Anda di halaman 1dari 5

Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian: 4(1):35-39

ISSN: 1410~8976

PENGUJIAN PENGGUNAAN PUPUK CAIR LIFOFEED-N GUNA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KUBIS
Al. Gamal Pratomo

ABSTRAK
Untuk tumbuh dengan baik tanaman kubis memerlukan pupuk cukup banyak, baik yang berasal dari bahan organik maupun bahan anorganik, tetapi petani cenderung memberikan pupuk tidak sesuai dengan anjuran hanya berdasarkan kemampuan petani. Sehingga untuk lebih mengefisienkan dan mengefektifkan pemupukan yang umum dilaksanakan perlu dicari input agroteknologi dan salah satunya berupa pemupukan melalui daun. Penelitian ini bertujuaan mengkaji pengaruh pemberian pupuk cair Lifofeed-N terhadap pertumbuhan dan produksi kubis, dilakukan di desa Bumiaji-Batu, Malang pada bulan Mei September 2000. Rancangan yang digunakan acak kelompok dengan 11 perlakuan, diulang tiga kali.. Penggunaan pupuk cair Lifofeed-N ternyata dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Dari hasil penelitiaan ini ternyata pemberian 6 liter Lifofeed-N + 60% pupuk anorganik mampu memberikan hasil 59,03 ton/ha, seimbang dengan hasil kubis pada 100% dosis anjuran pupuk anorganik.
Kata kunci :Kubis, pemupukan, pupuk cair, produksi

ABSTRACT
Optimum growth of cabbage need the application of fertilizer both of organic or anorganic source, but farmer tends to add fertilizer based on their own experience. So that, the use of an efficient and effective liquid fertilizer application, should be done applied by leaves. The research aimed to know the effect of Lifofeed-N liquid fertilizer to growth and yields of cabbage. Research was conducted at Bumiaji - Batu, Malang, from Mei until September 2000. Experiment used a randomized block design with eleven treatments and three replications. Result showed that Lifofeed N-liquid fertilizer application decreas anorganic fertilizer application. Application of 6 liters Lifofeed-N + 60% anorganic fertilizer yielded 59.03 ton/ha equivalent to cabbage yields obtained by application of 100% anorganic fertilizer (recommended application).
Key word : Cabbage, fertilizer, liquid fertilizer, yields

PENDAHULUAN Kubis (Brassica oleraceae L) merupakan salah satu sayuran yang mendapat prioritas utama dalam pengembangannya secara agribisnis (Anonim, 1994). Umumnya tanaman kubis diusahakan oleh petani di dataran tinggi (pegunungan) antara 1000-2000 meter dari permukaan laut dengan tingkat pengolahan tanah sangat intensif, sehingga resiko degradasi lahan akibat pencucian dan erosi tanah cukup tinggi.

Untuk tumbuh dengan baik tanaman kubis memerlukan pupuk cukup banyak, baik yang berasal dari bahan organik maupun bahan anorganik. Rekomendasi pemupukan dari Balitsa Lembang untuk tanaman kubis adalah 30 ton pupuk kandang/ha + 100 kg urea + 250 kg ZA + 350 kg SP-36 + 200 kg KCl/ha (Anonim, 1993). Tetapi petani cenderung memberikan pupuk tidak sesuai dengan anjuran, hanya berdasarkan kemampuan petani. Sehingga untuk lebih mengefisienkan dan mengefektifkan pemupukan yang umum dilaksanakan perlu

35

Al. Gamal P dkk: Pengaruh Pupuk Cair Lifofeed-N Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kubis

dicari input agroteknologi dan salah satunya berupa pemupukan melalui daun. Pemupukan melalui daun ternyata lebih efektif karena unsur-unsur hara dapat langsung diserap oleh tanaman (Sarief, 1986; Lingga, 1986). Selain itu pemberian pupuk melalui daun juga memberikan beberapa keuntungan, diantaranya adalah menghindari kerusakan akar akibat pemberian pupuk yang kurang merata pada daerah perakaran, absorbsi hara oleh sel daun lebih cepat, efektif untuk menanggulangi kekurangan unsur mikro dan pemberiannya dapat dilakukan bersama-sama dengan penyemprotan pestisida (Finck, 1982; Tisdale et al, 1975). Pada saat ini banyak pengusaha memproduksi pupuk cair yang penggunaanya disemprotkan pada daun dan salah satu diantaranya adalah Lifofeed-N. Berdasarkan hasil analisa Balai Perkebunan Teh Gambuntg unsur hara yang terkandung dalam Lifofeed-N adalah 6% N, 4,54% P2O5, 4,15% K2O, 0,64% MgO dan 0,04% Zn dalam 1000 ml. Dengan kandungan berbagai macam unsur hara baik makro maupun mikro, lifofeed-N diharapkan dapat menjadi penganti pupuk anorganik yang diberikan melaui tanah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pemberian pupuk cair Lifofeed-N terhadap pertumbuhan dan produksi kubis. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di daerah sentra produksi kubis Jawa Timur, di desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Batu-Malang mulai bulan Mei - September 2000. Bahan : kubis varietas Green Coronet, pupuk kandang, ZA, SP-36, KCl, pupuk cair Lifofeed-N, pestisida, herbisida dan pelengkap lainnya. Rancangan: Rancangan Acak Kelompok (RAK) diulang 3 kali dengan unit percobaan 50 m2.

Perlakuan:

A. 10 liter lifofeed-N/ha B. 10 liter lifofeed-N/ha + 20% dosis anjuran


pupuk anorganik C. 10 liter lifofeed-N/ha + 30% dosis anjuran pupuk anorganik D. 10 liter lifofeed-N/ha + 40% dosis anjuran pupuk anorganik E. 10 liter lifofeed-N/ha + 50% dosis anjuran pupuk anorganik F. 6 liter lifofeed-N/ha tanpa pupuk anorganik G. 6 liter lifofeed-N/ha + 20% dosis anjuran pupuk anorganik H. 6 liter lifofeed-N/ha + 40% dosis anjuran pupuk anorganik I. 6 liter lifofeed-N/ha + 60% dosis anjuran pupuk anorganik J. 6 liter lifofeed-N/ha + 80% dosis anjuran pupuk anorganik K. Kontrol (100% dosis anjuran pupuk anorganik) Aplikasi pupuk anorganik dan dilakukan dua kali yaitu 1/2 dosis pada saat tanam dan sisanya 30 hari setelah tanam, sedangkan pupuk cair lifofeed-N mulai diberikan pada umur tanam 15 hari setelah tanam dengan interval selang 10 hari. Pemeliharaan tanaman meliputi: penyiangan dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 4 minggu dan 6 minggu . Pengendalian hama dilakukan secara kuratif. Parameter yang diamati meliputi komponen pertumbuhan yaitu jumlah daun, lebar tajuk sedangkan komponen hasil meliputi diameter krop per tanaman,berat krop pertanaman, berat krop per gulud, dan berat krop per hektar. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan pertumbuhan tanaman yang meliputi jumlah daun dan lebar tajuk pada penelitian ini hanya dilakukan hingga umur 45 hari setelah tanam. Ini dikarenakan setelah umur 45 hari sebagian besar tanaman kubis sudah membentuk krop sehingga kesulitan untuk menghitung jumlah daun selanjutnya.

36

Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian: 4(1):35-39

ISSN: 1410~8976

Dari hasil analisa terlihat bahwa jumlah daun dari umur 15 hari hingga 45 hari setelah tanam tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (Tabel 1). Tidak berbedanya jumlah daun ini diduga pertambahan jumlah daun kubis hingga umur 45 hari setelah tanam lebih dipengaruhi faktor genetis dibandingkan dengan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, hal ini sejalan dengan penelitian Sutapraja dan Sumpena (1996) dimana pemberian pupuk daun complesal tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun kubis.

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa pemberian pupuk cair lifofeed-N ternyata berpengaruh terhadap perkembangan lebar tajuk. Ini dapat diketahui dari perkembangan lebar tajuk mulai awal pengamatan pada umur 15 hari setelah tanam dimana belum dilakukan penyemprotan pupuk daun lifofeed-N tanaman yang diambil sebagai sampel sudah menunjukkan perbedaan yang nyata, tetapi setelah diperlakukan dengan penyemprotan pupuk daun lifofeed-N selang 10 hari sekali ternyata terlihat adanya kecenderungan pertumbuhan lebar tajuk yang seragam pada umur 45 hari setelah tanam

Tabel 1.

Pengaruh Pemberian Pupuk cair LifofeedN Terhadap Jumlah Daun Kubis

Perlakuan A. 10 l Lif-N/ha B. 10 l Lif-N/ha + 20% p anorganik C. 10 l Lif-N/ha + 30% p anorganik D.10 l Lif-N/ha + 40 p anorganik E. 10 l Lif-N/ha + 50% p anorganik F. 6 l Lifo-N/ha G. 6 l Lifo-N/ha + 20% p anorganik H. 6 l Lif-N/ha + 40% p anorganik I. 6 l Lif-N/ha + 60% p anorganik J.6 l Lif-N/ha + 80% p anorganik K. 100% dosis anjuran p anorganik CV (%) 15 hst 9,6 a 9,6 a 9,3 a 9,8 a 9,6 a 9,8 a 9,5 a 9,5 a 9,4 a 9,5 a 9,5 a 4,3

Jumlah daun 25 hst 35 hst 13,3 a 11,7 a 12,5 a 11,9 a 13,3 a 12,1 a 13,3 a 12,1 a 13,0 a 12,2 a 13,4 a 12,4 a 12,8 a 12,3 a 12,5 a 12,6 a 13,1 a 12,5 a 13,9 a 12,7 a 13,8 a 12,8 a 5,1 5,9

45 hst 13,1 a 12,9 a 13,4 a 13,7 a 13,5 a 14,5 a 13,1 a 13,4 a 13,4 a 14,0 a 14,1 a 6,5

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama dalam kolom tidak berbedanyata pada uji Duncan 5%; P = pupuk; Lif = Lifofeed.

TabeL 2.

Pengaruh Pemberian Pupuk cair LifofeedN Terhadap Lebar Tajuk Kubis

Perlakuan A. 10 l Lif-N/ha B. 10 l Lif-N/ha + 20% p anorganik C. 10 l Lif-N/ha + 30% p anorganik D.10 l Lif-N/ha + 40% p anorganik E. 10 l Li-N/ha + 50% p anorganik F. 6 l Lif-N/ha G. 6 l Lif-N/ha + 20% p anorganik H. 6 l Lif-N/ha + 40% p anorganik I. 6 l Lif-N/ha + 60% p anorganik J.6 l Lif-N/ha + 80% p anorganik K. 100% dosis anjuran p anorganik CV (%) 15 31,0 d 32,5 cd 33,7 bcd 34,1 bcd 33,6 bcd 32,9 bcd 37,4 ab 38,9 a 34,9 abcd 39,0 a 35,9 abc 6,8

Lebar Tajuk (cm) 25 30 45,3 d 33,1 e 47,5 bcd 36,8 cde 48,6 abc 38,2 bcd 46,4 bcd 37,5 cde 48,0 abcd 38,3 bcd 46,1 cd 34,5 de 49,4 ab 42,8 ab 48,3 abcd 42,9 ab 48,1 abcd 39,9 abc 50,6 a 44,1 a 47,6 abcd 41,2 abc 6,7 3,4

46,6 46,7 49,0 46,9 48,4 46,7 47,9 48,4 49,1 50,8 48,8 3,9

45 b b ab b ab b ab ab ab a ab

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama dalam kolom tidak berbedanyata pada uji Duncan 5 %; P = pupuk; Lif = Lifofeed.

37

Al. Gamal P dkk: Pengaruh Pupuk Cair Lifofeed-N Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kubis

(Tabel 2), bahkan setelah terbentuk krop yang diamati pada saat panen terlihat diameter krop kubis pada masing-masing perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Pada Tabel 2 juga terlihat bahwa fase pertumbuhan cepat atau fase logaritmik pada penelitian ini dicapai pada umur 25-35 hari setelah tanam dan mulai merata pada umur 45 hari setelah tanam sejalan dengan mulai terbentuknya krop. Dibandingkan dengan penelitian Hilman dkk (1990) pada kultivar kubis varietas Gloria ocena yang disemprot pupuk cair Wokozim dimana fase pertumbuhan cepatnya dicapai pada umur 3045 hari setelah tanam terlihat pemberian pupuk cair Lifofeed-N ternyata dapat mempercepat pertumbuhan tanaman kubis.
Tabe3 .

semakin besarnya diameter krop bukan berarti berat krop per tanaman semakin berat (Tabel 3), karena berat krop tidak hanya dipengaruhi oleh diameter krop melainkan juga oleh tingkat kepadatan krop. Produktivitas kubis pada penelitian ini cukup besar yaitu berkisar 37,33 59,03 ton/ha, jauh diatas produksi hasil teknologi rekomendasi yang dilakukan Dwiastuti dkk, (1999) yang hanya mencapai 34,71 ton/ha. Besarnya produktivitas pada penelitian ini dikarenakan tidak adanya serangan hama penyakit, ketersediaan air cukup dan dengan adanya penambahan pupuk daun Lifofeed-N ternyata dapat meningkatkan produktivitas kubis walaupun pemberian pupuk anorganiknya dikurangi.

Pengaruh Pemberian Pupuk LifofeedN Terhadap Diameter Krop, Berat per krop, Berat per gulud dan Berat per hektar. Perlakuan Diameter krop (cm) Berat krop per tanaman (kg) 1,07 e 1,47 ab 1,30 bcde 1,19 bcde 1,45 abc 1,14 de 1,30 bcde 1,16 cde 1,69 a 1,48 ab 1,41 abcd 11,8 Berat krop per gulud (kg) Berat krop per hektar (ton)

A. 10 l Lifofeed-N/ha B. 10 l Lifofeed-N/ha + 20 % pupuk anorganik C. 10 l Lifofeed-N/ha + 30 % pupuk anorganik D.10 l Lifofeed-N/ha + 40 % pupuk anorganik E. 10 l Lifofeed-N/ha + 50 % pupuk anorganik F. 6 l Lifofeed-N/ha G. 6 l Lifofeed-N/ha + 20 % pupuk anorganik H. 6 l Lifofeed-N/ha + 40 % pupuk anorganik I. 6 l Lifofeed-N/ha + 60 % pupuk anorganik J. 6 l Lifofeed-N/ha + 80 % pupuk anorganik K. 100 % dosis anjuran pupuk anorganik CV (%)

14,8 15,2 15,9 15,6 14,9 14,8 15,0 14,1 17,2 15,4 15,8 8,6

ab ab ab ab ab ab ab b a ab ab

14,93 e 20,53 abc 18,20 bcde 16,61 bcde 20,30 abc 15,91 de 18,20 bcde 16,29 cde 23,61 a 20,77 ab 19,79 abcd 11,8

37,33 e 51,33 abc 45,50 bcde 41,53 bcde 50,75 abc 39,78 de 45,50 bcde 40,72 cde 59,03 a 51,92 ab 49,47 abcd 11,8

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama dalam kolom tidak berbedanyata pada uji Duncan 5 %.

Pemberian pupuk cair Lifofeed-N ternyata tidak berpengaruh terhadap pembentukan besarnya krop kubis, ini terlihat dengan tidak adanya perbedan diameter krop kubis baik yang disemprot pupuk cair Lifofeed N dengan dosis 6 liter, 10 liter maupun yang tanpa disemprot pupuk daun Lifofeed-N. Pada penelitian ini pemberian 6 liter Lifofeed-N + 60% dosis anjuran pupuk anorganik menunjukkan diameter krop terbesar yaitu 17,2 cm, namun dengan

Pada Tabel 3 terlihat bahwa pemberian 6 liter Lifofeed-N + 60% dosis anjuran pupuk anorganik menunjukkan produksi tertinggi yaitu 59,03 t/ha walau tidak berbeda nyata dengan kontrol ( 100% dosis anjuran pupuk anorganik tanpa penyemprotan Lifofeed-N) dan beberapa perlakuan lainnya, tetapi berbeda nyata dengan perlakuan yang hanya menggunakan pupuk daun Lifofeed-N saja tanpa pupuk anorganik dan perlakuan yang menggunakan pupuk daun Lifofeed-N dengan

38

Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian: 4(1):35-39

ISSN: 1410~8976

penambahan kurang dari 40% dosis anjuran pupuk anorganik. Hal ini menunjukkan bahwa pemupukan melalui daun tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan seluruh unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Terbukti pada perlakuaan yang pemberiaan pupuk anorganik sama tetapi jumlahnya sedikit seperti pada perlakuaan B dan G maupun D dan H, walau dengan pemberiaan pupuk daun Lifofeed-N yang berbeda ternyata hasil pada masingmasing perlakuaan tersebut tidak menunjukkan produksi yang berbeda. Bahkan apabila tanpa diberi pupuk anorganik seperti perlakuaan A ( 10 liter Lifofeed-N tanpa pupuk anorganik) ternyata menghasilkan produksi kubis terendah yaitu 37,33 t/ha. Sedangkan apabila pemberian pupuk anorganik ditambah hingga 60% dosis anjuran dengan penambahan 6 liter Lifofeed-N ternyata produksinya menjadi berbeda nyata lebih tinggi. Dari uraian di atas terlihat bahwa fungsi pupuk daun lifofeed-N hanya sebagai pelengkap dari pupuk anorganik yang diberikan pada tanaman kubis, dan ini sesuai dengan pendapat Setyamihardja (1986) yang mengatakan bahwa pemupukan melalui daun hanya sebagai pelengkap dari pupuk biasa yang diberikan melalui tanah dan diserap oleh akar. KESIMPULAN DAN SARAN Penggunaan pupuk cair Lifofeed-N ternyata dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Dari hasil penelitiaan ini ternyata pemberian 6 liter Lifofeed-N + 60% pupuk anorganik mampu memberikan hasil 59,03 ton/ha, seimbang dengan hasil kobis pada 100% dosis anjuran pupuk anorganik. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada PT Prima Nutri Lestari atas dukungan dana hingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Penghargaan yang tulus juga kami sampaikan kepada Sdr Sukadi. yang telah membantu pelaksanaan dan pembuatan laporan pengujian ini.

DAFTAR PUSTAKA Anonim,1993. Petunjuk Studi Lapangan PHT-Sayuran. Kerjasama Balai Penelitian Tanman Sayuran Dengan Program Nasional Pengendalian Hama Terpadu. Departemen pertanian. 1995. Anonim,1994. Program Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dalam Pelita VI. Rapat kerja Puslitbang Hortikultura. Solok, 17 - 19 November 1994. Dwiastuti. M.E., Suhardi, O. Endarto, Roesmiyanto, dan B. Siswanto, 1999. Pengkajian Paket Budidaya Kubis Hemat Pestisida. Prosiding Seminar Hasil Penelitian /Pengkajian BPTP Karangploso. Malang. Hal 308 318. Finch. A.,1982. Fertilizers and Fertilization Introduction and Practical Guide to Crop Fertilization. Weinheim Deerfild each. Lorida. Basel. Hilman. Y, A.A. Asandhi dan E. Sumiati, 1990. Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Daun Wokozim Crop Plus pada Tanaman Kubis Kultivar Gloria Ocena. Bull. Penel. Hort. Vol. XIX. No. 1. P. 55 66. Lingga P., 1986. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Cetakan I Penebar Swadaya Jakarta Sarief P., 1986. Kesuburan dan pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung Setyamidjaya. D., 1986. Pupuk dan Pemupukan. CV. Simplex. Jakarta. Sutatapraja, H. dan U. Sumpena, 1996. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Pupuk Daun Complesal Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Kultivar Victory. Jurnal ortikultura. Vol 5 (5) : P. 51 55.

Tisdale, S.L., W. I. Nelson and J.D Beaton, 1975. Soil Fertility and Fertilizers. Third Edition. Mc.Millar Publishing Co. Inc. New York.

39