Anda di halaman 1dari 6

PEMERIKSAAN FISIK

Tanda-tanda vital adalah setiap perubahan yang berbeda dengan keadaan normal sehingga dianggap sebagai i n d i k a s i ya n g penting mengenai keadaan kes ehatan

s e s e o r a n g (Potter&Perry, 1997) Tanda-tanda vital seorang manusia antara lain: 1. Tekanan darah 2. Nadi / pols 3. Suhu Tubuh / temperatur 4. Pernapasan

TEKANAN DARAH

Jumlah tekanan darah yang normal berdasarkan usia seseorang adalah: - Usia di bawah 1 bulan : 85/15 mmHg - Usia 1 6 bulan - Usia 6 12 bulan - Usia 1 4 tahun - Usia 4 6 tahun - Usia 6 8 tahun : 90/60 mmHg : 96/65 mmHg : 99/65 mmHg : 160/60 mmHg : 185/60 mmHg - Usia 8 10 tahun - Usia 10 12 tahun - Usia 12 14 tahun - Usia 14 16 tahun - Usia 16 tahun ke atas - Usia lanjut : 110/60 mmHg : 115/60 mmHg : 118/60 mmHg : 120/65 mmHg : 130/75 mmHg

: 130-139/85-89 mmHg

Seseorang dikategorikan hypertensi berdasarkan tekanan darahnya adalah: Hypertensi rendah Hypertensi sedang Hypertensi berat : 140 159/ 90-99 mmHg : 160 169/100-109 mmHg : 180 209/110-119 mmHg

Seseorang dikatakan hypotensi jika tekanan darahnya lebih kecil dari 110/70 mmHg

Tempat untuk mengukur tekanan darah seseorang adalah: - Lengan atas - Pergelangan kaki

NADI

Nadi adalah denyut nadi yang teraba pada dinding pembuluh darah arteri. Jumlah denyut nadi yang normal berdasarkan usia seseorang adalah: - Bayi baru lahir - Umur di bawah umur 1 bulan - Umur 1 6 bulan - Umur 6 12 bulan - Umur 1 2 tahun - Umur 2 6 tahun - Umur 6 10 tahun - Umur 10 14 tahun - Umur 14 18 tahun - Umur di atas 18 tahun - Usia Lanjut : 140 kali per menit : 110 kali per menit : 130 kali per menit : 115 kali per menit : 110 kali per menit : 105 kali per menit : 95 kali per menit : 85 kali per menit : 82 kali per menit : 60 100 kali per menit : 60 -70 kali per menit

Jika jumlah denyut nadi di bawah kondisi normal, maka disebut pradicardi. Jika jumlah denyut nadi di atas kondisi normal, maka disebut tachicardi. Tujuan mengetahui jumlah denyut nadi seseorang adalah: * Untuk mengetahui kerja jantung * Untuk menentukan diagnosa * Untuk segera mengetahui adanya kelainan-kelainan pada seseorang

SUHU

Tempat untuk mengukur suhu badan seseorang adalah: - Ketiak/ axilea, pada area ini termometer didiamkan sekitar 10 15 menit - Anus/ dubur/ rectal, pada area ini termometer didiamkan sekitar 3 5 menit - Mulut/oral, pada area ini termometer didiamkan sekitar 2 3 menit Suhu tubuh normal berada pada 36oC 37,5oC Suhu tubuh rendah (hypopirexia/hypopermia) adalah jika suhu tubuhnya < 36oC Seseorang dikatakan bersuhu tubuh tinggi/panas jika: - Demam - Febris : Jika bersuhu 37,5 oC 38oC : Jika bersuhu 38oC 39oC

- Hypertermia : Jika bersuhu > 40oC

PERNAPASAN

Pola pernapasan adalah: - Pernapasan normal (euphea) - Pernapasan cepat (tachypnea) - Pernapasan lambat (bradypnea) - Sulit/sukar bernapas (oypnea)

Jumlah pernapasan seseorang adalah: - Bayi - Anak - Dewasa : 30 40 kali per menit : 20 50 kali per menit : 16 24 kali per menit

Hubungan dengan Skenario Pada scenario terdapat pemeriksaan fisik yang dilakukan pada An. N dengan hasil: Kesadaran: compos mentis artinya an. N ada dalam kondisi sadar penuh Nadi: 142x/ menit batas nadi normal untuk usia 6 bulan adalah 130x/ menit. Artinya nadi dari an. N sudah melebihi batas normal. Suhu: 38,5oC suhu ini termasuk pada febris (demam, suhu tubuh lebih tinggi dari normal) Respirasi: 30x/ menit pernafasan normal Turgor menurun berhubungan dengan kemampuan kulit untuk kembali setelah tarikan atau tekanan. Pemeriksaan abdomen: Inspeksi : abdomen cembung perut an. N membuncit Palpasi : soepel kulit an. N kembali rata setelah ibu jari diangkat Auskultasi : bising usus meningkat Lain-lain dalam batas normal

Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan menjadi : 1. Compos Mentis (conscious) sadar penuh 2. Apatis acuh tak acuh, segan berhubungan dengan sekitar. 3. Delirium gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriakteriak, berhalusinasi, kadang berhayal. 4. Somnolen (Obtundasi, Letargi) tamapk mengantuk, penderita sadar ketika diberi rangsangan ringan (contoh: dipanggil, ditepuk ringan). 5. Sopor (soporo koma) penurunan kesadaran dimana penderita baru sadar ketika diberi rangsangan nyeri 6. Coma (comatose) penurunan kesadaran dimana penderita tidak bisa dibangunkan dengan rangsangan apapun. Penyebab Penurunan Kesadaran Penurunan tingkat kesadaran mengindikasikan difisit fungsi otak. Tingkat kesadaran dapat menurun ketika: Otak kekurangan oksigen (hipoksia) Kekurangan aliran darah (seperti pada keadaan syok) Penyakit metabolic seperti diabetes mellitus (koma ketoasidosis) Dehidrasi Pengaruh obat, alkohol, keracunan Hipertermia (peningkatan suhu tubuh akibat infeksi) Hipotermia (mekanisme tubuh

kesulitan menghadapi suhu dingin) Infeksi (encephalitis) Epilepsi.

http://nursingbegin.com/tingkat-kesadaran/ Dr. H. AHMAD NURI, Sp.A. - Diagnosis Fisik Pada Anak - Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir
http://freyadefunk.wordpress.com/2011/11/16/tanda-tanda-vital-dan-pemeriksaan-fisik-pada-bayi/ http://ababar.blogspot.com/2012/02/pemeriksaan-fisik-anak.html