Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH HUKUM DAN HAM HAM DAN GENOSIDA

DISUSUN OLEH : KELOMPOK V

Nurchaliq majid

JURUSAN ILMU HUKUM FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAKASSAR 2013

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kehadirat Allah Subehanahu Wa Taala yang telah senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan. Salam dan shalawat penulis curahkan kepada junjungan kita baginda Nabiullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam yang telah memberikan kita nikmat berfikir dan bertindak dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Kami telah berusaha menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, walau kami menyadari bahwa keterbatasan, kelemahan serta kekurangan senantiasa ada dalam diri penulis. Oleh karna itu, tanggapan, kritikan dan saran akan diterima dengan terbuka. Akhirnya kepada Allah Subehanahu Wa Taala jualah penulis memohon dan berdoa semoga kebaikan dan bantuan semua fihak yang diberikan kepada kami mendapatkan berkah yang melimpah. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Samata, 03 April 2013

Penulis

Daftar Isi BAB I Pendahuluan.....................................................................................1 Latar Belakang.................................................................................1 Rumusan Masalah............................................................................1 Tujuan..............................................................................................1 BAB II pembahasan.....................................................................................2 Pengertian Pelanggaran HAM Berat...............................................2 Pengertian Genosida........................................................................3 Penyelidikan tentang Pelanggaran HAM yang Berat......................3 Contoh kasus Genosida di Dunia....................................................5 BAB III Kesimpulan....................................................................................7 Daftar Pustaka..............................................................................................8

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Genosida atau genosid adalah sebuah pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap satu suku bangsa atau kelompok dengan maksud memusnahkan (membuat punah) bangsa tersebut. Genosida merupakan satu dari empat pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court. Pelanggaran HAM berat lainnya ialah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan Agresi. B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah yang berjudul Genosida ini adalah : Pengertian pelanggaran HAM berat? Pengertian genosida? Bagaimana penyelidikan dan peradilan terhadap pelanggaran HAM berat dan genosida? Apa contoh kasus genosida yang telah terjadi?

C. Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberi tahu masyarakat umum bahwa genosida merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang berat, yang dimana genosida itu berupa kejahatan terhadap kemanusiaan yang berupa pemusnahan suatu suku, bangsa ataupun kejahatan kemanusiaan lainnya.

BAB II PEMBAHASAN Pengertian Pelanggaran HAM Berat Pelanggaran HAM yang berat adalah perbuatan yang termasuk dalam : Berdasarkan UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM : a.Kejahatan genosida, yaitu setiap perbuatan yang dilakukan dengan maksud m enghancurkan/memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, etnis, agama, dengan beberapa cara (diatur dalam UU). b.Kejahatan Terhadap Kemanusiaan, yaitu salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa: pembunuhan; pemusnahan; perbudakan; pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa; perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional; penyiksaan; perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau sterilisasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara; penganiayaan terhadap suatu kelompok atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional; penghilangan orang secara paksa; atau kejahatan apartheid. Perbedaan Pelanggaran HAM yang Berat dengan kejahatan biasa Perbedaannya_pelanggaran HAM yang berat dengan kejahatan biasa adalah bahwa pelanggaran HAM yang berat merupakan kejahatan yang menggoncangkan nurani umat manusia (shocking conciousness of humankind) dan menjadi musuh dari seluruh umat manusia (hostis humanis generis). Pelanggaran HAM yang

berat (Kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan) adalah kejahatan yang luar biasa (extraordinary crimes) karena dilakukan dengan cara-cara yang sistematis, meluas yang merupakan kelanjutan dari kebijakan negara atau organisasi tertentu. Sedangkan kejahatan biasa tidak memiliki efek sebesar yang dihasilkan pelanggaran HAM yang berat. Genosida merupakan satu dari empat pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court. Pelanggaran HAM berat lainnya ialah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan Agresi. Pengertian Genosida Kata genosida pertama kali digunakan oleh seorang ahli hukum Polandia, Raphael Lemkin, pada tahun 1944 dalam bukunya Axis Rule in Occupied Europe yang diterbitkan di Amerika Serikat. Kata ini diambil dari bahasa Yunani genos (ras, bangsa atau rakyat) dan bahasa Latin caedere (pembunuhan). Genosida adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran dalam kelompok; memindahkan secara paksa anak-anak dalam kelompok ke kelompok lain. Penyelidikan tentang Pelanggaran HAM Yang Berat Penyelidikan terhadap Pelanggaran HAM yang berat dilakukan oleh : Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Dalam UU No. 26 tahun 2000, pelanggaran HAM yang berat juga dapat diselesaikan melalui Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Tahun 2004 diundangkan UU No. 27 Tahun 2004 tentang KKR yang mempunyai tugas

menyelesaikan pelanggaran HAM yang berat dimasa lalu dan menciptakan rekonsiliasi. Namun UU ini bertentangan dengan norma-norma hukum internasional dan merugikan kepentingan korban, sehingga dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Di berbagai negara, KKR merupakan komisi yang mempunyai mandat khusus diantaranya untuk menyelidiki berbagai kasus-kasus HAM yang terjadi, memberikan rekomendasi untuk adanya penyelesaian pelanggaran HAM yang terjadi termasuk penuntutan pelaku, refomasi institusi yang mendukung terjadinya pelangaran HAM dan pemulihan kepada korban. Mahkamah Pidana Internasional Mahkamah Pidana Internasional merupakan lembaga permanen dan mempunyai kekuasaan untuk melaksanakan yurisdiksinya atas orang-orang (pelaku) untuk kejahatan paling serius yang menjadi perhatian internasional. Dibentuk dengan dasar bahwa sampai saat ini masih berlangsung kekejaman yang mengguncangkan nurani umat manusia sehingga mengancam perdamaian, keamanan dan kesejahteraan dunia. Selain itu juga upaya untuk memutuskan rantai kekebalan hukum (impunity) bagi para pelaku kejahatan. Kewenangan Mahkamah Pidana Internasional : Kejahatan-kejahatan yang termasuk dalam yurisdiksi Mahkamah adalah: 1) genosida; 2) kejahatan terhadap kemanusiaan; 3) kejahatan perang; dan; 4) kejahatan agresi. Hubungan Mahkamah Pidana Internasional dengan Pengadilan (HAM) Nasional : Mahkamah Pidana Internasional adalah peradilan yang bersifat sebagai komplementer dari yurisdiksi domestik (pengadilan nasional), artinya mahkamah pidana internasional hanya berwenang untuk mengadili kejahatan-kejahatan yang menjadi yuridiksinya apabila suatu negara tidak mampu (unable) atau mau (unwilling) mengadili kejahatan-kejahatan tersebut.

Kewenangan Mahkamah Pidana Internasional terkait dengan hak-hak korban : Mahkamah pidana internasional mempunyai kewenangan untuk menetapkan prinsip-prinsip yang berkenaan dengan ganti rugi kepada, atau berkenaan dengan, korban, termasuk restitusi, kompensasi dan rehabilitasi. Dalam keputusannya Mahkamah, atas permohonan ataupun atas mosinya sendiri dalam keadaankeadaan luar biasa, dapat menentukan lingkup dan luasnya kerusakan, kerugian atau luka kepada para korban dan akan menyatakan prinsip-prinsip yang digunakan.

Contoh Kasus-kasus Genosida di Dunia Beberapa contoh genosida di dunia antara lain : Program Genosida Kamboja Genosida di Kamboja yang terjadi pada tahun 1975-1979 adalah salah satu tragedi kemanusiaan terburuk dalam sejarah manusia abad ke-20. Diperkirakan sekitar 1,7 juta orang tewas, atau sekitar 21% dari jumlah penduduk Kamboja. 13.000 desa, data mengenai 115.000 tempat pemboman dari 231 pemboman oleh pesawat pembom Amerika Serikat di Kamboja pada tahun 1965-1975, yang memuntahkan 2,75 ton amunisi; 158 penjara yang digunakan rejim Khmer Merah selama tahun 1975-1979, dan 309 kuburan masal yang diperkirakan memiliki sekitar 19.000 lubang pembantaian serta 76 tempat peringatan pasca-1979 bagi mereka yang menjadi korban rejim Khmer Merah. Seperti yang terjadi dalam peristiwa genosida penduduk Armenia di bawah Kekaisaran Turki Ottoman, Uni Soviet dibawah Stalin, holokos terhadap orang Yahudi oleh Nazi Jerman, dan peristiwa paling kontemporer di Timor-Timur, Guatemala, Yugoslavia dan Rwanda, rejim Khmer Merah dibawah pimpinan Pol Pot menggabungkan ideologi ekstrim, kebencian etnis, dan kekejian yang tidak manusiawi yang melahirkan penindasan, penderitaan, dan pembunuhan_dalam_skala_besar.

Pembantaian bangsa Kanaan oleh bangsa Yahudi pada milenium pertama sebelum Masehi.

Pembantaian bangsa Helvetia oleh Julius Caesar pada abad ke-1 SM. Pembantaian suku bangsa Keltik oleh bangsa Anglo-Saxon di Britania dan Irlandia sejak abad ke-7.

Pembantaian bangsa-bangsa Indian di benua Amerika oleh para penjajah Eropa semenjak tahun 1492.

Pembantaian bangsa Aborijin Australia oleh Britania Raya semenjak tahun 1788.

Pembantaian Bangsa Armenia oleh beberapa kelompok Turki pada akhir Perang Dunia I.

Pembantaian Orang Yahudi, orang Gipsi (Sinti dan Roma) dan suku bangsa Slavia oleh kaum Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

Pembantaian suku bangsa Jerman di Eropa Timur pada akhir Perang Dunia II oleh suku-suku bangsa Ceko, Polandia dan Uni Soviet di sebelah timur garis perbatasan Oder-Neisse.

Pembantaian bangsa Kurdi oleh rezim Saddam Hussein Irak pada tahun 1980an.

Efran Rios Montt, diktator Guatemala dari 1982 sampai 1983 telah membunuh 75.000 Indian Maya.

Pembantaian Rwanda, pembantaian suku Hutu dan Tutsi di Rwanda pada tahun 1994 oleh terutama kaum Hutu.

Pembantaian suku bangsa Bosnia dan Kroasia di Yugoslavia oleh Serbia antara 1991 - 1996. Salah satunya adalah Pembantaian Srebrenica, kasus pertama di Eropa yang dinyatakan genosida oleh suatu keputusan hukum.

Pembantaian kaum berkulit hitam di Darfur oleh milisi Janjaweed di Sudan pada 2004

Pembantaian kaum Tionghoa di Indonesia 12-16 mei 1998

BAB III PENUTUP Kesimpulan dari makalah ini adalah : Genosida adalah perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk

menghancurkan atau memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok bangsa, ras, kelompok etnis, kelompok agama dengan cara membunuh anggota kelompok; mengakibatkan penderitaan fisik atau mental yang berat terhadap anggota

kelompok; menciptakan kondisi kehidupan kelompok yang menciptakan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya. Penyelidikan terhadap Pelanggaran HAM yang berat dilakukan oleh Komisi kebernaran dan rekonsiliasi (nasional), Mahkamah pidana internasional (internasional).

Daftar Pustaka http://www.preventgenocide.org/ab/1998/ diakses tanggal 2 Juni 2010. http;//www.wikipedia.com/genosida/ diakses tanggal 2 Juni 2010. Winarno.2009. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: PT.Bumi Aksara