i

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2008
i

ii

30 Mei 2008 Editor. telah dapat disusun Buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Tahun 2008. kami mengucapkan tarima kasih. Buku ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan sivitas akademika Fakultas Farmasi USU tentang perkembangan Fakultas Farmasi saat ini. Akhirnya atas kerjasama semua pihak hingga terbitnya buku panduan ini. Apt. Kami menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna. dan organisasi kemahasiswaan. Syahrial Yoenoes. Prof. Apt. sarana pendukung. Kami menerima masukan dan kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku panduan ini nantinya.. SU. atas limpahan dan ramat-Nya. dosen. kurikulum. Drs. Medan. tujuan program studi. Dalam buku ini diuraikan informasi umum. SU.rer.. iii .nat Effendy De Lux Putra. Dr.KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Alah SWT. visi & misi. kurang lengkapnya informasi khususnya aktivitas dosen.

Prof. Medan. buku Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara ini dapat diterbitkan. kami menyampaikan penghargaan dengan ucapan terima kasih. Apt. 131283716 iv . NIP. Sumadio Hadisahputra. Dalam buku ini tertuang informasi yang merupakan pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.KATA SAMBUTAN DEKAN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Kepada editor Buku Panduan ini. Buku Panduan ini juga merupakan satu jawaban bagi penyelenggaraan tertib administrasi yang telah dicanangkan Dekan Fakultas Farmasi USU sesuai dengan motto: "Mutu Hari Ini Menentukan Mutu Akan Datang" Dengan demikian diharapkan akan diperoleh satu penyelenggaraan administrasi dan perkuliahan yang berkualitas di Fakultas Farmasi ini. Mei 2008 Dekan. Dr. Dengan terbitnya Buku Panduan ini diharapkan dapat lebih memantapkan sistem manajemen pendidikan serta sebagai bahan dalam mengembangkan program pendidikan di Fakultas Farmasi. Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan dan rahmat-Nya.

Dr. Sumadio Hadisahputra. nat.. Apt. SU. rer. Apt. Pembantu Dekan I Prof.FOTO DEKANAT FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dekan Prof. Dr. v . Effendy De Lux Putra.

M.. Pembantu Dekan III Drs.Pembantu Dekan II Dr. M. Surjanto. Apt.Si.. Julia Reveny. Apt.Si. vi .

..8............................................ 36 3..........2..1.2............................... Sumber Mahasiswa ..................................2.................................. Informasi Umum ..2.................1..6.....2.. 2 1............... dan Tujuan Program Studi ........................1..... 36 3....... Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas ...................... Kurikulum dan Silabus ...11.1............................ Sejarah Jurusan Farmasi ........................... Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas..... Bidang Farmasetika ..............1......... Bahasa Pengantar ......... 2 1..11......11.................. 38 3..........2.11............10......... 43 3........................................ dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 ...9...................... 47 3.............................. 55 vii ..............5............ Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas ................... Sejarah ..............4............iii Kata Sambutan Dekan ...... Misi....2.. 43 3.. Sejarah Universitas Sumatera Utara .1..... Daya Tampung ......2................... 10 3...............................DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ............ Dasar Pemikiran ..........1.............2..11...................3........ 38 3................. Misi...........2...... 40 3.4................................................................. Visi.......................... Kurikulum.......... 7 2... 1 1... 8 Bab 3..2..... 18 3....................... Gelar .3..................... Sejarah Fakultas Farmasi...............7....................................................... 1 1........1..... 38 3..... Jam Belajar ....2.. 37 3.............. Visi. 3 Bab 2........1......................2... 38 3..........2...... Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ....... 52 3............................ Sejarah FMIPA USU ....1..1.............. 1 1............................. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) ................ 37 3.2 Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas................1..................2..2..................................1........................ Tujuan ................... Bidang Farmakologi . 9 3.. 38 3...... 7 2........................2. 9 3.......................................................2.3....1................ Tabel Kurikulum ...........3 Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) ................... Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas ..2..vii Bab 1................. 38 3.4..... Penjelasan Kurikulum .............................. iv Daftar Isi ......................... Bidang Biologi Farmasi .............. 9 3...........2.........

.......2.... 70 4..................... 75 5... 66 4.. Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit .............................................. 79 5................1.. Jurnal Ilmiah ....... 86 7.......2..... Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker .................... 78 5................. Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi . 59 Bab 4.... 84 6.... 91 viii .......................5...................................3.................... Penguji Luar ........4.......................6....... Kompetensi Apoteker di Pemerintahan ..................... Pengakuan Badan Profesi Terkait .2........................2.....................4....3............... 75 5. 81 6........................... Perkuliahan ......................6... 68 4............. 75 5..3............ Perpustakaan ... Dosen Tidak Tetap ......................................................................... 71 4............................................... Dosen Tetap .......... Dosen........................ Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker .........5..................................... 64 4. 79 5.. 57 3........1............................. 64 4............................................ Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi ...... Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) .....................1...................... Asrama ....... 79 5............... 65 4.....1......... Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) .......... Program Pendidikan Profesi Apoteker ....2....... Sarana Pendukung ........... 79 Bab 6.............2........................................................... Bidang Kimia .............................3........... 85 Bab 7................ Organisasi Kemahasiswaan ...............................1. Hubungan dengan Institusi Lain ....................................1 Kompetensi Lulusan/Apoteker .7.......... Laboratorium ...........11....11................................ 72 Bab 5..... 81 6................2..... 86 7............1................1....3........................... Non-Bidang ......................1......

Selain mengasuh program S-1. Pada tanggal 20 Agustus 1952 berdiri Fakultas Kedokteran. Kampus USU Padang Bulan terletak di sebelah barat daya kota Medan. berjarak tujuh kilometer dari pusat kota. dan Fakultas Pertanian (1956). Untuk mengantisipasi pertambahan jumlah mahasiswa pada tahun-tahun mendatang.4 Ha yang merupakan pusat utama kegiatan universitas. 1. Fakultas Farmasi. USU telah memperoleh lahan baru untuk perluasan kampus di daerah Kuala Bekala seluas 300 Ha. Fakultas Ekonomi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kampus USU memiliki luas 116 Ha dengan luas zona akademik 93. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1956). Fakultas Kedokteran Gigi. Sejarah Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera Utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara pada tanggal 4 Juni 1952.1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.141 m2. Fakultas Sastra. Di kampus ini terdapat lebih dari seratus bangunan dengan total luas lahan 133.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 1 INFORMASI UMUM U niversitas Sumatera Utara (USU) didirikan pada tahun 1952. USU mengasuh 48 program studi yang tersebar di setiap fakultas/departemen. USU juga mengasuh program strata 2 (S2) sebanyak 32 program studi.1. disusul Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (1954). Sampai sekarang mempunyai 11 fakultas yaitu: Fakultas Kedokteran. Fakultas Hukum. dan strata 3 (S-3) sebanyak 7 program studi.1. Fakultas Teknik. yang dipelopori oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Abdul Hakim. Sejarah 1. Fakultas Pertanian. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Selanjutnya pada tanggal 20 1 .

M. terjadi lagi pergolakan yang mengakibatkan jatuhnya Prof. Disaat usaha pendirian FIPIA dimulai.Sc.2..1. maka kepanitiaan terhenti. yaitu saat kegiatan perkuliahan pertama kali dilaksanakan di Fakultas Kedokteran USU tanggal 20 Agustus 1952. Usaha mendirikan FIPIA dimulai lagi yang akhirnya pada tanggal 25 Agustus Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. tetapi atas usul beberapa anggota senat USU agar hari Dies Natalis USU ditinjau kembali.T. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September. Sejarah FMIPA USU Usaha pendirian Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU sudah dimulai sejak tahun 1959 yang diusulkan oleh Bapak A. G. Rapat Senat Universitas Sumatera Utara menyetujui untuk mengusulkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi agar Dies Natalis USU diperingati tanggal 20 Agustus 1952. Soekemi. Dr. 1. R. A.A. Soekarno. dan Dies Natalis FMIPA USU diperingati setiap tanggal 25 Agustus. Fisika dan Kimia. suasana di USU sudah stabil dan rektor dijabat oleh drg. Sofyan dari kedudukannya sebagai Presiden USU (Rektor).A.1. Syarief Thajeb menetapkan pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan PTIP No. Akhirnya Dirjen Dikti menerbitkan surat keputusan bahwa Dies Natalis Universitas Sumatera Utara jatuh pada tanggal 20 Agustus. Apt. namun pimpinan FIPIA USU dilantik oleh Menteri PTIP pada tanggal 25 Agustus 1965. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU) yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pendirian Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Pengetahuan Alam (FIPIA). seorang 2 . tidak terlepas berkat partisipasi Bapak Drs.3.190/1965 bulan September 1965 (SK pendirian FIPIA dan Fakultas Sastra USU) meliputi 3 jurusan yaitu: Matematika. 1.. Karena ketika terjadi pergolakan di Universitas Sumatera Utara yang mengakibatkan pindahnya ke Bandung Prof. Barus. Barulah pada awal tahun 1965. yang ketika itu sebagai staf pengajar Fakultas Teknik USU.Bab 1: Informasi Umum November 1957 Universitas Sumatera Utara diresmikan sebagai universitas negeri oleh Presiden I RI Ir. Nazir Alwi. Mulanya Dies Natalis Universitas Sumatera Utara diperingati setiap tanggal 20 November. Sejarah Jurusan Farmasi Dibukanya Jurusan Kimia bersamaan dengan berdirinya FIPIA USU.

Selanjutnya Jurusan Kimia diperkuat oleh staf baru dengan latar belakang Apoteker yaitu Bapak Drs. Untuk mencukupi jumlah tenaga pengajar. program strata dua (S-2) Ilmu Farmasi di buka pada tahun 2001. (Ketua Jurusan Farmasi) untuk membuat proposal perubahan status Jurusan Farmasi menjadi Fakultas Farmasi USU. peluang departemen menjadi fakultas terbuka kembali karena pasal-pasal dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. dilakukan perekrutan dari instansi Balai Pengawas Obat dan Makanan dan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Proposal selesai pada bulan Desember 2000.. dan Program Ekstensi Sarjana Farmasi pada tahun 2002. Maka pada tahun 1969 dibukalah Jurusan Farmasi sebagai jurusan keempat di lingkungan FIPIA USU. Seiring dengan itu pula.1. agar Jurusan Farmasi ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Farmasi. dan selanjutnya disampaikan kepada rektor melalui Dekan FMIPA USU. Dibukanya Jurusan Farmasi berdasarkan kenyataan bahwa sangat diperlukan tenaga apoteker di Sumatera.4. Jurusan Farmasi membentuk tim pekerja yang diketuai Dr. Chairuddin P. 56/2003. tanggal 11 November 2003. pada tahun 1994 Jurusan Farmasi membuka program D-3 Analis Farmasi. Dalam perkembangan tahun berikutnya proposal perubahan ini tidak dapat diproses oleh karena adanya surat edaran dari Dirjen Dikti bahwa pembukaan fakultas baru di Indonesia tidak dapat dilakukan. tanggal 11 November 2003. Chairuddin Nasution. 56/2003. atas masukan Rektor USU (Prof. Pandapotan Nasution. DTM&H. sekaligus memimpin Jurusan Kimia. tentang Penetapan Universitas Sumatera Utara Sebagai Badan Hukum Milik Negara. Mudjitahid. masing-masing tamatan dari UGM dan ITB. Sp. Untuk itu. M. Lubis. 1. M. maka di seluruh USU terjadi perubahan sebutan dari jurusan menjadi departemen.. (Alm) dan Bapak Drs.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi apoteker swasta di Medan yang kemudian diangkat sebagai staf pengajar tetap FIPIA USU. MPS. Apt. dan Keputusan Majelis Wali Amanat 3 . Sejarah Fakultas Farmasi Pada tahun 2000.. ketika itu untuk Sumatera hanya ada satu Jurusan Farmasi yaitu di Universitas Andalas Padang di Sumatera Barat. Pada perkembangan selanjutnya.A(K). Apt. Setelah USU menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Apt..

Pada hari Rabu. tentang Anggaran Rumah Tangga Universitas Sumatera Utara. Pada tanggal 4 Juli 2005. perihal persetujuan prinsip yang disebutkan di atas. Ketua Departemen meneruskan laporan ini kepada Dekan FMIPA. pada tanggal 26 Mei 2005 diusulkan kembali kepada rektor melalui Dekan FMIPA proposal yang telah direvisi tersebut. setelah menelaah proposal tersebut.Bab 1: Informasi Umum Nomor 1/SK/MWA/I/2005. Rektor USU mengirim surat kepada Dirjen Dikti memohon pertimbangan 4 . proposal yang telah diperbaiki dikirim kembali kepada rektor. Pada tanggal 6 Maret 2006. Untuk selanjutnya rektor mengirim proposal tersebut kepada Senat Akademik. diterbitkan Surat Keputusan Rektor USU No. menyetujui perubahan ini. 2395/J05/TU/2001. tanggal 2 Mei 2006. Komisi Akademik melalui surat nomor 09/SAUSU/KPA/V/2006. Proposal yang diperbaiki disampaikan kepada Rektor USU. dan dibahas di Komisi Akademik. melalui surat nomor 2688/J05/TU/2006. tanggal 8 Januari 2005. tanggal 17 Juni 2005. Untuk itu. yang diteruskan kepada Rektor USU. Pada 8 April 2006. tentang Pembentukan Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara menyelesaikan tugasnya dengan membuat laporan hasil kerja yang disampaikan kepada ketua departemen. Hasil rapat menyarankan supaya proposal disempurnakan lagi. dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk dibahas di Komisi Akademik. Persetujuan prinsip perubahan status Departemen Farmasi dan Departemen Peternakan menjadi fakultas. Pada tanggal 27 Oktober 2005. Komisi Akademik memberi rekomendasi agar Proposal dilanjutkan untuk diproses dengan beberapa perbaikan. dan selanjutnya disampaikan kepada Rektor USU. Pada tanggal 31 Mei 2006. dan surat Rektor USU No. Departemen Farmasi menyusun dan mengusulkan nama-nama yang bertugas sebagai Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi USU kepada Dekan FMIPA. melalui rapat Senat Akademik Universitas tanggal 11 Juni 2006. Sehubungan dengan persetujuan prinsip tersebut. memberi rekomendasi agar proposal dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Panitia Persiapan Pembukaan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara diundang rapat oleh PUREK I untuk membahas laporan yang telah dibuat dihadapan para pembantu rektor. tanggal 25 Januari 2006. 822/J05/SK/KP/2005.

rektor. dilakukan penjaringan calon dekan periode 2006-2010.) beserta kelengkapan berkas disampaikan kepada Dekan Fakultas MIPA. Rektor memaparkan langkah-langkah untuk proses selanjutnya. pada tanggal 27 Juli 2006. pada tanggal 28 September 2006. Selanjutnya. tanggal 7 Juli 2006 memberi balasan bahwa mengingat Universitas Sumatera Utara (USU) telah berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Untuk proses persiapan selanjutnya. yaitu Fakultas yang ke-11 di lingkungan Universitas Sumatera Utara. tentang Pengangkatan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara. Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan tentang Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Farmasi yang dijabat Dekan FMIPA USU (Dr. Rektor USU telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 1655/J05/SK/KP/2006. Eddy Marlianto. Menanggapi surat Dirjen Dikti. Hasil penjaringan calon dekan (hanya 1 calon yaitu Prof. Pada tanggal 14 Desember 2006. Melalui Dewan Pertimbangan Fakultas MIPA. Dirjen Dikti melalui surat nomor 2635/D/T/2006. dan untuk proses selanjutnya berkas calon dekan dikirim kepada Rektor USU untuk ditetapkan sebagai dekan. pelantikan Dekan Fakultas Farmasi USU yang pertama dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 26 Januari 2007. tanggal 8 Agustus 2006. dekanat.). Dr.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi untuk dapat menyetujui usulan perubahan status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farmasi USU. Apt. tentang Pembukaan Fakultas Farmasi pada Universitas Sumatera Utara. M. Selanjutnya. Maka kini Departemen Farmasi telah berubah menjadi Fakultas Farmasi USU. Sumadio Hadisahputra. 5 . Rektor USU menerbitkan Surat Keputusan Pembukaan Fakultas Farmasi USU dengan surat Nomor: 1050/J05/SK/KP/2006.Sc. terhitung mulai hari Selasa. dan PUREK untuk mengadakan pertemuan dengan Rektor USU guna mendengar pengarahan Rektor USU atas perubahan Status Departemen Farmasi FMIPA USU menjadi Fakultas Farfmasi. Dekan FMIPA USU mengundang seluruh staf pengajar Departemen Farmasi. Untuk selanjutnya. maka perubahan status Departemen Farmasi menjadi Fakultas Farmasi penetapannya cukup dengan Keputusan Rektor dan biaya yang timbul akibat perubahan ini tidak dibebankan pada anggaran pemerintah namun harus dibiayai dengan dana mandiri/swadana Universitas Sumatera Utara.

Bab 1: Informasi Umum

Pada tanggal 5 Mei 2007 diadakan acara peresmian Fakultas Farmasi, sekaligus pelantikan pembantu dekan yang dilakukan oleh Rektor USU, dan Reuni Alumni Farmasi. Pada acara peresmian dihadiri Majelis Wali Amanat, para dekan, dan ketua lembaga di lingkungan Universitas Sumatera Utara, serta undangan lainnya termasuk alumni yang datang dari seluruh Indonesia.

6

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi

BAB

2
VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI

S

ejalan dengan visi Universitas Sumatera Utara yaitu Universitas untuk Industri (University for Industry), maka visi Fakultas Farmasi adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

2.1. Visi, Misi, dan Gambaran Fakultas Farmasi Tahun 2020 Visi: 1. Menjadi salah satu institusi Pendidikan Tinggi Farmasi unggulan di wilayah Indonesia bagian Barat, di Malaysia, dan di bagian selatan Thailand pada tahun 2020. 2. Menjadikan Sarjana Farmasi lulusan Fakultas Farmasi USU dan Apoteker/Farmasis mampu mengembangkan diri sesuai dengan lingkungan kerja 3. Menjadi pusat penelitian dengan memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka pengembangan obat tradisional. 4. Menjadi pusat pengabdian pada masyarakat yang mampu memberikan konsultasi dan sekaligus sebagai rujukan dalam bidang Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Komunitas, Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan, dan Minuman Gambaran pada tahun 2020 departemen-departemen yang ada sebagai pelaksana terdepan dalam proses pembelajaran mahasiswa, mampu berfungsi sebagai sentra layanan pendidikan yang utuh, integrative, dan efektif serta didukung oleh sarana dan prasarana laboratorium dan media pembelajaran yang standar dalam pelaksanaan berbagai program layanan kepada mahasiswa.

7

Bab 2: Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi

Misi: Menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kualitas yang mampu bersaing secara regional dalam: 1. Memperluas kesempatan belajar pada jenjang S-1 Farmasi dan jenjang profesi baik bagi masyarakat Indonesia dan luar negeri. 2. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademis dan profesional yang mampu bersaing secara global dalam melakukan Produksi, Distribusi, Pelayanan Kefarmasian, Pengawasan dan Pengendalian terhadap Obat, Bahan Obat, Obat Tradisional, Kosmetika, Alat Kesehatan, Makanan dan Minuman 3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian sumber obat baru dan pengembangan obat tradisional 4. Memecahkan berbagai masalah yang ada di masyarakat, khususnya di bidang kefarmasian.

2.2. Tujuan Program pendidikan S-1 Farmasi bertujuan menyiapkan mahasiswa menjadi Sarjana Farmasi yang bermoral, memiliki kemampuan akademik di bidang kefarmasian: 1. Melakukan uji coba kimia, hayati, dan farmakologi terhadap obat, bahan obat, obat tradisional, kosmetika, makanan dan minuman; 2. Memformulasikan sediaan obat yang memenuhi syarat formulasi dan terapi; 3. Melakukan penelitian terhadap sumber daya alam untuk mengembangkan obat tradisional dan memperbanyak bahan baku obat; 4. Mampu menerapkan dan mengembangkan dan atau memperkaya khasanah ilmu kefarmasian sesuai dengan kemajuan teknologi dengan berpedoman kepada pendidikan seumur hidup.

8

9 . Kurikulum S-1 Farmasi terdiri atas Kurikulum Inti (50. Paket I dikhususkan kepada research & industry oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester VI sebanyak 8 SKS. Kurikulum meliputi Mata kuliah Pengembangan Kepribadian = MPK (8 SKS).1. Pada semester VII ditawarkan 12 SKS.31%). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Kurikulum disusun berdasarkan kepada kompetensi lulusan.1. Kurikulum inti Program Sarjana Farmasi mengacu kepada kurikulum yang dikeluarkan oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). Pada semester VII ditawarkan sebanyak 12 SKS. Kurikulum dan Silabus Program Sarjana (S-1) 3. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan = MKK (33/11 SKS).1. Mata kuliah Perilaku Berkarya = MPB (4 SKS). Mata kuliah Keahlian Berkarya = MKB (61/15 SKS). dan Mata kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat = MBB (2 SKS). mahasiswa wajib mengambil 6 SKS. Penjelasan Kurikulum P rogram Pendidikan S-1 Farmasi dikelola oleh Fakultas Farmasi dengan beban kredit 144 SKS yang dijadwalkan selesai dalam 8 semester dan selambat-lambatnya 12 semester. kisi-kisi materi kuliah. Pada kurikulum yang dikeluarkan oleh APTFI terdapat mata kuliah pilihan yang terdiri dari Paket I dan Paket II.69%) dan Kurikulum Institusional (49. kurikulum inti. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. dan praktikum. mahasiswa wajib mengambil 4 SKS. Mata kuliah pilihan paket II yang dikhususkan kepada patient oriented yang ditawarkan pada mahasiswa semester IV adalah sebanyak 8 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 3 KURIKULUM 3.

12. Praktikum. Tugas Akhir. KODE MK MATA KULIAH KELOMPOK SKS FKB 111 Kimia Dasar Farmasi MKK 2 FKB 113 Kimia Fisika MKK 2 FKB 115 Kimia Organik I MKK 2 Anatomi dan Fisiologi FKB 121 MKK 2 Tumbuhan FKB 123 Biologi Sel MKK 2 FKB 151 Pengantar Ilmu Farmasi MKK 2 FKB 131 Farmasetika Dasar MKB 2 FKB 141 Fisiologi Manusia MKK 3 FLB 111 Praktikum Kimia Dasar Farmasi MKK 1 Praktikum Anatomi dan Fisiologi FLB 121 MKK 1 Tumbuhan FLB 141 Praktikum Fisiologi Manusia MKK 1 FLB 113 Praktikum Kimia Fisika MKK 1 J U M L A H 21 10 . Beban kredit dan komponen kurikulum S-1 Farmasi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul fakultas/departemen. Setiap kurikulum mempunyai silabus/kisi-kisi materi kuliah dan praktikum dan Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Kuliah.1. yang diberlakukan bagi mahasiswa baru mulai Tahun Akademik 2006/2007. 07.2.1. 02. 03. 06. Tabel Kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara SEMESTER I NO. 10. 05.Bab 3: Kurikulum Tujuan mata kuliah pilihan paket I (semester VI) dan paket II (semester VII) adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan penelitian Tugas Akhir (skripsi) yang wajib dilakukan mahasiswa Fakultas Farmasi untuk mendapatkan gelar Sarjana Farmasi. Tabel 3. 3. Kegiatan kurikuler tersebut di atas dinilai dengan satuan kredit semester (SKS). 09. b. Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum. 01. Tabel Kurikulum Pada tabel berikut ini adalah kurikulum Program Sarjana (S-1) Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara mulai semester I sampai dengan semester VIII. 11. Jenisjenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain: a. c. 08. 04.

10. 5. 10. Islam. 3. 04. 2. KODE MK UNI 107 FKB 110 FKB 112 FKB 120 FKB 122 FKC 140 FKC 130 FKB 150 FLC 130 FLB 110 FLB 112 MATA KULIAH Bahasa Indonesia Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Patofisiologi Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida Statistik Farmasi Praktikum Farmasetika Dasar Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik KELOMPOK MPK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKB MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 3 2 1 1 1 21 SEMESTER III NO. Protestan. 08. 03. 05. 03. 04. 06. 06. 4. 08. KODE MK UNI 10* UNI 108 FKB 211 FKB 213 FKB 215 FKC 241 FKC 231 FKC 233 FLB 251 FLB 221 FLB 211 FLC 231 MATA KULIAH Pendidikan Agama (*: 1.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER II NO. 02. 07. 11. 11. 05. Katolik. 09. 02. Hindu) Bahasa Inggris Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Sintesis Bahan Obat Biokimia Farmakologi Farmasi I Farmasi Fisik Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Praktikum Statistik Farmasi Praktikum Mikrobiologi Farmasi Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Praktikum Farmasi Fisik KELOMPOK MPK MPK MKK MKK MKK MKB MKB MKB MKK MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 3 2 2 1 1 1 1 21 11 . 09. 12. 01. Budha. 07. 01.

06. 10. 08. KODE MK FKD 250 FKC 210 FKC 220 FKC 230 FKC 232 FKC 240 FKC 242 FLC 240 FLC 210 FLB 212 FLC 230 MATA KULIAH Etika/Kode Etik Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif Farmakognosi Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB) Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmakokinetika Farmakologi Farmasi II Praktikum Farmakologi Farmasi I Praktikum Biokimia Praktikum Sintesis Bahan Obat Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida KELOMPOK MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKK MKB JUMLAH SKS 2 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 20 SEMESTER V NO. 01. 03.Bab 3: Kurikulum SEMESTER IV NO. 08. 07. KODE MK FKE 351 FKC 311 FKC 313 FKC 315 FKC 317 FKC 331 FKC 321 FLC 311 FLC 321 FLC 331 FLC 341 MATA KULIAH Peraturan & Perundangundangan Kimia Farmasi Kuantitatif Analisis Fisiko Kimia Farmasi Kimia Medisinal Kimia Bahan Makanan Kosmetologi Obat Tradisional Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Praktikum Farmakognosi Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakologi Farmasi II KELOMPOK MBB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 20 12 . 02. 05. 11. 09. 03. 07. 10. 04. 05. 09. 06. 01. 04. 02. 11.

05. KODE MK FKC 450 FLC 452 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 13 . 08. 06. 08. 01. 01. 02. KODE MK FKC 350 FKB 352 FKC 340 FKC 320 FKC 330 FLC 310 FLC 312 FLC 314 FLC 320 MATA KULIAH Kewirausahaan Metodologi Penelitian Farmasi Klinis Fitokimia Biofarmasi Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Praktikum Analisis Fisiko Kimia Farmasi Praktikum Kimia Bahan Makanan Praktikum Obat Tradisional Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MKB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 3 1 1 1 1 4 20 SEMESTER VII NO. 06. KODE MK UNI 106 FKC 441 FKC 443 FKC 445 FLC 421 FLC 423 FLC 441 MATA KULIAH Pendidikan Kewarganegaraan Kimia Klinis Toksikologi Immunologi-Serologi Praktikum Fitokimia Praktikum Biofarmasi Praktikum Kimia Klinis Mata kuliah Pilihan KELOMPOK MPK MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 1 1 1 1 1 6 15 SEMESTER VIII NO. 03. 02. 03.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VI NO. 01. 09. 04. 07. 04. 07. 02.

FPC 322 NO. FPC 342 NO. 11. FPC 415 06. FPC 330 03. FPC 411 06. FPC 453 Radio Farmasi Kimia Forensik Farmasi Klinis Lanjutan Kapita Selekta Studium Generale MKB MKB MKB MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan 2 2 2 2 6 10 14 . MATA KULIAH Pengendalian Mutu Makanan Informasi Obat Farmakoekonomi KELOMPOK MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 4 SEMESTER VII 04. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 413 05. FPC 441 07. FPC 310 02. MATA KULIAH Rancangan Obat Farmasi Fisik Lanjutan Bioteknologi Farmasi Fitokimia Lanjutan KELOMPOK MKB MKB MKB MKB Jumlah SKS 2 2 2 2 4 SEMESTER VII 05. FPC 451 FPC 453 Kimia Organik Lanjutan Pengembangan Produk Penyampaian Obat Terkontrol Farmakognosi Lanjutan Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Kapita Selekta Studium Generale MKK MKB MKB MKB MKB 2 2 2 2 2 2 6 10 MKB MKB Jumlah Jumlah semua pilihan MATA KULIAH PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. Semester VII = 6 SKS KODE MK SEMESTER VI 01. FPC 423 10.Bab 3: Kurikulum MATA KULIAH PILIHAN PAKET I (Research & Industry Oriented) Mata Kuliah Pilihan Semester VI = 4 SKS. FPC 340 03. FPC 451 08. FPC 431 07. FPC 312 02. FPC 320 04. FPC 421 09. FPC 433 08.

3. 2. 8. 11. 6. 4. 9. 11.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI KONSENTRASI FARMASI KLINIK DAN KOMUNITAS FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SEMESTER I NO. 6. 10. 2. 9. 1. KODE FKB 111 FKB 113 FKB 115 FKB 121 FKB 123 FKB 131 FKB 141 FKB 151 FLB 111 FLB 113 FLB 121 FLB 141 MATA KULIAH Kimia Dasar Farmasi Kimia Fisika Kimia Organik I Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Biologi Sel Farmasetika Dasar Fisiologi Manusia Pengantar Ilmu Farmasi Praktikum Kimia Dasar Farmasi Praktikum Kimia Fisika Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Praktikum Fisiologi Manusia KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKK MKK MKK MKK MKK MKK JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1 1 21 SEMESTER II N KODE O 1. 7. 4. FKB10 FKB12 FKB10 FKB12 FKB10 UNI107 FKC10 FKC10 FLB110 FLB112 FLC130 MATA KULIAH Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Kimia Organik II Mikrobiologi Farmasi Morfologi dan Sistematika Tumbuhan Statistika Farmasi Bahasa Indonesia Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solid Patofisiologi I Praktikum Kimia Analysis Kualitatif Dasar Farmasi Praktikum Kimia Organik Praktikum Farmasetika KELOMPOK MKK MKK MKK MKK MKK MKK MKB MKB MKK MKK MKB JUMLAH SKS 2 2 2 2 2 2 3 3 1 1 1 21 15 . 12. 8. 3. 10. 5. 7. 5.

1. 10. 11. 2. 3. 8.Islam. 1.Budha. 4. 3. KODE 1. 3. 11. 4. KODE CKA260 CKA230 CKA240 CKD250 CKC242 CKC210 CKC361 CLC230 CLC240 CLC210 MATA KULIAH Kewarganegaraan Formulasi Sediaan Solida Farmakokinetika Klinik & TDM Undang-undang dan Etika Kesehatan Farmakoterapi Sistem Saraf Pusat Kimia Farmasi Psokologi Komunikasi Praktikum Formulasi Sediaan Solida Praktikum Farmakokinetika Praktikum Kimia Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Kimia Bahan Makanan* Narkoba dan Masyarakat Farmasi Kesehatan Masyarakat* Kewirausahaan* KELOMPOK MPK MKB MKB MPB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 19 2 2 2 2 CPC210 CPC250 CPC252 CPC260 16 .Katolik. 9.Protestan. 5. 6. 3. 10. 5. 4. 6. 8. 9. 7. 2.Hindu Biokimia Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Farmakokinetika Farmakoterapi Sistem Saraf Tepi Patofisiologi II Kimia Medisinal Nutraceutical Praktikum Farmasi Fisik Praktikum Farmakologi Dasar KELOMPOK MPB MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH SKS 2 2 2 3 2 2 2 2 1 1 1 20 SEMESTER IV NO. UNI 10* CKB211 CKC231 CKC241 CKC243 CKC245 CKC247 CKC213 CKC249 CLC231 CLC241 MATA KULIAH Pendidikan Agama: 1. 5. 2.Bab 3: Kurikulum SEMESTER III NO. 7. 2. 4.

4. Ginjal & Darah Asuhan Kefarmasin (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Penelitian Metogologi Penelitian Fitokimia Praktikum Fitokimia Praktikum Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Farmasi Veteriner* Imunologi* Farmasi Geriatrik* Obat-obat Herbal* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 20 2 2 2 2 CPC330 CPC340 CPC342 CPC320 17 . CKC 351 4. 8. 7. 2. 11. 10. CKB347 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER V NO. 8. 9. KODE 1. 4. 5. 7. 2. 1. 3. CKC331 3. 5. 4. 9. 11. 3. 6. 3. CKC 341 CKC 349 CKC 343 CKC 345 CKC 321 CLC 331 CLC 321 CLC 351 CPC 311 CPC 331 CPC 341 CPC 351 MATA KULIAH Interaksi Obat Formulasi Sediaan Steril Farmasi Komunitas Farmakoterapi Infeksi dan Kanker Farmakoterapi Sistem Kardiovaskuler Farmakoepidemilogi Farmasi Klinis I Farmakognosi Praktikum Formulasi Sediaan Steril Praktikum Farmakognosi Praktikum Farmasi Komunitas Mata Kuliah Pilihan* Good Laboratory Praktice* Penyampaian Obat Terkontrol* Toksikologi Forensik* Pemasaran Dalam Farmasi KELOMPOK MKK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 2 21 2 2 2 2 SEMESTER VI NO. 1. 2. 6. 10. 1. KODE CKC340 CKC342 CKC344 CKC346 CKC350 CKC352 CKB360 CKC320 CLC320 CLC 40 MATA KULIAH Patologi Klinik Farmasi Klinis II Farmakoterapi Saluran Pencernaan Farmakoterapi Sistem Pernafasan.

9. 4. Spektroskopi-fluorometri. Silabus Mata Kuliah Program Sarjana (S-1) FKB 111/2 SKS . Teori Asam-Basa. Teori Hibridisasi. Konfigurasi Elektron. Ikatan Kimia. Bilangan Kuantum. kondensasi gas dan keadaan kritis.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VII NO 1. 7. Pengantar Kimia Kuantum. 5. 2. Kinetika kimiai. 6. 8.1. 3. 18 . Larutan. 3. CPC 411 CPC 413 CPC 441 CPC 443 CPC 415 SEMESTER VIII NO 1 2 KODE CLC 460 CKC 460 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB JUMLAH SKS 1 5 6 3. Batasan dan kegunaan Kimia Fisika di bidang Farmasi. Orbital Elektron. 2. hukum-hukum gas. Aplikasi termodinamika dalam bidang Farmasi. KODE CKC431 CKC433 CKC455 CKC441 CLC451 CKC453 CKC451 CKC461 CKC463 MATA KULIAH Compounding & Dispensing Kosmetologi Farmasi Rumah Sakit Farmakoterapi Endokrin dan Metabolisme Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Praktikum Farmasi Rumah Sakit Kapita Selekta Studium Generale Mata Kuliah Pilihan* Bioteknologi Farmasi* Radio Farmasi* Monitoring Efek Samping Obat* Farmakoekonomi* Instrumen Diagnostik Kesehatan* KELOMPOK MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB MKB JUMLAH MKB MKB MKB MKB MKB SKS 2 2 2 2 2 2 1 1 0 2 16 2 2 2 2 2 1. Teori Resonansi.Kimia Dasar Farmasi Penggolongan Unsur. Kesetimbangan kimia. 5.Kimia Fisika Pengantar Kimia Fisika. gas nyata. 4. Larutan. teori kinetik gas. Termodinamika. Hukum dan Teori Gas Sifat-sifat umum gas sebagai salah satu wujud gas. Eletrokimia.3. FKB 113/2 SKS .

Kesetimbangan kimia. Alkena dan Alkuna. Sediaan Cair. Mekaisme transpor di dalam tubuh.Kimia Organik I Pengantar. Sediaan Padat. FKB 151/2 SKS . 19 .Farmasetika Dasar Pendahuluan. Pharmaceutical industry. sistem limfatik dan imunitas. Kinetika kimia. Alkil Halida. penilaian fungsi serta penyimpangan pada fungsi: sistem peliput. sistem pencernaan. Ilmu Farmasi sebagai sebuah pohon ilmu yang mandiri.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 115/2 SKS .. Alkana. Histologi. FKB 131/2 SKS . FLB 111/1 SKS . Tiol.elektrolit. sistem respiratori. Service profesioanl. Sediaan Semi Solida. Alkohol. Perlengkapan. Struktur dan fungsi. sistem kardiovaskular. sistem lokomotorius. Organisasi ditingkat kimia/molekuler-sel-jaringan. sistem reproduksi serta integrasi antar sistem.Fisiologi Manusia Konsep dasar tubuh sebagai kesatuan. Profesi farmasi. Perkembangan tumbuhan FKB 123/2 SKS . istilah anatomi dan fisiologi. asam-basa. Bentuk-bentuk sediaan farmasi. Retail farmasi. Organologi. Fisiologi Tumbuhan.Biologi Sel Organisasi sel dan subsel prokariot dan eukariot. Reaksi-reaksi kimia. Produk Galenika. Profesi kesehatan lainnya. Pengantar Stereokimia. Epoksida dan Sulfida. Busines pharmacy. Eter.Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Sitologi. Uji molekul hayati. Proses biologis dalam sel prokariot dan eukariot. Reaksi redoks. sistem endokrin. Susunan anatomis dan perbandingan anatomis antara organ-organ dan antara taxa. Mekanisme Reaksi Organik. Hospital pharmacy. Saponifikasi asam lemak. Hasil kali kelarutan. Ekspresi gen dan mekanisme pengendalian. Resep. Pharmaceutical researc. Asam nukLeat dan protein.Praktikum Kimia Dasar Farmasi Penentuan rumus empiris. FKB 121/2 SKS .Pendidikan Kefarmasian. sistem saraf dan pancaindra. FKB 141/3 SKS . Beberapa Konsep Dasar. sistem uriner dan kesetimbangan cairan. Sistem transport pada prokariot dan eukariot.Pengantar Ilmu Farmasi Sejarah.

batang. Bangun paragraph bahasa Indonesia. tujuan menulis karya ilmiah. hiperemia. Krakteristika urin. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Penetapan rotasi optik. Penetapan Koefisien distribusi. Arti komunikasi. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Akar. Distribusi reseptor. disertasi. Spektrofotmetri infra merah. FLB 141/1 SKS . peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. Macam-macam jaringan. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek. Konduktometri. Spektrofotmetri UV-Visible. Coulometri UNI 107/2 SKS . Pengaruh hormon terhadap pertumbuhan & perkembangan/ kultur jaringan. journal. Anatomi organ tumbuhan dikotil. 20 . fungsi saraf kranial. buah dan biji. penentuan volume dan kapasitas paru-paru. warna kulit. penentuan parameter darah. after image. Transpor melalui xylem & phloem.Praktikum Fisiologi Manusia Aktivitas sel. Menulis laporan ilmiah. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh unsur hara pada pertumbuhan. daya membedakan. efek kolinergik dan adrenergik.Praktikum Kimia Fisika Penetapan indeks bias. pengukuran tekanan darah. kontraksi otot skelet. Uji tonisitas larutan. karangan ilmiah popular. Efek insulin pada ikan. Fungsi otak. Menulis karangan ilmiah. penalaran dalam bahasa Indonesia. kontraksi isometrik. rhizoma. triple respon. daun. Penentuan siklus estrus dan proestrus. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. rambut.penentuan volume inspirasi dan ekspirasi. bahasa yang efisien dan efektif. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. stoma. Pencernaan di mulut. Skripsi.Bab 3: Kurikulum FLB 121/1 SKS . FLB 113/1 SKS .Bahasa Indonesia Pendahuluan.Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan A. buku ilmiah. refleks. tesis. bunga. penentuan bunyi pernafasan. Hasil kali kelarutan. Belajar dari contoh. lambung dan pankreatik. B. Suhu tubuh dan pengaruh aktivitas. yang diamati antara lain: Sel dan macam-macam benda yang terdapat dalam. Anatomi Tumbuhan Pengamatan menggunakan mikroskop pembesaran 10 x 10 dan 10 x 40. Karangan ilmiah. Potensiometri. kontraksi otot jantung. monokotil Gymnospermae pada pertumbuhan primer dan sekunder.

Sejarah perkembangan ilmu taksonomi dan sistem-sistem taksonomi tumbuhn. endapan. FKB 122/2 SKS . Aromatis. oksidasi-reduksi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKB 110/2 SKS . Dasar-dasar kromatografi. Peptida & Protein. Neoplasma. Inhibitor biosintesis protein. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat. c. Struktur dan fungsi virus. adaptasi. Produk mikrobilogi dalam farmasi. Spesies (species). Asam Amino. Angiospermae: Tumbuhan Monocotledoneae dan Dicotyledoneae. kelarutan. Difrensiasi jaringan. b. Karbohidrat. Pengendalian mikroba. larutan ion lewat jenuh. Inhibitor biosintesis nukleotida. Morfologi luar tumbuhan. pemisahan anion. Polisiklis dan Heterosiklis. d. Disorder malignan sel-sel darah putih. Identifikasi dan dterminasi tumbuhan. Filogeni. reaksi kering. Struktur dan fungsi komponen sel eubakteri dan archaebakteri. koefisien fenol).Mikrobiologi Farmasi Komposisi sel. Perubahan fungsi sistem imun. c. b. e. Mekanisme kerja. reaksi identifikasi kation/anion. FKB 112/2 SKS . Amina Alifatis. Penggunaan. dan coping.Kimia Organik II Senyawa-senyawa Karbonil. Mekanisme patogenesis. FKB 120/2 SKS . modifikasi target molekul. Takson. Membrane sebagai target.Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Konsep dasar kimia analisis. Idenrifikasi unsur. Penentuan kekuatan (potensi. Struktur dan fungsi komponen sel jamur dan protozoa. Inhibitor biosintesis peptidoglikan. Analisis kualitatif ion anorganik. Simetri Orbital & HOMO LUMO.Morfologi dan Sistemetika Tumbuhan Peran ilmu morfologi dan sitematika tumbuhan dalam bidang farmasi dalam mengenal berbagai tumbuhan berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber obat atau sebagai obat. Skema pemisahan kation. dan kematian sel. Tatanama tumbuhan. FKC 140/3 SKS . Lipida. Senyawa Aromatis. Proses infeksi. Desinfektan dan antiseptik: a. Resistensi (enzimatik. transporter). Pertumbuhan sel dan pembelahan sel. Mekanisme kerja antibiotika dan resistensi: a. Injuri. Terminologi (peristilahan): pemakaian bahasa Latin dalam peristilahan. 21 . reaski basah. Pengelompokan (perkerabatan) dan pengenalan serta contoh tumbuhan obat dari tumbuhan tinggi (tumbuhan bunga) Spermatophyta: Gymnospermae. Metode pemisahan.Patofisiologi Kompleksitas alamiah penyakit Stress. aging.

Teknologi Formulasi Sediaan Cair dan Semisolida Pendahuluan. d. Disorder obstruksi terbatas pulmonal. Alterasi genital paria dan fungsi reproduksi. Sifat-sifat fisik propelan. breaking. Contoh formulasi larutan. Alterasi fungsi khusus sensori FKC 130/2 SKS . Formulasi sediaan suspensi: Contoh formula sediaan suspensi flokulasi dan deflokulasi serta cara pembuatannya. Disorder fungsi neurologis kronik. Komponen aerosol. Alterasi tekanan darah-hipo dan hipertensi. Formulasi sediaan semi solida: Pembuatan sediaan. Interval konfidensi. Alterasi transpor oksigen-anemia dan polisitemia. Praformulasi. Formulasi sediaan emulsi: Contoh formula emulsi sesuai dengan tipe emulsi dan cara pembuatannya. Sediaan farmasi bentuk larutan. Evaluasi: metode sedimentasi ratio.Bab 3: Kurikulum Penyakit HIV dan AIDS. Alterasi fungsi galbladder dan eksokrin pankreas. Definisi. Disorder pulmonal restriktif. Regresi dan Korelasi. Prinsip kerja aerosol. FKB 150/2 SKS . Pengukuran pada Sampel. metode perubahan ukuran partikel. Hemostasis asam-basa dan imbalansia. Alterasi kontrol endokrin. Disorder bladder. Evaluasi: homogenitas. mudah tidaknya sediaan dikocok dan mengalir dari wadahnya. Alterasi aliran darah. Evaluasi: metode sedimentasi ratio. Sediaan aerosol farmasi.Statistika Farmasi Istilah-istilah dalam Metode Statistika. Eksipien. Gagal jantung dan disaritmia. Disorder gatstrointestinal. Penyakit liver. Pelarutan untuk sediaan farmasi. Cairan dan hemostasis elektroli dan imbalansia. Pengujian: derajat semprot. metode perubahan partikel. Disorder intrarenal. Gagal ginjal. Alterasi genital wanita dan fungsi reproduksi. Pengamatan stabilitas secara visual. Pengujian Hipotesis. Formulasi Sediaan Cair dan Semi Solida: Jenis dan sifat larutan. up ward & down ward creaming. Penggolongan formula dan evaluasi suppositoria. Disorder fungsi neurologis akut. pengujian tekanan. Pengembangan formula dan evaluasi kapsul. Alterasi hemostasis dan koagulasi darah. kebocoran wadah dan keseragaman bobot. 22 . Alterasi fumgsi jantung. kebocoran wadah. Pernyataan konsentrasi. Rancangan Percobaan dan Analisis Statistika. Penyajian Data. Menjelaskan spesifikasi atau tipe emulsi dan cara pembuatannya. Keuntungan dan kerugian. Propelan dan fungsinya. Statistik Parametrik dan non-Parametrik. Penandaan pada kemasan. Metode pengisian. pengamatan secara visual meliputi inversi. Shock.

Pasta dan Oculenta.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FLC 130/1 SKS . Analisis gugus fungsi. reaksi nyala.Praktikum Kimia Organik Penentuan tetapan fisika. Pembuatan Serbuk Tabur (Pulvis Adspersorium). Pembuatan Infus. Pembuatan Salap. Identifikasi campuran. FLB 112/1 SKS . Pembuatan metil ester asam lemak melalui reaksi transesterifikasi dan pembuatan nitrobenzena.Agama Islam Manusia dan Agama. Pembuatan Sediaan Kapsul. A. Disiplin Ilmu dalam Islam. Agama Islam. Identifikasi anion. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. FLB 110/1 SKS -Praktikum Kimia Analisis Kualitatif Dasar Farmasi Analisa kering: Reaksi pirolisa.Praktikum Farmasetika Dasar Prinsip Pemakaian Timbangan. Pembuatan Serbuk yang Tidak Terbagi (pulvis) untuk oral.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Takwa. B. Kromatografi. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepada23 . Hubungan dengan Ilahi. isolasi. UNI 102/2 SKS . Praktikal Test. Sumber Ajaran Islam. Pemurnian. Pembuatan Sediaan Pil. Perangkat dasar Agama Islam.Agama Katolik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Linimenta. Isolasi eugenol dari minyak cengkeh. Pembuatan Sediaan suspensi dan Lotio. Isolasi asam sinamat dari gambir. bersikap nasional dan dinamis. Ibadah dan Muamalah. Pembuatan Sediaan Emulsi dan Sediaan Eliksir. Sediaan Potio Effervescent. Akidah. Ilmu Pengetahuan dalam Islam. Bahan-bahan pembawa yang dipakai. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional. Syariah. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). Pembuatan Sediaan Cream. Bobot dan Volume. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. berbudi luhur. Pembuatan Suppositoria. UNI 101/2 SKS . Akhlak. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. UNI 10*/2 SKS . berfikir fisolosofis. Pembuatan Sediaan Guttae. berpandangan luas. Identifikasi kation. Tiga kemampuan dasar manusia. Pikiran mencari kebenaran.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. D. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. ilmu pengetahuan dan agama. c. UNI 104/2 SKS . Perjudian. Pengertian agama. Motivasi baik dan buruk. Sar darsana. b. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Narkoba. bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Gereja sebagai masyarakat orang beriman. Kerangka dasar ajaran Budha. Tema-tema kapita selekta: a. Kasih dan Pengharapan). 24 . Hari-hari suci agama Hindu. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Meditasi. Catur Purusharta dan Catur Asrama. Dhamma. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Dan lain-lain. sebagai hukum Hindu. Tempat suci. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Agama Krsiten. Sila dan etika Hindu. Gereja. b. Yadnya. diterima secara pribadi. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia. Catur Marga Yoga. b. Keluarga Katolik. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Studi kasus pada masing-masing fakultas. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Iman Kristen. C. Manusia dan Pembangunan. Agama Budha Sumber ajaran Budha. Alam semesta. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman.Bab 3: Kurikulum Nya. Sosiologi agama Hindu. c. UNI 105/2 SKS .Agama Protestan Manusia: a. E. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. AIDS. manusia lain. Pandita dan Pinandita. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Manusia dan keutuhan ciptaan. Arti keadilan. Hakikat manusia. Sejarah agama Hindu. UNI 103/2 SKS . c.Agama Hindu Filsafat. Manusia dan tanggung jawab. Weda sebagai kitab suci. dan lingkungan. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Kerasulan awam sebagai tugas umat.Agama Buddha Manusia dan agama. Agama Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. Kapita selekta. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Agama: a. Buddhis dan ilmu pengetahuan. d.

Metabolisme lemak.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi UNI 108/2 SKS . kemurnian endapan. BromatoBromometri.Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Reaksi disosiasi-asosiasi dan keseimbangan ion. FKB 211/2 SKS . 25 . faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi redoks. sel galvanic. Karbohidrat (mono-/di-/oligi-/poli-sakrida). persamaan Nernst. Bioenergika. Analisis gravimetri. kelarutan. Sintesis beberapa bahan obat. Akurasi dan presisi.Bahasa Inggris Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Glosarium Farmasi.cara pemeriksaan dan cara mempertinggi akurasi. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. absorbsi dan detoksifikasi. Rancangan Sintesis. electrode & potensial sel. pengeringan dan pemijaran. Metabolisme karbohidrat. kekuatan ion. FKB 213/2 SKS . Asam amino dan protein. Titrasi asam-basa. Spektrofotometri. kesalahan sistematik dan kesalahan random. Lemak. teknik eningkatkan presisi. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmasetika. Vitamin dan peranannya sebagai enzim. FKB 215/2 SKS – Biokimia Geometri molekul. kompleks ligan. pemisahan endapan. Reduksioksidasi. Reaksi transfer electron-kesetimbangan reaksi redoks. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Iodo-iodimetri. Metabolisme xenobiotik. Enzim dan kinetika enzim. Metabolisme asam amino. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. Titrasi ligan unidentat dan polidentat. Asam-basa. Metabolisme nukleotida. Titrasi reduksi-oksidasi. Iodatometri. Hormon. Nukleotida dan asam nukleat. larutan dapar. perhitungan. serimetri. Strategi Retrosintesis. bikromatometri. endapan. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Teori pembentukan dan sifat-sifat endapan.Sintesa Bahan Obat Pengertian Sintesis Bahan Obat. Pencernaan. indikator redoks. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Pemahaman metode: Permanganometri. Teori kesalahan dan pengolahan data. Jenis-jenis titrasi redoks. hidrolisis. garam. Titrasi pengendapan.

FLB 251/1 SKS . Kompetensi Apoteker. Sterilisasi. Profesi Apoteker. Penggunaan mikroskop. Viskositas dan Rheologi. Sistem Dispersi. Titrasi asam lemah dengan basa kuat.Praktikum Statistik Farmasi Aplikasi statistik menggunakan SPSS dengan berbagai analisis yang ada di dalam software. FLB 221/1 SKS . Inkompatibilitas dn interaksi obat.Praktikum Mikrobiologi Farmasi Pembuatan media pertumbuhan padat dan cair. Organisasi.Farmasi Fisik Pendahuluan. Titrasi Argentometri-Volhard. Rheologi. Titarsi Iodatometri. Contoh pengolahan data menggunakan SPSS. Hubungan dosis dengan respons secara invidual (graded respons). Pembinan Profesi. Difusi.Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pendahuluan. Titrasi argentometri-Mohr. Teknik isolasi mikroba.Farmakologi Farmasi I Konsep dasar farmakologi dan prinsip farmakologi. Resistensi dan prinsip penggunaan antibiotika. Identifikasi mikroba secara biokimia. Titrasi Kompleksometri-metode tak langsung. Titrasi kompleksometri-metode langsung. Kelarutan.Praktikum Kimia Analisis Kuantitatif Dasar Farmasi Titrasi asam kuat dengan basa kuat. Titrasi Permanganometri PPP 231/1 SKS . Titrasi Iodimetri. Kinetik. Penggolongan dan Mekanisme tindakan antimikroba. Suspensi. 26 .Praktikum Farmasi Fisik Tegangan Permukaan. Penggolongan tablet. Stabilitas. Sistem dan Ruang Lingkup Praktek Kefarmasian. Standar. Etika. Fenomena Kelarutan dan Distribusi. FKC 233/2 SKS . Farmakologi sistem saraf pinggir. Fenomena Antar Permukaan. FKC 231/2 SKS . Difusi dan Disolusi. Pewarnaan.Bab 3: Kurikulum FKC 241/3 SKS . Sifat Fisika Molekuler Obat.Etika/Kode Etik Farmasi Pendahuluan. Evaluasi Tablet. FKD 250/2 SKS . Emulsifikasi. Kecepatan disolusi. Teknologi Pembuatan Tablet. FLB 211/1 SKS . Kurva pertumbuhan mikroba pada media cair dan padat. Titrasi Iodometri.

Kandungan kimia. Monografi atau pengetahuan bahan simplisia. tablet. ekstrak.Praktikum Farmakologi Farmasi I Cara-cara penanganan/perlakuan dan penandaan hewan percobaan. Sterilisasi Panas. Pengaruh variasi biologi terhadap dosis obat.Farmakologi Farmasi II Farmakologi obat-obat sistem kardiovaskular renal. Syarat ruang dan tata letak bangunan untuk produksi sediaan steril. Ikatan Protein Obat. FLC 240/2SKS . Model Satu Kompartemen Terbuka. hewan dan mineral. Rute pemberian obat (Rute of administration drug). Pengaruh variasi jenis kelamin terhadap dosis obat. Pembawa. Sediaan Injeksi (Obat suntik). Kinetika Absorpsi Obat. Model Dua Kompartemen Terbuka. Ekskresi Klirens. Analisa dampak lingkungan FKC 232/2 SKS . Nasib dan Profil Obat dalam Tubuh. Pengolahan Sediaan. Sterilisasi Penyaring Bakteri. Sterilisasi Radiasi. Kedudukan hukum dan mutu obat yang berasal dari tumbuhan. Anestetika lokal. FKC 240/2 SKS . Sediaan Mata. CPOB. Syarat dan Evaluasi Injeksi. Farmakologi obat-obat sistem pencernaan. Dokumentasi. sirup. Variabilitas dan faktor yang mempengaruhi kualitas bahan alam. Sterilisasi Gas dan Desinfektan. Farmakologi obatobat susunan saraf pusat. dan minyak atsiri.Farmakognosi Pengertian. FKC 242/3 SKS . Farmakokinetika Nonlinear. FKC 230/2 SKS . FKC 220/2 SKS . Standarisasi dan spesifikasi simplisia. Analisis dan identifikasi senyawa farmasi. Zat Tambahan dalam Obat suntik. Farmakologi obat-obat sistem endokrin.Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) Peralatan yang diwajibkan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKCP 210/3 SKS . ekstrak dan minyak atsiri. Toksisitas gas/asap. Toksisitas anestetika lokal. Cara isolasi senyawa pada kimia farmasi kualitatif. 27 . Antagonis obat. Efek obat pada kulit dan membran mukosa.Farmakokinetika Tinjauan Umum Farmakokinetika. Efek korosif obat pada kulit. respon dan penentuan indek terapi.Kimia Farmasi Kualitatif Pendahuluan. antibiotika.Teknologi Formulasi Sediaan Steril Ruang Lingkup Sediaan steril. Dosis obat. Obat-obat dengan efek penting pada otot polos. Analisis unsure dan gugus fungsi. Pengemasan.

d.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Solida Pembuatan Tablet: a. Analisis gugus fungsi. validasi prosedur analisis. Sintesis turunan sulfa. interaksi obat-reseptor. Distribusi obat-obatan dan pengawasannya.Praktikum Biokimia Karbohidrat (analisis karbohidrat. Disolusi. e. Sintesis antiseptik. industri farmasi. FKC 315/2 SKS .Praktikum Sintesa Bahan Obat Sintesis metil salisilat. Metode cetak langsung. kadar glukosa darah. SGPT dan SGOT). spektrokopi NMR dan spektroskopi massa. Keseragaman sediaan.Analisis Fisikokimia Farmasi Pengantar dasar-dasar absorpsi dan emisi spektroskopi. FKC 313/2 SKS . Kadar zat berkhasiat. FLC 212/1 SKS . spektroskopi emisi dan serapan atom. spektrofotometri infra merah. Penentuan aktivitas enzim (amilase. FKE 351/2 SKS . industri obat tradisional. b. stereokimia. Kekerasan. Metode granulasi kering. Definisi dan ruang lingkup. 28 . b. absopsi.Kimia Medisinal Pendahuluan: sejarah perkembangan ilum kimia medisinal. Pembahasan aspek kimia medisinal: hubungan struktur dan mekanisme kerja. kromatografi cair kinerja tinggi.Peraturan & Perundang-undangan Peraturan perundangan-undangan mengenai Apotek. hidrolisis karbohidrat (amilum dan glikogen) dengan asam dan enzim. Rancangan alat. kadar ureum dan glukosa urin). Evaluasi Tablet: a. Interpretasi data dan statistik. Sintesis aspirin. Darah (mengukur hemogelobin.Kimia Farmasi Kuantitatif Metode Analisis volumetri. ikatan hidrogen. identifikasi lemak dan kolesterol). Sintesis sabun dan deterjen. glikolisis karbohidrat secara anaerob. Metode granulasi basah.Bab 3: Kurikulum FLC 210/1 SKS . Protein (analisis asam amino. Urin (identifikasi berat jenis. bilangan iod. Waktu hancur. spektrofotometri UV-sinar tampak aturan Woodward-Fisher. FLC 230/1 SKS . FKC 311/3 SKS . Sintesis parasetamol. distribusi dan eliminasi. kadar kolesterol darah). protein. Aspek teoritik aksi obat: sifat fisika-kimia yang mempengaruhi obat. Sintesis turunan asam barbiturat. c. Penetapan kadar senyawa tunggal dan multikomponen. enzim hidrogenase dan enzim katalase). pengaruh berbagai modifikasi struktur terhadap sifat fisika-kimia dan aktivitas farmakologi/toksikologi dari berbagai golongan obat. Kerapuhan. Lemak (bilangan asam. e.

Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan. Peraturan perundang-undangan tentang obat tradisional. Injeksi Dosis Tunggal Volume Besar. dan makroskopis. senyawa alkaloid alam. Injeksi Dosis Tunggal Volume Kecil. FLC 321/1 SKS .Obat Tradisional Pendahuluan. antihistamin. FLC 311/2 SKS . FKC 331/2 SKS . Parfum FKC 321/2 SKS . Senyawa yang mengandung unsur C. H dan O yaitu alkohol. Metode isolasi pati.Praktikum Teknologi Formulasi Sediaan Steril Sterilisasi Wadah dan Peralatan. O. tiourea. H. Sediaan shampoo. Penetapan kadar. Fitofarmaka. Pemeriksaan smplisia secara mikroskopik. O dan N yaitu senyawa alkaloid sintetis. Fungsi polisakarida dalam makanan. Cara Pembuatan Obat tradisional yang baik (CPOTB). Pemberian nama lipida (Nomenclature). Sediaan Rias wajah. Kimia lemak dan pengolahan minyak.Kosmetologi Pendahuluan. Sediaan Anti-perspiran dan Deodoran. Obat Tetes Mata (wadah plastik tidak tahan panas). Sediaan Pewarna Rambut. Simplisia yang digunakan dalam obat tradisional. FLC 331/1 SKS . Pemeriksaan simplisia dalam bentuk rajangan meliputi: organoleptis. Pelembab Kulit..Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 317/2 SKS -Kimia Bahan Makanan Struktur karbohidrat. Pemutih Kulit dan Sediaan Tabir Surya. fenol. Pengembangan obat tradisional menjadi fitofarmaka. Aspek kimia lipida. 29 . Sediaan Pengeriting Rambut. Penggunaan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit (fitoterapi): contoh-contoh tanaman obat bersama keterangan kandungan kimia dan khasiat yang dimiliki. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Fisikokimia asam amino dan protein. karboksilat dan antibiotika. Reaksi karbohidrat. Interesterifikasi. antibiotika. Cleansing Cream (Pembersih Wajah). Denaturasi protein. Penetpan kadar.Praktikum Farmakognosi Metode pembuatan simplisia umum. Fungsi protein. N dan S yaitu sulfonamida.Praktikum Kimia Farmasi Kualitatif Analisis gugus fungsional. Salep Mata. H. Analisis senyawa obat yang mengandung unsur C. Rasionalisasi komposisi obat tradisional sesuai dengan peraturan/monograf.

Metode kimia dan spektrometri pada karakterisasi dan elusidasi struktur. Reaksi obat yang tidak dikehendaki. FKC 330/3 SKS . Berbagai golongan senyawa kimia sebagai model pada pemisahan dan pencirian. Metode ilmiah. Fraksinasi dan isolasi kandungan kimia secara preparatif (Teknik pemisahan preparatif). Diuretika. Skrining farmakologi. Titrasi netralisasi dalam pelarut bukan air.Farmasi Klinis Praktek farmasi klinis: Perkembangan farmasi klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral. Efek hipnotika dan sedativa. Etika dan stándar dalam farmasi klinis. Teknik uji biologi dan mikrobiologi. II.Fitokimia Kandungan kimia tumbuhan. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Kulit.Biofarmasi Pengantar Biofarmasi (dan farmakokinetik). pelarutan dan absorpsi obat.Kewirausahaan FKB 352/2 SKS . Pemantauan peresepan: Lembar pemberian obat pasien rawat inap.Praktikum Farmakologi Farmasi II Anaestetika umum. proses berfikir dan kebenaran ilmiah. FKC 340/2 SKS . Penapisan secara kimia.Praktikum Kimia Farmasi Kuantitatif Titrasi netralisasi dalam pelarut campur (titrasi semi bebas air sebagai asam atau basa). Pemantauan resep dan pasien.Bab 3: Kurikulum FLC 341/1 SKS . seminar dan skripsi. Titrasi 30 . Proses penelitian. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata. Pedoman klinis. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum. Antiinflamasi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral. Psikofarmaka. Pelaksanaan Pelayanan Farmasi klinis. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi. FKC 350/2 SKS . FLC 310/1 SKS . Obat-obat kolinergik dan antiadrenergik. Tatacara penulisan proposal.Metodologi Penelitian Pendahuluan. ilmu. Obat-obat pencahar. Metode dan macam penelitian. Analgetika. Desain percobaan. meliputi tentang definisi penelitian. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. FKC 320/3 SKS . Stimulan susunan saraf pusat. Antipiretika.

FPC 320 2 SKS .Praktikum Kimia Bahan Makanan Reduksi uji protein.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Kompleksometri. Kemoktaksonomi dari beberapa familia tumbuhan sebagai contoh/model. Langkah-langkah Merancang Obat. Spektrofotometri. Analisis kualitatif dan kuantitatif dengan: Spektrofotometri UV-Vis.Rancangan Obat Pendahuluan. Arti penting penelitian dan pelestarian species tumbuhan sebagai sumber obat-obatan. Analisis zat pewarna sintetik. Ikatan Kimia Dan Aktivitas Biologis.Praktikum Analisis Fisikokimia Farmasi Analisis kualitatif dengan spektrofotometri infra merah. FLC 320/1 SKS . Bromatometri. Bilangan penyabunan. Total asam tertitrasi. Stereokimia dan Aktivitas Biologi. Metode Optimisi Senyawa Penuntun. Arah penelitian dalam upaya pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan jenis penyakit. FLC 314/1 SKS . Pembuatan ekstrak dan pemeriksaan mutu ekstrak. dan kromatografi gas. Kelarutan dan Aktivitas Biologi. Penentuan kadar vitamin C. Sifat Fisika dan Aktivitas Biologis. Desain Produk Obat. Penetapan kadar kasein. Iodimetri. Ilmu Polimer. Bilangan asam. Titrasi Nitrimetri. Biossay guided/ 31 . Derajat asam susu..Praktikum Obat Tradisional Metode pembuatan simplisia yang digunakan untuk Obat Tradisional.Farmasi Fisik Lanjutan Interaksi dan Ketaktercampurkan Obat-Suatu Tinjauan Fisikokimia. Praktikal tes. Pemeriksaan mutu simplisia Obat Tradisional.Bioteknologi Farmasi FPC 322/2 SKS .Fitokimia Lanjutan Strategi pencarian senyawa aktif biologis dari dunia tumbuhan (predictive strategi in the discovery of biological active compounds from plants). Pemeriksaan pemalsuan/penambahan zat kimia murni ke dalam Obat Tradisional. KCKT. Percobaan khusus. Peran kemotaksonomi dalam pencarian senyawa berkhasiat dari tumbuhan. Modifikasi Molekul Dan Rancangan Rasional. FLC 312 1 SKS . Spektroskopi emisi dan serapan atom. PILIHAN PAKET I (Riset & Industry Oriented) FPC 310/2 SKS . FPC 330/2 SKS .

jurnal. PILIHAN PAKET II (Patien Oriented) FPC 312/2 SKS .Pengendalian Mutu Makanan Kualitas bahan makan. Waktu yang tepat menyesuaikan kos. Aspek-aspek etik dalam praktis farmasi. Aplikasi spktrometri dalam penentuan struktur senyawa berkhasiat asal tumbuhan. Mencegah dan mengontrol kerusakan biologis. teknik kromatografi dan teknik spektroskopi dalam kimia tumbuhan. Manajemen informasi elektronik. Komite farmasi dan terapi. Model analisis farmakoekonomik.Informasi Obat Pengenalan konsep informasi pengobatan. Keamanan pangan. Politik dan Strategi Nasional. Fermentasi dan produk makanan hasil fermentasi. Pengalengan makanan. Kerusakan bahan makanan. Zat toksis didalam makanan karena proses pengolahan dan menghindarinya. Penentuan stabilitas dan tanggal daluwarsa produk pangan. Kontaminasi makanan non-mikrobiologis. Analisa\is spektrum UV/Vis. MS dan NMR. Arah penelitian dan pencarian senyawa aktif dari tumbuhan berdasarkan golongan senyawa kimia yang memiliki prospek baik 9struktur kimia. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. FPC 340/2 SKS . teknik isolasi.Farmakoekonomi Konsep dasar dan pengertian farmaekonomik. Contoh-contoh aplikasi farmakoekonomik dan studi kasus (studi literature menggunakan internet. Menaksir Outcome: impelemntasi metode evaluasi ekonomik. Langkah menyimpulkan analisis. UNI 106/2 SKS .Pendidikan Kewarganegaraan Pengantar. Pengendalian dan peningkatan mutu pangan. Metode pengawetan makanan. khasiat. IR. sumber lain). Sumber-sumber informasi obat. Memformulasi respons yang efektif dan rekomendasi struktur pendekatan. 32 . Sistematika menjawab pertanyaan.Bab 3: Kurikulum directed fractionation/isolation. dan data spektrum). Konsep Wawasan Nusantara. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Suatu cara mendapatkan zat berkhasiat yang efektif dan efisien. Perkembangan terakhir dalam teknik-teknik isolasi. Perbaikan dan proses medikasi. Kesalahan pengobatan. Makanan Fungsional. FPC 342/2 SKS . Pelaksanaan analisis ekonomi.

leukemia. osteoartritis). faktor genetik yang terkait dengan imu-noglobulin. Sistim Kekebalan Non Spesifik. Kekuatan ikatan antigen-antibodi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. penyakit tropik (demam tifoid.Kimia Klinis Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. teori pembentukan imunoglobulin. Serum dan Vaksin. artritis rematoid. tipe II. penyakit sendi (gout. aktivasi komplemen. penyakit ginjal (GGA. penyakit hematologi (anemia. pelopor imunologi moderen dan pembagian sistim kekebalan tubuh. Jaringan/sel-sel sistim kekebalan humoral dan selular. Kedudukan. hipertiroid. penyakit hati (hepatitis. FKC 443/2 SKS . nilai rujukan serta interpretasi hasil. jenis-jenis reaksi antigen-antibodi. pembagian dan fungsi imunoglobulin. sifat-sifat antigen. 33 . Contoh-contoh cara pengujian dengan menggunakan sampling tertentu FKC 445/2 SKS . Defisiensi Sistim Kekebalan. Antigen. Penanganan beberapa penyakit dengan imunisasi/vaksinasi.Toksikologi Pendahuluan dan toksikologi sebagai bidang keahlian. Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. Fase farmakodinamik. Makna biotransformasi. cara terjadinya kekebalan spesifik(alamiah dan buatan). Reaksi AntigenAntibodi (in vitro) = Serologi. Indikasi eksposisi yang berbahaya. Komplemen. DHF). Kerja teratogenik. Jenis-jenis antibodi dalam reaksi in vitro. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. penyakit alergi imunologi (SLE). Hubungan dosis-kerja-waktu kerja. sejarah imunologi (cara-cara imunisasi sederhana/primitif). Lanjutan fase farmakokinetik. Inhibisi pada transferoksigen. Klasifikasi antigen. Pengertian komplemen. Kerja toksik. sindroma nefrotik). Tindakan umum pada keracunan. Interaksi zat dalam toksikologi.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FKC 441/2 SKS . sirosis hati. Penimbunan zat asing. GEA. komponen dan sel-sel sistim kekebalan alamiah dan meka-nisme pertahanannya. GNC. efek biologi atas aktivasi komplemen. hepatoma). Antibodi(Imunoglobulin). Cara penggolongan toksikologi. Struktur dasar imuno globulin. tipe III dan tipe IV. Jenis-jenis vaksin. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. limfoma maligna).Immunologi-Serologi Pengantar Imunologi/Serologi. hiperlipidemia). Sistim Kekebalan Spesifik. GGK.Penyakit atopi. reaksi hipersensitivitas tipe I. Defisiensi Sistim Kekebalan non Spesifik. Imuno-patologi. Jenis-jenis serum. metode pengukuran.

Radikal bebas.Kimia Bahan Alam Hayati Bahari Organisme bahari yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia di bidang pangan dan kesehatan. Lokalisasi dan Delokalisasi Ikatan Kimia. Minyak atisiri. Filum Rhodophyta. Jenis organisme bahari yang mengandung biotoksin.Farmakognosi Lanjutan A. Biosintesis Alkaloid. ISOLASI BAHAN ALAM. Cephalopoda (gurita. Pemasaran (pemasaran produk. bunga karang. Stereokimia Dinamis. Jenis-jenis rumput laut. Pengaruh hormon pria (jantan)/wanita (betina) terhadap imunitas. Preformulasi.Jenis-jenis rumput laut penghasil karagenan. Gizi dan sistim imun. Minyak atsiri.. Timun Laut. Glikosida. FPC 321/2 SKS . FPC 431/2 SKS . alginat.Penyampaian Obat Terkontrol Pendahuluan. Metode isolasi agar. FPC 433/2 SKS . Penyusunan Formula. Isolasi karagenan. Lakton. cara dan etikanya). Echidermata. Adanya pebedaan jumlah penderita penyakit tertentu antara pria (jantan)/wanita (betina). serta aplikasinya dalam oseanologi. BIOSINTESIS. Mekanisme analisa pelepasan obat. Pencemaran di Industri Farmasi. Sistem POT Implant. 34 . Sistem POT Melalui Kulit (Transdermal). hewan bahari yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat dijadikan obat. alginat dari rumput laut.Bab 3: Kurikulum Defisiensi Sistim Kekebalan Spesifik. FPC 423/2 SKS . hubungan gizi yang berkualitas untuk memelihara fungsi sistim imun. Farakologi Farmasi.Pengembangan Produk Organisasi Fabrik Farmasi. Biosintesis Steroid. Topik-topik Khusus. cumi-cumi). iklan: guna. Identifikasi dengan metode spektrofotometer UV dan Visible.Kapita Selekta Perkembangan terkini dalam bidang farmasi yang meliputi keempat bidang ilmu yaitu bidang Kimia Farmasii. In Proses Control. Prinsip-prinsip POT. jamur bahari. Biologi Farmasi. Toksin dari ikan Pupper fish. Kerusakan Produk. Vitamin. Bteknologi Farmasi. konsep pemasaran. Antibiotik. Heterosiklik.Kimia Organik Lanjutan Reaksi perisiklik. Ide Tentang Pembuatan Produk Baru. Sistem POT Parenteral. Imunoassay. FPC 411/2 SKS . konsep reaksi antigen-antibodi pada analisa. Pengemasan. B. Jenis fitoplangton. FPC 451/2 SKS .

TBC. FPC 415/2 SKS . untuk selanjutnya mahasiswa tersebut di uji oleh tim penguji dalam ujian skripsi. FPC 413/2 SKS . Toksikologi forensik. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. Kerdioaktipan alam dan buatan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FPC 453/2 SKS . Penyakit Parkinson. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi.Studium Generale Kuliah tamu yang dilakukan dengan mengundang pembicara dari luar Fakultas Farmasi. Gout dan hiperurisemia. Penggunaan radioisotop untuk penelitian.Kimia Forensik Pendahuluan. Terapi parenteral. Topik disesuaikan dengan perkembangan Ilmu Farmasi dan aplikasinya. Studi kasus. Peluruhan radioaktip. Pengobtan berbasis bukti. Lanjut usia. Penyimpanan radiofarmasi. Cara-cara analisis yang digunakan. teknik penyediaan. FLC 452/5 SKS . Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi.Farmasi Klinis Lanjutan Disorder gastrointestinal. Syarat sediaan radiofarmasi.Skripsi Setelah mahasiswa dinyatakan lulus dalam seminar hasil penelitian. Sistematik pemeriksaan kimia forensik. Masa kehamilan dan menyusui.Seminar Seteleh mahasiswa menyelesaikan penelitian Tugas Akhir/Skripsi diwajibkan menyampaikan hasil penelitian di hadapan panitia penguji yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa. Obstruksi kronik saluran nafas. Nutrisi parenteral pada orang dewasa. Anak-anak. Toksikologi rumah sakit. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Hipertensi. FKC 450/1 SKS . FPC 441/2 SKS . cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Terapi antibiotika. Doping Obat dan cara pemeriksaannya. 35 . Penggunaan Obat pada gangguan fungsi hati.Radiofarmasi Prinsip keradioaktipan. Pemeriksaan narkoba.

Melalui kurikulum ini lulusan diharapkan mampu bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. Meskipun itulah kondisi nyata yang dihadapi sekarang.2. untuk dapat memenuhi kompetensi itu. karena distribusi kompetensi dosen lebih banyak terkonsentrasi pada disiplin ilmu yang tak begitu relevan dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan displin Ilmu Farmasi Klinik dan Komunitas. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah menawarkan kurikulum yang bersifat “monovalen” yang disebut dengan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas. Kurikulum Farmasi Klinik dan Komunitas 3. Khususnya di Fakultas Farmasi USU kurikulum yang digunakan sekarang bersifat polivalen.2.Bab 3: Kurikulum 3. perubahan kurikulum yang berbasis kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas harus segera dilakukan. Tentu saja. dengan tetap 36 . jadi masih jauh untuk memenuhi kompetensi itu. Hal itu ditandai dengan semakin tingginya tuntutan masyarakat akan pelayan kesehatan yang cepat. Terlepas dari hal tersebut. tepat. dan memuaskan pengguna jasa kesehatan termasuk di dalamnya pelayanan kefarmasian yang dikenal dengan sebutan pharmaceutical care. Kondisi ini hampir dapat dipastikan adalah disebabkan minimnya sarana dan prasarana di samping berbagai kendala teknis seperti sarana praktikum dan kerja praktek di tempat-tempat pelayanan kesehatan yang belum memadai. Sehubungan dengan itu. termasuk Fakultas Farmasi USU. Kendala yang lebih penting yang mesti dicermati sekaitan dengan itu ialah kurikulum yang belum mendukung kearah kompetensi itu. sebenarnya tuntutan pasar harus didahulukan dan harus menjadi landasan dalam mengkonstruksi (menyusun) kurikulum ke depan. Dasar Pemikiran Perubahan pasar kerja di bidang farmasi sejak beberapa tahun belakangan ini inheren dengan perubahan pemahaman dan persepsi masyarakat tentang kesehatan. sesuai dengan perkembangan terbaru di dunia pelayanan kefarmasian. menerapkan paradigma pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) sebagai filosofi praktek. Sumber daya manusia kefarmasian yang dihasilkan oleh Peguruan Tinggi Farmasi di Indonesia belum sepenuhnya dapat menyahuti keperluan di atas. merubah sebagian besar kurikulum yang ada sekarang ini akan mengalami banyak kendala. Kurikulum ini tersusun atas ilmuilmu pendukung bagi kompetensi lulusan untuk mampu secara profesional memenuhi ekspansi keperluan yang terus meningkat serta tuntutan bagi penyediaan pelayanan kefarmasian yang lebih baik.1.

Seperti yang diuraikan di atas. 3. kendala kekurangan dosen dapat dilakukan melalui kerjasama dengan universitas yang ada di Malaysia dan praktisi yang ada di rumah sakit di Medan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi memberlakukan kurikulum yang berbasis kompetensi yang ada sekarang sesuai dengan arahan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). demikian juga untuk industri farmasi jika diperlukan. Banda Aceh. di samping program yang ada sekarang. 3. untuk memberi pengalaman kerja yang nyata di rumah sakit dan di apotek (kedai farmasi) akan dilakukan kerjasama dengan pemerintah Malaysia dan beberapa universitas yang ada di Malaysia agar mahasiswa yang berasal dari Malaysia dapat mengikuti kerja praktek di Malaysia. Yogyakarta. 3. Bandung.2.3. yaitu di Pusat Pengajian Sains Farmasi Universiti Sains Malaysia. Mengupayakan sumber dana untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar mengajar. Di samping itu. Jakarta. selain mengirim dosen muda untuk melanjutkan pendidikan dan mengambil bidang Farmasi Klinik di Malaysia. Fakultas Farmasi USU merasa perlu mengkonstruksi (menyusun) kurikulum tersendiri khusus untuk bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas yang tidak hanya diharapkan bisa memenuhi pasar nasional tetapi juga regional. Artinya. Sumber Mahasiswa Mahasiswa pada konsentasi ini diharapakan berasal dari Malaysia dan Indonesia.2. 37 . Surabaya.2. Mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia (SDM) di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas baik untuk keperluan nasional maupun regional. Menyahuti keperluan pasar kerja di bidang pelayan obat dan pengobatan. juga kompetensi Farmasi Klinik dan Komunitas yang lebih spesifik tempat kerjanya. Fakultas Farmasi USU pada jenjang S-1 akan mengasuh dua kompetensi yaitu polivalen seperti sekarang ini. 4. 2. Mendiversifikasi program yang ada di Fakultas Farmasi. Tujuan Pembukaan Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas Ada pun tujuan bidang minat ini ditawarkan adalah untuk: 1.

3.Bab 3: Kurikulum 3.5.00-11. dapat melanjutkan ke Program 38 . Bahasa Pengantar Bahasa pengantar: bahasa Indonesia. Setelah memperoleh gelar Sarjana Farmasi seorang calon dapat mengikuti kuliah di Program Pendidikan Profesi Apoteker.000.). 40.6.Farm. sore hari mulai pukul 14. Uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) SPP Program Minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah sebesar Rp.00 WIB.8. Jam Belajar Kuliah dimulai pukul 08.2.2..00-17.7. 3.00-13. Daya Tampung Daya tampung untuk warga negara asing dan warga negara Indonesia masing-masing sebanyak 50 orang. Beberapa dosen menggunakan bahasa Inggris dalam kuliahnya.000.2.2.4. mahasiswa dikenakan dana kelengkapan akademik yang besarnya ditetapkan oleh universitas.30 WIB.00 WIB. Gelar Gelar yang diberikan kepada mahasiswa farmasi yang telah menamatkan pendidikan jenjang S-1 bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas adalah Sarjana Farmasi (S.9. 3.(empat puluh juta rupiah)/tahun untuk warga negara asing.2.Farm. Setelah menyelesaikan Sarjana Farmasi (S. Praktkum pagi hari dimulai pukul 08. Di samping itu. sudah termasuk uang praktikum. Kurikulum dan Silabus Bidang minat Farmasi Klinik dan Komunitas dirancang untuk strata satu (S-1) dengan masa studi selama 8 semester (4 tahun).2. 3. 3.).

Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB) sebanyak 121 SKS. Kurikulum dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas terdiri dari 145 SKS terbagi atas kurikulum inti sebanyak 60 SKS (41%) dan kurikulum institusional sebanyak 85 SKS (59%) serta dikelompokkan dalam Kelompok Mata kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) sebanyak 6 SKS. perlu disusun suatu kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas. serta merujuk kepada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. efektif. dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi. dan terjangkau Penyusunan kurikulum yang bersifat ”monovalen” dengan peminatan di Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas berpedoman kepada Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia nomor 040/APTFI/MA/2003 tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis. Mata kuliah Perilaku Berkarya (MPB) sebanyak 1 SKS.). Pelayanan kefarmasian dimaksud meliputi semua aktifitas apoteker yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah terapi terkait obat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup pasien. Mata kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK) sebanyak 16 SKS.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Pendidikan Profesi Apoteker untuk memperoleh gelar Apoteker (Apt. kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya. dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Kurikulum Inti. 39 . dengan lama pendidikan selama 2 semester. Upaya mewujudkan visi dan misi seperti yang disebutkan di atas. yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan dengan kemampuan lebih di bidang pelayanan kefarmasian. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. dan Mata kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) sebanyak 1 SKS. diharapkan dapat mengantarkan peserta didik untuk mencapai kompetensi utama. Dengan memasukkan pengetahuan kemampuan akademik sebagai elemen-elemen kompetensi profesi ke dalam kurikulum. aman. dengan cara mengoptimalkan ketersediaan dan penggunaan obat secara lebih rasional.

01 02 03 04 05 06 07 KODE MK MATA KULIAH CKB 221/CLB 221 Mikrobiologi Farmasi Kimia Farmasi CKC 211/CLC 211 Kuantitatif CKC 213 Nutraceutical Farmasi Klinis & CKC 241 Terapi Penyakit Sistem Saraf Tepi CKC 243 Patofisiologi II CKC 231/FLC 231 Biofarmasi CKC 223 Farmakognosi KELOMPOK MKK MKB SKS 2/1 3/1 2 MKB MKB MKB MKB Jumlah 3 3 2/1 2 20 40 .Bab 3: Kurikulum 3.10. Tabel Kurikulum Mata Kuliah Bidang Minat Farmasi Klinik dan Komunitas SEMESTER I NO. 01 02 03 04 05 06 07 MATA KULIAH Agama Bahasa Indonesia Biokimia Kimia Farmasi CKC 113/CLC 113 Kualitatif CKB 141/CLB 141 Fisiologi Manusia CKB 121 Biologi Sel CKC 121/CLC 131 Farmasetika KODE MK CKA 161 CKA 163 CKB 111 KELOMPOK MPK MPK MKK MKB MKK MKK MKB Jumlah SKS 2 2 2 3/1 3/1 2 3/1 20 SEMESTER II NO.2. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKD 161 CKA 162 CKB 110 CKC 130/CLC 130 CKC 140/CLC 140 CKE 150 CKC 142 CKC 144 MATA KULIAH Etika Kewarganegaraan Kimia Organik Farmasi Fisik Farmakologi Dasar Peraturan Perundangundangan Farmakokinetika Patofisiologi I KELOMPOK MPB MPK MKK MKB MKB MBB MKB MKB Jumlah SKS 1 2 3 2/1 3/1 1 2 3 19 SEMESTER III NO.

Penyampaian Obat Terkontrol (CPC 331) 3. Farmasi Kesehatan Masyarakat (CPC 246) 3. Good Laboratory Practice (CPC 311) 3/2 2 2 2 20 41 . Kimia Bahan Makanan (CPC 212) SEMESTER V NO. 01 02 03 04 05 06 07 KODE MK CKC 341 CKC 343 CKC 331/ CLC331 CKC 351/ CLC351 CKC 345 CKB 361 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Infeksi Dan Kanker Interaksi Obat Teknologi Formulasi Sediaan Steril Farmasi Rumah Sakit Farmakoepidemiologi Metodologi Penelitian Mata Kuliah Pilihan* KELOMPOK MKB MKK SKS 3 3 2/1 MKB MKK Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. 01 02 03 04 05 06 07 08 KODE MK CKC 250/ FLC 250 CKC 240 CCKC 230 CKC 210 CKC 242 CKC 252 CKC 254 MATA KULIAH Farmasi Komunitas Farmasi Klinis & Terapi Penyakit SSP Teknologi Formulasi Sediaan Solida (Tablet) Kimia Medisinal Farmakokinetika Klinik & TDM Pemasaran Dalam Farmasi Farmakoekonomi Mata Kuliah Pilihan* MKB MKB MKB MKB KELOMPOK SKS 2/1 3 2/1 3 2/1 2 2 2 21 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Narkoba Dan Masyarakat (CPC 244) 2. Toksikologi Forensik (CPC 347) 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER IV NO.

Ginjal dan Darah Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Saluran Pencernaan Asuhan Kefarmasian (Pharmaceutical care) Psikologi Komunikasi Komunikasi & Konseling Patologi Klinik Mata Kuliah Pilihan* Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Farmasi Veteriner (CPC 331) KELOMPOK MKB MKB MKB SKS 3 2 3/1 2 MKB MKK 2/1 2/1 2 19 SEMESTER VII NO. Monitoring Efek Samping Obat (CPC 455) 42 . 01 02 03 04 05 06 KODE MK CKC 340 CKC 342 CKC 350/ CLC350 CKC 352 CKC 354/ CLC354 CKC 344/ CLC344 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Pernafasan.Bab 3: Kurikulum SEMESTER VI NO. Farmasi Geriatrik (CPC 354) 2. Bioteknologi Farmasi (CPC 421) 2. Radio Farmasi (CPC 411) 3. KODE MK 01 CKC 441 MATA KULIAH Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Sistem Kardiovaskuler Farmasi Klinis & Terapi Penyakit Endokrin Dan Metabolisme Compounding & Dispensing Kosmetologi Manajemen Apotek Informasi Obat (Farmakoinformatik) Kapita Selekta Statistika Farmasi Mata Kuliah Pilihan* Studium Generale KELOMPOK MKB SKS 3 02 03 04 05 06 07 08 09 10 CKC 443 CKC 431 CKC 433 CKC 451 CKC 453 CKC 461 CKC 463 CKC 465 MKB MKB MKB MKB MKB MKK 3 2 2 2 2 1 2/1 2 0 20 Jumlah *Mata Kuliah Pilihan: 1. Imunologi (CPC 346) 3.

farmasi pasien rawat jalan dan kaunseling. usaha pendispensan aseptik.11. Silabus Mata Kuliah Farmasi Klinik dan Komunitas 3. radiofarmasi. Ahli farmasi harus mampu mengimbangi dua dimensi yaitu: pengelolaan dan profesionalisme. dan staf. keperluan farmasi pediatrik. termasuk pengelolaan farmasi rumah sakit. ASUHAN KEFARMASIAN SKS 3/2 SKS Kemampuan farmasi dan ahli farmasi untuk memastikan bahwa pekerjaan kefarmasian harus jelas kepada masyarakat dan pemerintah sebagai pemodal jika yang bersangkutan ingin diterima dan dibiayai oleh mereka. studi kasus dan diskusi. penilaian sejarah penyakit dan pengobatan. motivasi. Mata kuliah ini juga memberikan kefahaman tentang teori dan konsep penjagaan farmasi pada masyarakat dalam kontek penjagaan primer khususnya berbagai masalah terapi terkait obat. serta pengawasan inventori.11. anggaran pendapatan dan belanja. Mata kuliah pokok ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan yang berkaitan dengan konsep dan prinsip pengelolaan dalam konteks ekonomi dan profesi farmasi. bertanggung jawab secara profesional dan beretika. mengenalpasti dan menyusun/ 43 . Hal ini hanya dapat dicapai jika ahli farmasi mempunyai waktu. jaminan mutu pekerjaan farmasi. peranan berbagai usaha farmasi rumah sakit. Mata kuliah ini akan meliputi kuliah-kuliah. modal. intervensi ahli farmasi serta aspek penelitian farmasi rumah sakit. Fokus mata kuliah ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemahiran tentang penggunaan obat tanpa atau dengan resep dokter untuk meredakan masalah-masalah kesehatan ringan. Fokus mata kuliah yang diberikan meliputi aspek-aspek yang berkaitan dengan analisis simptom penyakit.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi SEMESTER VIII NO.1 Bidang Farmasi Klinik dan Komunitas FARMASI RUMAH SAKIT 3/2 SKS Mata kuliah ini meliputi pembelajaran praktek farmasi rumah sakit meliputi berbagai aspek. studi literatur. farmasi pesien rawat inap. Ahli farmasi harus memadukan pengetahuan dengan kemahiran ekonomi dan manajemen. 01 02 KODE MK CLC 460 CLC 461 MATA KULIAH Seminar Skripsi KELOMPOK MKB MKB Jumlah SKS 1 5 6 3.2.2.

Standar: a. 44 . b. b. Profesi Farmasis/Apoteker: a. Kerja praktek di lapangan akan membantu mahasiswa memantapkan prinsip kaunseling. pemantauan terapi pada penyakit pasien. penyampaian informasi obat. pendekatan telaah preskripsi. b. Karakteristik Profesi. d. kepada mahasiswa akan dijelaskan kegunaan pangkalan data berbasis komputer yang terdapat di perpustakaan selain dari yang terdapat di internet. Struktur Organisasi. Kode Etik. Etika Umum. Sumpah/Janji. Konsep dasar klinik ini dapat memperkuat pembelajaran teori yang diperoleh dari literatur dasar lain untuk menghasilkan pemilihan terapi yang rasional.Bab 3: Kurikulum mengurut masalah penyakit pasien. Tujuh Bintang Farmasis/Apoteker. Sistem Legeslasi. Pengetahuan mengenai multimedia tentang informasi obat melalui jaringan internet akan dipaparkan. Standar Profesi. Pendidikan Profesi Berkelanjutan. ahli farmasi dan tenaga profesi kesehatan lainnya. c. Etika: a. Standar Pendidikan. Profesional. serta promosi kegiatan pelayanan kefarmasian. Dalam mata kulah ini. INFORMASI OBAT 2 SKS Pembelajaran ini akan menjelaskan kepada mahasiswa tentang peran dan pengetahuan tentang pengawasan farmaseutik. b. Organisasi Profesi: a. Standar Kompetensi. termasuk konsep kontrol farmaseutik. menilai sumber dan kepentingan serta keabsahannya. pemantauan terapi obat. Tujuan. b. c. kaunseling dan komplians drug. serta pengenalan praktek terapeutik. Area kompetensi. ETIKA FARMASI 1 SKS Pendahuluan: a. Profesi. Visi dan Misi. Untuk memberikan kemahiran mencari dan menilai pengetahuannya. Mata kuliah ini juga akan memberi pengenalan awal secara klinis. pengobatan pasien. pelabelan dan penjelasan auksilari. KOMUNIKASI & KONSELING 2/1 SKS pembelajaran di bidang ini akan memberikan pemahaman tentang teori. Standar Pelayanan. c. Pembinaan Profesi: a. proses penggunaan dan dispensing obat. c. konsep dan teknik-teknik komunikasi interpersonal dan interprofesional di antara pasien. perombakan pengobatan. Fokus pembelajaran ini di arahkan untuk meningkatkan kemahiran dan teknikteknik komunikasi yang berkaitan dalam aspek konseling obat. pemilihan obat yang benar serta kemampuan berkomunikasi lebih sempurna. mempertimbangkan keperluan dan manfaat teknologi dalam mengelolah dan memperoleh pengetahuan farmaseutik. Profesionalisme. ulasan projek. b. membuat strategi dan desain terapi. Peran.

131/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem Kesehatan Nasional. dan sistem urinari. FARMASI KESEHATAN MASYARAKAT 2 SKS Profesi dan praktek farmasi secara langsung berkaitan dengan klinis sedangkan tak langsung berkaitan dengan dasar dan perundang-undangan terhadap kesehatan dan kesejahteraan penderita dan masyarakat. Penilaian obat pada pasien geriatrik juga membahas penggunaan antibiotik.15/2002 tentang Retribusi Pelayanan dan Perizinan di Bidang Kesehatan. antikanker dan aspek kesehatan pria dan wanita. Permenkes No.5/1997. tentang Psikotropika..1332/Menkes/SK/X/2002 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan RI No. PP No.184/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker. sistem gastrousus. PP No.20/1962.1027/Menkes/ SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik. Permenkes No. sistem otot dan tulang. Undang-undang No. PP No. Undang-undang No. Untuk menjamin tercapainya kedua aspek ini (yakni kesehatan dan 45 .72/1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. FARMASI GERIATRIK 2 SKS Aspek pengawasan obat pada pada pasien geriatrik akan diberikan penekanan khusus tentang: aspek penuaan dan efek obat yang digunakan. Kepmenkes No. penilaian resiko penggunaan obat tertentu.149/Menkes/Per/II/1995 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.23/1992 tentang Kesehatan.8/1961 tentang Wajib Kerja Sarjana Undang-undang No. polifarmasi dan penggunaan obat. tentang Narkotika. perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik.922/.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN 1 SKS Mempelajari berbagai peraturan perundangan berkaitan dengan bidang/profesi kesehatan dan farmasi: Undang-undang No. tentang Lafal Sumpah/Janji Apoteker.26/1965 tentang Apotik. PP No. Kepmenkes No. Permenkes No. efek penggunaan obat terhadap sistem saraf pusat.922/Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.25/1980 tentang Perubahan atas PP No. Permenkes No. Perda Kota Medan No.22/1997. Kepmenkes No. Kepmenkes No. kardiovaskular.41 tahun 1990 tentang Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.149/Menkes/Per/II/1998 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No.184/Menkes/Per/II/1995 tahun 1995 tentang Penyempurnaan Masa Bakti dan Izin Kerja Apoteker.1197/Menkes/SK/IX/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit.Menkes/Per/X/1993 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik.

perilaku pengobatan dan pentingnya pengawasan kesehatan dan praktek farmasi. 46 . analisis keuangan dan strategi pengembangan NARKOBA DAN MASYARAKAT 2 SKS Mata kuliah ini memperkenalkan beberapa hal-hal penting berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. Pembelajaran ini meliputi ceramah. Pelajaran ini akan meliputi tatap muka dikelas. pengadaan. Pembelajaran di bidang ini akan menguraikan prinsip sosiologi. keuangan. prinsip dan contoh yang digunakan secara khusus berkaitan dengan aspek kesehatan dan farmasi. PEMASARAN FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini dirancang khusus untuk mahasiswa farmasi yang membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang tepat. pengendalian operasi apotik. dan diskusi. penjualan dan distribusi. studi literatur. ini termasuk berbagai narkoba seperti nikotin dan kafein dan contoh yang lebih tinggi lagi adalah heroin dan kokain. jelas. manajemen apotik. yang meliputi praktek farmasi industri dan komunitas. Kuliah ini meninjau beberapa jenis narkoba yang sering disalahgunakan dan menyebabkan ketagihan selain akan menyebabkan varasi penggunaan sejalan dengan perkembangan teknologi. studi kelayakan apotik. Pemahaman mengenai perilaku dan tanggung jawab penderita serta profesi kesehatan dan sumbangan serta fungsi mereka terhadap sistem pengawasan kesehatan adalah penting. fungsi-fungsi manajemen. studi kasus dan diskusi. Mata kuliah ini juga akan memperkenalkan ketergantungan penggunaan narkoba. MANAJEMEN APOTEK 2 SKS Pengetahuan komprehensif tentang praktek pelayanan farmasi di apotik. Diharapkan mahasiswa dapat mengkaitkan konsep dan prinsip pemasaran produk dalam praktek farmasi setelah mereka kerja dikemudian hari. praktek dan aplikasi aspek pemasaran dalam profesi farmasi. studi literatur. manajemen pelayanan dan informasi obat.Bab 3: Kurikulum kesejahteraan). bidang-bidang kesehatan fisik. meliputi: Teori dasar manajemen. biologi (biomedik) dan ilmu sosial serta perilaku harus ditekankan. Suatu pembahasan tentang berbagai pendekatan perawatan dan penyembuhan adiksi narkoba akan diulas dan suatu analisis terperinci pendekatan Pusat Rehabilitasi masa kini juga akan ditekankan. SDM. organisasi apotik. studi kasus. keluasan dan potensi penggunaan narkoba secara kronik. pemasaran. inventori. struktur sosial dan modernisasi. Konsep dasar. dan komprehensif mengenai masalah.

distribusi. jaringan penghubung (jaringan konektif).11. terapeutik. PATOFISIOLOGI 6 SKS Mata ajar ini akan memaparkan patofisiologi berbagai kasus. metabolisme. mengatur volume sel. endokarditis. tanda-tanda dan simptom. neurologi.2. interaksi obat. penyakit kulit dan masalah obstetrik dan ginekologi. dan klinik untuk menilai dan asuhan penderita pada kasus penyakit menular. shock. Juga akan diberikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan obat. tuberkulosis. interpretasi hasil uji laboratorium dan rawatan penyakit seperti.2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. infertilitas dan kontraseptif. transportasi aktif melewati membran plasma. gastroenterologi dan hematologi. pertukaran pasif air dan bahan terlarut. eklamsia. Kasus-kasus mental termasuk psikosis dan gangguan afektif. penyakit ginjal. Kepada Mahasiswa juga akan disampaikan cara-cara memilih intervensi farmakologi dan non farmakologi. ikatan molekul obat dengan reseptor. teori sistem kontrol dan komunikasi antar sel. dan penularan penyakit melalui kontak seksual. gangguan mental. Penularan penyakit saluran pernafasan. farmakodinamik dan farmakokinetik (serapan. endokrinologi dan metabolik. serta perbedaan individu yang mungkin mempengaruhi efek obat. dan eksresi) obat. Pembelajaran yang diberikan adalah berbasis masalah (problem based learning) dengan menggunakan kasus-kasus meningitis dan imunokompromi. cara pemberian dan pemantauan obat. penyakit jaringan konektif termasuk osteomielitis dan artritis. proses diagnosis. termasuk teori aksi obat. jantung dan vaskular. FARMAKOLOGI DASAR 3/1 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan mendapatkan pengenalan tentang prinsip-prinsip dasar farmakologi. homeostatis. peritonitis. Bidang Farmakologi FISIOLOGI MANUSIA 3/1 SKS Memperkenalkan konsep dan prinsip umum dasar fungsi semua sistem tubuh. Pembelajaran ini juga memperkenalkan secara ringkas tentang sistem 47 . Mata ajar ini juga akan memberi pengetahuan dan uraian praktis tentang penggunaan pengetahuan dasar ilmu farmasetik. Meninjau struktur mikroskopik berbagai jaringan untuk mengembangkan pemahaman hubungan antara struktur dan fungsi dalam tubuh manusia. paru. Meninjau aspek penting fisiologi sel seperti lingkungan internal. dan masalah obstetrik dan ginekologi seperti preeklamsia. malaria. HIV.

mekanisme neuro-efektor serta interaksi dan integrasi sistem saraf tersebut. teofilin dan metotreksat akan dibahas mendalam. interpretasi konsentrasi obat dalam plasma untuk kelompok obat-obat berikut: aminoglikosida. Memperkenalkan mekanisme penyakit (patofisiologi) yang berhubungan dengan sistem saraf kolinergik (misalnya: miastenia gravis. Karakteristik farmakokinetik klinis. ganglion. hubungan aktivitas struktur obat dan kegunaan klinik. proses dan mekanisme potensial membran. definisi. FARMAKOKINETIKA KLINIS & TDM 2/1 SKS Mata ajar ini akan membahas farmakokinetik klinis dan penggunaannya dalam terapi dan pemantauan obat dalam pengobatan (Therapeutic Drug Monitoring = TDM). Farmakokinetik kegagalan ginjal dan hati serta dialisis juga dibahas dalam pembelajaran ini untuk membantu memahami terapi gagal ginjal dan hati. siklosporin. Begitu juga akan diperkenalkan mekanisme patofisiologi ketiga sistem tersebut dan aspek farmakologi dan kimia obat-obat yang digunakan dalam penyembuhan penyakit tersebut. vankomisin. metabolisme. feokromositoma dan asma). sinaps. kloramfenikol. perambatan sistem saraf otonomik dan somatik. kolinergik dan somatik. digoksin. DAN DARAH 3 SKS Pada pembelajaran ini mahasiswa akan diberikan fisiologi sistem pernafasan.Bab 3: Kurikulum imun manusia dan patofisiologi penyakit yang berkaitan dengan sistem imun serta terapi obat yang relevan. Struktur. aktivasi reseptor dan respons yang dihasilkan. 48 . pertemuan neuro-efektor sistem saraf otonomik dan kawasan refleks somatik. ginjal dan darah. dan hubungan struktur aktivitas obatobat yang digunakan serta pembahasan terperinci tentang kegunaan dan efek sampingnya. neuropati periferi dan diarea) dan sistem saraf adrenergik (misalnya: hipertensi. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM PERNAFASAN. termasuk rasional pengunaannya. organisasi dan pengaturan sistem saraf adrenergik. efek samping. Dalam mata kuliah ini juga akan diperkenalkan obat-obat yang berhubungan dengan sistem saraf otonomik dari segi mekanisme kerja. GINJAL. Konsep. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SYARAF TEPI 3 SKS Mata ajar ini akan merangkumi ciri-ciri. struktur dan fungsi neuron. salisilat. hipotensi.

mekanisme kerja. farmakologi dan aspek klinis sistem saraf pusat. juga akan dibahas. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SUSUNAN SYARAF PUSAT 3 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi. jenis metode penilaian ekonomi kesehatan dan penilaian serta pengukuran hasil akhir kesehatan. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT ENDOKRIN DAN METABOLISME 3 SKS Mata ajar ini akan membahas hubungan antara sistem endokrin dan sistem saraf dalam pemantapan homeostasis. patifisiologi. mekanisme kerja. Patofisiologi dan tanda-tanda klinikal gangguan sistem kardiovaskular seperti hipertensi. aritmia jantung dan hiperlipidemia. manifestasi klinis. dan rasional penggunaannya. gagal jantung kongestif. pengelolaan farmasi. tanda dan gejala umum penyakit endokrin juga akan dibahas. depresi. Aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan dalam pengobatan penyakit tersebut. Juga akan dibahas aspek farmakologi dan kimia obat yang digunakan untuk gangguan kardiovaskular termasuk indikasi terapi. Etiologi. efek samping dan hubungan struktur-aktivitas. studi kasus dan diskusi. pemilihan dan rasionalitas penggunaan obat dan hubungan strukturaktivitasnya. serta bunyi dan elektrokardiogram jantung. mania. studi literatur (belajar mandiri). Dari aspek anatomi dan fisiologi sistem endokrin mata kuliah akan menekankan secara khusus pada fungsi fisiologi setiap kelenjar endokrin. efek samping. angina pektoris. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM KARDIOVASKULER 3 SKS Pembelajaran pada mata kuliah ini akan di awali dengan penjelasan struktur dan fungsi sistem kardiovaskular. Pada pembelajaran ini akan merangkumi tatap muka. Secara fisiologi akan diperkenalkan struktur organisasi serta beberapa aspek fungsi sistem saraf pusat serta yang mengontrolnya dan juga gangguan-gangguan neurologi yang berhubungan dengan sistem tersebut termasuk epilepsi. Pada pokok bahasan ini juga membahas tentang pentingnya penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi FARMAKO EKONOMIK 2 SKS Mata ajar ini memberi gambaran menyeluruh tentang peran penilaian ekonomi dalam penatalaksanaan kesehatan dengan berlandaskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan farmasi dan kesehatan. 49 . dan regulasi atau yang mengontrol tekanan darah.

cara-cara uji farmakoepidemiologi dan statistik. kimia dan mekanisme kerjanya. seperti penyediaan dan pengendalian obat sitotoksik. Aspek farmakologi.Bab 3: Kurikulum parkinson dan skizofrenia. patofisiologi dan morbiditas akibat penyakit ini. Pokok bahasan yang dibicarakan adalah defenisi. interaksi zat 50 . FARMAKOEPIDEMIOLOGI 2 SKS Mata ajar ini akan membahas berbagai aspek farmakoepidemiolgi yang berperan penting dalam terapi. Rasional terapi obat juga akan ditekankan melalui pemaparan hubungan struktur-aktivitas obat-obat yang digunakan serta pembahasan detail tentang kegunaan dan efek sampingnya. pengobatan dan kesehatan masyarakat. efek samping serta hubungan struktur-aktivitas terhadap obat sitotoksik utama seperti: alkelating agent. antibiotika. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT SISTEM SALURAN PENCERNAAN 2 SKS Mata ajar ini akan memperkenalkan fisiologi dan patofisiologi sistem lambung untuk bisa memahami gangguan klinis yang timbul dan organorgan yang berhubungan dengannya. beberapa perspektif farmakoepidemiologi. etiologi. faktor penentu resiko dalam lingkungan zat berbahaya. FARMASI KLINIS & TERAPI PENYAKIT INFEKSI DAN KANKER 3 SKS Mata ajar ini memberi pemahaman kepada mahasiswa tentang penyakit kanker secara mendalam meliputi jenis-jenis kanker. Farmakologi sistem saraf pusat meliputi obatobat yang mempengaruhi sistem ini serta mekanisme kerjanya juga akan dibahas. farmakokinetik. uji kwalitas kehidupan serta aplikasi uji farmakoepidemiologi dan dampaknya pada kefarmasian. Aspek klinis akan menekankan peranan ahli farmasi onkologi dalam penatalaksanaan penyakit kanker. pemantauan efek samping dan terapi pendukung. antitumor. TOKSIKOLOGI FORENSIK 2 SKS Mata ajar ini membahas tentang bidang-bidang toksikologi. penanganan kemoterapi. rasional serta signifikasi farmakoepidemiologi. sirosis hati dan kolelitiasis akan dibahas dan manifestasinya. proses dan tahapan obat sampai memasuki pasar. alkaloid tumbuhan dan imunoterapi juga akan dibahas. Penyakit seperti peptik ulser. Aspek farmakokimia obat-obat yang terlibat juga akan diperkenalkan serta pendekatan terapi yang digunakan untuk penyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan sistem tersebut. kerja toksik. antimetabolit.

GNC. perubahan pH urin. GGK. limfoma maligna). ekskresi obat dalam renal. INTERAKSI OBAT 3 SKS Bertujuan agar mahasiswa memahami mekanisme interaksi berbagai obat. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. GEA. pasien beresiko. interaksi obat dengan herba/food suplement. leukemia. interaksi tidak langsung. indikasi eksposisi yang berbahaya serta tindakan umum pada keracunan. absospsi. serta aplikasinya dalam analisis cairan tubuh. drug displacement. metode pengukuran. interaksi obat dengan diuretika. baik dalam keadaan normal maupun bila mengalami gangguan. penyakit ginjal (GGA. distribusi. DHF). pengaruh adsorpsi dan motilitas terhadap obat. signifikansi klinik (induksi dan inhibisi). hipertiroid. penyakit alergi imunologi (SLE). Akan dibahas pula tentang prosedur pengambilan spesimen. disintegrasi. sirosis hati. nilai rujukan serta interpretasi hasil.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dalam toksikologi. Obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. Arti penting interaksi secara klinik. Interaksi obat sewaktu transpor dalam darah: pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dan klirens. penyakit sendi (gout. jenis dan mekanisme interaksi obat. Interaksi farmakodinamik: antagonistik aditif dan sinergistik. osteoartritis). Interaksi obat pada ginjal. perubahan kesetimbangan cairan dan elektrolit. sehingga dapat memberikan informasi kepada dokter maupun konseling kepada pasien. Kepada mahasiswa akan dipaparkan tentang pemeriksaan laboratorium untuk menunjang diagnosa penyakit yang banyak dijumpai dalam masyarakat yaitu penyakit endokrin metabolik (diabetes mellitus. perubahan aliran darah renal. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contohcontohnya. sindroma nefrotik). penyakit hati (hepatitis. perubahan mekanisme transport obat. mampu memanfaatkan interaksi obat yang menguntungkan. mekanisme interaksi. Perspektif interaksi obat: definisi. eliminasi obat. hiperlipidemia). artritis rematoid. penyakit hematologi (anemia. penyakit tropik (demam tifoid. obat reaksi laboratorium). 51 . sindrom serotonin PATOLOGI KLINIK 2/1 SKS Mata kuliah ini membahas tentang perubahan-perubahan kimia yang terjadi dalam tubuh. signifikansi klinik. obatmakanan. mengurangi interaksi obat yang merugikan. perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. ranah interaksi obat (interaksi obat-obat. hepatoma).

ikatan dan daya antara molekul dan implikasi klinika. Sediaan koloid dan emulsi. Memperkenalkan kepada mahasiswa tentang teknik-teknik dalam merancang obat secara rasional dengan lebih menekankan kepada cara pemodelan molekul dan ilmu statistik. stabilitas. cara penyediaan semi-padat. kimia dan terapeutik. formulasi. efek obat. sifat fisikokimia. Prinsipprinsip pengawetan: kontaminasi (dampak pencemaran). Teori-teori atom. penentuan. cara uji kebocoran. QSAR dan bioinformatika juga akan diperkenalkan. undang-undang dan perhitungan farmaseutika. pemeriksaan.Bab 3: Kurikulum 3. mekanik kuantum. mekanik molekul. enema. Uji sterilitas: pengambilan sampel. stabilitas fisika dan kimia obat serta interaksi yang mungkin terjadi. prinsip pengawetan. obat tetes pediatrik. sumber kontaminasi. jeli. Sediaan injeksi (suntikan): pemberian. enterik. Formulasi dan perencanaan dosis obat. Sediaan obat mata: bentuk dosis. Eferfescent. poultis. formulasi. obat kumur dan cuci mulut. linktus. fungsi pengawet. bentuk dosis. Bidang Farmasetika FARMASETIKA 3/1 SKS Resep. cara menghitung mikroba. rancangan ruang aseptik. Sediaan serbuk dan kapsul: serbuk kasar. FARMASI FISIK 3/1 SKS Memperkenalkan prinsip fisiko-kimia yang berperan dalam berbagai aspek termasuk kelarutan. kolodion. Teknik aseptik dan ruangan aseptis: sumber pencemaran. pengemasan. nilai sesaran. uji USP.2. Uji keutuhan kemasan: spesifikasi kebocoran. Uji partikel asing: bahaya partikel asing. medium kultur.11. pemilihan pengawet. linimen.3. perhitungan tonisitas pengemasan dan pelabelan. Obat-obat yang tidak tercampurkan secara fisika. Sediaan larutan obat luar dan larutan khusus: douche. Sediaan darah manusia dan pengenalan bioteknologi. Uji pirogen: efek fisiologi. proses 52 . cara sterilisasi. Topik-topik meliputi ciri-ciri hablur. Prinsip sterilisasi. singkatan latin. Sediaan anti serum: serum-serum antitoksin. jenis. Sediaan larutan obat dalam: eleksir. lunak. pelepasan dan penyerapan obat. konsep keterlarutan. cara sterilisasi. cara pengujian. cara penyediaan. pasta. penyerapan melalui rektum. stabilitas. pengemasan dan pelabelan. Mata kuliah ini juga menjelaskan tentang perkembangan obat dari laboratorium sampai masuk pasar dengan memberi penekanan kepada proses penemuan obat (drug discovery). Sediaan supositoria: dasar supositoria. kriteria steril. antivirus. terbungkus. obat tetes telinga dan hidung. Sediaan semi-padat: dasar salap dan krim. Zat perasa (corigen saporis) dan pewarna. kabinet aliran laminar. kapsul gelatin keras. Sutur dan ligatur: bahan. antibakteria. draught.

Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Rektum: a. Anatomi dan fisiologi saluran cerna. Topik surfaktan meliputi kegunaan surfaktan dalam sediaan obat dan formulasi farmaseutika. koloid dan polimer serta ditekankan kegunaan formulasi ini dalam farmasi. larutan buffer. c. hukum-hukum gas. d. Pelekatan molekul fisika dan kimia gas dan zat larutan ke permukaan padat. Anatomi dan 53 . sistem suspensi. c. gambar fasa dan koefisien pembagi. f. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara oral. energi bebas. Berbagai Faktor yang Berpengaruh terhadap pelepasan. hukum-hukum yang berkaitan dengan reogram untuk aliran Newton. difusi. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara oral. isoterma pelekatan molekul. c. pelarutan (disolution). dan difusi/absorpsi (absorption). b. e. penyebaran. penekanan kepada sifat reologi. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Oral: a. tegangan permukaan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi pelarutan. monolapisan tak larut. Faktor sifat fisiko-kimia zat aktif. monolapisan terlarutkan. b. emulsi dan polimer serta reologi dalam farmasi. sudut kontak. e. yang disingkat LDA. BIOFARMASI 2/1 SKS Pengantar Biofarmasi dan farmakokinetik: a. Macam-macam mekanisme absorpsi. keseimbangan fasa. Di dalam topik reologi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara rektal. f. Pembuluh darah yang melewati rektum. Fenomena antar permukaan. dampak zat larutan. Faktor fisio-patologi. larutan isotonik. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara rektal. b. Perjalanan dan nasib obat dalam tubuh (dari sejak pelepasan zat aktif dari sediaan sampai eliminasi oleh tubuh). ciri-ciri koligatif. b. penyulingan sederhana dan penyulingan bertingkat. Pembuluh darah yang melewati saluran cerna. Gerakan rektum dan waktu transit. jenis larutan. Macam-macam konsep membran biologis. emulsi. bahan-bahan ’shear thinning dan shear thickening’ plastik Bingham dan Casson serta fenomena tiksotropi. kompleksitasi. Biofarmasi Sediaan yang diberikan melalui kulit: a. Membran Biologis dan Mekanisme Absorpsi: a. Mata kuliah ini juga merangkumi topik-topik surfaktan. pembahasan dan zat aktif permukaan. ionisasi. Faktor formulasi dan teknologi. b. pelarutan dan absorpsi obat: a. Teori umum pelepasan (liberation). Batasan dan kegunaan Biofarmasi dalam farmasi. Mahasiswa juga akan diberi penjelasan tentang prinsip dan ciri fisikokimia suspensi. tekanan permukaan. Anatomi dan fisiologi rektum. Komponen dan karakteristik cairan saluran cerna. Komponen dan karakteristik cairan rektum. d. Gerakan saluran cerna dan waktu transit.

Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara parenteral. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian secara perkutan. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui mata’ Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Paru-paru: a. Struktur dan fisiologi rambut. Disain percobaan. Struktur dan fisiologi kulit. Sediaan perawatan rambut: shampo. bibir. c. jenis dan klasifikasi minyak wangi. d. c. serbuk gigi. bahan pengkeriting. d. Metode uji ketersediaan hayati. Anatomi dan fisiologi daerah penyuntikan. Pembuluh darah yang melewati paru-paru. kuku. Komponen dan karakteristik tiap lapisan kulit. Pembuluh darah yang melewati daerah penyuntikan. Jaminan mutu: bahan mentah. cara compounding obat yang baik. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan melalui paru-paru. bahan pembungkus. Pemilihan subyek uji dan jenis sampel yang akan dikumpulkan. Pembuluh darah yang melewati kulit.Bab 3: Kurikulum fisiologi kulit. Sediaan perawatan kulit: pencuci. d. compounding obat non-steril dan steril. mata. resep dokter. pelurus. Biofarmasi Sediaan yang Diberikan Melalui Mata: a. konditioner. b. penjaga. kepentingan dan pengawasan bahan mentah. Perhitungan parameter ketersediaan hayati. Sediaan deodoran dan anti-perspiran. Anatomi dan fisiologi mata. e. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. Pembuluh darah yang melewati mata. b. e. b. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalaui paru-paru. pembersih gigi. Berbagai faktor yang mempengaruhi proses LDA obat pada pemberian melalui mata. praktek 54 . pemrosesan resep secara profesional. c. penggelap kulit. c. pewarna dan hair spray. Anatomi dan fisiologi saluran nafas. Karakteristik tiap ‘lapisan’ mata. Sumber bau badan. Kosmetik pewarna: muka. b. Penetapan bioekivalensi COMPOUNDING DAN DISPENSING 2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. d. d. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara parenteral. Bifarmasi Sediaan yang Diberikan Secara Parenteral: a. e. Sediaan bayi. b. pelindung matahari. Sediaan gigi: pasta gigi. perhitungan dalam compounding. Pewangi: asal dan sejarah minyak wangi. Protokol pelaksanaan uji ketersediaan hayati. pembersih. pencuci mulut. c. Evaluasi Ketersediaan Hayati Sediaan Farmasi: a. adhesif gigi palsu. Evaluasi biofarmasetik sediaan obat yang diberikan secara perkutan. f. praktek laboratorium yang baik. dan studi kasus compounding dan dispensing KOSMETOLOGI 2 SKS Pemilihan. sediaan akhir.

pestisida. metode untuk meningkatkan permiasi. PENYAMPAIAN OBAT TERKONTROL 2 SKS Sistem penyampaian obat peroral.11. Penyakit yang biasa menulari hewan ternak dan hewan peliharaan. keuntungan dan kerugian. kultur sel hewan. faktorfaktor yang mempengaruhi penetrasi permiasi. tipe matriks. FARMASI VETERINER 2 SKS Sejarah perkembangan perawatan hewan dari dulu hingga ke peternakan besar-besaran secara moderen.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi produktivitas yang baik. model hewan yang digunakan untuk penelitian. uji kepekaan mikroba terhadap antimikroba. 55 . adanya transduksi dalam sel dan cara mutakhir.2. faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelepasan obat. depot tipe esterifikasi. mekanisme pelepasan obat secra implantasi melalui pengontrolona difusi. Formulasi dan sistem penghantaran obat untuk peternakan secara besar-besaran. depot tipe enkapasulasi. depot tipe adsobsi. keuntungan dan kerugian. keuntungan dan kerugiannya. disolusi reservoadran kimia. dan evaluasi secra in vivo. Kepada Mahasiswa juga dipaparkan caracara menghasilkan produk komersial menggunakan proses bioteknologi seperti hasil fermentasi. koksidiostat dan antiprotozoa lain serta perangsang pertumbuhan dan hormon. Klasifikasi polimer implant dan pengujian secara in vitro.4. termasuk teknologi DNA rekombinan dan aplikasinya dalam bidang farmasi. metode pembuatan melalui pendekatan sistem pemberian obat tipe kapsul. spektrum keaktifan dan formulasi antibiotik dan antibakteria. Sistem penyamapaian obat terkontrol secara parenteral melalui pendekatan depot terkontrol. serta evaluasi secara in vitro dan in vivo. perlindungan terhadap lingkungan. Sistem penyampaian secara implantasi. Bidang Biologi Farmasi BIOTEKNOLOGI FARMASI 2 SKS Mata kuliah ini menguraikan berbagai topik bioteknologi. tipe sandwich. membran permiasi. Hubungan penyakit hewan dengan ekonomi dan kesehatan manusia. penggolongan bentuk sediaan dan pengaturan dosis obat. Sistem penyampaian transdermal. Obat-obat yang selalu digunakan dalam veterinar. Pengetahuan epidemiologi dalam pengawasan penyebaran penyakit. 3. Indikasi terapeutik. Mata ajar ini juga akan membahas jenis-jenis produk bioteknologi yang digunakan dalam pengobatan dan farmasi serta implikasi perundang-undangan dan etika. Aspek penjagaan sediaan kosmetik. matriks. antelmintik. absorbsi perkutaneus.

patogen juga diperkenalkan. klasifikasi obat yang berasal dari bahan alam. golgi bodies. pemeliharaan dan penyimpanan kultur murni dan cara menghitung bakteri. Structure and function of organelles: mitochondria. Pengetahuan tentang penelitian yang dilakukan oleh peneliti lokal terhadap herba-herba juga akan dilaporkan. pemalsuan. taksonomi dan tatanama tumbuhan. enzyme. pewarnaan. akan dipaparkan dalam mata kuliah ini. genetika bakteri dan klasifikasi mikroorganisme. Mata ajar ini juga akan membuat mahasiswa menekuni mekanisme kerja dan efek samping serta toksisitas yang berkaitan akibat penggunaan herba. farmakodinamika herba. ribosomes. Menjelaskan kepada Mahasiswa tentang herba luar negeri (mis. Prokaryote versus eukaryote. aktivitas penelitian dan pengembangan herba obat tradisional. bioteknologi kultur. penanaman. microtubules. lysosome. b. pemanenan. formulasi. Kepada mahasiswa juga dijelaskan tentang kemungkinan interaksi herba-herba dengan obatobatan. struktur pergerakan. sumber. pengeringan. cara penularan penyakit dan hubungannya dengan host .Bab 3: Kurikulum MIKROBIOLOGI FARMASI 2/1 SKS Pengenalan mikrobiologi pada mahasiswa. arboretum. nutrisi dan metabolisme mikroorganisme. pengawasan mutu. farmaseutik. Kepada mahasiswa juga akan diperkenalkan topik-topik pertumbuhan. Regulatori dan kebijakan herba. nucleus. ekstraksi. Uji klinik. c. chloroplast. struktur pelekatan dan juga endospora. and metabolism: a. Cellular specialization. microfilament. isolasi. farmakokinetika. FARMAKOGNOSI 2 SKS Uraian WHO mengenai herba yang digunakan dalam pengobatan. herbarium. BIOLOGI SEL 2 SKS Organisation of cell and subcell of procaryote and eukaryote: a. penyimpanan. struktur sel asing. Mitochondria and the 56 . endoplasmic reticulum. dari Malaysia) dan lokal yang sering digunakan untuk berbagai penyakit di Indonesia dan Malaysia serta memahami dasar-dasar ilmu pengetahuan bagi penggunaan herba tersebut. Pembelajaran ini juga akan memperkenalkan teknik-teknik dasar mikrobiologi seperti cara pengamatan. Prinsip-prinsip penyakit. Terakhir mahasiswa juga diberi pengetahuan tentang jamur dan virus ditinjau dari aspek struktur. pemiawaian. klasifikasi dan kepentingan klinik. kultur. karakteristik. Energy. meliputi topik-topik struktur bakteri yang menguraikan tentang ukuran dan bentuk bakteri.

konformasi senyawa rantai lurus dan siklik. reaksi penambahan elektrofilik pada ikatan berganda dan stereokimia reaksi tersebut. replication. e. dan konfigurasi sistem cis. Teknik pemisahan dan identifikasi campuran obat. and aging. Mutation. CHON.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi conservation of chemical energy. cancer. Amino acids. orbital molekul. Antibody structure and function. SNi. The immune system: a. E dan Z. c. Teknik identifikasi senyawa obat terdiri dari identifikasi gugus fungsional. ribosomal RNA. reaksi penggaraman. e. treo. The clonal selection theory. Isomer optik dan konfigurasi sistem D. c. L. dan tatanama senyawa organik yang penting. sulfonamida.2. b. Transport of material across membrane. reaksinya. reaksi pembuangan E1 dan E2. b. d. isomer geometrik. The flow of information: DNA to RNA to protein transcription and translation. The relationship between genes and protein. c. KIMIA FARMASI KUALITATIF 3/1 SKS Teknik dasar analisis kimia farmasi mencakup: analisis kering. laktam. Chromosome and plasmid. Antibody diversity. R dan S. pembentukan lakton. trans. dan polimersasi melibatkan radikal. The gene and synthesis of protein: a. DNA recombination. T and B lymphocytes 3. uji Hinsberg dan penyusunan ulang Hofmann. Conservation of genetic codes. c.H. Teknik-teknik dasar dan instrumentasi untuk analisis kualitatif dengan penggunaan instrumen antara lain FT-IR. f. b. RNA: general structur.5. UV. kromatografi lapisan tipis dan kromatografi kertas. Reaksi esterifikasi asetilisasi. Summary of membrane functions. Membrane structure and function: a. b. Cell culture. Microbial genetic: a. Somatic cell genetics. transfer RNA. d. d. Ikatan sigma dan pi. dan oksigen. cell junctions. Membrane composition. CHON dan S dengan metode reaksi kimia. Lipid bi layer. 57 . analisis kation cepat. Reaksi penambahan nukleofilik pada ikatan berganda dan reaksi Diel’s Alder.O. DNA: structure. Meiosis.11. b. amida dan terunannya. nitrogen. Bidang Kimia KIMIA ORGANIK 3 SKS Orbital hibrida pada karbon. hidrolisis. Cell growth. Cell fusion. SN1. Cell replication: mitosis. structure and functional proteins. d. and DNA repair. eritro. Cell growth and replication: a. identifikasi senyawa yang mengandung C. Radikal. Pengenalan stereokimia. messenger RNA. Cell surface: Intercellular recognition and adhesion. c. Reaksi pergantian nukleofilik SN2.

Hubungan fungsi struktur polisakarida. GC. Reaksi pencoklatan. pH meter. spektrofotometer. Klasifikasi lipida: a. bentuk organisasi laboratorium. nukleotida. c. perlakuan yang benar terhadap bahan-bahan kimia yang berbahaya. d. b. Fungsi polisakarida dalam makanan: a. RNA. Oleat dan asam linoleat. Komponen fungsional dari 58 . penentuan basa dalam asam nukleik dan DNA rekombinan. Lemak susu. Kimiawi penggorengan. b. e. c. Hidrogenasi. asam nukleid dan vitamin. Kimia lemak dan pengolahan minyak: a. Selulosa. Tatanama enzim. b. NUTRACEUTICAL 2 SKS Pengertian gizi cukup dan gizi optimal. Reaksi karbohidrat: a. Marine oil. Monosakarida. Fosfolipida. b. c. Polisakarida. Lemak hewan. b. Hidrofilisitas. pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya kebakaran. komponen zat gizi dan fungsional di dalam makanan. Interesterifikasi. nukleosida. Pengertian dan konsep makanan fungsional (nutraceuticals). pencegahan dan pengatasan masalah terhadap bahaya keracunan. Hidrolisis. renaturasi. b. Fisikokimia asam amino dan protein: a. c. BIOKIMIA 2 SKS Pengenalan biokimia dasar termasuk klasifikasi struktur. sifat kimia dan metabolisme karbohidrat. Amilum. b. denaturasi. e. AAS. lipid. cara penggunaan dan perawatan alat-alat gelas. Hemiselulosa. Auto oksidasi. Denaturasi protein: a. Sifat umum protein. f. c. c. HPLC. DNA. Pengaruh kimia.Bab 3: Kurikulum GLP (GOOD LABORATORY PRACTICE) 2 SKS Kuliah ini memperkenalkan prinsip-prinsip cara kerja di laboratorium yang baik. Peranan komponen fungsional di dalam makanan. FT-IR. Reaksi kimia dan interaksi pada asam amino dan protein. Pengaruh fisika. c. b. Sifat umum asam amino. Fungsi protein: a. d. Asam laurat. Vegetable butter. b. Peranan enzim dan vitamin dalam metabolisme senyawa-senyawa tersebut di atas dan hubungan antara lintasan metabolik manusia. Asil gliserol. Pektin. Sifat pembusukan. Refining. KIMIA BAHAN MAKANAN 2 SKS Struktur karbohidrat: a. Glikosakarida. asam amino. b. kinetik enzim dan penghambatan enzim. Pemanis. Asam lemak. protein. Fungsi mono dan oligosakarida dalam makanan: a. penghibridan. Sifat pengemulsi. b. antioksidan dan fitokimia di dalam makanan. Oligosakarida. d. Cara penggunaan dan perawatan peralatan: mikroskop. Pemberian nama lipida (Nomenclature): a. Basa purina dan pirimidina. Energi denaturasi. Lipolisis. Aspek kimia lipida: a.

Radikal bebas dan antioksidan dan penyakit degenaratif. Pendahuluan: Arti komunikasi. fitosterol di dalam margarin. cara-cara deteksi dan pengukuran radiasi. Pengukuran dan ekspresi efek obat. penemuan. asal usul dan dasar pencarian obat. zat bersifat anti kanker di dalam makanan.2. Pemeriksaan sediaan radiofarmasi. Konsep struktur dan aktivitas (SAR) dan aspek kuantitatif obat (QSAR). sulfida. Penggunaan radioisotop untuk penelitian. kromatografi cair kinerja tinggi.6. Cara-cara analisis yang digunakan. Peran parameter fisikokimia dalam formulasi dan mekanisme kerja obat.11.teknikpenyediaan. Penggunaan radioisotop untuk terapi. Penggunaan radioisotop untuk diagnosisi. kromatografi gas. dll. KIMIA FARMASI 3/1 SKS Prinsip dan teknik dasar serta peralatan analisis kimia farmasi kuantitatif yaitu: prinisp analisis volumetri untuk bahan-bahan kimia dan bahan obat. makalah lmiah dan karangan ilmiah populer. NMR. prrinsip analisis kuantitatif spektroskopik (ultra ungu dan sinar tampak). Peluruhan radioaktip. AAS. Prinsip dan kimia metabolisme/biotransformasi obat. Klassifikasi komponen makanan fungsional yang terdiri dari antara lain: asam lemak omega-3. Penyimpanan radiofarmasi 3. klasifikasi obat dan penyakit. farmakokinetika dan farmakodinamika. pola makan dan proses penuaan. Tatanama obat. Peran stereokimia dalam aktivitas obat. prebiotik danprebiotik. komponen fungsional dari makanan hewani. RADIO FARMASI 2 SKS Prinsip keradioaktipan. serat pangan. fitosterol. Penggunaan radioisotop dibidang farmasi. mineral.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi makanan nabati. Peranan kimia pada tahapan farmaseutik. susunan makanan nasional. Radikal bebas dan antioksidan di dalam makanan. limonoida. karotenoida. Non-Bidang BAHASA INDONESIA 2 SKS Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa Semester II Jurusan Farmasi FMIPA USU akan dapat membuat berbagai tulisan ilmiah sederhana seperti laporan praktikum. Syarat sediaan radiofarmasi. pembuatan dan formulasi obat. flavonoida. Kerdioaktipan alam dan buatan. Diet dan arterisklerosis. perbedaan komunikasi lisan dan tertulis. 59 . serta penyiapan sampel cara imunoesai dan esai enzimatik. KIMIA MEDISINAL 3 SKS Uraian singkat dan objektif kimia obat.

Disiplin Ilmu dalam Islam. tesis. Hubungan dasar yang memiliki oleh manusia (uraian filosofis). berpandangan luas. Perangkat dasar Agama Islam. Syariah. disertasi. Bahasa yang efisien dan efektif dalam bidang iptek: Bangun paragraph bahasa Indonesia. Dasar-dasar dan langkahlangkah pertimbangan dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Sumber Ajaran Islam. Hakekat Yesus Kristus dan peranan-Nya di dalam kehidupan beriman. Pikiran mencari kebenaran. Menulis makalah ilmiah untuk dipresentasikan dan metode penyajian. buku ilmiah. Motivasi baik dan buruk. Ibadah dan Muamalah. berbudi luhur. diterima secara pribadi. bahasa yang efisien dan efektif. Hubungan dengan Ilahi. Karangan ilmiah: Skripsi. Akhlak. Agama Islam. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. berfikir fisolosofis. ikut serta dalam kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengem-bangan dan pemanfatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan manusia dan nasional.Agama Katholik Sarjana katolik yang dicita-citakan oleh masyarakat dan gereja. Karangan ilmiah dan non-ilmiah. Pengertian dan istilah dalam karangan ilmiah dan kegunaannya. Akidah. Takwa.Agama Pendidikan Agama di Perguruan tinggi umumnya bertujuan untuk membantu terbinanya mahasiswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Studi kasus sesuai bidang studi masing-masing. Keluarga Katolik. Arti keadilan. bersikap nasional dan dinamis. yang dimulai di dunia ini dan terwujud secara penuh di akhirat. Menulis karangan ilmiah. Unsur-unsur kerangka karangan ilmiah. journal. dikembangkan di dalam gereja dan membawa buah bagi masyarakat. Manusia mau mengikuti Yesus dan percaya kepadaNya. B.Agama Islam Manusia dan Agama. UNI 101/2 SKS . Agama 60 . Gereja sebagai masyarakat orang beriman. UNI 102/2 SKS . Ilmu Pengetahuan dalam Islam. penalaran dalam bahasa Indonesia. Menulis laporan ilmiah.Bab 3: Kurikulum peranan komunikasi tertulis dalam disseminasi ilmiah. Keselamatan rohani tetapi mewujud di dalam jasmani dan dimulai dari sekelompok orang serta diperuntukkan bagi semua. A. Belajar dari contoh. karangan ilmiah popular. Metode studi agama di Perguruan Tinggi Umum. Keselamatan sebagai anugerah dari Allah. Tiga kemampuan dasar manusia. implikasi penerjemahan dalam pengembangan bahasa Indonesia. tujuan menulis karya ilmiah. UNI 10*/2 SKS .

Gereja. Agama Budha. Iman Kristen.Agama Hindu 2 SKS Filsafat. Pengertian agama. Hari-hari suci agama Hindu. Masalah-masalah etika dalam kehidupan sosial. Tema-tema kapita selekta: a. c. ilmu pengetahuan dan agama. Buddhis dan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iman. C. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang 61 . d.Agama Budha 2 SKS Manusia dan agama. Tanggung jawab orang Katolik membangun dunia.Agama Protestan 2 SKS Manusia: a. Manusia dan keutuhan ciptaan. Weda sebagai kitab suci. Pandita dan Pinandita. E. b. UNI 103 . Kerasulan awam sebagai tugas umat. dan lingkungan. Tempat suci. Narkoba. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang biologi Farmasi. AIDS. c. Kasih dan Pengharapan). Agama: a. Meditasi. Sosiologi agama Hindu. Kapita selekta. D. manusia lain. Agama Krsiten. Hak beragama mencakup hak mempelajari kitab suci agamanya. Aspek HAM tentang manusia dengan dirinya dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Sumber ajaran Budha. UNI 104 . b. Studi kasus pada masing-masing fakultas. Teknik membaca textbook dan menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Katolik mengakui otonomi ilmu-ilmu. UNI 108 . Catur Purusharta dan Catur Asrama. Alam semesta.Bahasa Inggris 2 SKS Dasar-dasar tata bahasa Inggris yang umum dan baku. Metode penerjemahan topik/makalah/buku ajar bidang ilmu farmasi. c. Sejarah agama Hindu. Dhamma. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan di bidang kimia farmasi. Dan lain-lain. Sila HAM agama Budha diwujudkan dalam sila (moral disiplin) menyangkut hubungan manusia. sebagai hukum Hindu. Glosarium Farmasi. Yadnya. Hakikat manusia. Kerangka dasar ajaran Budha. Pokokpokok sradha dalam agama Hindu. Sar darsana. Manusia dan Pembangunan. UNI 105 . bahkan metodologi ilmu-ilmu itu. Sila dan etika Hindu. Dialog dan kerjasama dengan umat beragama lainnya. Ajaran agama bersifat kodrati termanifestasi dalam materi-materi HAM. Catur Marga Yoga. b. Perjudian. Manusia dan tanggung jawab.

Latar belakang pendidikan keawrganegaraan dan kom petensi yang diharapkan. Konsep Wawasan Nusantara. a. cara memilih metodologi penelitian dan statistik yang sesuai. Pengantar: a.Wawasan Nusanta-ra dan Ketahanan Nasional. KEWARGANEGARAAN 2 SKS Mempelajari. f. b. termasuk hak dan kewajiban bela negara. apa-apa saja yang mempengaruhi interpretasi kesimpulan statistik yang dihasilkan. a. Menerjemahkan topik/makalah/buku ajar yang relevan dibidang farmakologi. Kerangka da-sar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah Pancasila. c. b. b. e. a. d. c. Perkembangan pemikiran strategis dalam pelaksanaan pembangunan yg berkelanjutan STATISTIKA FARMASI 2/1 SKS Mata ajar ini memperkenalkan kepada mahasiswa berbagai disain percobaan dan konsep. memahami dan menghayati pengetahuan dan kemampuan dasar warganegara dalam hubungannya dengan negara. Pendidikan pendahuluan bela negara. negara. Hak Azasi Manusia. 62 . Latar belakang konsepsi dan kondisi Ketahanan Nasional Indonesia. Konsep dan peran ketahanan nasional Indonesia dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. HAM dalam bela negara. Mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan. c. b. g.si Indonesia. Politik dan stra tegis nasional. Pemahaman tentang bangsa. serta prinsip dasar statistik. Demokra. Implementasi pendidikan kewarganegaran secara PPBN. Pembelajaran ini akan menitikberatkan pemahaman yang berhubungan dengan prosedur statistik. Wawasan nuantara.Bab 3: Kurikulum farmasetika. c. hu bungan warga negara dengan negara atas dasar dmokrasi. Perkembangan pengertian politik dan demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketahahan Nasional. d. a. Demokrasi dan Lingkungan hidup terhadap Ketahanan Nasional. hak dan kewajiban warganegara. kesalahan yang sering terjadi dalam menganalisis data. Pokok-pokok pikiran tentang Ketahanan nasional. Politik dan Strategi Nasional. Wawasan Nusantara sebagai wawasan pembangunan. kepada mahasiswa juga akan diberikan tentang aspek biostatistik pengobatan terutama tentang statistik yang penting dan epidemiologi. Latar belakang filosof Wawasan Nusantara. Hak dan kewajiban warganegara. Pengaruh HAM. b. Kepada mahasiswa juga akan disampaikan bagaimana konsep dan prinsip statistik bisa digunakan dalam membuat kesimpulan dari data-data eksperimen dan rancangan percobaan lain. UUD 1945. Implementasi Wawasan Nusantara.

Farmasetika. sangat penting mendapatkan mata kuliah ini. d. fisiologi. Teknologi nano dalam farmasetika. Trend perkembangan kefarmasian terkini yang menambah wawasan dan meningkatkan motivasi mahasiswa. Obat-obat masa depan (obat abad 21) STUDIUM GENERALE 0 SKS Merupakan kuliah tamu. ataupun hal baru dalam bidang farmasi. buah merah. SAR. Setelah penelitian selesai sebagai tugas akhir. demam berdarah. 63 . minyak omega-6. Teknik/metode: analisa yang baru. Biologi Farmasi. farmakologi. c. Sebagian nilai diberikan oleh dosen pembimbing dan penguji sewaktu ujian sidang KAPITA SELEKTA 1 SKS Mata kuliah ini membahas topik-topik pilihan yang aktual dalam bidang farmasi yang muncul di masyarakat dan penting diketahui oleh mahasiswa tetapi tidak tercakup dalam mata kuliah yang ada. dalam bidang Kimia Farmasi. farmasi komunitas atau industri. teknologi farmasetik serta klinik dan pengelolaannya. back to nature. misalnya: a. rumah sakit. Penelitian ini bisa dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi. b. Health food: VCO. f.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi METODOLOGI PENELITIAN 2 SKS Bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian baik dalam bidang kimia farmasi. dan Farmakologi. e. Herbal medicine: the hijau. belakangan dikenal luas sebagai antiplatelet. diisi oleh pembicara tamu mengenai topik/bahasan yang bersifat pengembangan wawasan. mahasiswa membuat laporan penelitian dan mempertahankan dalam suatu seminar untuk dinilai. flu Burung. Asetosal dulu populer sebagai antipiretik&analgetik. g.

Lama Pendidikan untuk Program Profesi Apoteker adalah dua semester (satu tahun) 32 SKS). Kompetenesi di Rumah Sakit 3. sedangkan kerja praktek profesi di rumah sakit dan industri farmasi menjadi pilihan (elektif). Kompetensi di Pemerintahan Berdasarkan kompetensi yang diuraikan pada bab 2 di atas.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker BAB 4 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER S etelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan Program S-1 dengan memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S. Silabus mata kuliah institusi disyahkan dalam dalam rapat dosen. yaitu: 1. di mana mahasiswa hanya memilih satu di antara dua pilihan yang disediakan. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2. 4. APTFI menyusun kurikulum dan silabus untuk program sarjana dan kurikulum untuk Program Pendidikan Profesi Apoteker. 64 . Kompetensi Lulusan/Apoteker Kurikulum Pendidikan Sarjana Farmasi di seluruh Indonesia disusun berdasarkan atas Surat Keputusan Majelis Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dengan nomor: 040/APTFI/MA/2003.Farm. dan silabusnya disusun oleh tim dosen pemberi kuliah. silabus mata kuliah. dan kerja praktek profesi.).1. Seluruh mata kuliah dan kerja praktek profesi di apotek wajib diambil oleh mahasiswa. Kompetensi di Industri 4. Kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker didasarkan atas keputusan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI). di mana Pendidikan Profesi Apoteker di Indonesia diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi. untuk selanjutnya dapat mengikuti perkuliahan di Program Pendidikan Profesi Apoteker.

dan efektif.Cara/teknik pencampuran obat . 01.Kemampuan mencari data dan informasi tentang obat ke berbagai sumber (termasuk me- 65 . Kompetensi Apoteker di Apotek (Farmasi Komunitas) NO. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .Cara/teknik pembuatan sediaan obat Pengelolaan obat dan Mampu melaksanakan perbekalan kesehatan pengelolaan obat sesuai lainnya dengan ketentuan yang berlaku. . dan edukasi yang berkaitan dengan obat dan perbekalan kesehatan lainnya kepada penderita. Biofarmasi. aman. dan Kisi-kisi Materi Kuliah. Informasi fungsi pelayanan konsultasi. Kurikulum Inti. Toksikologi. Stabilitas Obat dll. Kompetenesi di Rumah Sakit 3.Pengetahuan tentang berbagai sumber data dan informasi . kepada/untuk penderita secara profesional dengan jaminan bahwa obat yang diberikan kepada penderita akan tepat. tenaga kesehatan lain atau pihak lain yang memerlukan. Kompetensi di Pemerintahan Pada tabel di bawah ini diuraikan masing-masing kompetensi sebagai berikut: 4.Manajemen produk Patologi/Patofisologi Farmakologi Antaraksi obat Biofarmasi dan Farmakokinetika . Kompetensi yang dimaksudkan adalah diarahkan kepada 4 (empat) kompetensi yaitu: 1. .1. informasi. tentang Pengesahan Kompetensi Lulusan/Farmasis.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi tanggal 6 Maret 2003. Pelayanan (KIE) Mampu melaksanakan Konsultasi. 02.Berbagai pengetahuan kefarmasian seperti: Farmakologi. 03.Peraturan perundangan tentang obat . Kompetensi di Industri 4. Farmakokinetik. Termasuk di dalamnya adalah pelayanan obat bebas dan pelayanan obat dengan resep dokter yang obatnya dibuat langsung oleh apotek. dan Edukasi. Pelayanan obat dan Mampu memberikan perbekalan kesehatan pelayanan obat lainnya. Kompetensi di Apotek (Farmasi Komunitas) 2.Satabilitas Obat .1.Formulasi Sediaan Obat . dan Praktikum Kurikulum Inti Program Sarjana Farmasi.

Kemampuan berbahasa dengan baik .Manajemen logistik perbekalan kesehatan lainnya secara baik sesuai dengan sifat bahan KOMPETENSI Mampu melaksanakan .2.Manajemen system dis fungsi ditribusi obat dan tribusi obat perbekalan kesehatan lain di rumah sakit dengan suatu sistem distribusi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi rumah sakit 02. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program monitoring keamanan penggunaan obat. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04.Stabilitas obat penyimpanan obat dan .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik lalui internet): Aplikasi komputer dalam farmasi.Peraturan perundangundangan NO.Manajemen kepegawaian . Mampu melaksanakan tugas dan fungsi lain sebagai pimpinan di apotek. seperti pengelolaan keuangan dan sumber daya manusia. Partisipasi Promosi Kesehatan 07.1. Mampu berpartisipasi secara aktif dalam program kesehatan di masyarakat lingkungannya terutama yang berkaitan dengan obat. Fungsi/Tugas Lain (Pengelolaan Keuangan. Sumber Daya Manusia dll) Mampu melaksanakan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Farmasi Analisis kesehatan lainnya sesuai .Ilmu-ilmu komunikasi . Ditribusi obat dan perbekalan kesehatan lainnya 66 . 01. Pencatatan dan Pelaporan 05. FUNGSI/TUGAS Pengendalian kualitas obat dan perbekalan kesehatan lainnya PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Mampu melaksanakan . Partisipasi Monitoring Obat 06.Ilmu-ilmu kefarmasian .Manajemen keuangan .Ilmu komunikasi dan Psikologi . .GLP dengan cara laboratorium yang baik (GLP) Mampu melakukan . .Peraturaan perundangfungsi pengendalian kualitas an undangan/farmakope obat dan perbekalan . Kompetensi Apoteker di Rumah Sakit NO.Farmako-ekonomi 4.Psikologi .Ilmu-ilmu kefarmasian . Penyimpanan obat dan perbekalan kesehatan lainnya 03.

Farmakoterapi .Ilmu Komunikasi . 04. Pelayanan KIE (konsultasi.Toksikologi Klinik .Farmasetika 11 Peranan dalam pendidikan dan kesehatan .Psikologi . Mampu berpartisipasi dalam program pendidikan.Ilmu Komunikasi .Psikologi NO.Farmakokinetik Klinis . FUNGSI/TUGAS Farmasi Klinik (Wad Pharmacy) KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi farmasi klinik yang akan mencakup fungsifungsi: partisipasi dalam pengambilan keputusan pemberian obat pada penderita. sarana yang dimiliki dan sesuai dengan keperluan rumah sakit. pemantauan efek obat.Patofisiologi .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . pemberian dan penyediaan obat. 06.Farmakoterapi . Mampu melaksanakan fungsi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mampu berpartisipasi dalam penanggulangan keracunan.Statistik 07.Ilmu komunikasi/ pedagogik 67 . Mampu berperan dalam Komite Farmasi dan Terapi.Sistem Informasi .Biofarmasi . pemilihan obat yang tepat.Ilmu-ilmu kefarmasian . antara lain: uji klinis. Pusat Informasi Obat . 09.Ilmu komunikasi . Peranan dalam penelitian 08. Mampu memberikan pelayanan obat kepada berbagai pihak yang membutuhkan. Mampu berpartisipasi dan berkontribusi dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit. Peranan dalam Komite Farmasi dan Terapi Partisipasi dalam penanggulangan keracunan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan lainnya melalui pembelian dari luar atau membuat/memproduksi - Farmasi Klinik Ilmu Komunikasi Toksikologi Klinik Toksikologi Analitik .Peraturan perundangundangan/Farmakope .Manajemen informasi .Metodologi Penelitian . 10. informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya.Manajemen logistik .Farmako-ekonomi . informasi dan edukasi yang berkaitan dengan penggunaan obat untuk penderita dan keluarganya. 05.Ilmu-ilmu Kefarmasian . dan pendidikan penderita Mampu melaksanakan fungsi konsultasi.

Pembuatan/produksi Mampu melaksanakan produksi sediaan obat sesuai dengan sediaan obat dan CPOB dan ketentuan lain bahan baku dan pengendalian proses dalam rangka menghasilkan produk yang baik/bermutu produksi tinggi.Perundang-undangan . metode analisis untuk prosedur pengujian untuk meme-riksanya bahan awal.1.Farmasi Fisika .Farmakokinetik . Pengadaan/penciptaan senyawa/bahan aktif terapeutik atau eksipen baru yang lebih baik Mampu berpartisipasi dalam mengembangkan senyawa/ bahan aktif terapeutik atau eksipien baru yang lebih baik/aktif 03. FUNGSI/TUGAS Pendaftaran obat jadi KOMPETENSI Mampu melaksanakan fungsi pendaftaran obat jadi secara efektif.Farmakoekonomi Farmasi Fisika Formulasi/Teknologi Farmasi Metodologi Penelitian 02. 05.Kemampuan komunikasi . Mampu melakukan pengendalian secara teknis operasi/ proses manufaktur atau pembuatan sediaan obat.3.Farmakologi/ Toksikologi . 04. metode analisis. Menentukan formula Mampu berpartisipasi dan dan teknik pembuatan berkontribusi dalam sediaan obat pengembangan formula sediaan obat. terutama dalam hal pengisian formulir kelengkapan pendaftaran PENGETAHUAN Kemampuan Akademik . Kompetensi Apoteker di Industri Farmasi NO. khususnya melalui internet .Unit proses 68 .Formulasi Teknologi Farmasi .Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker 4. 01. Fisikokimia. obat jadi.Farmakologi dan Toksikologi .Biofarmasi . pilot plan.Bioteknologi .Pengetahuan tentang sumber informasi dan cara mengaksesnya.Kimia Medisinal .Farmasi Fisika . Fisika. Mikrobiologi. dan kemasan. Peraturan perundangundangan/Farmakope Farmasi Fisika Biofarmasi Analisis Kimia. dan up-scaling Menentukan Mampu berpartisipasi dalam spesifikasi bahan atau pengembangan spesifikasi produk yang bahan (bahan awal maupun dibutuhkan dan sediaan jadi).Farmakognosi/Fitokimia . Biologi Teknologi farmasi Pengetahuan tentang peralatan produksi Pengetahuan tentang CPOB Pengetahuan tentang peralatan produksi .

Pengetahuan tentang peralatan pengemasan Menetapkan kondisi Mampu merancang dan me. Farmakokinetik. Farmasi . Biologi). farmasis. . Biofarmasi. sesuai untuk keperluan perFisikokimia. Fisika.Peraturan perundangproduk pengawasan mutu bahan awal undangan/Farmakope dan sediaan obat sesuai .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Pengawasan mutu Mampu melaksanakan fungsi .Farmasi Fisika . Toksikofesional kesehatan lain profesional kesehatan lain. . Ilmu Komunikasi .Berbagai pengetahuan pelaksanaan validasi proses.Farmasi Analisis dengan cara laboratorium (Analisis Kimia. proses yang sudah ada.Farmakokinetik .Teknologi Farmasi .Farmakologi klinik berkontribusi dalam uji klinik . dll).Farmasi Analisis meriksaan/pengujian yang (Analisis Kimia. kefarmasian . Biologi) menjamin mutu produk yang .Pengetahuan tentang pengemasan produk dengan Fomulasi/Teknologi bahan pengemas yang sesuai.Pengetahuan tentang validasi .Berbagai pengetahuan paian informasi obat promosi dan penyampaian kefarmasian terutama: kepada tenaga proinformasi kepada tenaga Farmakologi. Mikrobiopractice) dan CPOB untuk logi.Metodologi Penelitian Inspeksi diri Mampu melaksanakan pe.Psikologi FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI NO.Pengetahuan tentang akan dipasarkan serta untuk berbagai peralatan menjamin kesehatan dan analisis serta keselamatan kerja ketrampilan untuk menjalankannya . Mikrobiobaikan mutu produk dan logi.Statistik Promosi dan penyam.Statistik Pengemasan produk Mampu melakukan .Biofarmasi Validasi Mampu berpartisipasi dalam .Pengetahuan tentang bahan pengemas . Fisika. 6 7 8 9 10 11 12 69 .Pengetahuan tentang produk menentukan kondisi penyimsifat bahan/produk panan produk yang tepat serta waktu kadaluarsa produk.Stabilitas Obat/Farmasi penyimpanan produk lakukan uji stabilitas dan Fisika dan waktu kadaluarsa berbagai perhitungan untuk . yang baik (good laboratory Fisikokimia. logi.Toksikologi obat baru. Partisipasi dalam uni Mampu berpartisipasi dan . Teknologi Farmasi.Mampu melaksanakan . (dokter.

pengadaan. Bioteknologi. Teknologi Farmasi.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker PENGETAHUAN Kemampuan Akademik .4.Metodologi Penelitian 4. distribusi obat untuk . . 13 FUNGSI/TUGAS Pengelolaan barang khususnya pengelolaan bahan awal obat dan obat jadi. dll.Ilmu-ilmu kefarmasian kebutuhan nasional seperti: Farmakologi. 03.Stabilitas produk . distribusi. .Peraturan perundangdalam bidang obat dan dinasi dan berkontribusi undangan termasuk kesehatan dalam penyusunan kebijakhukum-hukum interan dalam bidang obat dan nasional dan tata cara/ kesehatan. dan bitkan suatu peraturan). Stabilitas obat.Bahasa Inggris . Biofarmasi. persyaratan obat. dll) data untuk kebutuhan nasional maupun internasional).Statistik . Pengawasan dan Mampu melaksanakan Pengaturan fungsi pengawasan dan pengaturan obat dan perbekalan kesehatan lainnya secara FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 02.Peraturan perudangundangan NO.Manajemen . Esensial Nasional. PENGETAHUAN Kemampuan Akademik Penyusunan kebijakan Mampu melakukan koor. persyaratan obat. Toksikologi. Mampu berpartisipasi/berkontribusi dalam menghasilkan dan mendiseminasi pengetahuan baru 14 Promosi/kontribusi dalam menghasilkan dan diseminasi pengetahuan baru. seperti dalam hal prosedur untuk menerpemilihan. dll. 70 . Kompetensi Apoteker di Pemerintahan NO.Manajemen barang/ material . KOMPETENSI Mampu melaksanakan pengelolaan inventory yang efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan rutin industri dan yang menjamin pemeliharaan kualitas bahan selama penyimpanan sesuai dengan sifat bahan yang ada. Farmakokinetik.Berbagai pengetahuan kefarmasian .Farmakoepidemologi Pengelolaan obat Mampu mengelola obat secara nasional secara nasional (Pemilihan (Pemilihan Obat Obat Esensial Nasional.1. 01. Termasuk pengumpulan distribusi.

08. 02. 10. 4. Tabel Kurikulum Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER I NO. dll Administrasi Mampu melaksanakan fungsi administrasi obat seperti prosedur untuk pelaksanaan tender. KODE APT 101 APT 102 APT 103 APT 104 APT 105 APT 106 APT 107 APT 108 APT 109 APT 110 MATA KULIAH Farmakoterapi & Terminologi Medik Biofarmasi & Farmakokinetika Klinis Compounding & Dispensing Manajemen Farmasi Komunitas Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care) Komunikasi & Konseling Interaksi Obat Manajemen Industri Farmasi Farmasi Rumah Sakit Psikologi Jumlah SKS 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 19 71 . dll) Badan resmi untuk Mampu melaksanakan hubungan internasional fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional.2. 05. seperti dengan WHO. 07. dan penjualan. kerja praktek. 07. distribusi. dll. pendidikan berkelanjutan. FUNGSI/TUGAS KOMPETENSI 04. import. Kebijakan pendidikan Mampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan dalam bidang farmasi (kurikulum nasional. 06. 01. 05. 04. 09. nasional seperti pengawasan pembuatan/produksi. 03.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi PENGETAHUAN Kemampuan Akademik NO. izin praktek. Kewenangan Mampu melaksanakan pendaftaran/perizinan fungsi untuk pendaftaran/ profesi perizinan profesi (izin kerja apoteker. 06. dll).

Osteoporosis. Bakteri ISPA. Alergi pada kulit. perhitungan dalam compounding. gangguan ginjal. TBC. Sistem Pernapasan: Asma. Diare. gangguan hepar. Berbagai faktor fisiologi dan patologi yang mempengaruhi parameter biofarmasetik dan farmakokinetik. 01. 07 KODE PRO 101 PRO 102 PRO 103 PRO 104 PRO 105 PRO 106 KOM 107 MATA KULIAH Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek Swasta) Kerja Praktek Profesi di Apotek (Apotek BHMN) Kerja Praktek Profesi di Rumah Sakit (Elektif) Kerja Praktek Profesi di Industri Farmasi (Elektif) Bimbingan Profesional dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan Bimbingan Profesional dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ujian Komprehensif Jumlah SKS 4 2 4 4 3 13 4. Sistem Endokrin dan Metabolisme: Diabetes Miletus tipe I & II. hemodialisa. 02. 05. Tambahan: Pemberian obat pada bayi dan anak-anak (pediatri). Thrombocitopenia. Pirai. 04. 06. gangguan hati. CHF (Congestive Heart Failure). Hiperlipidemia. Gagal ginjal kronik. Sistem Ekskresi Ginjal: Gagal ginjal akut. Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).3. Neoplastik: Leukimia. 03. Sistem Kardiovaskular: Hipertensi. Bioavaibilitas dan bioekivalensi. gangguan saluran cerna. Berbagai cara penyesuaian regimen dosis untuk berbagai situasi klinik (gagal ginjal. Sistem Syaraf: Epilepsi. Studi kasus untuk obat-obat khusus. Sistem Peliput dan Lokomotorius: Rheumatoid arthritis. Infeksi: Virus hepatitis. Biofarmasetika & Farmakokinetika Klinik/2 SKS Pendahuluan: Peranan biofarmasetika dan farmakokinetika pada penggunaan klinis. kehamilan dan menyusui. Konstipasi. Breast cancer. Sistem Darah: Anemia.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker SEMESTER II NO. Compunding & Dispensing/2 SKS Membahas tentang praktek farmasi. Lanjut usia (geriatri). Schizoprenia. cara compounding obat yang baik. resep dokter. Rentang terapetik dan penyusunan regimen dosis secara farmakokinetik. Sistem Saluran Cerna: Tukak peptik. Silabus Mata Kuliah Program Pendidikan Profesi Apoteker Farmakoterapi dan Terminologi Medik/2 SKS Pendahuluan: Istilah dan terminologi medik. compounding obat non-steril 72 . penyakit kronis) dan monitoring kadar obat.

assessment. pengendalian operasi apotik. Interaksi obat dalam saluran cerna: pengaruh makanan terhadap disolusi. topik konseling dan kasus-kasus dalam komunikasi dan konseling. Studi kasus pelayanan kefarmasian. obat-reaksi laboratorium). Penyusunan formularium. atau SEVEN BASIC QUESTION untuk OTC. fungsi dan tujuan konseling. Etika komunikasi. obat-obat yang berefek toksik karena interaksi. manajemen pelayanan dan informasi obat. ASMETHOD. Implementasi dan kendala dalam mengelola pelayanan kefarmasian. arti penting interaksi secara klinik. pasien beresiko. plan) atau PAM (problem. dan studi kasus compounding dan dispensing. peraturan perundangan dibidang perapotikan dan hal yang berkaitan. obat tanpa resep dokter/swamedikasi. ranah interaksi obat (interaksi obatobat. jenis dan mekanisme interaksi obat. assessment. monitoring pasien dengan metode SOAP (subjective. penjualan dan distribusi. organisasi apotik. Pelayanan Kefarmasian (Pharmaceutical Care)/2 SKS Pendahuluan: perspektif asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). Asuhan kefarmasian di klinik (RS): konsep pelayanan farmasi klinik untuk pasien rawat inap maupun rawat jalan. Manajemen Farmasi Komunitas/2 SKS Teori dasar manajemen. Pemahaman tentang rekam medik. dan strategi pengembangan.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi dan steril. studi kelayakan apotik. pemasaran. komunikasi efektif. jamu (obat bahan alam/fitofarmaka) & suplemen. obat-makanan. Responding to symptom untuk minor illness dengan metode WWHAM. Komunikasi dan Konseling/2 SKS Pendahuluan: pengertian. Penyusunan pedoman terapi (protokol pengobatan). desintegrasi. pemrosesan resep secara profesional. Konseling: pengertian. objective. Sistem Informasi Obat. aplikasi dan saling keterkaitan berbagai bidang ilmu kefarmasian. keuangan. Faktor-faktor yang menghambat komunikasi dan konseling. Interaksi Obat (Drug Related Problem)/2 SKS Perspektif interaksi obat: definisi. Simulasi dan sosiodrama konseling obat. monitoring) dikaitkan dengan drug related problem. analisis keuangan. fungsi dan tujuan komunikasi. EBM (Evidence Based Medicine). fungsi-fungsi manajemen. Asuhan kefarmasian dikomunitas: Pelayanan obat dengan resep dokter. SDM. manajemen apotik. OWA. pengadaan. inventori. 73 .

distribusi. Interaksi pbat sewaktu transpor dalam darah. Interaksi obat yang berhubungan dengan metabolisme: Obat yang dapat mempercepat maupun menghambat metabolisme beserta contoh-contohnya. laboratorium. Pengamatan dan Praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: pembekalan meliputi pengadaan dan penyimpanan obat dan alat kesehatan.Bab 4: Program Pendidikan Profesi Apoteker absorpsi. PPC (Production Planning Control). drug displacement. pengaruh adsorpsi. Praktek Kerja Profesi di Rumah Sakit (4 SKS). sterilisasi. (minimum 300 jam) Penjelasan umum tentang tatacara pelaksanaan PKP (Praktek Kerja Profesi) apotek dan organisasi apotek. flora. Interaksi obat pada ginjal: ekskresi obat dalam renal. signifikansi klinis. perubahan pH urin. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan Farmasi Rumah Sakit. dan motilitas terhadap obat. Praktek Kerja Profesi di Industri Farmasi (4 SKS). interaksi tidak langsung. eliminasi obat. produksi. Praktek Kerja Profesi di Apotek/4 SKS. perubahan mekanisme transpor obat. penelitian dan pengembangan. apotik. elektif Penjelasan umum tentang struktur organisasi dan pengelolaan industri farmasi. pengadaan bahan baku dan pengemas. Interaksi farmakodinamik: antagonis aditif dan sinergistik. Pengamatan dan praktek kerja mengikuti mekanisme kerja yang berlangsung pada unit/bagian: CPOB di industri farmasi. signifikansi klinis (induksi dan inhibisi). perubahan ekskresi glomerulus dan tubulus. pengaruh ikatan protein-obat pada volume distribusi dn klirens. Interaksi obat dengan diuretika. Tugas khusus (Studi kasus). 74 . Produksi obat jadi. dan manajemen perapotekan. administrasi dan perencanaan Rumah Sakit. sindrom serotonin. Tugas khusus. Pelayanan resep dokter. praktek asuhan kefarmasian (pharmaceutical care). pembelajaran berdasarkan pengalaman kerja (experiential learning) tentang aspek-aspek peraturan perundang-undangan dan etika profesi. perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit. mekanisme interaksi. pergudangan obat jadi. signifikansi klinis. perubahan aliran darah renal. pengawasan mutu. Distribusi obat dan alat kesehatan. Interaksi obat dengan herba/food supplement.

laptop dan sound system. perkuliahan dilakukan di bekas Departemen Farmasi yang telah ditambah dan direnovasi. Laboratorium Untuk menunjang perkuliahan dilakukan praktik laboratorium.Analisis Kuant Dasar Farmasi Kuantitatif 2.1. LCD projector.2. A B C D E F G MATA PRAKTIKUM 1. dan beberapa ruang kelas berhawa dingin (AC) 5. Mikrobiologi Farmasi Steril 2. Sintesis Bahan Obat Sintesis Bahan Obat 2. Kimia Bahan Makanan Kimia Bahan Makanan 2. Selain juga menggunakan ruang perkuliahan milik FMIPA USU pada unit VIII yang juga sudah direnovasi. Kimia Farmasi Kuantitatif 1. Fasilitas ruangan: overhead orojector. Farmasi Fisik 3.Teknologi Formulasi Sediaan Tablet Solida 1. white board. yaitu: NO. Kimia Farmasi Kualitatif 3. Tek Formulasi Sediaan Steril LABORATORIUM DEP Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Farmasetika Farmasetika Farmasetika 75 . Fakultas Farmasi USU memiliki laboratorium. Biokimia 1. Farmasetika Dasar Formulasi 2. Perkuliahan Fakultas Farmasi belum menggunakan ruang kuliah sendiri. Kimia Fisika Kimia Farmasi 1. Kimia Organik 1. Analisis Kual Dasar Farmasi Kimia Farmasi Kualitatif 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 5 SARANA PENDUKUNG 5.Tek Formulasi Sediaan Solida 1.

Bab 5: Sarana Pendukung

NO H I J

LABORATORIUM Biologi Farmasi Fitokimia Farmakologi

MATA PRAKTIKUM 1. Anatomi & Fisiologi Tumb. 2. Farmakognosi 3. Obat Tradisional 1. Fitokimia 1. Farmakologi Farmasi I 2. Farmakologi Farmasi II 3. Biofarmasi 1. Statistik Farmasi 1. Kimia Dasar Farmasi 2. Fisiologi Manusia 3. Analisis Fisiko Kimia Farmasi 4. Kimia Klinis

DEP Biologi Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Farmasi LIDA FK USU PTKI FK USU

K

Komputer

Daftar Peralatan
No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Alat Alat penutup vial Alat soklet Analgesy Meter Atomic Absorption Spectrophometer Ayakan Batang Pengaduk Beaker glass berbagai ukuran Blender glass Osterizer (vol.110) Buret Cawan Porselin Centrifuge (HC 1120T) Chamber Chromatography Gas Corong Corong Buchner besar dan kecil Dispenser Dissolution Tester Du Noy Tensionmeter Eksikator Erlenmeyer berbagai ukuran Exciccator Flame Photometer Freeze Dryer Friabilator FT-IR Spectroscopy Gas Chromatography Keterangan

Dalam Proses Pembelian Departemen Kimia, PTKI

Dalam Proses Pembelian, Departemen Kimia, PT KI

Laboratorium Penelitian Departemen Kimia, PTKI Dalam roses pembelian

76

Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi No. 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 Nama Alat GC-MS Gelas Arloji Gelas Arloji besar Gelas Ukur Gram Balance Granulator Hardness Tester Hot Magnetik Stirer HPLC Hummer Mill Crusher Inkubator Jarum Ose Kaca Pembesar Krus Porselin Labu Alas datar Labu Alas Datar panjang Labu Bercabang Labu Bercabang-cabang Labu Datar Panjang Labu Destilasi Bulat Labu Leher 2 Labu Leher 3 Labu Leher Panjang Labu Rotary Labu Soklet Labu Tentukur Labu Ukur Laminar air flow Lemari asam Lemari Es Magnetic Stirer Melting Point Appratus Mesin Cetak Tablet Mesin Coating Microscope Slides Miligram Balance Mortir & Stamfer Murffle Furness Neraca analitis digital Otoklaf besar Otoklaf kecil Oven PCR Pencetak suppositoria Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Keterangan Laboratorium MUI Kota Medan; PTKI

Departemen Farmasi (Dalam proses pembelian), Lembaga Penelitian FMIPA, Laboratori-um MUI Kota Medan, PTKI

77

Bab 5: Sarana Pendukung No. 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 Nama Alat Pendingin Bola Pendingin Liebig Pendingin Soklet Pendingin Udara Penyaring Buchner pH meter Pipa Bengkok Pipet Volume Piring Petri Plantar Test Plat Kaca 20 X 20 cm Plethysmometer digital Plethysmometer Conventional Polarimeter Rak Tabung Reaksi Rotary Evaporator Spektrofotometer UV-VIS Spot Plate Statif Tabung Reaksi Tanur TDM (Cobas Integra 400) Termometer: 360oC Tes kejernihan Thermostat Circulating Thermostat Laoda Timbangan gram Timbangan listrik Sartorius Timbangan listrik Toledo Timbangan miligram Tube Sentrifuse Water Bath Water Bath Listrik Keterangan

Dalam Proses Pembelian

Dalam Proses Pembelian

Departemen Kimia Farmasi, Departemen Kimia, PTKI

Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik

Keterangan: MUI = Majelis Ulama Indonesia PTKI = Pendidikan Tinggi Kimia Industri

5.3. Perpustakaan Fasilitas perpustakaan pada Fakultas Farmasi USU diselenggarakan dan disatukan pada perpustakaan pusat USU.

78

Kimia Farma Apotek. Perum BIOFARMA. Yakarta 14. terutama Pendidikan Profesi Apoteker yang telah berjalan selama ini. Jurnal Ilimiah Fakultas Farmasi memiliki Jurnal Ilmiah dengan nama Media Farmasi yang diterbitkan sejak tahun 1993 dengan ISSN 0854-3054. Yakarta 12.7. 5. Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara – Medan 4.Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) 5. Bandung 13. 5. Bandung 7. dan telah di Akreditasi B oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fakultas Pendidikan Nasional. Yakarta 10. Hubungan dengan Institusi Lain Untuk melaksakan pendidikan. Pengakuan Badan Profesi Terkait . Fakultas Farmasi telah menjalin hubungan dengan beberapa instusi lain di luar universitas. PT Aventis Pharma Industry. Asrama Sekarang sedang dibangun sebuah asrama untuk tempat tinggal mahasiswa selama belajar di USU. Bandung 79 . tersedia juga pemondokan di sekitar kampus yang disediakan oleh penduduk dan perumahan dosen. Bandung 11.5. Apotek Swasta di Medan dan sekitarnya 9. Badan Pengawas Obat dan Makanan – Jakarta 2.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 5.Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) . Pusat Kesehatan Mahasiswa USU (Poliklinik USU) 8. PT Indofarma Tbk.4. PT Kimia Farma Apotek. Medan 6. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Medan 5. Di samping itu. Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat.6. yaitu: 1. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan – Medan 3. Industri Farmasi PT Kimia Farma. Industri Farmasi PT Kimia Farma.

Yakarta PT Ethica Indonesia. 20. dan beberapa industri farmasi yang ada di Pulau Penang. 27. Di samping itu. Aceh Timar Pendidikan Teknologi Kimia Industri (PTKI) Medan. Hospital Besar Pulau Penang. Yakarta PT Bayer Indonesia. 23. 21. Padalarang. Hospital UKM. 16. Pirngadi. 28. 19. 25. menjelang akhir tahun 2005 yang lalu telah dilakukan kunjungan ke Lembaga Kesihatan Malaysia. 18.Bab 5: Sarana Pendukung 15. 29. Medan Rumah Sakit Umum Langsa. Yakarta Industri Farmasi PT Kimia Farma Medan Industri Farmasi PT Mutifa Medan Industri Farmasi PT Sinabung Medan Industri Farmasi PT Universal Medan Industri Farmasi PT Varse Medan Industri Farmasi PT Aris Farma Medan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik. 80 . Jabatan Perkhidmatan Awam. Jawa Barat PT Industri Farmasi Pfizer Indonesia Tbk. Jabatan Farmasi-Universiti Kebangsaan Malaysia. PT Combiphar Farma. 22. Pusat Pengajian Sains Farmasi-Universiti Sains Malaysia. 17. Semua ini dimaksudkan dalam upaya untuk mencari tempat praktek kerja bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker pada waktu yang akan datang yang berkeinginan melakukan praktek kerja di luar negeri. 26. Yakarta PT Novell Pharmaceutical Laboratories. 24. Medan Rumah Sakit Umum dr.

Apt.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi BAB 6 DOSEN D osen (Staf Pengajar) di Fakultas Farmasi USU terdiri dari dosen tetap dan dosen tidak tetap.Sc. Prof. Effendy De Lux. Prof. b.Sc. Master (S-2) = 43 orang (2 orang sedang mengikuti S-3) c. Dosen Tetap Dosen tetap Fakultas Farmasi USU berjumlah 63 orang. Tabel 6. M. Strata pendidikan dosen terdiri dari: a. Hakim Bangun. Dosen tetap adalah dosen yang pekerjaan utamanya pada Fakultas Farmasi USU. Ph.bb Prof. 5. sedangkan dosen tidak tetap adalah dosen yang berasal dari fakultas lain di USU ataupun dosen berasal dari instansi di luar USU. Apt. 4.App. Jansen Silalahi. Tahun di 1990. Dr. Prof. Apt. Wniv. Dr. Apt Ph. Tokushima Univ. Dosen yang Memperoleh Gelar Profesor. 6. Sumadio Hadisahputra. UNSW. Sarjana (S-1) = 7 orang Tingkat pendidikan dosen cukup baik dengan 88. Siti Morin Sinaga. M. Malaysia 1991.. Malaysia 1994. Urip Harahap.1.rer.nat. Dr.D.7% yang berpendidikan S-2 dan S-3. 3. Apt. Australia 2002. PPSF-USM. Dr. PPSF-USM. Apt. Dr. Malaysia 1990.D. Prof.. 6. Japan 1991. dan Tahun Pengukuhan No 1. UTM-Johor.Putra. SU. 2. Nama Prof.. Dr. Doktor (S-3) = 12 orang (6 di antaranya profesor).1. WurzburgGermany Profesor Thn 1999 2001 2001 2002 2004 2005 81 .

Wurzburg– 1994 Yogyakarta Germany Univ. Prof.Apt. Prof. Prof. Bidang Ilmu. Farmasetika 1988 USU 1997 82 .Sc. 4.T Simanjuntak. Apt. Dra. M. M.Apt. Dr.Fat Aminah. 12. Kasmirul Ramlan 17. 7.Apt. Dra. Julia Reveny. Nama Dosen.Apt.nat.Si. Johor AIT– 2002 . Apt. 14. Drs. Apt.. Salim Usman.M.Sc. M..Apt.Edy Suwarso.Azizah Nasution. SU. Farmasetika 1983 UGM Farmakologi 1979 UGM 1987 Farmasetika 1985 USU 1997 Farmasetika 1977 USU 1987 Farmasetika 1977 USU 1996 Farmasetika 1976 USU - Farmasetika 1977 UGM 1990 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1977 UGM 1989 Farmasetika 1978 USU 1996 Farmasetika 1982 USU 1990 Farmasetika 1987 USU 1998 22.rer.M. 11. Bidang Ilmu Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di Tamat S-3 Thn Di Tokushima 1990 Univ-Jepang USM – 1991 Malaysia USM – 1991 Malaysia UNSWUNSW1990 Australia Australia UTM. Drs. Apt... Apt.Sumadio Hadisahputra. Apt. M. 9.Sc.. Dr.Malaysia USU . M.Bab 6: Dosen Tabel 6. MS. SU.Sc. Apt.Hakim Bangun.Apt Dr. 13.Wiryanto.Apt. MS. Prof. of Queensland1992 Illinois – Australia USA Tsukuba – Tsukuba – 1992 Jepang Jepang KanazawaKanazawa – 1991 Jepang Jepang USM.2. M. dan Kualifikasi Pendidikan No. 5.Urip Harahap. Apt.Djendakita Purba..Jansen Silalahi. Drs..Sc 16. M. 1. 8.Dr. Dr. 1991 Malaysia UGM UGM 2004 Yogyakarta Yogyakarta USU Universiti 2006 Medan Malaya USM– .Si.Dr. of Illinois-USA USU Medan ITB Bandung - Farmasetika 1979 USU Farmakologi 1982 USU Farmakologi 1982 USU Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi Biologi Farmasi Kimia Farmasi Kimia Farmasi 1978 USU 1985 1977 USU 1986 1982 USU 1988 1977 USU 1982 1979 USU 1989 1979 USU 1988 - Dr.Apt.Putra. M... 18.Sc. M.Dr. 20. Juanita Tanuwijaya. Apt.Dr. M. Prof. 15.Si. Dr. Drs. Nama Prof. M.H.Malaysia Thailand UGM Un.Sc. Apt.. Apt.Dr. Apt. M.Effendy D.. Siti Morin Sinaga.Surjanto. Dra.Medan USM– Malaysia UGM Yogyakarta UGM Yogyakarta USU Medan Un.Si 21. 3. Karsono. Apt. Dra.Apt. Sinaga. 6. Dr.Si.Pandapotan Nasution..Nazliniwaty.App.Saodah. 10... M. Dra. 2.PS. Dra. 19..Ginda Haro.

25. Kimia 36...Memohon ke PPSF-USM Tugas Belajar di USU Tugas Belajar di USU Bidang Ilmu No. Apt..Si Kimia 42.Si.Masfria. Farmasi Kimia 44. M.Si.Anayanti Arianto.. 23.Chairul Azhar D.. Farmasi Dra. Kimia 43. Drs. M. Nurmadjuzita.Saleha Salbi.Apt.Fathur Rahman H..Si Kimia 39. Kimia 38. M. Apt. Farmasi Drs.Phill.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Tamat S-3 Thn Di Thn Di Thn Di USU . Farmasi Drs.Salbiah.Si. Aminah Dalimunthe. Kimia 35. Apt.Immanuel S. Drs. Dra.. Farmasi Drs. MS.. Kimia 41.Apt. Apt. Hasibuan. Dra. Meliala. Marianne.Si. Farmasi Drs. M... 30. M. Farmasi Drs. Farmasetika 1984 USU 2002 TB – USU 27. SU.. Apt.Apt. M.Si. S.Apt. Farmasi Kimia 37.Ismail. Kimia 40. Kimia 45. S. M. M..Si.Si. M..Syahrial Yoenoes. Farmasi 1974 Unand 1997 1977 UGM 1996 1979 USU 1996 1977 USU 1984 1979 USU 1996 1978 USU 1986 1984 USU 1992 1978 USU 2000 1979 USU 1999 1978 USU 1987 Inggris 1992 USU 1998 1981 USU 1999 1981 USU 1988 1986 USU 1998 1982 USU 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta USU Medan USU Medan 83 .Sc. M.. M.Apt. Farmasi Dra. Farmasetika 2003 USU Farmasetika 1999 USU - 29. Apt. Farmasetika 2002 USU 1973 ITB 1999 USU Medan USU Medan UGM Yogyakarta ITB Bandung ITB Bandung USU Medan HiroshimaJepang ITB Bandung USU Medan USU Medan - Dra. 28. Apt.Si..Si. Drs. Nama Dra. Poppy Anjelisa Z.Farmasetika 1980 USU 2000 Medan Farmasetika 1979 USU 2001 TB – USU . M. Kimia 34. Dra.Apt..Masria L Tambunan.Sudarmi. Farmasi Drs. Apt. Farmasi Drs.Nahitma Ginting. MS. Dra. 26. Farmasi Drs..Apt. Kimia 33.Si..Agusmal Dalimunthe.UGM Farmasetika 1982 USU 1990 Yogyakarta . Apt. Apt.Si.Syafruddin. S.S.Apt. Farmasi Drs. Hayati Lubis. Apt.David Sinurat. Kimia Farmasi Kimia Farmasi Kimia 32.Si.. 24.Muchlisyam. M.Maralaut Batubara. MS. Apt.Si..Apt. Apt. 31. M.Lely Sari Lubis.Apt.

2. M. Farmasi Dra.Herawati Ginting. Kimia 46. Biologi 51.Si. 62.Bab 6: Dosen Bidang Ilmu Dra. Farmasi Kimia 47.Apt.Siti Nurbaya. MS Apt.. MS.. 1980 USU 2000 TB – USU ITB Bandung ITB 1984 USU 1992 Bandung UGM 1984 USU 1990 Yogyakarta ITB 1985 1979 USU 1998 1978 USU 2003 1979 USU 1998 1980 USU 1994 1981 USU 1994 1977 USU 2002 1983 USU 1993 USU Medan ITB Bandung USU Medan ITB Bandung ITB Bandung ITB Bandung UKMMalaysia ITB Bandung 59.Aswita Hafni Lubis. Apt.Apt. MS. Drs.Panal Sitorus. 58. Bahasa Indonesia. MS.Si.Marline Nainggolan. Dra.Si.Tuty Roida Pardede. Farmasi Nama 53.Apt. Biologi 50. Farmakologi 1975 UGM 1999 Dra. Apt. Dra.Apt. Siti Aman...Apt.Apt. Pendidikan Kewarganegaraan.Saiful Bahri 61.Suryadi Ahmad. Farmasi Dra. Awaluddin Saragih..Si. S.Si. Biologi 52. Patofisiologi. Dra.Suwarti Aris.Apt..Apt. 57. Drs. Apt. Apt.Sc.. Ilmu Sosial Dasar. M.Erly Sitompul. Farmasi Dra.Apt.Rasmadin Muchtar. Farmasi Biologi 49. Zainuddin. Hari Ronaldo Tanjung. 60. 56. Dra.Si. Dosen Tidak Tetap Staf tidak tetap adalah staf pengajar yang berasal dari luar Fakultas Farmasi untuk Mata Kuliah Dasar Umum (Agama.Ubaidillah M. Manajemen) dan Mata Kuliah Keahlian yang berkaitan dengan Fakultas Kedokteran (Fisiologi Manusia. Dra. Apt. Apt. 54...Rosidah. MS.... MS. M.Si. M. M. Drs. M. M. Farmasi Kimia 48.. Apt. Farmakologi 1979 USU 1985 ITB Bandung ITB Farmakologi 1982 USU 1987 Bandung Farmakologi 2002 USU - 6. Dra. Drs. Drs. 55. Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Biologi Farmasi Tamat S-1 Tamat S-2 Thn Di Thn Di USU 1978 USU 2000 Medan 1977 USU Tamat S-3 Thn Di Tugas 2003 Belajar – di USM Memohon ke PPSF-USM - No. 84 . Ilmu Budaya Dasar. Kimia Klinis). MS.Misra Gafar.

MA Drs. Tommy Tantawi. Maya Safira dr. Dra. Marjuni Rangkuti.. Yetty Machrina dr. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. M..Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi Tabel 6. Nuraiza Meutia dr. Drs. M. 85 . Daftar Nama Dosen Tidak Tetap No. Prof. I Putu Sutrisna Mata Kuliah Kimia Klinis/Patologi Klinik Kimia Klinis/Patologi Klinik Fisilogi Manusia.Kes. Risnawati Sinulingga. Sp. Penguji Luar Penguji luar dilakukan hanya untuk Program Pendidikan Apoteker. Fatofisiologi Agama Islam Agama Islam Agama Islam Agama Kristen Katholik Agama Kristen Protestan Agama Budha Agama Hindu 6. Hj. Iman Sukiman.Pd. Milahayati Daulay Prof. yaitu: yang berasal dari rumah sakit. Eka Roina Megawati dr. industri farmasi. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. MA. pimpinan apotek PT Kimia Farma. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.Th. pimpinan apotek swasta tempat para mahasiswa melakukan latihan kerja profesi. dr. Dra. Dedy Ardinata.3. Sembiring Dr. Sp. Yudi Herlambang dr. Ph. Azhar dr. Zakiah. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. B. dr. Rosmiani.PK(K).D. Dinas Kesehatan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. dan Anggota Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. dr. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Nama Prof. Adi Kusuman Aman. M. Fatofisiologi Fisilogi Manusia. dr. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan. M. Drs. Fatofisiologi Fisilogi Manusia.M.PK(K). MA.3.

dan ketua departemen B. WEWENANG & TANGGUNG JAWAB PERANGKAT ORGANISASI A. Pengurus Departemen Ketua departemen.Memberdayakan potensi kedisplinan dan manajerial TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SENAT MAHASISWA FAKULTAS FARMASI USU I.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan BAB 7 ORGANISASI KEMAHASISWAAN 7. sekretaris jenderal. dan anggota II. Menyusun dan merencanakan kebijakan program kerja organisasi 2. Wewenang & Tanggung Jawab Presidium 1. sekretaris departemen departemen. Menentukan arah kebijakan dari organisasi 86 .Memberdayakan potensi keilmuan dan wawasan .1. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) Farmasi VISI Meningkatkan potensi mahasiswa yang berintelektual dan bermoral MISI . PERANGKAT ORGANISASI A.Memberdayakan potensi kekeluargaan dan kebersamaan . Presidium Terdiri dari gubernur.

dan surat keputusan dari setiap kegiatan yang berlangsung serta mengetahui surat masuk dan keluar. Departemen Pendidikan & Penalaran a.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 3. Wewenang & Tanggung Jawab Gubernur 1. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris jenderal 1. 4. Menentukan arah kebijakan internal departemen 3. surat keterangan. Dapat menggantikan/mewakilkan wewenang dan tanggungj awab gubernur apabila: a. Bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan kesekretariatan secara keseluruhan. Bersama kepengurusan mengajukan rancangan peraturan/ ketetapan organisasi dan rancangan pendapatan belanja organisasi fakultas kepada majelis mahasiswa fakultas. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan oleh pengurus departemen C. D. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan keilmuwan dan wawasan mahasiswa farmasi 87 . Mendokumentasikan arsip kegiatan bersama dengan departemen keorganisasian & kesekretariatan 5. Kondisi yang memungkinkan bagi sekjen untuk mengambil alih fungsi & peranan gubernur atas persetujuan presidium E. Bertanggung jawab terhadap jalannya roda organisasi 2. Melaksanakan kebijakan program kerja 2. 3. Mendapat mandat dari gubernur b. Me-reshuffle kepengurusan minimal 3 bulan sekali 3. Mendampingi gubernur dalam pelaksanaan & pengawasan organisasi 2. Menandatangani surat mandat. Wewenang & Tanggung Jawab Ketua Departemen 1. Mengadakan evaluasi dari hasil yang diputuskan dalam presidium B. 4. Mempersiapkan rapat presidium serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat. Wewenang & Tanggung Jawab Pengurus Departemen 1.

Berwenang dalam berbagai daya upaya mencari pendapatan yang halal c. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen e. Bertanggung jawab terhadap penyebaran informasi & publikasi kegiatan b. Berwenang dalam pembuatan media komunikasi & informasi d. Departemen Komunikasi & Informasi a. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c. Departemen Keuangan & Perlengkapan a. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e.Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan b. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja 3. Bertanggung jawab terhadap pengadaan barang-barang kebutuhan organisasi & melakukan perawatan dan pendataan terhadap inventeris yang ada 88 . Bertanggung jawab dalam mengelola keteraturan arus keuangan organisasi b. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. Membuat pembukuan keuangan atas usaha & jasa yang dilakukan secara halal serta memberikan laporan keuangan secara berkala kepada gubernur d. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi 2. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan c. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan f.

Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan h. Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan a. Bertanggung jawab terhadap jalannya progam kerja yang bersifat meningkatkan kualitas anggota kepengurusan b. Berwenang menetapkan untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan d. Bertanggung jawab kepada sekretaris jenderal dalam pengelolaan data dan arsip yang ada d. kekeluargaan. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen 89 . dan kebersamaan mahasiswa farmasi b. Departemen Seni & Olahraga a. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 5. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur e. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi & informasi 4. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja j. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja f.Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi e. Bertanggungjwab dalam pengadaan perlengkapan di lapangan dalam setiap kegiatan f. Merancang peraturan/ketetapan organisasi yang akan dibahas lebih lanjut oleh presidium c. Bertanggung jawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen g. sportivitas. Berwenang menetapkan program kerja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur i. Bertanggung jawab terhadap jalannya program kerja yang bersifat meningkatkan jiwa kreativitas. Bertangungjawab mensosialisasikan kebijakan yang dihasilkan presidium kepada departemen yang dipimpin bersama dengan sekretaris departemen c.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan e. Wewenang & Tanggung Jawab Sekretaris Departemen 1. Berwenang melakukan kegiatan untuk mendukung program kerja h. Berwenang menetapkan program keja baru pada departemen yang dipimpin melalui persetujuan gubernur g. STRUKTUR ORGANISASI Gubernur Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan & Penalaran Ketua Sekeretaris Departemen Komunikasi Ketua Sekeretaris Departemen Keuangan & Perlengkapan Ketua Sekeretaris Departemen Seni & Olahraga Ketua Sekeretaris : Diding Pradita : Parna Srait : Yogi : Sabiqah : M. III. Melakukan publikasi kegiatan bersama dengan departemen komunikasi dan informasi. : Winda Kirana : Anita : Iwanto : Bayu Departemen Keorganisasian & Kesekretariatan Ketua : Yogi Sekeretaris : Sabiqah 90 . F. Mendampingi ketua departemen dalam melaksanakan & mengawasi kegiatan 2. Bertanggung jawab atas terlaksananya kesekretariatan departemen 3. Fadli : Yade Metri P. f. Berwenang untuk merekrut anggota dalam pelaksanaan setiap kegiatan. Mempersiapkan rapat pengurus departemen serta berbagai materi yang diperlukan untuk rapat.

SRI IRMAWATI .SRI WAHYUNI .VERA NOVITAWATI .JUNI MARTOGI 91 .PARHAN Agama Kristen .2.ARISMA RINI Agama Islam . FADLI : SABIQAH SARI : NIKO PUTRAGA : MEI KRISTIAN ZEGA : MIRA SRINITA BANGUN : MAYA ARNITAS Departemen Penelitian dan Pengembangan .NOVY HANDAYENNY .AGREFINA .DINA ANDRIANI . IRFAN SITEPPU : BAYU OKTA WINDA : M. Himpunan Mahasiswa Analis Farmasi (HIMAFA) Ketua Umum : SYAFRIZAL Wakil Ketua Umum : AHMAD ANGGARA Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : AHMAD IRFAN Ketua Bidang Pembinaan Anggota : TEDY KURNIAWAN BAKRI Ketua Bidang PTKP : DIKI SYAHPUTRA Ketua Bidang Kekaryaaan : JAYA PRAMANA SEMBIRING Ketua Bidang Agama Islam : JULI PAHRIANISA Ketua Bidang Agama Kristen : ELPRIDA BUTAR-BUTAR Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Bendahara Umum Wakil Bendahara Umum : IRA VERONIKA : M.AGNES SITORUS .FADHILAH ANWAR .NURSAIDAH .ANITA KARLINA Kekaryaan .RETNO FARDHANI .FATIMAH SYAM .SUCI RAHMALIA .EVA SURIANTI .JOHN NEW COMBI .DINANTY DINI .SRI KURNIASIH .LISA HELMITA .MIMI MAULIDINA .PEBRIANA MEGA SARI .MUSTATIAH Pembinaan Anggota .NANDA SARI .YUSTINA SAMOSIR .YULIA SARI .FITRIANA .HAFNIZAR W DAULAY .AZMI ERVITA .RIKHA ANDRISSHA PTKP .KARMILA .ELVRIDA SIALAGAN .MUHARNI SAPUTRI .Panduan Perkuliahan Fakultas Farmasi 7.

Bab 7: Organisasi Kemahasiswaan 92 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful