USU (Prof. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Apt.A(K). tanggal 11 November 2003. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. tanggal 11 November 2003. Pandapotan Nasution. Mudjitahid. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Apt. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 56/2003. Seiring dengan itu pula.1. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Sp. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (Alm) dan Bapak Drs. Pada perkembangan selanjutnya. DTM&H.. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Untuk itu. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Lubis. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. M. Chairuddin P.. 1.4. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . 56/2003. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. Apt.

perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. Pada tanggal 6 Maret 2006. 2395/J05/TU/2001. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. 822/J05/SK/KP/2005. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. tanggal 2 Mei 2006. Pada tanggal 31 Mei 2006. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. tanggal 25 Januari 2006. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Pada tanggal 4 Juli 2005. tanggal 8 Januari 2005. Untuk itu. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . dan dibahas di Komisi Akademik. tanggal 17 Juni 2005. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. setelah menelaah proposal tersebut. dan surat Rektor USU No.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. yang diteruskan kepada Rektor USU. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Pada 8 April 2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. menyetujui perubahan ini. Pada hari Rabu.

Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Sumadio Hadisahputra. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Pada tanggal 14 Desember 2006. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 28 September 2006. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. tanggal 8 Agustus 2006. rektor.Sc. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Selanjutnya.). pada tanggal 27 Juli 2006. Untuk selanjutnya. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Untuk proses persiapan selanjutnya. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. terhitung mulai hari Selasa. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Selanjutnya. Dr. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Eddy Marlianto. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. Apt. 5 . maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. dekanat. M. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.69%) dan Kurikulum Institusional (49. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. kurikulum inti.1. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS).31%). dan praktikum. kisi-kisi materi kuliah. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS).1. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan.1. 9 . Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS).

Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). Praktikum. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. Tabel 3. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007.1. b. 12. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 03. 05. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. c.1. 10. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . 09. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 08. Tugas Akhir. 01. 04.2.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. 07. Kuliah. 11. 02. 06. 3. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO.

06. Protestan. 04. Budha. 03. 01. Katolik. 09. 5. 04. 08. 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 05. Islam. 11. 06. 07. 07. 03. 2. 01. 02. 08. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 11. 05. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 09. 10. 12. 10. 02. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 3.

01. 03. 08. 06. 10. 05. 10. 11. 09. 04. 04. 08. 02. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 07. 02. 05. 07. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 .Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 01. 09. 03. 11. 06.

07. 03. 03. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 02. 01. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 08. 07. 04. 01. 08. 06. 09. 05. 01. 04. 02. 06.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 02.

FPC 411 06. FPC 415 06. FPC 423 10. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 433 08. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 310 02. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 413 05.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 421 09. FPC 330 03. FPC 312 02. FPC 322 NO. FPC 320 04. FPC 340 03. FPC 342 NO. FPC 451 08. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 431 07. 11. FPC 441 07.

4. 9. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 12. 3. 11. 8. 2. 2. 1. 8. 7. 4. 5. 11. 6. 5. 3. 6. 10. 9. 7. 10. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1.

Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 11. 5.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 3. 10. 6.Budha. 6. KODE 1. 2. 3. 2.Protestan. 3. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 9. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 3. 8. 2. 2. 8. 4. 1.Islam. 7. 1. 10.Katolik. 11. 4. 5. 7. 4. 9. 5. 4.

1. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . KODE 1. 4. 10.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 11. 3. 7. 5. 7. 10. 6. 2. 11. CKB347 2. CKC331 3. 8. 4. 9. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 1. 2. 2. CKC 351 4. 5. 1. 9. 4. 6. 8. 3. 3.

Teori Asam-Basa.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Kinetika kimiai. Larutan. Teori Resonansi. teori kinetik gas. 9. FKB 113/2 SKS . 5. Bilangan Kuantum. 8. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Larutan. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Termodinamika. 3. 7. 5. 4. hukum-hukum gas. 6.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. Teori Hibridisasi. 4. 2. Ikatan Kimia. Spektroskopi-fluorometri.1. Konfigurasi Elektron. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 18 . Eletrokimia. Kesetimbangan kimia. Orbital Elektron. gas nyata.3. 2. 3. Pengantar Kimia Kuantum. kondensasi gas dan keadaan kritis.

Mekaisme transpor di dalam tubuh. Epoksida dan Sulfida. Profesi kesehatan lainnya. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. sistem pencernaan.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. sistem saraf dan pancaindra. Fisiologi Tumbuhan. Pharmaceutical industry. Service profesioanl. Mekanisme Reaksi Organik. Profesi farmasi. Uji molekul hayati. FKB 131/2 SKS . Asam nukLeat dan protein.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Tiol. Kinetika kimia. Eter. Alkena dan Alkuna. Perlengkapan.elektrolit. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. sistem respiratori.. Alkana. Beberapa Konsep Dasar. Kesetimbangan kimia. FKB 121/2 SKS . penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Histologi. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. FKB 151/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Pharmaceutical researc. Struktur dan fungsi.Pendidikan Kefarmasian. Hospital pharmacy. Reaksi redoks. Produk Galenika. Bentuk-bentuk sediaan farmasi.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. sistem endokrin. Saponifikasi asam lemak. Pengantar Stereokimia. Organologi. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Sediaan Padat. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. sistem limfatik dan imunitas. 19 . Reaksi-reaksi kimia.Kimia Organik I Pengantar. FLB 111/1 SKS . Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Alkohol. Sediaan Cair. Resep. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. asam-basa. FKB 141/3 SKS . Alkil Halida. Retail farmasi. istilah anatomi dan fisiologi.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Busines pharmacy. sistem kardiovaskular. Sediaan Semi Solida. Hasil kali kelarutan. sistem lokomotorius.

B. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. triple respon. refleks. Akar. warna kulit. FLB 141/1 SKS .Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. journal. kontraksi otot jantung. Uji tonisitas larutan. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. Penetapan rotasi optik. Efek insulin pada ikan. buku ilmiah. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . Skripsi. Krakteristika urin. Coulometri UNI 107/2 SKS . bunga. Macam-macam jaringan. penentuan parameter darah.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Menulis laporan ilmiah. FLB 113/1 SKS . Transpor melalui xylem & phloem. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Spektrofotmetri infra merah. tesis. kontraksi otot skelet. pengukuran tekanan darah. Potensiometri. 20 . yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Hasil kali kelarutan. Belajar dari contoh. rhizoma. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. karangan ilmiah popular. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. hiperemia. daun. batang. efek kolinergik dan adrenergik. stoma. kontraksi isometrik. buah dan biji. penentuan bunyi pernafasan. penalaran dalam bahasa Indonesia. lambung dan pankreatik. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Arti komunikasi.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Konduktometri. tujuan menulis karya ilmiah. Menulis karangan ilmiah. disertasi. Spektrofotmetri UV-Visible. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. bahasa yang efisien dan efektif. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Bangun paragraph bahasa Indonesia. rambut.Bahasa Indonesia Pendahuluan.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. fungsi saraf kranial. after image. Anatomi organ tumbuhan dikotil. daya membedakan. Fungsi otak. Karangan ilmiah. Pencernaan di mulut. Penetapan Koefisien distribusi. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Distribusi reseptor. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.

Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. larutan ion lewat jenuh. Peptida & Protein. d. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. dan coping. Inhibitor biosintesis nukleotida. Aromatis. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Desinfektan dan antiseptik: a. Senyawa Aromatis. Skema pemisahan kation. pemisahan anion. Spesies (species). Produk mikrobilogi dalam farmasi. Struktur dan fungsi virus. 21 . adaptasi. reaski basah. Proses infeksi. modifikasi target molekul. Mekanisme kerja. oksidasi-reduksi.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. b. c. aging. reaksi kering. kelarutan. c. Dasar-dasar kromatografi. Perubahan fungsi sistem imun. e. Injuri. Difrensiasi jaringan. Idenrifikasi unsur. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Tatanama tumbuhan. Amina Alifatis. Analisis kualitatif ion anorganik. reaksi identifikasi kation/anion. FKC 140/3 SKS .Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Takson. Lipida. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Resistensi (enzimatik. Polisiklis dan Heterosiklis. Karbohidrat.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Asam Amino. Membrane sebagai target. Morfologi luar tumbuhan. dan kematian sel. FKB 120/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Disorder malignan sel-sel darah putih. Inhibitor biosintesis protein. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Penentuan kekuatan (potensi. Metode pemisahan. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Penggunaan. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. FKB 112/2 SKS . koefisien fenol). b. transporter). Filogeni. Pengendalian mikroba. Mekanisme patogenesis. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Neoplasma. FKB 122/2 SKS . Simetri Orbital & HOMO LUMO. endapan.

breaking. Shock. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. metode perubahan partikel. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Penyajian Data. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Pengujian Hipotesis. Eksipien. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Disorder bladder. Interval konfidensi. Sediaan farmasi bentuk larutan. Alterasi fumgsi jantung. Alterasi aliran darah. Alterasi kontrol endokrin. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. 22 .Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Metode pengisian. pengujian tekanan. Penandaan pada kemasan. d. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Definisi. FKB 150/2 SKS . Gagal jantung dan disaritmia. Disorder gatstrointestinal. Penyakit liver. metode perubahan ukuran partikel. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Pengamatan stabilitas secara visual. Evaluasi: homogenitas. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Disorder intrarenal. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Prinsip kerja aerosol. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Propelan dan fungsinya. Regresi dan Korelasi. Disorder pulmonal restriktif. Sifat-sifat fisik propelan. Disorder fungsi neurologis kronik.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Pengukuran pada Sampel. up ward & down ward creaming. Sediaan aerosol farmasi. Keuntungan dan kerugian. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Disorder fungsi neurologis akut. Praformulasi. kebocoran wadah. Pernyataan konsentrasi. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Gagal ginjal. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Komponen aerosol. Contoh formulasi larutan. Pengujian: derajat semprot. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. pengamatan secara visual meliputi inversi.

Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berbudi luhur. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Sediaan Kapsul. Pemurnian. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. UNI 102/2 SKS . Perangkat dasar Agama Islam. reaksi nyala. berfikir fisolosofis. Bobot dan Volume. Bahan-bahan pembawa yang dipakai.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Isolasi asam sinamat dari gambir. UNI 101/2 SKS . FLB 112/1 SKS . B.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. berpandangan luas. Ibadah dan Muamalah. Akhlak. Analisis gugus fungsi. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Disiplin Ilmu dalam Islam. Pembuatan Sediaan Cream. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Tiga kemampuan dasar manusia. bersikap nasional dan dinamis. Identifikasi kation. A. Pasta dan Oculenta. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Syariah. Takwa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Agama Islam.Agama Islam Manusia dan Agama. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Linimenta. Praktikal Test. Pembuatan Suppositoria. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Kromatografi. Pikiran mencari kebenaran. Pembuatan Salap. Pembuatan Sediaan Pil. UNI 10*/2 SKS . Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. isolasi. Identifikasi campuran. Pembuatan Infus. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Identifikasi anion. Akidah. Hubungan dengan Ilahi. Pembuatan Sediaan Guttae. Sumber Ajaran Islam.

Kerasulan awam sebagai tugas umat. c. Dan lain-lain. diterima secara pribadi. ilmu pengetahuan dan agama. AIDS. Sosiologi agama Hindu. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Kerangka dasar ajaran Budha. Sila dan etika Hindu.Agama Buddha Manusia dan agama. E. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. d. Sejarah agama Hindu. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Alam semesta. Pandita dan Pinandita. Tempat suci. Sar darsana. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. sebagai hukum Hindu. Manusia dan keutuhan ciptaan. Hari-hari suci agama Hindu. Kapita selekta. UNI 104/2 SKS . C. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Keluarga Katolik. dan lingkungan. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. UNI 103/2 SKS . Yadnya. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Manusia dan Pembangunan. Motivasi baik dan buruk. Pengertian agama. Weda sebagai kitab suci. b. Arti keadilan. Hakikat manusia. Agama Krsiten.Agama Protestan Manusia: a. Dhamma. Perjudian. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. c. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Meditasi.Agama Hindu Filsafat. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. UNI 105/2 SKS . Agama: a. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Tema-tema kapita selekta: a. 24 . Catur Marga Yoga. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. manusia lain. Manusia dan tanggung jawab. Kasih dan Pengharapan). Agama Budha Sumber ajaran Budha. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM.Bab 3: Kurikulum Nya. Iman Kristen. b. c. b. Narkoba. D. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Gereja.

kelarutan. serimetri. Metabolisme nukleotida. BromatoBromometri. Metabolisme karbohidrat. Hormon. Asam-basa. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Pencernaan. persamaan Nernst. sel galvanic. Metabolisme xenobiotik. FKB 211/2 SKS . Pemahaman metode: Permanganometri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. hidrolisis. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Nukleotida dan asam nukleat. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Titrasi asam-basa. perhitungan. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Teori kesalahan dan pengolahan data. kekuatan ion. Metabolisme asam amino. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Sintesis beberapa bahan obat. kompleks ligan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. pemisahan endapan. Asam amino dan protein. absorbsi dan detoksifikasi.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Spektrofotometri. Metabolisme lemak. larutan dapar. teknik eningkatkan presisi. Iodo-iodimetri. pengeringan dan pemijaran. Analisis gravimetri. Rancangan Sintesis. electrode & potensial sel. Titrasi pengendapan. Enzim dan kinetika enzim. 25 . Titrasi reduksi-oksidasi. indikator redoks. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). bikromatometri.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Strategi Retrosintesis. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. FKB 213/2 SKS . Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Akurasi dan presisi.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. garam. kemurnian endapan. Glosarium Farmasi. Iodatometri. Jenis-jenis titrasi redoks. Bioenergika. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Reduksioksidasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Lemak. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. endapan.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat.

Pembinan Profesi. Teknologi Pembuatan Tablet. Titarsi Iodatometri. Identifikasi mikroba secara biokimia.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Penggolongan tablet. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS .Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software.Farmasi Fisik Pendahuluan. Stabilitas. FKD 250/2 SKS . Rheologi. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Standar. Titrasi argentometri-Mohr. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Teknik isolasi mikroba. Kompetensi Apoteker. Kecepatan disolusi. Evaluasi Tablet. FKC 231/2 SKS . Titrasi kompleksometri-metode langsung. Titrasi Iodometri. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Fenomena Antar Permukaan. Sifat Fisika Molekuler Obat. Viskositas dan Rheologi. Titrasi Argentometri-Volhard. FLB 211/1 SKS . Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Pewarnaan. FKC 233/2 SKS . FLB 221/1 SKS . Difusi. Sterilisasi. Kelarutan. FLB 251/1 SKS . Kinetik. Suspensi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Farmakologi sistem saraf pinggir. Profesi Apoteker. Etika. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Penggunaan mikroskop. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Difusi dan Disolusi. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. 26 . Organisasi. Sistem Dispersi. Titrasi Iodimetri. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Emulsifikasi.

Sterilisasi Radiasi. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril.Farmakognosi Pengertian. FKC 240/2 SKS . Efek korosif obat pada kulit. Dosis obat. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Model Dua Kompartemen Terbuka. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. ekstrak dan minyak atsiri. Farmakokinetika Nonlinear.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Pengolahan Sediaan. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Toksisitas anestetika lokal. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Model Satu Kompartemen Terbuka. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Syarat dan Evaluasi Injeksi. respon dan penentuan indek terapi. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Pembawa. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Antagonis obat. Analisis unsure dan gugus fungsi.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Standarisasi dan spesifikasi simplisia.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. tablet. FLC 240/2SKS . Sterilisasi Panas. dan minyak atsiri. FKC 220/2 SKS . Dokumentasi. antibiotika. sirup. Ikatan Protein Obat. hewan dan mineral. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Anestetika lokal. FKC 242/3 SKS . Toksisitas gas/asap. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. FKC 230/2 SKS . ekstrak. 27 . Sediaan Injeksi (Obat suntik). Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Pengemasan. Ekskresi Klirens. Kandungan kimia. Sterilisasi Penyaring Bakteri.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Sediaan Mata. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. CPOB. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Kinetika Absorpsi Obat.

Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . b.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Kerapuhan. stereokimia. Disolusi. d. b. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Penentuan aktivitas enzim (amilase. FKC 313/2 SKS .Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Metode cetak langsung. FKC 311/3 SKS . Rancangan alat. Protein (analisis asam amino. kadar ureum dan glukosa urin). FLC 212/1 SKS . Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. FLC 230/1 SKS . Sintesis turunan asam barbiturat. kadar glukosa darah. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. Sintesis antiseptik. industri farmasi. spektroskopi emisi dan serapan atom. e. Metode granulasi basah. Waktu hancur. c. glikolisis karbohidrat secara anaerob.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. protein.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. FKC 315/2 SKS . pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Kekerasan. Analisis gugus fungsi. kromatografi cair kinerja tinggi. Keseragaman sediaan. Evaluasi Tablet: a. validasi prosedur analisis.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Sintesis aspirin. bilangan iod. Darah (mengukur hemogelobin. 28 . identifikasi lemak dan kolesterol). Sintesis parasetamol. Interpretasi data dan statistik. industri obat tradisional. Sintesis sabun dan deterjen. absopsi. Definisi dan ruang lingkup. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. Lemak (bilangan asam.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. spektrofotometri infra merah. distribusi dan eliminasi. Metode granulasi kering. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. e. interaksi obat-reseptor. enzim hidrogenase dan enzim katalase). FKE 351/2 SKS .Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. ikatan hidrogen. SGPT dan SGOT). Urin (identifikasi berat jenis. kadar kolesterol darah). Kadar zat berkhasiat. Sintesis turunan sulfa.

H. antibiotika. dan makroskopis. H dan O yaitu alkohol. Fitofarmaka. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki.Obat Tradisional Pendahuluan. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Pelembab Kulit.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional.Kosmetologi Pendahuluan. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Parfum FKC 321/2 SKS . Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Metode isolasi pati. tiourea. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Sediaan Pengeriting Rambut. Fungsi polisakarida dalam makanan. FLC 311/2 SKS . Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Penetpan kadar. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C.. Interesterifikasi.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Sediaan Rias wajah.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. fenol. Fisikokimia asam amino dan protein. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Salep Mata. 29 . Kimia lemak dan pengolahan minyak. Sediaan shampoo. O. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Aspek kimia lipida. Sediaan Pewarna Rambut.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. antihistamin. FLC 321/1 SKS . senyawa alkaloid alam. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. FLC 331/1 SKS . Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Senyawa yang mengandung unsur C. N dan S yaitu sulfonamida. Penetapan kadar. Denaturasi protein. Reaksi karbohidrat. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Fungsi protein. karboksilat dan antibiotika. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. FKC 331/2 SKS . H. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas).

Psikofarmaka. Metode dan macam penelitian. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. pelarutan dan absorpsi obat. meliputi tentang definisi penelitian. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. FKC 340/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. ilmu. FLC 310/1 SKS . FKC 350/2 SKS . Pedoman klinis.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS .Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Obat-obat pencahar. Titrasi 30 .Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Efek hipnotika dan sedativa. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Antiinflamasi. Skrining farmakologi. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Proses penelitian. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). proses berfikir dan kebenaran ilmiah.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Analgetika. seminar dan skripsi. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Tatacara penulisan proposal.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Pemantauan resep dan pasien. FKC 330/3 SKS . Metode ilmiah. II. FKC 320/3 SKS .Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik).Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Diuretika. Desain percobaan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Stimulan susunan saraf pusat. Antipiretika. Penapisan secara kimia. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit.

Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Total asam tertitrasi. Langkah-langkah Merancang Obat. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Derajat asam susu. Iodimetri. FLC 314/1 SKS . FLC 312 1 SKS . KCKT. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Ilmu Polimer.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Biossay guided/ 31 .Rancangan Obat Pendahuluan. Spektrofotometri. FLC 320/1 SKS . Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. FPC 330/2 SKS . Analisis zat pewarna sintetik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Praktikal tes. Bilangan asam.. Desain Produk Obat. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Penentuan kadar vitamin C. Bilangan penyabunan. Spektroskopi emisi dan serapan atom. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Bromatometri. FPC 320 2 SKS . Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Titrasi Nitrimetri. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Penetapan kadar kasein. Percobaan khusus. Metode Optimisi Senyawa Penuntun.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). dan kromatografi gas.

Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Komite farmasi dan terapi. jurnal. FPC 342/2 SKS . Sumber-sumber informasi obat. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Manajemen informasi elektronik. 32 . Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Analisa\is spektrum UV/Vis. Kesalahan pengobatan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. khasiat. Model analisis farmakoekonomik. Politik dan Strategi Nasional. Kerusakan bahan makanan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Keamanan pangan. Pelaksanaan analisis ekonomi. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Metode pengawetan makanan. Pengalengan makanan.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Perbaikan dan proses medikasi. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Sistematika menjawab pertanyaan.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. FPC 340/2 SKS . IR. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. UNI 106/2 SKS . Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. dan data spektrum). Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Makanan Fungsional. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Langkah menyimpulkan analisis. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . teknik isolasi. Konsep Wawasan Nusantara. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. MS dan NMR. sumber lain). Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.

cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Defisiensi Sistim Kekebalan. Makna biotransformasi. hepatoma). Struktur dasar imuno globulin. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi.Penyakit atopi. Serum dan Vaksin. penyakit hematologi (anemia. metode pengukuran. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Klasifikasi antigen. 33 . leukemia. hipertiroid. Lanjutan fase farmakokinetik. Pengertian komplemen. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Sistim Kekebalan Non Spesifik. penyakit hati (hepatitis. Inhibisi pada transferoksigen. reaksi hipersensitivitas tipe I. efek biologi atas aktivasi komplemen. GGK. nilai rujukan serta interpretasi hasil.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Sistim Kekebalan Spesifik. Jenis-jenis serum. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. osteoartritis).Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Fase farmakodinamik. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. limfoma maligna). Tindakan umum pada keracunan. aktivasi komplemen. tipe II. Kerja toksik. Interaksi zat dalam toksikologi. Penimbunan zat asing. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Indikasi eksposisi yang berbahaya. tipe III dan tipe IV. FKC 443/2 SKS . Imuno-patologi. sindroma nefrotik). GNC. penyakit ginjal (GGA. penyakit tropik (demam tifoid.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. sifat-sifat antigen. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Kedudukan. sirosis hati. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. DHF). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Antibodi(Imunoglobulin). Kerja teratogenik. GEA. hiperlipidemia). Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. Komplemen. Antigen. teori pembentukan imunoglobulin. artritis rematoid. penyakit sendi (gout. Jenis-jenis vaksin.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Cara penggolongan toksikologi. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). penyakit alergi imunologi (SLE). pembagian dan fungsi imunoglobulin.

Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. FPC 433/2 SKS . Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Biosintesis Steroid. konsep pemasaran. Minyak atsiri. FPC 321/2 SKS .Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Preformulasi. Mekanisme analisa pelepasan obat. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Filum Rhodophyta. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Sistem POT Implant. Pencemaran di Industri Farmasi. Biosintesis Alkaloid. Glikosida.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Echidermata. Prinsip-prinsip POT.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. bunga karang. Pengemasan. Metode isolasi agar. In Proses Control. alginat dari rumput laut. BIOSINTESIS. Minyak atisiri. jamur bahari.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Gizi dan sistim imun. Isolasi karagenan. FPC 423/2 SKS . Topik-topik Khusus. FPC 451/2 SKS . Cephalopoda (gurita. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Radikal bebas. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Farakologi Farmasi. FPC 411/2 SKS . Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Vitamin.Farmakognosi Lanjutan A. Jenis-jenis rumput laut. Stereokimia Dinamis.. serta aplikasinya dalam oseanologi. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Sistem POT Parenteral. Pemasaran (pemasaran produk. Bteknologi Farmasi. Toksin dari ikan Pupper fish. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. iklan: guna. FPC 431/2 SKS . Biologi Farmasi. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Jenis fitoplangton.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. cara dan etikanya). 34 . B. alginat. Lakton. Imunoassay. Heterosiklik. Timun Laut.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. cumi-cumi). Penyusunan Formula. Kerusakan Produk. ISOLASI BAHAN ALAM. Antibiotik.

teknik penyediaan. Gout dan hiperurisemia. FPC 441/2 SKS .Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Pemeriksaan narkoba. Masa kehamilan dan menyusui. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. FPC 415/2 SKS . Obstruksi kronik saluran nafas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Penyimpanan radiofarmasi. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. FKC 450/1 SKS . Doping Obat dan cara pemeriksaannya.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Hipertensi. Lanjut usia. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. FPC 413/2 SKS . Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Peluruhan radioaktip. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Pengobtan berbasis bukti.Kimia Forensik Pendahuluan. 35 . Toksikologi forensik. Cara-cara analisis yang digunakan. Penyakit Parkinson. FLC 452/5 SKS . cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Terapi parenteral. Kerdioaktipan alam dan buatan. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Studi kasus. Terapi antibiotika. Toksikologi rumah sakit. TBC. Anak-anak.

Tentu saja. Sehubungan dengan itu.2. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care.2. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain.Bab 3: Kurikulum 3. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. tepat. untuk dapat memenuhi kompetensi itu.1. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. termasuk Fakultas Farmasi USU. Terlepas dari hal tersebut. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. dengan tetap 36 . Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala.

Surabaya. 2. di samping program yang ada sekarang. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1.2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Seperti yang diuraikan di atas. Jakarta. Di samping itu. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 4. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. 3. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia.2. 3. Banda Aceh.2. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Artinya. 3. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. Bandung. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya.3. 37 . Yogyakarta.

Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.2.00-11.00-13. dapat melanjutkan ke Program 38 .7. 3.8. sudah termasuk uang praktikum. 3.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.00 WIB. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.Farm. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.2. Di samping itu. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.9. 3. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. 40.00 WIB..2. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.00-17. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08. 3.2. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).).30 WIB.).2. sore hari mulai pukul 14. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.2.6.4.5. 3.000.000.Bab 3: Kurikulum 3.Farm. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. 39 . dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. efektif. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dengan lama pendidikan selama 2 semester. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional.). dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. aman. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Kurikulum Inti. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya.

01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .2.

Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 .

Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Imunologi (CPC 346) 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit.11. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. serta pengawasan inventori. dan staf.2.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. modal. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. anggaran pendapatan dan belanja. usaha pendispensan aseptik. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. studi literatur. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. keperluan farmasi pediatrik. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. farmasi pesien rawat inap. jaminan mutu pekerjaan farmasi. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. motivasi. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. radiofarmasi. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling.11. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO.2. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. studi kasus dan diskusi. bertanggung jawab secara profesional dan beretika.

konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. pelabelan dan penjelasan auksilari. b. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. pemantauan terapi pada penyakit pasien. Area kompetensi. Standar Pendidikan. Visi dan Misi. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. b. b. proses penggunaan dan dispensing obat. Standar Pelayanan. membuat strategi dan desain terapi. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Karakteristik Profesi. Standar Kompetensi. b. Etika: a. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Kode Etik. Standar: a. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. b.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. penyampaian informasi obat. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Etika Umum. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. b. Profesi. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. ulasan projek. serta pengenalan praktek terapeutik. Profesionalisme. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Tujuan. 44 . Struktur Organisasi. Peran. Pembinaan Profesi: a. kaunseling dan komplians drug. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. pemantauan terapi obat. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. Sumpah/Janji. c. Profesional. Organisasi Profesi: a. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Dalam mata kulah ini. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. perombakan pengobatan. c. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. termasuk konsep kontrol farmaseutik. pendekatan telaah preskripsi. c. d. Profesi Farmasis/Apoteker: a. c. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. Standar Profesi. Sistem Legeslasi. pengobatan pasien.

Kepmenkes No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. PP No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. Kepmenkes No. polifarmasi dan penggunaan obat. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Permenkes No. kardiovaskular. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. tentang Psikotropika. Undang-undang No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. sistem gastrousus.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.. PP No. Perda Kota Medan No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. Kepmenkes No. PP No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.26/1965 tentang Apotik.23/1992 tentang Kesehatan.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik.22/1997. dan sistem urinari. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . Permenkes No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. tentang Narkotika. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. PP No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Kepmenkes No. Permenkes No.922/.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. sistem otot dan tulang.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. Undang-undang No.5/1997. Permenkes No. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.20/1962. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.

pengendalian operasi apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). studi kasus. pemasaran. struktur sosial dan modernisasi. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. pengadaan. studi kasus dan diskusi. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. 46 . dan diskusi. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. jelas. studi literatur. studi kelayakan apotik. manajemen apotik. studi literatur. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. SDM. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. keuangan. dan komprehensif mengenai masalah. meliputi: Teori dasar manajemen. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. bidang-bidang kesehatan fisik. manajemen pelayanan dan informasi obat. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. organisasi apotik. Konsep dasar. penjualan dan distribusi. inventori. fungsi-fungsi manajemen. Pembelajaran ini meliputi ceramah. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik.

Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. endokrinologi dan metabolik. eklamsia.11. tuberkulosis. distribusi. tanda-tanda dan simptom. metabolisme. jaringan penghubung (jaringan konektif). farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. dan eksresi) obat. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. shock. peritonitis. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik.2. gastroenterologi dan hematologi. transportasi aktif melewati membran plasma. interaksi obat. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. ikatan molekul obat dengan reseptor. malaria. endokarditis. terapeutik. mengatur volume sel. homeostatis. Penularan penyakit saluran pernafasan. gangguan mental. proses diagnosis. penyakit ginjal. termasuk teori aksi obat. HIV. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. jantung dan vaskular. neurologi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular.2. infertilitas dan kontraseptif. paru. cara pemberian dan pemantauan obat. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi.

Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. proses dan mekanisme potensial membran. struktur dan fungsi neuron. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. efek samping. kloramfenikol. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. siklosporin. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. GINJAL. 48 . salisilat. kolinergik dan somatik. definisi. ginjal dan darah. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. ganglion. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. metabolisme. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. Struktur. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. Karakteristik farmakokinetik klinis. Konsep. hipotensi. feokromositoma dan asma). aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. termasuk rasional pengunaannya. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. sinaps. digoksin. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). vankomisin.

gagal jantung kongestif. angina pektoris. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. dan rasional penggunaannya. studi kasus dan diskusi. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. juga akan dibahas. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. pengelolaan farmasi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. mekanisme kerja. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. manifestasi klinis. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. Etiologi. depresi. patifisiologi. mekanisme kerja. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. studi literatur (belajar mandiri). 49 . Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. aritmia jantung dan hiperlipidemia. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. mania. efek samping. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah.

faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. etiologi. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. kimia dan mekanisme kerjanya.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. penanganan kemoterapi. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. kerja toksik. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. interaksi zat 50 . Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Penyakit seperti peptik ulser. antitumor. pengobatan dan kesehatan masyarakat. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. antimetabolit. antibiotika. farmakokinetik. Aspek farmakologi.

hiperlipidemia). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. mengurangi interaksi obat yang merugikan. GGK. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. interaksi obat dengan diuretika. artritis rematoid. osteoartritis). perubahan aliran darah renal. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. penyakit tropik (demam tifoid. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. Perspektif interaksi obat: definisi. hepatoma). drug displacement. penyakit hati (hepatitis. ekskresi obat dalam renal. DHF). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). interaksi tidak langsung. nilai rujukan serta interpretasi hasil. interaksi obat dengan herba/food suplement. leukemia. distribusi. 51 . metode pengukuran. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. penyakit sendi (gout. pasien beresiko. penyakit alergi imunologi (SLE). pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. signifikansi klinik. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. penyakit hematologi (anemia. sindroma nefrotik). absospsi. GNC. GEA. mekanisme interaksi. limfoma maligna). Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. sirosis hati. disintegrasi. penyakit ginjal (GGA. perubahan pH urin. Interaksi obat pada ginjal. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. eliminasi obat. perubahan mekanisme transport obat. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. hipertiroid. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Arti penting interaksi secara klinik. obatmakanan. obat reaksi laboratorium). jenis dan mekanisme interaksi obat. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit.

Sediaan larutan obat dalam: eleksir. kapsul gelatin keras. medium kultur. terbungkus. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. Eferfescent. pengemasan. pemilihan pengawet. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. pasta. linimen. Uji pirogen: efek fisiologi. prinsip pengawetan. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian.2. mekanik molekul. poultis. bentuk dosis. antivirus. formulasi. konsep keterlarutan.Bab 3: Kurikulum 3. Teori-teori atom. cara penyediaan semi-padat. uji USP. proses 52 . pemeriksaan. cara uji kebocoran. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. cara menghitung mikroba. sumber kontaminasi. obat tetes telinga dan hidung.11. nilai sesaran. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Sediaan supositoria: dasar supositoria. Sutur dan ligatur: bahan. pengemasan dan pelabelan. kabinet aliran laminar. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. jenis. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Formulasi dan perencanaan dosis obat. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Prinsip sterilisasi. lunak. penentuan. Sediaan obat mata: bentuk dosis. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. obat kumur dan cuci mulut. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. penyerapan melalui rektum. Sediaan koloid dan emulsi. sifat fisikokimia. fungsi pengawet. pelepasan dan penyerapan obat. kimia dan terapeutik. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. cara penyediaan. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. cara sterilisasi. kolodion. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. antibakteria. rancangan ruang aseptik. formulasi. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). stabilitas. enterik. cara sterilisasi. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. mekanik kuantum. efek obat. stabilitas. enema. obat tetes pediatrik.3. linktus. Uji sterilitas: pengambilan sampel. draught. jeli. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). singkatan latin. kriteria steril. cara pengujian. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika.

Faktor formulasi dan teknologi. pelarutan dan absorpsi obat: a. monolapisan terlarutkan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. Macam-macam konsep membran biologis. Teori umum pelepasan (liberation). f. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. kompleksitasi. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. ionisasi. Anatomi dan fisiologi rektum. Anatomi dan 53 . e. keseimbangan fasa. hukum-hukum gas. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. monolapisan tak larut. yang disingkat LDA. pelarutan (disolution). larutan isotonik. pembahasan dan zat aktif permukaan. Faktor fisio-patologi. isoterma pelekatan molekul.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. d. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. dampak zat larutan. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. tekanan permukaan. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Gerakan saluran cerna dan waktu transit. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. e. gambar fasa dan koefisien pembagi. penekanan kepada sifat reologi. jenis larutan. Pembuluh darah yang melewati rektum. larutan buffer. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. energi bebas. Gerakan rektum dan waktu transit. Komponen dan karakteristik cairan rektum. tegangan permukaan. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. b. Di dalam topik reologi. Fenomena antar permukaan. sudut kontak. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. c. c. f. sistem suspensi. dan difusi/absorpsi (absorption). difusi. c. b. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Macam-macam mekanisme absorpsi. ciri-ciri koligatif. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. b. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. penyebaran. b. emulsi. b. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan.

resep dokter. Struktur dan fisiologi kulit. Sumber bau badan. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. Kosmetik pewarna: muka. c. mata. praktek laboratorium yang baik. e. c. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. pewarna dan hair spray. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. b. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. konditioner. f. d. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. d. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. penggelap kulit. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. c. Metode uji ketersediaan hayati. pencuci mulut. kuku. Anatomi dan fisiologi mata. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. pembersih. perhitungan dalam compounding. Sediaan gigi: pasta gigi. serbuk gigi. Jaminan mutu: bahan mentah. Pembuluh darah yang melewati mata. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Struktur dan fisiologi rambut. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. e. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. b. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. cara compounding obat yang baik. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Sediaan bayi. d. bahan pengkeriting. d. adhesif gigi palsu. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. bibir. c. c. e.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. sediaan akhir. bahan pembungkus. pembersih gigi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Pembuluh darah yang melewati kulit. Disain percobaan. penjaga. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. pelurus. Sediaan perawatan kulit: pencuci. praktek 54 . b. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. b. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Sediaan perawatan rambut: shampo. pelindung matahari. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. compounding obat non-steril dan steril. pemrosesan resep secara profesional.

depot tipe adsobsi. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. keuntungan dan kerugian. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. metode untuk meningkatkan permiasi. disolusi reservoadran kimia. Sistem penyampaian secara implantasi. tipe sandwich. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. dan evaluasi secra in vivo. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. antelmintik. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo.4. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. keuntungan dan kerugiannya. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. pestisida. kultur sel hewan. membran permiasi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. Indikasi terapeutik. tipe matriks. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi.2. 55 . 3. matriks. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit.11. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Sistem penyampaian transdermal. absorbsi perkutaneus. model hewan yang digunakan untuk penelitian. perlindungan terhadap lingkungan. keuntungan dan kerugian. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. depot tipe enkapasulasi. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. depot tipe esterifikasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral.

aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. kultur. lysosome.patogen juga diperkenalkan. pemalsuan. nucleus. farmakodinamika herba. Uji klinik. klasifikasi dan kepentingan klinik. Cellular specialization. taksonomi dan tatanama tumbuhan. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. penyimpanan. penanaman.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. ekstraksi. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. struktur pergerakan. enzyme. Energy. endoplasmic reticulum. arboretum. bioteknologi kultur. and metabolism: a. golgi bodies. farmaseutik. Prinsip-prinsip penyakit. ribosomes. isolasi. herbarium. pemiawaian. Regulatori dan kebijakan herba. pewarnaan. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. sumber. karakteristik. pemanenan. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. Mitochondria and the 56 . pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. farmakokinetika. Prokaryote versus eukaryote. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. struktur sel asing. c. chloroplast. b. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. struktur pelekatan dan juga endospora. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. pengawasan mutu. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . microtubules. Structure and function of organelles: mitochondria. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. formulasi. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. pengeringan. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. microfilament. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur.

d. Cell growth. analisis kation cepat. transfer RNA. b. Transport of material across membrane. Lipid bi layer. Ikatan sigma dan pi. b. d. UV. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. Cell growth and replication: a. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. The immune system: a. Microbial genetic: a. laktam. c. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas.5.H. ribosomal RNA. Summary of membrane functions. dan oksigen. eritro. CHON. replication. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. hidrolisis.11.O. T and B lymphocytes 3. e. Radikal. e. d. dan tatanama senyawa organik yang penting. nitrogen. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. c. Somatic cell genetics. reaksi penggaraman. cancer. reaksinya. dan polimersasi melibatkan radikal. and DNA repair. f. Antibody structure and function. Membrane structure and function: a. L. E dan Z. Antibody diversity. d. c. pembentukan lakton. Mutation. amida dan terunannya. reaksi pembuangan E1 dan E2. and aging. The relationship between genes and protein. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. isomer geometrik. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Amino acids. orbital molekul. Chromosome and plasmid. Membrane composition. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. Cell fusion.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. b. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. RNA: general structur. Reaksi esterifikasi asetilisasi. SN1. DNA: structure. Cell replication: mitosis. R dan S. dan konfigurasi sistem cis. trans. b. cell junctions. Pengenalan stereokimia.2. structure and functional proteins. c. messenger RNA. c. SNi. treo. Conservation of genetic codes. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. The clonal selection theory. identifikasi senyawa yang mengandung C. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Cell culture. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. Meiosis. b. 57 . DNA recombination. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. sulfonamida. The gene and synthesis of protein: a.

Lipolisis. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. d. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Pengaruh kimia. d. e. Pektin. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Sifat umum protein. f. Asam lemak. Hidrogenasi. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Denaturasi protein: a. Sifat pengemulsi. b. Aspek kimia lipida: a. Polisakarida. d. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. GC. FT-IR. lipid. kinetik enzim dan penghambatan enzim. c. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. pH meter. b. b. b. Energi denaturasi. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Hubungan fungsi struktur polisakarida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. spektrofotometer. AAS. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Oligosakarida. b. Lemak susu. Oleat dan asam linoleat. Fosfolipida. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. Reaksi karbohidrat: a. penghibridan. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. RNA. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. renaturasi. Selulosa. Komponen fungsional dari 58 . Tatanama enzim. nukleotida. protein. Lemak hewan. Reaksi pencoklatan. Vegetable butter. Interesterifikasi. e. Pemanis. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Fungsi protein: a. asam amino. Asil gliserol. Monosakarida. b. c. denaturasi. c. Hemiselulosa. Refining. Kimiawi penggorengan. DNA. Basa purina dan pirimidina. bentuk organisasi laboratorium. c. Auto oksidasi. c. Glikosakarida. asam nukleid dan vitamin. b. Sifat pembusukan. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. c. c. b. Asam laurat. Marine oil. b. Hidrofilisitas. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Hidrolisis. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Amilum. Pengaruh fisika. b. HPLC.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. b. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. nukleosida. Sifat umum asam amino. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Klasifikasi lipida: a.

59 . Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. prebiotik danprebiotik. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. klasifikasi obat dan penyakit. Diet dan arterisklerosis. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. mineral. Pendahuluan: Arti komunikasi. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. fitosterol. pola makan dan proses penuaan. komponen fungsional dari makanan hewani. pembuatan dan formulasi obat. flavonoida. limonoida. Cara-cara analisis yang digunakan. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. Syarat sediaan radiofarmasi. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. asal usul dan dasar pencarian obat.teknikpenyediaan. Tatanama obat. sulfida.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati.6.2. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). dll. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. AAS. serat pangan. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. susunan makanan nasional. kromatografi gas. Peluruhan radioaktip. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. Penyimpanan radiofarmasi 3. Penggunaan radioisotop untuk terapi. karotenoida. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. fitosterol di dalam margarin. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). Pengukuran dan ekspresi efek obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. kromatografi cair kinerja tinggi. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. penemuan. Kerdioaktipan alam dan buatan. farmakokinetika dan farmakodinamika.11. NMR.

Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. penalaran dalam bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Menulis karangan ilmiah. Belajar dari contoh. disertasi. Sumber Ajaran Islam. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Agama Islam. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Disiplin Ilmu dalam Islam.Agama Islam Manusia dan Agama. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. berpandangan luas. diterima secara pribadi. Perangkat dasar Agama Islam. Menulis laporan ilmiah. berbudi luhur. Akhlak. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). UNI 102/2 SKS . Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Keluarga Katolik. Motivasi baik dan buruk. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Arti keadilan. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. tesis. tujuan menulis karya ilmiah. B. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. A. UNI 101/2 SKS . Ibadah dan Muamalah. Syariah. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Akidah. buku ilmiah. bersikap nasional dan dinamis. Agama 60 . berfikir fisolosofis. bahasa yang efisien dan efektif. karangan ilmiah popular. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. journal. Tiga kemampuan dasar manusia. Hubungan dengan Ilahi. Takwa. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. UNI 10*/2 SKS . Karangan ilmiah: Skripsi. Pikiran mencari kebenaran.

Catur Purusharta dan Catur Asrama.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Agama Krsiten. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Manusia dan tanggung jawab. ilmu pengetahuan dan agama. Pengertian agama. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sumber ajaran Budha. b. d. c. D. sebagai hukum Hindu. UNI 104 . Gereja. Hari-hari suci agama Hindu. c.Agama Hindu 2 SKS Filsafat.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Hakikat manusia. Dhamma. dan lingkungan. Meditasi. manusia lain. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . Iman Kristen. Kerangka dasar ajaran Budha. Sosiologi agama Hindu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Alam semesta. Manusia dan Pembangunan. b. AIDS. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Tempat suci. C. b. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Sejarah agama Hindu. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. UNI 103 . Manusia dan keutuhan ciptaan. Perjudian. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Kasih dan Pengharapan). c. UNI 108 . Glosarium Farmasi. Yadnya. UNI 105 . Dan lain-lain. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Catur Marga Yoga. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Weda sebagai kitab suci. Pandita dan Pinandita. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Agama Budha. Kapita selekta. Agama: a. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Sar darsana. Sila dan etika Hindu. Tema-tema kapita selekta: a. E. Narkoba. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.

a. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. a. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. b. e. d. Wawasan nuantara. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Demokra. c. 62 . g. Pemahaman tentang bangsa. Politik dan stra tegis nasional. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. hak dan kewajiban warganegara. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. b. Pengantar: a. a. Pengaruh HAM. b. b. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. d. HAM dalam bela negara. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. c. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Politik dan Strategi Nasional. Hak dan kewajiban warganegara. Ketahahan Nasional. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. UUD 1945. serta prinsip dasar statistik. f.si Indonesia.Bab 3: Kurikulum farmasetika. a. Hak Azasi Manusia. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. termasuk hak dan kewajiban bela negara. Konsep Wawasan Nusantara. c. negara. Pendidikan pendahuluan bela negara. c. Implementasi Wawasan Nusantara. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. b. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik.

Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. farmasi komunitas atau industri. Herbal medicine: the hijau. dalam bidang Kimia Farmasi. Biologi Farmasi. fisiologi. d. flu Burung. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. e. Teknologi nano dalam farmasetika. dan Farmakologi. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. minyak omega-6. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. b. back to nature. f. SAR. rumah sakit. demam berdarah. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. farmakologi. c. g. buah merah. Farmasetika. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. 63 . Teknik/metode: analisa yang baru. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Health food: VCO. misalnya: a.

yaitu: 1. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker.). Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. 64 .1. dan kerja praktek profesi. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS).Farm. silabus mata kuliah. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Industri 4. 4. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).

tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. .Satabilitas Obat .1. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.Peraturan perundangan tentang obat .Formulasi Sediaan Obat . tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.1. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Biofarmasi. Stabilitas Obat dll. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . Farmakokinetik. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. 01. informasi. aman.Cara/teknik pencampuran obat . . FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 02.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Kompetensi di Industri 4. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Kurikulum Inti. 03. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. dan efektif. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Toksikologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. dan Edukasi.

Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Partisipasi Monitoring Obat 06. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.2.Ilmu-ilmu kefarmasian .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02.Manajemen keuangan . Pencatatan dan Pelaporan 05.Kemampuan berbahasa dengan baik .Ilmu komunikasi dan Psikologi .Farmako-ekonomi 4.Ilmu-ilmu kefarmasian .Peraturan perundangundangan NO. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Manajemen kepegawaian . .Stabilitas obat penyimpanan obat dan . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. 01. Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.1. Partisipasi Promosi Kesehatan 07. . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Psikologi .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 .Ilmu-ilmu komunikasi . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .

Psikologi NO. pemberian dan penyediaan obat.Farmakokinetik Klinis . 05. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 09. antara lain: uji klinis. Pelayanan KIE (konsultasi.Biofarmasi . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.Sistem Informasi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. Pusat Informasi Obat .Metodologi Penelitian . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu Komunikasi .Manajemen logistik . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.Ilmu-ilmu Kefarmasian . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . pemantauan efek obat. 04.Psikologi . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. 10.Manajemen informasi .Toksikologi Klinik .Ilmu-ilmu kefarmasian .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Farmakoterapi .Ilmu Komunikasi .Patofisiologi . pemilihan obat yang tepat.Ilmu komunikasi . 06.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita.Statistik 07.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Farmakoterapi .Farmako-ekonomi . Peranan dalam penelitian 08.

Farmasi Fisika .Kemampuan komunikasi . khususnya melalui internet . pilot plan.Kimia Medisinal . 04. Fisika. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.Formulasi Teknologi Farmasi .Farmakognosi/Fitokimia . terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .1. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.Unit proses 68 . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. obat jadi.Farmasi Fisika . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Bioteknologi . Fisikokimia.Farmakologi/ Toksikologi .Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Perundang-undangan . metode analisis. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. dan kemasan. 01. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakologi dan Toksikologi .Biofarmasi . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. Mikrobiologi.3.Farmakokinetik . 05. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.

Pengetahuan tentang bahan pengemas . (dokter. Biologi) menjamin mutu produk yang . Farmasi . Biologi). .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . 6 7 8 9 10 11 12 69 .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. Biofarmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . logi. yang baik (good laboratory Fisikokimia. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik . Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Farmakokinetik .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . sesuai untuk keperluan perFisikokimia. dll). .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Pengetahuan tentang validasi . Farmakokinetik. kefarmasian .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Farmasi Fisika .Statistik Promosi dan penyam.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . Teknologi Farmasi. Fisika. farmasis.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Mampu melaksanakan .Teknologi Farmasi . Ilmu Komunikasi . Fisika. proses yang sudah ada. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain.Toksikologi obat baru.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.

Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. Toksikologi. dll. pengadaan.Peraturan perudangundangan NO.4.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Berbagai pengetahuan kefarmasian . 70 .Statistik . 03. persyaratan obat. distribusi. . Esensial Nasional. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru.Bahasa Inggris . seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Bioteknologi. 01. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). persyaratan obat.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. . distribusi obat untuk . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.Stabilitas produk . Stabilitas obat.Manajemen .Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. dll.Metodologi Penelitian 4.1. dan bitkan suatu peraturan). Farmakokinetik. Biofarmasi. Termasuk pengumpulan distribusi. Teknologi Farmasi.Manajemen barang/ material . Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.

Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 01.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 02. dll. 07. 09. seperti dengan WHO. pendidikan berkelanjutan. 03. 06. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.2. 08. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. dan penjualan. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . 05. izin praktek. 04. 10. 06. distribusi. import. 4. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. dll). 07. 05. kerja praktek. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional.

06. Neoplastik: Leukimia. 01. Sistem Darah: Anemia. kehamilan dan menyusui. Osteoporosis. hemodialisa. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Sistem Pernapasan: Asma. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. TBC. perhitungan dalam compounding. gangguan saluran cerna. Schizoprenia. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Bakteri ISPA. Pirai. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Lanjut usia (geriatri). gangguan hepar. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. Sistem Syaraf: Epilepsi. 05. 04. Diare. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). resep dokter.3. Alergi pada kulit. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Gagal ginjal kronik. Thrombocitopenia. Studi kasus untuk obat-obat khusus. cara compounding obat yang baik. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. 02. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. Infeksi: Virus hepatitis. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Breast cancer. Konstipasi. Hiperlipidemia. CHF (Congestive Heart Failure). compounding obat non-steril 72 . Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. gangguan ginjal. 03. gangguan hati. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi.

assessment. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. fungsi dan tujuan konseling. plan) atau PAM (problem. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. Studi kasus pelayanan kefarmasian. 73 . Simulasi dan sosiodrama konseling obat. keuangan. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. fungsi dan tujuan komunikasi. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. Konseling: pengertian. penjualan dan distribusi. pemrosesan resep secara profesional. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. Etika komunikasi. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). arti penting interaksi secara klinik. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. assessment. OWA. objective. Penyusunan formularium. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. pengendalian operasi apotik. inventori. analisis keuangan. pasien beresiko. Pemahaman tentang rekam medik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. dan strategi pengembangan. studi kelayakan apotik. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). manajemen pelayanan dan informasi obat. desintegrasi. organisasi apotik. ASMETHOD. manajemen apotik. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. obat-reaksi laboratorium). Sistem Informasi Obat. komunikasi efektif. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. jenis dan mekanisme interaksi obat. pengadaan. fungsi-fungsi manajemen. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. pemasaran. EBM (Evidence Based Medicine). obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. SDM. dan studi kasus compounding dan dispensing. obat-makanan. obat tanpa resep dokter/swamedikasi.

perubahan mekanisme transpor obat. dan motilitas terhadap obat. interaksi tidak langsung. distribusi. pengawasan mutu. produksi. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. 74 . Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. Tugas khusus. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. eliminasi obat. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. mekanisme interaksi. Tugas khusus (Studi kasus). Interaksi obat dengan herba/food supplement. flora. signifikansi klinis. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. penelitian dan pengembangan. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Produksi obat jadi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. pergudangan obat jadi. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. Distribusi obat dan alat kesehatan. apotik. perubahan aliran darah renal. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). sterilisasi. sindrom serotonin. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. Interaksi obat dengan diuretika. pengadaan bahan baku dan pengemas. Pelayanan resep dokter. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. pengaruh adsorpsi. dan manajemen perapotekan. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). PPC (Production Planning Control). drug displacement. signifikansi klinis. laboratorium. perubahan pH urin.

Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Farmasetika Dasar Formulasi 2.2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Farmasi Fisik 3. laptop dan sound system. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Kimia Organik 1. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. LCD projector. yaitu: NO.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Biokimia 1.1. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Fasilitas ruangan: overhead orojector. white board. Kimia Farmasi Kuantitatif 1.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

yaitu: 1. Medan 6. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. PT Aventis Pharma Industry. Perum BIOFARMA. Yakarta 14. Pengakuan Badan Profesi Terkait . 5. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3.6. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Bandung 79 . Yakarta 12.7.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. PT Kimia Farma Apotek.5. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Bandung 11. Yakarta 10. Bandung 7. Bandung 13. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. PT Indofarma Tbk. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9.4.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Di samping itu. Kimia Farma Apotek. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. 5. Industri Farmasi PT Kimia Farma.

23. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Padalarang. 21. 26. 22. Hospital Besar Pulau Penang. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 24. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Jabatan Perkhidmatan Awam.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. Medan Rumah Sakit Umum dr. Di samping itu. 20. Yakarta PT Ethica Indonesia. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 80 . 27. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 29. 16. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. 17. 25. Hospital UKM. Pirngadi. Yakarta PT Bayer Indonesia. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 18. PT Combiphar Farma. 28. 19. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk.

M. Dr.rer. Wniv. Hakim Bangun.. Tabel 6. dan Tahun Pengukuhan No 1. 6.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Malaysia 1994.bb Prof. Ph. Apt. Japan 1991. Apt.Putra. Prof. Dr.Sc. 4. Australia 2002. Tahun di 1990. Apt. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c.App. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. 6. 3. UTM-Johor. b. Dr.1..D. Effendy De Lux. 2.1. Urip Harahap. UNSW. Dr. Prof. Tokushima Univ. Malaysia 1990. Apt.nat. M. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Apt Ph.Sc. Nama Prof. Sumadio Hadisahputra. Dr. Malaysia 1991. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. SU. Dr. PPSF-USM. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88.. PPSF-USM.D. Prof. Apt. 5. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Siti Morin Sinaga. Prof. Jansen Silalahi. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 .

10. Apt.Si.Dr. Juanita Tanuwijaya. M. 5. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. M. Apt. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . Drs.. Dra.nat. SU.Si...T Simanjuntak.. Prof.Wiryanto. M.Dr.Saodah. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM.Si 21. Apt. M. 13.Sc 16..Apt.Sc. M. 12.Apt. Prof. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.Si. M.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un..rer. 1. Dra. Siti Morin Sinaga.H.Malaysia Thailand UGM Un.Apt. Salim Usman.. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. 20. Bidang Ilmu.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. MS.Edy Suwarso. Prof. 3. 15.. M. Dr.Nazliniwaty. Dr.Apt Dr.Djendakita Purba.Hakim Bangun. Apt. MS.Sc.Putra. M.Surjanto. Drs.Dr. 8. Dr. Prof. M.Apt. Apt. 9. M.Bab 6: Dosen Tabel 6.Apt. 18. Dr.Apt.Jansen Silalahi. M. 14. Sinaga.. Apt..Sc.PS. Drs.2.Azizah Nasution.M..Si.M. Dra.Sumadio Hadisahputra.. Apt.Sc.Dr. 7. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Effendy D.Dr. 11. Apt.. dan Kualifikasi Pendidikan No.Apt.Malaysia USU . 6. Apt. Kasmirul Ramlan 17. Nama Dosen. 4. Apt.Apt. Johor AIT– 2002 .Pandapotan Nasution.Sc.. M. 2.Fat Aminah. M.Urip Harahap. Prof. Nama Prof. Dra. Apt. SU.Ginda Haro. Julia Reveny.App. 19. Apt.Sc. Drs. Dr. Apt.. Dra. Karsono. Dra.

Apt. Apt. Apt.Si.. M.Apt.Agusmal Dalimunthe.Si. Kimia 40. M.Si.Salbiah. Poppy Anjelisa Z.Maralaut Batubara.Si Kimia 39. M. Apt. S. M. Farmasi Drs.Si.Fathur Rahman H. Farmasi Drs.Nahitma Ginting... Drs. MS.Syahrial Yoenoes. S. Aminah Dalimunthe.Masfria.. 25. Drs. Farmasi Kimia 44.Phill. Apt. Nama Dra.Lely Sari Lubis. SU.Apt. Kimia 36. Kimia 43.Si. M. 30. Apt. Apt. Kimia 35. Apt.Si. Dra. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .. Hayati Lubis. Apt. MS.. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27.Apt.Si.Apt.Apt. Kimia 38. Apt. M. Farmasi Drs.Immanuel S. MS..Saleha Salbi. M...Apt. Drs.. M. Farmasi Drs.. Farmasi Drs. Apt. M.Sudarmi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . S.Si Kimia 42..Si.Syafruddin.Si. Hasibuan. 23. Dra.Si..Apt.Masria L Tambunan. Kimia 45. Nurmadjuzita.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Si..Sc. M. Kimia 41.Chairul Azhar D.Si. Farmasi Drs. Farmasi Drs.David Sinurat..Apt. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.. Farmasi Drs. Dra. Kimia 34. M. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra. Farmasi Drs.. Apt.Anayanti Arianto. Meliala.Muchlisyam. 31.. 24.S.. 28.Apt. M. Marianne. Farmasi Kimia 37.Si. M.. Kimia 33. 26.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. M. Farmasi Dra.Apt. Apt. Farmasi Dra.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Ismail. Dra.

Si.Apt.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra.Si. M.Rosidah.Rasmadin Muchtar. 56. 57.2.. Apt. 58. MS.Apt.Apt. Apt.. Apt. Pendidikan Kewarganegaraan.Sc. Hari Ronaldo Tanjung.Apt.Saiful Bahri 61. Farmasi Nama 53. Drs.. Biologi 51. M.Herawati Ginting.Apt.Misra Gafar. Dra. M. Farmasi Kimia 47.. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Dra.Marline Nainggolan. MS. Awaluddin Saragih. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.Si.Apt. Ilmu Sosial Dasar. Farmasi Dra.Apt. Kimia 46.Apt. Drs..Tuty Roida Pardede. 54. 62. Dra.. Ilmu Budaya Dasar. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia.Suwarti Aris. Dra.. M. Farmasi Biologi 49. Drs. Dra. Patofisiologi.. M.Ubaidillah M.Siti Nurbaya. Bahasa Indonesia.Apt.. S.. MS. 55. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Dra. M. Farmasi Dra.Si. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. 60. 84 . MS.Aswita Hafni Lubis. Biologi 50.Erly Sitompul. Zainuddin. Kimia Klinis). Apt. Drs.Suryadi Ahmad. Drs. Apt. Apt. Farmasi Kimia 48. Apt.Si.. Farmasi Dra.. MS Apt.. Biologi 52. M. MS. MS.Si.Si. Siti Aman.Panal Sitorus.

Iman Sukiman. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Risnawati Sinulingga. M. Prof. Sp. 85 . Hj. M. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Yudi Herlambang dr. industri farmasi. Maya Safira dr. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan.Pd. Marjuni Rangkuti. dr. Dra. Dedy Ardinata. MA.PK(K). Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.Kes.Th. Sembiring Dr. MA Drs. MA. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dra. Tommy Tantawi. M. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Eka Roina Megawati dr. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Rosmiani. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6.3. Milahayati Daulay Prof. Drs.. Sp. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr.D. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Azhar dr.M.3. pimpinan apotek PT Kimia Farma.. Ph. Zakiah. Yetty Machrina dr. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.PK(K). B. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Nuraiza Meutia dr. Drs. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Adi Kusuman Aman.

1.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . PERANGKAT ORGANISASI A.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . sekretaris jenderal.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Pengurus Departemen Ketua departemen. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Presidium Terdiri dari gubernur. dan anggota II. sekretaris departemen departemen.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. dan ketua departemen B. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .

Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. 4. Mendapat mandat dari gubernur b. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Melaksanakan kebijakan program kerja 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Menandatangani surat mandat. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. D. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. surat keterangan. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. 4. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. 3. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 .

Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Departemen Komunikasi & Informasi a.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b.

Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Departemen Seni & Olahraga a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. kekeluargaan. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. sportivitas. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5.

Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Fadli : Yade Metri P. F. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. f. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 .Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. III. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat.

NANDA SARI .DINA ANDRIANI .AGREFINA .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .MIMI MAULIDINA .NOVY HANDAYENNY .JOHN NEW COMBI .AZMI ERVITA .SRI KURNIASIH .2.FADHILAH ANWAR .VERA NOVITAWATI .YUSTINA SAMOSIR .NURSAIDAH .ELVRIDA SIALAGAN .PEBRIANA MEGA SARI . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .RIKHA ANDRISSHA PTKP .SRI IRMAWATI .ARISMA RINI Agama Islam .SUCI RAHMALIA .JUNI MARTOGI 91 .SRI WAHYUNI . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.MUHARNI SAPUTRI .HAFNIZAR W DAULAY .AGNES SITORUS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.KARMILA .YULIA SARI .RETNO FARDHANI .LISA HELMITA .DINANTY DINI .EVA SURIANTI .ANITA KARLINA Kekaryaan .PARHAN Agama Kristen .FATIMAH SYAM .FITRIANA .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful