Anda di halaman 1dari 11

BAB II ISI

2.1 Definisi Coaching atau pelatihan adalah sebuah proses membimbing. Coaching merupakan bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa yang bertujuan untuk melatih dan memperkenalkan kondisi kerja dan membantu untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam mencapai prestasi kerja atau kompetensi yang maksimal.1 Coaching merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang dapat membuat orang lain tumbuh dan berkembang. Karena melalui proses ini membuat orang lain menemukan kekuatan, kelemahan yang terdapat pada dirinya secara sadar tanpa tekanan dari orang lain sehingga pada akhirnya dia dapat menentukan target dan cara mencapainya. 2 Coaching merupakan salah satu pendekatan yang dalam beberapa tahun belakangan ini telah membuktikan keberhasilannya dalam membantu mempercepat transformasi dan pencapaian Goal baik individu, kelompok maupun organisasi. Beberapa pemahaman mengenai Coaching : 3 1. Coaching adalah suatu bentuk kemitraan dengan klien dalam proses pemikiran dan kreatifitas yang menginspirasi mereka untuk

memaksimalkan potensi mereka baik pribadi maupun profesional (International Coach Federation). 2. Adalah suatu kerjasama kolaboratif berdasarkan solution-

focused, results oriented dan systematic process di mana Coach memfasilitasi peningkatan kinerja, pengalaman, kemandirian dan pertumbuhan pribadi sang Coachee/Client (Association for Coaching). 3. Coaching adalah aktifitas untuk membantu individu atau kelompok, disebut sebagai klien atau mentee atau Coachee, melalui proses pencapaian Goal atas kebutuhan pribadi atau profesional.

4. Coaching memungkinkan klien baik individu maupun organisasi untuk mencapai potensi terbaik mereka sepenuhnya. 5. Coaching adalah proses yang dirancang dengan memanfaatkan percakapan terfokus untuk menciptakan kondisi untuk meningkatkan pertumbuhan individu, tindakan terarah, dan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dirancang untuk membantu klien fokus pada apa yang mereka perlu dilakukan dalam mencapai tujuan mereka. 6. Coaching pada dasarnya adalah tentang membantu orang

memunculkan potensi terbaik mereka dengan membantu mereka untuk menemukan hal-hal yang menjadi hambatan mereka dan membantu menemukan cara mereka. Untuk memperjelas perbedaan Coaching dengan praktisi lain, dapat diilustrasikan dengan menggunakan metafor/analogi kehamilan: 4 1. Terapis; akan mengolah apa yang menyebabkan ibu hingga ingin menghentikan kehamilannya. 2. Counsellor; akan mendengarkan kecemasan ibu mengenai kehamilannya. 3. Mentor; akan berbagi tips berdasarkan pengalamannya kehamilan. 4. Konsultan; akan memberikan saran dan nasehat bagaimana sebaiknya ibu dalam memelihara kehamilan. 5. Coach; akan menyemangati dan mendukung ibu untuk memelihara kehamilannya

2.2 Manfaat dan Tujuan Manfaat coaching antara lain 1 : 1. Coaching dapat membantu meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga pekerjaan jadi lebih mudah. Ketika mahasiswa tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena pengalamannya yang minim, maka dia perlu di coach. Pembimbing perlu menjelaskan step by

step cara melakukan pekerjaan atau suatu tindakan. Tidak bisa melulu menuntut hasil akhir. 2. Coaching atau pembinaan dapat memberdayakan mahasiswa, sehingga pembimbing lebih mudah mendelegasikan tugasnya. 3. Coaching atau pembinaan dapat mendorong mahasiswa dalam mencapai hasil yang sesuai dengan keinginan pembimbing. 4. Coaching/ pembinaan meningkatkan komitmen mahasiwa untuk berhasil karena mereka paham how dan what. Mahasiswa menjadi lebih paham poin-poin penting dari tindakan yang dilakukannya. 5. Coaching meningkatkan motivasi dan inisiatif mahasiswa karena dalam proses coaching pembimbing mahasiswa di lapangan memberikan umpan balik. 6. Coaching/ pembinaan dapat meningkatkan kualitas kinerja mahasiswa dengan melakukan koreksi atas cara kerja yang kurang efektif. 7. Coaching menilai kemajuan pembelajaran klinik. Berikut ini beberapa contoh manfaat yang didapat melalui Coaching 4 : 1. Meningkatkan kinerja organisasi 2. Peningkatan motivasi, moral, dan retensi karyawan 3. Meningkatkan Produktifitas dan Komunikasi organisasi 4. Organizational Alignment dan Leadership Empowerment 5. Membangun kepercayaan diri dan kompetensi. 6. Meningkatkan keunggulan individu dan team 7. Mengembangkan komitmen yang tinggi untuk tujuan bersama. 8. Meningkatkan Fokus pada Goal setting and Goal achievement 9. Memotivasi tim dan individu serta memelihara semangat kerja individu dan team 10. Menyelaraskan Nilai individu dengan nilai-nilai organisasi.

Dari hasil penelitian, menurut Chartered Institute of Personnel and Development CIPD, dinyatakan bahwa : 1. 99% menyatakan Coaching dapat memberikan manfaat yang nyata bagi baik individu dan organisasi. 2. 96% menyatakan Coaching adalah cara yang efektif untuk mempromosikan belajar dalam organisasi 3. 93% menyatakan Coaching dan mentoring adalah mekanisme kunci untuk mentransfer pembelajaran dari program pelatihan kembali ke tempat kerja 4. 92% menyatakan ketika Coaching dikelola secara efektif dapat memiliki dampak positif pada bottom line Dari penelitian lain menyatakan bahwa 4 : 1. 92% dari Coachee sangat puas dengan pengalaman Coaching mereka 2. 90% dari Coachee sepakat bahwa Coaching adalah investasi yang baik bagi pribadi dan sumber daya organisasi. 3. 86% dari Coachee sepakat bahwa individu dan organisasi mendapatkan manfaat secara signifikan dari Coaching. 4. Peningkatan Hubungan: 77% 5. Peningkatan Kerja Sama Teman: 67% 6. Peningkatan Kepuasan Kerja: 61% 7. Peningkatan Produktivitas: 53% 8. Peningkatan Kualitas: 48% Tujuan coaching adalah untuk membantu seseorang

(guru/karyawan) untuk mengatasi masalah kinerja yang dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan. 2

2.3 Proses 3 Proses coaching adalah untuk menetapkan dan menjelaskan arah dan tujuan serta untuk mengembangkan rencana-rencana kerja untuk mencapai tujuan. Selain itu dijelaskan juga satu pengertian mengenai halhal yang penting dalam kehidupan dan bahwa kita diberikan kemampuan untuk mengambil dan melaksanakan tanggung jawab yang telah diberikan: membangun and melakukan setiap rencana kerja. Secara sederhana proses coaching akan membantu untuk menciptakan visi yang terbaik dan terbaru yang dimiliki; dalam rangka mencapai suatu keberhasilan. Dimana keberhasilan adalah saat kita dapat mencapai tujuan secara kontinyu. Orang yang sedang di coaching atau coachee, akan diarahkan untuk membahas secara terperinci dimulai dari tujuan re-evaluasi pekerjaan saat itu, siapa dan bagaimana keberadaan coachee, apa dan dimana yang menjadi prioritas dan coachee akan diarahkan untuk menyadari untuk membuat satu keputusan tentang masa depan. Dengan bantuan seorang personal coach maka seorang coachee akan semakin mempertajam kehidupan personalnya, dan dia akan lebih efektif di dalam menyelesaikan segala persoalan kehidupannya. Proses coaching pada intinya adalah suatu percakapan, dialog antara seseorang dengan orang yang meng coach. Di dalam konteks pendekatan hasil (results oriented) yang produktif, seorang coach akan melibatkan si coachee untuk membicarakan sesuatu yang sudah diketahui. Pada kenyataannya seorang coachee sudah memiliki semua jawaban terhadap semua pertanyaan,apakah itu sudah ditanyakan atau belum ditanyakan. Tetapi sang coaching memiliki bantuan yang penting, dukungan dan memberikan semangat (encouragement) untuk menemui dan menemukan jawaban-jawaban tersebut, yang akan mengarahkan coachee bertanya dengan benar dan setuju dengan jawaban yang diberikan. Seorang Coach akan membantu coachee di dalam suatu proses pembelajaran, tetapi coach bukanlah seorang guru dan tidak perlu untuk mengetahui bagaimana mengerjakan sesuatu dengan lebih baik daripada

yang dikerjakan coachee. Tetapi yang terpenting adalah seorang coach akan lebih mengobservasi mengenai pola, menetapkan tahap-tahap tindakan / action yang lebih baik yang akan dikerjakan. Dimana proses ini melibatkan proses pembelajaran melalui berbagai teknik coaching seperti: mendengarkan (listening), refleksi (reflecting), menanyakan pertanyaan dan menyediakan informasi. Terakhir, yang paling penting , seorang coach akan menolong coachee untuk menjadi seorang yang mampu mengkoreksi dirinya sendiri dan membangkitkan diri sendiri. Dengan demikian dia dapat belajar untuk memperbaiki sikap dan tingkah lakunya,

membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan menemukan jawabannya.

2.4 Teknik Teknik yang efektif bisa digunakan untuk mempercepat proses pembelajaran, teknik yang terbaik adalah dengan memiliki koneksi dengan coachee dan dengan teknik yang sederhana (simple). Di bawah ini adalah beberapa tips untuk mengaktifkan teknik coaching 3 : 1. Menjadi contoh (Lead by example). Artinya secara sederhana adalah lakukan apa yang kau katakan. Coach tidak bisa meminta coachee untuk datang tepat waktu, apabila dia sendiri selalu datang terlambat. Orang-orang akan mengikuti instruksi kita atau rekomendasi kita jka kita telah mencadi contoh yang baik. 2. Pendengar yang Aktif (Active listening) Orang-orang pada umumnya senang untuk berbicara. Mereka akan membicarakan permasalahan mereka, tentang kehidupanya, tentang karir mereka, tentang anak-anak mereka, dan mereka akan membicarakan mengenai semua yang ada dalam kehidupan mereka. Seorang coach akan bisa membangun suatu kepercayaan dengan coachee dengan menjadi seorang pendengar yang aktif yang mau memberikan perhatian pada saat mereka berbicara. Dengan perlakuan ini orang-orang akan merasa dihargai. Namun begitu, harus dipastikan

coach tahu mengendalikan pembicaraan-pembicaraan yang tidak relevan sehingga pembicaraan menjadi produktif. 3. Alat-alat peraga (Visual aids) Dapatkah kita mengikuti penjelasan mengenai langkah-langkah yang cukup banyak yang harus dikerjakan dengan hanya mendengarkan instruksi saja? Kalau saya terus terang tidak bisa. Seseorang akan lebih cepat proses pembelajarannya dengan memberikan penjelasan dengan menggunakan alat-alat peraga yang bisa langsung dilihat seperti: illustrasi, gambar, data-data statistic dan lain-lain. 4. Dibuat sederhana (Keep it simple) Di dalam suatu program coaching, tidak perlu dijelaskan segala hal secara panjang lebar. Untuk mempercepat proses pembelajaran harus digunakan bagian yang sederhana dimana coachee dapat dengan mudah mengerti. 5. Langsung kepada sasaran (Get straight to the point) Bagian ini sangat membantu pada saat proses coaching dilakukan dengan adanya yang keterbatasan terlalu waktu. dan Daripada memberikan lebih

pendahuluan

panjang

membosankan,

baiklangsung menuju sasaran sehingga dapat menghemat waktu.

2.5 Peran coach dan coachee 2.5.1 Peranan pelatih adalah memfasilitasi terjadinya proses belajar Pelatih membimbing para peserta ke arah ditemukannya pengetahuan baru dan didapatkannya keterampilan baru atau perbaikan keterampilan. Pelatih juga berupaya mempengaruhi sikap peserta dengan berfungsi sebagai model peran. Sebagai contoh, pelatih hendaknya memperagakan keterampilan secara lengkap dan akurat. Penampilan yang tidak sesuai standar dapat menghasilkan hal-hal yang tidak sesuai standar pula. 2.5.2 Peranan peserta dalam pelatihan

Para peserta secara aktif dilibatkan dalam proses belajar mengajar dan diaktifkan untuk menyumbangkan pengetahuan mereka tentang topik yang sedang didiskusikan. Keberhasilan pendekatan ini tergantung pada kemauan para peserta untuk secara aktif mengambil bagian dalam kegiatan pelatihan dan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dengan peserta lainnya dalam kelompok.3 2.6 Pemeran dalam kegiatan coaching.5 Coachee : 1. Menceritakan masalahnya kepada coach. 2. Masalah disampaikan secara terbuka agar dapat jalan keluarnya. Coach : 1. Mempunyai kerangka pertanyaan mudah untuk mencapai GROW. 2. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkualitas. 3. Tidak secara langsung memberi jalan keluar. 4. Membuat komitmen diakhir kegiatan dengan coachee. 5. Mampu menggunakan bahasa tubuh. Observer : 1. Membuat rangkuman proses kegiatan coaching. 2. Memaparkan hasil proses. 3. Memberikan pujian dan masukan pada coach dan coachee selesai proses.

2.7 Melakukan Coaching Sebuah standard pelayanan yang sudah disepakati dan disetujui, akan segera diterapkan disetiap departemen terkait. Untuk itu, standard pelayanan perlu disosialisasikan dan diajarkan kepada pihak-pihak terkait tersebut. Sosialisasi standard pelayanan ini dilakukan lewat proses coaching baik secara individu maupun kelompok.

Langkah-langkah coaching5 Agar efektif, perlu dijalankan coaching secara bertahap: 1. Persiapan 2. Pelaksanan 3. Praktek Mandiri

Tahap 1 persiapan a. Mempersiapkan dan mempelajari standard pelayanan yang akan diberikan coaching b. Mengundang peserta yang maksimum 8-10 orang c. Memberitahukan rencana pelaksanaan coaching kepada para peserta minimum 5-7 hari sebelumnya (tidak mendadak) d. Waktu pelatihan yang maksimum 1-2 jam; jika perlu lebih dari 2 jam harap dijadwalkan pada kesempatan berikutnya Tahap 2 pelaksanaan Pelaksanaan coaching yang efektif intinya terdiri dari 3 langkah: a. TELL (baca dan jelaskan maksudnya) 1. Diawali komunikasi ringan untuk membuat peserta rileks 2. Menekankan kembali pentingnya pelayanan prima, dan salah satu cara mengimplementasikannya pelayanan 3. Menjelaskan pentingnya melaksanakan standard pelayanan secara konsisten 4. Membaca seluruh standard pelayanan yang ada secara lengkap 5. Menguraikan apa maksud dari setiap standard pelayanan adalah dengan menerapkan standard

b. SHOW (tunjukkan/demonstrasikan) 1. Memberikan contoh/peragaan terhadap setiap standard pelayanan 2. Ulangi penjelasan maupun peragaan secara beberapa kali

c. DO (latih dan beri masukan) 1. Berikan kesempatan setiap peserta untuk mencoba sendiri satu persatu 2. Ulangi beberapa kali sambil memberikan koreksi dan semangat 3. Pastikan bahwa setiap peserta memahami apa yang telah disampaikan Tahap 3 praktek mandiri a. Biarkan peserta mempraktekkan sendiri ditempat kerjanya masing-masing b. Pantau kemajuan penerapan standard pelayanan, sekaligus berbagai penyimpangannya c. Berikan umpan balik dengan pujian, atau koreksi (bila ada) di setiap momen/kejadian.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hadikin R. Effective Coaching in Healthcare. 2004. Elsevier Science : London. 2. Dewi kurniasari. 2012. Performance coaching. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012. Tersedia di :

http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2012/01/24/performance-coaching-1/, dewi kurnia sari 2012 3. Palimirna. Coaching-metode bimbingan yang efektif. 2009. (diakses pada tanggal 5 Desember 2012) . Tersedia dari http://www.managementfile.com 4. Pramono S. What is choaching?. 2009. (diakses pada tanggal 5 Desember 2012). Tersedia dari http://www.nlpcoachindonesia.com/coaching/ 5. hans achon. 2011. Pelatihan Seminar Interaktif Coaching. Jakarta. Diunduh pada tanggal 05 Desember 2012. Tersedia di:

http://hanstt.wordpress.com/2012/02/23/coaching/