Anda di halaman 1dari 5

Menentukan Nilai Panas Lebur Es dengan Kalorimeter

Abstrak
Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua zat didalam suatu wadah, umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain: kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom. Suatu benda yang mempunyai suhu lebih tinggi dari fluida bila dicelupkan kedalam fluida, maka benda tersebut akan melepaskan kalor yang akan diserap oleh fluida hingga tercapai keadaan seimbang (suhu benda = suhu fluida). kalorimeter adalah alat untuk menentukan kalor jenis tipis yang dimasukkan dalam bejana tembaga yang lebih besar. Pada alasanya diberi ganjalan beberapa potong gabus. Pada prinsipnya, antara bejana kecil (dinding dalam) dengan bejana besar (dinding luar) dibatasi oleh bahan yang tidak dapat dialiri kalor (adiabatic). Kemudian, diberi tutup yang mempunyai dua lubang untuk memasukkan / tempat thermometer dan pengaduk. Pendahuluan

Dwi Handayani Yulfi 1001135016 FKIP, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka, Jakarta

Abstract Calorimeter is a device for measuring heat. calorimeter using the technique of mixing the two substances in a container, commonly used to determine the heat kind of a substance. several types of calorimeters are often used include: aluminum calorimeter, electrical, gas and bomb calorimeter. An object that has a higher temperature of the fluid when dipped into the fluid, then the object would release the heat to be absorbed by the fluid until they reached a state of balance (body temperature = temperature of the fluid). calorimeter is a device for determining the heat kind of thin copper that is inserted in a larger vessel. On the reason given wedge a few pieces of cork. In principle, between a small vessel (inner wall) with a large vessel (outer wall) is limited by the material can not be fed heat (adiabatic). Then, given a cap that has two holes to insert / place a thermometer and stirrer Keyword : Temperature of the fluid, adiabatic

Panas kalor es atau panas lebur es adalah banyaknya kalor yang diperlukan oleh setiap gram es untuk mencair. Suhu es akan konstan selama es mencair percobaan ini didasarkan pada azas black. Ketika benda- benda yang memiliki perbedaan suhu saling besentuhan, kalor akan mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Apabila benda yang bersuhu yang bersentuhan berada dalam system tertutup, maka tidaka semua energi dari benda bersuhu tinggi berpindah menuju benda yang bersuhu rendah. Apabila air panas dan air dingin dalam sebuah wadah terbuka maka tidak semua energi air panas

berpindah menuju air dingin. Demikian juga menerima semua energi air panas. Sebagian energi air panas ke udara. Jika kita ingin agar agar air panas dipindahkan ke air dingin dalam system tertutup. Sistem tertutup adalah suatu system yang tidak memungkinkan adanya pertukaran energi. Salah satu system tertutup dalah termos air. Menurut azas black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau di campur maka akan terjadi aliran kalor dari bendadari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadinya kesetimbangan termal (suhu kedua benda sama). Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua zat didalam suatu wadah, umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain: kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom. Kajian Teori kalorimeter adalah alat untuk menentukan kalor jenis tipis yang dimasukkan dalam bejana tembaga yang lebih besar. Pada alasanya diberi ganjalan beberapa potong gabus. Pada prinsipnya, antara bejana kecil (dinding dalam) dengan bejana besar (dinding luar) dibatasi oleh bahan yang tidak dapat dialiri kalor (adiabatic). Kemudian, diberi tutup yang mempunyai dua lubang untuk memasukkan / tempat thermometer dan pengaduk. Kegunaan bejana luar adalah sebagai jaket pelindung agar pertukaran kalor dengan sekitar kalorimeter dapat dikurangi.

Jenis Kalorimeter : Kalorimeter Bom


Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Contoh: Kalorimeter makanan.

Kalorimeter Larutan Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan.

Menurut Asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan termal (suhu kedua benda sama). Secara matematis dapat dirumuskan: Q lepas = Q terima Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh Q lepas = Q terima m1.c1.(t1 - ta) = m2.c2.(ta-t2) Dasar Teori Kalorimeter adalah suatu wadah tertutup yang dirancang agar tidak ada kalor yang keluar atau masuk kedalam wadah. Tetapi dalam kenyataannya tetap ada kalor

yang masuk dan keluar system tetapi ini dapat diabaikan. Secara matematis dapat dirumuskan

t1 t2 Ca

= Suhu mula- mula dari calorimeter. = Suhu akhir setelah es mencair semua. = Panas jenis air(1

Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang bersuhu tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :

kal/gr0C) Dengan menggunakan persamaan 1 dapat ditentukan besarnya panas lebur es. Untuk itu, nilai air dalam calorimeter harus ditentukan terlebih dahulu dengan percobaan menggunakan air panas dan menggunakan persamaan :

Catatan yang harus diingat adalah jika menggunakan azas black adalah pada benda uang bersuhu tinggi digunakan dan

Dimana :

mp md tp td tg

= Massa air panas = Massa air dingin = Suhu air panas = Suhu air dingin = Suhu air gabungan

untuk benda yang bersuhu rendah adalah . Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu seperti yang ada diatas

tergantung pada soal yang dikerjakan. Dalam hal ini benyaknya kalor yang diberikan oleh benda pertama sama banyaknya dengan kalor yang diterima oleh benda ke dua, sehingga dirumuskan

Metode Penelitian Dalam percobaan ini menggunakan metode eksperimen, dengan melakukan percobaan di laboratorium fisika dasar. Dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Menyiapkan alat dan bahan yang telah disediakan. Menyusun alat percobaan Melakukan pengecekan alat Melakukan percobaan

Dimana:

H ma me

= Nilai air calorimeter = Massa = Massa air es dalam dalam 2. 3. 4. calorimeter calorimeter

Pengujian Sistem Langkah-langkah percobaan sebagai berikut: A. Menentukan Nilai Air Kalorimeter

dalam tempatnya (penyekat) dan menutup serta mengukur suhunya. Mengambil es 3 sampai 4 bongkah es kemudian memasukkan secara keseluruhan kedalam kalorimeter kemudian perlahan-lahan dan kontinu mencatat penurunan suhunya setiap selang waktu 30 s. Mencatat suhu akhir dimana tidak terjadi lagi penurunan suhu. Menimbang calorimeter yang berisi air + es + pengaduknya.

Mengisi panci dengan air secukupnya dan memanaskan di kompor listrik sampai suhu 80C Menimbang kalorimeter kosong + pengaduknya Mengisi kalorimeter kosong + pengaduknya dengan air dingin kira-kira bagian Menimbang kalorimeter + pengaduknya + air bagian dan mengukur suhunya. Menambahkan isi kalorimeter dengan bagian air panas, diaduk hingga merata dalam keadaan tertutupdan mengukur suhunya. Menimbang calorimeter yang berisi campuran +pengaduknya. -

Hasil dan Pembahasan Dari hasil pengujian didapatkandata sebagai berikut : A. Panas Jenis Air Massa Kalorimeter kosong + pengaduknya Massa Kalorimeter + pengaduk + air Temperatur air di dalam kalorimeter Temperatur air panas Temperatur gabungan Massa kalorimeter + pengaduk +air dingin +air panas B. Massa kalorimeter, air, dan pengaduknya Temperatur air dalam kalorimeter Temperatur setelah es mencair 219,9 gr 26C 3C 1 kl/gC 10,26 gr 212,1 gr 26C 77C 38C 378,05 gr

B. Menentukan Panas Lebur Es Mengisi kalorimeter dengan air kira-kira bagian Menimbang kalorimeter + air + pengaduknya Memasukkan kalorimeter yang berisi air + pengaduknya ke

Massa kalorimeter + pengaduk + air es Temperatur Penurunan Waktu 30 sekon 60 sekon 90 sekon 120 sekon H = 189,925 Suhu Penurunan 4C 3C 3C 3C

276,1 gr

L 208,93 J 219,63 J 219,63 J 219,63 J

Kesimpulan 1. Kalorimeter untuk menghitung besarnya kalor pada reaksi antar 2 benda. Setiap besarnya penurunan pada temperatur benda maka besarnya sama pada penaikkan suhu benda penerimaan dan besar kalorpun akan sama.

2.

Daftar Pusataka Halliday dan Resnick, Fisika I, bab 5 Sears, Francis W, dan Mark Wzemansky, 1962.