P. 1
tugas komunikasi keperawatan pada pasien dewasa

tugas komunikasi keperawatan pada pasien dewasa

|Views: 1,731|Likes:
Dipublikasikan oleh vinda astri permatasari
komunikasi, keperawatan, tugas, kakak, tingkat
komunikasi, keperawatan, tugas, kakak, tingkat

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: vinda astri permatasari on Apr 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/22/2015

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KLIEN DEWASA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Komunikasi Keperawatan

Disusun oleh: 1. Dwi Agustin 2. Elfrida Dwiki F. 3. Robi’ Siti Nurjanah 4. Rosy Azizah Rizki NIM: P07120111009 NIM: P07120111010 NIM: P07120111031 NIM: P07120111032

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2012

BAB I DASAR TEORI

A. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah suatu hubungan atau kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebagai saling tukar menukar pendapat serta dapat diartikan hubungan kontar antara manusia baik individu maupun kelompok (Widjaja, 1986:13). Komunikasi memungkinkan adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang dan

seseorang

untukmenetapkan,

mempertahankan,

meningkatkan kontak dengan orang lain (Potter & Perry,2005:301). Komunikasi merupakan alat yang efektif untuk mempengaruhi tingkah laku manusia, sehingga komunikasi dikembangkan dan dipelihara secara terus menerus. Komunikasi bertujuan untuk memudahkan, melancarkan, melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal, baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia.

B. Komunikasi terapeutik Pengertian Komunikasi Terapeutik Istilah komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu “Communication”. Kata communucation itu sendiri berasal dari kata latin “communication” yang artinya pemberitahuan atau pertukaran ide, dengan pembicara mengharapkan pertimbangan atau jawaban dari pendengarnya (Suryani, 2005). Terapeutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dengan seni dari penyembuhan (As Hornby dalam intan, 2005). Maka disini dapat diartikan bahwa terapeutik adalah segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan. Sehingga komunikasi terapeutik itu adalah komunikasi yang direncanakan dan dilakukan untuk membantu penyembuahan/pemulihan pasien. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi profesional bagi perawat.

Mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dengan pasien melalui hubungan perawat-klien. sehingga akan lebih efektif dalam mencapai tujuan asuhan keperawatan yang telah diterapkan. Syarat-syarat Komunikasi Terapeutik Stuart dan Sundeen (dalam Christina. 1994) adalah : 1. E. Mengurangi keraguan. Mengidentifikasi. 3. dan dirinya sendiri. Manfaat Komunikasi Terapeutik Manfaat komunikasi terapeutik (Christina. dkk. Tujuan Komunikasi Terapeutik Dengan memiliki keterampilan berkomunikasi terapeutik. Membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan fikiran serta dapat mengambil tindakan untuk mengubah situasi yang ada bila pasien percaya pada hal yang diperlukan. 2. Memengaruhi orang lain. Tujuan komunikasi terapeutik (Purwanto. dkk 2003) mengatakan ada 2 persyaratan dasar untuk komunikasi terapeutik efektif : 1. D. 2003): 1. memberikan kepuasan profesional dalam pelayanan keperawatan dan akan meningkatkan profesi. Semua komunikasi harus ditujukan untuk menjaga harga diri pemberi maupun penerima pesan . 2. lingkungan fisik. mengungkapkan perasaan. membantu dalam hal mengambil tindakan yang efektif dan mempertahankan kekuatan egonya.C. dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat. perawat akan lebih mudah menjalin hubungan saling percaya dengan klien.

2. tidak melipat kaki atau tangan. Membungkuk ke arah klien. Sifat yang paling menonjol adalah ketidaktepatan respons klien dalam intensitas dan penggunaan mekanisme pertahanan pengisaraan (displecement) yang maladaptif. informasi maupun masukan. Komunikasi yang diciptakan saling pengertian harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan sarana. Berhadapan. Posisi ini menunjukkan keinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu. Artinya dari posisi ini adalah. “Saya siap untuk Anda”. Tetap rileks. 5. 3. Sikap Komunikasi Terapeutik 1. 2. F. Mempertahankan kontak mata. Hal ini menujukkan keterbukaan untuk berkomunikasi. Hambatan Komunikasi Terapeutik 1. Kontertransferens Kebuntuan terapeutik yang dibuat oleh perawat bukan oleh klien. Resisten sering merupakan akibat dari kertidaksediaan klien untuk berubah ketika kebutuhan untuk berubah telah dirasakan. Tetap dapat mengontrol keseimbangan antara kettegangan dan relaksasi dalam memberi respons kepada klien. karena fase ini sangat banyak berisi proses penyelesaian masalah. 4. G. Mempertahankan sikap terbuka. 3. Transferens Respons tidak sadar dimana klien mengalami perasaan dan sikap terhadap perawat yang pada dasarnya terkait dengan tokoh dalam kehidupannya di masa lalu. Kontertransferens merujuk pada respons emosionel spesifik oleh perawat terhadap klien yang tidak tepat dalam isi maupun konteks hubungan . Perilaku resisten biasanya diperliahatkan oleh klien selama fase kerja. Resisten Upaya klien untuk tetap tidak menyadari aspek penyebab ansietas yang dialaminya.2.

Reaksi ini biasanya berbentuk salah satu dari tiga jenis reaksi sangat mencintai. Kondisi yang merumitkan penyesuaian diri terhadap perubahan pola keluarga pada usia madya adalah perubahan fisik. perawat harus mempunyai pengetahuan tentang hambatan komunikasi terapeutik dan mengenali perilaku yang menunjukkan adanya hambatan tersebut. penampilan dan kesehatan fisik mencapai puncaknya dan periode yang sama penurun penampilan. Tentu saja tidak semua orang dewasa pertengahan makin meningkat kemampuan kognitif pemecahan masalah. perawat harus siap untuk mengungkapakan perasaan emosional yang sangat kuat dalam konteks hubungan perawat-klien (Hamid. Untuk menghadapi hambatan komunikasi terapeutik. kekuatan dan kesehatan fisik dicapai pada periode permulaan dewasa awal dan menurun pada akhir dewasa awal. penampilan.60 tahun ) Pada usia setengah baya kemampuan kognitif yang menurun adalah kemampuan mengingat. berpikir. Dewasa Madya ( 40 tahun . mekanisme yang memerlukan kecepatan dan keakuratan input melalui panca indra agar dapat mengamati gerak. kekuatan dan kesehatan fisik pun mulai menurun. perbandingan dan pengelompokan atau pengkategorian. dan puncak efisiensi fisik biasanya dicapai pada usia pertengahan duapuluhan dan sesudah mana menjadi penurunan lambat laun hingga awal usia 40-an. yaitu: 1. orang dewasa yang matang perkembangan kognitifnya lebih sistematis dalam memecahkan masalah. perbedaan. Awalnya. H.terapeutik atau ketidaktepatan dalam intensitas emosi.1998). hilangnya peran .40 tahun ) Pada periode dewasa awal. Dewasa Dini ( 18 tahun . Kekhasan tingkah laku kognitif. reaksi sangat bermusuhan atau membenci dan reaksi sangat cemas sering kali digunakan sebagai respons terhadap resisten klien. 2. Pengertian dewasa Usia dewasa dibagi menjadi tiga tahap.

dimana pada tahap ini orang dewasa mampu belajar membagi perasaan cinta kasih. lamanya penyembuhan apabila lansia menderita sakit. Materi komunikasi pada dewasa a.meninggal ) Perubahan fisik bukan lagi pertumbuhan tetapi pergantian dan perbaikan sel – sel tubuh. Orang dewasa sudah mempunyai sikap-sikap tertentu. maka menginginkan suatu perilaku lain dimasa mendatang. Juga pengetahuan yang selama ini dianggapnya benar dan bermanfaat belum tentu mudah digantikan dengan pengetahuan baru jika kebetulan tidak sejalan dengan yang lama. kurangnya persiapan. terdorong akan tidak puas lagi dengan perilakunya yang sekarang. Pekerjaan dan tugas: pembagian tugas. Orang yang sudah tua menjadi pelupa. oleh karena itu peristiwa penurunan pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menyebabkan terjadi banyak kegagalan pergantian sel – sel yang rusak. Pertumbuhan dan reproduksi sel – sel menurun. sehingga tidak mudah untuk merubahnya. J. Orang dewasa belajar kalau ia sendiri dengan belajar. I.minat. deskripsi kerja dan transaksi kerja .pada orang dewasa terjadi tahap hidup intimasi VS isolasi. 3.sebagai orangtua. Tegasnya orang dewasa bukan seperti gelas kosong yang dapat diisikan sesuatu. kekecewaan terhadap perkawinan dan merawat anggota keluarga berusia lanjut. Dewasa Akhir ( 60 . lalu mengambil langkah untuk mencapai perilaku baru itu. bahkan tidak jarang sikap itu sudah sangat lama menetap pada dirinya. b. perasaan kegagalan. Komunikasi dengan dewasa Menurut Erikson 1985.pengetahuan tertentu.masalah dengan orang lain. reaksi terhadap rangsangan yang semakin lamban. Oleh karena itu dikatakan bahwa kepada orang dewasa tidak dapat diajarkan sesuatu untuk merubah tingkah lakunya dengan cepat. merasa tidak berguna lagi.

perasaan. Kegiatan profesional: pembagian kerja e.klien secara simultan membuat keputusan tentang keadaan mereka dan tentang orang lain dan berdasarkan persepsi mereka terhadap situasi. Model komunikasi yang paling tepat diterapkan pada dewasa Model konsep komunikasi yang tepat dan dapat diterapkan pada klien dewasa adalah model komunikasi interaksi King dan model komunikasi kesehatan. ia lebih senang kalau ia boleh turut berfikir dan mengemukakan pikirannya. L. Kegiatan sosial: hubungan sosial. Meremehkan diri mereka akan dapat menjadi komunikasi. sistem nilai yang dan mengesampingkan harga kendala dalam jalannya dianut perlu dihargai. Pada dasarnya model ini meyakinkan bahwa interaksi perawat . Suasana saling menghargai Segala pendapat. . Kegiatan kerumahtanggaan: pembagian tugas dalam keluarga. peran dan tugas sosial K. c.klien. pikiran. b.c. Suasana saling percaya Saling mempercayai bahwa apa yang disampaikan itu benar adanya akan dapat membawa hasil yang diharapkan. Hanya dalam suasana keterbukaan segala alternatif dapat tergali. pendidikan terhadap anak d. d. Suasana saling terbuka Terbuka untuk mengungkapkan diri dan terbuka untuk mendengarkan orang lain. King menggunakan sistem perspektif untuk menggambarkan bagaimana profesional kesehatan (perawat) untuk memberi bantuan kepada klien. Suasana komunikasi pada dewasa a. Suasana hormat menghormati Orang dewasa akan mampu berkomunikasi dengan baik apabila pendapat pribadinya dihormati. Model King memberikan penekanan pada proses komunikasi antara perawat . gagasan.

dan konteks Kedua model tadi cocok diterapkan pada klien dewasa karena pada kedua model komunikasi ini menunjukkan hubungan relationship yang rnemperhatikan karakteristik dari klien dan melibatkan pengirim dan penerirna. serta adanya umpan balik untuk mengevaluasi tujuan komunikasi. 3 (tiga) faktor utama dalam proses komunikasi kesehatan yaitu Relationship. P . Transaksi. Mengumpulkan data tentang klien. BAB II TINJAUAN KASUS Hari.00 WIB : Kelompok VII : Klien : Ngangkruk Caturharjo Sleman : Wawancara A. Tahap Prainteraksi 1.Komunikasi kesehatan adalah komunikasi yang difokuskan pada transaksi antara professional kesehatan . 19 April 2012 : 15. tanggal Jam Oleh Sumber data Tempat Metode : Kamis.klien. Nama Klien : Ny.

Klien dapat mengatasi masalahnya dengan baik B. Yogyakarta : PNS : Islam : Perempuan : S1 : Jawa 2. Klien mampu mengetahui dengan jelas penyebab masalah yang dideritanya. Membuat rencana pertemuan dengan klien. Selain itu. Masalah yang dihadapi klien Ny. 3. P berumur 48 tahun. Beliau menyatakan belum pernah periksa ke dokter. Beliau adalah seorang guru Ekonomi di sebuah SMA di Jawa Tengah dan seorang ibu rumah tangga.Umur Alamat Pekerjaan Agama Jenis kelamin Pendidikan Suku : 48 tahun : Ngangkruk. beliau juga menyatakan sering pusing setelah mengkonsumsi makanan yang bersantan dan terlalu asin. Caturhajo. Tujuan Interaksi a. Beliau mengeluh sering pusing ketika beliau banyak pikiran dan banyak pekerjaan. Sleman. . b.

Maaf saja. yang kemarin sudah membuat janji dengan Ibu untuk bertemu. *kontak menunjukkan kesungguhan interaksi dan dengan dapat Ns klien membaca mata mendengarkannya. atau untuk waktu kemarin tentang lebih jauh hubungan percaya. K Fase Orientasi Uraian Interaksi Selamat malam Teknik Komunikasi Ibu. kan ibu kepada masalah masalah saran tepat Nah.Kegiatan Waktu Tempat : Wawancara : 20 April 2012 : Rumah Ibu Purwanti 1. self *agar diri dan pasien tanpa percaya ragu mengungkapkan perasaannya. telah kami ibu. (mempertahankan kontak . Salam terapetik Rasional penggunaan Salam teknik terapetik dasar saling (tersenyum) Kami mahasiswa Poltekkes jogja. Ibu. membutuhkan sekitar 20 menit Bagaimana sudah siap? Silakan nanti ibu ceritakan *Offering saja apa yang kami ingin ibu (menawarkan akan tanpa syarat) ya ceritakan. saya akan Bu sebelumnya. Ibu tenang *kontak mata menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang ibu sampaikan nanti. menjelaskan Sekarang kita akan menggali sehingga nanti kami dapat memberikan alternatif Nanti yang menyelesaikan masalah Ibu.

ibu istirahat berapa jam? (jarak mendekat dan badan condong ke klien) Mempelajari topik lebih dalam sehingga dapat mengetahui klien. . masalah *Reducing (penurunan fisik) distant Menunjukkan Ns ingin jarak terlibat dengan klien. opening (pertanyaan memberikan *Mendengar aktif Jadi sejak kapan *Menangkap pesan verbal dan nonverbal. *Mengorganisir pemikiran. kesempatan. mengalami masalah itu? *Apa ibu pernah periksa ke dokter? *Bagaimana tekanan darah Ibu? *Apakah dahulu di keluaga Ibu ada yang mempunyai penyakit hipertensi? *Apakah ibu punya riwayat cedera kepala? *Apa ibu suka makan makanan yang bersantan dan asin? *Dalam sehari. ibu Placing the time in Mengurutkan sesuai time/sequence (Mengklasifikasi waktu kejadian satu dan lainnya.mata dan tersenyum) 2. Fase Kerja Uraian Interaksi Teknik Komunikasi board perasaan yang tersirat. kesempatan menentukan topik.) *Exploring (mempelajari topik) waktu sehingga masalah menjadi jelas. memproses informasi atau memberi klien Ya silahkan Ibu bisa mulai *Giving (lalu diam dan mendengar terbuka) aktif) *Diam menyampaikan masalah Ibu. Rasional penggunaan teknik *Membuka interaksi.

Sejauh mana usaha ibu dapat Seeking consensual Membantu mengatasi masalah ibu? validation (memperjelas sedang dipikirkan) memperjelas yang sedang dipikirkan untuk mengatasi masalah yang dialami. ended dengan memberikan kesempatan untuk bahwa dengan masalah klien solusi bertanya. mengetahui paham yang yang diberikan dan tidak ada mengganjal klien dengan mengevaluasi Bagaimana perasaan Ibu Evaluasi . ibu telah berusaha mengatasi (memberikan dan menghargai usaha klien yang masalah tersebut.*Usaha apa yang sudah ibu lakukan untuk mengatasi berarti Giving recognition Memberikan semangat masalah ibu? (Tersenyum) Bagus. penghargaan) klien. 3. Memfasilitasi komunikasi dengan dan mengambil keputusan dengan tetap menghormati klien. Fase terminasi Uraian Interaksi Teknik Komunikasi Rasional penggunaan Poin untuk membuat bahwa Memberikan alternatif solusi Menawarkan informasi tidak menasehati Ada yang ingin Ibu tanyakan Open lagi? comments (komentar terbuka) Ns teknik penting diskusi dan klien tahu memahami Menyimpulkan hasil interaksi menyimpulkan dan komunikasi dengan klien meningkatkan pemahaman pesan-pesannya.

(tersenyum) C. selamat malam. Nah.. Semoga saran saya bermanfaat untuk Ibu.saya sudah Salam terapetik (tersenyum) Kami mahasiswa siap. masalah Kalau Ibu ada sesuatu yang ingin ditanyakan Ibu bisa menghubungi saya dan lain waktu kita mungkin bisa bertemu lagi untuk hasilnya merencanakan mengevaluasi ataupun hubungan tindakan selanjutnya. . terima kasih Salam terapetik menerima solusi kita dengan membuat rencana tindak lanjut kita dapat mengevaluasi keefektifan solusi yang telah dilaksanakan oleh klien Salam percaya terapetik dasar saling karena ada sudah percaya kepada saya.. Ibu sudah mau menceritakan kepada saya. Hasil komunikasi 1.sekarang? kita dapat mengetahui keberhasilan komunikasi kita terhadap klien dengan menyimpulkan kita dapat memastikan bahwa klien dapat dan memahami Menyimpulkan klien permasalah Menyimpulkan dan solusi yang dipilih oleh Baiklah Ibu. Poltekkes jogja. Oh iya Mbak. Permisi ibu. yang kemarin sudah membuat janji dengan Ibu untuk bertemu. Fase Orientasi Pertanyaan Selamat malam Jawaban Teknik Komunikasi Ibu.

*Offering self mendengarkannya.. Ibu.terima kasih. selain itu jika (pertanyaan saya makan makanan yang terbuka) banyak santannya. *Diam . (mempertahankan mata dan tersenyum) 2. (lalu diam dan mendengar aktif) Jawaban kontak Teknik Komunikasi Jadi gini Mbak. saya itu *Giving board sering pusing kalau terlalu opening banyak pikiran. membutuhkan sekitar 20 menit Bagaimana sudah siap? Silakan nanti ibu ceritakan Iya mbak. Maaf saja.kemarin tentang lebih jauh kan ibu kepada telah kami ibu. saya akan Bu sebelumnya. Fase Kerja Pertranyaan Ya silahkan Ibu bisa mulai menyampaikan masalah Ibu. saja apa yang kami ingin ibu akan ya *kontak mata ceritakan. Ibu tenang menjaga kerahasiaan segala sesuatu yang ibu sampaikan nanti. atau untuk waktu menjelaskan masalah masalah saran tepat Sekarang kita akan menggali sehingga nanti kami dapat memberikan alternatif Nanti yang menyelesaikan masalah Ibu.

. * Belum mbak. kalau banyak pikiran pasti seperti ini e.. * Saya tanya kepada adik saya mengenai tinggi itu yang obat apa..di keluarga saya tidak ada yang punya riwayat hipertensi.. Ya saya distant pikir saya kena hipertensi mbak.. *Apakah ibu punya riwayat cedera kepala? *lalu apa yang ibu lakukan? *Tidak mbak.saya *Exploring biasanya nyuruh anak saya untuk darah ditensi mengukur saya dan memang tekanan setelah tekanan *Reducing mengalami masalah itu? darah saya naik. *Apa ibu pernah periksa ke dokter? banyak kerjaan gitu lo mbak. saya belum pernah jatuh maupun cedera kepala lainnya mbak. dan perawat yang dia biasanya untuk orang darah . *Bagaimana tekanan darah Ibu? * Biasanya hanya 120/80 tapi kalau pas merasa pusing jadi 130/90 kadang bisa sampai 160/90 *Apakah dahulu di keluaga Ibu ada yang mempunyai penyakit hipertensi? * Tidak e mbak.*Mendengar Jadi sejak kapan ibu aktif Sejak satu bulan terakhir ini Placing the time mbak. saya sering pusing in pusing begini.malah sehat-sehat saja kok orang jaman dulu. dan sudah time/sequence saya titeni.

nanti Ibu ...disamping itu. teggorokan saya serak-serak..Terima kasih mbak. Oh ya.dengan semangka mengkonsumsi atau mentimun buah buahan seperti melon. * Apakah melanjutkan obat itu? * Saya biasanya melon mbak. berarti tekanan saya.. mentimun dan suruh mengurangi anak saya pikiran. * Lalu usaha lain apa yang Ibu lakukan? semangka.. Tapi Ibu.ya dari pada membuat saya sakit. akan lebih baik lagi jika Ibu coba periksa ke dokter dulu. setelah saya minum obat itu. dan jika memang ibu ada alergi terhadap obat. makan atau beban untuk darah Giving recognition istirahat Ibu masih meminum * Tidak Mbak.trus saya beli obat itu di apotek. dapat menurunkan tekanan. tetapi ternyata saya tidak cocok minum obat itu. *Tidak cocok bagaimana bu? * Iya mungkin saya alergi obat Mbak.menyarankan untuk minum obat captopril. ibu telah berusaha mengatasi masalah tersebut. usaha yang Ibu lakukan tadi sudah baik ya Bu. saya memantau (Tersenyum) Bagus.

Ibu juga bisa mengkonsumsi makanan yang rendah garam dan juga mengurangi pikiran ibu.melon. Tetapi Ibu belum periksa ke Iya. ketika dan ibu banyak kemungkinan Jawaban Teknik Komunikasi Iya Mbak.dan juga setelah menyimpulkan mengkonsumsi asin. dokter tentang sakit kepala yang Ibu derita kan? . Fase terminasi Pertanyaan Hm.bagaimana Ya demi kembali. Jika memang hipertensi. .bisa baik mencoba Ibu obat periksa Ibu alami. ke sakit Untuk memastikan saja lebih dokter. sering timun makan atau makanan yang bersantan dan asin- hipertensi gitu ya bu? Oh dan usaha yang ibu lakukan Iya yaitu mengkonsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah. jadi ibu sering sakit kepala pikiran. semangka. jangan terlalu memikirkan masalahmasalah ya Bu. Mbak....apakah hipertensi atau bukan. mbak memang belum. memang sedikit bisa sedikit Seeking Bu? Lalu sejauh mana usaha ibu dapat mengatasi masalah ibu? membuat consensual tekanan darah saya normal validation 3.

Evaluasi sekali lagi terima kasih.coba dan Ibu periksa ke Oh iya Mbak. dokter dulu untuk memastikannya. Semoga saran saya bermanfaat untuk Ibu.. terima sudah masalah Kalau perasaan comments Ibu Jadi lebih lega kok Mbak.. Hmm. Permisi ibu. mau Ibu ada Salam terapetik karena sudah percaya kepada menceritakan sesuatu yang ingin ditanyakan Ibu bisa menghubungi saya dan lain waktu kita mungkin bisa bertemu lagi untuk hasilnya merencanakan mengevaluasi ataupun tindakan selanjutnya.. Ibu saya. besok saya Menawarkan akan mencoba periksa ke informasi dokter biasanya suka untuk dengan makanan tidak memastikan.....Ibu coba periksa ke Oh. (tersenyum) D. Ada yang ingin Ibu tanyakan Tidak Mbak. terima kasih lagi? Bagaimana sekarang? Baiklah saya..Nah. Menawarkan informasi dengan tidak menasehati Open ended dokter untuk memastikannya. selanjutnya kalau makanan memang hipertensi. kasih Iya mbak sama-sama... kepada Ibu. Kesimpulan .. Ibu bisa mengkonsumsi rendah garam.Wah tapi saya menasehati yang asin e Mbak. selamat malam.Iya Mbak.

dll) .Klien menyatakan akan memeriksakan ke dokter untuk memastikan sakit kepalanya karena hipertensi atau bukan dan jika hipertensi maka konsumsi makanan rendah garam dan mengurangi faktor pemicuu tekanan darah tinggi(kebanyakan pikiran. makanan bersantan.

http://irmadevita. 2008. Santoso. Tahap Perkembangan pada Usia Dewasa. http://delsajoesafira.com/2009/11/komunikasi-pada-klien-dewasa. Nugroho Iman. http://arifolution. Puspitasari. Iveh. Diunduh tanggal 20 April 2012. I.html. 2010.com/2010/09/komunikasi-keperawatan-padatingkat.blogspot. Gaskins. http://iveh91. 1989. Diunduh tanggal 20 April 2012.com/journal/item/50/Komunikasi_Dewasa? &show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem.html. 2010.blogspot. Hubungan Antara Perawat dan Pasient.com/2010/05/tahap-perkembangan-pada-usiadewasa. http://catatancalonperawat.blogspot. Komunikasi Keperawatan. Batas Usia Dewasa.com/2010/11/komunikasi-keperawatanpada-klien. Jakarta: Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan RI. J. http://jrpatrickgaskins. Diunduh tanggal 20 April 2012. Musliha dan Siti Fatmawati. Joesafira.blogspot. Diunduh tanggal 20 April 2012. 2007. Komunikasi Keperawatan pada Klien Dewasa. Komunikasi Dewasa. 2010. Diunduh tanggal 20 April 2012.html.S. Yogyakarta: Nuha Medika. 2009. Diunduh tanggal 20 April 2012.com/2008/batas-usiadewasa. A. . 2010.html.multiply. Komunikasik Keperawatan pada Tingkat Usia Dewasa. Komunikasi pada Klien Dewasa.DAFTAR PUSTAKA Arif. Devita.P.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->