Anda di halaman 1dari 11

1

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Medula spinalis merupakan salah satu komponen saraf yang sangat vital dan terlindungi dengan baik di dalam kanalis vertebralis dengan berbagai macam struktur yang melindunginya. Medula spinalis berfungsi sebagai transit dari impuls saraf baik yang berasal dari tubuh untuk diteruskan ke otak maupun sebaliknya. Medula spinalis juga berfungsi dalam timbulnya berbagai refleks.

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas untuk mengetahui lebih lanjut tentang penatalaksanaan pada cedera medulla spinalis, maka kami menyusun rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah pengertian medulla spinalis. 2. Menjelaskan tentang bagian bagian medulla spinalis

C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui dan memahami tentang medulla spinalis. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mampu megidentifikasi medula spinalis b. Untuk mengetahui tentang fungsi medula spinalis

BAB II PEMBAHASAN

A.

ANATOMI MEDULA SPINALIS

Medula spinalis adalah bagian dari susunan saraf pusat yang seluruhnya terletak dalam kanalis vertebralis, dikelilingi oleh tiga lapis selaput pembungkus yang disebut meningen. Lapisan-lapisan dan struktur yang mengelilingi medula spinalis dari luar ke dalam antara lain : 1. dinding kanalis vertebralis (terdiri atas vertebrae dan ligamen) 2. lapisan jaringan lemak (ekstradura) yang mengandung anyaman pembuluhpembuluh darah vena 3. duramater 4. arachnoid 5. ruangan subaraknoid (cavitas subarachnoidealis) yang berisi liquor cerebrospinalis 6. piamater, yang kaya dengan pembuluh-pembuluh darah dan yang langsung membungkus permukaan sebelah luar medula spinalis Lapisan meningen terdiri atas pachymeninx (duramater) dan leptomeninx (arachnoid dan piamater). Pada masa kehidupan intrauterin usia 3 bulan, panjang medula spinalis sama dengan panjang kanalis vertebralis, sedang dalam masamasa berikutnya kanalis vertebralis tumbuh lebih cepat dibandingkan medula spinalis sehingga ujung kaudal medula spinalis berangsur-angsur terletak pada tingkat yang lebih tinggi. Pada saat lahir, ujung kaudal medula spinalis terletak

setinggi tepi kaudal corpus vertebrae lumbalis II. Pada usia dewasa, ujung kaudal medula spinalis umumnya terletak setinggi tepi kranial corpus vertebrae lumbalis II atau setinggi discus intervertebralis antara corpus vertebrae lumbalis I dan II. Terdapat banyak jalur saraf (tractus) di dalam medula spinalis.

1.

Medulla Spinalis

Medulla Spinalis merupakan bagian dari Susunan Syaraf Pusat. Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1 (lumbal 1). Terdapat 31 pasang syaraf spinal:
a. b. c. d. e.

8 pasang syaraf servikal, 12 pasang syaraf torakal, 5 pasang syaraf lumbal, 5 pasang syaraf sakral dan 1 pasang syaraf koksigeal.

Gambar 2.1 saraf sumsum tulang belakang Akar syaraf lumbal dan sakral terkumpul yang disebut dengan Cauda Equina. Setiap pasangan syaraf keluar melalui foramen intervertebral. Syaraf Spinal

dilindungi oleh tulang vertebra dan ligamen dan juga oleh meningen spinal dan LCS ( liquor cerebrospinal ) /CSF (cairan serebrospinal ). 2. Struktur

Terdapat substansi abu abu ( substansia grisea ) dan substansi putih ( substansia alba ). Substansi Abu-abu membentuk seperti kupu-kupu dikelilingi bagian luarnya oleh substansi putih. Keluar dari medula spinalis merupakan akar ventral dan dorsal dari syaraf spinal.

Gambar 2.2 medulla spinalis Substansi abu-abu mengandung badan sel dan dendrit dan neuron efferen, akson tak bermyelin, syaraf sensoris dan motoris dan akson terminal dari neuron. Substansi abu-abu membentuk seperti huruf H dan terdiri dari tiga bagian yaitu: anterior, posterior dan Comissura abu-abu. Bagian Posterior sebagai input / afferent, anterior sebagai Output / efferent, comissura abu abu untuk refleks silang dan substansi putih merupakan kumpulan serat syaraf bermyelin.

3.

Medula Spinalis dan Syaraf Spinal

Gambar 2.3 Struktur tulang belakang

Medulla Spinalis merupakan bagian dari Susunan Syaraf Pusat. Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1, di L1 melonjong dan agak melebar yang disebut conus terminalis atau conus medullaris. Terbentang dibawah conu terminalis serabut-serabut bukan syaraf yang disebut filum terminale yang merupakan jaringan ikat.

Terdapat 31 pasang syaraf spinal: 8 pasang syaraf servikal, 12 Pasang syaraf Torakal, 5 Pasang syaraf Lumbal, 5 Pasang syaraf Sakral dan 1 pasang syaraf koksigeal. Akar syaraf lumbal dan sakral terkumpul yang disebut dengan Cauda Equina. Setiap pasangan syaraf keluar melalui Intervertebral foramina.

Syaraf Spinal dilindungi oleh tulang vertebra dan ligamen dan juga oleh meningen spinal dan CSF.

B.

DASAR ANATOMI MEDULA SPINALIS Medulla Spinalis merupakan bagian dari Susunan Syaraf Pusat.

Terbentang dari foramen magnum sampai dengan L1, di L1 melonjong dan agak melebar yang disebut conus terminalis atau conus medullaris. Terbentang dibawah conu terminalis serabut-serabut bukan syaraf yang disebut filum terminale yang merupakan jaringan ikat.

Terdapat 31 pasang syaraf spinal: 8 pasang syaraf servikal, 12 Pasang syaraf Torakal, 5 Pasang syaraf Lumbal, 5 Pasang syaraf Sakral dan 1 pasang syaraf koksigeal. Akar syaraf lumbal dan sakral terkumpul yang disebut dengan Cauda Equina. Setiap pasangan syaraf keluar melalui Intervertebral foramina. Syaraf Spinal dilindungi oleh tulang vertebra dan ligamen dan juga oleh meningen spinal dan CSF.

C.

MENINGEN SPINAL Meningen Spinal terdiri atas tiga lapis yaitu: Dura mater, arachnoid dan

piamater. Duramater yang merupakan lapisan yang kuat, Membran fibrosa, Bersatu dengan filum terminale. Piamater berupa lapisan tipis, kaya pembuluh darah, nyambung dengan medula spinalis. Rongga antara periosteum dengan duramater disebut dengan epidural yang merupakan area yang mengandung

banyak pembuluh darah dan lemak. Rongga antara duramater dengan arachnoid disebut dengan subdural. Sub dural tidak mengandung CSF. Rongga antara Arachnoid dan Piamater disebut dengan Subarachnoid. Pada rongga ini terdapat Cerebro Spinal Fluid, Pembuluh Darah dan akar-akar syaraf

D.

CAIRAN SEREBRO SPINAL Cairan Serebro Spinal merupakan Cairan bening hasil ultrafiltrasi dari

pembuluh darah di kapiler otak. Cairan ini selalu dipertahankan dalam keadaan seimbangan antara produksi dan reabsorpsi oleh pembuluh darah. CSF engandung air, protein dalam jumlah kecil, oksigen dan karbondioksida, Na,K,Ca,Mg,Cl, glukosa, Sel darah putih dalam jumlah kecil, dan material organik lainnya.

1.

Struktur Internal Terdapat substansi abu abu dan substansi putih. Substansi Abu-abu membentuk seperti kupu-kupu dikelilingi bagian luarnya oleh substansi putih. Terbagi menjadi bagian kiri dan kanan oleh anterior median fissure san median septum yang disebut dengan posterior median septum.

Keluar dari medula spinalis merupakan akar ventral dan dorsal dari syaraf spinal. Substansi abu-abu mengandung badan sel dan dendrit dan neuron efferen, akson tak bermyelin, syaraf sensoris dan motoris dan akson terminal dari neuron. Substansi abu-abu membentuk seperti huruf H dan terdiri dari tiga bagian yaitu: anterior, posterior dan Comissura abu-abu. Bagian Posterior sebagai input /afferent, anterior sebagai Output/efferent, comissura abu-abu untuk refleks silang dan substansi putih merupakan kumpulan serat syaraf bermyelin.

E.

PERAN MEDULA SPINALIS 1. Pusat prosesing data 2. Jalur sensoris 3. Sistem piramidal dan ekstrapiramidal

F.

REFLEKS SPINAL Refleks merupakan respon bawah sadar terhadap adanya suatu stimulus internal ataupun eksternal untuk mempertahankan keadaan seimbang dari tubuh. Refleks yang melibatkan otot rangka disebut dengan refleks somatis dan Refleks yang melibatkan otot polos, otot jantung atau kelenjar disebut refleks otonom atau visceral. (http://khairul-

anas.blogspot.com/2012/03/medula-spinalis-dan-syarafspinal.html#ixzz2JMlfgLXD)

10

G.

PERAN MEDULLA SPINALIS 1. 2. 3. Pusat prosesing data Jalur sensoris Sistem piramidal dan ekstrapiramidal

H.

REFLEK SPINAL Refleks merupakan respon bawah sadar terhadap adanya suatu stimulus internal ataupun eksternal untuk mempertahankan keadaan seimbang dari tubuh. Refleks yang melibatkan otot rangka disebut dengan refleks somatis dan refleks yang melibatkan otot polos, otot jantung atau kelenjar disebut refleks otonom atau visceral. 1. Sistem saraf otonom
a. b.

Menyatu dengan jalur pada sistem saraf tepi Mengendalikan terutama organ-organ dalam seperti : Kelenjar, Pembuluh darah, Jantung, Paru-paru, Usus, yang membutuhkan kerja secara terus-menerus / dinamis dan secara tak sadar

2. Sistem saraf otonom di bagi menjadi dua a. Sistem simpatis : serangkaian urat kembar bermuatan ganglion, letak : Cerviko-Thorako-Lumbal di depan kolumna vertebralis b. Sistem parasimpatis : Letak : Cranio-Sakral

11

BAB III PENUTUP

A.

KESIMPULAN Medula spinalis merupakan salah satu komponen saraf yang sangat vital dan

terlindungi dengan baik di dalam kanalis vertebralis dengan berbagai macam struktur yang melindunginya. Medula spinalis berfungsi sebagai transit dari impuls saraf baik yang berasal dari tubuh untuk diteruskan ke otak maupun sebaliknya. Medula spinalis juga berfungsi dalam timbulnya berbagai refleks.

B.

SARAN Medula spinalis berfungsi sebagai transit dari impuls saraf baik yang berasal

dari tubuh untuk diteruskan ke otak maupun sebaliknya untuk itu kita menjaga tubuh kita untuk menghundari kerusakan pada medula spinalis.

10