Anda di halaman 1dari 48

RENDAHNYA PEMBINAAN UKS TINGKAT SD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK KILANGAN

Preseptor : DR. dr. Rosfita Rasyid, M. Kes

Latar Belakang
Anggaran kesehatan indonesia membutuhkan 45 T, dana tersedia 10T 31,8% siswa SD cacingan terbanyak anak berumur 5 14 tahun

Persentase PHBS nasional 35,7%. Sedangkan CTPS 24,5%

Di Puskesmas Lubuk Kilangan, persentase CTPS sendiri masih 45,2%. dari 10 indikator PHBS, hanya linakes 94,5%.

Perumusan Masalah
Apa pembinaan yang perlu diberikan ? Siapa yang membina dan dibinaUKS ?

Kapan seharusnya UKS dibina ?

Di mana seharusnya pembinaan UKS dilakukan ?

Mengapa pembinaan UKS tingkat SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan masih rendah ?

Bagaimana supaya pembinaan UKS dapat mencapai ?

Tujuan

Umum
Khusus

Terselenggaranya proses pembinaan UKS tingkat SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan yang lebih komprehensif

Mengetahui penyebab rendahnya pembinaan UKS Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pembinaan UKS Adanya program UKS yang terjadwal dari Puskesmas Lubuk Kilangan Mencari alternatif pemecahan masalah untuk mengatasi rendahnya pembinaan UKS

Manfaat
Sebagai bahan masukan bagi Puskesmas Lubuk Kilangan sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pemecahan masalah dalam membina UKS tingkat SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan

UKS
Segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan lingkungan sekolah serta seluruh warga sekolah pada setiap jalur, jenis, jenjang pendidikan mulai TK/RA sampa SMA/SMK/MA

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI. No. 1/U/SKB/2003, No. 1067/Menkes/SKB/VII2003, MA/230 A/2003, dan No. 26 tahun 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah

untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga sekolah serta menciptakan lingkungan yang sehat

Segitiga Melambangkan Trias UKS

Lingkarang Melambangkan Keterpaduan Program Dan Kontinuitas

Tulisan UKS Vertikal dan Horzontal melambangkan pelaksanaan harus didukung baik oleh pelaksana maupun oleh pembina

Ruang Lingkup

Sasaran
Peserta Didik Pelaksana Teknis Pelaksana Non Teknis

Sarana Prasarana

Lingkungan

Organisasi UKS
PERSYARATAN SEKOLAH UKS 1. Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS 2. Mempunyai guru atau petugas yang pernah ditatar UKS 3. Mempunyai ruang UKS 4. Mempunyai kader Tiwisada / KKR yang sudah ditatar 5. Melaksanakan kegiatan TRIAS UKS

Organisasi UKS

Strata UKS

Output
Memahami program UKS dan dokter kecil Bersikap dan berperilaku sehat Menggerakkan dan membimbing teman dalam melaksanakan pengamatan kesehatan, kesehatan pribadi dan penyuluhan kesehatan Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah Melakukan pengenalan tanda-tanda penyakit, kesehatan lingkungan, dll Melakukan pengamatan kebersihan di sekolah Membuat laporab kegiatan dokter kecil Mengetahui hal-hal khusus apa saja yang perlu dilaporkan kepada guru UKS/ Kepala Sekolah/ Guru yang ditunjuk.

Persyaratan
1. Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS 2. Mempunyai guru atau petugas yang pernah ditatar UKS 3. Mempunyai ruang UKS 4. Mempunyai kader Tiwisada / KKR yang sudah ditatar 5. Melaksanakan kegiatan TRIAS UKS

Materi Dokter Kecil


Dasar Inti Penunjang
Program UKS Program Dokter Kecil
Kesehatan lingkungan Pencegahan Penyakit Menular Kesehatan gigi dan mulut Kesehatan Indera Penglihatan Kesehatan Pendengaran Imunisasi Gizi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan NAPZA

Membangun komitmen belajar

Identifikasi Masalah
Proses identifikasi masalah dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara dengan pimpinan Puskesmas, pemegang program di Puskesmas dan masyarakat serta menganalisis laporan tahunan Puskesmas. Beberapa masalah di Puskesmas Lubuk Kilangan yang ditemui antara lain :

Masalah di Puskesmas
Rendahnya Pembinaan UKS Tingkat SD di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Rendahnya Penjaringan Suspek TB (Case Detection Rate= CDR) di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Tingginya Angka kejadian Diare di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Rendahnya Pencapaian D/S di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Adanya kematian Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan

Prioritas Masalah
Urgensi: merupakan masalah yang penting untuk diselesaikan Nilai 1 : tidak penting Nilai 2 : kurang penting Nilai 3 : cukup penting Nilai 4 : penting Nilai 5 : sangat penting Intervensi Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3 Nilai 4 Nilai 5

: tidak mudah : kurang mudah : cukup mudah : mudah : sangat mudah

Prioritas Masalah
Biaya Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3 Nilai 4 Nilai 5 : sangat mahal : mahal : cukup murah : murah : sangat murah

Kemungkinan meningkatkan mutu Nilai 1 : sangat rendah Nilai 2 : rendah Nilai 3 : cukup sedang Nilai 4 : tinggi Nilai 5 : sangat tinggi

Kriteria Evaluasi Perilaku Dokter Kecil SD negeri 14 Puskesmas Lubuk Kilangan

Urgensi

Intervensi

Biaya

Mutu

Total Rank

16

Rendahnya penjaringan suspek TB (Case Detection Rate= CDR) di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk 3 4 4 4 15 II

Kilangan
Masih tingginya angka kejadian diare di Wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan 4 3 3 4 14 III

Masih rendahnya pencapaian D/S di Wilayah Kerja


Puskesmas Lubuk Kilangan 3 2 3 3 11 V

Masih adanya kematian Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan

12

IV

TABEL PEMBINAAN UKS NO JENIS KEGIATAN JUMLAH SEKOLAH TARGET PENCAPAIAN %

SCREENING TK 16 100 16 100

SD
SMP SMA II PEMBINAAN TK SD SMP SMA

23
4 3

100
100 100

23
4 3

100
100 100

16 23 4 3

100 100 100 100

16 23 4 3

100 100 100 100

( sumber : Laporan Tahunan Puskesmas Lubuk Kilangan 2011. Padang : Puskesmuk Kilangan; 2011)

Masalah
Ditemukan kesenjangan antara data Pembinaan UKS dari Laporan Tahunan Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 2011 Fakta yang kami ditemukan saat turun ke SD Negeri 14 Lubujk Kilangan, kami melakukan kunjungan ke beberapa SD Negeri di wilayah kerja PUskesmas Lubuk KIlangan dengan hasil sebagai berikut :

STRATA PELAKSANAAN UKS

SDN 01

SDN 09

SDN 14

SDN 15

STRATA PENDIDIKAN KESEHATAN

MINIMAL

STANDAR
OPTIMAL PARIPURNA STRATA PELAYANAN KESEHATAN -

MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA STRATA PEMBINAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT + +

MINIMAL STANDAR OPTIMAL PARIPURNA

+ +

PENILAIAN
PERSYARATAN SEKOLAH UKS Mempunyai SK Tim Pelaksana UKS Mempunyai guru atau petugas yang pernah ditatar UKS Mempunyai ruang UKS Mempunyai kader Tiwisada / KKR yang sudah ditatar Melaksanakan kegiatan TRIAS UKS PERSYARATAN RUANGAN UKS OBAT-OBATAN UKS DOKTER KECIL RUANG LINGKUP UKS Pendidikan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan ORGANISASI UKS PHBS DI TATANAN SEKOLAH Menggunakan jamban yang bersih dan sehat Menggunakan air bersih, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir Lingkungan sekolah dalam keadaan bersih, pengelolaan sampah dan bebas jentik Tersedia UKS dan pemeriksaan kesehatan secara berkala Menjadi anggota dana sehat Tidak merokok Adanya siswa yang menjadi dokterkecil/kader kesehatan

01 09 14 15
+ + + + + + + +

+ + +
+ -

+ + +
+ -

+ + + + +
+ +

+ + + + + +
+ + +

Permasalahan
Nama sekolah yang sudah ada dokter kecil di Puskesmas Lubuk Kilangan : SDN 10 Bandar Buat SDN 08 Padang Besi SDN 06 Padang Besi SDN 12 Padang Besi SDN 16 Padang Besi SDN 20 In darung SD SP I Indarung SD SP II Indarung SDN 13 Batu Gadang SDN 14 Koto Lalang SDN 15 Koto Lalang

Masalah

Siswa SD
Rendahnya pengetahuan, sikap, dan tindakan dokter kecil di bidang kesehatan

Sebab Siswa dokter kecil yang telah dilatih setelah naik kelas digantikan oleh adik kelasnya Rendahnya kunjungan puskesmas untuk membimbing UKS

Akibat
Siswa dokter kecil tidak dapat berfungsi optimal : tidak bisa berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak membina temantemannya, tidak dapat menjadi agen perubahan perilaku sehat seperti yang diharapkan

Masalah
Guru SD
Kurangnya perhatian untuk mengayomi UKS Kurangnya dukungan dan kepercayaan bahwa UKS dapat dikelola oleh dokter kecil
Sebab UKS dianggap perlu hanya ketika ada yang sakit dan dapat dilakukan oleh guru. Guru yang menangani jika ada yang sakit dan dibawa ke UKS

Akibat
Tidak di semua sekolah terdapat UKS

UKS hanya sekedar ada tetapi tidak berjalan sebagaimana mestinya

Masalah
KepSek
Kurangnya koordinasi dengan tim puskesmas untuk membina dokter kecil Sebab Anggapan bahwa UKS cukup dibina oleh guru Dokter kecil tidak perlu terlalu banyak berperan dalam UKS karena masih anak-anak

Akibat

UKS tidak dibina secara berkala

Masalah
TenaKes
jarang turun ke SD untuk membina UKS Sebab UKS dianggap sudah dibina dengan sekali turun Jika sudah ada sebuah tempat tidur, dianggap sudah ada UKS Motivasi untuk membina UKS Akibat Tidak semua sekolah memiliki UKS UKS yang ada hanya sekedar simbol dan tidak dibina

Masalah
Material Tidak semua sekolah memiliki ruangan UKS yang representatif Tidak semua sekolah memiliki peralatan dokter kecil dan obat-obatan yang memenuhi syarat Sebab Tidak ada ruangan Tidak ada alokasi dana untuk penyediaan peralatan dokter kecil Akibat Kegiatan UKS tidak berjalan optimal, bahkan kadang tidak ada. Dokter kecil tidak dapat mempraktekkan ilmu yang telah diterima

Masalah
Metode
Buku Panduan disimpan oleh pihak sekolah Bimbingan kadang dilakukan oleh guru yang bukan tenaga kesehatan

Sebab Buku panduan akan dikeluarkan ketika dilakukan pembinaan tetapi jika tidak ada pembinaan maka buku tetap disimpan
Bimbingan hanya sekedarnya saja, kadang tanpa menggunakan buku panduan dokter kecil Tidak ada inisiatif

Akibat Materi UKS tidak digunakan dan tidak sampai kepada dokter kecil Pengetahuan yang diperoleh oleh dokter kecil hanya setengahsetengah, bahkan mungkin salah informasi Dokter kecil tidak dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya dan tidak terbiasa mempraktekkannya

Tenaga kesehatan jarang turun ke SD


Tidak ada pelatihan (praktek lapangan)

Masalah
Lingkungan Paradigma bahwa UKS hanya diperlukan ketika ada yang sakit Paradigma bahwa UKS cukup dikelola oleh guru SD Paradigma bahwa dokter kecil hanya untuk sekedar ilmu dan bukan praktek Belum ada anggaran khusus untuk pengadaan UKS beserta peralatannya Dokter kecil hanya dianggap sebagai anak-anak dantidak bisa menjadi agen

Sebab Kebiasaan masyarakat bahwa pengetahuan kesehatan hanya dimiliki oleh petugas kesehatan dan dokter dan masyarakat hanya konsumen dan tidak perlu terlalu berperan, apalagi anak-anak.

Akibat UKS tidak dilaksanakan dengan semestinya karena jika sudah ada guru yang menangani anak-anak yang sakit, UKS hanya sekedar ruangan saja Dokter kecil tidak mendapat dukungan untuk berbuat dan menjadi agen pembaharuan baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat

Manusia Siswa SD Rendahnya pengetahuan, sikap, dan tindakan dokter kecil di bidang kesehatan Guru SD Kurangnya perhatian untuk mengayomi UKS Kepala Sekolah Kurangnya koordinasi dengan tim Puskesmas untuk membina dokter kecil Tenaga Kesehatan Tidak memberikan pembinaan UKS di SD secara rutin

Metode Pemanfaatan buku panduan dokter kecil Buku panduan dokter kecil hanya digunakan bila dilakukan pembinaan Bimbingan dokter kecil Bimbingan dokter kecil dilakukan oleh guru yang tidak begitu menguasai materi.a Pelatihan Tidak ada jadwal pelatihan rutin untuk dokter kecil.

Rendahnya Pengetahuan Dokter Kecil SD Negeri 14 Lubuk Kilangan


Material Ruangan UKS Tidak tersedianya ruangan UKS Peralatan dokter kecil Tidak semua sekolah memiliki peralatan dokter kecil dan obat-obatan yang memenuhi syarat Buku panduan dokter kecil Belum ada buku panduan dokter kecil yang diberikan uktuk masing-masing dokter kecil

Lingkungan sosial Terdapatnya paradigma bahwa UKS hanya diperlukan ketika ada yang sakit

Alternatif Pemecahan Masalah


Tenaga Kesehatan Puskesmas Membina UKS sekolah di wilayah kerjanya tanpa harus diminta terlebih dahulu oleh pihak sekolah Membuat jadwal turun ke sekolah-sekolah secara rutin untuk membina UKS. misalnya, dilakukan bersamaan dengan waktu melakukan imunisasi. Bekerja sama dengan Dokter Muda Ilmu Kesehatan dalam memberikan pembinaan UKS Meminta buku panduan dokter kecil dari DKK atau dari pihak terkait lainnnya (Lifeboy, Dancow, dll).

Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat diharapkan Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Lubuk Kilangan bersedia membantu membina UKS sesuai jadwal yang telah disusun.

membantu membuat soal-soal untuk ujian Dokter Kecil

Guru Pembimbing UKS


bersedia untuk dilatih tentang UKS. bekerjasama dengan pihak puskesmas dalam mengatur jadwal pelatihan dan ujian dokter kecil. bersedia membimbing dokter kecil secara rutin mengadakan kegiatan khusus saat event tertentu. mempercayakan tatalaksana siswa yang sakit kepada Dokter Kecil dengan tetap melakukan supervisi. membuat jadwal piket dokter kecil. mengajak dokter kecil untuk mempraktekkan ilmu yang telah didapatkannya.

membuat dokter kecil siap untuk mengikuti perlombaan nasional Dokter Kecil Award yang ada setiap tahun.

Kepala Sekolah membuat UKS sebagai salah satu ekskul di sekolah. bekerjasama dengan Pembina Wilayah untuk menyukseskan Dokter Kecil. melakukan kerjasama lintas sektor dengan pihak terkait, melakukan pemilihan dokter kecil tiap tahun ajaran baru, yaitu pada siswa Kelas-III yang baru naik ke Kelas-IV. menyediakan sebuah ruangan untuk dijadikan ruangan UKS dan mengalokasikan dana untuk menyediakan peralatan dan obatobatan UKS. ikut mendukung program-program UKS.

Lurah
mendukung pelaksanaan dokter kecil di sekolah.
mendukung peran dokter kecil sebagai agen perubahan dengan meyakinkan kepada warga masyarakat bahwa dokter kecil mampu berperilaku hidup bersih dan sehat dan masyarakat harus mau meniru perilaku hidup bersih dan sehat tersebut dari dokter kecil. memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dokter kecil sebagai agen perubahan sudah seharusnya mendapatkan dukungan untuk berperilaku sehat dan melakukan pengobatan sederhana, bukan dianggap remeh karena masih anak-anak. mendorong orang tua dokter kecil agar mendukung anak-anaknya yang menjadi dokter kecil untuk mempraktekkan ilmu yang didapatnya. mendorong orang tua dokter kecil agar bersedia menyediakan peralatan yang dibutuhkan dokter kecil.

Siswa Dokter Kecil


belajar sebaik-baiknya untuk menjadi dokter kecil sehingga mampu mengelola UKS.
menyadari apa itu perilaku sehat dan manfaatnya serta bersedia merubah perilakunya menjadi lebih baik sesuai dengan perilaku hidup bersih dan sehat. berani mempraktekkan ilmu yang telah diperolehnya. mengingatkan teman-teman sekolahnya untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan UKS. melaksanakan piket di UKS sesuai jadwal yang dibuat guru UKS. dokter kecil harus aktif, tidak hanya menunggu perintah dari guru. dokter kecil harus terbiasa melakukan sesuatu berdasarkan inisiatifnya, misalnya membawa teman yang sakit ke UKS tanpa disuruh guru.

Ruangan UKS
Ruangan UKS sebaiknya memiliki ventilasi dan pencahayaan yang cukup, luas ruangan yang cukup

Peralatan UKS Ruangan UKS harus memiliki tempat tidur lengkat, alat ukur tinggi badan, alat ukur berat badan, kotak obat/almari obat, meja dan kursi, alat kebersihan (sapu, kemucing, kain pel, handuk kecil, tempat sampah, waskom, dll), Snellen chart, poster-poster UKS, data-data kegiatan UKS, dll. UKS juga sebaiknya memiliki sebuah lemari untuk menaruh buku cattatan Register penimbangan, register absensi sakit murid, dan register pemeriksaan kesehatan, Rekapitulasi penimbangan, rekapitulasi absensi sakit murid, buku rujukan, register imunisasi, buku obat-obatan, register pemeriksaan kesehatan, buku kegiatan kader/pelayanan kesehatan, daftar infentaris UKS, bukut tamu, struktur organisasi tim UKS, program kerja tahunan, KMS, arsip pencatatan dan pelaporan dll.

Obat-Obatan UKS UKS harus memiliki obat-obatan standar seperti paracetamol, antacid, oralit, betadine, kassa, Spalk/bidai, Verban, Plester, Tensoplas/band aid. obat gosok, minyak kayu putih, kasa steril, oralit, paracetamol, boor-water, tetes mata, revanol, termometer, dll.

Bimbingan Pendidikan Kesehatan : dilakukan oleh Guru UKS yang telah mendapat pelatihan sebelumnya; oleh tenaga kesehatan puskesmas yang telah dilatih; oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat; oleh sektor terkait (misalnya Dancow, Lifeboy, dll.) Pelayanan Kesehatan : dilakukan oleh dokter kecil dengan supervisei dari Guru UKS. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat : dipromotori oleh dokter kecil dan dilaksanakan oleh semua anggota sekolah.

Pelatihan Dilaksanakan pelatihan oleh guru UKS; tenaga kesehatan puskesmas; Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat; dan sektor terkait (misalnya Dancow, Lifeboy, dll.) Meliputi : Materi Dasar (Program UKS; Program Dokter Kecil) Materi Inti (Kesehatan lingkungan; Pencegahan Penyakit Menular; Kesehatan gigi dan mulut; Kesehatan Indera Penglihatan; Kesehatan Pendengaran; Imunisasi; Gizi; Pertolongan Pertama pada Kecelakaan; NAPZA; Pemeriksaan Kesehatan Peserta) Materi Penunjang : membangun komitmen belajar

Sosial Kepala Sekolah dan Guru SD harus memberikan dukungan kepada Dokter Kecil dalam melaksanakan tugasnya sehingga Dokter Kecil tidak berjuang sendiri dalam pelaksanaan UKS. Ekonomi Alokasi dana dari sekolah untuk penyediaan sarana dan prasarana UKS Kepala sekolah harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk penyediaan saran dan prasarana UKS, misalnya dengan : sumbangan dari orang tua murid untuk pelaksanaan UKS; sumbangan dari PMI; dari Dokter muda Ilmu Kesehatan Masyarakat; dari swasta (Lifeboy, Dancow).

Kesimpulan
UKS adalah segala usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah dan lingkungan sekolah serta seluruh warga sekolah pada setiap jalur, jenis, jenjang pendidikan mulai TK/RA sampa SMA/SMK/MA. Dokter Kecil adalah peserta didik yang ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan serta berperan aktif dalam kegiatan kesehatan yang diselenggarakan di sekolah. Program UKS tingkat SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan belum berjalan sebagaimana mestinya. dari 23 sekolah, baru 13 yang dibina dan pembinaan yang dilakukan belum optimal.

Saran
Harus dilakukan evaluasi ulang tentang pelaksanaan UKS di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Pembinaan Dokter Kecil harus didukung pihak sekolah, puskesmas, dan pembina wilayah serta masyarakat karena pelaksanaan UKS tidak bisa hanya mengandalkan pihak Puskesmas.

TERIMA KASIH