i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

sarana pendukung. Apt. kurikulum. kami mengucapkan tarima kasih. SU. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen. tujuan program studi..nat Effendy De Lux Putra. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. dosen. SU. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya. Apt. 30 Mei 2008 Editor. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. Drs. Syahrial Yoenoes. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. visi & misi. atas limpahan dan ramat-Nya. iii ..rer. dan organisasi kemahasiswaan. Dr. Medan. Prof.

Kepada editor Buku Panduan ini. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Medan. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Prof. Mei 2008 Dekan. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. Dr. 131283716 iv . Sumadio Hadisahputra. Apt. NIP.

rer.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. v . Pembantu Dekan I Prof. Dr. Sumadio Hadisahputra. nat. SU. Effendy De Lux Putra. Apt.. Apt. Dr.

Si. M.Pembantu Dekan II Dr.Si. Apt.. Julia Reveny. Surjanto. Apt.. M. vi . Pembantu Dekan III Drs.

.. 1 1..2............................. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas... 9 3.............................2.............. 3 Bab 2..........6............................... 38 3..1........ 7 2...................... 36 3...... 47 3.....2............. 52 3...1...... Tabel Kurikulum . 9 3............ Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ............. dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ..7..........5.vii Bab 1........... Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) .1......3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ....... 1 1..... 43 3.. 36 3........ iv Daftar Isi ...1.2......3...................... 7 2.......... Bahasa Pengantar ........................1......... 8 Bab 3..................2... Bidang Biologi Farmasi .... Penjelasan Kurikulum .. Jam Belajar .4...10.............2...2..............................................2...... 55 vii ....... Misi...................... Kurikulum.....2................9..... Misi......................................... 43 3......iii Kata Sambutan Dekan ... Daya Tampung ...... 38 3.........................11..3......... 10 3.......1...... 38 3......... 9 3........................................................2...2........1.. Bidang Farmakologi ............................ 2 1............... 38 3............................. 18 3...............................................................1.......1... Sumber Mahasiswa ............. Gelar .... 37 3........11.....1..................................1.................................. Bidang Farmasetika ........................................................................... Visi.. Visi..... Kurikulum dan Silabus ......2............................................ 1 1.2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas................. Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ................ 38 3.. 40 3...............DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ...... Sejarah FMIPA USU ..2.........2.......4....................2.............11...................................2....... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ............ Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ..............................................2.. Sejarah ............ Sejarah Universitas Sumatera Utara ..... Informasi Umum ....................3...... 37 3...2... Sejarah Fakultas Farmasi................ 2 1... Tujuan ..8....... Dasar Pemikiran .....4...................2......................... 38 3...........................1.............1...11.....11............... Sejarah Jurusan Farmasi .............................2.................. dan Tujuan Program Studi ..1..........................................

...... 72 Bab 5.......... Laboratorium .............. Perkuliahan ................................ 68 4... 59 Bab 4...... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .............. Organisasi Kemahasiswaan ... Jurnal Ilmiah ..6............................ 78 5.......2................ 84 6......... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) ... 57 3........1....3.......7............... Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ............... Bidang Kimia ................................. 75 5.................. 70 4.... 79 5........... 79 Bab 6........ Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .. 64 4.........1. Dosen Tetap ............ 65 4.........2.................................... 79 5......1............ Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ...........4................................................. 81 6...................3................ Dosen Tidak Tetap .... 64 4....................1 Kompetensi Lulusan/Apoteker ...................1..................5. 86 7........ Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi ..... Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit ...............1...................... Sarana Pendukung ........ Asrama ..... Penguji Luar .....2............................ 85 Bab 7........... Program Pendidikan Profesi Apoteker ................... Perpustakaan .........1..... 71 4.................1.......... 75 5.. 75 5.... 86 7..................3.....................1........................... Dosen.................................2..................................4...3....................11.......................11................................................................................... Non-Bidang ..............2................................... 91 viii ............. Hubungan dengan Institusi Lain ........ Pengakuan Badan Profesi Terkait ...... 66 4...........................6........................................... 81 6..........................2.................................5.......... 79 5....3........2........................... Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker ..........

Selain mengasuh program S-1. Fakultas Pertanian. Fakultas Farmasi.1. Fakultas Ekonomi. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. dan Fakultas Pertanian (1956). Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. 1. Fakultas Teknik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133.141 m2. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang. Sejarah 1.1. Fakultas Kedokteran Gigi.1. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. Fakultas Hukum. Selanjutnya pada tanggal 20 1 . yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Fakultas Sastra.

Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs. 1. G.A. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Soekarno. Barus. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Dr.T. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU. A. Soekemi.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali.1. Barulah pada awal tahun 1965. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). M. R. Apt.. 1.3. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor). seorang 2 . yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU. maka kepanitiaan terhenti. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September.. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr.1.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika.Sc. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Nazir Alwi. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965.A. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai.2. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Fisika dan Kimia.

Untuk itu. M. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. DTM&H. (Alm) dan Bapak Drs. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. 56/2003. Pada perkembangan selanjutnya. atas masukan Rektor USU (Prof. MPS.. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat.A(K).. Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Lubis.. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. Sp. Apt. M. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen.4. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. Mudjitahid. 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. Apt. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.1. Chairuddin Nasution. Proposal selesai pada bulan Desember 2000. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. 56/2003.. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. tanggal 11 November 2003. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Pandapotan Nasution. Chairuddin P. Apt. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. tanggal 11 November 2003. Seiring dengan itu pula.

menyetujui perubahan ini. tanggal 8 Januari 2005. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. setelah menelaah proposal tersebut. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Untuk itu. dan surat Rektor USU No. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Pada hari Rabu. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. tanggal 2 Mei 2006. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 2395/J05/TU/2001. tanggal 17 Juni 2005. yang diteruskan kepada Rektor USU. 822/J05/SK/KP/2005. Pada tanggal 27 Oktober 2005. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Pada tanggal 31 Mei 2006. Pada tanggal 6 Maret 2006. Pada tanggal 4 Juli 2005. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. tanggal 25 Januari 2006. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. Pada 8 April 2006. dan dibahas di Komisi Akademik. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas.

rektor.).) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006. Untuk proses persiapan selanjutnya. Selanjutnya. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010. M. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. Selanjutnya. Eddy Marlianto. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. terhitung mulai hari Selasa. Dr. Sumadio Hadisahputra.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. Apt. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Menanggapi surat Dirjen Dikti. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara.Sc. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. pada tanggal 27 Juli 2006. dekanat. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pada tanggal 14 Desember 2006. Untuk selanjutnya. pada tanggal 28 September 2006. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. tanggal 8 Agustus 2006. 5 . Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. 9 . Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS).69%) dan Kurikulum Institusional (49. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II.1. Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50.31%). Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan. dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). kurikulum inti. kisi-kisi materi kuliah.1.1. dan praktikum. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS).

04.1. Praktikum. Tugas Akhir. c.2. 05. Kuliah. 03. 08. 06. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 3. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . 12. Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. 10. 09. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 07. Tabel 3. 11. b. 02. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII.1. 01. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a.

12. 5. Protestan. 05. 10. Islam. 08. Katolik. 3. 04. 01. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1. 07. 06. 03. 07. 10. 4. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. 2. 09. 08. 11. 04. 09. 02. 06. 03. 11. 01.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 02. Budha. 05.

02. 08. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 02. 11. 08. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 05. 01. 10. 04.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 09. 01. 06. 03. 03. 07. 04. 09. 05. 11. 06. 10. 07.

06.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 01. 01. 05. 08. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 07. 06. 03. 07. 02. 02. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 02. 04. 03. 08. 09. 04. 01.

Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . FPC 411 06. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 312 02. FPC 433 08. FPC 310 02. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 431 07. FPC 340 03. MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. FPC 451 08. FPC 413 05. FPC 415 06. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 441 07. 11. FPC 421 09. FPC 342 NO. FPC 320 04.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 330 03. FPC 423 10. FPC 322 NO.

10. 7. 11. 3. 9. 4. 4. 10. 6. 2. 6. 1. 9. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 8. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 3. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 7. 11. 5. 2. 8. 12.

7.Islam. 7. 4. 11. 5. 3. 11. 8. KODE 1. 3. 3.Katolik. 6. 10.Budha. 4. 6. 10. 4. 1. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 4.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. 1. 5. 5. 2. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 . 8.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 2. 9. 2. 9.Protestan. 3. 2.

CKC331 3. 8. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan. 6. KODE 1. CKB347 2. 7. 7. 11. 1. 10. 4. 4. 4. 2. 8. 3. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 6. CKC 351 4. 5. 10. 2. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 1. 1. 11. 2. 3. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . 9. 9. 3.

6. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. Konfigurasi Elektron. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Pengantar Kimia Kuantum. Orbital Elektron. teori kinetik gas. 8. Eletrokimia.1.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Termodinamika. 9. kondensasi gas dan keadaan kritis. Ikatan Kimia. Teori Asam-Basa. gas nyata. 18 . Larutan. 2.3. Spektroskopi-fluorometri. 7. 5. Bilangan Kuantum. 4. Kesetimbangan kimia. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. 3. 4. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Larutan. FKB 113/2 SKS . Teori Resonansi. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . hukum-hukum gas. Kinetika kimiai. Teori Hibridisasi. 5. 3.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. 2.

sistem reproduksi serta integrasi antar sistem. Alkena dan Alkuna. Profesi kesehatan lainnya. FKB 121/2 SKS . Hasil kali kelarutan. sistem pencernaan.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah. Kinetika kimia. Perlengkapan.. Beberapa Konsep Dasar. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. Sediaan Semi Solida. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Pharmaceutical researc. Mekaisme transpor di dalam tubuh.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Sediaan Cair. sistem endokrin. Histologi.elektrolit. Uji molekul hayati. Organologi.Farmasetika Dasar Pendahuluan. Tiol. sistem respiratori. FLB 111/1 SKS . Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . Epoksida dan Sulfida. sistem kardiovaskular. 19 . Service profesioanl. asam-basa. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. sistem lokomotorius. FKB 131/2 SKS . Pharmaceutical industry. Sistem transport pada prokariot dan eukariot. Profesi farmasi.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. Alkohol. Pengantar Stereokimia. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. Kesetimbangan kimia. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri. Busines pharmacy. Mekanisme Reaksi Organik. Resep. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot.Kimia Organik I Pengantar. Hospital pharmacy. Eter. Saponifikasi asam lemak. Produk Galenika. FKB 141/3 SKS . sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Alkil Halida. Retail farmasi. sistem limfatik dan imunitas. sistem saraf dan pancaindra. Sediaan Padat. istilah anatomi dan fisiologi. Asam nukLeat dan protein. Fisiologi Tumbuhan. Reaksi redoks. Alkana. Struktur dan fungsi.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. FKB 151/2 SKS . Bentuk-bentuk sediaan farmasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS .Pendidikan Kefarmasian. Reaksi-reaksi kimia.

warna kulit. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder. Uji tonisitas larutan. Belajar dari contoh. tujuan menulis karya ilmiah. pengukuran tekanan darah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Potensiometri. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. buah dan biji. Penetapan rotasi optik. peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Karangan ilmiah. B. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Arti komunikasi. Hasil kali kelarutan. Menulis laporan ilmiah. tesis. triple respon. stoma. kontraksi isometrik. Coulometri UNI 107/2 SKS . 20 . rambut. kontraksi otot jantung. Distribusi reseptor. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. refleks. fungsi saraf kranial. Pencernaan di mulut.Bahasa Indonesia Pendahuluan. Macam-macam jaringan. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. Penetapan Koefisien distribusi. Spektrofotmetri infra merah. penalaran dalam bahasa Indonesia. FLB 113/1 SKS . Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Bangun paragraph bahasa Indonesia. buku ilmiah. journal. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. hiperemia. Fungsi otak.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. Menulis karangan ilmiah. kontraksi otot skelet. lambung dan pankreatik. Akar. Efek insulin pada ikan. Transpor melalui xylem & phloem. penentuan bunyi pernafasan. FLB 141/1 SKS . after image. daun. rhizoma. Spektrofotmetri UV-Visible. penentuan parameter darah. Krakteristika urin. disertasi. efek kolinergik dan adrenergik. daya membedakan. batang. Penentuan siklus estrus dan proestrus. bahasa yang efisien dan efektif. bunga. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. karangan ilmiah popular. Skripsi. Konduktometri. Anatomi organ tumbuhan dikotil.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS .Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A.

Disorder malignan sel-sel darah putih. dan coping.Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Proses infeksi. d. Polisiklis dan Heterosiklis. Aromatis. Mekanisme kerja. Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. 21 . Dasar-dasar kromatografi. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Pengendalian mikroba. reaksi kering. pemisahan anion. koefisien fenol). Inhibitor biosintesis protein. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Struktur dan fungsi virus. Lipida.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . modifikasi target molekul. Simetri Orbital & HOMO LUMO. Inhibitor biosintesis nukleotida. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Peptida & Protein. Senyawa Aromatis. aging.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Penggunaan. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. reaski basah. Amina Alifatis. endapan. Desinfektan dan antiseptik: a. Idenrifikasi unsur. c. Penentuan kekuatan (potensi. reaksi identifikasi kation/anion.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. Karbohidrat. transporter). Tatanama tumbuhan. kelarutan. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. Perubahan fungsi sistem imun. Spesies (species). FKC 140/3 SKS . Mekanisme patogenesis. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Takson. Morfologi luar tumbuhan. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. oksidasi-reduksi. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. adaptasi. b. Neoplasma. FKB 120/2 SKS . Membrane sebagai target. e. Skema pemisahan kation. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. FKB 112/2 SKS . Resistensi (enzimatik. Filogeni. Metode pemisahan. larutan ion lewat jenuh. Analisis kualitatif ion anorganik. b. Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Difrensiasi jaringan. c. FKB 122/2 SKS . Injuri. dan kematian sel. Asam Amino.

Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Alterasi aliran darah.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. metode perubahan partikel. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. Pengujian Hipotesis. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. Pernyataan konsentrasi. kebocoran wadah. Alterasi kontrol endokrin. Sifat-sifat fisik propelan. pengamatan secara visual meliputi inversi. Eksipien. Disorder bladder. Praformulasi. Penandaan pada kemasan. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Penyajian Data. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. d. Sediaan aerosol farmasi. pengujian tekanan. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Contoh formulasi larutan. Disorder fungsi neurologis akut. Penyakit liver. Disorder pulmonal restriktif. Pengujian: derajat semprot. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Shock. Komponen aerosol. Sediaan farmasi bentuk larutan. Disorder gatstrointestinal. Propelan dan fungsinya. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Regresi dan Korelasi. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Gagal jantung dan disaritmia. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Pengamatan stabilitas secara visual. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Keuntungan dan kerugian. Evaluasi: homogenitas. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. 22 . Disorder fungsi neurologis kronik. Interval konfidensi. metode perubahan ukuran partikel. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Pengukuran pada Sampel. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Metode pengisian. Alterasi fumgsi jantung. Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. breaking. Gagal ginjal.Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Disorder intrarenal. FKB 150/2 SKS . Prinsip kerja aerosol. up ward & down ward creaming. Definisi.

FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Identifikasi campuran.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Identifikasi kation. Sumber Ajaran Islam. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. bersikap nasional dan dinamis. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Hubungan dengan Ilahi. Sediaan Potio Effervescent. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Analisis gugus fungsi. UNI 102/2 SKS . Praktikal Test.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. UNI 101/2 SKS . FLB 112/1 SKS . ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Perangkat dasar Agama Islam. Kromatografi. Pembuatan Sediaan Cream. Disiplin Ilmu dalam Islam.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Linimenta. Identifikasi anion. UNI 10*/2 SKS . berbudi luhur. Akhlak. Syariah. Pemurnian. berfikir fisolosofis.Agama Islam Manusia dan Agama. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. Agama Islam. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). B. Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena. reaksi nyala. Pembuatan Suppositoria. A. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Pembuatan Sediaan Kapsul.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Pembuatan Sediaan Pil. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral. Pikiran mencari kebenaran. Ibadah dan Muamalah. Pembuatan Salap. Akidah. Pembuatan Infus. Takwa. Bobot dan Volume. Pembuatan Sediaan Guttae. Isolasi asam sinamat dari gambir. isolasi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Tiga kemampuan dasar manusia. berpandangan luas. Pasta dan Oculenta.

sebagai hukum Hindu. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. UNI 104/2 SKS . Sosiologi agama Hindu. Perjudian. Catur Marga Yoga. Motivasi baik dan buruk. Manusia dan keutuhan ciptaan. Keluarga Katolik. diterima secara pribadi. Tempat suci. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Manusia dan tanggung jawab. Sejarah agama Hindu. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Agama: a. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Gereja. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Weda sebagai kitab suci. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Tema-tema kapita selekta: a. C. D. Narkoba. Dhamma. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Sila dan etika Hindu. Kapita selekta. Iman Kristen. Kerangka dasar ajaran Budha. Hari-hari suci agama Hindu. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. c. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM.Bab 3: Kurikulum Nya. ilmu pengetahuan dan agama. Arti keadilan. UNI 105/2 SKS . b. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Sar darsana.Agama Hindu Filsafat. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. UNI 103/2 SKS . Kasih dan Pengharapan). Pengertian agama. Kerasulan awam sebagai tugas umat.Agama Buddha Manusia dan agama. c. c. Hakikat manusia. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. E. dan lingkungan. Meditasi. manusia lain. 24 . b. Studi kasus pada masing-masing fakultas. d.Agama Protestan Manusia: a. Manusia dan Pembangunan. b. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Agama Krsiten. Pandita dan Pinandita. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. AIDS. Alam semesta. Dan lain-lain. Yadnya.

Metabolisme lemak. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. kekuatan ion. Lemak. garam. endapan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . hidrolisis. teknik eningkatkan presisi. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Strategi Retrosintesis. Asam-basa. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. 25 . persamaan Nernst. perhitungan. FKB 213/2 SKS . Metabolisme asam amino. Iodo-iodimetri. pemisahan endapan.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. Titrasi asam-basa. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Akurasi dan presisi. Analisis gravimetri. Asam amino dan protein. absorbsi dan detoksifikasi. faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. Titrasi reduksi-oksidasi. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). kemurnian endapan. BromatoBromometri. Teori kesalahan dan pengolahan data. Iodatometri. Spektrofotometri. kelarutan. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. pengeringan dan pemijaran. Metabolisme nukleotida. indikator redoks. larutan dapar. Metabolisme karbohidrat. Pencernaan. Titrasi pengendapan. Hormon. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Glosarium Farmasi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Reduksioksidasi. Pemahaman metode: Permanganometri. FKB 211/2 SKS . Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. sel galvanic. Sintesis beberapa bahan obat. Jenis-jenis titrasi redoks. Enzim dan kinetika enzim. Rancangan Sintesis. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Metabolisme xenobiotik.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Nukleotida dan asam nukleat. kompleks ligan. Bioenergika. bikromatometri. serimetri. electrode & potensial sel.

FLB 251/1 SKS . Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Evaluasi Tablet. Sistem Dispersi. Difusi dan Disolusi. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Sifat Fisika Molekuler Obat. Pewarnaan. Stabilitas. FKC 233/2 SKS . 26 . Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Penggunaan mikroskop. Difusi. Kecepatan disolusi. Etika. Titrasi Iodimetri. Pembinan Profesi.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Teknik isolasi mikroba. Teknologi Pembuatan Tablet. Farmakologi sistem saraf pinggir. Penggolongan tablet. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Suspensi. FKC 231/2 SKS . Inkompatibilitas dn interaksi obat.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Fenomena Antar Permukaan.Farmasi Fisik Pendahuluan. Viskositas dan Rheologi.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung.Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Kinetik. Kelarutan. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Titrasi Iodometri. Titrasi Argentometri-Volhard. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. Rheologi. Kompetensi Apoteker. FKD 250/2 SKS . Identifikasi mikroba secara biokimia. Emulsifikasi. Titrasi argentometri-Mohr. Standar. Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Profesi Apoteker.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. FLB 211/1 SKS . Organisasi. Sterilisasi. Titarsi Iodatometri. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. FLB 221/1 SKS . Titrasi asam lemah dengan basa kuat.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan.

Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan. hewan dan mineral. CPOB. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Anestetika lokal. Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. FKC 220/2 SKS .Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. sirup. Farmakokinetika Nonlinear. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS .Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. Pengolahan Sediaan. dan minyak atsiri. Dokumentasi. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat. 27 . Analisis unsure dan gugus fungsi. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. ekstrak. Efek korosif obat pada kulit. Ekskresi Klirens. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Model Satu Kompartemen Terbuka. Pembawa.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Farmakologi obat-obat sistem endokrin. Efek obat pada kulit dan membran mukosa. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. Toksisitas gas/asap. FKC 242/3 SKS . Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. FKC 230/2 SKS . Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. Antagonis obat. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Kinetika Absorpsi Obat. Sediaan Mata. Sterilisasi Radiasi.Farmakognosi Pengertian. Pengemasan. Kandungan kimia. FLC 240/2SKS . tablet. Model Dua Kompartemen Terbuka. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Ikatan Protein Obat. antibiotika. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Dosis obat.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. respon dan penentuan indek terapi. Toksisitas anestetika lokal. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. ekstrak dan minyak atsiri. Sterilisasi Panas. FKC 240/2 SKS .

b. 28 . protein.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. Kerapuhan. SGPT dan SGOT).Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. Rancangan alat.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. spektroskopi emisi dan serapan atom. FLC 212/1 SKS . FKE 351/2 SKS . Metode cetak langsung. Analisis gugus fungsi. c. Darah (mengukur hemogelobin. e. Keseragaman sediaan. Kadar zat berkhasiat. d. Interpretasi data dan statistik. FLC 230/1 SKS . Sintesis sabun dan deterjen. spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. Definisi dan ruang lingkup. Sintesis aspirin. Sintesis turunan asam barbiturat. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. Evaluasi Tablet: a.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . b. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya. validasi prosedur analisis. industri farmasi. kadar glukosa darah. Metode granulasi basah. distribusi dan eliminasi. kadar kolesterol darah).Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. industri obat tradisional. Sintesis antiseptik. Disolusi. pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Penentuan aktivitas enzim (amilase. Kekerasan. e. glikolisis karbohidrat secara anaerob. FKC 313/2 SKS . Metode granulasi kering. Waktu hancur. bilangan iod. Sintesis turunan sulfa. spektrofotometri infra merah. identifikasi lemak dan kolesterol). kromatografi cair kinerja tinggi. kadar ureum dan glukosa urin). stereokimia. Protein (analisis asam amino. enzim hidrogenase dan enzim katalase). Lemak (bilangan asam. Sintesis parasetamol. Urin (identifikasi berat jenis. absopsi.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. interaksi obat-reseptor. ikatan hidrogen. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. FKC 315/2 SKS . FKC 311/3 SKS .

Senyawa yang mengandung unsur C. Fitofarmaka. fenol. Fungsi polisakarida dalam makanan. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Pemberian nama lipida (Nomenclature). FKC 331/2 SKS . Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Salep Mata. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki..Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Sediaan Pengeriting Rambut. Aspek kimia lipida. Fungsi protein. H. Metode isolasi pati. Interesterifikasi. antihistamin. FLC 321/1 SKS . Sediaan Pewarna Rambut. Sediaan shampoo. Reaksi karbohidrat.Kosmetologi Pendahuluan. Parfum FKC 321/2 SKS . Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. N dan S yaitu sulfonamida. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Sediaan Rias wajah. H dan O yaitu alkohol. Fisikokimia asam amino dan protein. Penetpan kadar. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Pelembab Kulit. FLC 331/1 SKS . Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf. Penetapan kadar. dan makroskopis. karboksilat dan antibiotika. FLC 311/2 SKS . tiourea. Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. antibiotika. H. O. 29 . senyawa alkaloid alam.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Kimia lemak dan pengolahan minyak. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Denaturasi protein. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis.Obat Tradisional Pendahuluan. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas).

Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. meliputi tentang definisi penelitian.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Metode ilmiah. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Analgetika. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. Proses penelitian. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. Skrining farmakologi. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). FKC 350/2 SKS . FLC 310/1 SKS . Pemantauan resep dan pasien. seminar dan skripsi. ilmu.Metodologi Penelitian Pendahuluan. Titrasi 30 . II. Stimulan susunan saraf pusat. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air. Penapisan secara kimia.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. pelarutan dan absorpsi obat. Tatacara penulisan proposal. Obat-obat pencahar. Diuretika. Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap. FKC 330/3 SKS . Antiinflamasi. Efek hipnotika dan sedativa. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Psikofarmaka. Pedoman klinis. FKC 320/3 SKS . Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit. Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Desain percobaan. Teknik uji biologi dan mikrobiologi.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS .Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). FKC 340/2 SKS . Antipiretika.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Metode dan macam penelitian.

Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional. Titrasi Nitrimetri. FLC 320/1 SKS . Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. Bromatometri. Total asam tertitrasi.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Praktikal tes.Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein. Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional. Bilangan penyabunan. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis. FLC 312 1 SKS . Biossay guided/ 31 . FLC 314/1 SKS . Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis. Spektrofotometri.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS . Langkah-langkah Merancang Obat. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. KCKT.Rancangan Obat Pendahuluan.. Ilmu Polimer.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Penetapan kadar kasein. FPC 320 2 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional.Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Derajat asam susu. Iodimetri. Bilangan asam. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Percobaan khusus. Desain Produk Obat. Analisis zat pewarna sintetik. Penentuan kadar vitamin C. dan kromatografi gas. FPC 330/2 SKS .

jurnal. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. Pelaksanaan analisis ekonomi. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Analisa\is spektrum UV/Vis. 32 . Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Langkah menyimpulkan analisis.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. MS dan NMR.Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Konsep Wawasan Nusantara. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. teknik isolasi. Keamanan pangan. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. khasiat.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. dan data spektrum). Makanan Fungsional. Perbaikan dan proses medikasi. UNI 106/2 SKS . Sumber-sumber informasi obat. FPC 340/2 SKS .Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. FPC 342/2 SKS . Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS . Politik dan Strategi Nasional. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. IR. Kerusakan bahan makanan. Sistematika menjawab pertanyaan. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Pengalengan makanan. Model analisis farmakoekonomik. sumber lain). Metode pengawetan makanan. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Komite farmasi dan terapi. Manajemen informasi elektronik.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Kesalahan pengobatan.

Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. Makna biotransformasi. penyakit ginjal (GGA. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Kerja toksik. artritis rematoid. Cara penggolongan toksikologi. penyakit tropik (demam tifoid. Jenis-jenis vaksin. GNC. Jenis-jenis serum. penyakit alergi imunologi (SLE). Struktur dasar imuno globulin. Inhibisi pada transferoksigen. penyakit sendi (gout. aktivasi komplemen. faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Lanjutan fase farmakokinetik. sirosis hati. Sistim Kekebalan Non Spesifik. leukemia. hiperlipidemia). Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . GEA.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. tipe II. Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . penyakit hati (hepatitis. Interaksi zat dalam toksikologi. Sistim Kekebalan Spesifik. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. 33 . Kekuatan ikatan antigen-antibodi. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. limfoma maligna). tipe III dan tipe IV. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. Kerja teratogenik. hipertiroid.Penyakit atopi. teori pembentukan imunoglobulin.Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. Penimbunan zat asing. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Antigen. hepatoma). Indikasi eksposisi yang berbahaya.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Imuno-patologi. Komplemen. efek biologi atas aktivasi komplemen. Pengertian komplemen. Fase farmakodinamik. penyakit hematologi (anemia. Kedudukan. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. GGK. reaksi hipersensitivitas tipe I. nilai rujukan serta interpretasi hasil. osteoartritis). metode pengukuran. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. DHF). Tindakan umum pada keracunan. Antibodi(Imunoglobulin). FKC 443/2 SKS . sifat-sifat antigen. sindroma nefrotik). cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Defisiensi Sistim Kekebalan. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Klasifikasi antigen. Serum dan Vaksin. pembagian dan fungsi imunoglobulin.

Kerusakan Produk. Filum Rhodophyta. FPC 423/2 SKS . alginat. FPC 431/2 SKS . Mekanisme analisa pelepasan obat.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. ISOLASI BAHAN ALAM. Pemasaran (pemasaran produk. cumi-cumi). FPC 411/2 SKS .Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. Lakton. Biosintesis Alkaloid. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). Minyak atisiri.Farmakognosi Lanjutan A. Cephalopoda (gurita. FPC 433/2 SKS . bunga karang. jamur bahari. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible. Preformulasi. Bteknologi Farmasi. Minyak atsiri. Vitamin. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Jenis fitoplangton. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Sistem POT Implant. Biologi Farmasi. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Metode isolasi agar. Penyusunan Formula. hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Imunoassay. Antibiotik. Prinsip-prinsip POT. Heterosiklik. Toksin dari ikan Pupper fish. iklan: guna.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. FPC 451/2 SKS . Echidermata. Timun Laut. B.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Sistem POT Parenteral. cara dan etikanya). serta aplikasinya dalam oseanologi. Farakologi Farmasi. konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Radikal bebas. BIOSINTESIS. 34 . Stereokimia Dinamis. konsep pemasaran. Jenis-jenis rumput laut.. Pengemasan. In Proses Control. Pencemaran di Industri Farmasi. Topik-topik Khusus. Gizi dan sistim imun. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin. hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. alginat dari rumput laut.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Isolasi karagenan. Biosintesis Steroid. Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). Glikosida. FPC 321/2 SKS .

FLC 452/5 SKS . 35 . Anak-anak. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. Toksikologi rumah sakit. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Syarat sediaan radiofarmasi. Toksikologi forensik.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Gout dan hiperurisemia. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Studi kasus. Sistematik pemeriksaan kimia forensik.Kimia Forensik Pendahuluan. Masa kehamilan dan menyusui. Pemeriksaan narkoba. FPC 415/2 SKS . untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Hipertensi. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Obstruksi kronik saluran nafas. Pengobtan berbasis bukti. Cara-cara analisis yang digunakan. Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati. Peluruhan radioaktip. Terapi antibiotika. FPC 413/2 SKS . Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS .Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Penyakit Parkinson. teknik penyediaan. FKC 450/1 SKS . Kerdioaktipan alam dan buatan.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Penyimpanan radiofarmasi. Lanjut usia. Terapi parenteral. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. FPC 441/2 SKS .Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. TBC.

sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik. Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. dengan tetap 36 . Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Sehubungan dengan itu.1. Terlepas dari hal tersebut. termasuk Fakultas Farmasi USU. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan.Bab 3: Kurikulum 3. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Tentu saja. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. tepat. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai.2.2.

selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. 2. Surabaya. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Jakarta. Bandung. 3. demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Di samping itu. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. di samping program yang ada sekarang. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1.2. 4. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia. Yogyakarta.3. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. 3. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 37 . Artinya. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan.2.2. 3. Seperti yang diuraikan di atas. Banda Aceh.

000. 3. sore hari mulai pukul 14. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.9. 3.Farm.Bab 3: Kurikulum 3. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08.000.4.00 WIB.00 WIB.Farm. 3. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.5. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang. dapat melanjutkan ke Program 38 .2.2.8. sudah termasuk uang praktikum. Di samping itu.6.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.7. 3.2.).2.2. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).00-11.. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya. Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia.). Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.00-17.00-13. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.30 WIB. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.2. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. 40. 3.

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. Kurikulum Inti. efektif.). 39 . perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. aman. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. dengan lama pendidikan selama 2 semester. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS.

10. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO.Bab 3: Kurikulum 3. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .2.

Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3.

Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Imunologi (CPC 346) 3. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Radio Farmasi (CPC 411) 3. 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO.

Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. studi literatur. serta pengawasan inventori. keperluan farmasi pediatrik.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO. farmasi pesien rawat inap. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat.2. studi kasus dan diskusi. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit.11. farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. jaminan mutu pekerjaan farmasi. modal. usaha pendispensan aseptik. motivasi. Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. radiofarmasi. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. anggaran pendapatan dan belanja.11. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3.2. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. dan staf. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka.

Etika Umum. c. Sumpah/Janji.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Organisasi Profesi: a. Profesional. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Standar Kompetensi. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Standar Pelayanan. Peran. b. Karakteristik Profesi. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Standar Pendidikan. Area kompetensi. membuat strategi dan desain terapi. b. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. pelabelan dan penjelasan auksilari. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. termasuk konsep kontrol farmaseutik. ulasan projek. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional. perombakan pengobatan. b. 44 . Sistem Legeslasi. Etika: a. d. Kode Etik. c. Visi dan Misi. Dalam mata kulah ini. Struktur Organisasi. pengobatan pasien. c. penyampaian informasi obat. Standar: a. kaunseling dan komplians drug. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. Pembinaan Profesi: a. pemantauan terapi pada penyakit pasien. c. b. pendekatan telaah preskripsi. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Standar Profesi. Profesi. b. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Profesi Farmasis/Apoteker: a. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. b. serta pengenalan praktek terapeutik. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. Tujuan. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. Profesionalisme. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. pemantauan terapi obat. proses penggunaan dan dispensing obat.

184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.22/1997.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. PP No. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik. Kepmenkes No. Undang-undang No.72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. PP No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker. Permenkes No.. sistem gastrousus.922/.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. Perda Kota Medan No. PP No. Kepmenkes No. kardiovaskular. dan sistem urinari. Kepmenkes No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. polifarmasi dan penggunaan obat. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. PP No. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.5/1997. tentang Narkotika.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik. tentang Psikotropika. Permenkes No.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik.23/1992 tentang Kesehatan. Permenkes No. Undang-undang No. Kepmenkes No. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. Permenkes No.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.20/1962.26/1965 tentang Apotik. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. sistem otot dan tulang.

keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. dan diskusi.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). pengadaan. pemasaran. dan komprehensif mengenai masalah. fungsi-fungsi manajemen. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. 46 . Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. studi kelayakan apotik. meliputi: Teori dasar manajemen. pengendalian operasi apotik. manajemen pelayanan dan informasi obat. SDM. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. penjualan dan distribusi. organisasi apotik. Konsep dasar. studi literatur. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. struktur sosial dan modernisasi. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. jelas. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. bidang-bidang kesehatan fisik. studi literatur. Pembelajaran ini meliputi ceramah. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. keuangan. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. studi kasus. studi kasus dan diskusi. analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. inventori. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. manajemen apotik.

Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. gastroenterologi dan hematologi. tanda-tanda dan simptom. endokrinologi dan metabolik. neurologi. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. Penularan penyakit saluran pernafasan. endokarditis. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. peritonitis.2.2. cara pemberian dan pemantauan obat. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. eklamsia. shock. tuberkulosis. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. jantung dan vaskular. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. jaringan penghubung (jaringan konektif). mengatur volume sel. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. dan eksresi) obat. metabolisme. interaksi obat. infertilitas dan kontraseptif. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. proses diagnosis. terapeutik. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. homeostatis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti. HIV. ikatan molekul obat dengan reseptor. termasuk teori aksi obat.11. penyakit ginjal. paru. gangguan mental. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. distribusi. malaria. transportasi aktif melewati membran plasma. Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. pertukaran pasif air dan bahan terlarut.

aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. definisi. Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. efek samping. metabolisme. struktur dan fungsi neuron. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. proses dan mekanisme potensial membran. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. salisilat. GINJAL. Konsep. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. 48 .Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. hipotensi. kloramfenikol. Struktur. ganglion. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). sinaps. kolinergik dan somatik. digoksin. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan. mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. Karakteristik farmakokinetik klinis. feokromositoma dan asma). teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. siklosporin. termasuk rasional pengunaannya. ginjal dan darah. vankomisin.

49 . jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. studi kasus dan diskusi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. pengelolaan farmasi. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. mekanisme kerja. Etiologi. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. patifisiologi. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. juga akan dibahas. dan rasional penggunaannya. angina pektoris. mania. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. gagal jantung kongestif. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. efek samping. depresi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. aritmia jantung dan hiperlipidemia. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. studi literatur (belajar mandiri). manifestasi klinis. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan. Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. mekanisme kerja. dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular.

Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. interaksi zat 50 . pengobatan dan kesehatan masyarakat. antitumor. antibiotika. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. Penyakit seperti peptik ulser. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. kerja toksik. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. antimetabolit. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. Aspek farmakologi. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. etiologi. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. kimia dan mekanisme kerjanya. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. penanganan kemoterapi. farmakokinetik.

serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. metode pengukuran. penyakit tropik (demam tifoid. DHF). hepatoma). INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. artritis rematoid. interaksi tidak langsung. pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. interaksi obat dengan herba/food suplement. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. mengurangi interaksi obat yang merugikan. pasien beresiko. 51 . GNC. GEA. eliminasi obat. penyakit sendi (gout. mekanisme interaksi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. nilai rujukan serta interpretasi hasil. ekskresi obat dalam renal. hipertiroid. obatmakanan. GGK. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. Perspektif interaksi obat: definisi. jenis dan mekanisme interaksi obat. penyakit alergi imunologi (SLE). signifikansi klinik. leukemia. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. interaksi obat dengan diuretika. penyakit hematologi (anemia. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. distribusi. penyakit ginjal (GGA. drug displacement. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. Interaksi obat pada ginjal. absospsi. sirosis hati. hiperlipidemia). Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. perubahan pH urin. sindroma nefrotik). sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. perubahan mekanisme transport obat. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Arti penting interaksi secara klinik. disintegrasi. obat reaksi laboratorium). perubahan aliran darah renal. limfoma maligna). osteoartritis). penyakit hati (hepatitis. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi.

cara sterilisasi. lunak. Sediaan supositoria: dasar supositoria. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. enterik. sumber kontaminasi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. uji USP. cara pengujian. Uji pirogen: efek fisiologi. stabilitas. linktus. prinsip pengawetan.3. Formulasi dan perencanaan dosis obat. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. draught. rancangan ruang aseptik. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. Eferfescent. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. mekanik kuantum. terbungkus. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. cara penyediaan. kimia dan terapeutik. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. jenis. nilai sesaran. jeli. antibakteria. antivirus. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. kabinet aliran laminar. pengemasan. pasta. stabilitas. konsep keterlarutan.2. Uji sterilitas: pengambilan sampel. linimen. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. cara menghitung mikroba. pengemasan dan pelabelan. mekanik molekul.Bab 3: Kurikulum 3. poultis. kapsul gelatin keras. ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. Teori-teori atom. Prinsip sterilisasi. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. undang-undang dan perhitungan farmaseutika.11. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. obat kumur dan cuci mulut. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). penyerapan melalui rektum. singkatan latin. obat tetes pediatrik. cara sterilisasi. pemeriksaan. cara penyediaan semi-padat. sifat fisikokimia. Sediaan koloid dan emulsi. efek obat. proses 52 . Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. pemilihan pengawet. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. medium kultur. bentuk dosis. kriteria steril. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. formulasi. enema. kolodion. cara uji kebocoran. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. obat tetes telinga dan hidung. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). pelepasan dan penyerapan obat. penentuan. fungsi pengawet. Sediaan obat mata: bentuk dosis. formulasi. Sutur dan ligatur: bahan.

sistem suspensi. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. isoterma pelekatan molekul. jenis larutan. Gerakan saluran cerna dan waktu transit. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. penyebaran. b. Pembuluh darah yang melewati rektum. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. Macam-macam konsep membran biologis. Teori umum pelepasan (liberation). sudut kontak. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. b. penekanan kepada sifat reologi. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. dan difusi/absorpsi (absorption). keseimbangan fasa. f. c. pelarutan dan absorpsi obat: a. f. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. e. hukum-hukum gas. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). ionisasi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. difusi. e. kompleksitasi. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. d. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. d. c. tegangan permukaan. pelarutan (disolution). hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. Faktor fisio-patologi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. tekanan permukaan. energi bebas. Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. Faktor formulasi dan teknologi. ciri-ciri koligatif. larutan buffer. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. Anatomi dan fisiologi rektum. Komponen dan karakteristik cairan rektum. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. dampak zat larutan. yang disingkat LDA. Gerakan rektum dan waktu transit. Macam-macam mekanisme absorpsi. Fenomena antar permukaan. Anatomi dan 53 . Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. emulsi. b. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. c. monolapisan terlarutkan. Di dalam topik reologi. b. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. gambar fasa dan koefisien pembagi. pembahasan dan zat aktif permukaan. larutan isotonik. monolapisan tak larut. b.

Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Sediaan bayi. d. pemrosesan resep secara profesional. d. pembersih gigi. c. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Pembuluh darah yang melewati mata. bahan pengkeriting. Disain percobaan.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Sediaan gigi: pasta gigi. Struktur dan fisiologi rambut. konditioner. d. Struktur dan fisiologi kulit. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. c. d. perhitungan dalam compounding. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. c. pelindung matahari. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. e. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. pelurus. pewarna dan hair spray. penggelap kulit. b. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Sumber bau badan. sediaan akhir. e. b. e. jenis dan klasifikasi minyak wangi. kuku. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. Anatomi dan fisiologi mata. serbuk gigi. Kosmetik pewarna: muka. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. adhesif gigi palsu. b. Jaminan mutu: bahan mentah. resep dokter. b. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. pembersih. pencuci mulut. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. penjaga. d. Sediaan perawatan kulit: pencuci. praktek laboratorium yang baik. f. cara compounding obat yang baik. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. c. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. bibir. c. bahan pembungkus. Metode uji ketersediaan hayati. praktek 54 . Perhitungan parameter ketersediaan hayati. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. compounding obat non-steril dan steril. Pembuluh darah yang melewati kulit. Sediaan perawatan rambut: shampo. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. mata. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. b. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan.

depot tipe enkapasulasi. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. keuntungan dan kerugiannya.4. keuntungan dan kerugian. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. kultur sel hewan. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir. Sistem penyampaian transdermal. absorbsi perkutaneus. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. model hewan yang digunakan untuk penelitian. 55 . penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. dan evaluasi secra in vivo. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral. pestisida. keuntungan dan kerugian. tipe sandwich. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. antelmintik. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. perlindungan terhadap lingkungan. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. depot tipe adsobsi. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. depot tipe esterifikasi. Sistem penyampaian secara implantasi. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon.2. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro. tipe matriks. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. Indikasi terapeutik. metode untuk meningkatkan permiasi. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen. matriks. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. disolusi reservoadran kimia. 3.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. membran permiasi. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia.11.

chloroplast. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. enzyme. sumber.patogen juga diperkenalkan. b. Uji klinik. pemiawaian. herbarium. formulasi. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. karakteristik.Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. struktur pelekatan dan juga endospora. nucleus. c. kultur. pewarnaan. pengawasan mutu. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Prokaryote versus eukaryote. microtubules. endoplasmic reticulum. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri. struktur pergerakan. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. arboretum. pemalsuan. Prinsip-prinsip penyakit. microfilament. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host . ekstraksi. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. lysosome. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. isolasi. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. farmakokinetika. ribosomes. taksonomi dan tatanama tumbuhan. Mitochondria and the 56 . penanaman. bioteknologi kultur. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. Structure and function of organelles: mitochondria. klasifikasi dan kepentingan klinik. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. pemanenan. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. Cellular specialization. golgi bodies. struktur sel asing. penyimpanan. Energy. Regulatori dan kebijakan herba. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. and metabolism: a. pengeringan. farmakodinamika herba. farmaseutik.

replication. SN1. Cell growth and replication: a. d.2. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. e. nitrogen.O. Reaksi pergantian nukleofilik SN2. identifikasi senyawa yang mengandung C. Reaksi esterifikasi asetilisasi. dan konfigurasi sistem cis. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering.5. dan tatanama senyawa organik yang penting. structure and functional proteins. CHON. SNi. Microbial genetic: a. Lipid bi layer. Conservation of genetic codes. reaksinya. transfer RNA. b. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. Antibody diversity. b. reaksi penggaraman. trans.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. d. Cell replication: mitosis. eritro. The relationship between genes and protein. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. Ikatan sigma dan pi. analisis kation cepat. L. konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. 57 . b. c. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. R dan S. b. hidrolisis. T and B lymphocytes 3. e. Mutation. Summary of membrane functions. Pengenalan stereokimia. pembentukan lakton. Antibody structure and function. Membrane composition. The immune system: a. and aging. E dan Z.11. messenger RNA. Cell growth. Somatic cell genetics. and DNA repair. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Meiosis. RNA: general structur. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. DNA: structure. c. c. Amino acids. cell junctions. Transport of material across membrane. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Cell culture. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. cancer. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder. d. orbital molekul. f. The clonal selection theory. treo. ribosomal RNA. dan oksigen.H. dan polimersasi melibatkan radikal. c. Cell fusion. The gene and synthesis of protein: a. b. c. Chromosome and plasmid. amida dan terunannya. DNA recombination. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. isomer geometrik. laktam. Radikal. Membrane structure and function: a. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. UV. sulfonamida. d. reaksi pembuangan E1 dan E2.

Amilum. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. kinetik enzim dan penghambatan enzim. penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. c. FT-IR. Hidrolisis. b. Pengaruh kimia. b. b. GC. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Pektin. Hemiselulosa. Komponen fungsional dari 58 . denaturasi. Asil gliserol. Hidrofilisitas. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Auto oksidasi. c. lipid. f. c. Denaturasi protein: a. renaturasi. c. Tatanama enzim. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Kimiawi penggorengan. Aspek kimia lipida: a. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. DNA. e. Selulosa. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Asam laurat. b. Hubungan fungsi struktur polisakarida. Oligosakarida. b. Sifat pembusukan. RNA. Fosfolipida. Fungsi protein: a. Reaksi karbohidrat: a. asam nukleid dan vitamin. Fisikokimia asam amino dan protein: a. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. protein. c. Lemak susu. Pemanis. spektrofotometer. b. e. Klasifikasi lipida: a. b. penghibridan. Lipolisis. Pengaruh fisika. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Sifat pengemulsi. asam amino. nukleosida. Vegetable butter. Hidrogenasi. bentuk organisasi laboratorium. b. b. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. nukleotida. Oleat dan asam linoleat. b. pH meter. d. Glikosakarida. HPLC. Refining. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Interesterifikasi. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. AAS. Sifat umum protein. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Lemak hewan. Monosakarida. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. c. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Reaksi pencoklatan. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Basa purina dan pirimidina. d. Sifat umum asam amino. Polisakarida. Marine oil. b. c. d. Energi denaturasi. Asam lemak. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals).

limonoida. Penggunaan radioisotop untuk terapi. prebiotik danprebiotik. susunan makanan nasional. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer.6. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. Peluruhan radioaktip. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. kromatografi cair kinerja tinggi. flavonoida. fitosterol di dalam margarin. komponen fungsional dari makanan hewani. fitosterol. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. Pengukuran dan ekspresi efek obat. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat. karotenoida.2. mineral. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. AAS. Pendahuluan: Arti komunikasi. NMR. Diet dan arterisklerosis. pembuatan dan formulasi obat. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Cara-cara analisis yang digunakan. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum.11. Kerdioaktipan alam dan buatan. serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. farmakokinetika dan farmakodinamika. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). Syarat sediaan radiofarmasi. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. zat bersifat anti kanker di dalam makanan. Penyimpanan radiofarmasi 3. sulfida. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat. serat pangan.teknikpenyediaan. kromatografi gas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. 59 . klasifikasi obat dan penyakit. penemuan. Tatanama obat. dll. pola makan dan proses penuaan. asal usul dan dasar pencarian obat.

Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Belajar dari contoh. Syariah. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Motivasi baik dan buruk. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. UNI 101/2 SKS . bahasa yang efisien dan efektif. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Takwa. Tiga kemampuan dasar manusia. Perangkat dasar Agama Islam. buku ilmiah. Ibadah dan Muamalah. Agama Islam. Karangan ilmiah: Skripsi. Akidah. journal. penalaran dalam bahasa Indonesia. Pikiran mencari kebenaran. A. Menulis laporan ilmiah. Keluarga Katolik. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. bersikap nasional dan dinamis. tujuan menulis karya ilmiah. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. berfikir fisolosofis. Sumber Ajaran Islam.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. UNI 102/2 SKS . berpandangan luas. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing.Agama Islam Manusia dan Agama. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. Agama 60 . karangan ilmiah popular. UNI 10*/2 SKS . dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Hubungan dengan Ilahi. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Arti keadilan. Menulis karangan ilmiah. Disiplin Ilmu dalam Islam.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. diterima secara pribadi.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Akhlak. B. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. tesis. disertasi. berbudi luhur.

Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. Alam semesta. Tema-tema kapita selekta: a. d. Kasih dan Pengharapan). bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. UNI 105 . Sejarah agama Hindu. c. Sila dan etika Hindu. Glosarium Farmasi. Pandita dan Pinandita. Dhamma. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Agama Krsiten. E. Manusia dan tanggung jawab. Manusia dan Pembangunan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Kapita selekta. Studi kasus pada masing-masing fakultas. UNI 108 . Yadnya. sebagai hukum Hindu. c. Sar darsana. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Catur Purusharta dan Catur Asrama. AIDS. Catur Marga Yoga. dan lingkungan. C. Sumber ajaran Budha. b. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Iman Kristen. b. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. UNI 104 . Narkoba. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . Manusia dan keutuhan ciptaan. Agama Budha. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Sosiologi agama Hindu. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Kerangka dasar ajaran Budha. Hari-hari suci agama Hindu. Agama: a.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Perjudian. manusia lain. Kerasulan awam sebagai tugas umat.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. c. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. Tempat suci. Hakikat manusia.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Dan lain-lain.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Weda sebagai kitab suci.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. D. Meditasi. b. Pengertian agama. ilmu pengetahuan dan agama. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. UNI 103 . Gereja.

serta prinsip dasar statistik. c. 62 . termasuk hak dan kewajiban bela negara. Implementasi Wawasan Nusantara. c. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. d. Hak dan kewajiban warganegara. Pengantar: a. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. HAM dalam bela negara. Konsep Wawasan Nusantara. Ketahahan Nasional. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Hak Azasi Manusia. a. Wawasan nuantara. Politik dan Strategi Nasional.si Indonesia. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data.Bab 3: Kurikulum farmasetika. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. c. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. b. a. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. negara. UUD 1945. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. a.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. f. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. hak dan kewajiban warganegara. b. Pendidikan pendahuluan bela negara. d. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. Pemahaman tentang bangsa. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. c. Demokra. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. b. b. e. b. a. Pengaruh HAM. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. Politik dan stra tegis nasional. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. g.

Teknik/metode: analisa yang baru. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. c. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. Health food: VCO. Biologi Farmasi. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. Farmasetika. dalam bidang Kimia Farmasi. d. buah merah. back to nature.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. misalnya: a. farmakologi. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. Teknologi nano dalam farmasetika. SAR. e. Herbal medicine: the hijau. fisiologi. minyak omega-6. dan Farmakologi. f. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. farmasi komunitas atau industri. g. 63 . mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. demam berdarah. rumah sakit. b. flu Burung.

Kompetensi di Industri 4. silabus mata kuliah. Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.Farm. 4. Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas. yaitu: 1. di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. dan kerja praktek profesi. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. 64 . Kompetenesi di Rumah Sakit 3. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan.).1.

Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. Informasi fungsi pelayanan konsultasi.Formulasi Sediaan Obat . tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. Farmakokinetik. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.Peraturan perundangan tentang obat .1. Kompetenesi di Rumah Sakit 3. Kompetensi di Industri 4. .Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . dan Edukasi. dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. dan efektif.1. Biofarmasi. 03.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. Toksikologi. Kurikulum Inti. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. 02. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . informasi. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . dan Kisi-kisi Materi Kuliah.Satabilitas Obat . 01. aman. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. . kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat.Cara/teknik pencampuran obat . Stabilitas Obat dll.

Stabilitas obat penyimpanan obat dan . 01.2.Kemampuan berbahasa dengan baik .Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi. Partisipasi Promosi Kesehatan 07. Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Psikologi .Manajemen keuangan .Manajemen kepegawaian .Ilmu komunikasi dan Psikologi .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek.Peraturan perundangundangan NO. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat.Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO. Pencatatan dan Pelaporan 05. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan .Ilmu-ilmu kefarmasian .Ilmu-ilmu komunikasi . . Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan.Farmako-ekonomi 4.Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan . Partisipasi Monitoring Obat 06.1. Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 .Ilmu-ilmu kefarmasian . . Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat.

dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi. 10.Ilmu-ilmu kefarmasian .Farmako-ekonomi . pemilihan obat yang tepat. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Metodologi Penelitian .Ilmu-ilmu Kefarmasian .Farmakokinetik Klinis .Farmakoterapi .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Psikologi NO. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. pemberian dan penyediaan obat. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi. Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan. 09.Ilmu Komunikasi .Patofisiologi .Sistem Informasi .Ilmu Komunikasi . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . antara lain: uji klinis.Biofarmasi .Psikologi .Ilmu komunikasi .Manajemen logistik .Statistik 07. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik .Toksikologi Klinik . Peranan dalam penelitian 08. 04. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Manajemen informasi .Farmakoterapi . Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. 06.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Pusat Informasi Obat . Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. 05. Pelayanan KIE (konsultasi. pemantauan efek obat.

Farmakologi/ Toksikologi .Farmakokinetik .1. obat jadi. 01. khususnya melalui internet . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal.Kemampuan komunikasi .Formulasi Teknologi Farmasi .Biofarmasi .Kimia Medisinal .Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. Fisikokimia. Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. Mikrobiologi. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif. 04.Farmasi Fisika . Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi . 05. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO.3. Fisika. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . metode analisis.Perundang-undangan .Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Farmakologi dan Toksikologi .Farmakognosi/Fitokimia . pilot plan. Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Bioteknologi . dan kemasan.Unit proses 68 .Farmasi Fisika . Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia.

Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk . . Fisika. Teknologi Farmasi. dll). Biologi).Toksikologi obat baru. Farmasi . Ilmu Komunikasi .Statistik Promosi dan penyam.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Farmakokinetik . logi.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan . sesuai untuk keperluan perFisikokimia.Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. proses yang sudah ada. farmasis. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . Fisika. 6 7 8 9 10 11 12 69 .Pengetahuan tentang bahan pengemas . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia.Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses. Biofarmasi.Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik .Mampu melaksanakan .Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya .Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai . .Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO. (dokter. yang baik (good laboratory Fisikokimia. Farmakokinetik.Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. Biologi) menjamin mutu produk yang .Teknologi Farmasi .Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Farmasi Fisika .Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me.Pengetahuan tentang validasi . kefarmasian .

Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02. distribusi.Manajemen barang/ material .Stabilitas produk .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. Toksikologi. persyaratan obat. . 01. pengadaan. Farmakokinetik.Statistik . persyaratan obat. 70 .1. Bioteknologi. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. .Bahasa Inggris . dll. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. Esensial Nasional.Peraturan perudangundangan NO. Teknologi Farmasi.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO. 03. Termasuk pengumpulan distribusi.Manajemen . dll.Berbagai pengetahuan kefarmasian . dan bitkan suatu peraturan). 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi.Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. distribusi obat untuk .4. Biofarmasi. Stabilitas obat.Metodologi Penelitian 4. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional).

nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. 09. distribusi. 05. 4. 06. izin praktek. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. 02. 05. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. 04. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 10. 07. 08. 07. 01. 03. dll). import. dll. dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional. 06. pendidikan berkelanjutan. kerja praktek. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . seperti dengan WHO. dan penjualan.2.

perhitungan dalam compounding. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). cara compounding obat yang baik. gangguan hepar. Thrombocitopenia. Breast cancer. TBC. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Sistem Pernapasan: Asma. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Infeksi: Virus hepatitis. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. compounding obat non-steril 72 . Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. resep dokter. 05. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. CHF (Congestive Heart Failure). 03. Schizoprenia. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Pirai. 01.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. hemodialisa. 02. Sistem Darah: Anemia. Konstipasi. Neoplastik: Leukimia. Gagal ginjal kronik. 06. Hiperlipidemia. gangguan ginjal. Sistem Syaraf: Epilepsi. Lanjut usia (geriatri).3. Diare. kehamilan dan menyusui. Bakteri ISPA. gangguan saluran cerna. gangguan hati. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. Alergi pada kulit. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. penyakit kronis) dan monitoring kadar obat. 04. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. Osteoporosis.

penjualan dan distribusi. 73 . obat-makanan. studi kelayakan apotik. fungsi dan tujuan konseling. dan studi kasus compounding dan dispensing. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. pasien beresiko. assessment. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. EBM (Evidence Based Medicine). jenis dan mekanisme interaksi obat. Pemahaman tentang rekam medik. pengadaan. pemrosesan resep secara profesional. obat-reaksi laboratorium). monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. arti penting interaksi secara klinik. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. dan strategi pengembangan. Studi kasus pelayanan kefarmasian. Sistem Informasi Obat. keuangan. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. desintegrasi. manajemen apotik. ASMETHOD. analisis keuangan. fungsi dan tujuan komunikasi. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. objective. Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. fungsi-fungsi manajemen. assessment. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. plan) atau PAM (problem. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Etika komunikasi. OWA. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. ranah interaksi obat (interaksi obatobat.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. pemasaran. Penyusunan formularium. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. manajemen pelayanan dan informasi obat. komunikasi efektif. pengendalian operasi apotik. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. Konseling: pengertian. inventori. organisasi apotik. SDM. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi.

Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. pergudangan obat jadi. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. apotik. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. PPC (Production Planning Control). signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). dan motilitas terhadap obat. pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. drug displacement. produksi. mekanisme interaksi. signifikansi klinis. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. sterilisasi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). pengawasan mutu. Distribusi obat dan alat kesehatan. distribusi. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan. laboratorium. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. flora. sindrom serotonin. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. pengaruh adsorpsi. perubahan aliran darah renal. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). perubahan pH urin. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. dan manajemen perapotekan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. Pelayanan resep dokter. perubahan mekanisme transpor obat. Interaksi obat dengan diuretika. Tugas khusus. Interaksi obat dengan herba/food supplement. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. interaksi tidak langsung. signifikansi klinis. Produksi obat jadi. Tugas khusus (Studi kasus). penelitian dan pengembangan. 74 . pengadaan bahan baku dan pengemas. eliminasi obat.

Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. white board. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi.Tek Formulasi Sediaan Solida 1. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Biokimia 1. Kimia Organik 1. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Farmasi Fisik 3. LCD projector.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2. laptop dan sound system.1. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5. Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2. yaitu: NO. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5.2. Farmasetika Dasar Formulasi 2.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Industri Farmasi PT Kimia Farma. yaitu: 1. Yakarta 10. Bandung 79 . Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. Kimia Farma Apotek. Di samping itu. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2. Bandung 11.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. 5.4. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054.6.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . PT Kimia Farma Apotek.7. 5. Bandung 13. Yakarta 12. Yakarta 14. Perum BIOFARMA. Pengakuan Badan Profesi Terkait . Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3.5. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. PT Aventis Pharma Industry. Industri Farmasi PT Kimia Farma. tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4. Bandung 7. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Medan 6. Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. PT Indofarma Tbk.

Jabatan Perkhidmatan Awam. 16. 20. 26. Di samping itu. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. PT Combiphar Farma. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. Yakarta PT Bayer Indonesia. 24. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 80 . 23. 28. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. 19. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Hospital Besar Pulau Penang. Padalarang. 25. 29. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 22.Bab 5: Sarana Pendukung 15. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. 27. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. 21. Medan Rumah Sakit Umum dr. Hospital UKM. Yakarta PT Ethica Indonesia. Pirngadi. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 18. 17.

6. Tahun di 1990. SU. 2. Effendy De Lux. Prof. Apt. Jansen Silalahi.rer.Putra. 4.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3.App. PPSF-USM. PPSF-USM. Tabel 6. Japan 1991. Tokushima Univ. 5.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap. 6. Wniv. dan Tahun Pengukuhan No 1. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU.. Dr. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor). M.Sc. Dr. M. Apt Ph. Prof.1.D. Siti Morin Sinaga. Australia 2002.. Apt. Ph. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU.. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Malaysia 1994. Malaysia 1991. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Apt. Dr. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. Dr. Urip Harahap. Apt. Prof. Nama Prof.nat.1. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. UTM-Johor. Prof. Dr. 3. UNSW. Hakim Bangun. Sumadio Hadisahputra.bb Prof.D. Dr. Apt.Sc. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 . b. Malaysia 1990.

Effendy D. Dr. 5.Fat Aminah. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr. SU.H. Drs.Saodah. Siti Morin Sinaga. MS. Dra.Sc. Farmasetika 1988 USU 1997 82 ..Si.Azizah Nasution.Apt.. 8. M. 18. M. dan Kualifikasi Pendidikan No. Drs. Apt.App.. Prof.. Kasmirul Ramlan 17. Prof.Hakim Bangun.Dr.Si.Sumadio Hadisahputra.Apt. Sinaga. Julia Reveny.Apt. Apt. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– . 19.Sc.Pandapotan Nasution. M. Apt. Dr.Bab 6: Dosen Tabel 6..Apt. Apt. M. 15.T Simanjuntak.. M.2. Dra.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un. 13. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. 3. Prof.. Apt.Sc. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM. 9.Edy Suwarso.M. Apt. Apt. Dr. M.M. Apt. Dra.Wiryanto. Nama Dosen..Putra.. Juanita Tanuwijaya.Surjanto. Apt. Dr.Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Apt. SU.Jansen Silalahi. M. Bidang Ilmu.Ginda Haro.Apt.Apt.Si. Dr.PS. Dra. 7. 2. 12. 20. M. 11.Si. M. Dra.Malaysia Thailand UGM Un.Djendakita Purba.Si 21. 10. Karsono. Drs.Urip Harahap. MS. Johor AIT– 2002 ..Sc 16.nat.. Nama Prof. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22.Sc.Sc. Apt. Dra. Prof. M. 6. M.Apt. 14.Malaysia USU ..Sc.Dr. Prof. Apt. Salim Usman... M.Dr.Dr.Apt Dr. Drs.Nazliniwaty. 4.rer.Dr.. Apt.Apt. M. 1.

31. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27... M.Apt. 28. 26. Apt. Farmasi Kimia 44. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra.David Sinurat. Farmasi Drs.Masfria. S.Apt.Si.Si. Marianne. M. Nurmadjuzita. Hayati Lubis.Si. Kimia 35. Kimia 43. Apt. 25.Maralaut Batubara. S.. Apt. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. Farmasi Dra.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . Dra.Si. M. Farmasi Drs. M.Apt. Farmasi Drs. Dra.Syahrial Yoenoes.Si.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU ..Masria L Tambunan. MS.. Farmasi Drs.Ismail. M. Kimia 40...Saleha Salbi.. M. Farmasi Drs. Kimia 41.Apt..Si. Dra. Aminah Dalimunthe. M. Kimia 36.Apt.. 23. S. SU. M.Agusmal Dalimunthe. MS.Si Kimia 39.Apt. M. 24.Nahitma Ginting.S. Kimia 34. Hasibuan... 30. Apt.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta ..Apt. Apt.Apt. Apt..Muchlisyam. Dra.Phill. M. Kimia 33. Nama Dra. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Si.Si. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 . Drs. Apt. Farmasi Drs.Si Kimia 42.. Farmasi Drs. Kimia 38.Immanuel S.Anayanti Arianto.Apt. Apt. Drs. MS. Apt. Apt. M.. Apt. M.Si.Chairul Azhar D.Apt. Apt.Sudarmi.. Kimia 45. Farmasi Drs. Meliala.Fathur Rahman H.Si.Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No.Sc. M.Syafruddin.Si. Farmasi Dra.. Farmasi Drs.Salbiah. Poppy Anjelisa Z..Si. Farmasi Kimia 37. M. Apt.Lely Sari Lubis.Si.. Drs.

Apt. Farmasi Dra. Biologi 51. MS. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama. 54.Si. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. 57. MS.. Farmasi Kimia 47. Farmasi Dra. Drs. 56. Drs. Drs.. MS.Si. MS. Apt. Patofisiologi.Siti Nurbaya. M. M. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59.. Kimia 46. S. 58.Apt.Si.Panal Sitorus. Dra.Si.. Farmasi Biologi 49. Drs. Apt.Sc... Ilmu Sosial Dasar.Misra Gafar. 62. Dra. Apt. Drs.Si.Tuty Roida Pardede.Apt. 55. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. M. MS..Apt.Aswita Hafni Lubis.Rosidah.Erly Sitompul.. M. M. Apt.Apt.Herawati Ginting. Awaluddin Saragih. 84 .Si. 60. Dra. Farmasi Dra. Biologi 50. Farmasi Kimia 48..2. Zainuddin. Ilmu Budaya Dasar.. M. Dra.Apt. MS. Bahasa Indonesia. Kimia Klinis).Rasmadin Muchtar. M. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. Dra. Hari Ronaldo Tanjung. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6.. Dra. Siti Aman.Si. MS Apt. Farmasi Nama 53.Apt.Ubaidillah M. Pendidikan Kewarganegaraan. Biologi 52. Apt.Apt. Apt.Suryadi Ahmad.Marline Nainggolan..Saiful Bahri 61.Apt.Suwarti Aris.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra..Apt.

MA. B. Ph. Maya Safira dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Iman Sukiman. M. Dedy Ardinata. dr. Sembiring Dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. MA Drs.PK(K).. Hj. 85 . Eka Roina Megawati dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Zakiah. MA. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. dr. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. M. dr.Th. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia. Milahayati Daulay Prof. Sp. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker.D. Sp.3. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Yetty Machrina dr. Marjuni Rangkuti. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. Drs. Dra. Rosmiani. Tommy Tantawi. Risnawati Sinulingga. Nuraiza Meutia dr. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. M. Drs. Adi Kusuman Aman. Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No.Kes. Yudi Herlambang dr.M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. industri farmasi. Azhar dr. dr. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia.3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof.Pd. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Dra. pimpinan apotek PT Kimia Farma..PK(K). Prof.

Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1.1. sekretaris departemen departemen. Pengurus Departemen Ketua departemen.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 . dan ketua departemen B.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan .Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. dan anggota II.Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan . Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. sekretaris jenderal. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Presidium Terdiri dari gubernur. PERANGKAT ORGANISASI A.

4. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. D. 4. dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Mendapat mandat dari gubernur b. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. surat keterangan. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Menandatangani surat mandat. Departemen Pendidikan & Penalaran a. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. 3. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2.

Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Departemen Komunikasi & Informasi a. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b.

Departemen Seni & Olahraga a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. sportivitas. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. kekeluargaan. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e.

Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Fadli : Yade Metri P. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. F. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. f. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. III.

AZMI ERVITA .ANITA KARLINA Kekaryaan .YUSTINA SAMOSIR .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.SRI IRMAWATI .PARHAN Agama Kristen .AGNES SITORUS . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .RETNO FARDHANI .AGREFINA .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .NURSAIDAH .SRI WAHYUNI .FITRIANA .JUNI MARTOGI 91 .FADHILAH ANWAR .JOHN NEW COMBI .DINANTY DINI . Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.FATIMAH SYAM .HAFNIZAR W DAULAY .RIKHA ANDRISSHA PTKP .SRI KURNIASIH .EVA SURIANTI .ELVRIDA SIALAGAN .DINA ANDRIANI .LISA HELMITA . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M.KARMILA .NANDA SARI .2.SUCI RAHMALIA .MUHARNI SAPUTRI .MIMI MAULIDINA .VERA NOVITAWATI .PEBRIANA MEGA SARI .NOVY HANDAYENNY .YULIA SARI .ARISMA RINI Agama Islam .

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .