i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

SU.rer. Apt. visi & misi. 30 Mei 2008 Editor. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. atas limpahan dan ramat-Nya. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini.. Dr. sarana pendukung. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. dosen. tujuan program studi. Prof. kurikulum. Apt.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. SU. Medan. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Syahrial Yoenoes. Drs. iii . kami mengucapkan tarima kasih.nat Effendy De Lux Putra. dan organisasi kemahasiswaan.. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna.

kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Kepada editor Buku Panduan ini. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Apt. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Prof. Sumadio Hadisahputra. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Mei 2008 Dekan. NIP. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Medan. Dr. 131283716 iv .

Pembantu Dekan I Prof. Apt. v . SU.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Dr. Apt. rer. Effendy De Lux Putra. Dr. Sumadio Hadisahputra.. nat.

Si.Pembantu Dekan II Dr. vi .. Pembantu Dekan III Drs. Apt..Si. M. Apt. M. Julia Reveny. Surjanto.

...1..............4............ Misi..............2...2........1..11......... 37 3.......11..2.. 37 3......................... Tujuan .............................. 38 3.................. 9 3................... Misi.............. Sejarah Jurusan Farmasi ............. 2 1.. 38 3...........1...............................iii Kata Sambutan Dekan ..1............... iv Daftar Isi ............. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas..........................2......................................11................. 8 Bab 3......11. 36 3..1......................... 52 3.............................................. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ..... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ........ Bidang Biologi Farmasi .............. 1 1.... Gelar ...... Tabel Kurikulum ......3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ...................6.... Sejarah Fakultas Farmasi.......................... 36 3............................... 38 3.10..11................2.............................. dan Tujuan Program Studi .... Bahasa Pengantar ......... Bidang Farmasetika .....8..........1........................... Kurikulum dan Silabus .............. Jam Belajar ......DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ....................2....2.......................... 43 3....... Penjelasan Kurikulum ........2.. 38 3...3.... 55 vii .............. Bidang Farmakologi ..2...............................................1...... Sejarah ....9............ Dasar Pemikiran ...........4.... 40 3.........................2....................2..2....2.........................3.........................2................. 38 3.......................vii Bab 1... 47 3..5.......... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ..................................... 9 3................... 43 3........ 1 1.............1..........2..1.....1....... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ........... 1 1......................... 10 3....... Visi........ Visi.2.............. 18 3....... Sumber Mahasiswa ................................ Informasi Umum ............................. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ......2...7.......... 3 Bab 2.......................... 9 3............1...... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ......3. Kurikulum.. 38 3.........2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas....... 7 2........................2... 2 1........... Sejarah FMIPA USU ..1... Daya Tampung ........ Sejarah Universitas Sumatera Utara ... 7 2...............................1..............2................................4...........1............................................................2.........

............................ 59 Bab 4................................ 65 4.............. Penguji Luar ..................1............3...................... 68 4......1..........2...... 57 3. Asrama ...5..............4........ 64 4.1.. 78 5...............................................1........ 75 5.... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .......1............. 86 7.....2.............................................. 75 5. 64 4. 85 Bab 7........3........ Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ........6............ Laboratorium .......4..................................... Dosen Tidak Tetap .....................................2....... Bidang Kimia ..... Dosen Tetap ........................ Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ......2.........................11.. 70 4.... Program Pendidikan Profesi Apoteker .... Non-Bidang ............... 66 4. 71 4................. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ...............................................................11.......................... 72 Bab 5............................ 81 6.......... 86 7.............................. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ........................................ Hubungan dengan Institusi Lain .................. Dosen....................... 79 5......1 Kompetensi Lulusan/Apoteker .................................. 91 viii ........ Pengakuan Badan Profesi Terkait .........3.......................... 79 5..................................... 84 6.5...1...... Organisasi Kemahasiswaan .................. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .............. 81 6..................................... Perpustakaan ....... 79 Bab 6..6................................7. 79 5... 75 5...............1......1..........3.........................................................2...........2............2....... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ..... Jurnal Ilmiah ................................ Sarana Pendukung .......3........... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit .................. Perkuliahan ..........

USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. dan Fakultas Pertanian (1956). Selain mengasuh program S-1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956).1.1. Sejarah 1. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Hukum. Fakultas Teknik. 1. Fakultas Sastra. Fakultas Pertanian. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Farmasi.1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Fakultas Kedokteran Gigi. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952.141 m2. Fakultas Ekonomi.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota.

Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai.Sc. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. Barus. Fisika dan Kimia. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. Nazir Alwi.. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. Barulah pada awal tahun 1965. Soekarno. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September.1. A. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.A. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor).A. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. Soekemi. M. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Dr. R. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. maka kepanitiaan terhenti. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. seorang 2 .2. 1. 1. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No.1. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus.T. Apt. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. G. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November.3..190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952.

. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. M. Pandapotan Nasution.1. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001.A(K). agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. MPS. Pada perkembangan selanjutnya. (Alm) dan Bapak Drs. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. 1. Sp. tanggal 11 November 2003. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. 56/2003. M. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. Apt. atas masukan Rektor USU (Prof. Apt.. Lubis. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera.4. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. DTM&H. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. tanggal 11 November 2003. Chairuddin P. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. Chairuddin Nasution. Mudjitahid. Untuk itu.. 56/2003. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Apt. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. Seiring dengan itu pula..

yang diteruskan kepada Rektor USU. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Pada tanggal 6 Maret 2006. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Pada tanggal 31 Mei 2006. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2395/J05/TU/2001. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. tanggal 25 Januari 2006. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. menyetujui perubahan ini. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. tanggal 2 Mei 2006. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Pada tanggal 27 Oktober 2005. tanggal 8 Januari 2005. dan dibahas di Komisi Akademik. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. 822/J05/SK/KP/2005. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . tanggal 17 Juni 2005. Pada 8 April 2006. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Pada hari Rabu. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Untuk itu. setelah menelaah proposal tersebut. dan surat Rektor USU No. Pada tanggal 4 Juli 2005. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. 5 .). Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. M. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. Pada tanggal 14 Desember 2006. Sumadio Hadisahputra. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. dekanat. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 28 September 2006. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Selanjutnya. tanggal 8 Agustus 2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Untuk selanjutnya. terhitung mulai hari Selasa.Sc. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. pada tanggal 27 Juli 2006. Untuk proses persiapan selanjutnya. Selanjutnya. Eddy Marlianto. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Dr. rektor.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. 9 . Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS).69%) dan Kurikulum Institusional (49.1. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3.1. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.31%). Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. dan praktikum. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS).1. kisi-kisi materi kuliah. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). kurikulum inti.

09. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . c. Kuliah. 12. Tugas Akhir. 05. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 03. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 02. Praktikum.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. b. 01. 07.2. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 08. 3. 06. 04.1. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. 11. 10. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.1. Tabel 3.

Budha. 2. 02. 5. 06. 02. 08. 11. 03. 3. 05. 04. 04. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 10. 01. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 07. Islam. 07. 08. 09. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 4. Protestan. 03. 01. 09. 11. 06. 05. 10. 12. Katolik.

06. 04. 08. 03. 04. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 02. 06. 05. 07. 02. 03.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 07. 08. 09. 11. 11. 09. 01. 01. 05. 10. 10.

04. 06. 02. 08. 01. 01. 03. 01. 04. 09. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 05. 07. 08. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 06. 07. 02. 02. 03.

FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 312 02. 11. FPC 320 04. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 330 03. FPC 342 NO. FPC 431 07. FPC 411 06. FPC 421 09. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 433 08. FPC 413 05. FPC 451 08. FPC 415 06. FPC 340 03. FPC 322 NO. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 441 07. FPC 310 02. FPC 423 10.

3. 8. 8. 1. 6. 4. 7. 9. 5. 2. 6. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 10. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 11. 10. 7. 12. 5. 3. 2. 4. 11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 9.

4. 8. 6. 5. 3.Islam. 5. 4. 2. 3. 3.Protestan. 3. 11. 9. 2. 10. 5. 1. 4. 11. 6.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 1. 4. 9. 2.Katolik. 10. 8. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 .Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 2.Budha. 7. 7. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. KODE 1.

2. 7. 8. 3. 1. CKC 351 4. 4. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 4. 6. 3. 8. 10. 11. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 6. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 9. 3. CKC331 3. 2. 7. 1. 9. 5. 11. CKB347 2. 10. 1. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. KODE 1. 2. 4.

Larutan. Pengantar Kimia Kuantum. 2. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS .1. kondensasi gas dan keadaan kritis. 6. Ikatan Kimia. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. 3. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Spektroskopi-fluorometri.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. hukum-hukum gas. 7. 4.3. Termodinamika. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Teori Asam-Basa. Kesetimbangan kimia. 5.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Kinetika kimiai. Orbital Elektron. Eletrokimia. 2. Teori Hibridisasi. Bilangan Kuantum. Teori Resonansi. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. teori kinetik gas. 4. Larutan. FKB 113/2 SKS . 5.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. 8. 3. Konfigurasi Elektron. gas nyata. 9. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 18 .

Retail farmasi. Resep. Produk Galenika. Histologi. Sediaan Padat. Tiol. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Saponifikasi asam lemak. Beberapa Konsep Dasar. Sistem transport pada prokariot dan eukariot.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. sistem respiratori. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Struktur dan fungsi. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Alkena dan Alkuna. asam-basa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Mekaisme transpor di dalam tubuh. Eter.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Alkil Halida. Alkohol. sistem pencernaan. Mekanisme Reaksi Organik.Kimia Organik I Pengantar. sistem endokrin. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. istilah anatomi dan fisiologi. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Sediaan Semi Solida.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Kinetika kimia. Reaksi redoks. FKB 121/2 SKS . Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Busines pharmacy.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan.Pendidikan Kefarmasian. sistem saraf dan pancaindra. FKB 131/2 SKS . Pengantar Stereokimia. Alkana. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa.. FKB 141/3 SKS . Hospital pharmacy.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. FKB 151/2 SKS .elektrolit. Profesi kesehatan lainnya. Hasil kali kelarutan. Organologi. Pharmaceutical industry. sistem lokomotorius. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Epoksida dan Sulfida. Reaksi-reaksi kimia. FLB 111/1 SKS . Pharmaceutical researc. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . sistem limfatik dan imunitas.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Sediaan Cair. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Asam nukLeat dan protein. Uji molekul hayati. Kesetimbangan kimia. Profesi farmasi. 19 . Perlengkapan. Service profesioanl. Fisiologi Tumbuhan. sistem kardiovaskular.

Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . penalaran dalam bahasa Indonesia. Pencernaan di mulut.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. 20 . Potensiometri. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. bunga. rhizoma. disertasi. Fungsi otak. FLB 113/1 SKS . Konduktometri. kontraksi otot skelet. kontraksi otot jantung. after image. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Coulometri UNI 107/2 SKS . tesis. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Hasil kali kelarutan. journal. hiperemia. Krakteristika urin. warna kulit. refleks. pengukuran tekanan darah. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. karangan ilmiah popular.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. B.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Belajar dari contoh. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. efek kolinergik dan adrenergik. Anatomi organ tumbuhan dikotil. daun. tujuan menulis karya ilmiah. Uji tonisitas larutan. kontraksi isometrik. Skripsi. Distribusi reseptor. penentuan parameter darah. Spektrofotmetri UV-Visible. Menulis karangan ilmiah. Penetapan rotasi optik. Efek insulin pada ikan. batang. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. fungsi saraf kranial. Menulis laporan ilmiah. Macam-macam jaringan. Karangan ilmiah. daya membedakan. lambung dan pankreatik. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Bangun paragraph bahasa Indonesia. rambut. FLB 141/1 SKS . Spektrofotmetri infra merah. stoma. Transpor melalui xylem & phloem. buku ilmiah. Akar. Arti komunikasi. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. bahasa yang efisien dan efektif. penentuan bunyi pernafasan. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.Bahasa Indonesia Pendahuluan. buah dan biji. Penetapan Koefisien distribusi. triple respon.

pemisahan anion. Karbohidrat. Pengendalian mikroba. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Difrensiasi jaringan. Struktur dan fungsi virus. Neoplasma. Morfologi luar tumbuhan. Penggunaan. Skema pemisahan kation. c. c. Proses infeksi. b. FKB 122/2 SKS . dan kematian sel. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. FKB 120/2 SKS . reaksi identifikasi kation/anion. FKC 140/3 SKS . Dasar-dasar kromatografi. d. reaksi kering. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Desinfektan dan antiseptik: a. Mekanisme kerja. Analisis kualitatif ion anorganik.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. Amina Alifatis. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Lipida. dan coping. adaptasi. Membrane sebagai target. Penentuan kekuatan (potensi. b. larutan ion lewat jenuh. Asam Amino. Metode pemisahan. Senyawa Aromatis. Inhibitor biosintesis nukleotida.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS .Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. kelarutan. Spesies (species). oksidasi-reduksi. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Peptida & Protein. Perubahan fungsi sistem imun. aging. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. 21 . Mekanisme patogenesis. Aromatis. e. endapan. Filogeni. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Injuri. Idenrifikasi unsur. Polisiklis dan Heterosiklis. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. modifikasi target molekul. FKB 112/2 SKS . Resistensi (enzimatik. Takson. transporter). Tatanama tumbuhan. reaski basah. koefisien fenol). Disorder malignan sel-sel darah putih. Inhibitor biosintesis protein.

Disorder obstruksi terbatas pulmonal. breaking. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Regresi dan Korelasi. pengamatan secara visual meliputi inversi. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. FKB 150/2 SKS . Prinsip kerja aerosol. Alterasi fumgsi jantung. Eksipien. Disorder gatstrointestinal. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Shock. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Alterasi kontrol endokrin.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Komponen aerosol. Disorder intrarenal. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Penandaan pada kemasan. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. up ward & down ward creaming. Keuntungan dan kerugian. Disorder fungsi neurologis akut. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Penyakit liver. metode perubahan ukuran partikel. Interval konfidensi. Pernyataan konsentrasi. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Sediaan aerosol farmasi. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. d.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Pengamatan stabilitas secara visual. Praformulasi. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Pengujian Hipotesis. Gagal jantung dan disaritmia. Pengujian: derajat semprot. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Disorder fungsi neurologis kronik. Sediaan farmasi bentuk larutan. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Definisi.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Gagal ginjal. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Alterasi aliran darah. Penyajian Data. kebocoran wadah. Disorder pulmonal restriktif. metode perubahan partikel. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Sifat-sifat fisik propelan. Disorder bladder. Propelan dan fungsinya. 22 . Pengukuran pada Sampel. Contoh formulasi larutan. Metode pengisian. pengujian tekanan. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Evaluasi: homogenitas.

berpandangan luas. Syariah. Akidah. Kromatografi. Ibadah dan Muamalah. Agama Islam. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. berbudi luhur. Praktikal Test.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Pembuatan Sediaan Guttae. Tiga kemampuan dasar manusia. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Akhlak. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Bobot dan Volume. Pembuatan Suppositoria. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.Agama Islam Manusia dan Agama.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. isolasi. UNI 101/2 SKS . Identifikasi anion. UNI 102/2 SKS . reaksi nyala. Sumber Ajaran Islam. Identifikasi campuran. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Disiplin Ilmu dalam Islam.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perangkat dasar Agama Islam. Pembuatan Sediaan Cream. Pembuatan Sediaan Pil. Linimenta. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Pembuatan Salap. Pasta dan Oculenta. UNI 10*/2 SKS . Takwa. Identifikasi kation. Hubungan dengan Ilahi. FLB 112/1 SKS . Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pikiran mencari kebenaran. B. Pembuatan Infus. berfikir fisolosofis.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. A. Pemurnian. Isolasi asam sinamat dari gambir. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. bersikap nasional dan dinamis. Analisis gugus fungsi. Pembuatan Sediaan Kapsul. Ilmu Pengetahuan dalam Islam.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium).

Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. C. Yadnya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. D. Pengertian agama. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Alam semesta. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. E. c. UNI 104/2 SKS . Catur Purusharta dan Catur Asrama. ilmu pengetahuan dan agama. 24 . Motivasi baik dan buruk. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. UNI 105/2 SKS . b.Agama Buddha Manusia dan agama. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Sila dan etika Hindu. Sosiologi agama Hindu. UNI 103/2 SKS . d. Manusia dan Pembangunan. Agama Budha Sumber ajaran Budha. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. b. manusia lain. Sar darsana. c. b. Weda sebagai kitab suci.Agama Hindu Filsafat. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Manusia dan keutuhan ciptaan. Arti keadilan. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Sejarah agama Hindu. c. Kasih dan Pengharapan). Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Hakikat manusia. diterima secara pribadi. Gereja. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Tema-tema kapita selekta: a. Agama: a. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Iman Kristen. AIDS. Agama Krsiten. dan lingkungan. Kerangka dasar ajaran Budha. Meditasi. Kapita selekta. Dhamma. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Pandita dan Pinandita.Agama Protestan Manusia: a. Keluarga Katolik. Manusia dan tanggung jawab. Perjudian. Dan lain-lain. Narkoba.Bab 3: Kurikulum Nya. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Tempat suci. Hari-hari suci agama Hindu. sebagai hukum Hindu. Catur Marga Yoga. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk.

garam. Asam-basa. bikromatometri. Akurasi dan presisi. Pencernaan. Titrasi asam-basa. Titrasi reduksi-oksidasi. kelarutan. Metabolisme nukleotida. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. teknik eningkatkan presisi. endapan. Pemahaman metode: Permanganometri. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Analisis gravimetri. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Metabolisme asam amino. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. BromatoBromometri. Strategi Retrosintesis. Asam amino dan protein. FKB 213/2 SKS . Metabolisme karbohidrat.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. electrode & potensial sel. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. FKB 211/2 SKS . hidrolisis. Spektrofotometri. Iodatometri. Sintesis beberapa bahan obat. Iodo-iodimetri. pemisahan endapan. Metabolisme xenobiotik. kemurnian endapan. kekuatan ion. absorbsi dan detoksifikasi. kesalahan sistematik dan kesalahan random. kompleks ligan. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Jenis-jenis titrasi redoks. Lemak. Rancangan Sintesis.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. serimetri. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Nukleotida dan asam nukleat. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Glosarium Farmasi. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Bioenergika. pengeringan dan pemijaran. Teori kesalahan dan pengolahan data. larutan dapar.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. persamaan Nernst. Hormon. sel galvanic. indikator redoks. 25 . Enzim dan kinetika enzim. Reduksioksidasi. Metabolisme lemak. Titrasi pengendapan. perhitungan.

Pembinan Profesi.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Kecepatan disolusi. Farmakologi sistem saraf pinggir. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Sistem Dispersi.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Titrasi Iodometri. Teknik isolasi mikroba.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . FLB 251/1 SKS . Fenomena Kelarutan dan Distribusi. FLB 221/1 SKS . Profesi Apoteker.Farmasi Fisik Pendahuluan. Standar. Titrasi Iodimetri. Stabilitas. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Kompetensi Apoteker. Etika. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Rheologi. FLB 211/1 SKS . Identifikasi mikroba secara biokimia.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Sterilisasi. Difusi dan Disolusi. Difusi. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. 26 . Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons).Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Emulsifikasi. Organisasi. Titrasi argentometri-Mohr. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Sifat Fisika Molekuler Obat. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Penggolongan tablet. Titrasi Argentometri-Volhard. Kelarutan. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Penggunaan mikroskop. Titrasi kompleksometri-metode langsung.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. FKC 233/2 SKS . Pewarnaan. Evaluasi Tablet. Teknologi Pembuatan Tablet.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Titarsi Iodatometri. Fenomena Antar Permukaan. FKD 250/2 SKS .Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Suspensi. Kinetik. Viskositas dan Rheologi. FKC 231/2 SKS .

Toksisitas gas/asap. FLC 240/2SKS . Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. ekstrak. Syarat dan Evaluasi Injeksi.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Dosis obat. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Efek korosif obat pada kulit. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Ekskresi Klirens. ekstrak dan minyak atsiri. Sterilisasi Panas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Sterilisasi Radiasi. Model Satu Kompartemen Terbuka. Antagonis obat. dan minyak atsiri. FKC 220/2 SKS . Pengolahan Sediaan. Model Dua Kompartemen Terbuka. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Ikatan Protein Obat. Pengemasan. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. CPOB. Analisis unsure dan gugus fungsi.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. FKC 230/2 SKS . Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. sirup. respon dan penentuan indek terapi. Kandungan kimia. Sediaan Mata. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Farmakologi obatobat susunan saraf pusat.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Farmakokinetika Nonlinear. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. 27 . Rute pemberian obat (Rute of administration drug). FKC 242/3 SKS .Farmakognosi Pengertian. Kinetika Absorpsi Obat. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS .Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. antibiotika.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Pembawa. tablet. Toksisitas anestetika lokal. hewan dan mineral. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Anestetika lokal. Dokumentasi. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. FKC 240/2 SKS .

Protein (analisis asam amino. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. c. Sintesis aspirin. FKC 315/2 SKS . Kerapuhan. Lemak (bilangan asam.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. spektroskopi emisi dan serapan atom. kadar ureum dan glukosa urin).Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Metode granulasi basah. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. Rancangan alat. kromatografi cair kinerja tinggi. e. FKC 311/3 SKS . Analisis gugus fungsi. Sintesis parasetamol. enzim hidrogenase dan enzim katalase). SGPT dan SGOT). Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. identifikasi lemak dan kolesterol). Disolusi. ikatan hidrogen. Sintesis turunan asam barbiturat. Sintesis sabun dan deterjen. Definisi dan ruang lingkup. Darah (mengukur hemogelobin. e. spektrofotometri infra merah. Keseragaman sediaan. glikolisis karbohidrat secara anaerob. FLC 230/1 SKS .Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. interaksi obat-reseptor. Waktu hancur.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Kadar zat berkhasiat. Metode cetak langsung. stereokimia. Penentuan aktivitas enzim (amilase. industri obat tradisional. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. distribusi dan eliminasi. d. kadar kolesterol darah). industri farmasi. absopsi. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Interpretasi data dan statistik.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Urin (identifikasi berat jenis. FLC 212/1 SKS . b. Metode granulasi kering. bilangan iod. Kekerasan. kadar glukosa darah. FKE 351/2 SKS .Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. validasi prosedur analisis. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Sintesis turunan sulfa. b. Sintesis antiseptik. FKC 313/2 SKS . 28 . protein. Evaluasi Tablet: a.

Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Fisikokimia asam amino dan protein.. N dan S yaitu sulfonamida. Fitofarmaka. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Aspek kimia lipida. Penetapan kadar. dan makroskopis. Denaturasi protein. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Sediaan Pewarna Rambut. H dan O yaitu alkohol. Metode isolasi pati. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Parfum FKC 321/2 SKS . tiourea. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Penetpan kadar. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. fenol. FLC 331/1 SKS . senyawa alkaloid alam.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Senyawa yang mengandung unsur C. 29 . FKC 331/2 SKS . Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Sediaan Rias wajah. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Salep Mata. Interesterifikasi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. antibiotika. H. Sediaan shampoo. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. antihistamin. karboksilat dan antibiotika. Sediaan Pengeriting Rambut. Fungsi protein.Kosmetologi Pendahuluan.Obat Tradisional Pendahuluan. FLC 311/2 SKS . Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. H. FLC 321/1 SKS . Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Fungsi polisakarida dalam makanan. Pelembab Kulit. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Reaksi karbohidrat. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. O.

FKC 350/2 SKS . Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Metode ilmiah. Obat-obat pencahar. seminar dan skripsi. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. pelarutan dan absorpsi obat. ilmu.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS .Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Psikofarmaka. FKC 320/3 SKS . FLC 310/1 SKS . Tatacara penulisan proposal. Desain percobaan.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. FKC 340/2 SKS . Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Efek hipnotika dan sedativa. II. Skrining farmakologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Metode dan macam penelitian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Stimulan susunan saraf pusat. FKC 330/3 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Pedoman klinis.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Penapisan secara kimia. meliputi tentang definisi penelitian. Pemantauan resep dan pasien.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Diuretika.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik).Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Proses penelitian. Antiinflamasi. Antipiretika. Analgetika. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Titrasi 30 .

Bilangan asam. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Biossay guided/ 31 . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Bromatometri. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Iodimetri. Penetapan kadar kasein. FPC 330/2 SKS . Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. FLC 312 1 SKS . KCKT. Desain Produk Obat. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. FLC 314/1 SKS .Rancangan Obat Pendahuluan. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. FLC 320/1 SKS . Derajat asam susu. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Titrasi Nitrimetri. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Ilmu Polimer.. Analisis zat pewarna sintetik. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Spektrofotometri. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Percobaan khusus. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Praktikal tes. Bilangan penyabunan. Total asam tertitrasi. dan kromatografi gas.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. FPC 320 2 SKS . Penentuan kadar vitamin C. Langkah-langkah Merancang Obat.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants).

Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Pelaksanaan analisis ekonomi. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Analisa\is spektrum UV/Vis. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Metode pengawetan makanan. FPC 340/2 SKS . UNI 106/2 SKS . Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Kesalahan pengobatan. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. IR. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. jurnal. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. MS dan NMR. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Komite farmasi dan terapi. Pengalengan makanan. teknik isolasi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS .Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Konsep Wawasan Nusantara. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Langkah menyimpulkan analisis. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Kerusakan bahan makanan. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Keamanan pangan. Politik dan Strategi Nasional. dan data spektrum). Model analisis farmakoekonomik.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Sumber-sumber informasi obat. Sistematika menjawab pertanyaan. sumber lain). 32 .Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Perbaikan dan proses medikasi. Manajemen informasi elektronik. FPC 342/2 SKS . Makanan Fungsional. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. khasiat.

Cara penggolongan toksikologi. Struktur dasar imuno globulin. teori pembentukan imunoglobulin. FKC 443/2 SKS . Indikasi eksposisi yang berbahaya. sindroma nefrotik). Kedudukan. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. leukemia. reaksi hipersensitivitas tipe I. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. hiperlipidemia). Pengertian komplemen. 33 . metode pengukuran. sifat-sifat antigen. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. sirosis hati. penyakit sendi (gout. Kerja toksik. DHF). limfoma maligna). aktivasi komplemen.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. penyakit ginjal (GGA. GGK. Interaksi zat dalam toksikologi. Antigen. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Jenis-jenis vaksin.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. tipe III dan tipe IV. pembagian dan fungsi imunoglobulin. Serum dan Vaksin.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Penimbunan zat asing. penyakit hati (hepatitis. Defisiensi Sistim Kekebalan. hipertiroid. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Inhibisi pada transferoksigen. Sistim Kekebalan Spesifik. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. osteoartritis).Penyakit atopi. GEA. Klasifikasi antigen. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. artritis rematoid. nilai rujukan serta interpretasi hasil. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Makna biotransformasi. efek biologi atas aktivasi komplemen. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Kerja teratogenik. Komplemen. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . Tindakan umum pada keracunan. GNC. penyakit hematologi (anemia. tipe II. Antibodi(Imunoglobulin). hepatoma). Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Lanjutan fase farmakokinetik. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Fase farmakodinamik. Jenis-jenis serum. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). penyakit tropik (demam tifoid. penyakit alergi imunologi (SLE). Imuno-patologi. Sistim Kekebalan Non Spesifik.

Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Stereokimia Dinamis. Sistem POT Parenteral. alginat. BIOSINTESIS.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Pengemasan. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Vitamin. Prinsip-prinsip POT. Toksin dari ikan Pupper fish. Preformulasi. FPC 431/2 SKS . Echidermata.Farmakognosi Lanjutan A.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. ISOLASI BAHAN ALAM. B. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Filum Rhodophyta. Radikal bebas. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. FPC 433/2 SKS . Minyak atsiri. Biosintesis Alkaloid. Jenis fitoplangton. jamur bahari. Kerusakan Produk. FPC 423/2 SKS . Glikosida. 34 .. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Jenis-jenis rumput laut. Isolasi karagenan. FPC 451/2 SKS . Topik-topik Khusus. konsep pemasaran. Sistem POT Implant. Pencemaran di Industri Farmasi. Timun Laut. Cephalopoda (gurita. Lakton. FPC 321/2 SKS . Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Bteknologi Farmasi. Mekanisme analisa pelepasan obat. In Proses Control. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Pemasaran (pemasaran produk. bunga karang. Farakologi Farmasi.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. cara dan etikanya). alginat dari rumput laut. cumi-cumi). Metode isolasi agar.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Minyak atisiri. iklan: guna. Biologi Farmasi. Antibiotik. FPC 411/2 SKS . Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Heterosiklik. Gizi dan sistim imun. Penyusunan Formula. Biosintesis Steroid. Imunoassay. serta aplikasinya dalam oseanologi.

Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. teknik penyediaan.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Peluruhan radioaktip. FPC 441/2 SKS . Pengobtan berbasis bukti. FKC 450/1 SKS . Toksikologi rumah sakit. Hipertensi. TBC.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Penyakit Parkinson.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS .Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. 35 . Terapi parenteral. FLC 452/5 SKS . Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Kerdioaktipan alam dan buatan. Obstruksi kronik saluran nafas. Studi kasus. Penyimpanan radiofarmasi. FPC 413/2 SKS . FPC 415/2 SKS . Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Cara-cara analisis yang digunakan. Gout dan hiperurisemia. Terapi antibiotika.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Lanjut usia. Toksikologi forensik.Kimia Forensik Pendahuluan. Pemeriksaan narkoba. Masa kehamilan dan menyusui.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Anak-anak. Syarat sediaan radiofarmasi.

untuk dapat memenuhi kompetensi itu.Bab 3: Kurikulum 3. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. termasuk Fakultas Farmasi USU. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat.2. dengan tetap 36 . Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan.1. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Tentu saja. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Terlepas dari hal tersebut. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain.2. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Sehubungan dengan itu. tepat. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu.

kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar.3. Seperti yang diuraikan di atas. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. 3.2. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. 2. Bandung.2. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. 4. Artinya. di samping program yang ada sekarang. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Surabaya.2. 37 . yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Jakarta. Yogyakarta. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Banda Aceh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. 3. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. 3. Di samping itu.

Di samping itu.Farm. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.8. 3. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.00-13. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.00 WIB.000. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.Bab 3: Kurikulum 3.2.4. 3.7.).5. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). sudah termasuk uang praktikum.6.2. 40. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2.000. sore hari mulai pukul 14. 3.9.00 WIB.2.2.Farm. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.2.). 3. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. 3. dapat melanjutkan ke Program 38 .30 WIB.00-17. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.00-11.

dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. aman. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. efektif. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. 39 . yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. Kurikulum Inti.). dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dengan lama pendidikan selama 2 semester. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.

01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.10. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .2. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.Bab 3: Kurikulum 3.

Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Radio Farmasi (CPC 411) 3. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Imunologi (CPC 346) 3. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO.

1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. bertanggung jawab secara profesional dan beretika.11. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. studi kasus dan diskusi.11. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. motivasi. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . farmasi pesien rawat inap. studi literatur.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.2. serta pengawasan inventori. usaha pendispensan aseptik. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. anggaran pendapatan dan belanja. radiofarmasi.2. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. modal. dan staf. keperluan farmasi pediatrik. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. jaminan mutu pekerjaan farmasi. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit.

konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. Pembinaan Profesi: a. Organisasi Profesi: a. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. Profesionalisme. d. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. Standar Pendidikan. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Standar: a. Kode Etik. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. b. pemantauan terapi pada penyakit pasien. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Standar Kompetensi. b. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. c. Struktur Organisasi. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Karakteristik Profesi. pengobatan pasien. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. b. pemantauan terapi obat. c. pendekatan telaah preskripsi. Profesional. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. c. Sistem Legeslasi. c. ulasan projek. Peran. Standar Profesi. perombakan pengobatan. membuat strategi dan desain terapi. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Profesi. termasuk konsep kontrol farmaseutik. kaunseling dan komplians drug. Area kompetensi. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. b. b. Standar Pelayanan. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. pelabelan dan penjelasan auksilari. Dalam mata kulah ini. Sumpah/Janji. 44 . serta pengenalan praktek terapeutik. Etika: a. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. b. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Etika Umum. Tujuan. penyampaian informasi obat.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Visi dan Misi. proses penggunaan dan dispensing obat.

Permenkes No. tentang Psikotropika. sistem otot dan tulang. polifarmasi dan penggunaan obat.26/1965 tentang Apotik. PP No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Undang-undang No. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik.20/1962. Kepmenkes No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Permenkes No.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .. Kepmenkes No. sistem gastrousus.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. Kepmenkes No. PP No. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.5/1997. Undang-undang No.922/. Permenkes No.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. kardiovaskular. Permenkes No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.22/1997. PP No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. PP No. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. Kepmenkes No. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. tentang Narkotika. Perda Kota Medan No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. dan sistem urinari.23/1992 tentang Kesehatan.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.

dan diskusi. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. manajemen pelayanan dan informasi obat. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. Pembelajaran ini meliputi ceramah. Konsep dasar. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. keuangan. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. SDM. studi kasus dan diskusi. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. pengadaan. studi literatur. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. manajemen apotik. pemasaran. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. dan komprehensif mengenai masalah. bidang-bidang kesehatan fisik. inventori. organisasi apotik. struktur sosial dan modernisasi. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. fungsi-fungsi manajemen. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. studi kasus. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. penjualan dan distribusi. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. meliputi: Teori dasar manajemen. pengendalian operasi apotik. studi kelayakan apotik.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). studi literatur. jelas. 46 .

penyakit ginjal.11. jaringan penghubung (jaringan konektif). termasuk teori aksi obat. proses diagnosis. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. gangguan mental. jantung dan vaskular. Penularan penyakit saluran pernafasan. neurologi. paru. shock. endokrinologi dan metabolik. eklamsia. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. mengatur volume sel.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. tuberkulosis. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh.2. malaria. infertilitas dan kontraseptif. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. peritonitis. HIV. interaksi obat. cara pemberian dan pemantauan obat. endokarditis. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. gastroenterologi dan hematologi. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. ikatan molekul obat dengan reseptor. metabolisme. distribusi. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. tanda-tanda dan simptom. homeostatis. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel.2. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. terapeutik. dan eksresi) obat. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. transportasi aktif melewati membran plasma. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan.

Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. proses dan mekanisme potensial membran. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. ginjal dan darah. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. Karakteristik farmakokinetik klinis. efek samping. digoksin. kloramfenikol. metabolisme. vankomisin. feokromositoma dan asma). Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. hipotensi. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. Struktur. definisi. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. siklosporin. GINJAL. Konsep. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. kolinergik dan somatik.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. 48 . Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. ganglion. sinaps. struktur dan fungsi neuron. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). termasuk rasional pengunaannya. salisilat. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN.

Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. studi literatur (belajar mandiri). FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. angina pektoris. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. aritmia jantung dan hiperlipidemia. mania. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. Etiologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. depresi. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. patifisiologi. juga akan dibahas. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. efek samping. gagal jantung kongestif. dan rasional penggunaannya. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. mekanisme kerja. 49 . studi kasus dan diskusi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. manifestasi klinis. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. mekanisme kerja. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. pengelolaan farmasi.

antimetabolit. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. antitumor. interaksi zat 50 . etiologi. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. Penyakit seperti peptik ulser. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kerja toksik. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. kimia dan mekanisme kerjanya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. penanganan kemoterapi. pengobatan dan kesehatan masyarakat. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. antibiotika. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. farmakokinetik. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Aspek farmakologi. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini.

hiperlipidemia). Perspektif interaksi obat: definisi. distribusi. Interaksi obat pada ginjal. penyakit ginjal (GGA. ekskresi obat dalam renal. interaksi obat dengan diuretika. perubahan aliran darah renal. penyakit hematologi (anemia. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. perubahan mekanisme transport obat. hipertiroid. jenis dan mekanisme interaksi obat. eliminasi obat. mengurangi interaksi obat yang merugikan. penyakit sendi (gout. osteoartritis). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. interaksi tidak langsung. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). GEA. penyakit hati (hepatitis. drug displacement. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. pasien beresiko. mekanisme interaksi. penyakit tropik (demam tifoid. metode pengukuran. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. disintegrasi. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. sindroma nefrotik). DHF). ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. GNC. perubahan pH urin. Arti penting interaksi secara klinik. sirosis hati. absospsi. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. obat reaksi laboratorium). limfoma maligna). penyakit alergi imunologi (SLE). indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. 51 . sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. nilai rujukan serta interpretasi hasil. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. obatmakanan. leukemia. signifikansi klinik. hepatoma). Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. artritis rematoid. interaksi obat dengan herba/food suplement. GGK.

Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. Sutur dan ligatur: bahan. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). poultis. formulasi. pengemasan dan pelabelan. enema. pemeriksaan. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. medium kultur. sumber kontaminasi. jeli. stabilitas. kimia dan terapeutik. sifat fisikokimia. obat kumur dan cuci mulut. cara pengujian. Eferfescent. Uji pirogen: efek fisiologi. formulasi. cara penyediaan. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. cara sterilisasi. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. mekanik kuantum. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. kriteria steril. rancangan ruang aseptik. Formulasi dan perencanaan dosis obat. cara penyediaan semi-padat. Uji sterilitas: pengambilan sampel. cara sterilisasi. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. proses 52 . penyerapan melalui rektum. antibakteria. pemilihan pengawet. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. enterik. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. obat tetes pediatrik. antivirus. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. Sediaan supositoria: dasar supositoria. linktus. uji USP. Sediaan koloid dan emulsi. nilai sesaran. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. efek obat. pelepasan dan penyerapan obat.Bab 3: Kurikulum 3. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. cara uji kebocoran. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. konsep keterlarutan. kolodion. terbungkus. prinsip pengawetan. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. cara menghitung mikroba. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik.11.3. pasta. Prinsip sterilisasi. lunak. mekanik molekul. Teori-teori atom. draught. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. bentuk dosis. fungsi pengawet. Sediaan obat mata: bentuk dosis. pengemasan. singkatan latin. jenis. kabinet aliran laminar. obat tetes telinga dan hidung. linimen.2. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. penentuan. stabilitas. kapsul gelatin keras.

Anatomi dan 53 . Gerakan saluran cerna dan waktu transit. energi bebas. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. e. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. dampak zat larutan. jenis larutan. b. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. b. Faktor fisio-patologi. c. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Komponen dan karakteristik cairan rektum. c. Anatomi dan fisiologi rektum. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. f. penyebaran. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. f. pelarutan (disolution). bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. isoterma pelekatan molekul. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. Macam-macam konsep membran biologis. keseimbangan fasa. penekanan kepada sifat reologi. d. b. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. yang disingkat LDA. b. kompleksitasi. gambar fasa dan koefisien pembagi. tegangan permukaan. hukum-hukum gas. difusi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. Faktor formulasi dan teknologi. Gerakan rektum dan waktu transit. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. b. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. ionisasi. c. pembahasan dan zat aktif permukaan. Di dalam topik reologi. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. monolapisan tak larut. e. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. larutan isotonik. Pembuluh darah yang melewati rektum. sudut kontak. Teori umum pelepasan (liberation). emulsi. ciri-ciri koligatif. pelarutan dan absorpsi obat: a. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Macam-macam mekanisme absorpsi. dan difusi/absorpsi (absorption). Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. monolapisan terlarutkan. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. tekanan permukaan. d. sistem suspensi. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. larutan buffer. Fenomena antar permukaan. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan.

d. b. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. sediaan akhir. pemrosesan resep secara profesional. Kosmetik pewarna: muka. pencuci mulut. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. jenis dan klasifikasi minyak wangi. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. b. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. compounding obat non-steril dan steril. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. pelindung matahari. e. Anatomi dan fisiologi mata. Struktur dan fisiologi rambut. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. cara compounding obat yang baik. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. e. Jaminan mutu: bahan mentah. praktek 54 . Struktur dan fisiologi kulit. mata. d. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. c. pembersih gigi. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. c. bahan pembungkus. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Pembuluh darah yang melewati kulit. konditioner. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Sediaan perawatan rambut: shampo. Disain percobaan. Pembuluh darah yang melewati mata. perhitungan dalam compounding. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. b. c. penjaga. praktek laboratorium yang baik. adhesif gigi palsu. pembersih. Sediaan gigi: pasta gigi. Sediaan perawatan kulit: pencuci. pelurus. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. penggelap kulit. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. c. Sediaan bayi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. b. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Sumber bau badan. d. bibir. f. resep dokter. pewarna dan hair spray. d. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. kuku. serbuk gigi. bahan pengkeriting.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. e. Metode uji ketersediaan hayati. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. c.

matriks. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. Sistem penyampaian secara implantasi. keuntungan dan kerugian. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. Sistem penyampaian transdermal. antelmintik. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.4. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. pestisida. tipe sandwich. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. kultur sel hewan. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. keuntungan dan kerugiannya. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. tipe matriks. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba.2. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. depot tipe esterifikasi. disolusi reservoadran kimia. Indikasi terapeutik. model hewan yang digunakan untuk penelitian. 55 . Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. keuntungan dan kerugian. metode untuk meningkatkan permiasi. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit.11. depot tipe adsobsi. perlindungan terhadap lingkungan. dan evaluasi secra in vivo. membran permiasi. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. absorbsi perkutaneus. depot tipe enkapasulasi. 3. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat.

pewarnaan. pemalsuan. taksonomi dan tatanama tumbuhan. pemanenan. c. penyimpanan. nucleus. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. karakteristik. Structure and function of organelles: mitochondria. formulasi. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. farmakodinamika herba. kultur. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. sumber. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . microtubules. and metabolism: a. b. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. Uji klinik. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. pengawasan mutu. farmakokinetika. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. farmaseutik. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. penanaman. ribosomes. isolasi. pemiawaian. enzyme. pengeringan. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. endoplasmic reticulum.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Mitochondria and the 56 . Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. chloroplast. lysosome. Prokaryote versus eukaryote. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. golgi bodies. arboretum. microfilament. Regulatori dan kebijakan herba. Cellular specialization. Energy. struktur sel asing. struktur pergerakan. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. klasifikasi dan kepentingan klinik. struktur pelekatan dan juga endospora. herbarium.patogen juga diperkenalkan. Prinsip-prinsip penyakit. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. bioteknologi kultur. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. ekstraksi. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri.

transfer RNA. analisis kation cepat. d. e. isomer geometrik. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. d. c. E dan Z. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. amida dan terunannya. Meiosis. Somatic cell genetics. b. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. b. The gene and synthesis of protein: a. Lipid bi layer. Mutation.5.2. and DNA repair. The clonal selection theory. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. sulfonamida. treo. DNA: structure. The immune system: a. dan konfigurasi sistem cis. Reaksi esterifikasi asetilisasi. c. Ikatan sigma dan pi. b. reaksi pembuangan E1 dan E2. L. The relationship between genes and protein. RNA: general structur. cancer.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. b. dan tatanama senyawa organik yang penting. reaksi penggaraman. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Pengenalan stereokimia. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. SNi. Cell replication: mitosis.O. SN1. dan polimersasi melibatkan radikal. T and B lymphocytes 3. Amino acids. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. identifikasi senyawa yang mengandung C. Conservation of genetic codes. Cell growth. c. hidrolisis. nitrogen. trans. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. 57 . CHON. Cell culture. c.H. Cell growth and replication: a. b. Transport of material across membrane. Microbial genetic: a. f. Radikal. dan oksigen. reaksinya. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Membrane composition. messenger RNA. e. pembentukan lakton. orbital molekul. Antibody diversity. DNA recombination. replication. cell junctions. d. structure and functional proteins. c. Membrane structure and function: a. ribosomal RNA. eritro. Cell fusion. Antibody structure and function.11. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. UV. d. and aging. R dan S. Summary of membrane functions. Chromosome and plasmid. laktam.

Fosfolipida. bentuk organisasi laboratorium. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. nukleotida. Pengaruh kimia. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Reaksi karbohidrat: a. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. lipid. Lemak hewan. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. c. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. f. Oleat dan asam linoleat. Lipolisis.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. FT-IR. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Refining. spektrofotometer. b. b. c. Komponen fungsional dari 58 . protein. b. Asam laurat. Glikosakarida. Marine oil. b. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Amilum. Tatanama enzim. penghibridan. Asil gliserol. nukleosida. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. c. c. asam nukleid dan vitamin. denaturasi. Oligosakarida. d. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. RNA. Fisikokimia asam amino dan protein: a. b. Hidrofilisitas. b. Sifat umum asam amino. AAS. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Reaksi pencoklatan. Polisakarida. Sifat umum protein. b. Asam lemak. GC. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Hidrogenasi. c. DNA. b. Pektin. Monosakarida. e. b. Energi denaturasi. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. kinetik enzim dan penghambatan enzim. e. d. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Hemiselulosa. Lemak susu. Pengaruh fisika. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. c. Pemanis. Sifat pengemulsi. Interesterifikasi. renaturasi. Vegetable butter. Sifat pembusukan. Auto oksidasi. b. c. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. pH meter. Kimiawi penggorengan. Aspek kimia lipida: a. asam amino. d. Fungsi protein: a. Hidrolisis. Klasifikasi lipida: a. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Denaturasi protein: a. b. Selulosa. HPLC. Basa purina dan pirimidina.

prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Pengukuran dan ekspresi efek obat. Penyimpanan radiofarmasi 3.teknikpenyediaan. Tatanama obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. susunan makanan nasional. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. fitosterol di dalam margarin. Diet dan arterisklerosis. asal usul dan dasar pencarian obat. karotenoida. NMR. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. farmakokinetika dan farmakodinamika. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). flavonoida. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Syarat sediaan radiofarmasi. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. serat pangan. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat.2. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. kromatografi gas. penemuan. Kerdioaktipan alam dan buatan. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. Penggunaan radioisotop untuk penelitian.11. sulfida. Peluruhan radioaktip. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. AAS. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. mineral.6. dll. pembuatan dan formulasi obat. prebiotik danprebiotik. fitosterol. pola makan dan proses penuaan. 59 . RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. Penggunaan radioisotop untuk terapi. komponen fungsional dari makanan hewani. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. limonoida. kromatografi cair kinerja tinggi. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. Cara-cara analisis yang digunakan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. klasifikasi obat dan penyakit. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. Pendahuluan: Arti komunikasi.

tujuan menulis karya ilmiah. berbudi luhur. Menulis karangan ilmiah. Akhlak. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Ibadah dan Muamalah.Agama Islam Manusia dan Agama. disertasi. Disiplin Ilmu dalam Islam. Hubungan dengan Ilahi. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Perangkat dasar Agama Islam. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Agama 60 . Takwa. B. Sumber Ajaran Islam. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). bersikap nasional dan dinamis. Menulis laporan ilmiah. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Motivasi baik dan buruk. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. UNI 101/2 SKS . journal. berfikir fisolosofis.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Belajar dari contoh. UNI 10*/2 SKS . Agama Islam. UNI 102/2 SKS .Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. A. Tiga kemampuan dasar manusia. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Arti keadilan. berpandangan luas. buku ilmiah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Karangan ilmiah: Skripsi. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Syariah. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Akidah. diterima secara pribadi. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. penalaran dalam bahasa Indonesia. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Keluarga Katolik. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. bahasa yang efisien dan efektif. tesis. Pikiran mencari kebenaran. karangan ilmiah popular. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian.

Pengertian agama. UNI 108 . Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Kapita selekta. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Sar darsana. UNI 105 . Sosiologi agama Hindu. Dhamma. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. D. c. d. Catur Purusharta dan Catur Asrama. C.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Pandita dan Pinandita. Manusia dan Pembangunan. sebagai hukum Hindu. dan lingkungan. c. Agama Budha. Tema-tema kapita selekta: a. AIDS.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Sila dan etika Hindu. Glosarium Farmasi. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. UNI 104 . Catur Marga Yoga. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . b. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Manusia dan tanggung jawab. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Tempat suci. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. manusia lain. Hari-hari suci agama Hindu. Agama: a. Yadnya.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. c. Hakikat manusia. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Agama Krsiten. Sumber ajaran Budha. Gereja. Kerangka dasar ajaran Budha. UNI 103 . Kerasulan awam sebagai tugas umat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Dan lain-lain. Manusia dan keutuhan ciptaan. Alam semesta. Narkoba. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Kasih dan Pengharapan). Studi kasus pada masing-masing fakultas. Iman Kristen. ilmu pengetahuan dan agama. Buddhis dan ilmu pengetahuan.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Meditasi. b. E. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sejarah agama Hindu. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Perjudian. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Weda sebagai kitab suci. b.

cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Pengantar: a. b. Hak Azasi Manusia. a. g. a. UUD 1945. Politik dan stra tegis nasional. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. c. Pendidikan pendahuluan bela negara. termasuk hak dan kewajiban bela negara. Politik dan Strategi Nasional. c. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. f. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Pemahaman tentang bangsa. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. c. c. d.si Indonesia. b. Demokra. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. b. negara. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. a. Konsep Wawasan Nusantara. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. hak dan kewajiban warganegara. Pengaruh HAM. b. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. HAM dalam bela negara. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. Wawasan nuantara. 62 . b. d. e. a. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Hak dan kewajiban warganegara. Implementasi Wawasan Nusantara. serta prinsip dasar statistik.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. Ketahahan Nasional.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila.

Teknologi nano dalam farmasetika. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Teknik/metode: analisa yang baru. buah merah. minyak omega-6. Health food: VCO. 63 . flu Burung. dan Farmakologi. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. d. farmasi komunitas atau industri. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. back to nature. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. Farmasetika. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. rumah sakit. farmakologi. g. dalam bidang Kimia Farmasi. fisiologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. SAR. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. Herbal medicine: the hijau. e. c. Biologi Farmasi. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. f. b. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. demam berdarah. misalnya: a.

1. 64 . Kompetenesi di Rumah Sakit 3. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. dan kerja praktek profesi. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen.). di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. silabus mata kuliah. yaitu: 1. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). 4. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetensi di Industri 4. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah.Farm. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa.

Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.Cara/teknik pencampuran obat . dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . Farmakokinetik. 01. aman. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi .Peraturan perundangan tentang obat . Toksikologi.Formulasi Sediaan Obat .Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . informasi. Kompetensi di Industri 4. Kurikulum Inti. Biofarmasi. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya.Satabilitas Obat . dan Edukasi. . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. 02.1. dan efektif. Stabilitas Obat dll. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. . 03.1. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek.

Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Kemampuan berbahasa dengan baik .Ilmu-ilmu kefarmasian .Farmako-ekonomi 4.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. 01.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02.Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .1. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .Manajemen keuangan .Peraturan perundangundangan NO. . . Partisipasi Monitoring Obat 06.Manajemen kepegawaian . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Ilmu-ilmu kefarmasian . Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Psikologi .2.Ilmu komunikasi dan Psikologi . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Ilmu-ilmu komunikasi . Pencatatan dan Pelaporan 05. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.

Pusat Informasi Obat .Farmakokinetik Klinis .Ilmu Komunikasi .Psikologi NO.Metodologi Penelitian . 06.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Ilmu-ilmu Kefarmasian . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Ilmu Komunikasi .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Farmako-ekonomi . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Biofarmasi . 05.Manajemen informasi . Pelayanan KIE (konsultasi. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan.Ilmu komunikasi .Ilmu-ilmu kefarmasian . antara lain: uji klinis. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Manajemen logistik .Psikologi . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Farmakoterapi . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. pemberian dan penyediaan obat. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Toksikologi Klinik .Farmakoterapi . pemantauan efek obat. 04. 09.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . Peranan dalam penelitian 08. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Statistik 07.Sistem Informasi .Patofisiologi . 10. pemilihan obat yang tepat. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.

Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Biofarmasi . dan kemasan.Farmasi Fisika . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. 01.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Bioteknologi .3.Farmakologi/ Toksikologi . pilot plan.Farmakologi dan Toksikologi . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.Formulasi Teknologi Farmasi . 05.Farmakokinetik . khususnya melalui internet . metode analisis.Unit proses 68 . terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).1.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. Fisikokimia. 04.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Kemampuan komunikasi .Farmakognosi/Fitokimia . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Farmasi Fisika . Fisika. obat jadi. Mikrobiologi. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.Perundang-undangan . Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal.Kimia Medisinal .

Teknologi Farmasi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Pengetahuan tentang bahan pengemas .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Toksikologi obat baru.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. Biologi) menjamin mutu produk yang . farmasis.Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. Farmasi . Ilmu Komunikasi .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Pengetahuan tentang validasi . sesuai untuk keperluan perFisikokimia. Biologi).Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Teknologi Farmasi.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. .Farmakokinetik . .Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . Fisika.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Mampu melaksanakan . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. 6 7 8 9 10 11 12 69 . (dokter. dll). Farmakokinetik. kefarmasian .Statistik Promosi dan penyam. Fisika. logi. yang baik (good laboratory Fisikokimia.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . Biofarmasi. proses yang sudah ada.Farmasi Fisika .

Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. 70 .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. persyaratan obat. distribusi.Berbagai pengetahuan kefarmasian . Farmakokinetik.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. pengadaan. 03. dan bitkan suatu peraturan). Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Termasuk pengumpulan distribusi. dll.Stabilitas produk . KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. dll. Biofarmasi. . Teknologi Farmasi.Statistik .Bahasa Inggris .1. Esensial Nasional. Toksikologi.Peraturan perudangundangan NO.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Metodologi Penelitian 4. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Stabilitas obat. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). 01. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. .Manajemen barang/ material . distribusi obat untuk . Bioteknologi.Manajemen .4. persyaratan obat.

08. seperti dengan WHO. 04. izin praktek. pendidikan berkelanjutan. import. kerja praktek.2. 09. 06. dll). dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. dan penjualan. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. distribusi. 02. 07. 03. 07. 05. 10. 4. 01. 05. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. dll.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 06.

kehamilan dan menyusui. compounding obat non-steril 72 . penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. TBC. 06. gangguan hepar. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Sistem Darah: Anemia. perhitungan dalam compounding. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Schizoprenia. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Konstipasi. Breast cancer. Osteoporosis. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Neoplastik: Leukimia. cara compounding obat yang baik. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. gangguan hati. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. Alergi pada kulit. Gagal ginjal kronik. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. 05. 04. Diare. gangguan ginjal. resep dokter.3. 02. 03. Sistem Syaraf: Epilepsi. Sistem Pernapasan: Asma. Infeksi: Virus hepatitis. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Bakteri ISPA. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Lanjut usia (geriatri). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Hiperlipidemia. gangguan saluran cerna. CHF (Congestive Heart Failure). Thrombocitopenia. Pirai. 01. hemodialisa. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis.

arti penting interaksi secara klinik. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). EBM (Evidence Based Medicine). jenis dan mekanisme interaksi obat. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. pengadaan. Penyusunan formularium. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. keuangan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. Etika komunikasi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. 73 . assessment. OWA. objective. Sistem Informasi Obat. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. assessment. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. pemasaran. ASMETHOD. dan studi kasus compounding dan dispensing. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. fungsi dan tujuan komunikasi. analisis keuangan. obat-reaksi laboratorium). pemrosesan resep secara profesional. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. SDM. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. plan) atau PAM (problem. Konseling: pengertian. komunikasi efektif. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. inventori. desintegrasi. penjualan dan distribusi. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. fungsi dan tujuan konseling. pengendalian operasi apotik. obat-makanan. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. fungsi-fungsi manajemen. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. pasien beresiko. manajemen pelayanan dan informasi obat. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. organisasi apotik. Studi kasus pelayanan kefarmasian. manajemen apotik. Pemahaman tentang rekam medik. dan strategi pengembangan. studi kelayakan apotik. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care).

Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. signifikansi klinis. Tugas khusus (Studi kasus). signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). pengadaan bahan baku dan pengemas. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). drug displacement. Interaksi obat dengan herba/food supplement. apotik. dan manajemen perapotekan. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. pergudangan obat jadi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. perubahan mekanisme transpor obat. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. sindrom serotonin. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. penelitian dan pengembangan. Produksi obat jadi. pengaruh adsorpsi. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). Tugas khusus. sterilisasi. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). perubahan aliran darah renal. 74 . administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. Distribusi obat dan alat kesehatan. Interaksi obat dengan diuretika. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. signifikansi klinis. flora. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. pengawasan mutu. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Pelayanan resep dokter. produksi. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. laboratorium. PPC (Production Planning Control). dan motilitas terhadap obat. eliminasi obat. distribusi. mekanisme interaksi. interaksi tidak langsung. perubahan pH urin.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Biokimia 1. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Kimia Organik 1. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Farmasetika Dasar Formulasi 2. LCD projector.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1.2. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.Tek Formulasi Sediaan Solida 1.1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Farmasi Fisik 3. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. laptop dan sound system. yaitu: NO.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. white board. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Kimia Farma Apotek.6. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. 5. Di samping itu. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Perum BIOFARMA.5. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Yakarta 14. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Pengakuan Badan Profesi Terkait .7. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Bandung 79 . PT Indofarma Tbk. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Bandung 13. Medan 6. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. PT Aventis Pharma Industry. PT Kimia Farma Apotek.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Yakarta 10. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Bandung 11. Bandung 7. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. 5. Yakarta 12.4. yaitu: 1.

Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. PT Combiphar Farma. 22. Yakarta PT Bayer Indonesia. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Yakarta PT Ethica Indonesia. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. 16. 20. 26. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. Pirngadi. 80 .Bab 5: Sarana Pendukung 15. 17. 24. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Medan Rumah Sakit Umum dr. 27. Padalarang. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 23. 18. 19. 21. Hospital Besar Pulau Penang. Jabatan Perkhidmatan Awam. 29. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 28. 25. Di samping itu. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Hospital UKM.

Japan 1991.Sc. 6. Tokushima Univ. Effendy De Lux. SU.D. Prof. Prof. b. 5. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).rer. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. M.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.1.bb Prof. Malaysia 1990. Dr.. Apt. Tahun di 1990. Apt. Apt.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.1. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. 3. Dr.. Urip Harahap. Siti Morin Sinaga.App. Tabel 6. dan Tahun Pengukuhan No 1. Australia 2002.Putra. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . UNSW. Prof. Apt. Wniv. Apt. Hakim Bangun. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Dr. UTM-Johor. 6. M. 2. Ph. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang.D. PPSF-USM. Malaysia 1991. Malaysia 1994.nat. Dr. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU.. 4. Nama Prof. Sumadio Hadisahputra. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Dr. Jansen Silalahi. Prof.Sc. Apt Ph. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. PPSF-USM. Dr.

MS. 12. Dra.Malaysia Thailand UGM Un.Sc. Prof.Apt. Drs.. 10. Dr. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Dr. Apt.Dr.Apt.Effendy D. Karsono.. 9.Apt Dr.Dr.T Simanjuntak. M.Fat Aminah. Dr.rer. 20. Dr.. Dra.Apt.Malaysia USU . Apt. Farmasetika 1988 USU 1997 82 . Apt.Putra. Prof.Azizah Nasution.Wiryanto.Si. Sinaga. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.Sc..Saodah.M. 14. Bidang Ilmu. 18. M... Julia Reveny.Si. Juanita Tanuwijaya.. Nama Prof. Drs.. Apt.PS. Dra. M. M.Nazliniwaty. M. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . 1.Apt.Dr.Sumadio Hadisahputra.H.M.Edy Suwarso. M. 6. 3.Si. M. Drs. Dra. 19. M.. Prof. Prof. Nama Dosen. Prof. Apt.Si. Apt. Apt.Sc. M. Salim Usman.Sc 16.Apt.Sc.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.Dr. dan Kualifikasi Pendidikan No. Apt.Hakim Bangun. Apt. 8.. Dra.2.Apt. 7. Apt.Apt.. Apt.Apt.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Kasmirul Ramlan 17.Dr.Bab 6: Dosen Tabel 6. 15. M. 13.. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.nat. 11. SU.Pandapotan Nasution.Djendakita Purba. Dr.Ginda Haro. Drs.Urip Harahap. M.App. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM.Sc. Apt. SU. 4.. 5.Sc. Johor AIT– 2002 . M.. MS.Jansen Silalahi. Dra.Si 21..Surjanto. Apt. 2. Siti Morin Sinaga. M.

M.Fathur Rahman H.Apt... 24. Nurmadjuzita...Si Kimia 39.. Apt.S.. MS.Apt. Poppy Anjelisa Z. M. Apt. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. Apt.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . Kimia 40.Si. Dra. Farmasi Dra. Farmasi Drs.Apt. 25. Farmasi Dra. Kimia 36. Aminah Dalimunthe.Si.. M.Ismail. Farmasi Kimia 44. Drs. Kimia 38..Apt.Si.David Sinurat. M. 23.. Farmasi Drs.Si Kimia 42. Apt. 30.Si..Syafruddin.Apt.Si.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.. Drs.Si. S.Sc. Meliala. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Muchlisyam. MS.Salbiah. Farmasi Drs. M. SU. Dra. Farmasi Drs. Apt. Apt. Apt. Farmasi Drs. Farmasi Kimia 37.. Kimia 41. Farmasi Drs.Si. Apt. M. Farmasi Drs.Saleha Salbi.Masfria. Dra.Phill. MS.Lely Sari Lubis. Kimia 43.Si.Maralaut Batubara.. S. Apt..Sudarmi. Marianne. M.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Kimia 35. Kimia 45. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra. Farmasi Drs. Kimia 33. Kimia 34.Nahitma Ginting.Si. Apt. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .Si. 28. M.Anayanti Arianto. M. 26. Apt. Apt.Apt.Si. Hayati Lubis.. M.Agusmal Dalimunthe. Apt. M. S. Nama Dra.Apt. 31.Immanuel S.Masria L Tambunan..Si.. Dra. Hasibuan. Farmasi Drs.Si.Apt.Chairul Azhar D.Apt. M. M..Syahrial Yoenoes.Apt. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29.. M.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Drs..

MS Apt.Apt. 62. M. M. Dra. Siti Aman. Kimia 46.Si. 55..Apt. Biologi 51. 54. Dra.Si.Apt. Apt.. Drs. Biologi 52. Pendidikan Kewarganegaraan. Kimia Klinis).2. M.. Dra.Siti Nurbaya. Biologi 50. Farmasi Dra. Zainuddin.Aswita Hafni Lubis. Drs. MS. Awaluddin Saragih. 58. 60.Saiful Bahri 61.Erly Sitompul.Si. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. 84 ..Apt.Panal Sitorus. Dra.. Patofisiologi. Apt. MS. Farmasi Nama 53.Suryadi Ahmad. M.Rosidah.. MS. Drs. 57. Drs.Apt.Tuty Roida Pardede.Apt.Apt.Si.. Farmasi Dra. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. M.Si. Hari Ronaldo Tanjung. 56. Apt. M. Apt..Si. Dra. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. Apt. Bahasa Indonesia. Ilmu Sosial Dasar. Ilmu Budaya Dasar.. Apt. Dra. MS.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra.. MS.Rasmadin Muchtar. M.Sc. MS.Apt. Drs.Marline Nainggolan.Misra Gafar..Suwarti Aris.Si. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Apt.Ubaidillah M.Apt. Farmasi Kimia 48. Farmasi Dra.Herawati Ginting... 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. S. Farmasi Kimia 47. Farmasi Biologi 49.

Azhar dr. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Dedy Ardinata. Dra. 85 .M. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker. Yudi Herlambang dr.3. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. dr. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Iman Sukiman. Maya Safira dr. Prof. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Nuraiza Meutia dr. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Adi Kusuman Aman. MA Drs. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Marjuni Rangkuti. Sp. Sp. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Rosmiani. MA. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. Sembiring Dr. industri farmasi. Eka Roina Megawati dr. Zakiah. B. Yetty Machrina dr. pimpinan apotek PT Kimia Farma.Kes. M. M.Th. Drs.PK(K).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. MA. Dra. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof.PK(K). dr. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Hj.Pd. Ph. Risnawati Sinulingga. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. dr.3. Drs. M. dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.. M..D. Tommy Tantawi.

WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris departemen departemen. dan anggota II.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . PERANGKAT ORGANISASI A. dan ketua departemen B.1. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Pengurus Departemen Ketua departemen.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Presidium Terdiri dari gubernur. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . sekretaris jenderal.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan .

Mendapat mandat dari gubernur b. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. surat keterangan. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. D. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. 4. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Menandatangani surat mandat. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . 4.

Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d.

dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. sportivitas. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Departemen Seni & Olahraga a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. kekeluargaan. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b.

: Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Fadli : Yade Metri P. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. f. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. III. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. F. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat.

EVA SURIANTI .RETNO FARDHANI .VERA NOVITAWATI .MUHARNI SAPUTRI .HAFNIZAR W DAULAY .KARMILA .AGNES SITORUS .FATIMAH SYAM .JOHN NEW COMBI .DINANTY DINI .RIKHA ANDRISSHA PTKP .ELVRIDA SIALAGAN .SRI IRMAWATI .LISA HELMITA .ANITA KARLINA Kekaryaan .ARISMA RINI Agama Islam .YULIA SARI .DINA ANDRIANI .PEBRIANA MEGA SARI .NURSAIDAH .FADHILAH ANWAR .NOVY HANDAYENNY .2.SRI WAHYUNI .AZMI ERVITA .YUSTINA SAMOSIR .SUCI RAHMALIA .PARHAN Agama Kristen .FITRIANA . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7. FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .JUNI MARTOGI 91 .AGREFINA .NANDA SARI .SRI KURNIASIH .MIMI MAULIDINA . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful