i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Prof.nat Effendy De Lux Putra. Medan. sarana pendukung.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. Dr.. SU. 30 Mei 2008 Editor. Apt. kurikulum. visi & misi. SU. Apt. tujuan program studi. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Syahrial Yoenoes. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. kami mengucapkan tarima kasih. Drs. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. iii . atas limpahan dan ramat-Nya. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna.. dosen. dan organisasi kemahasiswaan.rer. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini.

Mei 2008 Dekan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. 131283716 iv .KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra. Kepada editor Buku Panduan ini. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Apt. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Medan. NIP. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini.

Pembantu Dekan I Prof. Apt. rer.. Sumadio Hadisahputra. v .FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Effendy De Lux Putra. Apt. SU. Dr. nat. Dr.

Si.Si. Apt.. Pembantu Dekan III Drs. Surjanto..Pembantu Dekan II Dr. M. M. vi . Julia Reveny. Apt.

.....2....11....................11........................ 1 1.................2..3................1. 52 3............... Bahasa Pengantar ............. 7 2.............. 43 3.......2..................... 8 Bab 3...... Sejarah Jurusan Farmasi ................................. Misi... Sejarah FMIPA USU ..............1........................... 9 3...................................... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas . 43 3...... Informasi Umum ..............2........2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas....1.......... 18 3......... Sejarah Fakultas Farmasi...........................1...3. Sejarah Universitas Sumatera Utara .................... Bidang Farmakologi ............................................. 40 3.......9....................................... 1 1.2..... 38 3..2......1............ 9 3....... Gelar ............................ 47 3............ Penjelasan Kurikulum .............. 38 3.2..............iii Kata Sambutan Dekan ..........................................11.... Visi................ Daya Tampung ... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) .... 38 3............................. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 . 9 3................... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ....................2....................................................10..................... 1 1.......6.. Tabel Kurikulum ..............1....... 2 1................................... 38 3.........3........................ Kurikulum........................2....8. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ..............4.............. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas .. 55 vii . Misi................... 10 3......................4... 37 3... 38 3..... 3 Bab 2.......2........1....2....11................. Dasar Pemikiran ..2..DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar .... Visi.....................2........................ Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas.....................................3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ......2...............1...7.. 38 3.. Kurikulum dan Silabus ....1...........................4................... 2 1............2..........vii Bab 1...2........2................1.......11.. Jam Belajar ............. 36 3...................... 37 3.... dan Tujuan Program Studi .... 7 2....1...........................1... Bidang Biologi Farmasi .........................1.2....... Sejarah . Tujuan . Bidang Farmasetika .........2.1.2............................................................................................. 36 3............. iv Daftar Isi . Sumber Mahasiswa ...........5.....................................

............ 91 viii ................................6. Dosen............. 79 5................... 71 4........... Program Pendidikan Profesi Apoteker ........2......11............ 75 5...................2............... 86 7. Pengakuan Badan Profesi Terkait .........................................11.......... 75 5.......... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker . 85 Bab 7............................ 57 3.................. 72 Bab 5.................................. 59 Bab 4..................1... Dosen Tetap ...........1..............................................................................1......... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ........... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi .. Sarana Pendukung ...............3..........1........................................................... 65 4..4..................................2..........3...........................6....7.......................... 64 4. 68 4...........................3........................... Perpustakaan .....1...............................2..... Non-Bidang ....... Jurnal Ilmiah ..... 79 5...... 78 5.......... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ......... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ........ Hubungan dengan Institusi Lain ...2.... 66 4................................. Organisasi Kemahasiswaan ...............................5.......................................................... 75 5............................................ Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ..2... 64 4.. Bidang Kimia ............... 79 Bab 6..............1................... Dosen Tidak Tetap ...........2................................ 70 4..... 79 5.....1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ...........1...5...............3.4............... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .........1..................... 84 6.................. Penguji Luar ............................. Laboratorium .3.... 81 6.... Asrama ................................. Perkuliahan . 86 7......... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ... 81 6..........

Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ekonomi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Fakultas Hukum. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93.141 m2. Fakultas Sastra. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133.1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Fakultas Pertanian. Fakultas Farmasi.1. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Sejarah 1. Fakultas Kedokteran Gigi. Fakultas Teknik. 1. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). dan Fakultas Pertanian (1956). Selain mengasuh program S-1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956).

Sc. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof.A. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. 1. Dr.2. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Barulah pada awal tahun 1965.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Nazir Alwi.. 1. Fisika dan Kimia. Apt.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. R. Soekemi. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU.1. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. maka kepanitiaan terhenti. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA).A. Barus. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. M. seorang 2 . Soekarno. A..T. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. G.3. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.1.

dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Chairuddin Nasution. Lubis. DTM&H. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. 1. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan.. Pandapotan Nasution.A(K). Apt.. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Seiring dengan itu pula.1. 56/2003. tanggal 11 November 2003. tanggal 11 November 2003.. Chairuddin P. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. (Alm) dan Bapak Drs. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. 56/2003. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. Mudjitahid.. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. M. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. atas masukan Rektor USU (Prof. Untuk itu. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. Apt. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. MPS. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Apt. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Pada perkembangan selanjutnya. Sp.4. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. M. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. Pada tanggal 4 Juli 2005.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. menyetujui perubahan ini. tanggal 8 Januari 2005. Pada hari Rabu. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. dan dibahas di Komisi Akademik. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. dan surat Rektor USU No. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. tanggal 17 Juni 2005. yang diteruskan kepada Rektor USU. Pada tanggal 27 Oktober 2005. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Untuk itu. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. 2395/J05/TU/2001. Pada tanggal 31 Mei 2006. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Pada tanggal 6 Maret 2006. setelah menelaah proposal tersebut. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Pada 8 April 2006. tanggal 25 Januari 2006. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. tanggal 2 Mei 2006. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. 822/J05/SK/KP/2005. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006.

Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Untuk selanjutnya. Untuk proses persiapan selanjutnya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. 5 . M. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. pada tanggal 28 September 2006. Apt. Sumadio Hadisahputra. Pada tanggal 14 Desember 2006. Selanjutnya. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. rektor. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. dekanat. tanggal 8 Agustus 2006. terhitung mulai hari Selasa.). yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi.Sc. Menanggapi surat Dirjen Dikti. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Eddy Marlianto. pada tanggal 27 Juli 2006. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Selanjutnya. Dr.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS.1. 9 . kurikulum inti. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. dan praktikum.1. Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.1. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). kisi-kisi materi kuliah. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3.31%). Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS).69%) dan Kurikulum Institusional (49. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester.

Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Tugas Akhir.1. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. 09. 3. 01. Praktikum. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 07. 12. Tabel 3. 06. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. 02. 11. 05. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS).1. 08. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. Kuliah. c. 10. 03.2. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. b. 04.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 01. Islam. 07. 08. 09. 11. 12. 03. 04. 3. 10. 5. 01. 11. 05. 07. 02. Budha. 2. 08. 03. 04. 4. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 05. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 02. Katolik. 10. 06. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 06. 09. Protestan.

08. 07. 11. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 04. 10. 10. 03. 09.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 06. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 11. 05. 02. 07. 05. 08. 06. 02. 01. 04. 09. 01. 03.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 02. 03. 02. 04. 07. 09. 08. 01. 07. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 01. 01. 06. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 04. 05. 06. 08. 02. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 03.

FPC 342 NO.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 421 09. FPC 433 08. FPC 415 06. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 413 05. FPC 310 02. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 312 02. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 330 03. FPC 320 04. FPC 431 07. 11. FPC 340 03. FPC 411 06. FPC 441 07. FPC 451 08. FPC 423 10. FPC 322 NO.

FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 10. 12. 11. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 1. 9. 6. 10. 3. 7. 11. 8. 2. 2. 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 4. 5. 3. 9. 5. 7. 8. 6.

6. 7. 8. 10. 6. 1.Protestan.Islam. 4. 4. 3. 7. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 4.Katolik. 11. 11. 5. 9. 10. 2. 2. 5.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 2. 1.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 9. 5. 8. 3. KODE 1. 3.Budha. 4. 3. 2. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1.

Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 2. 1. 8. 9. 8. 7. 6. 6. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 10. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 3. 2. 11. 3. 9. 5. CKB347 2. CKC 351 4. 7. 11. 10.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 3. 1. 5. 4. CKC331 3. 4. 1. KODE 1. 2. 4.

KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. Pengantar Kimia Kuantum. Teori Hibridisasi. gas nyata. 18 .Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. kondensasi gas dan keadaan kritis. Ikatan Kimia. 3. Orbital Elektron.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. FKB 113/2 SKS . Kesetimbangan kimia.1. 2. 6. Teori Asam-Basa. 8. 5. hukum-hukum gas. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Eletrokimia. Larutan. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Termodinamika. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Kinetika kimiai. Spektroskopi-fluorometri. Bilangan Kuantum. Teori Resonansi. 4. 2. 9. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. teori kinetik gas. Konfigurasi Elektron. 7. 5.3. 4. Larutan. 3.

Profesi farmasi. sistem pencernaan. Resep. Alkana.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Tiol.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. FLB 111/1 SKS . Busines pharmacy. Pharmaceutical industry. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. 19 . Beberapa Konsep Dasar. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Mekanisme Reaksi Organik. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Alkohol. Profesi kesehatan lainnya. Pharmaceutical researc. istilah anatomi dan fisiologi. Produk Galenika. Reaksi redoks. Epoksida dan Sulfida. Histologi. Pengantar Stereokimia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Kinetika kimia. sistem limfatik dan imunitas. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. sistem kardiovaskular. FKB 151/2 SKS . Alkil Halida. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Perlengkapan. FKB 131/2 SKS . Retail farmasi. sistem saraf dan pancaindra. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Sediaan Semi Solida.Farmasetika Dasar Pendahuluan. sistem respiratori.Pendidikan Kefarmasian. Mekaisme transpor di dalam tubuh.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Fisiologi Tumbuhan.. Sediaan Padat. FKB 141/3 SKS . Asam nukLeat dan protein. Saponifikasi asam lemak.elektrolit. Uji molekul hayati. Hospital pharmacy. Eter.Kimia Organik I Pengantar. asam-basa. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Reaksi-reaksi kimia. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. sistem lokomotorius. Struktur dan fungsi. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Kesetimbangan kimia. Organologi. Sediaan Cair. Service profesioanl. sistem endokrin. FKB 121/2 SKS . sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Hasil kali kelarutan. Alkena dan Alkuna.

warna kulit. kontraksi isometrik. disertasi. Konduktometri. Skripsi. rhizoma.Bahasa Indonesia Pendahuluan. daya membedakan. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Krakteristika urin. penalaran dalam bahasa Indonesia. tesis. Penetapan Koefisien distribusi. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. hiperemia. Spektrofotmetri infra merah. Arti komunikasi. journal. efek kolinergik dan adrenergik. karangan ilmiah popular. Efek insulin pada ikan. Akar. kontraksi otot jantung. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Hasil kali kelarutan. buah dan biji. Macam-macam jaringan. Fungsi otak. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. refleks. Spektrofotmetri UV-Visible. Coulometri UNI 107/2 SKS . Penetapan rotasi optik. after image.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. fungsi saraf kranial. Potensiometri. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. triple respon. Transpor melalui xylem & phloem. lambung dan pankreatik. Distribusi reseptor. buku ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. batang. Anatomi organ tumbuhan dikotil. Karangan ilmiah. tujuan menulis karya ilmiah. B. FLB 113/1 SKS . Bangun paragraph bahasa Indonesia.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Menulis laporan ilmiah. penentuan parameter darah. stoma. Uji tonisitas larutan. 20 .penentuan volume inspirasi dan ekspirasi.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. daun. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. penentuan bunyi pernafasan. Belajar dari contoh. Pencernaan di mulut. rambut. bahasa yang efisien dan efektif. Menulis karangan ilmiah. kontraksi otot skelet. pengukuran tekanan darah. FLB 141/1 SKS . bunga.

Metode pemisahan. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Neoplasma. Difrensiasi jaringan. aging. Idenrifikasi unsur. Karbohidrat. 21 . Spesies (species). d. Desinfektan dan antiseptik: a. Penggunaan. Skema pemisahan kation. oksidasi-reduksi. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Takson. c. Dasar-dasar kromatografi. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Mekanisme patogenesis.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. endapan.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. dan coping. Asam Amino. c. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Struktur dan fungsi virus. pemisahan anion. Analisis kualitatif ion anorganik. Inhibitor biosintesis protein. Lipida. koefisien fenol).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Mekanisme kerja.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Disorder malignan sel-sel darah putih. FKB 120/2 SKS . FKC 140/3 SKS . Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Penentuan kekuatan (potensi. kelarutan. dan kematian sel. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. reaski basah. Amina Alifatis. Proses infeksi. Injuri. b.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. reaksi kering. FKB 122/2 SKS . reaksi identifikasi kation/anion. Aromatis. Peptida & Protein. Filogeni. modifikasi target molekul. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Tatanama tumbuhan.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Morfologi luar tumbuhan. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Perubahan fungsi sistem imun. adaptasi. Inhibitor biosintesis nukleotida. Polisiklis dan Heterosiklis. Senyawa Aromatis. Membrane sebagai target. larutan ion lewat jenuh. transporter). b. FKB 112/2 SKS . Pengendalian mikroba. e. Resistensi (enzimatik. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae.

Alterasi kontrol endokrin. up ward & down ward creaming. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Evaluasi: homogenitas. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Pernyataan konsentrasi. 22 . Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pengujian Hipotesis. Disorder pulmonal restriktif. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Penyajian Data. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Disorder bladder. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Pengukuran pada Sampel. metode perubahan partikel.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Disorder gatstrointestinal. Shock. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Propelan dan fungsinya. Alterasi aliran darah. Penyakit liver. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Praformulasi. breaking. Komponen aerosol. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. metode perubahan ukuran partikel. pengujian tekanan. Sediaan farmasi bentuk larutan. pengamatan secara visual meliputi inversi. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Interval konfidensi. Gagal jantung dan disaritmia. Prinsip kerja aerosol. d. Sediaan aerosol farmasi. Eksipien. Keuntungan dan kerugian. Disorder fungsi neurologis akut. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Statistik Parametrik dan non-Parametrik.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Contoh formulasi larutan. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Pengamatan stabilitas secara visual. Definisi. kebocoran wadah. Disorder fungsi neurologis kronik. Penandaan pada kemasan. FKB 150/2 SKS . Regresi dan Korelasi. Metode pengisian. Sifat-sifat fisik propelan. Disorder intrarenal. Pengujian: derajat semprot. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Alterasi fumgsi jantung. Gagal ginjal. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Pelarutan untuk sediaan farmasi.

Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Identifikasi campuran. Syariah. Isolasi asam sinamat dari gambir.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pembuatan Sediaan Pil. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Pembuatan Sediaan Guttae. Praktikal Test. Pembuatan Infus. Hubungan dengan Ilahi.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. B. UNI 102/2 SKS . Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. UNI 10*/2 SKS .Agama Islam Manusia dan Agama.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. UNI 101/2 SKS . Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Analisis gugus fungsi. FLB 112/1 SKS . Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Bobot dan Volume. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Pembuatan Sediaan Kapsul. Linimenta. isolasi. A. Pasta dan Oculenta. Ibadah dan Muamalah.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Perangkat dasar Agama Islam. Pembuatan Suppositoria. Agama Islam. berbudi luhur. Tiga kemampuan dasar manusia. Pembuatan Salap. Disiplin Ilmu dalam Islam. Sediaan Potio Effervescent. Takwa. Akidah. Kromatografi. bersikap nasional dan dinamis. Pembuatan Sediaan Cream. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. berpandangan luas. Akhlak. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Sumber Ajaran Islam. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. berfikir fisolosofis. Pemurnian. Identifikasi anion. Identifikasi kation. reaksi nyala.

Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Weda sebagai kitab suci. b. Gereja. Hakikat manusia. Alam semesta.Agama Protestan Manusia: a.Agama Buddha Manusia dan agama. Manusia dan keutuhan ciptaan. C. Manusia dan Pembangunan. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. c. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. b. UNI 104/2 SKS . UNI 105/2 SKS . Dan lain-lain. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Perjudian. Kapita selekta. E. Kerangka dasar ajaran Budha. Catur Marga Yoga. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Hari-hari suci agama Hindu. AIDS. Iman Kristen. D. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Arti keadilan. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Sila dan etika Hindu. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Pandita dan Pinandita. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Motivasi baik dan buruk. Yadnya. Meditasi. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Agama: a. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian agama. Sosiologi agama Hindu. dan lingkungan. sebagai hukum Hindu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. 24 . UNI 103/2 SKS . Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Tempat suci. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Sar darsana. Kasih dan Pengharapan).Agama Hindu Filsafat. Narkoba. Dhamma. manusia lain. Sejarah agama Hindu.Bab 3: Kurikulum Nya. Manusia dan tanggung jawab. c. Tema-tema kapita selekta: a. b. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. ilmu pengetahuan dan agama. c. Keluarga Katolik. Agama Krsiten. diterima secara pribadi. d.

Iodo-iodimetri. Asam-basa. perhitungan. Vitamin dan peranannya sebagai enzim.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Strategi Retrosintesis. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Pencernaan. Sintesis beberapa bahan obat. pemisahan endapan. Spektrofotometri. teknik eningkatkan presisi. Lemak. Titrasi pengendapan. Jenis-jenis titrasi redoks.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. kompleks ligan. FKB 213/2 SKS . Akurasi dan presisi. bikromatometri. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). absorbsi dan detoksifikasi. hidrolisis. Bioenergika. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. electrode & potensial sel. pengeringan dan pemijaran. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. kekuatan ion. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Metabolisme asam amino. Metabolisme karbohidrat. Metabolisme nukleotida. Enzim dan kinetika enzim. Titrasi reduksi-oksidasi. Glosarium Farmasi. Teori kesalahan dan pengolahan data. Rancangan Sintesis. Metabolisme xenobiotik. Iodatometri. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. larutan dapar. indikator redoks. persamaan Nernst. Nukleotida dan asam nukleat. kemurnian endapan. garam. Asam amino dan protein.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . kelarutan.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Reduksioksidasi. sel galvanic. Metabolisme lemak. Analisis gravimetri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Hormon. Titrasi asam-basa. 25 . Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. serimetri. Pemahaman metode: Permanganometri. BromatoBromometri. endapan. FKB 211/2 SKS .Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat.

Kompetensi Apoteker. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. FLB 221/1 SKS . Teknik isolasi mikroba. Stabilitas. FKC 231/2 SKS . Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Fenomena Antar Permukaan. FKC 233/2 SKS . Pembinan Profesi.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Inkompatibilitas dn interaksi obat.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS .Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Etika. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Rheologi. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Teknologi Pembuatan Tablet. Standar. Titarsi Iodatometri.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). 26 .Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Penggolongan tablet. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Kelarutan. Titrasi Argentometri-Volhard. Profesi Apoteker. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Difusi. Organisasi. Identifikasi mikroba secara biokimia. Suspensi. Penggunaan mikroskop. Titrasi Iodimetri. Titrasi Iodometri. Kinetik. Emulsifikasi.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Titrasi argentometri-Mohr. FLB 251/1 SKS . Farmakologi sistem saraf pinggir. Viskositas dan Rheologi. FKD 250/2 SKS . FLB 211/1 SKS . Kecepatan disolusi. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Sterilisasi.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Sistem Dispersi. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Sifat Fisika Molekuler Obat. Difusi dan Disolusi. Evaluasi Tablet. Pewarnaan. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika.Farmasi Fisik Pendahuluan.

dan minyak atsiri. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Kandungan kimia. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Model Satu Kompartemen Terbuka. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. FKC 220/2 SKS . CPOB. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Sterilisasi Panas.Farmakognosi Pengertian. sirup.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Pengolahan Sediaan. respon dan penentuan indek terapi. tablet. Sterilisasi Radiasi. Pembawa.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Ekskresi Klirens. FLC 240/2SKS . Pengemasan. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Dosis obat. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Toksisitas anestetika lokal. ekstrak dan minyak atsiri. 27 . Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Sterilisasi Penyaring Bakteri. FKC 242/3 SKS . Farmakokinetika Nonlinear. Analisis unsure dan gugus fungsi.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. FKC 240/2 SKS . hewan dan mineral. Ikatan Protein Obat.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . FKC 230/2 SKS . antibiotika. Model Dua Kompartemen Terbuka. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Sediaan Mata. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Kinetika Absorpsi Obat. Toksisitas gas/asap. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Antagonis obat. Anestetika lokal. ekstrak.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Dokumentasi. Efek korosif obat pada kulit.

Sintesis sabun dan deterjen. FLC 230/1 SKS . FKC 315/2 SKS . b. Metode granulasi kering. Penentuan aktivitas enzim (amilase.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. protein.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. distribusi dan eliminasi. d. Sintesis antiseptik. SGPT dan SGOT). e. FLC 212/1 SKS .Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. absopsi. kadar kolesterol darah). Sintesis turunan asam barbiturat. Kadar zat berkhasiat. FKC 311/3 SKS . b.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. interaksi obat-reseptor. Protein (analisis asam amino. Analisis gugus fungsi. glikolisis karbohidrat secara anaerob.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Rancangan alat. kadar glukosa darah. FKC 313/2 SKS .Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. Disolusi. Metode cetak langsung. spektrofotometri infra merah. identifikasi lemak dan kolesterol). spektroskopi emisi dan serapan atom. Sintesis parasetamol. Metode granulasi basah. bilangan iod. e. Kerapuhan.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Waktu hancur. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. FKE 351/2 SKS . spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Evaluasi Tablet: a. 28 . kadar ureum dan glukosa urin). Darah (mengukur hemogelobin. Urin (identifikasi berat jenis. industri farmasi. stereokimia. Sintesis turunan sulfa. Kekerasan. ikatan hidrogen. industri obat tradisional. Definisi dan ruang lingkup. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. validasi prosedur analisis. c.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Sintesis aspirin. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. Lemak (bilangan asam. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. kromatografi cair kinerja tinggi. Interpretasi data dan statistik. Keseragaman sediaan. enzim hidrogenase dan enzim katalase).

Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Kimia lemak dan pengolahan minyak. H.. FLC 321/1 SKS . Interesterifikasi. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran.Obat Tradisional Pendahuluan. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). 29 . FLC 311/2 SKS . Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Salep Mata. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Parfum FKC 321/2 SKS . Sediaan Pewarna Rambut. dan makroskopis. antibiotika. Fisikokimia asam amino dan protein. antihistamin. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Denaturasi protein. Sediaan shampoo. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Sediaan Pengeriting Rambut. Fitofarmaka. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Pelembab Kulit. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. karboksilat dan antibiotika. FLC 331/1 SKS . H. Reaksi karbohidrat. Penetapan kadar. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Fungsi protein. O. tiourea. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. H dan O yaitu alkohol. senyawa alkaloid alam. FKC 331/2 SKS . Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB).Kosmetologi Pendahuluan. N dan S yaitu sulfonamida. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Metode isolasi pati. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Penetpan kadar. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Aspek kimia lipida. Fungsi polisakarida dalam makanan. Sediaan Rias wajah. fenol. Senyawa yang mengandung unsur C.

Proses penelitian.Metodologi Penelitian Pendahuluan. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. FKC 320/3 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Etika dan stándar dalam farmasi klinis.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Diuretika. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Skrining farmakologi. Pemantauan resep dan pasien.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Analgetika.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Tatacara penulisan proposal.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Efek hipnotika dan sedativa. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Antipiretika. Antiinflamasi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Metode dan macam penelitian. Obat-obat pencahar. meliputi tentang definisi penelitian.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. FKC 340/2 SKS . FLC 310/1 SKS . Penapisan secara kimia. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Stimulan susunan saraf pusat. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. II. seminar dan skripsi. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Desain percobaan. Metode ilmiah. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. FKC 350/2 SKS . ilmu. Pedoman klinis. Titrasi 30 . FKC 330/3 SKS . Psikofarmaka. pelarutan dan absorpsi obat. Reaksi obat yang tidak dikehendaki.

Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. Spektroskopi emisi dan serapan atom.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS .Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Analisis zat pewarna sintetik. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Desain Produk Obat.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Derajat asam susu. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. FLC 314/1 SKS . Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). dan kromatografi gas. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Total asam tertitrasi. Bilangan penyabunan.Rancangan Obat Pendahuluan. Bromatometri. Iodimetri. Penetapan kadar kasein. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Ilmu Polimer. Biossay guided/ 31 . Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. FLC 320/1 SKS . Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Percobaan khusus. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Titrasi Nitrimetri.. FPC 330/2 SKS . Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. FLC 312 1 SKS . PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . KCKT.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Praktikal tes. FPC 320 2 SKS . Bilangan asam.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Langkah-langkah Merancang Obat. Spektrofotometri. Penentuan kadar vitamin C.

Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Langkah menyimpulkan analisis. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. UNI 106/2 SKS . MS dan NMR. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. 32 . Metode pengawetan makanan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Kerusakan bahan makanan. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Model analisis farmakoekonomik. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Perbaikan dan proses medikasi. FPC 340/2 SKS . jurnal. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Politik dan Strategi Nasional. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Pengalengan makanan. Sumber-sumber informasi obat. dan data spektrum). Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Wawasan Nusantara. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Pelaksanaan analisis ekonomi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Kesalahan pengobatan. FPC 342/2 SKS .Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. khasiat. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Komite farmasi dan terapi. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Makanan Fungsional.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Keamanan pangan.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. IR. sumber lain). teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Analisa\is spektrum UV/Vis. Manajemen informasi elektronik. Sistematika menjawab pertanyaan. teknik isolasi.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis.

Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Lanjutan fase farmakokinetik. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS .Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. efek biologi atas aktivasi komplemen. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Serum dan Vaksin. Inhibisi pada transferoksigen. Jenis-jenis vaksin. artritis rematoid. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . Cara penggolongan toksikologi. Sistim Kekebalan Spesifik. Imuno-patologi. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. osteoartritis). penyakit sendi (gout. Defisiensi Sistim Kekebalan. teori pembentukan imunoglobulin. Tindakan umum pada keracunan. penyakit hematologi (anemia. Jenis-jenis serum. sindroma nefrotik). Antibodi(Imunoglobulin). pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. sifat-sifat antigen. metode pengukuran. DHF). Penimbunan zat asing. Pengertian komplemen. Struktur dasar imuno globulin. sirosis hati. Klasifikasi antigen. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Makna biotransformasi. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Komplemen. Interaksi zat dalam toksikologi. pembagian dan fungsi imunoglobulin. hepatoma). Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. hiperlipidemia). Sistim Kekebalan Non Spesifik. penyakit tropik (demam tifoid. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. 33 . GGK. Kerja teratogenik. hipertiroid. tipe III dan tipe IV. GNC. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. penyakit hati (hepatitis. nilai rujukan serta interpretasi hasil. penyakit ginjal (GGA. Kerja toksik. Kedudukan. reaksi hipersensitivitas tipe I. penyakit alergi imunologi (SLE). Indikasi eksposisi yang berbahaya. FKC 443/2 SKS .Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi.Penyakit atopi. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. GEA. tipe II. aktivasi komplemen. leukemia. Fase farmakodinamik. Antigen. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. limfoma maligna). serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh.

hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Isolasi karagenan. bunga karang. Toksin dari ikan Pupper fish. FPC 411/2 SKS . Sistem POT Implant. BIOSINTESIS. Minyak atsiri. Metode isolasi agar. Antibiotik.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Glikosida. Echidermata.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. iklan: guna. Jenis fitoplangton. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). FPC 433/2 SKS .Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik.. Cephalopoda (gurita. Prinsip-prinsip POT. jamur bahari. FPC 423/2 SKS .Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Radikal bebas. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Lakton. alginat. Biosintesis Alkaloid. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Gizi dan sistim imun. Jenis-jenis rumput laut. Timun Laut. Penyusunan Formula.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Filum Rhodophyta. Vitamin. Pengemasan. Imunoassay. Biologi Farmasi. Minyak atisiri. Pencemaran di Industri Farmasi. Mekanisme analisa pelepasan obat. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). FPC 321/2 SKS . Bteknologi Farmasi. In Proses Control. ISOLASI BAHAN ALAM. FPC 451/2 SKS . Kerusakan Produk. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Pemasaran (pemasaran produk. Topik-topik Khusus. 34 . Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Stereokimia Dinamis.Farmakognosi Lanjutan A. Sistem POT Parenteral. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. B. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. cumi-cumi). Farakologi Farmasi. Heterosiklik.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Biosintesis Steroid. konsep pemasaran. cara dan etikanya). serta aplikasinya dalam oseanologi. FPC 431/2 SKS . alginat dari rumput laut. Preformulasi.

Toksikologi forensik. FPC 413/2 SKS . Masa kehamilan dan menyusui. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. FPC 441/2 SKS . Hipertensi. Cara-cara analisis yang digunakan.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. teknik penyediaan. Anak-anak. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Syarat sediaan radiofarmasi. Pemeriksaan narkoba. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Studi kasus. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Toksikologi rumah sakit. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. 35 . Gout dan hiperurisemia. FPC 415/2 SKS . Kerdioaktipan alam dan buatan. FKC 450/1 SKS . Terapi antibiotika. Terapi parenteral. Penyakit Parkinson. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan.Kimia Forensik Pendahuluan.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Obstruksi kronik saluran nafas. Pengobtan berbasis bukti. TBC. Penyimpanan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Peluruhan radioaktip. FLC 452/5 SKS . Lanjut usia.

dengan tetap 36 . Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala.Bab 3: Kurikulum 3. Tentu saja. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang.1. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Sehubungan dengan itu. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas.2. tepat. Terlepas dari hal tersebut. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian.2. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. termasuk Fakultas Farmasi USU. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan.

selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Seperti yang diuraikan di atas.2. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. 2. 37 . di samping program yang ada sekarang. Di samping itu.2. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Jakarta. Banda Aceh. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Bandung. Yogyakarta. 3. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. Surabaya. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. 3. Artinya.2. 3. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).3. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 4. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia.

8. 40. 3.Bab 3: Kurikulum 3.00-13. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00-17. sore hari mulai pukul 14.000. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. 3.4.30 WIB. 3.Farm. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S.9. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.2.00 WIB. 3. 3.00 WIB.7.2. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.00-11.Farm. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Di samping itu.2.5.).2.6.2. dapat melanjutkan ke Program 38 . Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.2.. sudah termasuk uang praktikum.000. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.).

Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. aman. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. 39 . diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS.). dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. dengan lama pendidikan selama 2 semester. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. Kurikulum Inti. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. efektif. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.

2. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.10. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 . Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.

Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 .

Radio Farmasi (CPC 411) 3. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 .Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Imunologi (CPC 346) 3.

termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka.2. usaha pendispensan aseptik. studi kasus dan diskusi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. jaminan mutu pekerjaan farmasi. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.2. motivasi.11. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. radiofarmasi. serta pengawasan inventori. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. keperluan farmasi pediatrik. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. dan staf. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling.11. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. modal. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. anggaran pendapatan dan belanja. studi literatur. farmasi pesien rawat inap.

penyampaian informasi obat. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. c. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. pemantauan terapi obat. Area kompetensi. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. 44 . Profesionalisme. proses penggunaan dan dispensing obat. pendekatan telaah preskripsi. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. ulasan projek. Kode Etik. pelabelan dan penjelasan auksilari. Etika: a. pemantauan terapi pada penyakit pasien. b. Sumpah/Janji. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. b. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. pengobatan pasien. b. Peran. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. c. Dalam mata kulah ini. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Struktur Organisasi. Organisasi Profesi: a.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Tujuan. c. Standar Pendidikan. Sistem Legeslasi. perombakan pengobatan. serta pengenalan praktek terapeutik. d. Pembinaan Profesi: a. b. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. c. Profesional. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. b. b. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Karakteristik Profesi. Standar Profesi. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Standar Kompetensi. Etika Umum. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Visi dan Misi. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Standar: a. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. kaunseling dan komplians drug. Standar Pelayanan. Profesi. membuat strategi dan desain terapi.

Perda Kota Medan No. tentang Psikotropika. Kepmenkes No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. tentang Narkotika. Undang-undang No.23/1992 tentang Kesehatan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. kardiovaskular.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Kepmenkes No. PP No. PP No. Kepmenkes No. Permenkes No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Kepmenkes No. dan sistem urinari. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. sistem otot dan tulang. Permenkes No. Undang-undang No. PP No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. Permenkes No.26/1965 tentang Apotik.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. sistem gastrousus. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Permenkes No..922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. PP No. polifarmasi dan penggunaan obat.922/.22/1997.20/1962.5/1997.

organisasi apotik. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. inventori. SDM. penjualan dan distribusi. studi kasus dan diskusi. bidang-bidang kesehatan fisik. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. pengadaan. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. manajemen pelayanan dan informasi obat. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. manajemen apotik. dan komprehensif mengenai masalah. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. meliputi: Teori dasar manajemen. dan diskusi. studi literatur. pemasaran. Pembelajaran ini meliputi ceramah. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. 46 . Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. studi kelayakan apotik. studi literatur.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. struktur sosial dan modernisasi. fungsi-fungsi manajemen. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. pengendalian operasi apotik. jelas. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. keuangan. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. Konsep dasar. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. studi kasus.

proses diagnosis. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. paru. homeostatis. gastroenterologi dan hematologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. terapeutik. jantung dan vaskular. Penularan penyakit saluran pernafasan. dan penularan penyakit melalui kontak seksual.11. dan eksresi) obat. endokarditis. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. termasuk teori aksi obat. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. penyakit ginjal. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. transportasi aktif melewati membran plasma. metabolisme. shock. tanda-tanda dan simptom. cara pemberian dan pemantauan obat. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. mengatur volume sel.2. neurologi. endokrinologi dan metabolik. tuberkulosis. HIV. peritonitis. interaksi obat. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal.2. infertilitas dan kontraseptif. gangguan mental. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. eklamsia. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. jaringan penghubung (jaringan konektif). penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. distribusi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. malaria. ikatan molekul obat dengan reseptor.

digoksin. GINJAL. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. hipotensi. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. efek samping.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. struktur dan fungsi neuron. Konsep. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. ginjal dan darah. proses dan mekanisme potensial membran. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. kolinergik dan somatik. kloramfenikol. feokromositoma dan asma). termasuk rasional pengunaannya. Struktur. sinaps. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. Karakteristik farmakokinetik klinis. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. salisilat. vankomisin. metabolisme. siklosporin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. 48 . ganglion. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. definisi.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. patifisiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. Etiologi. 49 . dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. angina pektoris. mekanisme kerja. mekanisme kerja. aritmia jantung dan hiperlipidemia. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. dan rasional penggunaannya. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. studi literatur (belajar mandiri). Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. depresi. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. gagal jantung kongestif. mania. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. efek samping. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. studi kasus dan diskusi. juga akan dibahas. pengelolaan farmasi. manifestasi klinis. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas.

antimetabolit. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. antibiotika. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. pengobatan dan kesehatan masyarakat. kimia dan mekanisme kerjanya. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. penanganan kemoterapi. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. Aspek farmakologi. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. farmakokinetik. etiologi. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. Penyakit seperti peptik ulser. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. interaksi zat 50 . kerja toksik. antitumor. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya.

perubahan mekanisme transport obat. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. perubahan aliran darah renal. eliminasi obat. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. penyakit alergi imunologi (SLE). Interaksi obat pada ginjal. nilai rujukan serta interpretasi hasil. obatmakanan. penyakit sendi (gout. ekskresi obat dalam renal. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Arti penting interaksi secara klinik. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. sindroma nefrotik). leukemia. interaksi tidak langsung. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. sirosis hati. mekanisme interaksi. 51 . Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. signifikansi klinik. penyakit hati (hepatitis. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. penyakit ginjal (GGA. mengurangi interaksi obat yang merugikan. metode pengukuran. perubahan pH urin. disintegrasi. osteoartritis). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. hepatoma). penyakit tropik (demam tifoid. Perspektif interaksi obat: definisi. interaksi obat dengan diuretika. pasien beresiko. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. GNC. hiperlipidemia). serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. obat reaksi laboratorium). Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. GEA. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. distribusi. artritis rematoid. interaksi obat dengan herba/food suplement. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. jenis dan mekanisme interaksi obat. DHF). drug displacement. absospsi. penyakit hematologi (anemia. GGK. limfoma maligna). perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. hipertiroid.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens.

enema. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. uji USP. nilai sesaran. cara pengujian. Formulasi dan perencanaan dosis obat. Uji pirogen: efek fisiologi. obat tetes telinga dan hidung. stabilitas. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. Prinsip sterilisasi. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. kimia dan terapeutik. Sediaan obat mata: bentuk dosis. antibakteria. jenis. linktus. rancangan ruang aseptik. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. Sediaan supositoria: dasar supositoria. kapsul gelatin keras. pengemasan. kolodion. sumber kontaminasi. draught.11. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. kabinet aliran laminar. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. pelepasan dan penyerapan obat. linimen. proses 52 . Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Sediaan koloid dan emulsi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Uji sterilitas: pengambilan sampel. penentuan. cara menghitung mikroba. terbungkus. pemeriksaan. fungsi pengawet. Sutur dan ligatur: bahan. Eferfescent. medium kultur. prinsip pengawetan. poultis. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. stabilitas. formulasi. jeli. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. antivirus. cara penyediaan semi-padat. pengemasan dan pelabelan. formulasi. konsep keterlarutan. obat kumur dan cuci mulut.2. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). Teori-teori atom. lunak. cara sterilisasi.Bab 3: Kurikulum 3. efek obat. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. cara penyediaan. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). obat tetes pediatrik. sifat fisikokimia. bentuk dosis.3. enterik. mekanik kuantum. cara sterilisasi. pemilihan pengawet. pasta. mekanik molekul. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. kriteria steril. penyerapan melalui rektum. cara uji kebocoran. singkatan latin. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin.

b. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. monolapisan terlarutkan. isoterma pelekatan molekul. f. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. kompleksitasi. yang disingkat LDA. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. jenis larutan. Gerakan rektum dan waktu transit. penekanan kepada sifat reologi. Fenomena antar permukaan. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. ciri-ciri koligatif. Anatomi dan 53 . sudut kontak. pelarutan dan absorpsi obat: a. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. c. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Faktor fisio-patologi. penyebaran.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. dan difusi/absorpsi (absorption). c. f. difusi. b. e. pembahasan dan zat aktif permukaan. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. ionisasi. Anatomi dan fisiologi rektum. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. sistem suspensi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. Faktor formulasi dan teknologi. tekanan permukaan. b. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. hukum-hukum gas. d. c. d. keseimbangan fasa. b. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. Macam-macam mekanisme absorpsi. b. Macam-macam konsep membran biologis. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. tegangan permukaan. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. emulsi. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. Teori umum pelepasan (liberation). Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. gambar fasa dan koefisien pembagi. Komponen dan karakteristik cairan rektum. Di dalam topik reologi. monolapisan tak larut. e. Pembuluh darah yang melewati rektum. dampak zat larutan. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. larutan isotonik. energi bebas. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. larutan buffer. pelarutan (disolution). Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna.

Sediaan bayi. Jaminan mutu: bahan mentah. c. pelindung matahari. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. d. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. sediaan akhir. Sediaan gigi: pasta gigi. d. kuku. serbuk gigi. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. konditioner. pemrosesan resep secara profesional. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. c. Disain percobaan. Pembuluh darah yang melewati kulit. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. f. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. penggelap kulit. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. pewarna dan hair spray. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. pencuci mulut. e. bahan pengkeriting. e. praktek 54 . c. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. resep dokter. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. mata. pembersih. d. e. d. pembersih gigi. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Struktur dan fisiologi rambut. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Anatomi dan fisiologi mata. c. Sumber bau badan. bibir. adhesif gigi palsu. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. b. cara compounding obat yang baik.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. compounding obat non-steril dan steril. b. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Struktur dan fisiologi kulit. pelurus. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. b. b. Pembuluh darah yang melewati mata. praktek laboratorium yang baik. Metode uji ketersediaan hayati. d. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. b. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. perhitungan dalam compounding. penjaga. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. c. Kosmetik pewarna: muka. bahan pembungkus. Sediaan perawatan rambut: shampo.

keuntungan dan kerugian. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. absorbsi perkutaneus. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. Sistem penyampaian secara implantasi. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. keuntungan dan kerugian. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. keuntungan dan kerugiannya. 55 . depot tipe enkapasulasi. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran.11. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. matriks. antelmintik. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. model hewan yang digunakan untuk penelitian. 3. pestisida. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. perlindungan terhadap lingkungan. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. tipe matriks. depot tipe adsobsi. Sistem penyampaian transdermal. dan evaluasi secra in vivo.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. membran permiasi.4. metode untuk meningkatkan permiasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. disolusi reservoadran kimia. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. kultur sel hewan.2. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. depot tipe esterifikasi. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Indikasi terapeutik. tipe sandwich.

endoplasmic reticulum. b. microfilament. Mitochondria and the 56 . Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. nucleus. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. taksonomi dan tatanama tumbuhan. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. pengawasan mutu. kultur. sumber. ekstraksi. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. ribosomes. karakteristik. Prokaryote versus eukaryote. lysosome. Regulatori dan kebijakan herba. klasifikasi dan kepentingan klinik. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. Prinsip-prinsip penyakit. Cellular specialization. enzyme. struktur pergerakan. farmakodinamika herba. microtubules. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. struktur pelekatan dan juga endospora. penyimpanan. farmaseutik. pemalsuan. arboretum. pemiawaian. pewarnaan. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. isolasi. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. farmakokinetika. golgi bodies. formulasi. Energy. and metabolism: a. herbarium. c. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. pengeringan. Uji klinik. Structure and function of organelles: mitochondria.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a.patogen juga diperkenalkan. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. bioteknologi kultur. struktur sel asing. penanaman. pemanenan. chloroplast.

amida dan terunannya. E dan Z. Antibody structure and function. hidrolisis. Cell growth. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. c. The immune system: a. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Cell replication: mitosis. DNA: structure. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. SNi. CHON. Reaksi esterifikasi asetilisasi. and aging. R dan S. Radikal. b. c. sulfonamida. Lipid bi layer. Membrane structure and function: a. e. DNA recombination. Cell growth and replication: a. b.H.2. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. Microbial genetic: a. UV. pembentukan lakton. The relationship between genes and protein. orbital molekul. reaksi pembuangan E1 dan E2.O. d. b. eritro.5. The clonal selection theory.11. c. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. analisis kation cepat. laktam. Transport of material across membrane. nitrogen. Mutation. c. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. Cell fusion. d. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. b. Cell culture. Somatic cell genetics. messenger RNA. Ikatan sigma dan pi. RNA: general structur. Summary of membrane functions. dan oksigen. c. cancer. SN1. replication. identifikasi senyawa yang mengandung C. 57 . and DNA repair. reaksi penggaraman. isomer geometrik. Membrane composition. Chromosome and plasmid. dan tatanama senyawa organik yang penting. reaksinya. Meiosis. dan konfigurasi sistem cis. cell junctions. e. treo. ribosomal RNA. Antibody diversity. d. f. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. Conservation of genetic codes. dan polimersasi melibatkan radikal. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. Amino acids. T and B lymphocytes 3. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. structure and functional proteins. d. transfer RNA. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. trans. L. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. Pengenalan stereokimia. The gene and synthesis of protein: a. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR.

c. Amilum. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Denaturasi protein: a. HPLC. b. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. b. Oligosakarida. c. denaturasi. RNA. Sifat pengemulsi. Asil gliserol. e. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Asam lemak. Monosakarida. Sifat pembusukan. FT-IR. Fisikokimia asam amino dan protein: a. AAS. c. Fosfolipida. Selulosa. Hidrogenasi. b. b. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Komponen fungsional dari 58 . c. Tatanama enzim.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. pH meter. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. protein. Lipolisis. Reaksi karbohidrat: a. b. Lemak susu. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Reaksi pencoklatan. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Sifat umum asam amino. Pektin. Glikosakarida. DNA. Pemanis. b. nukleosida. Pengaruh kimia. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Basa purina dan pirimidina. e. d. penghibridan. Asam laurat. b. b. Kimiawi penggorengan. GC. spektrofotometer. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Energi denaturasi. b. Fungsi protein: a. Oleat dan asam linoleat. Lemak hewan. Marine oil. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. b. c. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Sifat umum protein. c. Vegetable butter. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. nukleotida. c. Klasifikasi lipida: a. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. b. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Hemiselulosa. renaturasi. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. f. d. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Hidrofilisitas. Aspek kimia lipida: a. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. bentuk organisasi laboratorium. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Polisakarida. lipid. d. asam amino. Refining. asam nukleid dan vitamin. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Auto oksidasi. Hidrolisis. Interesterifikasi. Pengaruh fisika. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia.

fitosterol. farmakokinetika dan farmakodinamika. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. mineral. flavonoida. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. kromatografi gas. penemuan. Syarat sediaan radiofarmasi. fitosterol di dalam margarin. Tatanama obat. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. dll.6. Peluruhan radioaktip. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. asal usul dan dasar pencarian obat. sulfida. Kerdioaktipan alam dan buatan. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi.2. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. limonoida. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. Penyimpanan radiofarmasi 3. kromatografi cair kinerja tinggi. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. komponen fungsional dari makanan hewani. AAS. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Pengukuran dan ekspresi efek obat. karotenoida. Pendahuluan: Arti komunikasi. Cara-cara analisis yang digunakan.11. pola makan dan proses penuaan. Diet dan arterisklerosis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati.teknikpenyediaan. klasifikasi obat dan penyakit. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. NMR. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Peran stereokimia dalam aktivitas obat. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. 59 . susunan makanan nasional. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. pembuatan dan formulasi obat. serat pangan. prebiotik danprebiotik.

Belajar dari contoh. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Akidah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Menulis laporan ilmiah. diterima secara pribadi. Syariah. Agama 60 . Akhlak. Hubungan dengan Ilahi. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. tesis. B. berfikir fisolosofis. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Agama Islam. bersikap nasional dan dinamis. UNI 102/2 SKS . Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. tujuan menulis karya ilmiah. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Perangkat dasar Agama Islam. penalaran dalam bahasa Indonesia. journal.Agama Islam Manusia dan Agama. Tiga kemampuan dasar manusia. karangan ilmiah popular. Menulis karangan ilmiah. Ibadah dan Muamalah. Karangan ilmiah: Skripsi. Keluarga Katolik. Disiplin Ilmu dalam Islam. UNI 10*/2 SKS . Sumber Ajaran Islam. Pikiran mencari kebenaran. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. A. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Motivasi baik dan buruk. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. disertasi. bahasa yang efisien dan efektif. Arti keadilan. Takwa. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. buku ilmiah. UNI 101/2 SKS . berpandangan luas. berbudi luhur. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional.

E. Sila dan etika Hindu. Tempat suci. Buddhis dan ilmu pengetahuan. UNI 103 . dan lingkungan. Yadnya. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. b. C. c. Manusia dan Pembangunan. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Kasih dan Pengharapan). Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. UNI 104 . Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Kerangka dasar ajaran Budha. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. d. Kapita selekta. Pandita dan Pinandita. Agama Krsiten. Perjudian. Catur Marga Yoga. c. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. UNI 105 .Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Hari-hari suci agama Hindu. Sar darsana. D. b.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. ilmu pengetahuan dan agama. Agama Budha. AIDS. Glosarium Farmasi. Catur Purusharta dan Catur Asrama. manusia lain. Narkoba. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Sosiologi agama Hindu. Tema-tema kapita selekta: a. Meditasi. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Agama: a. b. c. sebagai hukum Hindu. UNI 108 . Manusia dan keutuhan ciptaan. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Dan lain-lain. Sumber ajaran Budha. Alam semesta. Gereja.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Hakikat manusia. Manusia dan tanggung jawab. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Weda sebagai kitab suci. Iman Kristen.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Sejarah agama Hindu. Dhamma. Pengertian agama. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.

Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Pendidikan pendahuluan bela negara. Wawasan nuantara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. HAM dalam bela negara. c. termasuk hak dan kewajiban bela negara. g. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Konsep Wawasan Nusantara. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. Politik dan stra tegis nasional. b. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. d. 62 . Hak Azasi Manusia. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. e. Pengantar: a. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. c. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. UUD 1945. f. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. b. Demokra. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. d. Hak dan kewajiban warganegara. c. a. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. a. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. b. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Politik dan Strategi Nasional. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. negara. b. c. Ketahahan Nasional. a. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Pengaruh HAM. hak dan kewajiban warganegara. a. Pemahaman tentang bangsa. serta prinsip dasar statistik. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara.si Indonesia. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Implementasi Wawasan Nusantara. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. b.

c. dan Farmakologi. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. farmasi komunitas atau industri. flu Burung. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. b. f. buah merah. dalam bidang Kimia Farmasi. g. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. fisiologi. demam berdarah. Herbal medicine: the hijau. Teknologi nano dalam farmasetika. e. rumah sakit. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. Health food: VCO. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. minyak omega-6. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. SAR. 63 . d.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. misalnya: a. Farmasetika. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. Teknik/metode: analisa yang baru. back to nature. farmakologi. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Biologi Farmasi.

Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. silabus mata kuliah. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.). di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). dan kerja praktek profesi. 4. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa.Farm. 64 . APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). yaitu: 1. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. Kompetensi di Industri 4.

Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. 02. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. aman. informasi. Toksikologi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Biofarmasi. dan Edukasi. 01. 03. Kurikulum Inti. Stabilitas Obat dll.Cara/teknik pencampuran obat .1. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya.Peraturan perundangan tentang obat . Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1.Satabilitas Obat . Kompetensi di Industri 4. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. . dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dan efektif. dan Kisi-kisi Materi Kuliah.1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Formulasi Sediaan Obat . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Farmakokinetik. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .

Stabilitas obat penyimpanan obat dan .2.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Kemampuan berbahasa dengan baik . . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO.1.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .Ilmu komunikasi dan Psikologi .Ilmu-ilmu kefarmasian .Farmako-ekonomi 4. Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.Ilmu-ilmu komunikasi . .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Pencatatan dan Pelaporan 05.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Partisipasi Promosi Kesehatan 07. Partisipasi Monitoring Obat 06.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02.Ilmu-ilmu kefarmasian . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Peraturan perundangundangan NO.Manajemen kepegawaian . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . 01.Psikologi . Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Manajemen keuangan .

Psikologi NO. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Farmakoterapi .Manajemen informasi .Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. pemilihan obat yang tepat.Manajemen logistik . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita.Farmakoterapi . 05. Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. pemantauan efek obat.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu-ilmu kefarmasian . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. 09. 10. antara lain: uji klinis. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Ilmu Komunikasi .Metodologi Penelitian . pemberian dan penyediaan obat.Ilmu-ilmu Kefarmasian . Pusat Informasi Obat . Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . Pelayanan KIE (konsultasi. Peranan dalam penelitian 08.Statistik 07.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Sistem Informasi . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. 04.Ilmu Komunikasi .Biofarmasi .Peraturan perundangundangan/Farmakope . 06. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Farmakokinetik Klinis .Psikologi .Farmako-ekonomi .Patofisiologi .Toksikologi Klinik . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Ilmu komunikasi .

Farmakognosi/Fitokimia .Formulasi Teknologi Farmasi . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Bioteknologi . Mikrobiologi.Farmasi Fisika .Farmakokinetik . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. 01. khususnya melalui internet .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.Farmasi Fisika . Fisika. 05. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. 04.Farmakologi dan Toksikologi . Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. metode analisis.Farmakologi/ Toksikologi .Perundang-undangan .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Biofarmasi .Unit proses 68 . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif.1.Kimia Medisinal . dan kemasan.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. obat jadi. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi). Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. Fisikokimia. pilot plan.3.Kemampuan komunikasi . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.

. Farmasi . logi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . yang baik (good laboratory Fisikokimia.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Pengetahuan tentang bahan pengemas . 6 7 8 9 10 11 12 69 .Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk . .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . proses yang sudah ada. Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Mampu melaksanakan . Fisika.Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. Biofarmasi. dll). Teknologi Farmasi. Ilmu Komunikasi . Farmakokinetik.Farmasi Fisika .Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain.Toksikologi obat baru.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . Biologi) menjamin mutu produk yang .Farmakokinetik . farmasis. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Pengetahuan tentang validasi .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. kefarmasian . Biologi).Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Statistik Promosi dan penyam. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Teknologi Farmasi . Fisika. (dokter.

Statistik . Farmakokinetik. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. Teknologi Farmasi. persyaratan obat. pengadaan.Peraturan perudangundangan NO. Termasuk pengumpulan distribusi. distribusi obat untuk . Bioteknologi.Manajemen barang/ material . 01.4. .Stabilitas produk . Esensial Nasional.1. Stabilitas obat. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan.Bahasa Inggris . dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional). distribusi.Metodologi Penelitian 4.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. 03. Toksikologi. dan bitkan suatu peraturan).Berbagai pengetahuan kefarmasian . 70 . Biofarmasi.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. dll.Manajemen . persyaratan obat. . Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. dll. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .

05. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 07.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. 4. 03. 02.2. 10. import. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. izin praktek. 06. seperti dengan WHO. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 09. distribusi. 05. dan penjualan. pendidikan berkelanjutan. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. dll. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . dll). dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. 06. 04. kerja praktek. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 08. 07. 01.

Diare. Breast cancer. 05. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. 01. Hiperlipidemia. hemodialisa. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. perhitungan dalam compounding. TBC. Konstipasi.3. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. Alergi pada kulit. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Thrombocitopenia. 06. cara compounding obat yang baik. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. resep dokter. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. gangguan hepar. Lanjut usia (geriatri). gangguan ginjal. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. CHF (Congestive Heart Failure). Sistem Darah: Anemia. Neoplastik: Leukimia. Infeksi: Virus hepatitis. Schizoprenia. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). 03. gangguan hati. Pirai. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Sistem Pernapasan: Asma. gangguan saluran cerna. compounding obat non-steril 72 . Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. kehamilan dan menyusui. Bakteri ISPA. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Osteoporosis. Sistem Syaraf: Epilepsi. Studi kasus untuk obat-obat khusus. 04. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Gagal ginjal kronik. 02.

fungsi dan tujuan konseling. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. objective. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. pengadaan. obat-reaksi laboratorium). Sistem Informasi Obat. assessment. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. OWA. EBM (Evidence Based Medicine). Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. analisis keuangan. Studi kasus pelayanan kefarmasian. komunikasi efektif. pemasaran. jenis dan mekanisme interaksi obat. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. Penyusunan formularium.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. fungsi-fungsi manajemen. keuangan. SDM. organisasi apotik. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). fungsi dan tujuan komunikasi. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). pasien beresiko. Konseling: pengertian. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. pengendalian operasi apotik. dan studi kasus compounding dan dispensing. 73 . studi kelayakan apotik. obat-makanan. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. assessment. desintegrasi. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. dan strategi pengembangan. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Etika komunikasi. plan) atau PAM (problem. ASMETHOD. inventori. manajemen apotik. manajemen pelayanan dan informasi obat. Pemahaman tentang rekam medik. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. penjualan dan distribusi. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. pemrosesan resep secara profesional. arti penting interaksi secara klinik.

Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). signifikansi klinis. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. Pelayanan resep dokter. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. Tugas khusus (Studi kasus). praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). pergudangan obat jadi. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. produksi. Interaksi obat dengan herba/food supplement. Distribusi obat dan alat kesehatan. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. sindrom serotonin. PPC (Production Planning Control). signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. perubahan mekanisme transpor obat. laboratorium. distribusi. Interaksi obat dengan diuretika. pengaruh adsorpsi. mekanisme interaksi. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). drug displacement. dan motilitas terhadap obat. pengadaan bahan baku dan pengemas. pengawasan mutu. eliminasi obat. penelitian dan pengembangan. 74 . (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. apotik. perubahan aliran darah renal. dan manajemen perapotekan. sterilisasi. perubahan pH urin. flora. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. interaksi tidak langsung. signifikansi klinis. Produksi obat jadi. Tugas khusus.

Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5.2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. yaitu: NO.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. laptop dan sound system. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.1. Farmasi Fisik 3. Biokimia 1. LCD projector. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Kimia Organik 1. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. white board.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Bandung 13. Yakarta 10. Bandung 11. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. Bandung 79 . Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Perum BIOFARMA. 5. Yakarta 14. yaitu: 1. Kimia Farma Apotek. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Medan 6. PT Indofarma Tbk.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . 5. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. PT Kimia Farma Apotek. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Di samping itu. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8.5.4. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Yakarta 12.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. PT Aventis Pharma Industry. Industri Farmasi PT Kimia Farma. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Pengakuan Badan Profesi Terkait .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5.7.6. Bandung 7. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.

Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Pirngadi. Padalarang. Hospital Besar Pulau Penang. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 23. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. PT Combiphar Farma. 16. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 20. Medan Rumah Sakit Umum dr. Yakarta PT Bayer Indonesia. 19. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 80 . Di samping itu. 28. 27. Hospital UKM.Bab 5: Sarana Pendukung 15. 21. Yakarta PT Ethica Indonesia. 26. 24. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 18. 29. Jabatan Perkhidmatan Awam. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 22. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 25. 17.

b. Ph. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Apt. Dr. 6. Apt. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. UNSW.Putra.D. Prof. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Prof. Apt Ph.1. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Australia 2002. Malaysia 1990. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Dr. UTM-Johor. Prof.nat. Nama Prof.App. 4. PPSF-USM. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Dr. Tahun di 1990. Effendy De Lux. Jansen Silalahi. 6.Sc. Malaysia 1994. Apt.rer.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. dan Tahun Pengukuhan No 1. Dr. Japan 1991. Apt. Wniv.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).. Dr.. 2.D.Sc.bb Prof. Sumadio Hadisahputra. M. Tabel 6.. 5. Siti Morin Sinaga. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Malaysia 1991. M. Tokushima Univ. SU. Urip Harahap. 3. Apt. Hakim Bangun. PPSF-USM. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Prof.1. Dr.

Sc. Apt. Dra. Prof.Si.Fat Aminah.Hakim Bangun. Apt. Apt. M. Dra.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ.Sc. Dr.Malaysia Thailand UGM Un. Sinaga.Jansen Silalahi.T Simanjuntak. Apt.. M.Apt. Apt.. MS.Azizah Nasution. Dr.Putra.. 19.Edy Suwarso. Apt. 8..2.Apt. 10..Dr. Dra. M. Dra.. Apt. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. Dr.Sc.PS.Malaysia USU . 6.. Prof. 14. 3.H. M. M. Prof. Dra. Apt. Apt.nat. Johor AIT– 2002 ..Apt. Prof. 20.Djendakita Purba. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22.rer.Apt.Apt. Siti Morin Sinaga. M. M.Surjanto. 18.Apt..Wiryanto.App.Sc 16. Apt.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.Dr.. Juanita Tanuwijaya. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.Apt.Dr.. Drs. Prof. Dra. Nama Dosen. dan Kualifikasi Pendidikan No..Nazliniwaty. 12.Si 21.. M. Nama Prof. 11. Drs. 15. 9. Drs. Drs. Bidang Ilmu. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.Bab 6: Dosen Tabel 6. Karsono. 13.Apt Dr. MS. 7.Saodah. SU. Apt.Sumadio Hadisahputra.Apt. Apt.Si.Dr.Sc.. M. Dr.M.Pandapotan Nasution. Salim Usman. SU. M. 4. Apt.M. 2. M. 1.Ginda Haro. Kasmirul Ramlan 17. Julia Reveny. Dr. 5.Dr.Effendy D. M.Urip Harahap.Si. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Sc. M.Sc..Si.

Apt.Anayanti Arianto. Kimia 43.Chairul Azhar D. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .Salbiah. M. M.Apt.Sc. M. Farmasi Drs. M. M. M.Si Kimia 42.Phill. Kimia 34. Apt..Fathur Rahman H.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Maralaut Batubara. Apt. Dra. 31. M. Aminah Dalimunthe. Marianne. Apt... Apt.. M. Farmasi Drs.Apt.Si. 23.S.Lely Sari Lubis. Drs. S. MS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Poppy Anjelisa Z.Syahrial Yoenoes.Apt.Si. Apt.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.Apt. Apt. Farmasi Dra.. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32. Apt. Drs. Dra.Apt..Si. Farmasi Kimia 44. Apt.. M.Si.Si. Apt. Kimia 33.. Nurmadjuzita. Kimia 40. Apt.Apt. Drs.. M. Farmasi Dra.Syafruddin. Kimia 45.Si. Farmasi Drs.Saleha Salbi. Apt.Muchlisyam.Si. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.. Nama Dra. M. Apt.David Sinurat.. 24.. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. Dra... Farmasi Drs.Apt.Nahitma Ginting. Hayati Lubis. SU. Farmasi Drs.. 30..Ismail. Farmasi Drs. MS. Meliala.Si.Si. Hasibuan.Sudarmi.Masria L Tambunan.Immanuel S. Kimia 35.Apt. S. M.Si Kimia 39. M. M. Kimia 36. Kimia 38. 28.Masfria.Si. 26. Farmasi Drs.Si.Apt. Farmasi Drs.Si. MS. S.. 25. Farmasi Drs.Agusmal Dalimunthe.. Farmasi Kimia 37. Kimia 41.Si. Apt.. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29..UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Dra.

.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. Dra. M.Apt. Apt.Si.Herawati Ginting. Ilmu Sosial Dasar.Si. Kimia Klinis). 54. 62. Hari Ronaldo Tanjung. Biologi 52. Dra. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. M.. Pendidikan Kewarganegaraan.Apt.Ubaidillah M. Bahasa Indonesia. MS Apt. Drs. Farmasi Dra. Drs.Aswita Hafni Lubis. MS. M. Farmasi Dra. M.. 84 ..Rosidah. Ilmu Budaya Dasar. Farmasi Nama 53. Apt. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6.Apt.Si...Saiful Bahri 61. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. Apt. MS.Siti Nurbaya.Rasmadin Muchtar. MS. 60. Dra. MS. Biologi 50. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Dra. Awaluddin Saragih.Suryadi Ahmad.. M.Si. Zainuddin. Drs.Apt. M.Apt.Suwarti Aris.. Drs.2. MS.. Farmasi Kimia 47.Sc.Si. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.Panal Sitorus. Apt. Drs. 56.Apt. Kimia 46.Apt.Erly Sitompul. Farmasi Biologi 49. Farmasi Kimia 48. Apt. Farmasi Dra. Dra.Si.Marline Nainggolan.... Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. Biologi 51. 57.. Apt. M.Tuty Roida Pardede. Patofisiologi. MS.Apt. S. 55. Dra. 58. Siti Aman.Misra Gafar.Apt.Si. Apt.

Milahayati Daulay Prof. Sp. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Ph. Dra. MA Drs.3. Hj.M. Adi Kusuman Aman. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. dr. Iman Sukiman. Azhar dr. Risnawati Sinulingga. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker. MA. Prof.Pd. industri farmasi. M. Marjuni Rangkuti. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Maya Safira dr. MA. Eka Roina Megawati dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.. Zakiah. M. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Dra.Th. dr.. Sembiring Dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Tommy Tantawi. Drs. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi.D. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. 85 . Nuraiza Meutia dr. Sp. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6.3. M. Yetty Machrina dr. Dedy Ardinata. Yudi Herlambang dr. Drs. B. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.PK(K). Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr.PK(K). Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Rosmiani.Kes. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. pimpinan apotek PT Kimia Farma.

Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. PERANGKAT ORGANISASI A.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . dan anggota II. sekretaris jenderal.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2.1. Presidium Terdiri dari gubernur. dan ketua departemen B. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. Pengurus Departemen Ketua departemen. sekretaris departemen departemen. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A.

Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. D. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Menandatangani surat mandat. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Mendapat mandat dari gubernur b. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. 3. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. surat keterangan. 4. Departemen Pendidikan & Penalaran a. 4. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E.

Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g.

Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Departemen Seni & Olahraga a. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . kekeluargaan. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. sportivitas.

STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. f. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. III. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. F. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Fadli : Yade Metri P.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan.

SRI IRMAWATI .DINA ANDRIANI .MUHARNI SAPUTRI .YULIA SARI .SRI KURNIASIH . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .NURSAIDAH .AGNES SITORUS .NOVY HANDAYENNY .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .SRI WAHYUNI .FITRIANA .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.LISA HELMITA .NANDA SARI .DINANTY DINI .FATIMAH SYAM .SUCI RAHMALIA .MIMI MAULIDINA .RIKHA ANDRISSHA PTKP .EVA SURIANTI .ANITA KARLINA Kekaryaan .YUSTINA SAMOSIR .JOHN NEW COMBI .FADHILAH ANWAR .HAFNIZAR W DAULAY .VERA NOVITAWATI .PARHAN Agama Kristen .ARISMA RINI Agama Islam .AGREFINA .2.AZMI ERVITA .PEBRIANA MEGA SARI . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M. IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.JUNI MARTOGI 91 .ELVRIDA SIALAGAN .KARMILA .RETNO FARDHANI .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful