P. 1
Sistem Pemilu Dan Pemilukada

Sistem Pemilu Dan Pemilukada

|Views: 8|Likes:
Dipublikasikan oleh Reza Sanjaya Junior
Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada
Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada Sistem Pemilu Dan Pemilukada

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Reza Sanjaya Junior on Apr 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2014

pdf

Eksistensi Parpol dan Perubahan Sistem Pemilu Legislatif

Bintek Penyegaran DPRD Nganjuk Hotel Sahid Jogja, 23 Des 2011

Dr. Wahyudi Kumorotomo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada www.kumoro.staff.ugm.ac.id

Menjamin stabilitas peralihan kepemimpinan 3. judikatif) 2. . Menegakkan demokrasi. Menguatkan legitimasi pranata politik (eksekutif. legislatif. Memilih kader penguasa yang terbaik 4.Mengapa Pemilu (elections) diperlukan? 1.

. Praktis. tanpa intervensi pemerintah atau pihak tertentu 5. mengurangi kemungkinan over-representation di daerah tertentu dan under-representation di daerah lainnya 4. peraturan yg jelas.Parameter Kualitas Pemilu 1. aman) Terciptanya infrastruktur politik (DPR. Demokratis (persaingan sehat. Menyeluruh & tuntas. tidak rumit dan mudah dilaksanakan. 2. adil. Derajat keterwakilan yg optimal. jujur. presiden) yg kuat dan berkualitas 3.

DPRD • UU No.2/2008 ttg Parpol  sudah diubah dg UU No. Catatan: Apakah persiapan Pemilu 2014 sudah sesuai kehendak publik dan berjalan sesuai jadwal? .2/2011 • UU No.27/2009 ttg Susduk MPR.42/2008 ttg Pilpres • UU No.22/2007 ttg Penyelenggara Pemilu  sudah diubah dg UU No. DPD. DPR.10/2008 ttg Pemilu Legislatif.Agenda Reformasi Politik • UU No. RUU perubahan sampai tingkat pembahasan di Panja.15/2011 • UU No.

anggota tdk merangkap Parpol lain.Syarat Parpol (ps.2/2011) • Didirikan oleh paling sedikit 30 (tiga puluh) WNI berusia 21 th atau sdh menikah. Pendaftar: 50 orang. didaftar di Kemkuham. • Menyertakan 30% anggota perempuan • AD & ART • Sistem kepengurusan sesuai UU.2 UU No. .

PPLN. DPRD. Gub. Pres & Wapres. KPPS.15/2011 ttg Penyelenggara Pemilu • Penyelenggara Pemilu adalah KPU dan Bawaslu sebagai satu kesatuan fungsi. KPU Prov. • Menyelenggarakan Pemilu untuk memilih: anggota DPR. Bup/Wako secara demokratis. DPD. KPU Kab/Kota. • Pemilu & Pemilukada diharapkan berjalan dengan lancar dan kelemahan yg ada terus diperbaiki. PPK. KPPSLN.UU No. . PPS. • Lembaga penyelenggara dibentuk secara bertingkat sesuai fungsi kewilayahan: KPU.

2. Wilayah pemilihan dibagi ke dalam bbrp distrik pemilihan.Sistem Pemilu 1. Variasi sistem: closed system & open system. Proporsional (proportional representation).D=7. E=1%  Quota: 100%/5 kursi = 20%. Jatah kursi ke-4 diberikan ke partai C krn terbesar sisa suaranya (14%).5%. 50%+1 (Inggris) dan simple majority (Amerika).C=14%. Kursi yg dimenangkan parpol berbanding seimbang dg proporsi suara yg diperolehnya. Mis: Partai A=48. Rumus pengalokasian kursi: absolut majority.5%. . Distrik (plurality system). B=29%.

Distorsi 3.Keunggulan/Kelemahan Sistem Pemilu Proporsional 1. Akuntabilitas 5. Peran partai 2. Kedekatan calon dg pemilih Kuat sekali Rendah Rendah Distrik Sangat lemah Tinggi Tinggi 4. Politik uang 6. Kualitas legislatif Rendah Rendah Sama dg Distrik Tinggi Tinggi Sama dg Proporsional .

5% 2.5% 2. 202: Parliamentary threshold: Fraksi Golkar PDIP PD Pendirian PT 5% 5% 4% PKS PAN PPP KB Gerindra Hanura 3-4% 2.Pasal Krusial RUU Sistem Pemilu • Ps.5% 2.5% .5% 2.

.205) • Alternatif I: perolehan kursi dg prinsip habis di Dapil  ditetapkan dg angka BPP (Bilangan Pembagi Pemilih) di DPR • Alternatif II: Sisa suara ditarik ke Provinsi  perolahan kursi tahap kedua ditentukan dg cara seluruh sisa suara Parpol dikumpulkan di provinsi untuk menentukan BPP yg baru.Perhitungan Sisa Suara (ps.

.205-207) • Metode kuota (varian Largest Remainder)  sama seperti Sistem Pemilu 2004 • Metode Divisor (bilangan pembagi tetap) dg varian D’Hondt  Usulan FPG • Metode Divisor varian Sainte Lague/Webster/Jeferson  usulan FPKS • Penarikan sisa suara ke tingkat nasional  usulan FPDIP.Konversi Suara Menjadi Kursi (ps.

(peran Parpol lebih menonjol). (peran Caleg lebih menonjol. Usulan Al Muzammil Yusuf: tertutup. • Proporsional Terbuka: Usulan Partai Keadilan Sejahtera. Anas Urbaningrum: terbuka krn mendorong Caleg utk bekerja keras. • Campuran (Gabungan sistem terbuka 70% dan tertutup 30%): Usulan Aburizal Bakrie  Bgm realisasinya? . tetapi diawali Pemilu internal Parpol.Sistem Campuran dlm Pemilu 2014? • Proporsional Tertutup: Usulan Partai Demokrat. cocok utk partai kader).

Kemandirian Parpol adalah prasyarat bagi sistem kepartaian modern dan profesional Dalam setiap sistem Pemilu selalu terdapat keunggulan dan sekaligus kelemahan. TERIMA KASIH . Yang diperlukan adalah antisipasi thd setiap kelemahan. 3. 4. 2. Politik uang adalah masalah penting yg harus diberantas  Bgm menciptakan komitmen bersama? Pendidikan politik adl tanggungjawab semua Parpol dan semua unsur masyarakat.Beberapa Catatan 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->