Anda di halaman 1dari 7

IDENTIFIKASI KASUS I.

IDENTITAS Pasien Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Alamat Nomor CM Masuk RS Keluar RS Ruangan : Ny. N : 24 thn : SMA : Ibu rumah tangga : Islam : Sunda : Selawi : 0155xxxx : 27 November 2012 : 01 Desember 2012 : Kalimaya Suami Tn. K 32 th SMA Wiraswasta Islam Sunda Selawi

II.

ANAMNESIS A. Keluhan utama : Panggul sempit B. Anamnesa khusus : G1P0A0 merasa hamil 9 bulan, datang ke rumah sakit membawa surat rujukan yang menyatakan bahwa panggul sempit dan ingin segera mengakhiri kehamilannya. Mules-mules yang semakin sering disangkal oleh pasien. Keluar cairan berlendir bercampur darah melalui jalan lahir diakui pasien. Gerakan janin masih dapat dirasakan ibu. C. Riwayat Obstetri ------------------------ hamil saat ini -----------------------D. Riwayat Perkawinan : Status Usia saat menikah : Menikah untuk pertama kali : Perempuan : 23 tahun, SMA,IRT Laki-laki: 31 tahun, SMA,wiraswasta E. Haid HPHT Siklus haid : 15 Februari 2012 : teratur

Lama haid

: 5 hari

Banyaknya darah : biasa Nyeri haid Menarche usia : (- ) : 14 tahun

F. Riwayat kontrasepsi Tidak pernah

G. Prenatal Care Bidan Jumlah Kunjungan PNC 10 kali. Terakhir PNC 1 minggu yang lalu.

H. Keluhan Selama Kehamilan Tidak ada

I. Riwayat Penyakit Dahulu -

III.

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu Pernafasan Kepala : Compos mentis : 130/90 mmHg : 88 x/menit : 36,5C : 24 x/menit : Konjungtiva anemis : -/Sklera ikterik : -/Cor Pulmo Abdomen Hepar dan lien Ekstremitas : Bunyi Jantung I II murni dan reguler : VBS kanan = kiri, Ronkhi -/-, Wheezing -/: Cembung, lembut : d.b.n : Edema -/-, Varises -/-

Status Obstetrik Pemeriksaan luar: Tinggi Fundus Uteri / Lingkar Perut : 32/88 cm Letak Anak BJA TBBJ Perdarahan ASI Pemeriksaan dalam: Vulva Vagina Portio Pembukaan Ketuban Bag. Terendah : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tebal, lunak : 1-2 cm :+ : Kepala St-2 : kepala, puki : 148x/menit, reguler : 2700 gram :: -/-

Diagnosis (assesment) Masuk RS: G1P0A0 Gravida 40-41 minggu + panggul sempit

Rencana Pengelolaan: Infus RL Rencana SC elektif Informed concent Obervasi KU, HIS, BJA dan tanda vital

IV.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Laboratorium tanggal 27 November 2012 Darah Rutin Darah rutin Hemoglobin Hematokrit Lekosit Trombosit Hasil 14,4 g/ dl 40 % 6,900/mm 145,000/ mm Nilai Normal 12,0 16,0 35 47 3,800 10,600 150,000 440,000 3

Eritrosit

4,68 juta / mm

3,6 5,8

Laboratorium tanggal 28 November 2012 Darah rutin Hemoglobin Hematokrit Lekosit Trombosit Eritrosit Hasil 13,4 g/ dl 39 % 8,500/mm 163,000/ mm 4,37 juta / mm Nilai Normal 12,0 16,0 35 47 3,800 10,600 150,000 440,000 3,6 5,8

V. LAPORAN OPERASI

Operator Ass. I Ahli Anestesi Jenis operasi Jenis Anestesi D/ Pre Op D/ Post Op Desinfeksi kulit

: dr. Nadya : Neneng : dr. H. Hayati., SpAn : Secsio Caesarea + IUD : Narkose Umum : G1P0A0 gravida aterm dengan CPD : P1A0 partus maturus dengan SC a.i CPD : povidone iodine 10%

Jalannya Operasi: 1. Dilakukan tindakan a dan antiseptic pada bagian abdomen dan sekitarnya 2. Dilakukan insisi mediana superior sepanjang 10cm 3. Setelah peritoneum dibuka tampak dinding depan uterus 4. Plika vestibuloukrina diidentifikasi, digunting melintang 5. Kandung kemih disisihkan dibawah dan ditahan dengan retractor abdomen 6. SBR disayat konkaf, bagian tengahmya ditembus oleh jari penolong dan diperlebar ke kiri dan kanan 7. Jam 11.45 WIB lahir bayi laki-laki dengan meluksir kepala BB: 3300 gram PB: 49 cm tanpa tanda kehidupan APGAR : 1 = 6 5= 8 4

Disuntikan oxytosin 10 IU intramural, kontraksi baik. 8. Pada eksplorasi tampak plasenta berinsersi di corpus posterior menutupi seluruh OUI Jam 11.47 WIB lahir plasenta dengan tarikan ringan pada tali pusat. Berat: 500 gram, ukuran: 20x20x2cm 9. Perdarahan dirawat 10. SBR dijahit lapis demi lapis, lapisan pertama dijahit secara jelujur interlocking 11. Lapisan kedua dijahit secara overhecting matras. Setelah yakin tidak ada perdarahan, dilakukan reperitonealisasi dengan jelujur, peritoneum, kandung kencing 12. Dilakukan sterilisasi pomeney pada kedua tuba 13. Rongga abdomen dibersihkan dari darah dan bekuan darah 14. Fascia dijahit dengan safil no. 1, 15. Luka oprasi dijahit lapis demi lapis, kulit dijahit secara subkutikular 16. Peradarahan selama oprasi 400cc 17. Diuresis selama operasi 150cc

Instruksi Post Operasi 1. Tidak puasa 2. Awasi tanda vital 3. Antibiotic : cefotaxime, metronidazole, kaltropen supp 4. Infus D5 2:1 15 gtt/menit 5. Analgetik: tramadol 100mg + keterolac 30mg 15 gtt/menit 6. O2 3lt selama 6 jam post op

VI. FOLLOW UP

Tanggal Jam

Catatan

Instruksi

29/11/2012 Tensi : 120/70 mmHg Respirasi : 20 x/menit POD I Nadi : 80 x/menit Suhu : Afebris

Th/ : -Infus RL -Cefotaxime 2x1gr IV -Kaltropen supp 2x1 -Metronidazole 3x500mg -Observasi KU, TTV - Aff DC

Keadaan Umum : Compos Mentis Keluhan Mata Abdomen BAB/BAK Perdarahan ASI :: Ca -/- Si-/: Datar lembut : -/+ :+ : -/-

Luka Operasi : Tertutup verband Flatus Diagnosis SC a.i CPD :+ : P1A0 partus maturus dengan

30/11/2012 Tensi : 110/70 mmHg POD II x/menit Nadi : 80 x/menit Suhu

Respirasi : 20 Th/ : -Aff infus : Afebris -Cefadroxil 2x500mg -As. Mefenamat 3x500mg -Metronidazole 2x500mg

Keadaan Umum : Compos Mentis Keluhan Mata Abdomen BAB/BAK Perdarahan ASI Flatus :: Ca -/- Si-/: Datar lembut : -/+ :+ : -/:+

Luka Operasi : Tertutup verband Diagnosis SC a.i CPD 01/12/2012 Tensi : 110/90 mmHg POD III Nadi : 80 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : Afebris Th/ : -Cefadroxil 2x500mg -As. Mefenamat 3x500mg -Metronidazole 2x500mg : P1A0 partus maturus dengan

Keadaan Umum : Compos Mentis Keluhan Mata Abdomen BAB/BAK Perdarahan ASI :: Ca -/- Si-/: Datar lembut : +/+ : + sedikit : +/+

Luka Operasi : Kering Diagnosis SC a.i CPD : P1A0 partus maturus dengan

VII. PROGNOSIS 1. Bahaya pada ibu Partus berlangsung lama- terjadi ruptur uteri- terjadi fistula karena anak terlalu lama menekan pada jalan lahir, terjadi edema, nekrosisyang kemudian mengakibatkan vesiko vaginal, vesiko-cervical, atau recto-vaginal fistel Infeksi intra partum simfisiolisis

2. Bahaya bagi anak Persalinan lama akan menyebabkan KJIP dan memberikan angka kematian janin yang tinggi Pada panggul sempit sering terjadi ketuban pecah dini dan kemudian infeksi intrapartum Terjadi prolaps funikuli Dengan moulage memang terjadi pengecilan ukuran kepala. Pengecilan sampai 0,5 cm tidak merusak otak, pengecilan melebihi 0,5 cm akan berakibat buruk terhadap anak atau kematian