LAPORAN PENELITIAN

GAMBARAN FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGINYA DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KRIAN, KECAMATAN KRIAN, KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS)

Disusun oleh :

1. 2. 3. 4. 5.

I Made Eka Darmawan, S.Ked Luthva Azizah Utami, S.Ked Ratna Azizah Handayani, S.Ked Argo Dwi Nurcahyo, S.Ked Evy Maretnawati, S.Ked

01700006 01700050 01700131 01700139 01700205

SMF ILMU KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA 2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan “ LAPORAN PENELITIAN DENGAN JUDUL GAMBARAN FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGINYA DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KRIAN, KECAMATAN KRIAN, KABUPATEN SIDOARJO (STUDI KASUS)”. Laporan ini merupakan bagian dari kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Kami berharap dengan tersusunnya laporan ini dapat membantu memperluas pengetahuan kami dalam memahami cara berorganisai, manajemen kesehatan di PUSKESMAS serta dapat berfikir kritis dalam menghadapi permasalahan yang ada di masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Prof.Dr.H.Bambang Rahino.S,selaku rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 2. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 3. dr. Widianto Hadiwinoto,M.S, selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo beserta staf. 5. dr. H.Hari Subagyo, selaku kepala puskesmas Krian, Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. 6. Ibu Atik Sri Wulandari, SKM, M.Kes, selaku dosen pembimbing. 7. Bpk. Zainul Arifin, SH , Kepala Kelurahan Krian beserta staf. 8. Bidan desa beserta Kader di desa Krian. 9.Semua pihak yang telah membantu hingga tersusunya laporan ini. Bila ada kesalahan atau kekurangan dalam laporan ini, adalah sematamata karena ketidak sempurnaan kami, oleh sebab itu kami mohon maaf dan mengharapkan saran serta kritik dari semua pihak demi pengembangan pengetahuan dan kesempurnaan laporan ini.

Sidoarjo, Juli 2008

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................

i

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................... iii DAFTAR ISI .................................................................................................. iv DAFTAR TABEL ………………………………………………………….. vi DAFTAR DIAGRAM ……………………………………………………… viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ....................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................. 2 C. Tujuan Penelitian .................................................................... 2 D. Manfaat Penelitian ................................................................. 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Diare…………......................................................... B. Penyebab Diare…………………........................................... C. Patogenesa Diare................................................................... 4 4 6

D. Patofisiologi…........................................................................ 6 E. Gejala Klinis…………………….………………………….. F. Komplikasi…………………………………………………. G. Pengobatan…………………………………………………. H. Cara Pencegahan Diare…………………………………….. BAB III OBJEK DAN METODE A. Bentuk Penelitian .................................................................. B. Tempat dan Waktu Penelitian…........................................... C. Obyek Penelitian................................................................... D. Cara Pengumpulan Data….................................................... E. Cara Mengolah Data………………...................................... F. Variabel Penelitian…...…………………………………….. G. Definisi Operasional ………………………………………. H. Kerangka Konsep Penelitian………………………………... BAB IV HASIL DAN ANALISA A. Gambaran Umum Daerah Penelitian ……………………… B. Hasil Penelitian dan Analisa ………………………………. 16 18 10 10 10 10 11 11 11 15 7 7 8 9

BAB V

PEMBAHASAN A. Pengetahuan Tentang Faktor Penyebab Diare Pada Ibu Balita Penderita diare ……………………………… B. Gambaran Penggunaan Air Bersih Untuk Keperluan Sehari-hari Pada Ibu Balita Penderita Diare………………….. 31 31

C. Penggunaan Jamban Pada Penderita Diare …………………... 32 D. Gambaran Tentang Penyehatan Makanan dan Minuman Pada Keluarga Balita Penderita Diare ………………………… 32 E. Gambaran Tentang Sarana Tempat Pembuanagn Sampah Pada Rumah Ibu Penderita diare ……………………………… F. Gambaran Tentang Keadaan Rumah dan Lingkungan Tempat Tinggal Ibu Balita Penderita Diare …………………… G. Gambaran Jarak Antara Sumur Sebagai Sumber Air Bersih Dan Sumur Resapan …………………………………………… 34 H. Gambran Tingkat Ekonomi Degan Kejadian Diare ……............ 34 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ……………………………………………………. 35 B. Saran ………………………………………………………….... 36 LEMBAR KUISIONER 33 33

.. 18 Tabel 2 Tabel Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang FaktorFaktor Penyebab Diare …………………………………………… 19 Tabel 3 Tabel Distribusi Frekuensi Asal Air Bersih untuk Keperluan SehariHari ………………………………………………………………. Tabel 20 Tabel Distribusi Frekuensi Tingkat Ekonomi Dengan Kejadian Diare …………………………………………………………… 30 29 28 28 25 26 27 27 24 23 23 22 21 . 19 Tabel 4 Tabel Distribusi Frekuensi Penggunaan Air Minum yang Sudah Dimasak sampai Mendidih ……………………………………… 20 Tabel 5 Tabel Distribusi Frekuensi Kepemilikan Jamban atau WC di Rumah …………………………………………………………………… Tabel 6 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Masyarakat Yang Tidak Memiliki Jamban atau WC Untuk Buang Air Besar……………… 21 Tabel 7 Tabel Distribusi Frekuensi Jenis Jamban atau WC yang Digunakan ……………………………………………………………………. Tabel Distribusi Frekuensi Tempat Membuang Sampah ………. Tabel 11 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memasak atau Membeli di Luar ……………………………………………………………… 25 Tabel 12 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel Distribusi Frekuensi Penyajian Makanan di Meja ……….DAFTAR TABEL Tabel IV. 17 Tabel Distribusi Frekuensi Ibu Balita yang Pernah Mendapat Penyuluhan tentang Pengertian dan Faktor-Faktor Penyebab Diare ……………………………………………………………………...1 Tabel IV.. Tabel 8 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Setelah Buang Air Besar …………………………………………………. Tabel Distribusi Frekuensi Keadaan Tempat Sampah di Rumah . 16 Tabel Data Khusus Kelurahan Krian ……………………………. Tabel 18 Tabel 19 Tabel Distribusi Frekuensi Lalat di Sekitar Rumah …………… Tabel Distribusi Frekuensi Jarak Sumur Sebagai Sumber Air Bersih Dengan Sumur Resapan ………………………………... Tabel 9 Tabel 10 Tabel Distribusi Frekuensi Penyimpanan Peralatan Makanan …..... Tabel Distribusi Frekuensi Kepemilikan Tempat Sampah ……. Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Bahan Makanan Sebelum Dimasak ………………………………………………. Tabel Distribusi Frekuensi Keadaan Kebersihan di Sekitar Lingkungan Rumah …………………………………………….2 Tabel 1 Tabel Data Umum Kelurahan Krian …………………………….

. Diagram 10 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Bahan Makanan Sebelum Dimasak …………………………………………………. 30 29 28 29 25 26 26 27 27 . Diagram 15 Diagram Distribusi Frekuensi Keadaan Tempat Sampah di Rumah ... Diagram 13 Diagram Distribusi Kepemilikan Tempat Sampah ………………… Diagram 14 Diagram Distribusi Frekuensi Tempat Membuang Sampah ………. 24 Diagram 11 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memasak atau Membeli di Luar ……………………………………………………………………… Diagram 12 Diagram Distribusi Frekuensi Penyajian Makanan di Meja ………. Diagram 16 Diagram Distribusi Frekuensi Keadaan Kebersihan di Sekitar Lingkungan Rumah ………………………………………………. Diagram 4 20 Diagram Distribusi Frekuensi Penggunaan Air Minum yang Sudah Dimasak sampai Mendidih ………………………………………… 20 Diagram 5 Diagram Distribusi Frekuensi Kepemilikan Jamban atau WC di Rumah ……………………………………………………………… 21 Diagram 6 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Masyarakat Yang Tidak Memiliki Jamban atau WC Untuk Buang Air Besar ………………. Diagram 18 Diagram Distribusi Frekuensi Jarak Sumur Sebagai Sumber Air Bersih Dengan Sumur Resapan …………………………………… Diagram 19 Diagram Distribusi Frekuensi Tingkat Ekonomi dengan Kejadian Diare ………………………………………………………………. 18 Diagram 2 Diagram Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang FaktorFaktor Penyebab Diare ……………………………………………… 19 Diagram 3 Diagram Distribusi Frekuensi Asal Air Bersih untuk Keperluan Sehari-hari …………………………………………………………. 22 Diagram 7 Diagram Distribusi Frekuensi Jenis Jamban atau WC yang Digunakan ……………………………………………………………………… 22 Diagram 8 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Setelah Buang Air Besar …………………………………………………… 23 24 Diagram 9 Diagram Distribusi Frekuensi Penyimpanan Peralatan Makanan ….DAFTAR DIAGRAM Diagram 1 Diagram Distribusi Frekuensi Ibu Balita yang Pernah Mendapat Penyuluhan tentang Pengertian dan Faktor-Faktor Penyebab Diare ……………………………………………………………………….. Diagram 17 Diagram Distribusi Frekuensi Lalat di Sekitar Rumah ………….

Mengetahui Kepala Puskesmas Krian Surabaya.. Hari Subagio ) ( Atik Sri Wulandari. KECAMATAN KRIAN. H.Kes ) .M. KABUPATEN SIDOARJO ( STUDI KASUS Telah disetujui sebagai salah satu prasyarat untuk dapat mengikuti ujian profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2008. Juni 2008 Dosen Pembimbing ( Dr.LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PENELITIAN “GAMBARAN FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGGINYA DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN KRIAN. SKM.

000 penduduk (Sinar Harapan. kelurahan Jati Kalang sebesar 5-8 kasus. Padahal berbagai upaya penanganan. termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan keterpaduan pengelolaan lingkungan melalui analisis dampak lingkungan.000 penduduk. Jumlah penderita diare yang datang ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) jauh lebih sedikit dibanding jumlah penderita sebenarnya. Namun berdasarkan survei yang dilakukan Depkes (Departemen Kesehatan) melalui survei kesehatan rumah tangga. penderita diare pada balita di kelurahan Krian selama bulan Januari sampai Mei 2008 menunjukkan angka kejadian yang tetap tinggi yaitu sebanyak 10-13 kasus per bulan baik yang ditemukan di sarana kesehatan maupun ditemukan oleh KKD/Swasta/Posyandu. pengawasan mutu lingkungan dan tempat-tempat umum. Setiap tahun penyakit ini masih menduduki peringkat atas. Upaya penyehatan lingkungan pemukiman merupakan usaha untuk meningkatkan kesehatan lingkungan pemukiman melalui upaya sanitasi dasar. Mereka yang memeriksakan diri ke Puskemas didata hanya 25 dari per 1. Berdasarkan data yang kami dapatkan dari Puskesmas Krian. Hal ini menunjukkan penyakit ini tetap ada di masyarakat dengan kejadian yang hampir sama tiap tahunnya. LATAR BELAKANG Peningkatan kesehatan lingkungan sebagai upaya perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan melalui kegiatan peningkatan penyehatan lingkungan serta pencegahan dari kondisi fisik dan biologis yang tidak baik termasuk berbagai akibat sampingan dari pembangunan. Penyakit diare hingga saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Dari tahun ke tahun diare termasuk dalam sepuluh besar penyakit yang dilaporkan masyarakat. kelurahan Terik sebesar 7- 1 . baik secara medik maupun upaya perubahan tingkah laku dengan melakukan pendidikan kesehatan terus dilakukan. ternyata penderita diare berjumlah 300 per 1. kelurahan Terung Wetan sebesar 7-12 kasus. Namun upaya-upaya tersebut belum memberikan hasil yang menggembirakan. Bila dibandingkan dengan kelurahan lainnya seperti kelurahan Kraton yaitu sebesar 6-9 kasus. kelurahan Sidomulyo sebesar 4-10 kasus. 2003). kelurahan Tambak sebesar 9-11 kasus.BAB I PENDAHULUAN A. khususnya di daerah-daerah miskin. kelurahan Terung Kulon sebesar 6-12 kasus. kelurahan Junwangi 6-12 kasus.

Berdasarkan hal tersebut maka kami mengadakan penelitian dengan judul “Gambaran Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingginya Diare Pada Balita di Kelurahan Krian. Dengan masih tingginya angka kejadian diare pada balita di pusat kecamatan. kelurahan Gamping sebesar 8-12 kasus. kelurahan Kemasan sebesar 5-11 kasus. TUJUAN PENELITIAN 1. maka kami tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran faktor yang mempengaruhi tingginya diare pada balita di Kelurahan Krian. Bagaimana gambaran keadaan lingkungan dengan terjadinya diare? g. 2 . sosial ekonomi dan pendidikan/pengetahuan berpengaruh dalam peningkatan diare pada balita? 2. Bagaimana gambaran angka kejadian diare pada masyarakat ekonomi menengah keatas dan kebawah? C. Bagaimana gambaran keadaan jamban dengan terjadinya diare? d. Kabupaten Sidoarjo. Masalah Khusus a. Bagaimana gambaran keadaan air bersih dengan terjadinya diare? c. Kecamatan Krian. Bagaimana gambaran pengetahuan masyarakat tentang faktor penyebab diare? b. Kecamatan Krian. kelurahan Jeruk Gamping 7-10 kasus. RUMUSAN MASALAH 1. Kabupaten Sidoarjo( Studi Kasus)”. B. Kecamatan Krian. kelurahan Katerungan sebesar 8-13 kasus dan kelurahan Tropodo sebesar 5-13 kasus. Bagaimana gambaran keadaan sarana tempat pembuangan sampah dengan terjadinya diare? f. kelurahan Sedengan Mijen sebesar 6-13 kasus. Bagaimana gambaran jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih dengan terjadinya diare? i. Bagaimana gambaran penyehatan makanan dan minuman dengan terjadinya diare? e. Masalah Umum Gambaran faktor lingkungan. Kabupaten Sidoarjo. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi tingginya diare pada balita di Kelurahan Krian. personal higiene(perilaku).10 kasus.

MANFAAT PENELITIAN Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk : 1. Tujuan Khusus Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah : a. b. d. 2. 3. Untuk mengetahui gambaran jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih dengan terjadinya diare. khususnya bagi tenaga kesehatan dalam menyampaikan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan dalam hubungannya untuk menekan jumlah kasus diare serendah mungkin. f. g. D. Untuk mengetahui gambaran penyehatan makanan dan minuman dengan terjadinya diare. Untuk mengetahui gambaran angka kejadian diare pada masyarakat ekonomi menengah keatas dan kebawah. 3 . Untuk mengetahui gambaran keadaan lingkungan dengan terjadinya diare. e. h. Memberi masukan kepada Puskesmas. Untuk mengetahui gambaran keadaan jamban dengan terjadinya diare. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan. c.2. Menambah wawasan bagi peneliti hubungan antara kesehatan lingkungan dengan timbulnya diare. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang faktor penyebab diare. Untuk mengetahui gambaran keadaan sarana tempat pembuangan sampah dengan terjadinya diare. Untuk mengetahui gambaran keadaan air bersih dengan terjadinya diare.

bila frekuensinya lebih dari 3 kali.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. artinya terjadi secara terus-menerus di semua daerah. Pemukiman kumuh merupakan kawasan yang menjadi tempat berkembangnya diare. khususnya di daerahdaerah miskin. Padahal di perkotaan seperti Jakarta. muntah dan kejang perut sering dianggap bisa sembuh dengan sendirinya. diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya (frekuensinya lebih dari 3 kali dalam 24 jam). Salah satu penyakit terbanyak yang disebabkan oleh buruknya sanitasi di lingkungan masyarakat adalah diare. tanpa perlu pertolongan medis. Kerapatan bangunannya sangat tinggi (walaupun bangunannya permanen). tidak teratur. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM. Kesenjangan pemahaman semacam ini merupakan salah satu penyebab penting yang berakibat pada lambatnya penurunan angka kematian akibat diare (Surya Candra et al. kondisi ventilasinya buruk. hal ini berakibat masih tingginya angka kesakitan dan kematian karena berbagai penyakit. karena semakin mahal dan terbatasnya lahan yang tersedia untuk pemukiman. Memang diare jarang sekali yang berakibat kematian. kawasan kumuh terus berkembang. sehingga cara penyembuhannya tidak melalui pengobatan medik (Sunoto. dan sanitasi lingkungan tidak terlalu baik merupakan ciri pemukiman kumuh. Lingkungan yang buruk disertai rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat menjadikan kawasan kumuh sebagai kawasan yang rawan 4 . Di kawasan miskin tersebut umumnya penyakit diare dipahami bukan sebagai penyakit klinis. tapi bukan berarti bisa dianggap remeh. Penyakit yang juga populer dengan nama muntah berak alias muntaber ini bisa dikatakan sebagai penyakit endemis di Indonesia. B. Neonatus dikatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali. Diare yang disertai gejala buang air besar terus-menerus. sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak. baik di perkotaan maupun di pedesaan. Diare menyerang siapa saja tanpa kenal usia. 1990). PENYEBAB DIARE Keadaan lingkungan fisik dan biologis pemukiman penduduk Indonesia belum maksimal. 1987). DEFINISI DIARE Menurut Hipocrates diare didefinisikan sebagai pengeluaran tinja yang tidak normal dan cair.

Lingkungan yang buruk menjadi penyebab berkembangbiaknya berbagai virus penyakit menular.akan penyebaran penyakit. termasuk persepsi individu bersangkutan dalam memandang diare. serta perilaku yang tidak mencerminkan pola hidup sehat dapat menjadi penyebab timbulnya diare. sosial ekonomi dan pendidikan/pengetahuan. virus. infeksi enteral ini meliputi infeksi bakteri dan infeksi virus b. seperti yang telah dijelaskan di atas. gangguan malabsorbsi. Dengan kata lain jika seseorang mempersepsikan diare adalah penyakit yang membahayakan maka yang bersangkutan dapat diproyeksikan akan semakin berusaha keras untuk melakukan pencegahan agar tidak terserang diare. Penyakit menular yang sering dijumpai adalah diare. Faktor Malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat. tidak menjaga kebersihan makanan. dan imunodefisiensi . Penyebab tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan. sedangkan penyebab langsung diare terkait dengan masalah infeksi (bakteri. Gaya hidup yang jorok. Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak–anak. yaitu : 1. Namun. berkembangnya perilaku pencegahan ini sangat tergantung pada kondisi pribadi masing-masing individu. alergi. 1987). Sebab. makanan basi atau beracun. upaya pencegahan penyakit ini bersumber pada seluruh aktivitas manusia yang berkaitan dengan upaya preventif (Aswitha Budiarso. beracun dan alergi terhadap makanan 4. tidak mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum memberi makan pada anak. parasit). Faktor Makanan Makanan basi. pada anak terutama intoleransi laktosa Malabsorbsi lemak Malabsorbsi protein 3. Faktor Psikologis 5 . Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor. tidak memperhatikan sanitasi menyebabkan usus rentan terhadap serangan virus diare. Kebiasaan penduduk desa yang suka membuang kotoran di sungai. Infeksi parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat pencernaan seperti otitis media akut. Karena itu berbagai infeksi penyakit sering terjadi pada para penghuni kawasan kumuh. Faktor Infeksi a. higiene sanitasi. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak dibawah umur 2 tahun 2.

Cairan yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya sehingga timbul diare. sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke dalam rongga usus. Gangguan Motilitas Usus Hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus menyerap makanan dan cairan.Rasa takut dan cemas. Masuknya jasad renik yang masih hidup ke dalam usus halus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung 2. Jasad renik tersebut berkembang biak (multiplikasi) di dalam usus halus 3. malnutrisi dan lain–lain D.2000. 1994 ) C. parasit. Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare Patogenesis Diare Kronis : Lebih komplek dan faktor–faktor yang menimbulkannya ialah infeksi bakteri. Oleh jasad renik dikeluarkan toksin (toksin diaregenik) 4. Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan (masukan makanan kurang.. sehingga timbul diare. pengeluaran bertambah) 6 .(Anonim. PATOFISIOLOGI Sebagai akibat diare baik akut maupun kronis akan terjadi : 1. malabsorbsi. Patogenesis Diare Akut : 1. PATOGENESA DIARE Mekanisme dasar yang menyebabkan timbulnya diare ialah : Gangguan Osmotik Akibat terdapatnya makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi. Gangguan Sekresi Akibat rangsangan tertentu (misal oleh toksin) pada dinding usus akan terjadi peningkatan sekresi air dan elektrolit ke dalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus. Soeprapto P. Sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan pertumbuhan bakteri berlebihan yang selanjutnya dapat menimbulkan diare. hipokalemia dan sebagainya) 2.. bisa menimbulkan diare pada anak yang lebih dewasa. namun kasus ini jarang ditemukan. Kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan asam-basa (asidosis metabolik.

sebagai akibat defisiensi enzim laktosa karena kerusakan vili mukosa usus halus 6. Frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali 2. Renjatan hipovolemik 3. perubahan pada elektrokardiogram) 4. bradikardi. sedang. Hipoglikemia 4.3. Hipokalemia (dengan gejala meteorismus. KOMPLIKASI Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti : 1. isotonik atau hipertonik) 2. Nafsu makan berkurang atau tidak ada 3. Kejang. Malnutrisi energi protein. hipotonik. Tinja cair dan mungkin disertai lendir atau darah 4. Dehidrasi (ringan. terutama pada dehidrasi hipertonik 7. karena selain diare dan muntah penderita juga mengalami kelaparan 7 . GEJALA KLINIS Gejala klinis diare antara lain : 1. Bila penderita kehilangan banyak cairan dan elektrolit maka gejala dehidrasi mulai tampak 5. hipotoni otot. Gejala muntah dapat terjadi sebelum dan sesudah diare dan dapat disebabkan oleh lambung yang turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa elektrolit F. Hipoglikemia 5. berat. Intoleransi laktosa sekunder. Gangguan sirkulasi darah E.

V.Gejala Klinis Keadaan Umum Kesadaran Rasa haus Sirkulasi Nadi Respirasi Pernapasan Ringan Baik + Normal Biasa Dehidrasi Sedang Gelisah ++ Cepat Agak cepat Berat Apatis koma +++ Cepat sekali Kussmaul (Cepat dalam) dan Kulit Ubun–ubun besar Agak cekung Cekung Cekung sekali Turgor dan tonus Biasa Lambat Lambat sekali Agak cekung Cekung Cekung sekali Mata Normal Oliguria Anuria Diuresis Normal Agak kering Kering / asidosis Selaput Lendir Sumber : Anonim./3 jam Atau oral 3 jam T. G.I.G.al.V.I. 2000./3 jam atau lebih cepat T. RSUD Dr.G. Soetomo.I. PENGOBATAN Derajat Dehidrasi Berat Sedang Kebutuhan Cairan Jenis Cairan Cara/Lama Pemberian T.1994. Pitono. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gastroenterologi Diare Pedoman Diagnosis dan Terapi LAB/UPF Ilmu Kesehatan Anak.I.I. : Tetes Intra Gastrik 8 . : Tetes Intra Venous T.V. Surabaya Keterangan : T. Jakarta.I./3 jam T.I.G. atau + 30 ml/kg/1jam C I (10 tts/ kg/menit) + 70 ml/kg /3 jam C I atau oralit (+ 5 tts/kg/mnt) Ringan Tanpa Dehidrasi + 50 ml/kg/3 jam (+3-4 tts/kg/mnt) C II atau oralit + 10-20 ml / kg Oralit atau Oral sampai diare setiap kali diare cairan rumah berhenti tangga Sumber : Suparto. Ilmu Kesehatan Anak I./3 jam atau T./3 jam. et.V..

.Sedangkan dasar pengobatan diare adalah :  Pemberian cairan Pemberian cairan bertujuan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang dan untuk memenuhi kebutuhan. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar (Anonim. Menggunakan jamban dan menjaga kebersihannya 4. CARA PENCEGAHAN DIARE 1. 2000) 9 . Pemberian ini tergantung pada jenis cairan. Pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan 2. Menggunakan air matang untuk makanan dan minuman 6. jalan pemberian cairan. Mencuci tangan dengan sabun setelah berak atau sebelum memberi makan anak 3.    Dietetik / pemberian makanan Obat–obatan Mengobati penyakit penyerta H. Membuang tinja di jamban 5. jumlah cairan dan jadwal / kecepatan pemberian cairan.

C. Data Sekunder Meliputi gambaran umum daerah penelitian yang didapat dari kantor Desa Krian. BENTUK PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggambarkan tentang faktor yang mempengaruhi tingginya diare pada balita di Kelurahan Krian. 10 . E. Kabupaten Sidoarjo pada periode bulan Januari–Mei 2008. Kecamatan Krian. Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 9 Juni 2008 – 14 Juni2008. Kabupaten Sidoarjo yang berasal dari Kelurahan Krian pada periode JanuariMei 2008. CARA PENGUMPULAN DATA Data Primer Dikumpulkan dengan tehnik wawancara menggunakan acuan kuisioner dan pengamatan langsung terhadap ibu yang memiliki balita diare yang berobat di Puskesmas Krian. 2. Kabupaten Sidoarjo. Populasi Populasi adalah balita diare yang pernah MRS di Puskesmas Krian. B. Kecamatan Krian. Kecamatan Krian. TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini berada di Kelurahan Krian. OBYEK PENELITIAN Adalah ibu yang memiliki balita diare yang berobat di Puskesmas Krian.BAB III OBYEK DAN METODE A. Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo dan sebagai responden adalah ibu berbalita diare. Besarnya Sampel Sebagai obyek penelitian kami mengambil sample sebanyak 20 balita yang pernah berobat di puskesmas Krian. D. Kabupaten Sidoarjo pada periode bulan Januari– Mei 2008. POPULASI DAN SAMPEL 1.

DEFINISI OPERASIONAL 1. VARIABEL PENELITIAN Variabel yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Gambaran penggunaan air bersih 3. Penyuluhan tentang diare Responden dinyatakan : a. kesesuaian antara jawaban yang satu dengan yang lainnya.F. Analisa Analisa data dengan menggunakan metode deskriptif yaitu : analisis data difokuskan untuk mendapatkan gambaran faktor yang mempengaruhi tingginya diare balita Sidoarjo. CARA MENGOLAH DATA Editing Data Meneliti lengkap tidaknya kuisioner yang sudah diisi. Pernah. Kabupaten G. Penggunaan jamban pada penderita diare 4. serta relevansi jawaban dan keseragaman satuan data. Gambaran tentang penyehatan makanan dan minuman 5. Kecamatan Krian. Pengetahuan tentang faktor penyebab diare 2. Gambaran tingkat sosial ekonomi menengah keatas dan kebawah dengan timbulnya diare H. Gambaran tentang keadaan lingkungan 7. Gambaran tentang sarana tempat pembuangan sampah 6. apabila sama sekali tidak pernah mendengar penyuluhan tentang diare dalam 6 bulan terakhir oleh petugas kesehatan atau kader 11 . apabila pernah mendengar 1 kali atau lebih penyuluhan tentang diare dalam 6 bulan terakhir oleh petugas kesehatan atau kader b. Tabulasi Data Memasukkan data-data yang terkumpul ke dalam tabel sehingga menghasilkan tabel-tabel distribusi frekuensi secara manual. di Kelurahan Krian. Coding Mengklasifikasikan jawaban responden menurut macamnya. Gambaran jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih 8. Tidak pernah. kejelasan jawabannya.

Ades. Memasak air sampai mendidih Memasak air sampai mendidih dengan tanda adanya gelembung-gelembung udara dan uap air pada air yang dimasak. 12 . Air disini kami anggap dimasak. apabila untuk keperluan air minum responden selalu memasak air sampai mendidih b. yang bisanya diketahui masyarakat. Pengetahuan tentang penyebab diare. PDAM. Tidak mengetahui apabila responden tidak bisa menyebut factor penyebab diare. Tidak. Vit. Total. Kepemilikan WC WC adalah jamban dengan leher angsa lengkap dengan penampungan kotoran/septic tank Responden menyatakan a. yaitu :   Faktor Infeksi Faktor Makanan Responden dinyatakan: Mengetahui penyebab diare. tidak berwarna. Ya. Air isi ulang bukan termasuk dalam kategori air mineral. apabila tidak pernah memasak air untuk keperluan minum (bukan responden yang menggunakan air mineral sebagai air minum) Air mineral yang kami maksud dalam kuisioner adalah air dalam kemasan seperti Aqua. Disertai atau tanpa dehidrasi. apabila responden memiliki WC sebagai tempat buang air besar. Responden menyatakan: a.2. Responden dinyatakan: Mendapatkan air dari sumber air bersih bila mendapatkan air dari sumur. Ya. Air kemasan maupun Isi ulang 4. dan lain-lain. tidak berbau dan tidak berasa. Diare ditandai gejala klinis berupa : buang air besar dengan frekuensi yang meningkat dari normal atau lebih dari 3 kali dalam 24 jam. 3. dan konsistensi tinja yang cair atau lembek. Penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor. Sumber air bersih Syarat air bersih yaitu air yang secara fisik jernih. 5. apabila dapat menyebut sekurang kurangnya satu faktor penyebab. Club.

Masak sendiri. Tidak. Penyimpanan peralatan makanan sebaiknya ditempat tertutup bebas dari debu dan serangga misalnya lalat dan kecoak. b. Penyimpanan peralatan makanan. c. Membeli diluar. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sehabis buang air besar Kebiasaan ini dimaksudkan untuk mengurangi bakteri yang menempel pada tangan sehabis buang air besar. 9. Selalu. apabila setiap kali memasak mencuci bahan makanan yang akan diolah. Mencuci bahan makanan Yang dilakukan seharusnya selalu mencuci bahan makanan sebelum memasak dengan air yang mengalir. Menyimpan peralatan ditempat tertutup apabila memenuhi kriteria diatas. Tidak pernah. Memasak makanan Memasak makanan sendiri apabila responden: a. apabila kadang-kadang mencuci bahan makanan sebelum dimasak. b. apabila setelah buang air besar hanya mencuci dengan air. Responden menyatakan: a. Tahu bahan pembuat b. 8. apabila tidak pernah mencuci bahan makanan sebelum dimasak. apabila responden tidak memilikinya atau memakai sarana umum yang ada misalnya MCK. apabila dalam memperoleh makanan reponden tidak memasak sendiri melainkan membeli diluar 13 . Responden menyatakan: a. Cara penyimpanan Responden dinyatakan: a. b. Responden menyatakan: a. apabila setelah buang air besar selalu mencuci tangan dengan sabun. Tidak. 6. Jarang. Menyimpan peralatan ditempat terbuka bila hanya dibiarkan di rak saja tanpa ada penutup. b. Ya. apabila dalam memperoleh makanan responden memasak sendiri.b. 7. Cara pengolahan c.

Responden menyatakan: a. Ya. Responden menyatakan: a. Tempat sampah Yang diharapkan responden memiliki suatu tempat yang terbuat dari seng. Ya. Jarak antara sumur sebagai sumber air bersih dan sumur resapan Jarak sumur resapan dengan sumur gali (sumur sebagai sumber air bersih) sekurang-kurangnya 10 meter. plastik. Responden menyatakan: a. Membuang sampah Diharapkan responden membuang sampah pada tempat sampah bukan di sungai ataupun pekarangan rumah. 5 meter. 12. 14 . Yang ideal tempat sampah bertutup. baik di dalam maupun di luar rumah. b. b. Ya. apabila lingkungan rumah bersih. Lingkungan yang bersih Diharapkan tidak adanya sampah atau kotoran yang berserakan di sekitar lingkungan rumah. apabila responden selalu membuang sampah pada tempat sampah. apabila responden tidak memiliki tempat sampah. Tidak. termasuk lalat. apabila makanan yang disajikan dibiarkan terbuka tanpa penutup. apabila responden memiliki fasilitas tempat sampah.10. apabila jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih 5 meter atau kurang. kayu. 14. Tidak. 11. Tidak. apabila responden tidak membuang sampah pada tempat sampah termasuk di sungai maupun di pekarangan rumah. b. Dan tempat sampah yang ideal diharapkan tempat sampah yang berpenutup. Responden menyatakan: a. Penyajian makanan Upaya yang seharusnya dilakukan responden menutup makanan yang disajikan dengan tudung saji. b. apabila sebelum makanan disantap responden menutup makanan yang disajikan. Tidak. semen. Responden menyatakan: a. apabila lingkungan rumah kotor. 13. Ya.

00 (ekonomi atas) I. Pendapatan keluarga Yang dimaksudkan pendapatan pendapatan rata-rata seluruh anggota keluarga yang bekerja per bulan. apabila jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih 7 meter.000.00 (ekonomi bawah) b. KERANGKA KONSEP PENELITIAN Pengetahuan tentang faktor penyebab diare Gambaran penggunaan air bersih keperluan sehari-hari  Asal air bersih  Memasak air sampai mendidih  Mencuci alat dapur untuk Penggunaan jamban  Kepemilikan jamban  Buang air besar di jamban  Jenis jamban  Mencuci tangan setelah buang air besar Gambaran penyehatan makanan dan minuman  Penyajian makanan  Penyimpanan peralatan makan  Kebiasaan mencuci makanan  Kebiasaan memasak makanan Gambaran sarana tempat pembuangan sampah  Membuang sampah ditempat sampah  Keadaan tempat sampah Gambaran keadaan lingkungannya  Keadaan lingkungan rumah  Banyaknya lalat di sekitar rumah Gambaran jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih Gambaran tingkat ekonomi menengah keatas dan kebawah dengan kejadian diare Penderita diare yang berusia dibawah 5 tahun yang berobat di Puskesmas 15 .2. > Rp.000.000. 1.  Rp. 2.00 (ekonomi menengah) c. c. Rp. 10 meter. a.000.000. apabila jarak antara sumur resapan dan sumur sebagai sumber air bersih 10 meter atau lebih. 1. 15.000.b.00 s/d Rp.000. 7 meter.000.

Barat Desa Kemangsen Kec.Utara .Balong Bendo .175 4 40 orang orang orang orang Sumber : Data Profil Kelurahan krian 16 . 1 Tabel Data Umum Kelurahan Krian a.503 2. Data Geografi 1) Luas wilayah 2) Batas-batas desa . Data Demografi 1) Jumlah Penduduk 2) Jumlah KK 3) Jumlah RW 4) Jumlah RT Kel. Identitas 1) Desa 2) Kecamatan 3) Kabupaten 4) Propinsi b.Selatan Desa Kraton Desa Katerungan/ Krian Krian Sidoarjo Jawa Timur 93. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN : KELURAHAN KRIAN Tabel IV.036 Ha Desa Jeruk Gamping .Timur c.Tambak Kemeraan 9.BAB IV HASIL DAN ANALISIS A.

Perangkat Desa 1) Kepala Kelurahan 2) Sekretaris Desa 3) Kaur Pemerintahan 1) Ketua RW 2) Ketua RT 3) Kader Posyandu 4) PPKBD 5) Sub–PPKBD 6) Dukun Bayi 1) Sarana Pendidikan a) Jumlah TK b) Jumlah SD/MI c) Jumlah SLTP/MTs d) Jumlah SMU/MA 2) Sarana Ibadah a) Jumlah Masjid b) Jumlah Mushola 1) Pegawai Negeri Sipil 2) TNI / ABRI 3) Swasta 4) Petani 5) Buruh tani 6) Wiraswasta / Pedagang 7) Pertukangan 8) Pensiunan 9) Pemulung 10) Jasa 11) Nelayan 1) Tidak tamat SD 2) Tamat SD 3) Tamat SLTP 4) Tamat SMU 5) Perguruan Tinggi 6) Akademi / D1-D2 1) Islam 2) Kristen 3) Katolik 4) Hindu 5) Budha 1) Puskesmas Pembantu 2) Poliklinik 3) Apotik 4) Posyandu 1 1 1 4 40 20 1 1 orang orang orang orang orang orang orang orang orang b.714 orang 63 orang orang 3.Tabel IV. Tingkat Pendidikan Penduduk f. Jenis Pekerjaan 545 orang 71 orang 3.725 orang 24 orang 179 orang 4 orang 715 orang orang 238 225 3. Agama g. 2 Tabel Data Khusus Kelurahan Krian a. Potensi Prasarana Kesehatan Sumber : Data Profil Kelurahan Krian 17 . Peranserta Masyarakat c. Data Sumber Daya 2 4 2 1 8 23 buah buah buah buah buah buah d.237 683 475 41 67 7 9 orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang orang buah buah buah buah e.719 3.975 341 42 8.

Penyuluhan tentang faktor-faktor penyebab diare Tabel 1 Tabel Distribusi Frekuensi Ibu Balita yang Pernah Mendapat Penyuluhan tentang Pengertian dan Faktor-Faktor Penyebab Diare No. Transportasi dan Komunikasi a.00% Pernah Tidak Pernah Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar ibu dari balita penderita diare tidak pernah mendapat penyuluhan dari tenaga kesehatan yaitu sebanyak 60% dan hanya sebagian kecil yang pernah mendapat penyuluhan yaitu 30%. delman. 18 . truk dan becak. Sarana dan Transportasi Kelurahan Krian memiliki jalan seluas 3 Ha dengan sarana transportasi hanya berupa transportasi darat yaitu berupa ojek. B. colt. Komunikasi Kelurahan Krian sudah terdapat jaringan televisi. b. Hampir sebagian besar masyarakat sudah memanfaatkannya. Pengetahuan tentang Faktor Penyebab Diare a. Hampir seluruh wilayah Kelurahan Krian dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.00% 60. HASIL PENELITIAN DAN ANALISA 1. bus. dan telepon. Mendapat Penyuluhan Diare Jumlah % 1 Pernah 8 40 2 Tidak pernah 12 60 Total 20 100 Sumber : Hasil Survey di Kelurahan Krian Diagram 1 Diagram Distribusi Frekuensi Ibu Balita yang Pernah Mendapat Penyuluhan tentang Pengertian dan Faktor-Faktor Penyebab Diare 40. radio.Sarana.

Gambaran Penggunaan Air Bersih Untuk Keperluan Sehari-hari a. yaitu 50%. Pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab diare Tabel 2 Tabel Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang FaktorFaktor Penyebab Diare No. Asal Air Bersih Jumlah % 1 Sungai 2 Sumur 15 75 3 PDAM 3 15 4 Air kemasan 5 Air isi ulang 2 10 Total Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian 20 100 19 . 2.00% Tahu Tidak tahu Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden ibu dari balita penderita diare sudah mengetahui tentang faktor-faktor penyebab diare dan tidak tau penyebab diare sama besarnya.b. Asal air bersih untuk keperluan sehari-hari (memasak dan minum) pada penderita diare Tabel 3 Tabel Distribusi Frekuensi Asal Air Bersih untuk Keperluan Sehari-hari No. Pengetahuan Tentang Faktor Jumlah % Penyebab Diare 1 Tahu 10 50 2 Tidak Tahu 10 50 Total 20 100 Sumber : Hasil Survey di Kelurahan Krian Diagram 2 Diagram Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang FaktorFaktor Penyebab Diare 50.00% 50.

Penggunaan air minum yang sudah dimasak sampai mendidih pada penderita diare Tabel 4 Tabel Distribusi Frekuensi Penggunaan Air Minum yang Sudah Dimasak sampai Mendidih No Penggunaan Air Minum Jumlah % yang Sudah Dimasak 1 Ya 20 100 2 Tidak Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 4 Diagram Distribusi Frekuensi Penggunaan Air Minum yang Sudah Dimasak sampai Mendidih 0% 100% Ya Tidak Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa seluruh responden yaitu ibu dari balita penderita diare sudah mengkonsumsi air minum yang telah dimasak sampai mendidih. 20 . b.Diagram 3 Diagram Distribusi Frekuensi Asal Air Bersih untuk Keperluan Seharihari 75% 0% 10% 0% 15% Sungai Sumur PDAM Air Kemasan Air Isi ualng Dari tabel diatas dapat kita ketahui asal air bersih dari ibu balita penderita diare untuk keperluan sehari-hari adalah dari berbagai sumber namun sebagian besar berasal dari sumur yaitu 85% dan PDAM sebesar 15%.

43 3 Pekarangan Total 14 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian 21 . Kepemilikan jamban atau WC di rumah Tabel 5 Tabel Distribusi Frekuensi Kepemilikan Jamban atau WC di Rumah No Memiliki Jamban/WC di Jumlah % Rumah 1 Memiliki 6 30 2 Tidak Memiliki 14 70 Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 5 Diagram Distribusi Frekuensi Kepemilikan Jamban atau WC di Rumah 30% 70% Mem iliki Tidak m em iliki Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa sebagian besar responden ibu balita penderita diare tidak memiliki jamban atau WC di rumah. Penggunaan Jamban pada Penderita Diare a. Kebiasaan masyarakat yang tidak memiliki Jamban atau WC untuk buang air besar Tabel 6 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Masyarakat Yang Tidak Memiliki Jamban atau WC Untuk Buang Air Besar No Kebiasaan Masyarakat Yang Tidak Jumlah % Memiliki Jamban atau WC untuk Buang Air Besar 1 MCK 4 28.57 2 Sungai 10 71. sebesar 30%. b.3. sebesar 70% dan yang memiliki jamban atau WC.

57%.57% 71.Diagram 6 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Masyarakat Yang Tidak Memiliki Jamban atau WC Untuk Buang Air Besar 0.33% 66. Jenis jamban atau WC yang digunakan Tabel 7 Tabel Distribusi Frekuensi Jenis Jamban atau WC yang Digunakan No Jenis Jamban/WC yang Jumlah % Digunakan 1 WC dengan leher angsa 4 66. 22 .67% WC dengan leher angsa Jamban Berdasarkan data tabel diatas kebanyakan keluarga ibu balita penderita diare menggunakan jamban jenis leher angsa di rumah yaitu sebesar 66.43% dan yang ke MCK 28.67% dan sebanyak 33.33 Total 6 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 7 Diagram Distribusi Frekuensi Jenis Jamban atau WC yang Digunakan 33.43% MCK Sungai Pekarangan Berdasar tabel diatas dapat diketahui bahwa responden dan keluarga yang tidak memiliki jamban atau WC jika buang air besar di sungai.67 2 Jamban 2 33. c.00% 28. sebesar 71.33% memakai jenis Jamban.

Kebiasaan mencuci tangan setelah buang air besar Tabel 8 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Setelah Buang Air Besar No Kebiasaan Mencuci Jumlah % Tangan 1 Ya 16 80% 2 Tidak 4 20% Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian. Penyimpanan peralatan makanan Tabel 9 Tabel Distribusi Frekuensi Penyimpanan Peralatan Makanan No Penyimpanan Peralatan Jumlah Makanan 1 Di tempat Terbuka 11 2 Di tempat Tertutup 9 Total 20 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian % 55 45 100 23 . Gambaran tentang Penyehatan Makanan dan Minuman a. Diagram 8 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Tangan Setelah Buang Air Besar 20.00% Ya Tidak Berdasar tabel diatas masih terlihat adanya responden yang tidak mencuci tangannya setelah buang air besar yaitu 20% dan dari mereka telah mencuci tangan setelah buang air besar yaitu 80%.00% 80. 4.d.

sebesar 55% sedangkan yang disimpan di tempat tertutup. Kebiasaan Mencuci Bahan Makanan Sebelum Dimasak Tabel 10 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Bahan Makanan Sebelum Dimasak. sebesar 45%.Diagram 9 Diagram Distribusi Frekuensi Penyimpanan Peralatan Makanan 45% 55% Ditempat Terbuka Ditempat Tertutup Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa penyimpanan peralatan makan oleh ibu balita penderita diare yang disimpan ditempat terbuka. 5% 0% Selalu Jarang 95% Tidak pernah 24 . b. No Kebiasaan mencuci bahan Jumlah % makanan sebelum dimasak 1 Selalu 19 95 2 Jarang 1 5 3 Tidak pernah Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 10 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Mencuci Bahan Makanan Sebelum Dimasak.

Kebiasaan memasak atau membeli di luar Tabel 11 Tabel Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memasak atau Membeli di Luar No Kebiasaan Memasak atau Jumlah % Membeli di Luar 1 Masak Sendiri 20 100 2 Sering Membeli di Luar Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 11 Diagram Distribusi Frekuensi Kebiasaan Memasak atau Membeli di Luar 0% 100% Masak Sendiri Sering Membeli Diluar Berdasarkan tabel diatas seluruh responden ibu balita penderita diare memiliki kebiasaan memasak sendiri makanan untuk keluarganya daripada membeli makanan di luar. Penyajian makanan di meja (ditutup dengan tudung saji) Tabel 12 Tabel Distribusi Frekuensi Penyajian Makanan di Meja No Penyajian Makanan Jumlah Dimeja 1 Ditutup 19 2 Tidak Ditutup 1 Total 20 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian % 95 5 100 25 . d. c.Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa masih terlihat adanya responden yang jarang mencuci bahan makanan sebelum dimasak. sebesar 5% dan yang selalu mencuci bahan makanan sebelum dimasak. sebesar 95%.

5.00% Ditutup Tidak Ditutup Berdasar tabel diatas hampir seluruh ibu balita penderita diare telah melakukan penyajian makanan yang baik dengan menutupnya dengan tudung saji sebelum dimakan sebesar 95% tapi masih ada yang tidak menutupnya yaitu 5%.Diagram 12 Diagram Distribusi Frekuensi Penyajian Makanan di Meja 5. Kepemilikan tempat sampah Tabel 13 Tabel Distribusi Frekuensi Kepemilikan Tempat Sampah No Kepemilikan tempat sampah Jumlah 1 Ya 10 2 Tidak 10 Total 20 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 13 Diagram Distribusi Kepemilikan Tempat Sampah % 50 50 100 50. Gambaran tentang Sarana Tempat Pembuangan Sampah a.00% 95. 26 .00% Ya Tidak Berdasarkan data diatas terlihat bahwa kepemilikan tempat sampah antara yang punya dan yang tidak memiliki tempat sampah sama besar.00% 50.

b. Tempat membuang sampah Tabel 14 Tabel Distribusi Frekuensi Tempat Membuang Sampah No Tempat Membuang Sampah Jumlah 1 Pada Tempat Sampah 14 2 Tidak Pada Tempat Sampah 6 Total 20 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 14 Diagram Distribusi Frekuensi Tempat Membuang Sampah 30.00% 60. 27 .00% Selalu Tertutup Selalu Terbuka Berdasarkan tabel diatas kebanyakan tempat sampah ibu balita penderita diare dalam keadaan selalu terbuka sekitar 60% dan hanya 40% yang selalu tertutup.00% % 70 30 100 70.00% Pada tem pat sam pah Tidak pada tem pat sam pah Berdasarkan data diatas terlihat bahwa sebagian besar ibu balita penderita diare telah membuang sampahnya pada tempat sampah yaitu 70% dan 40% yang tidak membuang sampahnya pada tempat sampah. c. Keadaan tempat sampah di rumah Tabel 15 Tabel Distribusi Frekuensi Keadaan Tempat Sampah di Rumah No Keadaan Tempat Sampah Jumlah % 1 Selalu Tertutup 12 60 2 Selalu Terbuka 8 40 Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 15 Diagram Distribusi Frekuensi Keadaan Tempat Sampah di Rumah 40.

6. Keadaan kebersihan di sekitar lingkungan rumah Tabel 16 Tabel Distribusi Frekuensi Keadaan Kebersihan di Sekitar Lingkungan Rumah No Keadaan Kebersihan di Sekitar Jumlah % Lingkungan Rumah 1 Bersih 8 40 2 Tidak Bersih 12 60 Total Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 16 Diagram Distribusi Lingkungan Rumah 20 100 Frekuensi Keadaan Kebersihan di Sekitar 40% 60% Bersih Tidak bersih Berdasarkan tabel diatas didapatkan lingkungan yang tidak bersih. Lalat di sekitar rumah anda Tabel 17 Tabel Distribusi Frekuensi Lalat di Sekitar Rumah No Lalat di Sekitar Rumah Jumlah 1 Banyak 9 2 Tidak Banyak 11 Total Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian 20 % 45 55 100 28 . sebesar 60% dan lingkungan bersih hanya. b. sebesar 40%. Pengetahuan tentang Keadaan Rumah dan Lingkungannya a.

67% 50. 7.00% 5 Meter 7 Meter 10 Meter 29 .33% 16.00% Tidak banyak Banyak Berdasarkan tabel diatas terlihat masih banyaknya lalat di sekitar rumah ibu balita penderita diare sekitar 45% dan hanya 55% yang menyatakan tidak ada banyak lalat di sekitar rumahnya.33 Total 6 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 18 Diagram Distribusi Frekuensi Jarak Sumur Sebagai Sumber Air Bersih Dengan Sumur Resapan 33.Diagram 17 Diagram Distribusi Frekuensi Lalat di Sekitar Rumah 45. Gambaran jarak sumur sebagai sumber air bersih dengan sumur resapan Tabel 18 Tabel Distribusi Frekuensi Jarak Sumur Sebagai Sumber Air Bersih Dengan Sumur Resapan No Jarak Sumur dengan resapan Jumlah % 1 5 Meter 1 16.00% 55.67 2 7 Meter 3 50 3 10 Meter 2 33.

Gambaran tingkat ekonomi dengan kejadian diare Tabel 19 Tabel Distribusi Frekuensi Tingkat Ekonomi Dengan Kejadian Diare No Jumlah pendapatan rata-rata per bulan Jumlah % 1 ≤ Rp.000.2.1.00 Rp. sebanyak 95 % dan menegah ke 30 .1.00 s/d Rp.00 s/d Rp.2.00 Total 20 100 Sumber : Hasil Survey Kelurahan Krian Diagram 19 Diagram Distribusi Frekuensi Tingkat Ekonomi dengan Kejadian Diare 5.000. yang berjarak 7 meter yaitu 50%.000.000.2.000.000.67% .000.33%.00 > Rp.Berdasarkan tabel diatas dapat kita ketahui sebagian besar jarak sumur sebagai sumber air bersih dengan sumur resapan di rumah balita penderita diare berjarak 5 meter yaitu 16.000. 8.000.000.00 1 5 3 > Rp.1. dan yang berjarak 10 meter yaitu 33.00% Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui sebagian besar penderita diare di derita oleh masyarakat menengah kebawah.00% 0.1.000.2000.000.00 19 95 2 Rp.000.00% ≤ Rp.000.00 95.000.

didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. dan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui tentang faktor-faktor penyebab diare. Kecamatan Krian. Sehingga kemungkinan bukan karena faktor air bersih yang menyebabkan diare. Kecamatan Krian. 31 . Sebagian besar ibu dari balita penderita diare tidak pernah mendapat penyuluhan dari tenaga kesehatan yaitu sebanyak 60% 2. tetapi mungkin kualitas dari air sumur yang dipakai kurang memenuhi syarat kesehatan. Seluruh responden yaitu ibu dari balita penderita diare sudah mengkonsumsi air minum yang telah dimasak sampai mendidih sebesar 100% Gambaran diatas memperlihatkan bahwa sebagian besar para ibu dari balita penderita diare sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk memakai air bersih untuk minum dan memasak. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung rendahnya pemahaman ibu balita penderita diare dan keluarganya tentang diare dapat mempengaruhi terjadinya diare. PENGETAHUAN TENTANG FAKTOR PENYEBAB DIARE PADA IBU BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian . yaitu 50% Gambaran ini memperlihatkan masih banyaknya ibu dari balita penderita diare yang tidak pernah mendapatkan penyuluhan tentang diare. Kabupaten Sidoarjo. dan juga telah memasaknya dengan baik sebelum dikonsumsi. Responden ibu dari balita penderita diare sudah mengetahui tentang faktorfaktor penyebab diare dan yang belum sama besar. Asal air bersih dari ibu balita penderita diare untuk keperluan sehari-hari yang terbanyak berasal dari sumur sebesar 75% 2. B. didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. Kabupaten Sidoarjo. GAMBARAN PENGGUNAAN AIR BERSIH UNTUK KEPERLUAN SEHARI-HARI PADA IBU BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian.BAB V PEMBAHASAN A.

Bagi Responden yang tidak memiliki jamban atau WC.67% 4. Kecamatan Krian. Kecamatan Krian. Kebiasaan ibu balita penderita diare untuk mencuci bahan makanan sebelum dimasak sebesar 95% 3. Dari Responden ibu balita penderita diare telah memiliki jamban atau WC di rumah yaitu sebesar 30% 2. Kabupaten Sidoarjo. D. GAMBARAN TENTANG PENYEHATAN MAKANAN DAN MINUMAN PADA KELUARGA BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian.43% memanfaatkan sarana MCK 3. didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. Namun tidak menutup kemungkinan faktor pemanfaatan jamban/ WC dan MCK dapat berpengaruh dengan terjadinya diare. Seluruh responden ibu balita penderita diare memiliki kebiasaan memasak sendiri makanan untuk keluarganya daripada membeli makanan di luar sebesar 100% 4. Penyimpanan peralatan makan oleh ibu balita penderita diare yang disimpan di tempat terbuka sebesar 55% 2. tapi mereka memanfaatkan sarana MCK yang ada. sebesar 71. Juga dari pengakuan mereka yang telah mencuci tangan sehabis buang air besar. Kabupaten Sidoarjo. PENGGUNAAN JAMBAN PADA KELUARGA BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian. Kebanyakan keluarga ibu balita penderita diare menggunakan jamban jenis leher angsa di rumah sebesar 66.C. didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. Sebagian besar ibu balita penderita diare telah melakukan penyajian makanan yang baik dengan menutupnya dengan tudung saji sebelum dimakan sebesar 95% 32 . Sebagian besar dari responden mencuci tangan setelah buang air besar yaitu 80% Dari uraian diatas menunjukkan sebagian besar dari ibu balita penderita diare dan keluarganya sebagian besar tidak memiliki jamban dan WC. dapat dianggap mereka telah memiliki kesadaran dan perilaku yang baik dalam pemanfaatan jamban.

Kabupaten Sidoarjo. F. Dan faktor lain yang mungkin berpengaruh pada penderita diare yang masih diragukan atau penderita mengalami intoleransi dengan makanan tertentu. Walaupun semua responden menyatakan memasak sendiri makanan untuk keluarganya tapi perlu lebih diteliti apakah mereka sudah melakukannya dengan cara yang sehat dalam arti dari segi pemilihan bahan.Gambaran diatas memperlihatkan bahwa hampir sebagian besar ibu balita penderita diare telah melakukan penyajian makanan yang baik bagi keluarganya. dan sebagainya. GAMBARAN TENTANG KEADAAN RUMAH DAN LINGKUNGANNYA PADA TEMPAT TINGGAL IBU BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian. Kecamatan Krian. kebersihan tempat dan alat-alat untuk memasak. bahkan ada yang langsung membuang sampah di tempat pembuangan sampah terbuka yang memungkinkan untuk menjadi sarang lalat dan kemudian lalat itu hinggap pada makanan di rumah keluarga balita penderita diare. penyimpanan. didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. E. Kabupaten Sidoarjo didapatkan gambaran sebagai berikut : 1. GAMBARAN TENTANG SARANA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH PADA RUMAH IBU BALITA PENDERITA DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian. Dari sebagaian besar responden menyatakan bahwa disekitar lingkungan rumahnya dalam keadaan kotor sebesar 60% 2. pengolahan. Kebanyakan tempat sampah ibu balita penderita diare dalam keadaan selalu terbuka sekitar 40% Gambaran hal-hal tersebut diatas memperlihatkan walaupun sebagian besar responden dan keluarganya sudah membuang sampah pada tempat sampah namun kebanyakan tempat sampah di rumah responden dalam keadaan terbuka. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya diare. Sebagian besar ibu balita penderita diare telah membuang sampahnya pada tempat sampah yaitu 70% 3. Kecamatan Krian. Kepemilikan tempat sampah prosentase sama besar antara yang memiliki sarana tempat sampad dan yang tidak sebesr 50% 2. Masih banyak lalat di sekitar rumah ibu balita penderita diare sekitar 45% 33 .

Kecamatan Krian. Kabupaten Sidoarjo dapat digambarkan sebagai berikut : “Sebagian besar penderita diare berasal dari tingakat ekonomi menengah kebawah sebesar 95%” Melihat gambaran diatas tidak menutup kemungkinan tingkat ekonomi dapat mempengaruhi kejadian diare. G. Kecamatan Krian. GAMBARAN JARAK ANTARA SUMUR SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DAN SUMUR RESAPAN Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian. Kabupaten Sidoarjo didapatkan gambaran sebagai berikut : “Sebagian besar jarak sumur sebagai sumber air bersih dan sumur resapan di rumah balita penderita diare berjarak kurang dari 10 meter yaitu 66. Sehingga hal ini dapat menjadi faktor yang cukup berpengaruh pada terjadinya diare. H. GAMBARAN TINGKAT EKONOMI DENGAN KEJADIAN DIARE Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada ibu balita penderita diare di Kelurahan Krian.67%” Melihat gambaran tersebut diatas karena jarak sumur sebagai sumber air bersih dan sumur resapan yang kurang dari 10 meter pada sebagian besar rumah responden bisa menimbulkan pencemaran air sumur oleh tinja.Dari gambaran diatas dapat kita ketahui hampir sebagaian rumah dari keluarga balita penderita diare dalam keadaan yang kurang bersih dan menyatakan masih banyaknya lalat di sekitar rumah yang dapat menjadi vektor bagi penularan diare pada balita. 34 .

dan hampir semua ibu balita penderita diare tidak mengetahui tentang faktor-faktor sanitasi dasar. 5. KESIMPULAN 1. 3. Juga dari pengakuan mereka yang telah mencuci tangan sehabis buang air besar. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung rendahnya pemahaman ibu balita penderita diare dan keluarganya tentang diare dan sanitasi dasar dapat mempengaruhi terjadinya diare. Namun tidak menutup kemungkinan faktor pemanfaatan jamban/ WC dan MCK dapat berpengaruh dengan terjadinya diare. dapat dianggap mereka telah memiliki kesadaran dan perilaku yang baik dalam pemanfaatan jamban. 2.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Gambaran tentang Sarana Tempat Pembuangan Sampah pada Ibu Balita Penderita Diare Berdasarkan survey kebanyakan responden telah membuang sampah pada tempat pembuangan sampah namun sebagian besar tempat pembuangan 35 . Gambaran tentang Penyehatan Makanan dan Minuman pada Keluarga Balita Penderita Diare Berdasarkan hasil survey memperlihatkan bahwa hampir sebagian besar ibu balita penderita diare telah melakukan penyajian makanan yang baik bagi keluarganya. Gambaran Penggunaan Air Bersih untuk Keperluan Sehari-hari pada Ibu Balita Penderita Diare Berdasarkan hasil survey yang dilakukan memperlihatkan sudah cukup tingginya kesadaran ibu balita penderita diare dalam penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga kemungkinan dapat menjadi salah satu faktor tingginya kejadian diare. 4. Penggunaan Jamban pada Keluarga Balita Penderita Diare Berdasarkan hasil survey menunjukkan sebagian besar dari ibu balita penderita diare dan keluarganya sebagian besar tidak memiliki jamban dan WC. tapi mereka memanfaatkan sarana MCK yang ada. Tetapi mungkin kualitas air kurang memenuhi syarat kesehatan. Dan tidak menutup kemungkinan ada faktor lain yang berpengaruh pada penderita diare. Pengetahuan tentang Faktor Penyebab Diare pada Ibu Balita Penderita Diare Berdasarkan hasil survey yang dilakukan didapatkan masih kurangnya penyuluhan tentang diare.

sehingga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya diare. 36 . 6. tidak menutup kemungkinan tingakat ekonomi berpengaruh terhadap tingginya kejadian diare di Kelurahan Krian. 8. Gambaran Tingkat Ekonomi dengan Kejadian Diare Berdasarkan hasil survey sebagian besar kejadian diare dialami oleh masyarakat ekonomi menengah kebawah. 7. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam kebersihan lingkungan. B. Gambaran Jarak antara Sumur Sebagai Sumber Air Bersih dan Sumur Resapan pada Rumah Keluarga Balita Penderita Diare Berdasarkan survey jarak antara sumur resapan dari sumur gali pada rumah keluarga balita penderita diare sebagian besar berjarak kurang dari 10 meter. Dapat juga melalui pertemuan-pertemuan informal seperti pengajian. SARAN-SARAN 1. sehingga kemungkinan hal ini sebagai salah satu faktor kejadian diare balita di Kelurahan Krian cukup tinggi. dan lain sebagainya. dan sebagainya. Gambaran tentang Keadaan Rumah dan lingkungannya pada Tempat Tinggal Ibu Balita Penderita Diare Berdasarkan survey dapat kita ketahui hampir sebagaian rumah dari keluarga balita penderita diare dalam keadaan yang kurang bersih dan menyatakan masih banyaknya lalat di sekitar rumah yang dapat menjadi vektor bagi penularan diare pada balita. arisan ibu-ibu. Sehingga hal ini dapat menjadi faktor yang cukup berpengaruh pada terjadinya diare.sampah dalam keadaan terbuka. seperti kegiatan gotong royong rutin. membuat tempat pembuangan sampah yang tertutup. 2. Hal ini memungkinkan untuk menjadi sarang lalat dan vektor penyakit lainnya. Meningkatkan penyuluhan tentang faktor penyebab diare diare bagi masyarakat melalui kader-kader posyandu.

37 .