i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. Drs.rer. Apt. atas limpahan dan ramat-Nya. 30 Mei 2008 Editor. Medan. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya.. kurikulum. Syahrial Yoenoes. visi & misi. SU. tujuan program studi. Prof. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. iii . kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini.nat Effendy De Lux Putra. sarana pendukung. dosen. SU. kami mengucapkan tarima kasih. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Dr.. Apt.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. dan organisasi kemahasiswaan.

Apt. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Dr. Kepada editor Buku Panduan ini. Sumadio Hadisahputra. NIP. Medan. Mei 2008 Dekan. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. 131283716 iv . Prof. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan.

Apt.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. v . Pembantu Dekan I Prof. Dr. rer. nat.. Sumadio Hadisahputra. SU. Apt. Effendy De Lux Putra. Dr.

Apt. Pembantu Dekan III Drs. Apt. Julia Reveny.Pembantu Dekan II Dr..Si.. M. vi .Si. Surjanto. M.

.. 2 1............1................ Penjelasan Kurikulum ............10..............3..................... 36 3............................. 9 3........... 1 1.....2............ 7 2.....1............ Jam Belajar ...................2.. Bidang Biologi Farmasi .......2.................................. 37 3..............2..........1............................. Sejarah ........... 18 3....2... Kurikulum..................................1.............. 38 3....1.............4........... Gelar ........... 52 3.. 10 3......................... 1 1..4................. 8 Bab 3.................. 43 3........ 2 1........................1................ Dasar Pemikiran .....11. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas .................2.......2................................... 55 vii ................. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ........ iv Daftar Isi ....................1.. Sejarah Jurusan Farmasi ......8.. 38 3......................... 40 3.................11.......................iii Kata Sambutan Dekan .1. Tujuan ... Tabel Kurikulum ........... Kurikulum dan Silabus ..........................7...2...11..2.... 9 3....................3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ..............1.............. Daya Tampung .....1................2.. 9 3.......................... 38 3.... Sejarah FMIPA USU .9............................. 43 3. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ..............1....... 38 3................... Sumber Mahasiswa .......6...........................................2........2............. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ...................3......... Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas....................... 37 3....................1........................2........... dan Tujuan Program Studi ........ Sejarah Fakultas Farmasi.....1.....2...... Misi........... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .....11............. 36 3.................. Bahasa Pengantar ............. 38 3.2....................................................................3...................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ...vii Bab 1.......2....4............................... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ....... 1 1. Informasi Umum ...... 47 3....2..... 3 Bab 2............. Bidang Farmakologi .................. 7 2..2................. Visi..................11...2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas...2........................................................ Bidang Farmasetika ........5......................... Sejarah Universitas Sumatera Utara ....... 38 3............................2................ Visi.....1... Misi........

....................3......... 91 viii ......... Penguji Luar ................ 68 4......4........................1.................................... 75 5.................... 71 4..2.............. 64 4.................... Perkuliahan .....2...................7.....1..........11... 84 6. Hubungan dengan Institusi Lain ..........................2.......................1..... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ..............1........................................... 79 5..............2..........................4........................ Asrama ......6...............3.............2......... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ..........................1................ 70 4.....5..... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ............................... Dosen Tetap ....... 86 7........ 66 4................. 64 4..................... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker ....... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan .............. Laboratorium .............................1 Kompetensi Lulusan/Apoteker . Organisasi Kemahasiswaan ...... 75 5..........2.. 57 3................................................................... Sarana Pendukung ............ Program Pendidikan Profesi Apoteker ........... Perpustakaan ..........................................5.. 86 7......................3........ 59 Bab 4.............................. 85 Bab 7........................ 79 Bab 6.. 81 6........... 79 5..... 78 5.. Jurnal Ilmiah ............... 75 5...........2......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi .............................................................................................................. Dosen............................. Non-Bidang ................. 81 6......3...........1... Dosen Tidak Tetap ........1.................. Pengakuan Badan Profesi Terkait ........ Bidang Kimia ................... 65 4.3..................... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi .. 72 Bab 5.....1....... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ...11........ 79 5..6..........................

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. dan Fakultas Pertanian (1956).1. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Hukum. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954).141 m2. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Farmasi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Selain mengasuh program S-1.1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Fakultas Kedokteran Gigi. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. 1. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Fakultas Pertanian. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Fakultas Sastra. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.1. Sejarah 1. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Teknik. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Fakultas Ekonomi.

Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof.3..A. Barulah pada awal tahun 1965. Nazir Alwi. Barus. M. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.1. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). A. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Soekarno. Soekemi. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali.A. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. R. Apt. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A.2.. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Fisika dan Kimia. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. 1. G. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. seorang 2 .Sc. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. maka kepanitiaan terhenti.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Dr. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus.T.1. 1. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor).

Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Chairuddin Nasution. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU.4. Mudjitahid. atas masukan Rektor USU (Prof. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Sp. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. 56/2003. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Chairuddin P. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. Apt. M. Pandapotan Nasution. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Lubis.. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.1. M. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. MPS. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No.. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . masing-masing tamatan dari UGM dan ITB.. DTM&H. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. sekaligus memimpin Jurusan Kimia.A(K). tanggal 11 November 2003. (Alm) dan Bapak Drs. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. 56/2003. tanggal 11 November 2003. Pada perkembangan selanjutnya. Untuk itu. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Apt. 1.. Apt. Seiring dengan itu pula.

yang diteruskan kepada Rektor USU. menyetujui perubahan ini. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. tanggal 2 Mei 2006. Pada tanggal 4 Juli 2005. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Pada tanggal 31 Mei 2006. 822/J05/SK/KP/2005. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. 2395/J05/TU/2001. setelah menelaah proposal tersebut. dan dibahas di Komisi Akademik. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Pada hari Rabu. Pada tanggal 6 Maret 2006. tanggal 8 Januari 2005. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. tanggal 17 Juni 2005. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Untuk itu. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. dan surat Rektor USU No. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. tanggal 25 Januari 2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Pada 8 April 2006. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No.

Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Apt. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. M. Selanjutnya. Selanjutnya. tanggal 8 Agustus 2006. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Sumadio Hadisahputra. Dr. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 27 Juli 2006. Eddy Marlianto. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Menanggapi surat Dirjen Dikti. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010.).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. rektor. 5 .Sc. pada tanggal 28 September 2006. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. dekanat. terhitung mulai hari Selasa. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Untuk proses persiapan selanjutnya. Untuk selanjutnya. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Pada tanggal 14 Desember 2006.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. kisi-kisi materi kuliah. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.31%). 9 . Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.1. dan praktikum. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. kurikulum inti. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.1.1. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.69%) dan Kurikulum Institusional (49. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II.

1. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). c. 03. 08.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Kuliah. 11. 10. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. 04. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. b.2.1. 01. 06. 07. 05. 12. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. Tugas Akhir. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Tabel 3. Praktikum. 02. 3. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. 09. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007.

11. 2. 09. 11. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 05. 07. 07. 4. Katolik. 10. 02. 5. 08. 02. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 08. Islam. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 04. 09. 03. Protestan. 10. 06. 3. 04. 12. 01. 01. Budha. 05. 03. 06.

08.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 01. 07. 09. 04. 10. 02. 11. 05. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 05. 10. 07. 03. 01. 06. 03. 08. 02. 11. 04. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 06. 09.

03. 04. 09. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 05. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 08. 07. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 01. 02. 01. 02. 04. 06.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 07. 03. 02. 06. 01. 08.

FPC 413 05. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 421 09. FPC 441 07. FPC 340 03. FPC 423 10. FPC 310 02. FPC 433 08. FPC 451 08. 11. FPC 431 07.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 312 02. FPC 322 NO. FPC 320 04. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 415 06. FPC 342 NO. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 330 03. FPC 411 06. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04.

10. 9. 10. 1. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 2. 2. 7. 9. 11. 3. 6. 3. 7. 12. 8. 5. 8. 4. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 4. 5. 6. 11.

8. 7. 2. 9. 11. 3.Budha. 1. 4. 2. 10.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 11. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 .Protestan.Katolik. 4. 3.Islam. 4. 6. 3. 1. 2. KODE 1. 7.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 5. 3. 2. 8. 9. 5. 4. 6. 5. 10.

CKB347 2. 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 2. 4. 1. 9. 10. 5. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 7. 2. 1. 9. 6. 3. 4. 2. 5. 11. 10. CKC 351 4. 7. 11. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. KODE 1. 6. 3. 1. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . CKC331 3. 8. 4. 8.

Kesetimbangan kimia. FKB 113/2 SKS . Larutan. teori kinetik gas. Teori Hibridisasi. 7. Spektroskopi-fluorometri.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Teori Asam-Basa.1. Orbital Elektron. 5. Bilangan Kuantum. hukum-hukum gas. 3. Pengantar Kimia Kuantum. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. 9. 5. 4. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Larutan. 3. 8. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . 18 . Eletrokimia.3. gas nyata. kondensasi gas dan keadaan kritis. 2. Ikatan Kimia. 2. 6. Kinetika kimiai. Teori Resonansi. Konfigurasi Elektron. Termodinamika. 4.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1.

Bentuk-bentuk sediaan farmasi.Pendidikan Kefarmasian. Resep. Mekanisme Reaksi Organik. Struktur dan fungsi. Asam nukLeat dan protein. sistem limfatik dan imunitas. Alkil Halida. FLB 111/1 SKS . Fisiologi Tumbuhan. Sediaan Padat.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. sistem endokrin.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Organologi. Profesi kesehatan lainnya. Service profesioanl. FKB 131/2 SKS . Eter.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Histologi. Alkana. Hasil kali kelarutan. Reaksi redoks.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Beberapa Konsep Dasar. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Saponifikasi asam lemak. 19 . Kesetimbangan kimia. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Busines pharmacy. Pengantar Stereokimia. Reaksi-reaksi kimia. Alkena dan Alkuna.. Retail farmasi. Kinetika kimia.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Profesi farmasi. Alkohol. asam-basa. Epoksida dan Sulfida. Pharmaceutical industry. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Uji molekul hayati. Perlengkapan. Hospital pharmacy. sistem lokomotorius. Produk Galenika. Tiol. Sediaan Cair. FKB 151/2 SKS . sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. sistem respiratori.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan.elektrolit. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. FKB 141/3 SKS . Pharmaceutical researc. Sistem transport pada prokariot dan eukariot.Kimia Organik I Pengantar. Sediaan Semi Solida. sistem kardiovaskular. sistem pencernaan. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. FKB 121/2 SKS . istilah anatomi dan fisiologi. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . sistem saraf dan pancaindra.

Efek insulin pada ikan. buah dan biji. bunga. penentuan bunyi pernafasan. kontraksi otot jantung. journal. Akar. fungsi saraf kranial. Fungsi otak. Penetapan Koefisien distribusi. Penetapan rotasi optik. tujuan menulis karya ilmiah. Macam-macam jaringan. Distribusi reseptor. Konduktometri. Belajar dari contoh. daya membedakan. Spektrofotmetri UV-Visible. Spektrofotmetri infra merah. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . pengukuran tekanan darah. Menulis karangan ilmiah.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Arti komunikasi. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Hasil kali kelarutan. karangan ilmiah popular. after image. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. tesis. Coulometri UNI 107/2 SKS . Potensiometri. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. FLB 141/1 SKS . Bangun paragraph bahasa Indonesia. batang. bahasa yang efisien dan efektif. disertasi. Karangan ilmiah. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. penalaran dalam bahasa Indonesia. Penentuan siklus estrus dan proestrus. Pencernaan di mulut. warna kulit. Uji tonisitas larutan.Bahasa Indonesia Pendahuluan. Menulis laporan ilmiah. lambung dan pankreatik. B. buku ilmiah. refleks. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. stoma. rambut. kontraksi otot skelet. Anatomi organ tumbuhan dikotil. kontraksi isometrik. FLB 113/1 SKS . Karangan ilmiah dan non-ilmiah.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. rhizoma. penentuan parameter darah. efek kolinergik dan adrenergik. hiperemia. 20 . triple respon. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Krakteristika urin. Transpor melalui xylem & phloem. daun. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Skripsi.

Neoplasma. c. Aromatis.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Penggunaan. d. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Mekanisme kerja. Tatanama tumbuhan. Idenrifikasi unsur. Disorder malignan sel-sel darah putih. pemisahan anion. Inhibitor biosintesis nukleotida. Asam Amino. koefisien fenol). b. aging. Peptida & Protein. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Perubahan fungsi sistem imun. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Mekanisme patogenesis. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. reaski basah. Filogeni. b. Polisiklis dan Heterosiklis. larutan ion lewat jenuh. Amina Alifatis.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Spesies (species). Karbohidrat. adaptasi. endapan. FKC 140/3 SKS . FKB 120/2 SKS . Struktur dan fungsi virus. Takson. Senyawa Aromatis. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. dan coping. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Inhibitor biosintesis protein.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Skema pemisahan kation. Membrane sebagai target. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. c. Proses infeksi.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Lipida. kelarutan. Analisis kualitatif ion anorganik. e. Metode pemisahan. FKB 112/2 SKS . FKB 122/2 SKS . Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Penentuan kekuatan (potensi. Resistensi (enzimatik. dan kematian sel. Morfologi luar tumbuhan. Pengendalian mikroba. Injuri. Simetri Orbital & HOMO LUMO. 21 . reaksi kering. Dasar-dasar kromatografi. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. modifikasi target molekul. oksidasi-reduksi. Produk mikrobilogi dalam farmasi. reaksi identifikasi kation/anion. Desinfektan dan antiseptik: a. transporter). Difrensiasi jaringan.

Pernyataan konsentrasi. Disorder fungsi neurologis kronik. Disorder gatstrointestinal. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Disorder bladder. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pengujian Hipotesis. Disorder fungsi neurologis akut. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Disorder intrarenal. metode perubahan partikel. d. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Sediaan aerosol farmasi. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Praformulasi. metode perubahan ukuran partikel. kebocoran wadah. Shock. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Keuntungan dan kerugian. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Contoh formulasi larutan. up ward & down ward creaming. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Komponen aerosol. Disorder pulmonal restriktif. Prinsip kerja aerosol. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Pengujian: derajat semprot. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. breaking. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Penandaan pada kemasan. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Definisi. pengujian tekanan. Eksipien. Pengamatan stabilitas secara visual. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. pengamatan secara visual meliputi inversi. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Evaluasi: homogenitas.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. FKB 150/2 SKS . Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Gagal jantung dan disaritmia. Sifat-sifat fisik propelan. Alterasi fumgsi jantung. 22 . Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Gagal ginjal. Penyakit liver. Pengukuran pada Sampel. Regresi dan Korelasi. Propelan dan fungsinya. Alterasi kontrol endokrin. Penyajian Data. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Interval konfidensi. Sediaan farmasi bentuk larutan. Alterasi aliran darah. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Metode pengisian.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . berpandangan luas. berbudi luhur. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Pembuatan Suppositoria. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. UNI 101/2 SKS . reaksi nyala. Bobot dan Volume. isolasi. Kromatografi. UNI 102/2 SKS . Sumber Ajaran Islam. Pemurnian. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Pikiran mencari kebenaran. B. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Tiga kemampuan dasar manusia. Analisis gugus fungsi. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Akhlak. Takwa. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Identifikasi campuran. Pasta dan Oculenta. Isolasi asam sinamat dari gambir.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Perangkat dasar Agama Islam. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. berfikir fisolosofis. Disiplin Ilmu dalam Islam.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. A. Hubungan dengan Ilahi. UNI 10*/2 SKS . Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Syariah. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). FLB 112/1 SKS . Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Pembuatan Sediaan Kapsul. Akidah. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Pembuatan Infus. Agama Islam. Pembuatan Sediaan Guttae.Agama Islam Manusia dan Agama. Ibadah dan Muamalah. Ilmu Pengetahuan dalam Islam.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Identifikasi kation. Praktikal Test. Linimenta. Pembuatan Sediaan Cream. Pembuatan Sediaan Pil. Pembuatan Salap. bersikap nasional dan dinamis. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Identifikasi anion.

Manusia dan tanggung jawab. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. diterima secara pribadi.Agama Protestan Manusia: a. dan lingkungan. Studi kasus pada masing-masing fakultas. manusia lain. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Tempat suci. d. Motivasi baik dan buruk. Sejarah agama Hindu. ilmu pengetahuan dan agama. Alam semesta. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Kerangka dasar ajaran Budha. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Catur Marga Yoga. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Pengertian agama. b. Gereja. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. AIDS. Meditasi. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. b. D. c. Sila dan etika Hindu. 24 . Weda sebagai kitab suci. Buddhis dan ilmu pengetahuan.Agama Buddha Manusia dan agama. Iman Kristen. Tema-tema kapita selekta: a. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Pandita dan Pinandita. Hakikat manusia. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. UNI 104/2 SKS . b. Narkoba. Agama Krsiten. Keluarga Katolik. Kasih dan Pengharapan). C. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Manusia dan keutuhan ciptaan. Hari-hari suci agama Hindu. c. UNI 103/2 SKS . Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. c. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. UNI 105/2 SKS . Catur Purusharta dan Catur Asrama. Dhamma. Arti keadilan. Yadnya.Bab 3: Kurikulum Nya. Kerasulan awam sebagai tugas umat. E. Perjudian. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Sar darsana. sebagai hukum Hindu. Dan lain-lain. Manusia dan Pembangunan.Agama Hindu Filsafat. Sosiologi agama Hindu. Agama: a. Kapita selekta. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia.

Teori kesalahan dan pengolahan data. indikator redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. FKB 213/2 SKS . Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. sel galvanic. Rancangan Sintesis. Titrasi asam-basa. electrode & potensial sel. Sintesis beberapa bahan obat. Lemak. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . 25 . Akurasi dan presisi.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Metabolisme lemak. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Strategi Retrosintesis. Glosarium Farmasi. endapan. FKB 211/2 SKS . serimetri. teknik eningkatkan presisi. perhitungan. Bioenergika. Metabolisme xenobiotik. Jenis-jenis titrasi redoks. kemurnian endapan. Asam amino dan protein. Asam-basa. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Reduksioksidasi. Metabolisme karbohidrat. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Titrasi pengendapan. Enzim dan kinetika enzim. Metabolisme asam amino.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Metabolisme nukleotida.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. absorbsi dan detoksifikasi. kelarutan. garam. kompleks ligan. bikromatometri. Iodatometri. larutan dapar. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Iodo-iodimetri. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Titrasi reduksi-oksidasi. Pemahaman metode: Permanganometri. Spektrofotometri. pemisahan endapan. BromatoBromometri. Analisis gravimetri. hidrolisis. kekuatan ion. kesalahan sistematik dan kesalahan random. pengeringan dan pemijaran. Pencernaan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. persamaan Nernst. Hormon. Nukleotida dan asam nukleat.

Difusi.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Suspensi. 26 . FKC 233/2 SKS .Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Inkompatibilitas dn interaksi obat. Fenomena Antar Permukaan. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Farmakologi sistem saraf pinggir. Sistem Dispersi. Profesi Apoteker. Sterilisasi. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Titrasi Iodimetri. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Emulsifikasi. Teknik isolasi mikroba. Organisasi.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Viskositas dan Rheologi. Evaluasi Tablet. Kecepatan disolusi. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Penggolongan tablet. Penggunaan mikroskop. FLB 211/1 SKS . Kompetensi Apoteker. FLB 221/1 SKS . Standar. Rheologi. Titrasi Argentometri-Volhard.Farmasi Fisik Pendahuluan. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Kinetik. Etika. Difusi dan Disolusi.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Titarsi Iodatometri. Titrasi argentometri-Mohr. Pewarnaan.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . FKC 231/2 SKS . Kelarutan. FKD 250/2 SKS . Titrasi Iodometri. Stabilitas. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Pembinan Profesi. Sifat Fisika Molekuler Obat. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. Teknologi Pembuatan Tablet. Identifikasi mikroba secara biokimia. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. FLB 251/1 SKS . Titrasi kompleksometri-metode langsung.

Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Sterilisasi Radiasi.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Toksisitas gas/asap. Pengemasan. Sediaan Mata. Sterilisasi Panas. Sediaan Injeksi (Obat suntik). tablet. Model Satu Kompartemen Terbuka. Kandungan kimia. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Monografi atau pengetahuan bahan simplisia.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. FKC 242/3 SKS . Kinetika Absorpsi Obat. antibiotika.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal.Farmakognosi Pengertian. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. FLC 240/2SKS . 27 .Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Pengolahan Sediaan. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Toksisitas anestetika lokal. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Sterilisasi Penyaring Bakteri. ekstrak dan minyak atsiri. Model Dua Kompartemen Terbuka.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Efek korosif obat pada kulit. dan minyak atsiri. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Farmakokinetika Nonlinear. Ekskresi Klirens. Pembawa. sirup. FKC 240/2 SKS . Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. hewan dan mineral. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Ikatan Protein Obat. Zat Tambahan dalam Obat suntik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . ekstrak. Analisis unsure dan gugus fungsi. CPOB. FKC 230/2 SKS . Anestetika lokal. respon dan penentuan indek terapi. FKC 220/2 SKS . Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Dosis obat. Dokumentasi. Antagonis obat.

Sintesis sabun dan deterjen.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Darah (mengukur hemogelobin. kadar glukosa darah. Lemak (bilangan asam. glikolisis karbohidrat secara anaerob. Sintesis parasetamol. industri farmasi. enzim hidrogenase dan enzim katalase). protein. Rancangan alat.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Kerapuhan. FLC 212/1 SKS .Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. c. validasi prosedur analisis. e. SGPT dan SGOT). 28 . Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. interaksi obat-reseptor. absopsi. FKC 311/3 SKS . b. Waktu hancur. distribusi dan eliminasi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. stereokimia. FLC 230/1 SKS . kadar kolesterol darah). e. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. kadar ureum dan glukosa urin). FKC 315/2 SKS . hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. d. FKC 313/2 SKS . spektroskopi emisi dan serapan atom.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. ikatan hidrogen. spektrofotometri infra merah. Metode cetak langsung. Sintesis turunan asam barbiturat. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. FKE 351/2 SKS .Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Definisi dan ruang lingkup. Analisis gugus fungsi. b. kromatografi cair kinerja tinggi. Sintesis antiseptik. Kadar zat berkhasiat. bilangan iod. identifikasi lemak dan kolesterol). Sintesis aspirin. Protein (analisis asam amino. Interpretasi data dan statistik. Sintesis turunan sulfa. Evaluasi Tablet: a. Disolusi. Keseragaman sediaan. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. industri obat tradisional. Metode granulasi kering. Urin (identifikasi berat jenis. Metode granulasi basah. Kekerasan. Penentuan aktivitas enzim (amilase. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya.

Kimia lemak dan pengolahan minyak.Kosmetologi Pendahuluan.. H dan O yaitu alkohol.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. dan makroskopis. H. Senyawa yang mengandung unsur C. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. FLC 321/1 SKS . Denaturasi protein.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. 29 . Metode isolasi pati. antibiotika. O. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis.Obat Tradisional Pendahuluan. Pelembab Kulit. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Sediaan Rias wajah. N dan S yaitu sulfonamida. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. Pemberian nama lipida (Nomenclature). senyawa alkaloid alam. H. Penetapan kadar. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. antihistamin. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. FKC 331/2 SKS . Fungsi polisakarida dalam makanan. FLC 311/2 SKS .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Fisikokimia asam amino dan protein. Parfum FKC 321/2 SKS . Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Sediaan Pengeriting Rambut. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Penetpan kadar. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. FLC 331/1 SKS . Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. karboksilat dan antibiotika. fenol.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Fitofarmaka. Interesterifikasi. Aspek kimia lipida. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Reaksi karbohidrat. tiourea. Sediaan shampoo. Salep Mata. Fungsi protein. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Sediaan Pewarna Rambut. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan.

Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air.Metodologi Penelitian Pendahuluan. FKC 330/3 SKS .Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . FKC 340/2 SKS .Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Proses penelitian. Skrining farmakologi. Analgetika. pelarutan dan absorpsi obat. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Diuretika. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Metode ilmiah. Titrasi 30 . Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Metode dan macam penelitian.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik).Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Psikofarmaka. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Obat-obat pencahar. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. ilmu. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. seminar dan skripsi. FKC 350/2 SKS . Stimulan susunan saraf pusat. Efek hipnotika dan sedativa. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. FLC 310/1 SKS . Antiinflamasi. FKC 320/3 SKS .Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Pedoman klinis. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. II. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Desain percobaan. meliputi tentang definisi penelitian.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Tatacara penulisan proposal. Pemantauan resep dan pasien. Antipiretika. Penapisan secara kimia.

Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Langkah-langkah Merancang Obat. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. FPC 330/2 SKS . dan kromatografi gas.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Percobaan khusus. Penetapan kadar kasein.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Bilangan penyabunan. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. FLC 312 1 SKS . Iodimetri. Biossay guided/ 31 . PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS .Rancangan Obat Pendahuluan. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Total asam tertitrasi. Praktikal tes.. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Derajat asam susu. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. KCKT. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. FLC 314/1 SKS . Titrasi Nitrimetri.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Desain Produk Obat. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Ilmu Polimer. Penentuan kadar vitamin C. Analisis zat pewarna sintetik. FPC 320 2 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Bilangan asam. Bromatometri. FLC 320/1 SKS . Spektrofotometri. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan.

Analisa\is spektrum UV/Vis. Sumber-sumber informasi obat. MS dan NMR. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Konsep Wawasan Nusantara. 32 . Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. teknik isolasi. Keamanan pangan. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Manajemen informasi elektronik. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. sumber lain). Model analisis farmakoekonomik. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. jurnal. Pelaksanaan analisis ekonomi. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Langkah menyimpulkan analisis.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. khasiat. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. IR. Sistematika menjawab pertanyaan. UNI 106/2 SKS . dan data spektrum). Pengalengan makanan. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Metode pengawetan makanan. FPC 342/2 SKS . Makanan Fungsional. FPC 340/2 SKS . Kerusakan bahan makanan. Kesalahan pengobatan. Perbaikan dan proses medikasi.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Politik dan Strategi Nasional.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Komite farmasi dan terapi.

Tindakan umum pada keracunan. artritis rematoid. Interaksi zat dalam toksikologi. leukemia. Inhibisi pada transferoksigen.Penyakit atopi. Kerja teratogenik. penyakit hati (hepatitis. Kedudukan. GNC. sindroma nefrotik). nilai rujukan serta interpretasi hasil. Antibodi(Imunoglobulin). Serum dan Vaksin. sirosis hati. reaksi hipersensitivitas tipe I. tipe III dan tipe IV. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. DHF). Makna biotransformasi.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Klasifikasi antigen.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. hepatoma). FKC 443/2 SKS . cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. aktivasi komplemen. hipertiroid. tipe II. metode pengukuran. Pengertian komplemen. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. sifat-sifat antigen.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. hiperlipidemia). Struktur dasar imuno globulin. Jenis-jenis serum. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Kerja toksik. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. GEA. Antigen. Fase farmakodinamik. Indikasi eksposisi yang berbahaya. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Defisiensi Sistim Kekebalan. Imuno-patologi. penyakit ginjal (GGA. GGK. Komplemen. penyakit hematologi (anemia. Lanjutan fase farmakokinetik. limfoma maligna). osteoartritis). pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. 33 . sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). penyakit sendi (gout. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Sistim Kekebalan Non Spesifik. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. teori pembentukan imunoglobulin. efek biologi atas aktivasi komplemen. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. pembagian dan fungsi imunoglobulin. Penimbunan zat asing. Sistim Kekebalan Spesifik. penyakit tropik (demam tifoid. penyakit alergi imunologi (SLE). Jenis-jenis vaksin.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . Cara penggolongan toksikologi. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS .

Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. jamur bahari. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Prinsip-prinsip POT. Metode isolasi agar. Antibiotik. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. iklan: guna.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Pemasaran (pemasaran produk. Preformulasi. Toksin dari ikan Pupper fish. cumi-cumi). FPC 423/2 SKS . FPC 433/2 SKS . Topik-topik Khusus. alginat. BIOSINTESIS. Mekanisme analisa pelepasan obat. B. FPC 451/2 SKS . Gizi dan sistim imun. Stereokimia Dinamis. Lakton. serta aplikasinya dalam oseanologi. FPC 321/2 SKS . Sistem POT Implant. FPC 411/2 SKS . Pengemasan. cara dan etikanya). Ide Tentang Pembuatan Produk Baru.Farmakognosi Lanjutan A. In Proses Control. konsep pemasaran. Biosintesis Steroid. Heterosiklik.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Minyak atsiri. Glikosida. Farakologi Farmasi. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. 34 . Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Biologi Farmasi. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. Vitamin. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Imunoassay. Sistem POT Parenteral. Cephalopoda (gurita. bunga karang. Biosintesis Alkaloid. Jenis fitoplangton. ISOLASI BAHAN ALAM. Kerusakan Produk. Pencemaran di Industri Farmasi. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Isolasi karagenan. FPC 431/2 SKS . Radikal bebas. Timun Laut.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi.. alginat dari rumput laut.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Jenis-jenis rumput laut. Filum Rhodophyta. Bteknologi Farmasi. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Minyak atisiri.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. Echidermata. Penyusunan Formula.

Masa kehamilan dan menyusui. Penyimpanan radiofarmasi. FLC 452/5 SKS . Anak-anak. Terapi antibiotika. 35 . Gout dan hiperurisemia. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. TBC. Terapi parenteral. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Kerdioaktipan alam dan buatan. Penyakit Parkinson.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Obstruksi kronik saluran nafas. FPC 413/2 SKS . Pemeriksaan narkoba. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. FKC 450/1 SKS . Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Pengobtan berbasis bukti. Peluruhan radioaktip. Penggunaan radioisotop untuk terapi.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Cara-cara analisis yang digunakan. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. FPC 415/2 SKS .Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Toksikologi forensik. teknik penyediaan. Toksikologi rumah sakit. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Syarat sediaan radiofarmasi. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. FPC 441/2 SKS .Kimia Forensik Pendahuluan.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Studi kasus. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Lanjut usia. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Hipertensi.

Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.2. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. dengan tetap 36 . dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. tepat. Terlepas dari hal tersebut.1.Bab 3: Kurikulum 3. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas.2. Sehubungan dengan itu. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Tentu saja. termasuk Fakultas Farmasi USU. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu.

3. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. 3. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1.2. 37 . Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. di samping program yang ada sekarang. Di samping itu. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan.2.2. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Artinya. Seperti yang diuraikan di atas. Banda Aceh. Bandung. Yogyakarta. 4. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. 3. 2. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Jakarta. Surabaya. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. 3.

Bab 3: Kurikulum 3. 3.00 WIB.Farm.000. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. sore hari mulai pukul 14. dapat melanjutkan ke Program 38 .8.2.). Di samping itu.5. 40.6. 3.000. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.2. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.2.00-17. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.00-13. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08. 3. 3.7.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing. 3. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).2..). Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang. sudah termasuk uang praktikum.9.Farm.2.4.00-11.30 WIB. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.00 WIB.2.

Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. aman. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.). Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. dengan lama pendidikan selama 2 semester. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. efektif. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. Kurikulum Inti. 39 . diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama.

2.10. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO.

Radio Farmasi (CPC 411) 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Imunologi (CPC 346) 3. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1.

2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3.11. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. anggaran pendapatan dan belanja. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. motivasi. radiofarmasi. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. dan staf. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. usaha pendispensan aseptik. keperluan farmasi pediatrik. farmasi pesien rawat inap. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. studi literatur. modal. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. jaminan mutu pekerjaan farmasi. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.2. studi kasus dan diskusi. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. serta pengawasan inventori. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan.

Area kompetensi. Tujuan. Standar Pendidikan. b. kaunseling dan komplians drug. Profesional. perombakan pengobatan. Visi dan Misi. c. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Etika Umum. Peran.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. serta pengenalan praktek terapeutik. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. b. 44 . Profesi Farmasis/Apoteker: a. Sumpah/Janji. pendekatan telaah preskripsi. Etika: a. Standar: a. b. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. Standar Pelayanan. pemantauan terapi pada penyakit pasien. pengobatan pasien. Profesionalisme. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. d. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. Profesi. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Karakteristik Profesi. c. penyampaian informasi obat. membuat strategi dan desain terapi. Standar Kompetensi. Struktur Organisasi. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. b. c. Kode Etik. b. c. pelabelan dan penjelasan auksilari. proses penggunaan dan dispensing obat. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. pemantauan terapi obat. Standar Profesi. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Sistem Legeslasi. Organisasi Profesi: a. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Pembinaan Profesi: a. ulasan projek. b. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Dalam mata kulah ini. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian.

Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. Kepmenkes No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. kardiovaskular. Kepmenkes No. PP No. Kepmenkes No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. Permenkes No. Undang-undang No. Permenkes No.22/1997. Permenkes No.5/1997.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.922/. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. penilaian resiko penggunaan obat tertentu. tentang Psikotropika.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan..25/1980 tentang Perubahan atas PP No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Undang-undang No. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. tentang Narkotika.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.26/1965 tentang Apotik. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 . polifarmasi dan penggunaan obat. Kepmenkes No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. sistem otot dan tulang. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. PP No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. Perda Kota Medan No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.20/1962. dan sistem urinari.23/1992 tentang Kesehatan. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. PP No.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. PP No. sistem gastrousus. Permenkes No.

keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. meliputi: Teori dasar manajemen. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. pengadaan. studi literatur. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. Pembelajaran ini meliputi ceramah. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. struktur sosial dan modernisasi. studi literatur. SDM. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. dan komprehensif mengenai masalah. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. manajemen apotik. fungsi-fungsi manajemen. inventori. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. bidang-bidang kesehatan fisik. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. studi kelayakan apotik. Konsep dasar. studi kasus.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. manajemen pelayanan dan informasi obat. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. organisasi apotik. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. studi kasus dan diskusi. jelas. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. keuangan. pemasaran. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. 46 . pengendalian operasi apotik. penjualan dan distribusi. dan diskusi.

Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. mengatur volume sel. malaria. paru. peritonitis. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. terapeutik. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. HIV.2. penyakit ginjal. termasuk teori aksi obat. jaringan penghubung (jaringan konektif).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. cara pemberian dan pemantauan obat. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. gastroenterologi dan hematologi. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. tuberkulosis. homeostatis. transportasi aktif melewati membran plasma. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. infertilitas dan kontraseptif. eklamsia. metabolisme. proses diagnosis. ikatan molekul obat dengan reseptor. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus.2. Penularan penyakit saluran pernafasan. dan penularan penyakit melalui kontak seksual.11. endokrinologi dan metabolik. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. shock. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. gangguan mental. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. distribusi. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. interaksi obat. neurologi. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. dan eksresi) obat. endokarditis. jantung dan vaskular. tanda-tanda dan simptom.

mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. salisilat. vankomisin. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. Struktur. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. hipotensi. siklosporin. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. struktur dan fungsi neuron. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. feokromositoma dan asma). aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. sinaps. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. definisi. digoksin. ganglion.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. metabolisme. efek samping. proses dan mekanisme potensial membran. kloramfenikol. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. GINJAL. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. termasuk rasional pengunaannya. 48 . perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. Karakteristik farmakokinetik klinis. Konsep. ginjal dan darah. kolinergik dan somatik.

angina pektoris. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. juga akan dibahas. mekanisme kerja. dan rasional penggunaannya. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. 49 . gagal jantung kongestif. mekanisme kerja. manifestasi klinis. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. pengelolaan farmasi. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. mania. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. Etiologi. depresi. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. patifisiologi. studi kasus dan diskusi. efek samping. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. studi literatur (belajar mandiri).

uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. Aspek farmakologi. interaksi zat 50 . penanganan kemoterapi. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. kerja toksik. Penyakit seperti peptik ulser. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. farmakokinetik. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. antitumor. antibiotika. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. etiologi. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kimia dan mekanisme kerjanya. antimetabolit. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. pengobatan dan kesehatan masyarakat. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar.

ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. ekskresi obat dalam renal. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. penyakit ginjal (GGA.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. 51 . DHF). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. sirosis hati. perubahan pH urin. hepatoma). absospsi. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. penyakit hematologi (anemia. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. interaksi obat dengan diuretika. artritis rematoid. obatmakanan. GGK. osteoartritis). jenis dan mekanisme interaksi obat. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. perubahan aliran darah renal. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. interaksi obat dengan herba/food suplement. hiperlipidemia). signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. penyakit hati (hepatitis. penyakit tropik (demam tifoid. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. penyakit sendi (gout. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. interaksi tidak langsung. GEA. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. sindroma nefrotik). mekanisme interaksi. perubahan mekanisme transport obat. obat reaksi laboratorium). distribusi. Perspektif interaksi obat: definisi. Arti penting interaksi secara klinik. GNC. sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. leukemia. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. hipertiroid. drug displacement. metode pengukuran. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. limfoma maligna). pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. signifikansi klinik. pasien beresiko. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. Interaksi obat pada ginjal. nilai rujukan serta interpretasi hasil. eliminasi obat. disintegrasi. penyakit alergi imunologi (SLE). mengurangi interaksi obat yang merugikan.

obat tetes telinga dan hidung. cara sterilisasi. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. linimen. mekanik kuantum. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. fungsi pengawet. Sediaan supositoria: dasar supositoria. penyerapan melalui rektum. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. enema. sifat fisikokimia. pasta. Sediaan obat mata: bentuk dosis. kimia dan terapeutik. antivirus. obat tetes pediatrik. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. pengemasan dan pelabelan. pelepasan dan penyerapan obat. bentuk dosis. Teori-teori atom. antibakteria. konsep keterlarutan. Uji pirogen: efek fisiologi. Sediaan koloid dan emulsi. Sediaan larutan obat dalam: eleksir.3.Bab 3: Kurikulum 3. lunak. kolodion. cara sterilisasi. poultis. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. medium kultur. cara menghitung mikroba. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). Formulasi dan perencanaan dosis obat. cara pengujian. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. kriteria steril. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. singkatan latin. jeli. formulasi. cara uji kebocoran. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. cara penyediaan semi-padat. rancangan ruang aseptik. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. obat kumur dan cuci mulut. linktus. nilai sesaran. efek obat. stabilitas. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. kabinet aliran laminar. enterik. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. formulasi. proses 52 . Uji sterilitas: pengambilan sampel. Eferfescent. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. sumber kontaminasi. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan.2. draught. stabilitas. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. prinsip pengawetan. cara penyediaan. jenis. pengemasan. kapsul gelatin keras. penentuan. mekanik molekul. terbungkus. pemeriksaan. Prinsip sterilisasi. Sutur dan ligatur: bahan. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. pemilihan pengawet. uji USP.11.

monolapisan tak larut. b. larutan isotonik. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. d. dampak zat larutan. Komponen dan karakteristik cairan rektum. Di dalam topik reologi. larutan buffer. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. energi bebas. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. ionisasi. b. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Anatomi dan fisiologi rektum. b. pembahasan dan zat aktif permukaan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. tekanan permukaan. f. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. sistem suspensi. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. Pembuluh darah yang melewati rektum. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. kompleksitasi. e. d. Faktor formulasi dan teknologi. isoterma pelekatan molekul. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. c. b. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Faktor fisio-patologi. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Anatomi dan 53 . keseimbangan fasa. jenis larutan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. difusi. ciri-ciri koligatif. pelarutan dan absorpsi obat: a. Macam-macam konsep membran biologis. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. Macam-macam mekanisme absorpsi. Teori umum pelepasan (liberation). c. monolapisan terlarutkan. b. tegangan permukaan. Gerakan rektum dan waktu transit. e. f. hukum-hukum gas. Fenomena antar permukaan. gambar fasa dan koefisien pembagi. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. emulsi. c. penekanan kepada sifat reologi. yang disingkat LDA. sudut kontak. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. penyebaran. dan difusi/absorpsi (absorption). pelarutan (disolution).

Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. Disain percobaan. praktek laboratorium yang baik. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. Sumber bau badan. b. d.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. pembersih. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. d. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. praktek 54 . Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. adhesif gigi palsu. konditioner. d. resep dokter. b. bahan pengkeriting. cara compounding obat yang baik. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. bibir. Struktur dan fisiologi kulit. Sediaan perawatan rambut: shampo. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. jenis dan klasifikasi minyak wangi. e. d. c. e. pelurus. Pembuluh darah yang melewati mata. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. mata. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Anatomi dan fisiologi mata. pelindung matahari. serbuk gigi. b. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. penggelap kulit. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Struktur dan fisiologi rambut. Sediaan bayi. c. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Sediaan perawatan kulit: pencuci. b. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. b. perhitungan dalam compounding. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. penjaga. Pembuluh darah yang melewati kulit. pembersih gigi. Jaminan mutu: bahan mentah. pewarna dan hair spray. pemrosesan resep secara profesional. Sediaan gigi: pasta gigi. compounding obat non-steril dan steril. Kosmetik pewarna: muka. f. bahan pembungkus. pencuci mulut. sediaan akhir. d. c. c. kuku. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. e. Metode uji ketersediaan hayati. c.

perlindungan terhadap lingkungan. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. Indikasi terapeutik. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. metode untuk meningkatkan permiasi. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. Sistem penyampaian secara implantasi. antelmintik. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. disolusi reservoadran kimia. depot tipe enkapasulasi. depot tipe esterifikasi. absorbsi perkutaneus. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. 3. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. tipe sandwich. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. Sistem penyampaian transdermal.2.4. tipe matriks. model hewan yang digunakan untuk penelitian. matriks. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit.11. pestisida. keuntungan dan kerugian. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. kultur sel hewan. keuntungan dan kerugian.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. keuntungan dan kerugiannya. 55 . dan evaluasi secra in vivo. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. membran permiasi. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. depot tipe adsobsi.

Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. microfilament. penyimpanan.patogen juga diperkenalkan. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. endoplasmic reticulum. c. isolasi. struktur pergerakan. klasifikasi dan kepentingan klinik. nucleus. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. microtubules. pengawasan mutu. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. Energy. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. penanaman. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. pemanenan. lysosome. pengeringan. ekstraksi. struktur pelekatan dan juga endospora. farmakodinamika herba. formulasi. ribosomes. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. struktur sel asing. Regulatori dan kebijakan herba. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. herbarium. enzyme. sumber. arboretum. pewarnaan. and metabolism: a. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. kultur. Prokaryote versus eukaryote. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. golgi bodies. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. Structure and function of organelles: mitochondria. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. pemiawaian. farmaseutik. Uji klinik. chloroplast. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. karakteristik. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. b. taksonomi dan tatanama tumbuhan. Cellular specialization. bioteknologi kultur. pemalsuan. farmakokinetika. Prinsip-prinsip penyakit. Mitochondria and the 56 .

UV. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. reaksinya. The immune system: a. reaksi pembuangan E1 dan E2. laktam. Amino acids. sulfonamida. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. Radikal. cell junctions. Lipid bi layer. Membrane composition. The gene and synthesis of protein: a. dan oksigen. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Cell growth and replication: a. Cell culture. messenger RNA. d. structure and functional proteins. The relationship between genes and protein. Antibody structure and function. SN1. trans. R dan S. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. dan tatanama senyawa organik yang penting. nitrogen. b. Cell growth. c. cancer. orbital molekul. Mutation. Cell replication: mitosis. SNi. c. RNA: general structur. Conservation of genetic codes. E dan Z. and aging. treo. Ikatan sigma dan pi. d. isomer geometrik. replication. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. DNA recombination. Summary of membrane functions. 57 . and DNA repair. CHON. transfer RNA.H. e. pembentukan lakton. Membrane structure and function: a. hidrolisis. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. Cell fusion. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. d.11. amida dan terunannya. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. b. L. identifikasi senyawa yang mengandung C. dan konfigurasi sistem cis. reaksi penggaraman. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion.2. Somatic cell genetics. b. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. The clonal selection theory. eritro. analisis kation cepat. dan polimersasi melibatkan radikal. c. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. T and B lymphocytes 3. Antibody diversity.5. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. Chromosome and plasmid. b. c. Reaksi esterifikasi asetilisasi. Meiosis.O. b. Pengenalan stereokimia. d. Microbial genetic: a. ribosomal RNA.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. Transport of material across membrane. f. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. DNA: structure. c. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. e.

Vegetable butter. b. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. b. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. b. Monosakarida. asam nukleid dan vitamin. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. penghibridan. Lemak hewan. b. f. Lipolisis. b. Fosfolipida. FT-IR. Hemiselulosa. c. Amilum. c. c. protein. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. c. c. Polisakarida. denaturasi. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Asil gliserol. RNA. Pektin. b. d. Energi denaturasi. b. asam amino. d. Fungsi protein: a.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Sifat umum protein. DNA. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. e. Sifat pembusukan. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. Hidrolisis. Asam lemak. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Glikosakarida. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. b. lipid. c. spektrofotometer. Pengaruh kimia. Pengaruh fisika. e. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Marine oil. Selulosa. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. GC. Lemak susu. Basa purina dan pirimidina. Sifat pengemulsi. Oleat dan asam linoleat. renaturasi. Asam laurat. Tatanama enzim. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. d. Auto oksidasi. Reaksi pencoklatan. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Oligosakarida. Hidrofilisitas. Sifat umum asam amino. b. AAS. nukleosida. c. Aspek kimia lipida: a. Komponen fungsional dari 58 . KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Refining. Klasifikasi lipida: a. Reaksi karbohidrat: a. b. Denaturasi protein: a. nukleotida. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. HPLC. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. b. bentuk organisasi laboratorium. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Kimiawi penggorengan. Pemanis. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Hidrogenasi. pH meter. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Interesterifikasi.

kromatografi gas. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Kerdioaktipan alam dan buatan.6. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. karotenoida. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. susunan makanan nasional. fitosterol. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Diet dan arterisklerosis. penemuan. sulfida. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. asal usul dan dasar pencarian obat. prebiotik danprebiotik. Peluruhan radioaktip.11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Syarat sediaan radiofarmasi.2. Pengukuran dan ekspresi efek obat.teknikpenyediaan. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. fitosterol di dalam margarin. klasifikasi obat dan penyakit. serat pangan. mineral. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. AAS. flavonoida. Cara-cara analisis yang digunakan. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). dll. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. limonoida. NMR. 59 . farmakokinetika dan farmakodinamika. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. kromatografi cair kinerja tinggi. Tatanama obat. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. komponen fungsional dari makanan hewani. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. pembuatan dan formulasi obat. Penyimpanan radiofarmasi 3. Pendahuluan: Arti komunikasi. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. pola makan dan proses penuaan.

Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. tesis. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. tujuan menulis karya ilmiah. Menulis laporan ilmiah. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Akhlak. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Keluarga Katolik. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. berpandangan luas. B. penalaran dalam bahasa Indonesia. berbudi luhur. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Akidah. UNI 102/2 SKS . Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Agama 60 . Syariah. diterima secara pribadi. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. buku ilmiah. Ibadah dan Muamalah. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Perangkat dasar Agama Islam. berfikir fisolosofis.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Agama Islam. journal. Menulis karangan ilmiah. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Pikiran mencari kebenaran. Hubungan dengan Ilahi. bersikap nasional dan dinamis.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Agama Islam Manusia dan Agama. karangan ilmiah popular.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. bahasa yang efisien dan efektif. Disiplin Ilmu dalam Islam. Tiga kemampuan dasar manusia. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. UNI 101/2 SKS . Sumber Ajaran Islam. Takwa. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. disertasi. Motivasi baik dan buruk. Belajar dari contoh. A. Arti keadilan. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Karangan ilmiah: Skripsi. UNI 10*/2 SKS .

Dhamma. Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan. Catur Marga Yoga. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. D. Iman Kristen. Sejarah agama Hindu. Alam semesta. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Agama Krsiten. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Pandita dan Pinandita. c. Hakikat manusia. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. UNI 108 . UNI 105 . C. manusia lain.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. UNI 104 . Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Yadnya. ilmu pengetahuan dan agama. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Studi kasus pada masing-masing fakultas. b. Tema-tema kapita selekta: a. Sumber ajaran Budha. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Glosarium Farmasi. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Agama: a. Agama Budha. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. b. AIDS. Dan lain-lain. Pengertian agama. Kapita selekta. sebagai hukum Hindu. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. UNI 103 . Manusia dan keutuhan ciptaan. Buddhis dan ilmu pengetahuan. c. Sosiologi agama Hindu. Manusia dan tanggung jawab. Narkoba. dan lingkungan. Sila dan etika Hindu. Tempat suci.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. b.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. c. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Perjudian. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . E. Weda sebagai kitab suci. Gereja. Hari-hari suci agama Hindu. Kerangka dasar ajaran Budha. Meditasi.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Sar darsana. d.

hak dan kewajiban warganegara.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. a. c. d. Implementasi Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. b. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. UUD 1945. HAM dalam bela negara. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. Pemahaman tentang bangsa. a. a. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. a. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. b. e. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. d. negara. Ketahahan Nasional. Pendidikan pendahuluan bela negara.si Indonesia. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. c. b. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. b. c. Wawasan nuantara. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila.Bab 3: Kurikulum farmasetika. b. termasuk hak dan kewajiban bela negara. f. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Pengantar: a. Demokra. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. Konsep Wawasan Nusantara. Hak dan kewajiban warganegara. Politik dan stra tegis nasional. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. serta prinsip dasar statistik. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Hak Azasi Manusia. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. 62 . g. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Politik dan Strategi Nasional. Pengaruh HAM. c.

Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. Teknologi nano dalam farmasetika. Teknik/metode: analisa yang baru. dan Farmakologi. misalnya: a. back to nature. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. demam berdarah. Farmasetika. c. dalam bidang Kimia Farmasi. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. flu Burung. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. rumah sakit. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. farmasi komunitas atau industri. Herbal medicine: the hijau. Biologi Farmasi. SAR. buah merah. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. 63 . Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. f. g. Health food: VCO. e. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. d. minyak omega-6. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. fisiologi. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. farmakologi. b.

di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. dan kerja praktek profesi. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.1. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. silabus mata kuliah. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen.). di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Industri 4. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). 4. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. 64 .Farm. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. yaitu: 1.

Kompetensi di Industri 4. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4. Toksikologi. informasi. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Biofarmasi.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. . aman.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. 01. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. Farmakokinetik. dan Edukasi. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.Satabilitas Obat . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. . tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Formulasi Sediaan Obat .Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 .Peraturan perundangan tentang obat . Kurikulum Inti.1. dan efektif.Cara/teknik pencampuran obat . 03. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. Stabilitas Obat dll.1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. 02.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika .Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi .

Ilmu-ilmu komunikasi .Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Manajemen keuangan . Partisipasi Promosi Kesehatan 07.Ilmu komunikasi dan Psikologi . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO.Manajemen kepegawaian .Farmako-ekonomi 4. Partisipasi Monitoring Obat 06.Kemampuan berbahasa dengan baik .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan .Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. . FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. Pencatatan dan Pelaporan 05.Ilmu-ilmu kefarmasian . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi.1. 01. . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03. Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Ilmu-ilmu kefarmasian . Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.2. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Psikologi .Peraturan perundangundangan NO.GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .

Sistem Informasi . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Farmakoterapi .Manajemen informasi . pemberian dan penyediaan obat.Peraturan perundangundangan/Farmakope . 04.Toksikologi Klinik . Pelayanan KIE (konsultasi.Manajemen logistik .Farmako-ekonomi . Pusat Informasi Obat . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. 06.Farmakoterapi . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. 05. pemantauan efek obat.Metodologi Penelitian . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.Ilmu komunikasi .Statistik 07. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Farmakokinetik Klinis . sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Ilmu Komunikasi .Psikologi . 10. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Ilmu-ilmu Kefarmasian .Psikologi NO.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan . Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. 09. pemilihan obat yang tepat.Ilmu Komunikasi . Peranan dalam penelitian 08.Patofisiologi . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . antara lain: uji klinis.Biofarmasi .Ilmu-ilmu kefarmasian . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit.

Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03.Farmasi Fisika . dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Unit proses 68 . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.Kimia Medisinal . 01.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.Formulasi Teknologi Farmasi . Fisikokimia. Fisika.Kemampuan komunikasi .Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. Mikrobiologi. 04. pilot plan. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Farmasi Fisika . metode analisis.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.3. metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . obat jadi. 05. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.Perundang-undangan .1.Farmakokinetik . dan kemasan.Bioteknologi .Farmakologi dan Toksikologi .Farmakognosi/Fitokimia . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif.Farmakologi/ Toksikologi . khususnya melalui internet .Biofarmasi .

Pengetahuan tentang validasi .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Farmakokinetik . 6 7 8 9 10 11 12 69 . Fisika. (dokter.Pengetahuan tentang bahan pengemas .Teknologi Farmasi . Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi. Biologi). Teknologi Farmasi. farmasis.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Farmakokinetik.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam . proses yang sudah ada.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Biofarmasi.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. Biologi) menjamin mutu produk yang .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. yang baik (good laboratory Fisikokimia. Farmasi . kefarmasian .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . Fisika. Ilmu Komunikasi . sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Farmasi Fisika .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Toksikologi obat baru.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. . .Statistik Promosi dan penyam. logi.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Mampu melaksanakan .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe. dll).

persyaratan obat. Termasuk pengumpulan distribusi. Farmakokinetik.Peraturan perudangundangan NO.Berbagai pengetahuan kefarmasian .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . dll. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. Toksikologi. Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02.4. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional).Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. dan bitkan suatu peraturan).Statistik .Stabilitas produk . Bioteknologi. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Manajemen . pengadaan. .1. . 70 . distribusi. dll. 03. Esensial Nasional.Metodologi Penelitian 4. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Stabilitas obat.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Biofarmasi. persyaratan obat.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.Bahasa Inggris .Manajemen barang/ material . distribusi obat untuk . 01. Teknologi Farmasi. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada.

dll. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . 01. 06. 08. 07. 06. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. import. seperti dengan WHO. 03. 02. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. dll). izin praktek. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 04. 09. 07. kerja praktek. 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. 10. pendidikan berkelanjutan. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. distribusi. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.2. 05. dan penjualan. 05.

Sistem Darah: Anemia. Gagal ginjal kronik. 02. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. Diare. Schizoprenia. Sistem Pernapasan: Asma. gangguan hepar.3. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. 01. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. resep dokter. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Bakteri ISPA. gangguan ginjal. perhitungan dalam compounding. 03. gangguan saluran cerna. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. gangguan hati. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Lanjut usia (geriatri). Breast cancer. 06. compounding obat non-steril 72 . Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Konstipasi. Infeksi: Virus hepatitis. kehamilan dan menyusui. hemodialisa. cara compounding obat yang baik. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Pirai. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. 05. Thrombocitopenia. Neoplastik: Leukimia. Sistem Syaraf: Epilepsi. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Hiperlipidemia. Alergi pada kulit. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. 04. Osteoporosis. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. CHF (Congestive Heart Failure). TBC.

komunikasi efektif. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. assessment. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Pemahaman tentang rekam medik. pengendalian operasi apotik. pemasaran. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. ASMETHOD. studi kelayakan apotik. Sistem Informasi Obat. fungsi-fungsi manajemen. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. inventori. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. manajemen pelayanan dan informasi obat. objective. pemrosesan resep secara profesional. manajemen apotik. assessment. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. EBM (Evidence Based Medicine). pasien beresiko. keuangan. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. obat-reaksi laboratorium). Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Konseling: pengertian. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Studi kasus pelayanan kefarmasian. organisasi apotik. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. penjualan dan distribusi. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). jenis dan mekanisme interaksi obat. plan) atau PAM (problem. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. analisis keuangan. fungsi dan tujuan komunikasi. SDM. arti penting interaksi secara klinik. 73 . dan studi kasus compounding dan dispensing. OWA. Etika komunikasi. obat-makanan. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. dan strategi pengembangan. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. Penyusunan formularium. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. desintegrasi. fungsi dan tujuan konseling. pengadaan. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling.

drug displacement.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. dan manajemen perapotekan. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). pengadaan bahan baku dan pengemas. pengaruh adsorpsi. signifikansi klinis. sterilisasi. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. perubahan aliran darah renal. apotik. 74 . Interaksi obat dengan herba/food supplement. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. perubahan pH urin. flora. interaksi tidak langsung. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. distribusi. Tugas khusus (Studi kasus). Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. PPC (Production Planning Control). pengawasan mutu. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. perubahan mekanisme transpor obat. penelitian dan pengembangan. produksi. Distribusi obat dan alat kesehatan. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). sindrom serotonin. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. Interaksi obat dengan diuretika. Pelayanan resep dokter. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. signifikansi klinis. mekanisme interaksi. dan motilitas terhadap obat. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Produksi obat jadi. Tugas khusus. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. pergudangan obat jadi. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. eliminasi obat. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. laboratorium.

Biokimia 1. white board.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi.1. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Farmasetika Dasar Formulasi 2. LCD projector. Kimia Organik 1. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. Farmasi Fisik 3. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. yaitu: NO. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. laptop dan sound system. Kimia Farmasi Kualitatif 3.2. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

yaitu: 1. Bandung 13. Yakarta 14. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Yakarta 10. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Yakarta 12.7. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Kimia Farma Apotek. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan.4. PT Kimia Farma Apotek. Di samping itu. Pengakuan Badan Profesi Terkait .5.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. PT Aventis Pharma Industry. Industri Farmasi PT Kimia Farma.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Bandung 11. 5. 5. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. PT Indofarma Tbk.6. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Bandung 79 . Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. Bandung 7. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Medan 6. Perum BIOFARMA.

27. 21. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 28.Bab 5: Sarana Pendukung 15. PT Combiphar Farma. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 18. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. 22. Di samping itu. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Medan Rumah Sakit Umum dr. 80 . Medan Rumah Sakit Umum Langsa. 17. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. Jabatan Perkhidmatan Awam. Pirngadi. Padalarang. 29. 23. Yakarta PT Bayer Indonesia. 19. 26. 25. 20. 24. Yakarta PT Ethica Indonesia. Hospital UKM. 16. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Hospital Besar Pulau Penang.

SU. Tabel 6.nat. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). Nama Prof. 4. Malaysia 1990. Japan 1991. Dr. Prof. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. M. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.App. Ph. Prof. Prof. Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Dr. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Dr. UTM-Johor. Apt. Malaysia 1991. Apt. 6. Sumadio Hadisahputra..Sc. Urip Harahap. b. Jansen Silalahi. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a.1. Dr. Apt. Apt. Malaysia 1994. PPSF-USM. Prof. 6. 5.bb Prof.Putra. Dr. 3.1. M. dan Tahun Pengukuhan No 1. Apt Ph.D.. Wniv. UNSW. Dr.Sc.. Effendy De Lux. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Australia 2002. PPSF-USM.D. 2.rer. Siti Morin Sinaga. Tahun di 1990. Hakim Bangun. Tokushima Univ. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU.

Sumadio Hadisahputra. Johor AIT– 2002 . 4. Apt.. Dra. Apt. Dr.Si.Saodah.Wiryanto. 12..Apt.. M. Apt. 18. Apt.. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. Kasmirul Ramlan 17. M. 11. M. Dra. 8.Apt Dr.Dr. dan Kualifikasi Pendidikan No.Dr.PS.Sc..Effendy D. Drs.Si.Hakim Bangun.H.Sc 16.Bab 6: Dosen Tabel 6.Urip Harahap. 7.Si.Apt.M. MS.Sc.Malaysia USU . 6.Sc.Pandapotan Nasution.T Simanjuntak. M..Apt. Dra. Apt. Apt. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. Julia Reveny. M. Dra. 1. Karsono. SU.Apt. 19. Siti Morin Sinaga. Prof. 13.Azizah Nasution. SU. Dr. Dr.Si 21.Dr. 20. M.nat.M. Apt. Farmasetika 1988 USU 1997 82 . of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.Apt. Dr. M.Dr. M. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22.Si. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . Apt. Apt. 9.. 14. Drs.Surjanto. Dra.Malaysia Thailand UGM Un. Salim Usman.2.Sc. M.Sc. 5.Dr.Apt. Drs.Nazliniwaty. Nama Dosen.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. 2. Nama Prof. Apt.Fat Aminah. MS.Apt. Apt. M. Prof.rer..Djendakita Purba. 10.App. Dr.Edy Suwarso. M. 3.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.Putra.Apt.. Bidang Ilmu. M. Juanita Tanuwijaya. Sinaga. Apt. Prof.Jansen Silalahi. Drs. Apt.Ginda Haro.Sc.... M.. Prof. 15. Dra... Prof.

M.Phill. M. Farmasi Drs. Apt.Si. Poppy Anjelisa Z. Drs. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. M..Syafruddin. MS. Farmasi Kimia 37. 30.Apt.Si. Dra..Si. Kimia 34. Apt. Meliala..Si.Si..Apt.. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.. Apt.Masria L Tambunan.Si. Hasibuan.Saleha Salbi.. 23. M.Apt. Drs..Si Kimia 39. Farmasi Drs. Hayati Lubis. Apt.Si. Farmasi Drs.. Kimia 45.Si.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU .Ismail..Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.Anayanti Arianto.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . 25.Immanuel S.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Apt. Kimia 40.Nahitma Ginting. Kimia 41. Apt. Nama Dra.Lely Sari Lubis.Apt. S.Maralaut Batubara. Apt. Apt. Apt.Sudarmi. Aminah Dalimunthe. 28. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27.Si. SU. Farmasi Drs. 24. Apt.Apt. S. MS. M. Farmasi Drs.. 26..S. Farmasi Drs.Chairul Azhar D. Apt. Kimia 35. Apt.Agusmal Dalimunthe.. M.Masfria. Farmasi Drs.Apt.Si. Farmasi Drs. M. Farmasi Dra. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Apt.Si Kimia 42.Sc. M..Si. MS.Apt. Dra.. Kimia 36. Farmasi Kimia 44.Syahrial Yoenoes.. M.Fathur Rahman H.Apt.David Sinurat.Si. M.Si. M.Apt. Nurmadjuzita. Drs. Kimia 43. Farmasi Drs.. Dra. Farmasi Dra. S..Muchlisyam. Dra.Salbiah. 31. M. Marianne. M. Apt. M... Kimia 33. Kimia 38.

Zainuddin. MS. Kimia Klinis).Panal Sitorus. Farmasi Dra. 57.Siti Nurbaya. Drs. Farmasi Biologi 49. Farmasi Kimia 47.Suryadi Ahmad. MS. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. 58. 55. Drs.Tuty Roida Pardede.Erly Sitompul.Marline Nainggolan. Pendidikan Kewarganegaraan. MS..Apt.Apt. Apt. MS. Dra. Apt. Siti Aman.Misra Gafar.Apt. 54. 60.Si. Dra. Apt. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia.Rasmadin Muchtar. Dra.. Farmasi Dra.Si. Farmasi Dra. MS. Dra. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59. Patofisiologi. Apt. Apt. Drs. M.. M. M.Sc. MS. Ilmu Budaya Dasar. Farmasi Nama 53. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No.2.Apt..Ubaidillah M.Suwarti Aris.Apt. Apt. Farmasi Kimia 48..Si.Apt.Apt.. Hari Ronaldo Tanjung. Kimia 46. 62. Drs. 56.Saiful Bahri 61.Apt. MS Apt. Bahasa Indonesia.Rosidah. M. Drs. Biologi 52.Si. Dra..Si. M. S. Dra. M.. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama.Aswita Hafni Lubis. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra.. Awaluddin Saragih. Biologi 51.Si....Si. M. Apt.Apt.. 84 . Ilmu Sosial Dasar.Herawati Ginting. Biologi 50.

Sembiring Dr. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Nuraiza Meutia dr. Dedy Ardinata. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Prof. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr..3. dr.Th. M. MA. B. Adi Kusuman Aman. Dra. industri farmasi. dr.PK(K).M. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Sp. Drs. dr. Dra. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Eka Roina Megawati dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Rosmiani. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia.3. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. Ph.Kes. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Iman Sukiman. MA Drs. Sp.PK(K). Drs. Yudi Herlambang dr. 85 . MA. Zakiah. Maya Safira dr. Yetty Machrina dr. Azhar dr.. pimpinan apotek PT Kimia Farma. Hj. Milahayati Daulay Prof. Risnawati Sinulingga. Marjuni Rangkuti. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Tommy Tantawi.D. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.Pd. M. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan.

Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . dan ketua departemen B.1. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Pengurus Departemen Ketua departemen. Presidium Terdiri dari gubernur. sekretaris departemen departemen. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. dan anggota II.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris jenderal.

Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Mendapat mandat dari gubernur b. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. 3. surat keterangan. 4. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. D. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Menandatangani surat mandat. 4. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 .

Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c.

Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Departemen Seni & Olahraga a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. sportivitas. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. kekeluargaan. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g.

: Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. III. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. f. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. F. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Fadli : Yade Metri P.

ANITA KARLINA Kekaryaan .AGNES SITORUS .JUNI MARTOGI 91 .DINA ANDRIANI .SRI IRMAWATI .KARMILA .AGREFINA .AZMI ERVITA . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.MUSTATIAH Pembinaan Anggota .YUSTINA SAMOSIR .RETNO FARDHANI .ARISMA RINI Agama Islam .MIMI MAULIDINA .SRI KURNIASIH .LISA HELMITA . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.FITRIANA .NOVY HANDAYENNY . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .EVA SURIANTI .2.SRI WAHYUNI .JOHN NEW COMBI .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.DINANTY DINI .VERA NOVITAWATI .NANDA SARI .PEBRIANA MEGA SARI .NURSAIDAH .PARHAN Agama Kristen .FATIMAH SYAM .SUCI RAHMALIA .MUHARNI SAPUTRI .ELVRIDA SIALAGAN .HAFNIZAR W DAULAY .FADHILAH ANWAR .RIKHA ANDRISSHA PTKP .YULIA SARI .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .