P. 1
farmasi

farmasi

|Views: 131|Likes:
Dipublikasikan oleh Ardhy Awink

More info:

Published by: Ardhy Awink on Apr 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Sejarah
  • 1.1.1. Sejarah Universitas Sumatera Utara
  • 1.1.2. Sejarah FMIPA USU
  • 1.1.3. Sejarah Jurusan Farmasi
  • 1.1.4. Sejarah Fakultas Farmasi
  • 2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020
  • 2.2. Tujuan
  • 3.1. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1)
  • 3.1.1. Penjelasan Kurikulum
  • 3.1.2. Tabel Kurikulum
  • 3.1.3. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1)
  • 3.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas
  • 3.2.1. Dasar Pemikiran
  • 3.2.3. Sumber Mahasiswa
  • 3.2.4. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)
  • 3.2.5. Bahasa Pengantar
  • 3.2.6. Gelar
  • 3.2.7. Daya Tampung
  • 3.2.8. Jam Belajar
  • 3.2.9. Kurikulum dan Silabus
  • 4.1. Kompetensi Lulusan/Apoteker
  • 4.1.2. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit
  • 4.1.3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi
  • 4.1.4. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan
  • 4.2. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker
  • 5.1. Perkuliahan
  • 5.2. Laboratorium
  • 5.3. Perpustakaan
  • 5.4. Asrama
  • 5.5. Jurnal Ilimiah
  • 5.6. Pengakuan Badan Profesi Terkait
  • 5.7. Hubungan dengan Institusi Lain
  • 6.1. Dosen Tetap
  • 6.2. Dosen Tidak Tetap
  • 6.3. Penguji Luar
  • 7.1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi
  • 7.2. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA)

i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

Medan. tujuan program studi. sarana pendukung. kami mengucapkan tarima kasih.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. 30 Mei 2008 Editor. Syahrial Yoenoes. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. kurikulum.nat Effendy De Lux Putra. iii . Dr. Apt. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen.rer. atas limpahan dan ramat-Nya. SU. dan organisasi kemahasiswaan. Prof. Apt. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Drs.. visi & misi. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. SU. dosen. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini..

131283716 iv . Sumadio Hadisahputra. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Prof. NIP. Kepada editor Buku Panduan ini. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Medan. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Mei 2008 Dekan. Apt. Dr.

Pembantu Dekan I Prof. Sumadio Hadisahputra. rer. SU.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof.. v . nat. Dr. Apt. Apt. Dr. Effendy De Lux Putra.

M. M. Apt. Pembantu Dekan III Drs.. Apt. Surjanto.Pembantu Dekan II Dr.Si. vi .. Julia Reveny.Si.

...1................................................1....... Kurikulum................ Bidang Farmasetika .........2........2........ 38 3............1............. 2 1....................2................................................. 43 3............... 38 3..............1......1............................. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ...4................ 10 3.............. Bidang Biologi Farmasi .......vii Bab 1.......2... Daya Tampung ...................... 18 3.....2....3..........9.... dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 .. 37 3.2...... 7 2...2......8...................................2.....11....................... dan Tujuan Program Studi ......... Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas................ Jam Belajar ........... 52 3......... 7 2. Sejarah Universitas Sumatera Utara .. Sejarah Fakultas Farmasi........ Bahasa Pengantar . Visi...............1....... 38 3..................... 36 3......4..2.............1....3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ................7............. Bidang Farmakologi .....1......... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas .................. Sejarah FMIPA USU ................6.... Misi....... 1 1.........2................................................... 47 3..........................11........ Sumber Mahasiswa ................................... Penjelasan Kurikulum ........ 1 1....... Informasi Umum .............................. 38 3...................................................... Visi.............. 38 3....... 38 3......1.......2. 9 3... 36 3...........2......... 43 3........... 1 1.....11............ Sejarah ........2..........................5............... Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ........................................ 3 Bab 2...... Sejarah Jurusan Farmasi ....10............. 8 Bab 3........2........2..3.............1...........1............... 40 3.....DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ...................1.................... 55 vii ........................ Kurikulum dan Silabus ............. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ...................11... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) .4......1..... Tujuan .... 37 3.................................................2................ Tabel Kurikulum ................ Misi.....2.........1.... Gelar . Dasar Pemikiran ............ 9 3............2....11........................................ 9 3.......... iv Daftar Isi ....... 2 1..............................2...........2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas.........3.................................2..........iii Kata Sambutan Dekan ...............

..................................................................2... 85 Bab 7.....4..........................................1......... Jurnal Ilmiah ..2................ Pengakuan Badan Profesi Terkait ........................7.. 86 7.. Asrama ......... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi .................................. 81 6... 71 4................... 79 5.... Sarana Pendukung ................................. 64 4.4.................................. Bidang Kimia ... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ............................ 86 7....................................................1..1.....................1.......................................... Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ..3........1.... Dosen.................................................5.........1......2...1........ Perpustakaan .................................. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .............................. 91 viii ............3.............6...................................... 75 5....... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ............... 57 3........................................................ 79 5.. 64 4.. 75 5.................... 68 4..... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) ............................ Hubungan dengan Institusi Lain ...2.............. Dosen Tetap .......................... 59 Bab 4............ Organisasi Kemahasiswaan .....1.. 70 4........................... 72 Bab 5........... 79 Bab 6...........2....... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ....................2................. 66 4.......... Dosen Tidak Tetap ............3........... 79 5. Perkuliahan ..........11............................... 65 4..... Laboratorium ..... 84 6......... 81 6...... 78 5....3.......5........11....3......... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ................. Program Pendidikan Profesi Apoteker . Non-Bidang .............6................ Penguji Luar .........................1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ................ 75 5....................2.................

Fakultas Farmasi. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Fakultas Teknik. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Fakultas Sastra.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Hukum. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota.1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Fakultas Ekonomi.141 m2. Sejarah 1. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. 1. Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Fakultas Kedokteran Gigi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. dan Fakultas Pertanian (1956). dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Selain mengasuh program S-1. Fakultas Pertanian.1.1.

seorang 2 . Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor).. M. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU.. G.A.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Apt. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. A. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof.A. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Soekemi. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Barus.3. 1. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Soekarno. Fisika dan Kimia. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. Nazir Alwi.1. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No.2. 1. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. R.T. Dr. Barulah pada awal tahun 1965. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof.Sc. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.1. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. maka kepanitiaan terhenti. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September.

maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. 56/2003. Apt. Untuk itu.A(K).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Mudjitahid. atas masukan Rektor USU (Prof. sekaligus memimpin Jurusan Kimia.4. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi.. Sp. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat... tanggal 11 November 2003. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. MPS. DTM&H. Chairuddin P. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU.1. tanggal 11 November 2003. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. (Alm) dan Bapak Drs. 1. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Apt. Pada perkembangan selanjutnya. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Lubis. Seiring dengan itu pula. Apt. M. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. M. 56/2003. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 .. Pandapotan Nasution. Chairuddin Nasution.

dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. tanggal 17 Juni 2005. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. Pada hari Rabu. 2395/J05/TU/2001. Pada tanggal 4 Juli 2005. dan dibahas di Komisi Akademik. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Pada 8 April 2006. Untuk itu. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. yang diteruskan kepada Rektor USU. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 .Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. Pada tanggal 6 Maret 2006. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. tanggal 25 Januari 2006. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. tanggal 2 Mei 2006. Pada tanggal 31 Mei 2006. setelah menelaah proposal tersebut. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. 822/J05/SK/KP/2005. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. menyetujui perubahan ini. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. dan surat Rektor USU No. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. tanggal 8 Januari 2005. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

terhitung mulai hari Selasa. dekanat. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. M. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Apt. 5 .).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Untuk proses persiapan selanjutnya. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Sumadio Hadisahputra. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara. pada tanggal 27 Juli 2006. Pada tanggal 14 Desember 2006. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. tanggal 8 Agustus 2006. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara.Sc. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Untuk selanjutnya. Selanjutnya. Eddy Marlianto. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. Selanjutnya. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. Dr. rektor. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). pada tanggal 28 September 2006.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). kurikulum inti. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. mahasiswa wajib mengambil 6 SKS.69%) dan Kurikulum Institusional (49. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS). Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS).31%). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS.1. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. kisi-kisi materi kuliah. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.1.1. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). 9 . Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. dan praktikum. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS.

c. 3. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 05. b. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen.1. Tugas Akhir.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 10. 06. 11. 07. Kuliah.1. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. 02. Praktikum. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. 09. 04. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). 08. 01.2. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 03. Tabel 3. 12. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS).

08. 06. Protestan. 09. 05. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 04. 07. 11. 02. 10. 5. 05. 01. Budha. 11. Islam. 06. 04. 08. 01. Katolik. 09. 07. 12. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 02.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 3. 03. 10. 4. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 03. 2.

11. 07. 05. 04. 03. 07. 03. 05. 08. 02. 10. 01. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 04. 01.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 06. 09. 06. 09. 11. 08. 02. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 10.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 09. 05. 03. 08. 01. 07. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 08. 07. 03. 02. 06. 01. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 04. 06. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 02. 02. 04. 01.

FPC 433 08. FPC 415 06. FPC 312 02. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 451 08. FPC 342 NO. FPC 320 04. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 423 10. FPC 411 06. FPC 340 03. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 322 NO. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 413 05. FPC 421 09. 11. FPC 310 02. FPC 431 07.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 330 03. FPC 441 07.

4. 3. 12. 10. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 11. 8. 8. 11. 4. 7. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 3. 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 6. 2. 7. 10. 5. 9. 9. 5. 6. 1.

5. 10. 3. 10. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 2. 6. 4. 9. 5. KODE 1. 4. 9. 2. 4. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 .Islam. 4. 1. 2. 8.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO.Protestan.Katolik. 11. 11. 6. 3. 7.Budha. 8. 3. 7. 3. 2. 5. 1.

11. 6. 8. 10. 8. 2. CKC331 3. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 4. 3. 11. 7. 2. 5. 3. CKB347 2. 1. 2. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 4. 4. 9. 5. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 6. KODE 1. 9. 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. CKC 351 4. 3. 1. 7. 10.

Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. teori kinetik gas. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Bilangan Kuantum. 5. 9. Teori Resonansi.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. 8. FKB 113/2 SKS . Ikatan Kimia. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. kondensasi gas dan keadaan kritis. Pengantar Kimia Kuantum. 3. 3. Kinetika kimiai. Eletrokimia. 7. Spektroskopi-fluorometri. 6.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . hukum-hukum gas. 2. Larutan. Kesetimbangan kimia. Teori Asam-Basa.3. 18 . CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Teori Hibridisasi. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Orbital Elektron. Konfigurasi Elektron.1. 4. 2. Termodinamika. gas nyata. Larutan. 5. 4.

elektrolit. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Alkena dan Alkuna. FKB 141/3 SKS . 19 . Fisiologi Tumbuhan. Busines pharmacy.Pendidikan Kefarmasian. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Produk Galenika. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Mekanisme Reaksi Organik. Uji molekul hayati. FKB 121/2 SKS . Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Asam nukLeat dan protein. Retail farmasi. FKB 131/2 SKS . sistem limfatik dan imunitas. Alkohol.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Pharmaceutical researc. Profesi farmasi. Reaksi-reaksi kimia. Reaksi redoks. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Tiol. FKB 151/2 SKS . Sediaan Padat. Sediaan Semi Solida. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. sistem respiratori. Pengantar Stereokimia. Histologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS . Alkil Halida.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Mekaisme transpor di dalam tubuh. Organologi. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Sediaan Cair. FLB 111/1 SKS . Struktur dan fungsi. Resep. Pharmaceutical industry. Eter. sistem lokomotorius. sistem kardiovaskular. sistem pencernaan. Perlengkapan.Kimia Organik I Pengantar. istilah anatomi dan fisiologi. Service profesioanl.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi.. Hospital pharmacy. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. asam-basa. sistem endokrin. Saponifikasi asam lemak. Hasil kali kelarutan. Kesetimbangan kimia. Kinetika kimia. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. Alkana. sistem saraf dan pancaindra. Beberapa Konsep Dasar. Epoksida dan Sulfida. Profesi kesehatan lainnya.

Menulis laporan ilmiah. Menulis karangan ilmiah. Penetapan Koefisien distribusi. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. fungsi saraf kranial. bahasa yang efisien dan efektif. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. buah dan biji. triple respon. FLB 141/1 SKS . 20 .penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Macam-macam jaringan. bunga. buku ilmiah. Penetapan rotasi optik. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. daun. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. penentuan parameter darah.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. B. Potensiometri. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. tujuan menulis karya ilmiah.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Konduktometri. after image. pengukuran tekanan darah. Pencernaan di mulut. karangan ilmiah popular. disertasi. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. journal. refleks. rhizoma. Hasil kali kelarutan. Spektrofotmetri UV-Visible. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Distribusi reseptor. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. Akar. warna kulit. lambung dan pankreatik. batang. stoma. tesis. efek kolinergik dan adrenergik. Efek insulin pada ikan. Karangan ilmiah. Krakteristika urin.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. kontraksi otot jantung. Uji tonisitas larutan. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Belajar dari contoh. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. rambut. Coulometri UNI 107/2 SKS . Spektrofotmetri infra merah. Anatomi organ tumbuhan dikotil. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. penentuan volume dan kapasitas paru-paru.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . penalaran dalam bahasa Indonesia. FLB 113/1 SKS . Arti komunikasi. Penentuan siklus estrus dan proestrus. penentuan bunyi pernafasan. Bangun paragraph bahasa Indonesia. Fungsi otak. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya.Bahasa Indonesia Pendahuluan. Transpor melalui xylem & phloem. kontraksi isometrik. hiperemia. daya membedakan. Skripsi. kontraksi otot skelet.

Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. Disorder malignan sel-sel darah putih. reaksi kering. dan coping. Mekanisme kerja. Dasar-dasar kromatografi. b. Mekanisme patogenesis. Inhibitor biosintesis protein. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. Idenrifikasi unsur. Struktur dan fungsi virus. Resistensi (enzimatik. dan kematian sel. Amina Alifatis. Inhibitor biosintesis nukleotida. Senyawa Aromatis. Aromatis.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Peptida & Protein.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Lipida. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Tatanama tumbuhan. 21 . Asam Amino. koefisien fenol). pemisahan anion. Perubahan fungsi sistem imun. oksidasi-reduksi. Difrensiasi jaringan. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. Penentuan kekuatan (potensi.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Neoplasma. Membrane sebagai target. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. reaski basah. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. modifikasi target molekul. b. transporter). Karbohidrat. Polisiklis dan Heterosiklis. Filogeni. larutan ion lewat jenuh. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Morfologi luar tumbuhan. Produk mikrobilogi dalam farmasi. c. aging.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . FKC 140/3 SKS . FKB 120/2 SKS . d. Skema pemisahan kation. Analisis kualitatif ion anorganik. Injuri. Penggunaan. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Spesies (species). Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. FKB 112/2 SKS .Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. reaksi identifikasi kation/anion. endapan. e. Takson. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Pengendalian mikroba. Desinfektan dan antiseptik: a. FKB 122/2 SKS . Metode pemisahan. c. Proses infeksi. adaptasi. kelarutan.

Disorder pulmonal restriktif. Penyajian Data. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. d. Pengamatan stabilitas secara visual. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Komponen aerosol. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Pelarutan untuk sediaan farmasi. up ward & down ward creaming. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Praformulasi. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Shock. Disorder bladder. Propelan dan fungsinya. metode perubahan ukuran partikel. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Penyakit liver. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Prinsip kerja aerosol. Sifat-sifat fisik propelan. 22 . Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Evaluasi: homogenitas.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Pengujian Hipotesis. Regresi dan Korelasi. Disorder fungsi neurologis kronik. Gagal jantung dan disaritmia. Alterasi aliran darah. Gagal ginjal. Disorder gatstrointestinal. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Disorder intrarenal. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Keuntungan dan kerugian. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. breaking. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Alterasi fumgsi jantung. Pengujian: derajat semprot. Interval konfidensi. kebocoran wadah. pengujian tekanan.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi kontrol endokrin. pengamatan secara visual meliputi inversi. Penandaan pada kemasan. Definisi. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Sediaan farmasi bentuk larutan. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Pernyataan konsentrasi. Metode pengisian. Contoh formulasi larutan. Pengukuran pada Sampel. metode perubahan partikel. Sediaan aerosol farmasi. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. FKB 150/2 SKS . Disorder fungsi neurologis akut. Eksipien. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi.

Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Disiplin Ilmu dalam Islam. Akidah.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Tiga kemampuan dasar manusia. Pembuatan Infus. A. B. Agama Islam. Analisis gugus fungsi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Perangkat dasar Agama Islam. Praktikal Test.Agama Islam Manusia dan Agama. Isolasi asam sinamat dari gambir. Sediaan Potio Effervescent. Hubungan dengan Ilahi. Bobot dan Volume. UNI 102/2 SKS . berfikir fisolosofis. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pembuatan Salap. berbudi luhur. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. UNI 101/2 SKS . Sumber Ajaran Islam. Pembuatan Sediaan Guttae. Identifikasi anion. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Akhlak. berpandangan luas. Pikiran mencari kebenaran. reaksi nyala.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . FLB 112/1 SKS .Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Syariah. bersikap nasional dan dinamis. Pembuatan Sediaan Kapsul. Takwa. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. Pembuatan Suppositoria. UNI 10*/2 SKS . Linimenta. Pembuatan Sediaan Pil. Pemurnian. Kromatografi. Ibadah dan Muamalah. Identifikasi campuran. isolasi. Identifikasi kation. Pasta dan Oculenta. Pembuatan Sediaan Cream.

Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. UNI 104/2 SKS . Hakikat manusia. UNI 105/2 SKS . Kasih dan Pengharapan). Motivasi baik dan buruk. Iman Kristen. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Hari-hari suci agama Hindu. D. Arti keadilan. Pandita dan Pinandita. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Weda sebagai kitab suci. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. c.Agama Hindu Filsafat. Gereja. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Manusia dan tanggung jawab. Kerangka dasar ajaran Budha. E. Studi kasus pada masing-masing fakultas.Agama Buddha Manusia dan agama. Dan lain-lain. 24 . Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Kerasulan awam sebagai tugas umat. Alam semesta. Dhamma. manusia lain. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Manusia dan Pembangunan. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Meditasi. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. dan lingkungan. Tema-tema kapita selekta: a. Kapita selekta. UNI 103/2 SKS . b. diterima secara pribadi. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. c.Bab 3: Kurikulum Nya. Pengertian agama. b. Catur Marga Yoga. Sosiologi agama Hindu. C. Sila dan etika Hindu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama: a. Agama Krsiten. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Agama Budha Sumber ajaran Budha. b. Tempat suci.Agama Protestan Manusia: a. Yadnya. AIDS. ilmu pengetahuan dan agama. c. Narkoba. Sar darsana. d. Perjudian. sebagai hukum Hindu. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Keluarga Katolik. Sejarah agama Hindu.

sel galvanic. Iodatometri. kemurnian endapan. perhitungan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Asam-basa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . Sintesis beberapa bahan obat. Lemak. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. Iodo-iodimetri. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. bikromatometri. pengeringan dan pemijaran. Jenis-jenis titrasi redoks. Metabolisme nukleotida. garam. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Strategi Retrosintesis. Reduksioksidasi. Titrasi pengendapan. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. larutan dapar. indikator redoks. BromatoBromometri. FKB 211/2 SKS . Analisis gravimetri. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Spektrofotometri. Metabolisme xenobiotik. endapan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Rancangan Sintesis. Pencernaan. Metabolisme karbohidrat. Nukleotida dan asam nukleat. 25 . Asam amino dan protein. Akurasi dan presisi. Hormon. pemisahan endapan. kelarutan. Titrasi asam-basa. Pemahaman metode: Permanganometri. persamaan Nernst. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Glosarium Farmasi.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. FKB 213/2 SKS . absorbsi dan detoksifikasi. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Teori kesalahan dan pengolahan data. kompleks ligan. Metabolisme asam amino. hidrolisis. kekuatan ion. Bioenergika. electrode & potensial sel. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Metabolisme lemak. serimetri.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Titrasi reduksi-oksidasi. teknik eningkatkan presisi. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Enzim dan kinetika enzim.

Teknik isolasi mikroba.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. Identifikasi mikroba secara biokimia. Titarsi Iodatometri. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Standar. FKD 250/2 SKS . Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). FLB 211/1 SKS . Contoh pengolahan data menggunakan SPSS.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Stabilitas.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Fenomena Antar Permukaan. Suspensi.Farmasi Fisik Pendahuluan. Kompetensi Apoteker. Sifat Fisika Molekuler Obat. Pembinan Profesi. Titrasi argentometri-Mohr. FKC 231/2 SKS . Kelarutan. Titrasi Iodimetri. Rheologi. Etika. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Profesi Apoteker. Evaluasi Tablet. FKC 233/2 SKS . Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. FLB 221/1 SKS . Penggunaan mikroskop.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Emulsifikasi. Farmakologi sistem saraf pinggir. 26 . Difusi dan Disolusi. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Inkompatibilitas dn interaksi obat. FLB 251/1 SKS . Pewarnaan. Teknologi Pembuatan Tablet. Difusi. Sterilisasi. Kinetik. Viskositas dan Rheologi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Organisasi. Penggolongan tablet. Kecepatan disolusi. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Titrasi Iodometri. Titrasi asam lemah dengan basa kuat. Titrasi Argentometri-Volhard.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Fenomena Kelarutan dan Distribusi.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Titrasi kompleksometri-metode langsung. Sistem Dispersi.

sirup. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Anestetika lokal. Rute pemberian obat (Rute of administration drug).Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Sterilisasi Panas. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Efek obat pada kulit dan membran mukosa.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Farmakokinetika Nonlinear. Sediaan Mata. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Model Satu Kompartemen Terbuka. Kandungan kimia. tablet. FLC 240/2SKS . Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Pembawa. 27 . Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Syarat dan Evaluasi Injeksi.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Antagonis obat. Pengemasan. Pengolahan Sediaan. CPOB.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Toksisitas gas/asap. ekstrak dan minyak atsiri. Efek korosif obat pada kulit. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. FKC 230/2 SKS . Sterilisasi Radiasi. dan minyak atsiri. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. respon dan penentuan indek terapi. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Dokumentasi. hewan dan mineral. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Ekskresi Klirens. Model Dua Kompartemen Terbuka. antibiotika. Sterilisasi Penyaring Bakteri. FKC 242/3 SKS .Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Toksisitas anestetika lokal. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. Ikatan Protein Obat. Analisis unsure dan gugus fungsi.Farmakognosi Pengertian. Dosis obat. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. ekstrak. Kinetika Absorpsi Obat. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. FKC 220/2 SKS . FKC 240/2 SKS .

Metode granulasi basah. Protein (analisis asam amino. e. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. validasi prosedur analisis. Sintesis turunan asam barbiturat. Analisis gugus fungsi. FKE 351/2 SKS . 28 . FLC 212/1 SKS . Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. Kekerasan. Interpretasi data dan statistik. spektrofotometri infra merah. Keseragaman sediaan. Rancangan alat. Urin (identifikasi berat jenis. Evaluasi Tablet: a. Sintesis turunan sulfa. bilangan iod. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. interaksi obat-reseptor. ikatan hidrogen. industri farmasi. Darah (mengukur hemogelobin. absopsi. FKC 311/3 SKS . spektroskopi emisi dan serapan atom.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. Sintesis aspirin. FKC 315/2 SKS . Penentuan aktivitas enzim (amilase. Waktu hancur. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. glikolisis karbohidrat secara anaerob. b. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. e. b. kadar ureum dan glukosa urin). Disolusi. Metode cetak langsung. identifikasi lemak dan kolesterol). Sintesis antiseptik. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. kromatografi cair kinerja tinggi. SGPT dan SGOT). Kadar zat berkhasiat. d. Kerapuhan. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. c.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. FKC 313/2 SKS . Definisi dan ruang lingkup.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . kadar glukosa darah. FLC 230/1 SKS . distribusi dan eliminasi. enzim hidrogenase dan enzim katalase). industri obat tradisional.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. Sintesis parasetamol. Metode granulasi kering. Lemak (bilangan asam.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek.Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Sintesis sabun dan deterjen.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. stereokimia.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. kadar kolesterol darah). protein.

Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Fisikokimia asam amino dan protein. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. 29 . Sediaan Rias wajah.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. Sediaan Pengeriting Rambut. antibiotika. H. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Parfum FKC 321/2 SKS . senyawa alkaloid alam. Interesterifikasi. Pelembab Kulit. fenol.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Aspek kimia lipida.Kosmetologi Pendahuluan. FLC 331/1 SKS . Metode isolasi pati.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. O. Reaksi karbohidrat. Senyawa yang mengandung unsur C.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. antihistamin. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional.. Penetapan kadar. Salep Mata. tiourea. Fitofarmaka. N dan S yaitu sulfonamida. Sediaan Pewarna Rambut. Fungsi polisakarida dalam makanan. Pemberian nama lipida (Nomenclature). Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). FLC 311/2 SKS . karboksilat dan antibiotika. Fungsi protein.Obat Tradisional Pendahuluan. H dan O yaitu alkohol. Denaturasi protein. H. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Penetpan kadar. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. FKC 331/2 SKS . Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Sediaan shampoo. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. dan makroskopis. FLC 321/1 SKS . Cleansing Cream (Pembersih Wajah).

ilmu.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . FLC 310/1 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. II. Penapisan secara kimia. Psikofarmaka. FKC 350/2 SKS . Desain percobaan. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. Pemantauan resep dan pasien. seminar dan skripsi. Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Stimulan susunan saraf pusat. Pedoman klinis. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Proses penelitian. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Titrasi 30 . Skrining farmakologi. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). FKC 320/3 SKS . Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. pelarutan dan absorpsi obat. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Metode dan macam penelitian. Tatacara penulisan proposal.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Diuretika. FKC 340/2 SKS .Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Efek hipnotika dan sedativa. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Antipiretika. Antiinflamasi. Analgetika. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Obat-obat pencahar. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Metode ilmiah. meliputi tentang definisi penelitian. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. FKC 330/3 SKS .Metodologi Penelitian Pendahuluan.

KCKT. FPC 320 2 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. Penetapan kadar kasein. Titrasi Nitrimetri. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Kelarutan dan Aktivitas Biologi. FLC 314/1 SKS .Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Bilangan penyabunan. Desain Produk Obat.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. dan kromatografi gas. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. Spektrofotometri. Iodimetri. Analisis zat pewarna sintetik. Langkah-langkah Merancang Obat. Praktikal tes. Percobaan khusus. Bilangan asam. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan.Rancangan Obat Pendahuluan. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Bromatometri. FPC 330/2 SKS . FLC 312 1 SKS .Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Ilmu Polimer. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Biossay guided/ 31 . Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.. Derajat asam susu. FLC 320/1 SKS . Total asam tertitrasi.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Penentuan kadar vitamin C.Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis.

Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. dan data spektrum). Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Sistematika menjawab pertanyaan. Politik dan Strategi Nasional. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Perbaikan dan proses medikasi. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. FPC 340/2 SKS . khasiat. 32 . FPC 342/2 SKS . teknik isolasi. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Kerusakan bahan makanan. Pelaksanaan analisis ekonomi. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Kesalahan pengobatan. MS dan NMR. sumber lain). Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. UNI 106/2 SKS . Metode pengawetan makanan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. IR. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS .Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Konsep Wawasan Nusantara. Langkah menyimpulkan analisis. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Sumber-sumber informasi obat. Analisa\is spektrum UV/Vis. Manajemen informasi elektronik. Model analisis farmakoekonomik.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. Pengalengan makanan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Komite farmasi dan terapi. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. jurnal. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Makanan Fungsional. Keamanan pangan.Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi.

GEA. osteoartritis). penyakit sendi (gout. Jenis-jenis vaksin. teori pembentukan imunoglobulin. sirosis hati. limfoma maligna). tipe III dan tipe IV. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. Klasifikasi antigen. Makna biotransformasi. hiperlipidemia). metode pengukuran. Penimbunan zat asing. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Indikasi eksposisi yang berbahaya. penyakit hati (hepatitis. Tindakan umum pada keracunan. Komplemen. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Antigen. GNC. Inhibisi pada transferoksigen. FKC 443/2 SKS . sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Interaksi zat dalam toksikologi. Sistim Kekebalan Non Spesifik. sifat-sifat antigen. Kedudukan. hipertiroid. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. efek biologi atas aktivasi komplemen. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. penyakit hematologi (anemia. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. artritis rematoid. hepatoma). Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. Kerja teratogenik. nilai rujukan serta interpretasi hasil. pembagian dan fungsi imunoglobulin. aktivasi komplemen.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. tipe II. penyakit ginjal (GGA. penyakit tropik (demam tifoid. Kerja toksik. GGK. 33 . Defisiensi Sistim Kekebalan. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Cara penggolongan toksikologi. Pengertian komplemen. Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. Struktur dasar imuno globulin. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). leukemia. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . Fase farmakodinamik. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. penyakit alergi imunologi (SLE).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . Antibodi(Imunoglobulin). Serum dan Vaksin. DHF). Sistim Kekebalan Spesifik. reaksi hipersensitivitas tipe I.Penyakit atopi. Lanjutan fase farmakokinetik. Jenis-jenis serum.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. sindroma nefrotik). Imuno-patologi.

hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. bunga karang. Sistem POT Implant. ISOLASI BAHAN ALAM. Jenis-jenis rumput laut. Filum Rhodophyta. BIOSINTESIS. Biosintesis Steroid. Bteknologi Farmasi.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Gizi dan sistim imun. Pencemaran di Industri Farmasi. 34 .Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Metode isolasi agar. FPC 431/2 SKS . Biosintesis Alkaloid. Vitamin. jamur bahari. Stereokimia Dinamis. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Topik-topik Khusus. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. iklan: guna. Imunoassay. Antibiotik. Echidermata. Timun Laut. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. Pemasaran (pemasaran produk. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Pengemasan. Minyak atsiri. serta aplikasinya dalam oseanologi. FPC 451/2 SKS .Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Minyak atisiri. Penyusunan Formula. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. konsep pemasaran.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan.Farmakognosi Lanjutan A. Kerusakan Produk. alginat dari rumput laut. Jenis fitoplangton. Glikosida. Preformulasi. FPC 433/2 SKS .. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Radikal bebas.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Lakton. cara dan etikanya). FPC 411/2 SKS . Farakologi Farmasi.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. In Proses Control. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). cumi-cumi). B. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Sistem POT Parenteral. Heterosiklik. Mekanisme analisa pelepasan obat. FPC 321/2 SKS . Prinsip-prinsip POT. alginat. Isolasi karagenan. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Biologi Farmasi. Toksin dari ikan Pupper fish. FPC 423/2 SKS . Cephalopoda (gurita.

Hipertensi. Syarat sediaan radiofarmasi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Studi kasus. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Kerdioaktipan alam dan buatan. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Toksikologi rumah sakit.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Penyakit Parkinson. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Pemeriksaan narkoba. Gout dan hiperurisemia.Kimia Forensik Pendahuluan. teknik penyediaan. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Peluruhan radioaktip. Cara-cara analisis yang digunakan.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Penyimpanan radiofarmasi. FLC 452/5 SKS . FPC 415/2 SKS . TBC. Anak-anak. Masa kehamilan dan menyusui. untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Toksikologi forensik.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Obstruksi kronik saluran nafas. Terapi parenteral.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Pengobtan berbasis bukti. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. FPC 441/2 SKS . 35 . Lanjut usia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . FPC 413/2 SKS . Terapi antibiotika. FKC 450/1 SKS . Penggunaan radioisotop untuk penelitian.

Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu.2. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Sehubungan dengan itu. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. termasuk Fakultas Farmasi USU. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan.Bab 3: Kurikulum 3. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.2. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Terlepas dari hal tersebut. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. dengan tetap 36 . Tentu saja.1. tepat.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Jakarta. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini.2. 4. Di samping itu. di samping program yang ada sekarang. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1. Seperti yang diuraikan di atas. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Yogyakarta. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 2. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. 3.3. 3. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional.2. Artinya. Bandung. 3. 37 . selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Banda Aceh. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Surabaya.2.

00 WIB. 40. 3. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun). 3. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang.2. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.5. 3. 3.6. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.00-11. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.Farm. sore hari mulai pukul 14.2. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas. 3.000.00 WIB.00-17..Farm.8. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Di samping itu.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.2. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp. sudah termasuk uang praktikum.2. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.00-13.). dapat melanjutkan ke Program 38 .2.000.7.). Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.2.4.9.Bab 3: Kurikulum 3.30 WIB.

Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. aman. Kurikulum Inti. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dengan lama pendidikan selama 2 semester. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS.). dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. 39 . dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. efektif.

01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.10.Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 . 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.2.

Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.

Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan. Radio Farmasi (CPC 411) 3. Imunologi (CPC 346) 3.

farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. serta pengawasan inventori.11. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. usaha pendispensan aseptik. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. studi literatur. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.11. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan.2. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi.2. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. farmasi pesien rawat inap. jaminan mutu pekerjaan farmasi. anggaran pendapatan dan belanja. dan staf. motivasi. keperluan farmasi pediatrik. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. radiofarmasi. modal.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . studi kasus dan diskusi. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3.

Visi dan Misi. c. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. pelabelan dan penjelasan auksilari. serta pengenalan praktek terapeutik. Struktur Organisasi. Standar Pelayanan. b. c. b. kaunseling dan komplians drug. c. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Standar Pendidikan. ulasan projek. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. b. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Organisasi Profesi: a. d. Standar Kompetensi. Etika: a. c. pemantauan terapi obat. Standar: a. Area kompetensi. Tujuan. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. Pembinaan Profesi: a. termasuk konsep kontrol farmaseutik. Karakteristik Profesi. Standar Profesi. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. Peran. Profesional. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Kode Etik. pemantauan terapi pada penyakit pasien. penyampaian informasi obat. pendekatan telaah preskripsi. Profesi. Dalam mata kulah ini. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. perombakan pengobatan. pengobatan pasien. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. b. b. proses penggunaan dan dispensing obat. Profesionalisme. 44 . Etika Umum.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. b. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Sistem Legeslasi. membuat strategi dan desain terapi. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Sumpah/Janji.

Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. PP No. PP No.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. sistem gastrousus.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.23/1992 tentang Kesehatan. Kepmenkes No.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.. Kepmenkes No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. polifarmasi dan penggunaan obat. kardiovaskular.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Permenkes No. Permenkes No. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No.1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Perda Kota Medan No.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.25/1980 tentang Perubahan atas PP No.5/1997. dan sistem urinari. Undang-undang No.20/1962. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan.922/. Kepmenkes No. tentang Psikotropika.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. Permenkes No.26/1965 tentang Apotik. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. PP No.22/1997.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. sistem otot dan tulang. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. Undang-undang No. Permenkes No. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. tentang Narkotika.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No. PP No. Kepmenkes No.

studi literatur. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. dan diskusi. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. meliputi: Teori dasar manajemen. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. manajemen pelayanan dan informasi obat. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. fungsi-fungsi manajemen. SDM. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. inventori. manajemen apotik. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. keuangan. 46 . studi kasus dan diskusi. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. bidang-bidang kesehatan fisik. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. pengendalian operasi apotik.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). jelas. studi kasus. dan komprehensif mengenai masalah. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. pengadaan. studi kelayakan apotik. Pembelajaran ini meliputi ceramah. studi literatur. pemasaran. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. organisasi apotik. struktur sosial dan modernisasi. Konsep dasar. penjualan dan distribusi. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting.

serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. peritonitis. transportasi aktif melewati membran plasma. tuberkulosis. proses diagnosis. eklamsia. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. gangguan mental. cara pemberian dan pemantauan obat. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. Penularan penyakit saluran pernafasan. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. distribusi. terapeutik. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi.11. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. dan penularan penyakit melalui kontak seksual.2. metabolisme. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. penyakit ginjal. dan eksresi) obat. endokrinologi dan metabolik. paru. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . ikatan molekul obat dengan reseptor. infertilitas dan kontraseptif. tanda-tanda dan simptom. gastroenterologi dan hematologi. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. neurologi. HIV.2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. jaringan penghubung (jaringan konektif). teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. shock. jantung dan vaskular. mengatur volume sel. termasuk teori aksi obat. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. homeostatis. malaria. endokarditis. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. interaksi obat. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia.

ginjal dan darah. Struktur. kolinergik dan somatik. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. siklosporin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). Konsep. vankomisin. GINJAL. kloramfenikol. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. Karakteristik farmakokinetik klinis. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. digoksin. definisi. hipotensi. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. ganglion. struktur dan fungsi neuron. salisilat. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. metabolisme. 48 . efek samping. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. termasuk rasional pengunaannya. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. feokromositoma dan asma). Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. proses dan mekanisme potensial membran. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. sinaps.

FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. studi literatur (belajar mandiri). depresi. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. dan rasional penggunaannya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. pengelolaan farmasi. mekanisme kerja. manifestasi klinis. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. patifisiologi. studi kasus dan diskusi. Etiologi. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. mania. efek samping. gagal jantung kongestif. 49 . Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. mekanisme kerja. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. angina pektoris. juga akan dibahas.

kimia dan mekanisme kerjanya. penanganan kemoterapi. etiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. antimetabolit. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. farmakokinetik. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. Penyakit seperti peptik ulser. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. interaksi zat 50 . beberapa perspektif farmakoepidemiologi. antitumor. antibiotika. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Aspek farmakologi. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kerja toksik. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. pengobatan dan kesehatan masyarakat.

Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. GEA. nilai rujukan serta interpretasi hasil. mekanisme interaksi. absospsi. sindroma nefrotik). limfoma maligna). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. Interaksi obat pada ginjal. osteoartritis). GGK. disintegrasi. penyakit hati (hepatitis. sirosis hati. leukemia. eliminasi obat. obat reaksi laboratorium). artritis rematoid. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. mengurangi interaksi obat yang merugikan. perubahan pH urin. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. penyakit hematologi (anemia. Arti penting interaksi secara klinik. Perspektif interaksi obat: definisi. penyakit ginjal (GGA. penyakit sendi (gout. hepatoma). sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. DHF). INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. interaksi obat dengan diuretika. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. penyakit tropik (demam tifoid. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). interaksi tidak langsung. hipertiroid.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. drug displacement. signifikansi klinik. 51 . distribusi. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. ekskresi obat dalam renal. GNC. jenis dan mekanisme interaksi obat. obatmakanan. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. pasien beresiko. interaksi obat dengan herba/food suplement. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. penyakit alergi imunologi (SLE). serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. perubahan mekanisme transport obat. hiperlipidemia). metode pengukuran. perubahan aliran darah renal. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus.

Sediaan koloid dan emulsi. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). linimen. penentuan. pasta. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. pengemasan. enema. kabinet aliran laminar. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. sifat fisikokimia. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. cara pengujian. stabilitas. obat tetes telinga dan hidung.Bab 3: Kurikulum 3. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep.2. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik.11. Sutur dan ligatur: bahan. konsep keterlarutan. poultis. obat kumur dan cuci mulut. prinsip pengawetan. uji USP. cara sterilisasi.3. Prinsip sterilisasi. Uji sterilitas: pengambilan sampel. Formulasi dan perencanaan dosis obat. mekanik kuantum. kolodion. draught. sumber kontaminasi. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. jenis. singkatan latin. cara menghitung mikroba. Uji pirogen: efek fisiologi. antibakteria. linktus. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. Teori-teori atom. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. formulasi. kapsul gelatin keras. Sediaan obat mata: bentuk dosis. efek obat. enterik. cara penyediaan. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. cara uji kebocoran. pemilihan pengawet. lunak. rancangan ruang aseptik. medium kultur. mekanik molekul. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. penyerapan melalui rektum. cara penyediaan semi-padat. Sediaan supositoria: dasar supositoria. obat tetes pediatrik. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). bentuk dosis. Eferfescent. cara sterilisasi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. stabilitas. pengemasan dan pelabelan. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. kimia dan terapeutik. jeli. formulasi. nilai sesaran. terbungkus. kriteria steril. proses 52 . pemeriksaan. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. pelepasan dan penyerapan obat. antivirus. fungsi pengawet.

Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. c. pelarutan (disolution). keseimbangan fasa. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. b. pelarutan dan absorpsi obat: a. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Fenomena antar permukaan. Faktor fisio-patologi. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. Pembuluh darah yang melewati rektum. b. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Komponen dan karakteristik cairan rektum. b. sudut kontak. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. f. Teori umum pelepasan (liberation).Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. monolapisan terlarutkan. jenis larutan. e. Macam-macam konsep membran biologis. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. energi bebas. b. c. isoterma pelekatan molekul. larutan isotonik. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. ionisasi. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. Di dalam topik reologi. ciri-ciri koligatif. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. penyebaran. d. b. monolapisan tak larut. tekanan permukaan. hukum-hukum gas. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. penekanan kepada sifat reologi. Anatomi dan fisiologi rektum. Faktor formulasi dan teknologi. difusi. dan difusi/absorpsi (absorption). f. emulsi. kompleksitasi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. e. d. c. Anatomi dan 53 . penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. pembahasan dan zat aktif permukaan. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. Macam-macam mekanisme absorpsi. larutan buffer. Gerakan rektum dan waktu transit. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. tegangan permukaan. dampak zat larutan. gambar fasa dan koefisien pembagi. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. sistem suspensi. yang disingkat LDA. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi.

pencuci mulut. Pembuluh darah yang melewati mata. e. c. b. Struktur dan fisiologi kulit. Metode uji ketersediaan hayati. adhesif gigi palsu. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. bahan pengkeriting. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. pemrosesan resep secara profesional. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. f. praktek 54 . aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. pelindung matahari. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. pewarna dan hair spray. Jaminan mutu: bahan mentah. praktek laboratorium yang baik. b. b. d. d. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. c. b. cara compounding obat yang baik. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. Pembuluh darah yang melewati kulit. c. bahan pembungkus. Kosmetik pewarna: muka. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. d. sediaan akhir. Sediaan bayi. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. pelurus. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. c. Struktur dan fisiologi rambut. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. resep dokter. pembersih. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. kuku. Anatomi dan fisiologi mata. pembersih gigi. penggelap kulit. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. Sumber bau badan. bibir. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. mata. compounding obat non-steril dan steril. e. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. serbuk gigi. Disain percobaan. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. jenis dan klasifikasi minyak wangi. Sediaan perawatan kulit: pencuci. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. b. d. e. c. Sediaan gigi: pasta gigi. penjaga. konditioner. Sediaan perawatan rambut: shampo. perhitungan dalam compounding.

Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. Sistem penyampaian transdermal. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. depot tipe adsobsi. tipe matriks. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. keuntungan dan kerugian. antelmintik. depot tipe esterifikasi.11. Indikasi terapeutik. depot tipe enkapasulasi. Sistem penyampaian secara implantasi. metode untuk meningkatkan permiasi. dan evaluasi secra in vivo. 3. model hewan yang digunakan untuk penelitian. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. tipe sandwich. matriks. pestisida. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. membran permiasi. perlindungan terhadap lingkungan. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. keuntungan dan kerugiannya.2. absorbsi perkutaneus. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi.4. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. disolusi reservoadran kimia. kultur sel hewan. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. 55 . koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. keuntungan dan kerugian. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran.

BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. klasifikasi dan kepentingan klinik. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . Uji klinik. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. farmakokinetika. b. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. pemanenan. Regulatori dan kebijakan herba.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. karakteristik. herbarium. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. pemalsuan. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. struktur pergerakan. Prokaryote versus eukaryote. ekstraksi. pengawasan mutu. arboretum. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. pengeringan. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. pewarnaan. golgi bodies. penanaman.patogen juga diperkenalkan. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. Structure and function of organelles: mitochondria. sumber. c. microfilament. endoplasmic reticulum. Cellular specialization. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. formulasi. Mitochondria and the 56 . genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. bioteknologi kultur. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. Energy. chloroplast. Prinsip-prinsip penyakit. farmakodinamika herba. taksonomi dan tatanama tumbuhan. ribosomes. farmaseutik. pemiawaian. enzyme. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. struktur sel asing. penyimpanan. kultur. isolasi. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. and metabolism: a. lysosome. struktur pelekatan dan juga endospora. nucleus. microtubules.

DNA: structure. Conservation of genetic codes. dan polimersasi melibatkan radikal. Transport of material across membrane. R dan S. d. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. e.O.2. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. Cell culture. d. L. b.5. c. The clonal selection theory. Cell replication: mitosis. dan tatanama senyawa organik yang penting. The gene and synthesis of protein: a. c. and aging. Summary of membrane functions. f. reaksi pembuangan E1 dan E2. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. isomer geometrik. CHON. Cell growth and replication: a. laktam. replication. dan oksigen. e. UV. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. ribosomal RNA. Amino acids. analisis kation cepat. c. cell junctions. SNi. c. Reaksi esterifikasi asetilisasi.H. treo. Somatic cell genetics. b. identifikasi senyawa yang mengandung C. nitrogen. Membrane composition.11. Mutation. dan konfigurasi sistem cis. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Cell fusion. Microbial genetic: a. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. Lipid bi layer. Cell growth. d. eritro. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. c. The relationship between genes and protein. cancer. structure and functional proteins. Ikatan sigma dan pi. Antibody structure and function. pembentukan lakton. orbital molekul. reaksi penggaraman. SN1. b. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Chromosome and plasmid. transfer RNA. b. amida dan terunannya. and DNA repair. hidrolisis. Antibody diversity. sulfonamida. RNA: general structur. messenger RNA.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. Meiosis. d. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. trans. Radikal. 57 . b. Membrane structure and function: a. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. E dan Z. Pengenalan stereokimia. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. T and B lymphocytes 3. DNA recombination. reaksinya. The immune system: a.

b. Vegetable butter. Refining. Lipolisis. Auto oksidasi. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Kimiawi penggorengan. b. Hidrolisis. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Klasifikasi lipida: a. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. b. Lemak susu. Asam laurat. renaturasi. DNA. Oleat dan asam linoleat. AAS. Interesterifikasi. b. Lemak hewan. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Komponen fungsional dari 58 . pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. Aspek kimia lipida: a. Tatanama enzim. Marine oil. b. b. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Hemiselulosa. Selulosa. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. kinetik enzim dan penghambatan enzim. b. pH meter. spektrofotometer. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Pektin. b. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. nukleosida. asam nukleid dan vitamin. HPLC. c. bentuk organisasi laboratorium. Sifat pengemulsi. c. Glikosakarida. d. Hidrofilisitas. Energi denaturasi. e. Sifat umum asam amino. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. Fosfolipida. Pemanis. denaturasi. f. Pengaruh fisika. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. d. Fungsi protein: a. Sifat pembusukan. c. Denaturasi protein: a. GC. c. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Asam lemak. asam amino. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. d. FT-IR. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Asil gliserol. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. RNA. b. nukleotida. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. c. c. Monosakarida. protein. Hubungan fungsi struktur polisakarida. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. b.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). Oligosakarida. Sifat umum protein. c. penghibridan. lipid. e. Reaksi karbohidrat: a. Polisakarida. Hidrogenasi. Basa purina dan pirimidina. Reaksi pencoklatan. Amilum. Pengaruh kimia. b.

makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. serat pangan. pola makan dan proses penuaan. Peluruhan radioaktip. Diet dan arterisklerosis. limonoida. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. 59 . klasifikasi obat dan penyakit. sulfida. penemuan. prebiotik danprebiotik. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. karotenoida. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Tatanama obat. flavonoida. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Kerdioaktipan alam dan buatan. pembuatan dan formulasi obat. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. NMR.11. kromatografi gas.2. fitosterol. kromatografi cair kinerja tinggi. komponen fungsional dari makanan hewani. farmakokinetika dan farmakodinamika. Syarat sediaan radiofarmasi. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. Cara-cara analisis yang digunakan. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. mineral. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). AAS. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Pendahuluan: Arti komunikasi. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Pengukuran dan ekspresi efek obat. fitosterol di dalam margarin. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. dll. susunan makanan nasional.6. asal usul dan dasar pencarian obat.teknikpenyediaan. Penyimpanan radiofarmasi 3.

Syariah. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. B. journal.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Tiga kemampuan dasar manusia. Perangkat dasar Agama Islam. Pikiran mencari kebenaran.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Hubungan dengan Ilahi. Karangan ilmiah: Skripsi. tesis. Sumber Ajaran Islam. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah.Agama Islam Manusia dan Agama. UNI 10*/2 SKS . berbudi luhur. Disiplin Ilmu dalam Islam. Ibadah dan Muamalah. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Motivasi baik dan buruk. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. A. Akidah. Takwa. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Agama 60 . karangan ilmiah popular. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Menulis laporan ilmiah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. disertasi. Menulis karangan ilmiah. berfikir fisolosofis. penalaran dalam bahasa Indonesia. Akhlak. berpandangan luas. bahasa yang efisien dan efektif. tujuan menulis karya ilmiah. Arti keadilan. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Keluarga Katolik. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). UNI 102/2 SKS . UNI 101/2 SKS . diterima secara pribadi. bersikap nasional dan dinamis. Belajar dari contoh. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Agama Islam. buku ilmiah.

Dhamma. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Sila dan etika Hindu. Agama Krsiten. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. b. Tema-tema kapita selekta: a. Perjudian. Iman Kristen. Kasih dan Pengharapan). Manusia dan Pembangunan. Weda sebagai kitab suci. Pandita dan Pinandita. UNI 103 . Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . C. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Catur Marga Yoga. Sar darsana. Kapita selekta.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Sumber ajaran Budha. Yadnya. Hakikat manusia. Agama: a. Pengertian agama. Manusia dan keutuhan ciptaan. Glosarium Farmasi. b. UNI 105 . Meditasi. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Sosiologi agama Hindu. Gereja. UNI 104 . b. Dan lain-lain. c. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. sebagai hukum Hindu. E. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. c. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Agama Budha. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Sejarah agama Hindu. Buddhis dan ilmu pengetahuan. AIDS. Tempat suci. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Alam semesta. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Narkoba. ilmu pengetahuan dan agama. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. d. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. manusia lain. dan lingkungan.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Kerangka dasar ajaran Budha. c. Kerasulan awam sebagai tugas umat. UNI 108 . Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Manusia dan tanggung jawab. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Hari-hari suci agama Hindu. D.

a. b. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara.si Indonesia. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. f. Demokra. d. Pendidikan pendahuluan bela negara. serta prinsip dasar statistik. Hak Azasi Manusia. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. c. negara. 62 . termasuk hak dan kewajiban bela negara. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. UUD 1945. Implementasi Wawasan Nusantara. d. g. Politik dan Strategi Nasional. a. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Konsep Wawasan Nusantara. HAM dalam bela negara. b. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. c. b. Wawasan nuantara. b. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. a. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional.Bab 3: Kurikulum farmasetika. Pengaruh HAM. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. a. c.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. c. b. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. e. Ketahahan Nasional. Pengantar: a. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. Pemahaman tentang bangsa. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. hak dan kewajiban warganegara. Hak dan kewajiban warganegara. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Politik dan stra tegis nasional. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan.

g. dalam bidang Kimia Farmasi. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. demam berdarah. c. SAR. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. Health food: VCO. rumah sakit. farmasi komunitas atau industri. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. back to nature. dan Farmakologi. f. misalnya: a. Teknologi nano dalam farmasetika.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. e. flu Burung. Farmasetika. d. buah merah. Biologi Farmasi. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. 63 . Teknik/metode: analisa yang baru. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. farmakologi. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. Herbal medicine: the hijau. fisiologi. minyak omega-6. b. ataupun hal baru dalam bidang farmasi.

Farm. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa.). untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). yaitu: 1. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. dan kerja praktek profesi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. 4. silabus mata kuliah. 64 .1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetensi di Industri 4. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif).

Peraturan perundangan tentang obat . Informasi fungsi pelayanan konsultasi. 02. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi.Satabilitas Obat . Farmakokinetik. aman. Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. Kurikulum Inti.Formulasi Sediaan Obat . dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO.1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi .Cara/teknik pencampuran obat . .Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . 01. Stabilitas Obat dll. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. 03. kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . dan Edukasi. informasi. . Biofarmasi. Kompetensi di Industri 4. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. dan efektif.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Toksikologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.1.

Ilmu-ilmu kefarmasian .Ilmu-ilmu komunikasi .Ilmu komunikasi dan Psikologi .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan . . seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Peraturan perundangundangan NO. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.Farmako-ekonomi 4.2. .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Manajemen keuangan .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan .Ilmu-ilmu kefarmasian .Kemampuan berbahasa dengan baik .1.Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Partisipasi Promosi Kesehatan 07. Partisipasi Monitoring Obat 06. Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.Psikologi .Stabilitas obat penyimpanan obat dan . FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . 01. Pencatatan dan Pelaporan 05.Manajemen kepegawaian .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .

dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik . 09. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan. pemilihan obat yang tepat. Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelayanan KIE (konsultasi. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. 04. Peranan dalam penelitian 08.Patofisiologi .Ilmu-ilmu kefarmasian .Manajemen logistik .Farmakoterapi . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. pemantauan efek obat. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. 10. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit.Farmakokinetik Klinis .Farmako-ekonomi .Sistem Informasi .Ilmu-ilmu Kefarmasian .Metodologi Penelitian .Psikologi .Toksikologi Klinik .Ilmu komunikasi . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Biofarmasi .Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 .Ilmu Komunikasi .Psikologi NO. 05. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . 06. antara lain: uji klinis.Manajemen informasi . Pusat Informasi Obat .Farmakoterapi .Ilmu Komunikasi . pemberian dan penyediaan obat.Statistik 07.

1.Farmasi Fisika .Formulasi Teknologi Farmasi .3. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya. 01. metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal. pilot plan. metode analisis.Kimia Medisinal . Fisikokimia.Kemampuan komunikasi .Farmakologi dan Toksikologi .Biofarmasi . FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. Mikrobiologi.Unit proses 68 . Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Bioteknologi . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. 05. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02.Farmakologi/ Toksikologi . Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4.Perundang-undangan .Farmakokinetik . khususnya melalui internet .Farmakognosi/Fitokimia . obat jadi. Fisika. dan kemasan. 04. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi .Farmasi Fisika . Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat.

farmasis.Farmasi Fisika .Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi. .Pengetahuan tentang validasi .Toksikologi obat baru. Fisika.Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Teknologi Farmasi . dll).Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk. yang baik (good laboratory Fisikokimia.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk .Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Statistik Promosi dan penyam. . (dokter. Biofarmasi.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Biologi). Farmasi . 6 7 8 9 10 11 12 69 . Teknologi Farmasi.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Biologi) menjamin mutu produk yang . Ilmu Komunikasi .Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi. sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi . logi. Fisika.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. Farmakokinetik.Pengetahuan tentang bahan pengemas .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . proses yang sudah ada. kefarmasian .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO.Mampu melaksanakan .Farmakokinetik . Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan .

Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. Toksikologi. KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. 03. 70 . Termasuk pengumpulan distribusi. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. 01. dll. dan bitkan suatu peraturan).Bahasa Inggris . persyaratan obat.Manajemen . dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional).1. distribusi. Esensial Nasional.Berbagai pengetahuan kefarmasian .4.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. Farmakokinetik. . dll. distribusi obat untuk .Manajemen barang/ material . Biofarmasi.Peraturan perudangundangan NO.Stabilitas produk .Metodologi Penelitian 4. Stabilitas obat. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. pengadaan.Statistik . Bioteknologi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . persyaratan obat. Teknologi Farmasi. .

kerja praktek. 04. 06. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. 03. 01. 10.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. distribusi. dll. import. 06. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. pendidikan berkelanjutan. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 08.2. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . seperti dengan WHO. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 05. 07. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 09. 02. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. dan penjualan. 07. 05. dll). izin praktek. 4.

perhitungan dalam compounding. Sistem Darah: Anemia. Osteoporosis. Schizoprenia. CHF (Congestive Heart Failure). Hiperlipidemia. 01. cara compounding obat yang baik. Breast cancer. 04. resep dokter. Pirai. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. 03. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. gangguan hepar. Neoplastik: Leukimia. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. TBC. Konstipasi.3. Alergi pada kulit. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Sistem Pernapasan: Asma. Sistem Syaraf: Epilepsi. Infeksi: Virus hepatitis.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. hemodialisa. compounding obat non-steril 72 . 02. 05. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. Diare. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. gangguan hati. gangguan ginjal. kehamilan dan menyusui. gangguan saluran cerna. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Bakteri ISPA. Gagal ginjal kronik. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Studi kasus untuk obat-obat khusus. 06. Lanjut usia (geriatri). Thrombocitopenia. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II.

peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. SDM. desintegrasi. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Penyusunan formularium. manajemen pelayanan dan informasi obat. obat-makanan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. fungsi dan tujuan konseling. pasien beresiko. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). assessment. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. dan strategi pengembangan. manajemen apotik. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. pemasaran. jenis dan mekanisme interaksi obat. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. arti penting interaksi secara klinik. objective. Konseling: pengertian. analisis keuangan. plan) atau PAM (problem. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. organisasi apotik. keuangan. fungsi dan tujuan komunikasi. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. penjualan dan distribusi. komunikasi efektif. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. Sistem Informasi Obat. studi kelayakan apotik. Etika komunikasi. fungsi-fungsi manajemen. pengadaan. pengendalian operasi apotik. inventori. OWA. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. assessment. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. EBM (Evidence Based Medicine). dan studi kasus compounding dan dispensing. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. pemrosesan resep secara profesional. Studi kasus pelayanan kefarmasian. Pemahaman tentang rekam medik. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. obat-reaksi laboratorium). ASMETHOD. 73 . jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi.

penelitian dan pengembangan. 74 . Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). signifikansi klinis. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. pengaruh adsorpsi. Distribusi obat dan alat kesehatan. dan manajemen perapotekan. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). flora. laboratorium. perubahan aliran darah renal. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). Tugas khusus. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. sterilisasi. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. pengadaan bahan baku dan pengemas. produksi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. pergudangan obat jadi. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. pengawasan mutu. Pelayanan resep dokter. Produksi obat jadi. eliminasi obat. perubahan mekanisme transpor obat. perubahan pH urin. Interaksi obat dengan diuretika. drug displacement. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). apotik. dan motilitas terhadap obat. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. Interaksi obat dengan herba/food supplement. PPC (Production Planning Control). sindrom serotonin. interaksi tidak langsung. Tugas khusus (Studi kasus). signifikansi klinis. distribusi. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. mekanisme interaksi.

Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. Kimia Farmasi Kualitatif 3. LCD projector. Mikrobiologi Farmasi Steril 2.2. Farmasi Fisik 3. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium. Kimia Organik 1.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. white board. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Biokimia 1. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. laptop dan sound system.1. yaitu: NO.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Kimia Farmasi Kuantitatif 1.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Pengakuan Badan Profesi Terkait . 5. Yakarta 10. Bandung 7. Kimia Farma Apotek. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. PT Indofarma Tbk.4. yaitu: 1. Yakarta 12.7. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. PT Aventis Pharma Industry. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3.6. Perum BIOFARMA.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054.5.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Di samping itu. 5. Bandung 79 . Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Bandung 11. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. Medan 6. Yakarta 14. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Bandung 13. Industri Farmasi PT Kimia Farma. PT Kimia Farma Apotek. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini.

28. Medan Rumah Sakit Umum dr. 22. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 19.Bab 5: Sarana Pendukung 15. 25. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. Yakarta PT Bayer Indonesia. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 17. 20. Pirngadi. Hospital UKM. 18. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Padalarang. 26. 21. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. Di samping itu. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. 29. 23. PT Combiphar Farma. 27. Yakarta PT Ethica Indonesia. 80 . 16. Jabatan Perkhidmatan Awam. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Hospital Besar Pulau Penang. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. 24.

M. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor.. Tabel 6. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. Siti Morin Sinaga.rer. Apt Ph. 5. Dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. Tahun di 1990. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang.nat.Sc. Dr.App. 2. 6. Prof. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. Effendy De Lux. Ph. Tokushima Univ. Dr. Dr.1. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Sumadio Hadisahputra. Apt. Malaysia 1994. Prof. Jansen Silalahi. b.1. Apt. Prof.bb Prof. Malaysia 1991. 6. Prof. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU.D. UTM-Johor. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). PPSF-USM. Urip Harahap. Hakim Bangun. dan Tahun Pengukuhan No 1. Apt. 3. Malaysia 1990. Nama Prof. SU. UNSW. Apt.. Australia 2002.. 4. Dr.Putra. Wniv.D. PPSF-USM. M. Apt. Dr. Japan 1991.Sc.

M.Apt.Nazliniwaty.Malaysia USU .Sc 16.Si. 8..Si. M.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ.Sc. Drs. 18. 15. Nama Prof. Julia Reveny.Apt.Effendy D. Johor AIT– 2002 . Dra. Drs. 20. 11. Dra. Bidang Ilmu.. Prof. Dra.Fat Aminah. M. Apt. SU. Dr.. M.Bab 6: Dosen Tabel 6.H..Sc. M.Wiryanto. Apt. 3. Apt.PS. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . Dr.rer. Apt. Drs. Prof.Dr. Siti Morin Sinaga.Apt. 14.Azizah Nasution. Kasmirul Ramlan 17. Nama Dosen.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.Jansen Silalahi..Apt. M.Si 21.M. M.. Dra.Pandapotan Nasution... M.Apt.Dr.Apt. M. Apt. Dr. MS.Ginda Haro. Dra. Dr. M. 13. Apt. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. Dra.Edy Suwarso. M. MS.Si. Farmasetika 1988 USU 1997 82 . 2. Karsono. Apt.Saodah.Apt.App.Dr..T Simanjuntak.. 10. Juanita Tanuwijaya. Apt. Sinaga. M. Salim Usman.Djendakita Purba. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22. Apt.Hakim Bangun.nat. Apt. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM.. 7.Sc.Sc.Dr. 12.Apt Dr. 4.M. Dr.. Prof.Dr. 5. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. 19. Prof. SU.Si. 6. Apt.Apt. Prof.Sc. Apt. M.Sumadio Hadisahputra.Putra.. Drs.Urip Harahap.. dan Kualifikasi Pendidikan No.2. Apt. 9. 1.Sc..Surjanto.Malaysia Thailand UGM Un.

Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra..Apt. Kimia 34.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta .Si. Kimia 41.Apt. Kimia 43.Muchlisyam. Kimia 35. M. Nama Dra. Dra..Si. 23.. M. Kimia 40.. S. Apt.Chairul Azhar D. M. Farmasi Drs. Farmasi Kimia 44. Apt..Apt. M.Ismail.Apt. M. Apt. M. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. Dra.Si.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Apt.Syafruddin.Lely Sari Lubis. M. Apt. SU. Kimia 33. Dra.Si. Farmasi Kimia 37. Drs.Sudarmi.Immanuel S. Nurmadjuzita.Sc. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .Si.David Sinurat..Salbiah..S.Syahrial Yoenoes. Farmasi Dra. Hayati Lubis.Fathur Rahman H. Hasibuan. 25. M. Farmasi Drs.. Kimia 38. Farmasi Drs. 24. Aminah Dalimunthe. Apt. Farmasi Drs.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . Kimia 36.Apt.Si. S.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Apt.Si. 28.. 26.Saleha Salbi. Meliala.Si.Apt..Anayanti Arianto. Apt.Apt. M. Marianne. M..Masfria.Nahitma Ginting. M. Apt.Apt.. Dra. MS. 30. Farmasi Drs. MS. Farmasi Drs.Si Kimia 42.. Apt.. Farmasi Drs. 31. Farmasi Drs. Drs.. Farmasi Dra. Poppy Anjelisa Z. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Si. Kimia 45. Farmasi Drs. M...Si Kimia 39. M.Si. Apt. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. S..Si.Agusmal Dalimunthe.Masria L Tambunan. Apt. Apt.Phill.Si. MS.Si.Maralaut Batubara..Apt. Drs..Apt. M.

M. S. Biologi 50.Herawati Ginting.Ubaidillah M. Apt.Erly Sitompul. 58.Si.Siti Nurbaya.Si.Apt. Apt.Suryadi Ahmad. 54.Apt. Dra. 56. Ilmu Budaya Dasar.. Pendidikan Kewarganegaraan.Aswita Hafni Lubis.. MS Apt.Apt. 60.Misra Gafar.Si..Apt.. Zainuddin.Apt. Drs. Drs. M. Biologi 51. M.Apt. 55..Saiful Bahri 61.Tuty Roida Pardede. Kimia Klinis). MS.Apt.2.Apt. MS. Farmasi Kimia 47.Rasmadin Muchtar. Drs. M. Apt. Farmasi Dra.Rosidah.. Farmasi Biologi 49. MS. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. M. Farmasi Kimia 48. Apt. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. Farmasi Dra.Apt. Bahasa Indonesia.Si.. Drs. Dra. Siti Aman. MS. Awaluddin Saragih.... Drs. 84 . Dra. Apt..Sc.. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6.Si. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. MS. Farmasi Dra.Suwarti Aris. Biologi 52.Si. 57. Dra. Kimia 46. Apt. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59.Marline Nainggolan. M. Dra.. Apt.Panal Sitorus. Ilmu Sosial Dasar. Patofisiologi.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. M. Hari Ronaldo Tanjung. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Farmasi Nama 53. Dra.Si. 62. MS.

Sp.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6.3. M. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.Kes.. MA Drs. Sembiring Dr. Ph. Yetty Machrina dr. Sp. M. dr.3.D. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Eka Roina Megawati dr. Dra. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.Th. M. 85 . dr. Iman Sukiman. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Maya Safira dr.. Zakiah.M. M. Hj. Azhar dr. industri farmasi.PK(K). Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Prof. MA. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.Pd. MA. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Drs. B. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi.PK(K). Milahayati Daulay Prof. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Dedy Ardinata. Nuraiza Meutia dr. Drs. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Risnawati Sinulingga. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. pimpinan apotek PT Kimia Farma. dr. Marjuni Rangkuti. Dra. Adi Kusuman Aman. Yudi Herlambang dr. Tommy Tantawi. dr. Rosmiani. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan.

dan ketua departemen B. sekretaris departemen departemen. PERANGKAT ORGANISASI A. Presidium Terdiri dari gubernur. dan anggota II. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . sekretaris jenderal. Pengurus Departemen Ketua departemen.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .1. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 .Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2.

4. Mendapat mandat dari gubernur b. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. surat keterangan. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. D. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Menandatangani surat mandat. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. 3. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. 4. Melaksanakan kebijakan program kerja 2.

Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b.

Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. sportivitas. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. kekeluargaan. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Departemen Seni & Olahraga a. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d.

Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Fadli : Yade Metri P. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. F. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. III. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. f.

2.FATIMAH SYAM . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.ANITA KARLINA Kekaryaan .MUHARNI SAPUTRI .SUCI RAHMALIA .RETNO FARDHANI . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .ARISMA RINI Agama Islam .PARHAN Agama Kristen .KARMILA .AGREFINA .EVA SURIANTI .NURSAIDAH .AZMI ERVITA . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.VERA NOVITAWATI .JOHN NEW COMBI .SRI IRMAWATI .SRI KURNIASIH .NOVY HANDAYENNY .YULIA SARI .PEBRIANA MEGA SARI .AGNES SITORUS .FITRIANA .SRI WAHYUNI .HAFNIZAR W DAULAY .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.YUSTINA SAMOSIR .ELVRIDA SIALAGAN .FADHILAH ANWAR .MIMI MAULIDINA .NANDA SARI .RIKHA ANDRISSHA PTKP .DINA ANDRIANI .JUNI MARTOGI 91 .DINANTY DINI .LISA HELMITA .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->