INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 6, No.

1, 2007 (1 - 10) PERANAN MUSUH ALAMI HAMA UTAMA PADI PADA EKOSISTIM SAWAH Sartono Joko Santosa Joko Sulistyo

PENDAHULUAN Ekosistem pertanian adalah ekosistem yang sederhana dan monokultur jika dilihat dari komunitas, pemilihan vegetasi, diverssitas spesies, serta resiko terjadi ledakan hama dan penyakit. Musuh alami berperan dalam menurunkan populasi hama sampai pada tingkat populasi yang tidak merugikan. Hal ini terbukti dari setiap pengamatan dilahan pertanian, khususnya padi, beberapa jenis musuh alami selalu hadir dipertanaman. Ekosistem persawahan secara teoritis merupakan ekosistem yang tidak stabil. Kestabilan ekosistem persawahan tidak hanya ditentukan oleh diversitas struktur komunitas, tetapi juga oleh sifat-sifat komponen, interaksi antar komponen ekosistem. Hasil penelitian mengenai kajian habitat menunjukkan bahwa tidak kurang dari 700 serangga termasuk parasitoid dan predator ditemukan di ekosistem persawahan dalam kondisi tanaman tidak ada hama khususnya wereng batang coklat (WBC). Predator WBC umumnya polifag akan memangsa berbagai jenis serangga. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas persawahan merupakan komunitas yang beranekaragam (Untung, 1992). Tidak tertutup kemungkinan bahwa pada ekosistem pertanian dapat dijumpai keadaan yang stabil. Apabila interaksi antar komponen dapat dikelola secara tepat maka kestabilan ekosistem pertanian dapat diusahakan. Untuk mempertahankan ekosistem persawahan yang stabil maka konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dapat diterapkan. PHT mendapatkan efisiensi pengendalian yaitu mengurangi insektisida dan memanfaatkan metoda non kimia. Di persawahan, musuh alami jelas berfungsi, sehingga akan terjadi keseimbangan biologis (Baehaki, 1991). Keseimbangan biologis ini kadang-kadang tercapai, tetapi

1

1959). Pemanfaatan musuh alami tidak menimbulkan pencemaran. produktivitas. Taktik pengelolaan hama melibatkan musuh alami untuk mendapatkan penurunan status hama disebut pengendalian hayati (Pedigo. predator dan pathogen terhadap mangsa atau inang. Pengendalian biologi merupakan salah satu pengendalian yang dinilai cukup aman karena mempunyai beberapa keuntungan yaitu : 1). mekanisme-mekanisme alami seperti predatisme. yaitu perlakuan agronomis dan penggunaan insektisida. 2). patogenisitas. stabilitas dan keanekaragaman hayati dapat dimanfaatkan untuk mencapai pertanian berkelanjutan (Untung dan Sudomo. Stern et al. parasitisme. sehingga menghasilkan suatu keseimbangan umum yang ebih rendah daripada keadaan yang ditunjukkan apabila factor tersebut tidak ada atau tidak bekerja (De Bach. 1999). suksesi. Pengendalian dengan memanfaatakan musuh alami untuk secara biologis adalah kerja dari factor biotis seperti parasitoid. LATAR BELAKANG Salah satu pendorong meningkatnya serangga pengganggu adalah tersedianya makanan terus menerus sepanjang waktu dan disetiap tempat.. Selektivitas tinggi dn tidak menimbulkan hama baru. 2 . rotasi tanaman dan penanaman lahan-lahan terbuka dapat dilakukan karena meningkatkan stabilitas ekosistem serta mengurangi resiko gangguan OPT. 1979. Budidaya tanaman monokultur dapat mendorong ekosistem pertanian rentan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT). Hal ini disebabkan karena factor lain yang mempengaruhi. Salah satu komponen PHT adalah pengendalian dengan menggunakan musuh alami. 1997). dari segi ekologi tetap lestari dan untuk jangka panjang relative murah. persaingan intraspesies dan interspesies. Untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan maka tindakan mengurangi serangan OPT melalui pemanfaatan serangga khususnya musuh alami dan meningkatkan diversitas tanaman seperti penerapan tanaman tumpang sari. Teori mendasar dalam pengelolaan hama adalah mempertimbangkan komponen musuh alami dalam strategi pemanfaatan dan pengembangannya.Peranan Musuh Alami Hama Utama Padi Pada Ekosistim Sawah bisa juga sebaliknya.

Pada kesempatan ini akan diuraikan potensi musuh alami WBC dan PBP. Diantara pathogen tersebut Hirsutella citriformis. Pengendlaian berjalan dengan sendirinya (Van Emden. Parasitoid dan predator mampu menurunkan padat populasi hama. 1993). 1. Musuh alami yang potensial untuk penggerek batang padi (PBP) adalah parasitoid. 1979). Hama padi yang sering menimbulkan kerusakan adalah WBC. Hama tidak menjadi resisten atau kalau terjadi sangat lambat. 3). 2007 (1 . Terdapat 79 jenis musuh alami WBC diantaranya 34 parasitoid. Metarrhizium anisopliae dan Beauveria bassiana mempunyai potensi untuk mengendalikan WMC. Dapat berkembang baika dan menyebar. Sampai saat ini telah diketahui 36 spesies jamur pathogen serangga (JPS) pada tanaman padi (Carruthers and Hural. Tikus dan Ganjur. dan Trichogramma japonicum Ashm (Jepson. 2). 1976). 3 . 1986).INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. No.. 1990). 1976). Telenomus rowani Gah. 5). 37 predator dan 8 patogen (Chiu. Pengendalian biologialami yaitu pengendalian hama dengan musuh alami. Keberadaan musuh alami hama khususnya hama padi sangat penting dalam menentukan populasi hama tersbut. Orgqanisme yang digunakan dapat mencari dan menemukan inangnya. Soehardjan. sedangkan infeksi JPS dapat mematikan dan mempengaruhi perkembangan hama. predator dan pathogen. Musuh-musuh alami tersebut terddiri dari predator. dan 6). tanpa campur tangan manusia. serta menurunkan ketahanan hama terhadap predator. menurunkan kemampuan reproduksi. PBP. Ada 3 jenis parasitoid PBP yaitu : Tetrastichus schenobii Ferr. parasitoid dan pathogen serangga. Pengendlaian biologi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1). 1954.10) Organisme yang digunakan sudah tersedia dialam. 6. Telah diketahui berbagai jenis musuh alami yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu : parasitoid. 4).. POTENSI MUSUH HAMA UTAMA PADI Musuh alami hama-hama tanaman padi adalah salah satu komponen dalam PHT. parasitoid dan pathogen lainnya (Wardojo. Pengendalian biologi terapan yaitu pengendalian hayati dengan campur tangan manusia (Sosromarsono.

Mymmaridae) dan Oligosita sp. Anagrus paniciculae Sahad dan Angrus perforator Perkins (Sahad and Hirashima. Beberapa spesies dari Gonatocerus sp. Ada dua jenis Oligosita sp.. memparasit telur WBC mencapai 38 % pada tanaman padi dan 36-64 % terhadap WBC yang berada pada rumput-rumput lainnya. Adalah parasitoid telur WBC dan wereng hijau. Anagrus sp. 1990. 11-13 hari. Kemampuan Oligosita sp. Jika dibandingkan dengan wereng. (Hymenopter. Gonatoceruus sp. Anagrus japanicus Sahad. yaitu Oligosita aesopi girault dan Oligosita neas Girault. Oligosita sp. (Hymenoptera. G.5-37. Siklus hidup Anagrus sp.16-6. memparasit telur WBC berkisar antara 10. flaveolus. cicadellae. G. Anagrus optabilis Perkins. Gonatocerus sp. Kemampuan Anagrus sp.08 % dan wereng punggung putih 7. decvivitatakus. miurae dan G. Mymaridae). Ketiga parasitoid tersebut mampu menurunkan populasi wereng dan brpotensi untuk dimanfaatkan sebagai musuh alami wereng. wereng hijau 34. tetapi umur (siklus hidup lebih pendek). Perilaku parasitoid di lapangan sangat menentukan keefektifannya dalam menurunkan populasi WBC. optabilis dan A. G. cincticipitis (Sahad and Hirashima. juga parasitoid telur wereng batang dan wereng daun. G. adalah parasitoid telur wereng batang dan wereng daun. fukuokensis.2 % (Diani et al. Angrus frequens Perkins. G. 1984). Di Asia adalah Anagrus incarnates Holiday. (Hymenoptera. mumarus. Anagrus nigriventris Giraulti. Siklus hidup Oligosita sp.. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan memangsa. G. 1992). lotoralis. di Asia adalah : G. siklus hidup dan kemampuan berkembang biak. ulterdecomes. 1984).05 % (Atmaja dan Kartohardjono. kemampuan parasitoid berkembang biak lebih sedikit.Peranan Musuh Alami Hama Utama Padi Pada Ekosistim Sawah Parasitoid WBC yang sering dijumpai di lapang adalah Anagrus sp. G. narayani. 4 . G. Trichogrammatidae). sulfuripes. Anagrus flaveolus Waterhouse. yang dominant di Indonesia adalah A. Anagrus sp.04 %. Beberpa jenis Anagrus sp. mampu memparasit telur WBC berkisar antara 1. Anagrus hirashinae Sahad. Baehaki dan Iman. 11-12 hari. Anagrus subfuscus Forster. sehingga populasi parasitoid dapat mengimbangi wereng dan sekaligus kemampuan parasitoid memparasit wereng (Tabel 1). 1991). Gonatocerus sp.

Kemampuan memangsa 4 WBC/hari (Vreden and Zabidi.2 1. (Coleoptera. Kartohardjono et al. Ophionea sp.. Ophionea sp. 11-13 11-12 11-17 36-64 10. Pada pertanaman padi di Klaten MP. (Coleoptera. No. Wereng batang coklat Wereng hijau Wereng punggung putih ± 30 ± 30 ± 30 Anagrus sp. Coccinella sp. Jenis Wereng s hidup (hari) 1. Coccinellidae) dan Cyrtorhinus lividipennis (Hemiptera. wereng.. pseudoannulata mempunyai sifat kanibal bila tidak ada mangsa. 3.14 34. (1992). 2007 (1 . dijumpai pada minggu kelima setelah tanam dan populasinya meningkat jika WBC meningkat 5 . tetapi hanya beberapa yang mempunyai porensi menurunkan populasi wereng yaitu Lycosa pseudoannulata (Araneida. Mencari mangsa pada malam hari serta berpindah sangat cepat. (Coleoptera. Siklus hidup L. Paederus sp. Carabidae). 1986. 1988). Predator adalah binatang yang memakan binatang lain. 2. Lycosidae). Ganatocerus sp. 1986/1987.04 37. Miridae). Atmadja dan Kartohardjono. sedangkan kombinasi dari 2 Paederus sp.10) Tabel 1. Aspek biologi dan potensi parasitoid telur wereng Siklu No.15 7. + 1 Ophionea sp.08 32. memangsa 2. Banyak jenis predator yang memangsa wereng. 1. L. pseudoannulata memangsa penggerek batang. pseudoannulata 3-4 bulan.16-6. Coccinellidae). Sebagian besar predator bersifat polifag artinya memangsa berbagai jenis binatang yang berbeda. 1989).73 WBC/hari.5-37.INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. Disamping itu sebagian predator bersifat kanibal. Shepard et al. Oligosita sp. (1990). (1977).05 Siklus Parasitoid hidup (hari) Kemampuan Memparasit ( % ) WBC WH WPP Sumber : Diani et al. L. 6.. artinya memangsa sesamanya. Ophionea sp. mampu memangsa 7 WBC/hari (Kartohardjono.

17 (Fachrudin..1 . fuscifes dari telur sampai menjadi serangga dewasa rata-rata 80.10 %. 1. Kemampuan memangsa rata-rata 4. 1984b). Kartohardjono et al. Australia dan pulau-pulau di daerah Pasifik 6 . Cyrtorhinus lividipennis Reuter adalah salah satu predator wereng yang sangat efektif dan tersebar di Asia Tenggara. Kemampuan bertelur berkisar antara 270-902 butir untuk WBC. terhadap WBC.Peranan Musuh Alami Hama Utama Padi Pada Ekosistim Sawah (Kartohardjono. pseudoannulata dan Ophionea sp. 200-300 butir untuk WH dan ± 600 butir untuk WPP. 2.72) dan r = 0. WPP dan WH masing-masing 0. e = bilangan alami (2. pseudoannulata Ophionea sp. kemampuan bertelur 101-109 butir. 1984a. No. Baehaki. Lama hidup serangga dewasa WBC. sedangkan pertentase menjadi serangga dewasa adalah 48. Jenis predator L.04 dan 0. 1994).006. Siklus hidup predator (hari) 90 – 120 30 Siklus hidup WBC (hari) 30 30 Kemampuan memangsa/hari 4 2. Persamaan diatas menunjukkan bahwa seekor serangga betina menghsilkan keturunan 6 pasang selama satu bulan dan 41 pasang selama 2 bulan.72 Sumber : Vreden and Zabidi (1986) . Laju pertumbuhan intrinsic ( r ) adalah 0. karena wereng pada stadia awal ukurannya lebih kecil dan belum aktif bergerak sehingga lebih mudah dimangsa. Kedua predator tersebut mampu menurunkan populasi wereng sehingga dapat berperan sebagai musuh alami yang potensial (Tabel 2). (1989) .06t dengan keterangan No = populadi awal. Paederus fuscifes Curt mencari mangsa malam hari dan lebih banyak memangsa pada stadia awal. Berdasarkan nilai r dapat ditentukan populasi pada waktu t dengan rumus : Nt = Noert menjadi Nt = Noe0. Laju pertumbuhan WBC.53 hari. 1980. 1988).06. WPP dan WH berkisar antara 20-30 hari.9 WBC/hari (Laba dan Kilin. Persentase penetasan dan menjadi serangga dewasa ± 50 %. Aspek biologi dan potensi L. Kartohardjono (1988). 0. Tabel 2. Siklus hidup P.

sehingga persamaan pertumbuhan populasi eksponensial menjadi Nt = N0e0.11 bulan. padi dan jagung..83 WBC / hari. Laju pertumbuhan intrinsic ( r ) V. 1998). laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan intrinsik 0. 1. maka ketiga predator tersebut diatas dapat menurunkan populasi wereng. siklus hidup. Siklus hidup C.1 telur/hari (IRRI. (Tabel 3).35 pasang selama satu bulan dan 41 pasang dalam waktu 2 bulan (Laba. Lama hidup serangga dewasa berkisar antara 21-25 hari. Satu ekor kepik mampu bertelur 146 butir (Manti et al.11 sehingga persamaan pertumbuhan populasi eksponensial menjadi Nt = Noe0. sedangkan persentse menjadi serangga dewasa 48. lividipennis bersifat polyphag. Kemampuan V. Lama hidup serangga dewasa berkisar antara 101. Seekor kepik dapat memangsa 4. karena dapat memangsa beberapa jenis wereng.2 hari. 1993).99 %. 1978). lineate adalah 0. Kepik C. t artinya seekor serangga betina dapat menghsilkan keturunan 25 pasang selama satu bulan dan 652 pasang selama dua 7 . Stadium nimfa dan dewasa dapat memangsa wereng. lineate adalah wereng batang dan wereng daun. 1982).1-24 hari (Suenaga. Persentase penetasan telur 91. Mangsa utama V.. khususnya stadia telur wereng. adalah serangga yang banyak dijumpai pada tanaman padi. Berdasrkan kemampuan memangsa.75 % (Laba et al. Peluang hidup menjadi serangga dewasa adalah 17 %. Serangga ini bersifat polyphagous dan banyak terdapat disekitar bunga.06t . 1978). Siklus hidup V. lineate memangsa adalah 2. Verenia lineate Thumb.10) (Peter.INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 1963).4-106. artinya seekor serangga betina dapat menghsilkan keturunan 5. populasi dan umur serangga dewasa. namun banyak memakan serangga.06. lineate dari telur sampai menjadi dewasa ialah 29 hari. Predator dapat memangsa lebih dari satu inang dalam menyelesaikan satu siklus hidupnya dan pada umumnya bersifat polyphagous. 2007 (1 . lividipennis berkisar antara 21. 6. sehingga predator dapat melangsungkan hidupnya tanpa tergantung satu inang. No.

C. lineate lebih rendah dibandingkan dengan N. fuscifes dan V. Lineata. (1963) . 30 30 30 4. furcifera. C. No. Jenis predator Siklus hidup predator (hari) Lama hidup serangga dewasa (hari) Siklus hidup WBC (hari) 1. lineate 29 101. 1992). tetapi lebih tinggi dibandingkan S.1 telur 2. (1994) .2 Sumber : Laba dan Kilin.4-106. protozoa dan riketsiae (Santosa.Peranan Musuh Alami Hama Utama Padi Pada Ekosistim Sawah Tabel 3. Suenaga. Pathogen yang menyerang hama utama padi khususnya WBC antara lain dari golongan cendawan yaitu : Beauveria bassiana.53 2.. Mikroorganisme yang berperan sebagai pathogen pada serangga adalah cendawan virus. fuscifes 20.9 4. fuscifes. dilingkungan persawahan walaupun tidak ada tanaman padi. Keberadaan jamur pathogen serangga didalam populasi hama berperan sangat penting dalam menentukan tingkat populasi hama tersebut. Laba et al. Peranan predator memangsa inang berbeda-beda. bakteri. (1993). 1993). Sifat ini sanggat menguntungkan karena setiap stadia hama selalu ada musuh alami untuk menurunkan populasi hama. lugens. Metarrhizium anisopliae dan Hirsutella citriformis.83 Kemampuan memangsa WBC/hari Nilai r P. Pathogen serangga adalah mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit pada serangga. virescens dan N.. V.02 g miselia/ml (dosis aplikasi 30 ml/aplikasi (Priyatno et al. Disamping itu lama hidup serangga dewasa kedua predator lebih lama dibandingkan wereng sehingga diharapkan mampu mengatasi tingkat serangan wereng.1-24 21-25 3. Aspek biologi dan potensi predator P. stadia serangga dimangsa juga berbeda. lividipennis dan V.98 80. Kematian WBC sebesar 90 % akibat aplikasiu suspensi miselia Hirsutella citriformis dengan konsentrasi 0. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa musuh alami selalu hadir pada pertanaman. lividipennis 21. P. 8 .

Keperidian T. Stadium telur 4-5 hari. dan sangat tergantung keadaan lingkungan sekitarnya (Grist and Lever. Kalshoven. Ada tiga jenis parasitoid telur PBP yaitu Tetrastichus schoenobii Ferr. 1981). Seekor ngengat PBP mampu bertelur 100-600 butir (Soejitno. 1997 . PBP adalah inang parasitoid tersebut diatas. 1992).6 %) (Laba et al.INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol.10) Metarrhizium anisopliae dapat menurunkan populasi wereng coklat sampai 66 % dengan konsentrasi 1010 – 1015 spora/ha (Baehaki dan Noviyanto. 1993). Daur hidup T. japonicum memparasit telur PBP adalah 31. Ketiga parasitoid tersebut mampu menurunkan populasi PBP.. Kemampuan bertelur rata-rta 38.. schoenabii adalah 65 ekor. Daur hidup T. tergantung dari tempat dan lingkungannya. Keperidian T. Jumlah telur yang berhasil menetas menjadi larva ± 75 %. schoenobii mempunyai peranan paling besar dalam menurunkan populasi PBP. 9 . 1992).6 telur (59. Kemampuan memparasist telur PBP adalah 30. schoenobii berkisar antara 11-14 hari. rowani adalah 49 ekor. rowani berkisar antara 10-12 hari. Daur hidup T. 1998). 1997). 1. 2007 (1 . Stadium larva berkisar antra 22-23 hari (Soejitno. rowani dan T. 1969. japonicum peranannya bergantian.40 telur dengan kepadatan inang 187. T. Stadium pupa berkisar antara 8-14 hari (Kalshoven. 1979). Kenerhasilan hidup dari larva menjadi serangga dewasa berkisar antara 10-58 %. Kemampuan bertelur rata-rata 64.. Kemampuan T. 1991). sedang T.60 butir. tertarik cahaya dan mempunyai daya terbang yang kuat (Pathak. No.4 telur dengan kepadatan inang 181. Sato dan Marimoto. Kemampuan ketiga parasitoid tersebut untuk menurunkan populasi PBP bervariasi.2 telur (59 . Musuh alami PBP yang paling potensial adalah parasitoid telur. 1968). japonicum berkisar antara 7-9 hari. Kemampuan memparasit telur PBP adalah 60-98 % (Nurbaeti et al. 6.47 butir. dan Trichogramma japonicum Ashm. Ngengat PBP aktif pada malam hari. Telenomus rowani Gah..5 %) (Laba et al. sehingga peluang pemanfaatannya sebagai agen pengendalai PBP cukup besar. Nurbaeti et al. 1981. 1962. Laba.

702). 10 . (P.Peranan Musuh Alami Hama Utama Padi Pada Ekosistim Sawah DAFTAR PUSTAKA I Wayan Laba. Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana/ S3. Institut Pertanian Bogor. (2001).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful