KERANGKA STRATEGIS PROGRAM AKREDITASI MADRASAH

Direktorat Pendidikan Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI

....1 2................................................................................... Daftar Isi .........................................4 BAB 4 4.2 3.......................................................................................................... Tujuan ................5 1....................................... BAB 1 1............................2 BAB 3 3......2 BAB 5 CAKUPAN KERJA DAN JANGKA WAKTU PELAKSANAAN Cakupan Kerja .............. Daftar Tabel .......................................... STRATEGI PENGELOLAAN PROGRAM Pendekatan dan Prinsip Pengelolaan Program …………………..........................................................2 1................................................ Unit Pelaksana Program Akreditasi Madrasah Madrasah Sasaran dan Lokasi Potensial ………………………… Pola Kemitraan ……………………………………………………… 19 STRATEGI PENDANAAN Prinsip Pendanaan ………………………………………………….................1 3......... Output .6 PENDAHULUAN Latar Belakang ..............4 1..........................1 4....................... Tantangan dan Implikasi kebijakan ......................3 3..........................1 1........................................ Daftar Istilah dan Singkatan .. Jangka Waktu Pelaksanaan .................................................................................. Outcome ...................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ................... Landasan Hukum ...................3 1........................... i ii iii iv 1 2 4 5 5 6 8 11 14 17 BAB 2 2.............................................................. Komponen Pendanaan …………………………………………….... 23 23 MONITORING DAN EVALUASI ………………………………………… 25 ............................................................

Kebijakan teknis peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan nasional mengacu pada PP 19 Tahun 2005 tentang SNP. RENSTRA 2010-2014 menetapkan bahwa “pada tahun 2014 semua MI.    Dalam rangka mewujudkan target Renstra tersebut. Kementerian Agama RI menetapkan kebijakan Percepatan Akreditasi Madrasah Kerangka Strategis Program Percepatan Akreditasi Madrasah 2011-2014 diperlukan sebagai pedoman pelaksanaan program  . dan sertifikasi. MTs. Pasal 2 ayat (2): penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan dilakukan dalam tiga program terintegrasi.1. dengan 50% memperoleh peringkat terakreditasi minimal B”. Akreditasi mendapat perhatian serius Kemenag. akreditasi. Program MDG “Pendidikan untuk Semua”. yaitu evaluasi. dan MA harus telah diakreditasi oleh BANS/M. dan Peningkatan dan penjaminan mutu sejalan dengan agenda RPJMN 2010-2014 dan RPJPN 2005-2025.1  Latar Belakang Akses pendidikan yang bermutu merupakan hak fundamental setiap warga negara Pasal 31 ayat (1) UUD 1945.

Akibatnya terbatas dalam pemenuhan SNP. Data ini cukup menggambarkan betapa kebijakan akreditasi madrasah merupakan sebuah tantangan besar yang harus direspon dengan perencanaan dan pendekatan program yang sistematis. Secara umum kondisi madrasah swasta : didominasi oleh golongan ekonomi menengah ke bawah. jumlah total madrasah yang belum diakreditasi oleh BAN-S/M adalah 43.228. data BAN-S/M menunjukkan bahwa sampai dengan tahun 2009. Tantangan dan Implikasi Kebijakan Akreditasi  Pertama. Pasal 61 ayat (2) PP 19 Tahun 2005 tentang SNP: “Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi.2.” Akibatnya mengancam eksistensi madrasah Ketiga.    . dan terukur. Kedua.Lanjutan…BAB I 1. Kerangka strategis ini diharapkan dapat menjadi pedoman dalam memetakan arah kebijakan dan pendekatan yang efektif dalam upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah melalui akreditasi.5% madrasah adalah swasta. sinergis. fakta menunjukkan bahwa 91.

. Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Permendiknas Nomor 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.1. Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014. Rencana Strategik Pembangunan Pendidikan Islam 2010-2014 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemenrintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.3                 Landasan Hukum Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

karena kewenangan melakukan penilaian akreditasi menjadi kewenangan BAN-S/M.1. program ini tidak dirancang untuk melakukan penilaian akreditasi. Sebaliknya program ini didesain untuk mempersiapkan madrasah dalam memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) proses akreditasi melalui kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan kepada madrasah.   . Secara lebih khusus. program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan madrasah dalam menghadapi proses akreditasi yang dilaksanakan oleh BAN-S/M sesusai dengan target Renstra 2010-2014. Dengan demikian.4 Tujuan  Tujuan Umum : meningkatkan mutu pendidikan madrasah sesuai dengan SNP.

madrasah didesiminasikan secara luas  Sistem pendataan akreditasi madrasah terbentuk  Kapasitas pengelola program akreditasi lembaga mitra dan staff kemenag meningkat  Dukungan dari stakeholder terhadap program akreditasi madrasah seleksi dan tanggung jawab .5 Outcome  Model pengembangan akreditasi       Kurikulum (KTSP) dan kegiatan pembelajaran PAIKEM diterapkan secara efektif di Madrasah. Tata kelola administrasi dan keuangan madrasah yang efektif dan akuntabel. Profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan madrasah meningkat. Lembaga mitra madrasah yang berperan sebagai konsultan lokal dalam upaya peningkatan dan pengembangan madrasah terbentuk. Kepemimpinan madrasah yang efektif diterapkan di Madrasah.5 Outcome 1. Sarana dan prasarana dasar yang menunjang mutu pembelajaran terpenuhi sesuai dengan standar pelayanan minimal pendidikan.Lanjutan Bab I Versi Lama Versi Revisi 1.

Pelatihan Tata Kelola Madrasah (Tata Kelola Keuangan. Pelatihan Pemenuhan 8 SNP bagi madrasah Pemberian Block Grant Pemenuhan SNP kepada madrasah sasaran dan lembaga mitra . Administrasi.6 Output   1. Pemberian Block Grant Pemenuhan SNP kepada madrasah sasaran dan lembaga mitra . Pelatihan Kepemimpinan Madrasah. Pelatihan dan penguatan kapasitas lembaga mitra .6 Output          Sosialisasi program akreditasi madrasah Pelatihan pengelolaan program akreditasi madrasah bagi staff kementerian agama Pengembangan sistem pendataan yang akuntabel. Pelatihan Portfolio. Pelatihan dan penguatan kapasitas lembaga mitra . . Pelatihan dan Workshop KTSP dan PAIKEM. Perpustakaan dan UKS).      Sosialisasi program akreditasi madrasah Pelatihan pengelolaan program akreditasi madrasah bagi staff kementerian agama Pengembangan sistem pendataan yang akuntabel. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program dilaksanakan.1.

Hubungan antara Output dalam kegiatan di tingkat madrasah dengan pencapaian 8 SNP.Tabel 1. Portofolio Standar Isi KTSP Standar Penilaian Kepemimpinan & Manajemen Standar Pendidikan & Tenaga Kependidikan Standar Pengelolaan 8 STANDAR AKREDITASI Standar Kompetensi Kelulusan Pengelolaan Keuangan Standar Pembiayaan Standar Sarana & Prasarana Standar Proses Pembelajaran Komputer Block Grant .

Cakupan dan Tahapan Kerja Program Percepatan Akreditasi Madrasah .Tabel 2.

SINERGI.Tabel 4 Kerangka waktu pelaksanaan program KERANGKA WAKTU KORDINASI. KERJASAMA TAHUN TAHUN 2013 TARGET MADRASAH 2014 TARGET MADRASAH TAHUN 2012 TAHUN 2011 TARGET MADRASAH (70%) (100%) (30%) TARGET MADRASAH PILOTING TAHUN 2010 (10%) • PENETAPAN STRATEGI • PENYIAPAN SISTEM • PENGEMBA NGAN KAPASITAS PENDATAAN SOSIALISASI SELEKSI MADRASAH PENENTUAN MITRA IMPLEMENTASI MONEV Tabel 4 Kerangka waktu pelaksanaan program .

3.1 Pendekatan dan Prinsip Pengelolaan Program  Sinergi  Berbasis kebutuhan  Pendampingan  Cluster  Pilot project  Perluasan Program (Scale Up) .

Montoring dan evaluasi 7. Keanggotan: internal maupun dari external Kemenag. Kanwil Kementerian Agama dan Kabupaten dapat membentuk UPPAM ditingkat provinsi dan kabupaten atau menggunakan lembaga yang telah ada sesuai kebutuhan. 3.2 Unit Pelaksana Program Akreditasi Madrasah  Tugas membantu Direktorat Pendidikan Madrasah: 1.  Dalam mendukung program. Menjembatani kerjasama dengan lembaga mitra seperti donor luar negeri maupun serta lembaga pemerintah dan non pemerintah lainnya. Pengajuan anggaran.   .3. Pendataan. Unit tersebut tersebut juga berfungsi sebagai Focus Group Discussion bagi stakeholder akreditasi madrasah di tingkat provinsi dan kabupaten/Kota. 4. Kordinasi kegiatan. 2. SK UPPAM di tingkat Provinsi dan Kabupaten dan dapat mendapatkan anggaran melalui DIPA Kanwil Kemenag atau sumber-sumber lainnya yang sah. 5. Perencanaan. Peningkatan kapasitas. 6.

Lanjutan Bab 3 3. Prioritas program: madrasah yang belum .3.3 Madrasah Sasaran Dan Lokasi Potensial 3. Madrasah yang Tidak Terakreditasi oleh BANS/M. Madrasah yang telah habis masa akreditasi dari BAN-S/M.1 Madrasah Sasaran       Madrasah Swasta Madrasah yang belum terakreditasi oleh BANS/M. Akreditasi madrasah masih menggunakan lembaga akreditasi yang lama seperti DAM/BAS Madrasah terakreditasi C.

3. . mengikuti ketentuan yang ditetapkan diatas dan berdasarkan atas kesepakatan bersama antara kedua belah pihak.  Jumlah madrasah sasaran dalam cluster  Dukungan pemerintah daerah : PP 15 Tahun 2010 tentang SPM  Untuk wilayah sasaran kerjasama antara Kementerian Agama RI dengan pihak Donor atau lembaga lainnya.  Tersedianya lembaga mitra yang mempunyai potensi dan kapasitas sebagai pelaksana teknis kegiatan di lokasi/daerah potensial.3.2 Lokasi/Daerah Potensial  Prosentase jumlah madrasah yang belum terakreditasi di lokasi potensial.

Monev.4. dan pengganggaran akreditasi    3. BG bagi madrasah dan lembaga mitra . dan Kabupaten : Kordinasi.3.4.4.2 Kanwil Kemenag Prov. Dukungan Teknis. dan Penambahan Assesor  3.5 Lembaga Donor : Mengikuti peraturan yang berlaku.3 Pemerintah Daerah : Rehab dan dana pelatihan 3.4 Lembaga Mitra Lokal : Pelatihan dan Pendampingan 3.4.1 BAN-S/M : Kuota.4 Pola Kemitraan  3.4.

bantuan hibah/pinjaman luar negeri. maupun dari sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan yang berlaku   . pemerintah daerah. Sinergi dengan sumber pendanaan dari APBN.4. APBD. dan masyarakat” (Pasal 46) Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota.1  Prinsip Pendanaan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa “Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah.

3. dsb. Rehabilitasi. 2. Transport. Kordinasi. Sanitasi. 4. Staff Kemenag 3. Honor staff.4. 4. 3. 2. Pelatihan dan pendampingan: 1. Stakeholder lainnya Block grant madrasah: 1.2 Komponen Pendanaan  Operasional termasuk: 1. 5. Media pembelajaran dasar. ATK. dsb   . RKB. Madrasah 2. Buku mata pelajaran.

Dampak 3. Monitoring dan evaluasi : 1. Perkembangan 2. Penggunaan anggaran  Pelibatan Pihak lain seperti BAP S/M .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful