Anda di halaman 1dari 5

Pembahasan Soal UTS: Tindak Pidana Dalam KUHP

1. Sebutkan tiga syarat suatu penganiayaan dikategorikan sebagai penganiayaan ringan! Syarat suatu penganiayaan dikategorikan sebagai penganiayaan ringan antara lain: a. bukan berupa penganiayaan berencana (353 KUHP); b. bukan penganiayaan yang dilakukan: 1) tehadap Ibu atau bapaknya yang sah, istri atau anaknya; 2) terhadap pegawai negeri yang sedang dan atau karena menjalankan tugasnya yang sah; 3) dengan memasukkan bahan yang berbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum (365 KUHP); c. tidak (1) menimbulkan penyakit atau (2) halangan untuk menjalankan jabatan atau (3) pencaharian. Sumber: Kejahatan Terhadap Tubuh dan Nyawa, by Drs. Adami Chazawi, SH. Oke, soal nomor satu masih oke. Saya masih ngejawab dengan lancar.

2. Sebutkan unsur-unsur pencurian berkualifikasi. Mengapa pencurian yang obyeknya ternak dikategorikan sebagai pencurian berkualifikasi? Unsur-unsur pencurian berkualifikasi: 1) Obyeknya ternak; 2) Faktor saat atau keadaan-keadaan dan atau dalam peristiwa-peristiwa tertentu yang bersifat memberatkan, ketika pencurian dilakukan; 3)Ada 3 faktor kumulatif yang bersifat memberatkan, yaitu: a) saatnya melakukan pencurian: malam hari b) tempat melakukan pencurian (alternatif): (1) dalam sebuah tempat kediaman (woning); (2) di pekarangan yang tertutup yang di dalamnya ada tempat kediamannya; c) petindaknya berada di tempat itu (alternatif):

(1) dengan tidak diketahui atau, (2) dengan tidak dikehendaki oleh yang berhak 4) pemberatan yang didasarkan pada faktor pelakunya lebih dari seorang dengan bersekutu; 5) pemberatan yang didasarkan pada faktor caranya untuk masuk atau sampai pada tempat melakukan kejahatan atau tempat beradanya objek kejahatan, yakni dengan cara: a) membongkar, b) merusak, c) memanjat, d) memakai anak kunci palsu; e) dengan memakai perintah palsu, dan f) dengan memakai pakaian jabatan palsu. Obyek pencurian ternak termasuk dalam pencurian yang diperberat karena didasarkan pada pertimbangan mengenai keadaan khusus masyarakat Indonesia asli, yang memandang ternak sebagai hewan yang mempunyai nilai khusus, mempunyai nilai yang lebih tinggi dari benda maupun binatang lainnya. Sumber: Kejahatan Terhadap Harta Benda by Drs. Adami Chazawi, SH Yang ini masih lancar juga.

3. Sebutkan perbedaan antara tindak pidana pencurian, penggelapan dan penadahan. Sebutkan pasalnya! Nah, saya mulai bingung disini Pencurian (362 KUHP) Unsur-unsurnya: 1. Unsur Obyektif: a. perbuatan mengambil, b. obyeknya suatu benda, c. yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain.

2. Unsur subyektif: a. adanya maksud b. untuk memiliki c. dengan melawan hukum. Penggelapan (327 KUHP) Unsur-unsurnya: 1. Unsur obyektif: a. perbuatan memiliki, b. obyek: sebuah benda, c. yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain, d. benda berada dalam kekuasaan bukan karena kejahatan. 2. Unsur subyektif: a. dengan sengaja b. dengan melawan hukum

Nah, jadi bertambah bingung pas nyampe di penadahan saya jawab ngasal aja hehehe

Penadahan (480 KUHP) Unsur-unsurnya: ?

4. Sebutkan perbedaan tindak pidana penganiayaan dan pembunuhan! Pembunuhan biasa dalam bentuk pokok (doodslag, 338 KUHP) dimaksudkan untuk menghilangkan nyawa orang lain, sedangkan tindak pidana penganiayaaan (mishandeling, 351 KUHP) yang ditujukan hanyalah rasa sakit (pijn), luka (letsel) atau merusak kesehatan saja.

Obyek pada pembunuhan adalah nyawa, sedang pada penganiayaan adalah tubuh. Bisa saya jawab dengan lancar, dong, ini kan bagian presentasi saya :)

5. Sebutkan perbedaan tindak pidana perkosaan dan percabulan! Nomor ini yang saya skip Gak tahu ah jawabannya apa. Perkosaan hanya dapat dilakukan pada perempuan sedangkan percabulan dapat dilakukan pada laki-laki maupun perempuan. Benar atau nggaknya, gak tau ah.. Hehehe Ada yang mau nambahin??

6. Sebutkan bentuk-bentuk pemalsuan uang menurut KUHP! a. Meniru uang, yaitu membuat sesuatu yang menyerupai atau seperti asli dari sesuatu itu. b. Memalsu uang, yaitu penambahan sesuatu tulisan, gambar maupun warna, menambah atau mengurangi bahan pada mata uang sehingga uang tersebut menjadi lain dari yang asli. c. Merusak uang, yaitu perbuatan mengurangi nilai intrinsik dari mata uang yakni nilai logam atau bahan uangnya.

7. Dalam KUHP, tidak semua surat dapat dipalsukan, hanya terbatas pada empat jenis surat. Jelaskan surat tersebut! Tau sih, empat jenis suratnya. Tapi gak tahu dan gak nyangka kalo malah disuruh ngejelasin jenis-jenis surat itu. Itu tidak termasuk yang saya pelajari. a. surat yang dapat menimbulkan suatu hak; Pada umumnya sebuah surat tidak melahirkan secara langsung adanya suatu hak, melainkan hak itu timbul dari adanya perikatan hukum (perjanjian) yang tertuang dalam surat itu, tetapi ada surat-surat tertentu yang disebut surat formil yang langsung melahirkan suatu hak tertentu, misalnya cek, bilyet giro, wesel, surat izin mengembudi, ijazah, dsb. b. surat yang dapat menimbulkan suatu perikatan; Surat yang berisi suatu perikatan pada dasarnya berupa surat yang karena perjanjian itu melahirkan hak. Misalnya surat jual beli melahirkan hak si penjual untuk menerima pembayaran harga benda, dan pembeli mempunyai hak untuk memperoleh atau menerima benda yang dibelinya. c. surat yang dapat menimbulkan suatu pembebasan utang;

Lahirnya pembebasan utang pada dasarnya disebabkan karena dan dalam hubungannya dengan suatu perikatan. Misalnya suatu kuitansi yang berisi penyerahan sejumlah uang tertentu dalam hal dan dalam hubungannya dengan jual beli, utang piutang dsb. d. surat yang diperuntukkan bukti mengenai sesuatu hal. Yaitu surat yang sifatnya memiliki kekuatan pembuktian (bewijskracht). Dalam UU, pasal 1870 KUHPerd, menyatakan bahwa akta otentik bagi para pihaknya beserta ahli waris atau orang-orang yang mendapatkan hak mereka merupakan bukti smepurna tentang apa yang dimuat di dalamnya. Sedangkan pembuktian kekuatan pembuktian atas surat-surat oleh kekuasaan tata usaha negara, misalnya buku kas, rekening koran atau rekening giro dalam suatu bank, surat kelakuan baik, surat angkutan, faktur dsb. Sumber: Kejahatan Mengenai Pemalsuan, by Drs. Adami Chazawi, SH.