Anda di halaman 1dari 67

ANALISA USAHA TRANSPLANTASI KARANG DI CV.

DINAR

BANJAR KESAMBI KELURAHAN KEROBOKAN KECAMATAN

KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG


SOSIAL EKONOMI PERIKANAN

Oleh :

HAKIM MIFTAKHUL HUDA

NIM. 0310840027

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS PERIKANAN
MALANG
2006
ANALISA USAHA TRANSPLANTASI KARANG DI CV. DINAR

BANJAR KESAMBI KELURAHAN KEROBOKAN KECAMATAN

KUTA UTARA KABUPATEN BADUNG PROPINSI BALI

Laporan Praktek Kerja Lapang Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Perikanan pada Fakultas Perikanan
Universitas Brawijaya

Oleh :

HAKIM MIFTAKHUL HUDA

NIM. 0310840027-84

Menyetujui,
Dosen Penguji Dosen Pembimbing

(Ir. NUDDIN HARAHAP, MS) (Ir.MIMIT PRIMYASTANTO, MP)


Tanggal : Tanggal :

Mengetahui,

Ketua Jurusan

(Ir. ABDUL QOID, MS)

Tanggal :
RINGKASAN

Hakim Miftakhul Huda, Analisa Usaha Transplantasi Karang di CV. Dinar Banjar
Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Propinsi
Bali. Dibawah bimbingan Ir. Mimit Primyastanto, MP.

Praktek Kerja Lapang dilaksanakan pada usaha Transplantasi Karang di CV. Dinar
Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung,
Propinsi Bali, pada bulan Agustus-September 2006. Transplantasi karang adalah
mengambil sebagian koloni karang dari koloni primer dan kemudian di ‘letakkan’ di
tempat tertentu. Dalam usaha transplantasi karang di CV. Dinar unit Kerobokan dapat
dibagi dalam dua lokasi usaha. Pertama adalah lokasi pembibitan dan penampungan yang
terdapat di Kelurahan Kerobokan. Sedangkan lokasi kedua adalah lokasi pembesaran
karang yang terdapat di pantai Serangan dan pantai Sanur yang berjarak 20 km dan 25
km dari lokasi pembibitan di Kelurahan Kerobokan

Tujuan dari Praktek Kerja Lapang adalah untuk mengetahui dan mempelajari : aspek
teknis usaha yaitu sarana dan prasarana, pelaksanaan kegiatan usaha transplantasi karang;
aspek finansial yaitu analisa usaha jangka pendek (besarnya permodalan dan biaya
produksi, penerimaan, keuntungan, zakat, rentabilitas dan perbandingan antara total
penerimaan dengan total biaya (R/C ratio), analisa usaha jangka panjang (besarnya nilai
Net B/C, NPV, IRR dan IRR; Aspek Pemasaran, yang meliputi: peluang pasar, daerah
distribusi / saluran pemasaran dan strategi pemasarannya; Aspek sosial yaitu dampak
usaha terhadap masyarakat sekitar, pengaruh pajak penjualan dan zakat; Aspek
lingkungan dan faktor pendukung dan penghambat bagi usaha transplantasi karang.
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapang ini adalah metode
deskriptif dengan jenis data yang diambil meliputi data primer dan sekunder. Data primer
diperoleh dengan cara partisipasi, observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder
diperoleh dari kantor kelurahan Kerobokan, pimpinan bagian perusahaan dan studi
literatur di perpustakaan.

Pada awalnya, usaha dibidang perikanan ini mulai dirintis pada skala usaha rumah
tangga berupa penjualan ikan hias air tawar untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sejak
tahun 1970. Kemudian usaha dikembangkan dengan penjualan ikan hias air laut sejak
1972. Selanjutnya, sejak tahun 1998 mulai melakukan penangkaran karang (coral)
dengan menggunakan teknologi budidaya stek (transplantasi). Usaha transplantasi karang
secara masal di unit Kerobokan dimulai pada tahun 2002. Lokasi budidaya dilakukan di
pantai Serangan dan Sanur 0yang 0berjarak 20 km dan 25 km dari lokasi usaha.

Dari hasil Praktek Kerja Lapang ini dapat disimpulkan bahwa rangkaian kegiatan
yang dilakukan pada usaha transplantasi karang ini meliputi : Pemilihan Lokasi ; lokasi
untuk transplantasi karang diutamakan pada daerah-daerah terumbu karang yang telah
mengalami kerusakan tetapi masih memenuhi syarat bagi kehidupan karang. Pelekatan
stek ; potongan koloni karang ditempelkan dengan lem pada substrat buatan / tatakan
(artificial base coral). Persemaian ; bibit karang yang telah ditransplantasi dibawa ke laut
dengan cara diletakkan pada rak-rak besi yang telah ditanam di dasar laut. Pembesaran
dan Pemeliharaan ; bibit karang yang telah disemaikan pada rak-rak besi didasar laut
membutuhkan pemeliharaan yang intensif untuk mendapatkan kelangsungan hidup dan
pertumbuhan yang baik. Pemantauan ; pemantauan terhadap bibit yang ditanam meliputi
pengukuran pertumbuhan dan penghitungan karang yang mati. Pemanenan ; karang hasil
transplantasi setelah mencapai ukuran yang memenuhi syarat untuk restocking dan
pemanfaatan lainnya selanjutnya ditangani dan dilakukan secara hati-hati agar kondisi
karang tetap sehat, segar, tidak cacat dan tidak stres.

Besarnya modal investasi yang diperlukan pada tahun pertama investasi adalah Rp.
234.442.745,-. Sedangkan modal kerja yang dibutuhkan dalam satu tahun adalah sebesar
Rp. 352.769.253,-. Banyak karang yang layak jual dalam jangka waktu satu tahun adalah
sebesar 23.251 unit dengan nilai penjualan sebesar Rp. 492.676.306,-. Berdasarkan
perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai keuntungan sebesar Rp. 105.428.891,-.
Zakat dikeluarkan sebesar 2,5 % dari benefit yang diperoleh. Sehingga zakat yang harus
dikeluarkan dalam satu tahun adalah Rp. 2.635.722,-. Berdasarkan perhitungan analisa
usaha jangka pendek diperoleh nilai rentabilitas sebesar 44,97 %. Besarnya nilai Revenue
Cost Ratio (R/C ratio) yang diperoleh adalah 1,27. Perhitungan BEP sales diperoleh nilai
sebesar Rp. 247.337.490,-. Sedangkan perhitungan BEP unit diperoleh nilai sebanyak
16.625 unit.

Berdasarkan perhitungan analisa usaha jangka panjang diperoleh nilai NPV sebesar
Rp. 643.156.712,-. Nilai Net Benefit Cost ratio yang sebesar 6,56. Nilai Internal Rate
Return yang diperoleh sebesar 73,26 % dan Payback Period selama 1,98 tahun. Nilai
NPV yang positif, Net B/C lebih besar dari 1, IRR > suku bunga bank (13%) dan
Payback Periode yang kurang dari umur investasi usaha (10 tahun) maka usaha
transplantasi karang ini layak untuk dikembangkan.

Pemasaran karang hasil transplantasi memiliki peluang pasar yang masih terbuka
lebar, tetapi perdagangan karang hasil transplantasi dibatasi jumlahnya dengan pemberian
kuota ekspor. Strategi pemasaran karang CV. Dinar didasarkan pada marketing mix yang
meliputi product, place, price, promotion dan prayer. Karang transplantasi dari tempat
budidaya atau penangkaran diangkut dengan angkutan darat ke tempat penampungan di
Kerobokan. Setelah sampai di penampungan, dikarantina beberapa waktu tertentu supaya
keadaan koral hasil penangkaran atau transplantasi tersebut benar-benar dalam keadaan
sehat untuk dikirim dengan angkutan udara ke pelanggan di luar negeri.Penerapan fungsi
manajemen dalam usaha transplantasi karang telah dilaksanakan dengan baik, yaitu
meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan.

Surat ijin yang dimiliki oleh CV Dinar adalah Akte pendirian CV, Tanda Daftar
Perusahaan (TDP), Surat Keterangan Domisili Usaha, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),
Surat Ijin Gangguan (HO), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Usaha Perikanan (IUP)
dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau
Transplantasi Karang yang Tidak Dilindungi Undang-Undang kepada CV Dinar,
Pemberian Ijin Usaha Pengedar Hasil Penangkaran atau Transplantasi Koral yang Tidak
Dilindungi Undang-Undang ke Luar Negeri kepada CV Dinar dan Perubahan Keputusan
Direktur Jenderal PHKA Nomer 40/ Kpts/ DJ-IV/ 2002 Tanggal 25 Oktober 2002
Tentang Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau Transplantasi Koral.
Kegiatan usaha transplantasi karang yang melanggar Undang-Undang dapat dikenai
sangsi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku atau bahkan pencabutan ijin
usaha. Oleh sebab itu, CV. Dinar berusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha
transplantasi karang dengan melaksanakan Undang-Undang yang berlaku.

Kegiatan transplantasi karang dapat menunjang program konservasi alam dan


pelestarian lingkungan. Disamping itu, juga meningkatkan keanekaragaman habitat ikan
di dalam areal budidaya karang.

Keberadaan kegiatan usaha transplantasi karang telah memberikan manfaat baik


secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan baru
terbuka, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Dapat dijadikan mata
pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir atau nelayan. Pendapatan daerah dan
perolehan devisa negara juga meningkat.

Faktor-faktor yang mendukung kelancaran usaha ini adalah: Perijinan lengkap


sehingga kegiatan usaha lancar, pemeliharaan karang relatif mudah, lokasi usaha strategis
dekat dengan bandara udara, jasa kargo dan fasilitas umum lainnya, kerjasama yang baik
dengan jasa kargo sehingga pengiriman barang menjadi lancar, mendapat ISO 9001 tahun
2000 tentang peningkatan mutu sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pihak yang
berhubungan khususnya pelanggan, program kemitraan dengan nelayan yang dituangkan
dalam perjanjian kerjasama. Sedangkan faktor penghambat usaha adalah tingkat kematian
atau kerusakan karang relatif tinggi (berkisar 30 %), ketergantungan terhadap pasang
surut tinggi, pemeliharaan karang kurang optimal, ombak yang besar dapat merusak
susunan meja karang di pantai, ketergantungan yang tinggi terhadap induk dari alam
khusus untuk jenis tertentu, ekspor yang dibatasi oleh kuota, adanya beberapa nelayan
yang kurang rajin dalam memelihara karang, munculnya pesaing baru dan sedikitnya
pesanan karang.

Dalam upaya meningkatkan lebih lanjut usaha yang telah ada serta untuk mengatasi
berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan maka disarankan untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas hasil panen karang transplantasi dengan cara meningkatkan kontrol
pemeliharaan karang sehingga besarnya nilai penjualan meningkat, memberikan
rangsangan kepada nelayan, misalnya dengan pemberian fasilitas atau stratifikasi harga
beli berdasarkan kualitas karang, sehingga rajin dalam memelihara karang,
mengoptimalkan penggunaan tagging sehingga stok persediaan karang dapat dikontrol
dengan mudah, menjalin kerjasama yang baik dengan nelayan, perusahaan sejenis dan
instansi terkait sehingga tercapai hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan,
melakukan penelitian dan mencari teknologi yang lebih canggih, murah dan ramah
lingkungan sehingga dapat mengurangi beban biaya produksi, merancang strategi
pemasaran dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada,
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai media pemasaran, misalnya dengan
membuka web site, mengingat tujuan ekspor karang transplantasi adalah negara-negara
maju yang familiar dengan kecanggihan teknologi informasi.
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang Menguasai alam semesta karena atas ridho, rahmat

dan hidayahNya semata, Praktek Kerja Lapang mulai penyusunan usulan, pelaksanaan

dan penulisan laporan dapat diselesaikan.

Atas selesainya laporan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu saya atas segala do’a dan dorongannya

2. Ir. Mimit Primyastanto, MP selaku dosen pembimbing atas segala petunjuk dan

bimbingannya sejak penulisan usulan sampai dengan laporan ini

3. Pengarang dan Penulis buku atau karya tulis yang menjadi sumber pustaka dalam

pelaksanaan Praktek Kerja Lapang

4. Bapak Edy Wahyuono dan Bapak Agung yang telah memberikan tempat dan

bantuannya dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapang

5. Bapak Prasetyo (pembimbing lapang) dan Ibu Heny (pengawas) yang telah

memberikan bimbingan dan informasi selama kegiatan PKL

6. Semua pihak yang telah membantu dimana tidak bisa kami sebutkan satu persatu

Penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat, kritik dan saran yang

membangun penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan laporan ini.

Malang, Desember 2006

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
RINGKASAN.......................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.........................................................................................................iv
DAFTAR ISI........................................................................................................................v
DAFTAR TABEL..............................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR........................................................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................................ix

1. PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................1
1.2 Maksud dan Tujuan......................................................................................3
1.2.1 Maksud.............................................................................................3
1.2.2 Tujuan..............................................................................................3
1.3 Kegunaan Praktek Kerja Lapang.................................................................4

2. TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................................6
2.1 Transplantasi Karang...................................................................................6
2.2 Aspek Finansial............................................................................................8
2.2.1 Modal...............................................................................................8
2.2.2 Analisa usaha jangka pendek...........................................................8
2.2.3 Analisa usaha jangka panjang..........................................................9
2.3 Aspek Pemasaran.........................................................................................9
2.4 Aspek Manajemen.....................................................................................10
2.5 Aspek Hukum............................................................................................12
2.6 Aspek Lingkungan.....................................................................................12
2.7 Aspek Sosial Ekonomi...............................................................................12

3. METODE PRAKTEK KERJA LAPANG.............................................................14


3.1 Partisipasi...................................................................................................14
3.2 Wawancara.................................................................................................14
3.3 Observasi....................................................................................................14
3.4 Jenis dan Sumber Data...............................................................................14
3.5 Analisa Data...............................................................................................15
3.6 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang..............................19
3.6.1 Lokasi.............................................................................................19
3.6.2 Waktu.............................................................................................19

4. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG..................................................................20


4.1 Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapang.........................................20

4.1.1 Letak Geografis dan Topografi......................................................20


4.1.2 Sejarah dan Perkembangan Usaha Transplantasi Karang..............21
4.1.3 Keadaan Penduduk.........................................................................22
4.1.4 Sarana Produksi.............................................................................22
4.1.5 Prasarana Produksi.........................................................................26
4.2 Teknik Transplantasi Karang.....................................................................26
4.3 Aspek Finansial..........................................................................................31
4.3.1 Modal.............................................................................................31
4.3.2 Biaya Total Produksi......................................................................32
4.3.3 Tenaga Kerja..................................................................................32
4.3.4 Produksi.........................................................................................33
4.3.5 Penerimaan.....................................................................................33
4.4 Analisa Usaha............................................................................................33
4.4.1 Analisa Keuntungan.......................................................................33
4.4.2 Analisa Rentabilitas.......................................................................34
4.4.3 Analisa Revenue Cost Ratio (R/C ratio)........................................34
4.4.4 Analisa Break Event Point.............................................................34
4.4.5 Analisa Net Present Value..............................................................35
4.4.6 Analisa Net B/C.............................................................................35
4.4.7 Analisa Internal Rate Return..........................................................35
4.4.8 Analisa Payback Periode................................................................36
4.5 Aspek Pemasaran.......................................................................................36
4.5.1 Peluang Pasar.................................................................................36
4.5.2 Saluran Pemasaran.........................................................................36
4.5.3 Strategi Pemasaran.........................................................................37
4.6 Manajemen Usaha......................................................................................40
4.7 Badan Usaha..............................................................................................43
4.8 Aspek Lingkungan.....................................................................................43
4.9 Aspek Sosial Ekonomi...............................................................................44
4.10 Faktor Pendukung......................................................................................45
4.11 Faktor Penghambat....................................................................................45

5. KESIMPULAN DAN SARAN.............................................................................47


5.1 Kesimpulan................................................................................................47
5.2 Saran..........................................................................................................50

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................51

LAMPIRAN.......................................................................................................................53
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Kebutuhan indukan selama satu tahun...................................................................23

2. Biaya investasi, biaya penyusutan dan biaya pemeliharaan pada usaha


transplantasi karang CV. Dinar unit Kerobokan ...................................................54

3. Perencanaan biaya pengadaan investasi serta nilai sisa yang terjadi pada akhir
periode proyek tahun 2005-2015...........................................................................57

4. Biaya tetap (FC)...............................................................................................60

5. Biaya variabel (VC).........................................................................................60

6. Biaya operasional per tahun.............................................................................60

7. Penanaman, pemanenan dan penjualan karang transplantasi selama 1 tahun. 61

8. Perhitungan BEP (Q) per species.....................................................................62

9. Perhitungan BEP (Rp) per species...................................................................63

10. Perhitungan IRR...............................................................................................65

11. Cash flow usaha transplantasi karang CV. Dinar unit Kerobokan...................67
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Indukan yang telah dipotong .................................................................................22

2. Instalasi akuarium..................................................................................................24

3. Perlengkapan selam...............................................................................................24

4. Perahu tempel.........................................................................................................25

5. Lokasi pembesaran karang pantai Sanur................................................................27

6. Proses pelekatan stek.............................................................................................28

7. Karang hasil pelekatan stek...................................................................................28

8. Penebaran karang transplantasi di pantai...............................................................29

9. Karang transplantasi hasil panen...........................................................................31

10. Struktur organisasi usaha transplantasi karang CV. Dinar Kerobokan..................41

11. Denah lokasi usaha transplantasi karang CV. Dinar Kerobokan...........................68

12. Peta Kelurahan Kerobokan....................................................................................69

13. Peta Kabupaten Badung.........................................................................................70

14. Acropora sp............................................................................................................71

15. Caulastrea sp.........................................................................................................71

16. Galaxea sp.............................................................................................................71

17. Hydnopora sp.........................................................................................................71

18. Montipora sp..........................................................................................................71


19. Pavona sp...............................................................................................................71

20. Seriatopora sp........................................................................................................71

21. Styllopora sp...........................................................................................................71


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Daftar investasi dan penambahan investasi


..............................................................................................................................
54

2. Biaya produksi
..............................................................................................................................

60

3. Daftar penanaman dan penjualan


..............................................................................................................................

61

4. Perhitungan analisa usaha jangka pendek


..............................................................................................................................

61

5. Cash flow usaha transplantasi karang CV. Dinar unit Kerobokan


..............................................................................................................................

65

6. Perhitungan analisa usaha jangka panjang


..............................................................................................................................

66

7. Denah lokasi usaha transplantasi karang unit Kerobokan


..............................................................................................................................

68
8. Peta Kelurahan Kerobokan
..............................................................................................................................

69

9. Peta Kabupaten Badung


..............................................................................................................................

70

10. Gambar karang transplantasi yang diekspor


..............................................................................................................................

71

1. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Terumbu karang merupakan ekosistem khas perairan tropis yang memiliki

produktivitas dan keanekaragaman jenis biota yang tinggi dan merupakan

sumberdaya perikanan potensial yang dapat mamberikan manfaat bagi kehidupan

manusia di daerah pesisir. Salah satu manfaat dari terumbu karang yang sangat

penting adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan mencegah terjadinya
abrasi pantai atau sering disebut sebagai pelindung pantai dari arus gelombang laut.

Bagi populasi ikan, formasi terumbu karang adalah tempat yang sangat dibutuhkan

untuk berkembang biak (Dahuri, 2001).

Lebih dari 95% wilayah Indonesia (sekitar 17.500 pulau) dikelilingi oleh lautan yang

banyak terdiri dari terumbu karang. Luas ekosistem teumbu karang di perairan Indonesia

diperkirakan sekitar 85.707 km2 yang terdiri dari 50.233 km2 terumbu penghalang, 19.540

km2 terumbu cincin (atol), 14.542 km2 terumbu tepi dan 1.402 km2 oceanic platform reef.

Luas terumbu karang Indonesia mewakili 18% dari total terumbu karang yang ada di

dunia (Tomascik,1997 dalam Dahuri, 2003). Potensi besar yang dimiliki bangsa

Indonesia akan menjadi suatu kenyataan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat

jika ekosistem pesisir dan laut tidak dirusak karena perencanaan dan pengelolaan wilayah

pesisir dan laut serta daerah aliran sungai (DAS) yang tidak terarah, termasuk di

dalamnya ekosistem terumbu karang (Abubakar, 2001).

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan

manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan

mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar Rumm : 41)

Budidaya karang tidak menimbulkan pencemaran pada lingkungan perairan karena

karang umumnya dapat memperoleh makanan melalui proses fotosintesa yang dilakukan

oleh simbionnya (zooxanthellae). Dengan demikian hewan karang bersifat autotrophik

dan tidak diperlukan pemberian makanan tambahan atau pakan buatan sebagaimana

kebanyakan hewan budidaya lainnya, bahkan karang dapat berfungsi sebagai penyaring

biologis (biofilters) pada lingkungan di sekitarnya, sehingga kegiatan budidaya karang


dapat mengurangi pencemaran lingkungan laut di areal budidaya (Rachman dan

Mudhita, 2002).

Terumbu karang bisa dijadikan hiasan yang diletakkan di dalam akuarium. Di

Australia dan Amerika terumbu karang mendatangkan miliaran dolar bagi bisnis wisata

dan para pencari ikan. Indonesia merupakan salah satu negara yang berpotensi menjadi

pemasok terumbu karang di pasar internasional. Dengan luas 51.000 km2, mampu

menghasilkan US$ yang tidak sedikit. Bisnis ini membawa peran sosial bagi kehidupan

di masa mendatang. Sebab, tidak akan terjadi lagi aksi pengrusakan karang yang

kabarnya saat ini, sekitar 61% dari areal terumbu karang Indonesia yang seluas 51.000

km2 dalam kondisi rusak. Bahkan, 15% diantaranya sudah sangat kritis. Apabila tidak

segera dilakukan rehabilitasi secara total, maka dikhawatirkan kepunahan terumbu karang

Indonesia tidak akan terelakkan lagi.

Proyek budi daya karang tersebut diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar

ekspor di negara Eropa, sekaligus sebagai upaya ikut melestarikan alam dan memperbaiki

kerusakan terumbu karang dan ekonomi yang diderita masyarakat bakal semakin parah

dan memprihatinkan. Dalam usia enam bulan, karang hias sudah bisa dipanen. Karang

hias biasanya tumbuh setinggi lima sentimeter sampai 10 sentimeter tergantung dari

jenisnya. Harga karang hias yang berkualitas dengan tinggi mencapai 15 sentimeter bisa

terjual seharga US$ 30 hingga US$ 150 per buahnya (www.bppt.go.id).

Praktek Kerja Lapang menarik untuk dilaksanakan pada usaha transplantasi karang

setelah mengetahui betapa besar manfaat transplantasi karang baik secara ekonomi

maupun untuk kelestarian alam. Sehingga usaha transplantasi karang dapat

dikembangkan di daerah lain khususnya daerah yang kondisinya kritis.


1.2 MAKSUD DAN TUJUAN

1.2.1 Maksud

Praktek Kerja Lapang ini mempunyai maksud untuk meningkatkan pengetahuan

dan ketrampilan mahasiswa tentang usaha transplantasi karang sekaligus memahami

dan mengetahui keuntungan ataupun kerugian, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan

dipadukan dengan teori yang diperoleh pada perkuliahan dengan kenyataan yang

sebenarnya di lapangan.

1.2.2 Tujuan

Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari:

a. Aspek Teknis

• sarana dan prasarana transplantasi karang

• metode transplantasi karang

b. Aspek Finansial

• modal

• analisa usaha jangka pendek (keuntungan, R/C Ratio, BEP dan

rentabilitas)

• analisa jangka panjang (NPV, Net B/C, IRR dan PP)

c. Aspek Pemasaran

• peluang pasar

• strategi pemasaran karang

• saluran pemasaran karang


d. Aspek Manajemen

• penerapan fungsi manajemen dalam usaha transplantasi karang

e. Aspek Hukum

• sangsi bagi yang merusak lingkungan ekosistem

• badan hukum perusahaan dan perijinan usaha

f. Aspek Lingkungan

• dampak terhadap lingkungan ekosistem

g. Aspek Sosial

• dampak sosial terhadap lingkungan masyarakat

1.3 KEGUNAAN PRAKTEK KERJA LAPANG

Hasil Praktek Kerja Lapang ini nantinya diharapkan dapat berguna bagi :

• Peneliti

Dalam rangka melakukan penelitian lebih lanjut tentang hal yang berkaitan dengan

usaha transplantasi karang

• Perguruan Tinggi

Sumber informasi dan pengetahuan baru mengenai teknik transplantasi karang,

analisa usaha dan pemasaran usaha transplantasi karang

• Pemerintah

Sebagai salah satu bahan informasi dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan

pembangunan usaha pada sub sektor perikanan khususnya usaha transplantasi karang
• Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi usaha selama ini dan

perencanaan untuk yang akan datang

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Transplantasi Karang

Reproduksi hewan karang dapat terjadi secara seksual maupun non seksual. Proses

reproduksi seksual dimulai dengan pembentukan klon gamet sampai terbentuknya gamet

masak, proses ini disebut sebagai gametogenesis. Gamet yang masak kemudian akan

dilepaskan dalam bentuk planula. Planula yang telah lepas akan berenang bebas dalam

perairan. Dan bila mendapati tempat yang cocok, ia akan menetap di dasar/ substrat dan

berkembang menjadi koloni baru. Karang dalam melakukan pembuahan ada yang diluar

tubuh induknya (pembuahan eksternal) dan ada yang didalam tubuh induknya

(pembuahan internal) (Nybakken, 1992).

Transplantasi karang adalah mengambil sebagian koloni karang dari koloni primer

dan kemudian di ‘letakkan’ di tempat tertentu. Penelitian tentang fragmentasi atau

transplantasi karang dari berbagai jenis karang, sejatinya sudah banyak dilakukan.

Misalnya, Bak dan Criens, pada 1981 melakukan penelitian terhadap tingkat keberhasilan

hidup karang fragmentasi jenis Madracismirabllis dan jenis Acropora sp (Scleractinia)

terhadap penyakit. Pada 1995, Clark dan Edward juga melakukan penelitian yang

bertujuan merehabilitasi kerusakan karang di kepulauan Maldive (Mawardi, 2002).

Rachman dan Kasmi (2003) dalam Ramli (2003) menambahkan bahwa kondisi

oseanografis yang memenuhi syarat dalam melakukan transplantasi karang antara lain

meliputi: suhu 25-29 0C, salinitas 33-35 0/00, pH 8,0-8,5, fosfat 0,02-0,06 ppm, nitrat 0,04-

0,05 ppm, kedalaman 2,0-12,0 m dengan dasar perairan terdiri dari pecahan karang

(rubble) atau berpasir.

Spesies karang untuk transplantasi dewasa ini dominan dilakukan pada karang yang

bercabang misalnya jenis Acropora sp. karena karang tersebut memiliki tingkat
ketahanan hidup yang besar, sangat indah, kecepatan pertumbuhannya tinggi dan

memiliki kemampuan yang besar dalam menutupi daerah ekosistem terumbu karang yang

kosong (Harriot and Fisk, 1988).

Menurut Lindahl (1999), karang yang ditransplantasi dan diikat memiliki

keberhasilan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan karang yang dibiarkan bebas

(tidak terikat). Diantara karang yang diikat, ada suatu kecenderungan bahwa ukuran

koloni yang lebih besar memiliki laju pertumbuhan yang lebih lambat yang didasarkan

pada metode dugaan regresi linier (<0,05).

Lama waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan karang transplantasi sampai

tergantung dari jenis, laju pertumbuhan karang, bentuk pertumbuhan, dan kondisi

lingkungannya lokasi pemeliharaan. Pertumbuhan karang transplantasi yang normal

ditandai dengan pertumbuhan jaringan pada bagian dasar yang menyatu dengan substrat

dan menutupi bagian permukaan dari substratnya dan adanya pertumbuhan tunas-tunas

baru (Rachman dan Kasmi, 2003 dalam Ramli, 2003).

Karang hasil transplantasi setelah mencapai ukuran yang memenuhi syarat untuk

restoking dan pemanfaatan lainnya selanjutnya ditangani dan dilakukan secara hati-hati

agar kondisi karang tetap sehat, segar, tidak cacat dan tidak stres. Karang tersebut untuk

selanjutnya dapat bertindak selaku induk dan dapat menghasilkan anakan baru sehingga

penerapan teknologi transplantasi karang ini dapat dilakukan secara berkesinambungan

(sustainable) sebab pada karang hasil transplantasi tersebut dilakukan pemotongan hanya

pada bagian karang yang dapat digunakan sebagai stek anakan dimana induk karang tetap

dibiarkan hidup (Ramli, 2003).

2.2 Aspek Finansial


Menurut Husein Umar (2001), studi aspek keuangan bertujuan untuk mengetahui

perkiraan pendanaan dan aliran kas suatu bisnis, sehingga diketahui layak atau tidaknya

bisnis yang dimaksud.

2.2.1 Modal

Pengertian modal adalah salah satu faktor yang digunakan bersama-sama faktor

produksi untuk menghasilkan suatu produk barang atau jasa. Dalam pengetian ekonomi,

modal adalah barang atau uang yang bersama-sama faktor produksi tanah dan tenaga

kerja menghasilkan barang-barang baru (Primyastanto, dkk, 2005).

2.2.2 Analisa usaha jangka pendek

• Keuntungan

Keuntungan usaha adalah besarnya penerimaan setelah dikurangi dengan biaya yang

dikeluarkan untuk proses produksi baik tetap maupun tidak tetap (Soekartawi, 1993).

Zakat dikeluarkan sebesar 2,5 % dari benefit yang diperoleh untuk membersihkan

harta atau benefit yang didapat (Primyastanto, dkk, 2005).

• Analisa R/C Ratio

Analisa Revenue Cost Ratio yaitu perbandingan atau imbangan antara total

penerimaan dengan total biaya (Riyanto, 1995).

• Rentabilitas

Rentabilitas suatu usaha menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva modal

yang menghasilkan laba tersebut (Primyastanto, dkk, 2005).

2.2.3 Analisa usaha jangka panjang


• NPV

Net Present Value merupakan perbandingan antara Present Value kas bersih (PV of

proceed) dengan Present Value investasi suatu proyek atau usaha (Kasmir dan Jakfar.

2003).

• IRR

Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi

dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Apabila

tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang

disyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan , kalau lebih kecil dikatakan

merugikan (Suad dan Suwarsono, 2000).

• Net B/C

Net Benefit Cost ratio adalah perbandingan dari jumlah present value net benefit

(PVNB) yang bernilai positif dengan present value benefit (PVNB) yang bernilai negatif

(Kasmir dan Jakfar, 2003).

• PP

Payback Period dari suatu investasi diperlukan untuk menggambarkan panjangnya

jangka waktu yang diperlukan agar modal yang diinvestasikan dapat diperoleh kambali

seluruhnya (Primyastanto, dkk, 2006).

2.3 Aspek Pemasaran

Pemasaran berarti mengelola pasar untuk menghasilkan pertukaran dan hubungan,

dengan tujuan menciptakan nilai dan memuaskan kebutuhan dan keinginan seseorang
atau kelompok untuk memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan, dengan

menciptakan dan saling menukar produk dan nilai yang lain (Sunarto,2004).

Menurut Mc Donald (1991), saluran pemasaran dapat dianggap sebagai jalan yang

diambil dalam pemindahan hak suatu komoditi (mungkin berupa produk atau jasa) dari

sumber asal suplai ke konsumen terakhir.

Potensi pasar adalah peluang penjualan maksimum yang dapat dicapai oleh seluruh

penjualan baik saat ini maupun yang akan datang. Dengan kata lain pasar adalah seluruh

permintaan / kebutuhan konsumen yang didasarkan atas dua faktor yaitu jumlah

konsumen potensial dan daya beli. Konsumen potensial adalah konsumen yang memiliki

keinginan / hasrat untuk membeli. Sedangkan daya beli adalah kemampuan konsumen

dalam rangka untuk membeli barang (Suratman, 2001).

Menurut Suad dan Suwarsono (2000), ada dua faktor yang harus dipertimbangkan

dalam meramalkan keadaan pasar di masa yang akan datang, yaitu :

• Keadaan permintaan di masa lampau

Keadaan di masa lampau sangat penting diperhatikan karena prospek di masa datang

merupakan kelanjutan dari permintaan di masa lampau.

• Pertumbuhan variabel

Selain mempelajari kecenderungan di masa lampau untuk meramalkan permintaan di

masa yang akan datang juga harus memperhatikan kemungkinan perubahan dari berbagi

sektor yang mempengaruhi permintaan.

2.4 Aspek Manajemen

Kegiatan-kegiatan dalam fungsi manajemen menurut Nickels dan Mc Gaugh dalam

Sule dan Saefullah (2005) adalah sebagai berikut :


Fungsi Perencanaan

• Menetapkan tujuan dan target bisnis

• Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut

• Menetukan sumberdaya- sumberdaya yang diperlukan

• Menetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target

bisnis

Fungsi Pengorganisasian

• Mengalokasikan sumberdaya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan

menetapkan prosedur yang diperlukan

• Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan

tanggung jawab

• Kegiatan perekrutan, penyelesaian, pelatihan, dan pengembangan sumberdaya

manusia / tenaga kerja

• Kegiatan penempatan sumberdaya manusia pada posisi yang paling tepat

Fungsi Pengarahan

• Memotivasi tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam

pencapaian tujuan

• Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan

• Menjelaskan kebijakan yang diterapkan

Fungsi Pengawasan

• Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai

dengan indikator yang telah ditetapkan


• Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin

ditemukan

• Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan

pencapaian tujuan dan target bisnis

2.5 Aspek Hukum

Aspek Hukum dalam suatu usaha sangat penting karena berhubungan dengan

kelangsungan dari usaha tersebut. Tujuan dari aspek hukum adalah untuk meneliti

keabsahan, kesempurnaan dan keaslian dari dokumen-dokumen yang dimiliki oleh suatu

usaha (Primyastanto, dkk, 2005).

2.6 Aspek Lingkungan

Lingkungan hidup merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah

sebelum suatu investasi atau usaha dijalankan. Penelitian mengenai aspek lingkungan

untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan jika investasi atau usaha dilakukan, baik

dampak negatif maupun positif. Dampak lingkungan hidup yang terjadi adalah

berubahnya suatu lingkungan dari bentuk aslinya seperti perubahan fisik, biologi atau

sosial. Dalam usaha budidaya perikanan berhubungan langsung dengan lingkungan, oleh

karena itu suatu usaha perlu adanya AMDAL (Analisa Dampak Lingkungan Hidup) agar

usaha dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu lingkungan (Primyastanto, dkk,

2005).

2.7 Aspek Sosial Ekonomi

Analisa aspek sosial ekonomi mengkaji tentang dampak keberadaan proyek terhadap

kehidupan masyarakat terutama masyarakat setempat baik dari sisi sosial dan ekonomi.
Dari sisi sosial, apakah dengan adanya proyek tersebut, wilayah setempat menjadi

semakin ramai, lalu lintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik

dan sebagainya, dari segi ekonomi apakah keberadaan proyek tersebut dapat merubah

atau justru mengurangi income per capita penduduk setempat (Primyastanto, dkk, 2005).

Dampak positif dari aspek sosial bagi masyarakat secara umum adalah tersedianya

sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik dan

sarana lainnya. Kemudian bagi pemerintah dampak negatif dari aspek sosial adanya

perubahan demografi di suatu wilayah, perubahan budaya dan kesehatan masyarakat.

Dampak negatif dalam aspek sosial termasuk terjadinya perubahn gaya hidup, budaya,

adat istiadat dan struktur sosial lainnya.

Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan

memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya. Sedangkan bagi pemerintah

dampak positif yang diperoleh adalah memberikan pemasukan berupa pendapatan baik

bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Lebih dari itu yang terpenting adalah ada yang mengelola dan mengatur sumber daya

alam yang belum terjamah. Sebaliknya dampak negatif pun tidak akan terlepas dari aspek

ekonomi, misalnya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, masuknya pekerja dari

luar daerah sehingga mengurangi peluang bagi masyarakat sekitarnya (Kasmir dan Jakfar,

2003).
3. METODE PRAKTEK KERJA LAPANG

3.1 Partisipasi

Partisipasi yaitu kegiatan yang dilakukan dengan berperan aktif dalam proses yang

berlangsung (Subagyo, 1991) dalam hal ini ikut aktif dalam beberapa kegiatan.

3.2 Wawancara

Wawancara yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasi secara

langsung dengan mengungkapkan pertanyaan pada responden (Subagyo, 1991).

3.3 Observasi

Observasi yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang

diteliti, pengambilan data dilakukan secara langsung tanpa bantuan alat (Subagyo, 1991).

3.4 Jenis dan Sumber Data

a. Data primer

Data primer yaitu data yang secara langsung diperoleh peneliti dari sumber utama

(Poerwanti, 2000) data primer ini diperoleh dari wawancara, observasi dan partisipasi

aktif.

Jenis data primer yang dikumpulkan meliputi sejarah berdirinya usaha, permodalan,

pemasaran, jumlah tenaga kerja, sarana dan prasarana transplantasi karang dan metode

transplantasi karang. Sumber data primer ini diperoleh dari pimpinan dan pegawai.
b. Data sekunder

Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari pihak-pihak lain ataupun dari data

dokumentasi, bukan dari sumber asli (Poerwanti, 2000).

Jenis data sekunder yang dikumpulkan meliputi kondisi geografis, keadaan

masyarakat, keadaan penduduk, mata pencaharian dan cash flow usaha. Sumber data

sekunder diperoleh dari pimpinan, kantor desa, perpustakaan dan media masa.

3.5 Analisa Data

Analisa data yang digunakan dalam Praktek kerja lapang ini yaitu analisa deskriptif

kualitatif dan analisa deskriptif kuantitatif.

Analisa data kualitatif ini terdiri dari :

• Teknis pelaksanaan transplantasi karang, sejarah perkembangan usaha, lokasi tempat

usaha, sarana, prasarana dan sebagainya.

• Peluang pasar, saluran pemasaran dan strategi pemasaran karang

• Fungsi manajemen dalam usaha transplantasi karang

• Analisa aspek sosial ekonomi dan aspek lingkungan beserta faktor-faktor yang

mempengaruhi kegiatan transplantasi karang

• Bentuk badan usaha dan kelengkapan perijinan

Analisa data yang bersifat kuantitatif yang berkaitan dengan aspek ekonomi akan

dianalisis dengan berbagai cara, yaitu :


A. Analisa investasi jangka pendek

1. Keuntungan

Keuntungan usaha atau pendapatan bersih adalah besarnya penerimaan setelah

dikurangi dengan biaya yang akan dikeluarkan untuk proses produksi baik tetap

maupun tidak tetap.

π = TR-TC

dimana : π = Keuntungan

TR = Total Revenue (Penerimaan)

TC = Total Cost (Biaya Total)

2. Rentabilitas

Rentabilitas menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal

yang menghasilkan laba tersebut selama periode waktu tertentu.

L
R= (100% )
M

dimana : R = Rentabilitas

L = Laba (selisih antara penerimaan dan pengeluaran)

M = Modal

3. Revenue Cost Ratio (R/C ratio)

Revenue Cost Ratio (R/C ratio) merupakan salah satu analisa untuk mengetahui

apakah biaya-biaya yang sudah dikeluarkan sudah menghasilkan keuntungan atau

belum.
TR
R / Cratio =
TC

dimana : TR = Total Revenue (Penerimaan)

TC = Total Cost (Biaya Total)

4. Break Even Point (BEP)

Cara perhitungan BEP ada 2 macam :

1. BEP atas dasar unit, dirumuskan :

FC
BEP(Q) =
P −V

dimana : FC = biaya tetap

P = harga jual per unit

V = biaya variabel per unit

Q = jumlah unit produk yang dijual

2. BEP atas dasar sales, dirumuskan :

FC
BEP =
vc
1−
s

dimana : FC = biaya tetap

VC = biaya variabel

S = volume penjualan

B. Analisa investasi jangka panjang

1. Net Present Value (NPV)

Net Present Value merupakan perbandingan antara Present Value kas bersih (PV

of proceed) dengan Present Value investasi suatu proyek atau usaha.


n
NPV = ∑ NBi(1 + r )
i =1
n

dimana : NBi = pendapatan bersih pada tahun ke-i

r = nilai discount factor

n = tahun ke-n dari usaha

2. Internal Rate Return (IRR)

IRR adalah tingkat bunga (dalam persen) yang akan menyamakan jumlah nilai

sekarang dari net cash flow yang diharapkan diterima (present value of future

proceeds) dengan jumlah initial investasi dari proyek (Prabhaswara dan Savitri,

2004).

 NPV 1 
IRR = i1 +  ( i 2 − i1)
 NPV 1 − NPV 2 

dimana : i1 = nilai discount factor ketika NPV positif

i2 = nilai discount factor ketika NPV negatif

NPV1 = nilai NPV positif

NPV2 = nilai NPV negatif

3. Net Benefit Cost ratio (Net B/C ratio)

Net Benefit Cost ratio adalah perbandingan dari jumlah present value net benefit

(PVNB) yang bernilai positif dengan present value net benefit (PVNB) yang bernilai

negatif.

∑ NBi(+)
i =1
Net B/C = n

∑ NBi(−)
i =1
dimana : Nbi(+) = pendapatan tahun ke-i

Nbi(-) = pengeluaran tahun ke-i

4. Payback Period (PP)


Metode Payback Period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap jangka waktu (periode) pengembalian investasi suatu

proyek atau usaha

biayainvestasi
PP =
∑ PVGB
t

dimana : PVGB = pendapatan kotor yang telah di-discount factor-kan

t = lama umur proyek

3.6 Lokasi dan Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapang

3.6.1 Lokasi
Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di CV. Dinar Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten

Badung, Propinsi Bali

3.6.2 Waktu

Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus sampai dengan

14nSeptember 2006 dengan rincian sebagai berikut :

Persiapan : 5 hari

Pembuatan proposal : 10 hari

Partisipasi dan pengumpulan data : 30 hari

Penyusunan laporan : 15 hari

Total : 60 hari
4. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG

4.1 Keadaan Umum Lokasi Praktek Kerja Lapang

Usaha transplantasi karang di CV. Dinar unit Kerobokan merupakan salah satu

pengembangan usaha CV. Dinar yang kegiatan usaha utamanya adalah mengekspor ikan

hias laut. Dalam usaha transplantasi karang di CV. Dinar unit Kerobokan dapat dibagi

dalam dua lokasi usaha. Pertama adalah lokasi pembibitan dan penampungan yang

terdapat di Kelurahan Kerobokan. Sedangkan lokasi kedua adalah lokasi pembesaran

karang yang terdapat di pantai Serangan dan pantai Sanur yang berjarak 20 km dan 25

km dari lokasi pembibitan di Kelurahan Kerobokan. Lokasi usaha di Kelurahan

Kerobokan berada di wilayah padat penduduk, dan tidak ada kegiatan perikanan di

sekitarnya. Sedangkan lokasi usaha di pantai berada pada kawasan usaha budidaya

perikanan laut, yaitu budidaya rumput laut dan karang.

4.1.1 Letak Geografis dan Topografi

Usaha transplantasi karang ini terletak di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan,

Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Propinsi Bali. Secara geografis CV. Dinar

terletak di Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara pada 115 o09‘42,3“ BT -

115o14‘57“ BT dan 08o38‘44,2“ LS- 08o43’32,6“ LS. Terletak 6,6 km barat daya kota

Denpasar dengan dipengaruhi oleh musim penghujan (November - Maret) dan musim

kemarau (April - Oktober). Luas Kelurahan Kerobokan 479,2 Ha, terdiri dari : 288,9 Ha
tanah sawah, 50,94 Ha tanah tegalan, 112,8 Ha pekarangan/ rumah, 8,14 Ha prasarana

umum dan 8,4 Ha digunakan untuk prasarana sosial.

Secara geografis batas-batas Desa Kerobokan adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kelurahan Kerobokan Kaja

Sebelah Selatan : Kelurahan Kerobokan Kelod

Sebelah Barat : Desa Tibubeneng

Sebelah Timur : Kelurahan Kerobokan Kaja dan Desa Padangsambian Klod

Topografi Kelurahan Kerobokan terletak pada ketinggian 65 m dari permukan air

laut, berupa dataran dengan kemiringan kurang dari 10o dan beriklim tropis.

4.1.2 Sejarah dan Perkembangan Usaha Transplantasi Karang

Pada awalnya, usaha dibidang perikanan ini mulai dirintis pada skala usaha rumah

tangga berupa penjualan ikan hias air tawar untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sejak

tahun 1970. Kemudian usaha dikembangkan dengan penjualan ikan hias air laut sejak

1972. Tahun 1974, ekspor perdana ikan hias air laut dengan negara tujuan Jerman. Antara

tahun 1978-1980, mengembangkan usaha perawatan akuarium hotel-hotel di Bali.

Selanjutnya, ekspor ikan hias dilakukan secara kontinyu sejak tahun 1981, dengan negara

tujuan Singapura.

Dengan pesatnya perkembangan usaha perikanan ini, tahun 1987 didirikan usaha

dengan badan hukum berbentuk CV, yang selanjutnya bernama CV. Dinar. Dibawah

pengelolaan perusahaan ini, ekspor ikan hias semakin meningkat dan juga semakin

meluasnya negara tujuan, diantaranya Singapura, Jepang, Italia, Jerman, dan USA.
Sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang kelautan, CV. Dinar juga

melakukan pengembangan, penelitian dan usaha budidaya laut. Berdasarkan Surat

Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No. 509/KPTS VI/1997, CV. Dinar

sejak tahun tersebut mulai melakukan penangkaran biota laut langka dari jenis Kima.

Selanjutnya, sejak tahun 1998 mulai melakukan penangkaran karang (coral) dengan

menggunakan teknologi budidaya stek (transplantasi).

Usaha transplantasi karang secara masal di unit Kerobokan dimulai pada tahun 2002.

Lokasi budidaya 0dilakukan di pantai Serangan dan Sanur 0yang 0berjarak 20 km dan 25

km dari lokasi usaha.

4.1.3 Keadaan Penduduk

Sebagian besar penduduk Kelurahan Kerobokan adalah suku Bali dengan bahasa Bali

sebagai bahasa sehari-hari. Berdasarkan monografi desa tersebut penduduknya sebesar

8391 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebesar 2973 jiwa, yang terdiri dari 3356 jiwa

berjenis kelamin pria dan 5035 jiwa wanita. Penduduk Kelurahan Kerobokan mayoritas

beragama Hindu sebanyak 7770 jiwa atau 92,63% dari jumlah penduduk.

4.1.4 Sarana Produksi

Sarana produksi pada CV. Dinar terdiri dari sebagai berikut :

1. Indukan

Indukan yang digunakan dalam transplantasi karang diperoleh dari kuota tangkap

yang dimiliki oleh CV. Dinar dan dari karang yang tidak dapat diekspor (karang afkiran).

Jumlah indukan yang diperlukan selama satu tahun dapat dilihat dalam Tabel 1.
Gambar 1. Indukan yang telah dipotong

Tabel 1. Kebutuhan indukan selama satu tahun

Indukan Harga Harga


Jumlah
Jumlah dari Pembelian satuan total
karang
tanam
Jenis indukan afkiran indukan indukan indukan
(unit) (unit) (unit) (unit) (Rp) (Rp)
2729 1
Acropora sp 0 3411 365 2047 2500 5116875
Blastomousa sp 267 134 27 107 1500 160200
159300
59
Caulastrea sp 885 590 531 3000 0
Echinophora sp 772 386 154 232 1750 405300
144035
417
Euphyllia sp 7828 5219 4801 3000 20
Favites sp 87 17 3 14 1750 24360
Galaxea sp 2190 548 274 274 1500 410625
Hydnopora sp 640 160 48 112 2000 224000
Merulina sp 551 138 34 103 2000 206625
1384 207660
692
Montipora sp 4 1731 1038 2000 0
Pachyceris sp 78 26 8 18 1750 31850
164250
183
Pavona sp 1825 913 730 2250 0
240460
219
Pocillopora sp 3279 1093 874 2750 0
134160
149
Porites sp 2236 745 596 2250 0
183900
245
Seriatophora sp 4904 981 736 2500 0
167220
186
Stylophora sp 2787 929 743 2250 0
Tubipora sp 751 376 56 319 2500 797938
Turbinaria sp 567 189 28 161 2500 401625
Total pembelian indukan 347524
18

2. Bahan baku

Bahan baku yang digunakan dalam usaha transplantasi karang diantaranya adalah

tatakan sebagai media menempelnya karang, rak meja besi sebagai tempat menata tatakan

di laut dan lem untuk merekatkan karang dengan tatakan.

3. Air laut

Air laut merupakan salah satu bahan yang berperan penting dalam usaha transplantasi

karang. CV. Dinar membutuhkan air laut sebagai media ketika pembibitan dan

penampungan. Air laut diperoleh dengan cara mengambil dari pantai menggunakan truk

tangki dan ditampung dalam tandon air.

4. Listrik

Listrik pada usaha transplantasi karang sangat diperlukan untuk keperluan proses

produksi. Pada CV. Dinar menggunakan listrik sebagai tenaga pompa air dan skimmer.

Untuk menjamin ketersediaan listrik ketika suplai listrik dari PLN mati, CV. Dinar juga

memiliki Genset listrik.

5. Peralatan produksi

Peralatan produksi pada usaha ini masih dalam keadaan baik. Peralatan produksi yang

digunakan diantaranya adalah akuarium, pompa air, skimmer, mesin gerinda, tang

gunting, bor, kapak, palu, baskom, gayung dan kapi.


Gambar 2. Instalasi akuarium

6. Perlengkapan selam

Perlengkapan selam diperlukan ketika melakukan kegiatan usaha di pantai sehingga

mudah dan aman ketika bekerja. Perlengkapan tersebut adalah wet suite, snorkel, fin,

sarung tangan, sepatu selam dan sebagainya.

Gambar 3. Perlengkapan selam

7. Transportasi
Alat transportasi pada CV. Dinar terdiri dari satu mobil pick up Kijang untuk

transportasi darat dan jukung serta perahu tempel untuk transportasi di laut. Alat

transportasi tersebut digunakan untuk keperluan penanaman, pemeliharaan dan

pemanenan karang transplantasi.

Gambar 4. Perahu tempel

4.1.5 Prasarana Produksi

Prasarana produksi pada CV. Dinar terdiri dari sebagai berikut :

1. Keadaan jalan

Keadaan jalan menuju CV. Dinar sudah dalam kondisi baik dalam artian sudah di

aspal. Hanya ada beberapa bagian jalan yang mengalami sedikit kerusakan. Hal ini

merupakan salah satu penunjang kelancaran transportasi pemasaran produk.

2. Lokasi usaha

CV. Dinar terletak di kawasan penyangga kota yang relatif dekat dengan lokasi

budidaya, bandar udara dan jasa kargo sehingga dapat menghemat biaya pengangkutan

hasil panen ke tempat penampungan maupun pengiriman karang yang siap ekspor. Selain
itu CV. Dinar terletak di daerah pemukiman serta berdekatan dengan rumah pemilik

usaha, sehingga memudahkan pengawasan yang dilakukan oleh pemilik.

3. Faktor komunikasi

Di daerah lokasi usaha, fasilitas komunikasi sudah tersedia dengan baik. Untuk

memudahkan dalam hal komunikasi, lokasi usaha dilengkapi dengan jaringan Local Area

Network (LAN) dan pesawat telepon ekstensi. Sehingga koordinasi antar karyawan

berjalan lancar dan efektif. Hal ini merupakan faktor penunjang kelancaran komunikasi

antara pemilik dengan pihak-pihak yang terkait dengan usaha ini.

4.2 Teknik Transplantasi Karang

a. Pemilihan Lokasi

Lokasi untuk transplantasi karang diutamakan pada daerah-daerah terumbu karang

yang telah mengalami kerusakan tetapi masih memenuhi syarat bagi kehidupan karang.

Kondisi oseanografis yang memenuhi syarat dalam melakukan transplantasi karang

antara lain meliputi : suhu 25-29 oC, salinitas 33-35 o/oo, pH 8,0-8,5, fosfat 0,02-0,06 ppm,

nitrat 0,04-0,05 ppm, kedalaman 2-12 meter dengan dasar perairan terdiri dari pecahan

karang (rubble) atau berpasir.

`
Gambar 5. Lokasi pembesaran karang pantai Sanur

b. Pelekatan stek

Koloni karang yang dipersiapkan sebagai induk dipotong-potong dengan ukuran stek

3-5 cm. Stek karang hasil pemotongan koloni karang ditempatkan pada wadah yang telah

berisi air laut. Masing-masing potongan tersebut kemudian ditempelkan dengan lem pada

substrat buatan / tatakan (artificial base coral). Setiap tatakan diberi tagging yang berisi

kode jenis karang, pemilik kuota, urutan turunan dari alam dan urutan penanaman.

Pemberian tagging dapat mempermudah dalam pengontrolan baik terhadap pertumbuhan

maupun keberadaan karang. Dalam waktu 10-20 menit setelah penempelan, bibit karang

kemudian ditempatkan pada meja budding yang berfungsi sebagai media sementara di

dalam akuarium yang berisi air laut.

Gambar 6. Proses pelekatan stek


Gambar 7. Karang hasil pelekatan stek

c. Persemaian

Bibit karang yang telah ditransplantasi dibawa ke laut dengan cara diletakkan pada

rak-rak besi yang telah ditanam di dasar laut. Penempatan bibit juga diatur berdekatan

menurut populasi sejenis, populasi berlainan jenis tetapi bergenus sama dan populasi dari

genus yang berlainan, tergantung dari bentuk interaksi yang terjadi pada species tersebut.

Padat penebaran dalam satu rak besi ukuran 2 m x 1 m berkisar sekitar 300 bibit karang,

tergantung species yang ditebar.

Gambar 8. Penebaran karang transplantasi di pantai

d. Pembesaran dan Pemeliharaan


Pada fase ini karang hasil transplantasi akan mengalami proses adaptasi lingkungan

dan survive dari pengaruh pemotongan. Bibit karang yang telah disemaikan pada rak-rak

besi didasar laut membutuhkan pemeliharaan yang intensif untuk mendapatkan

kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang baik. Keterlibatan manusia dalam fase ini

hanya pada kegiatan pengontrolan seperti : pembersihan karang dari bio foulling,

kompetitor dan kontrol terhadap predator dan gangguan lingkungan lainnya. Intensitas

pembersihan bibit dilakukan tergantung menurut umur tanam, musim dan kondisi

perairan. Pada kondisi perairan normal, pembersihan bibit dibawah 2 bulan dilakukan

setiap dua minggu sekali dan setelah berumur 3 bulan ke atas dilakukan setiap sebulan

sekali. Sementara itu pada musim-musim penghujan atau pada kondisi perairan

mengalami peningkatan kekeruhan serta pada musim dimana jenis-jenis alga tertentu

berkembang pesat di perairan, maka intensitas pembersihan dilakukan setiap minggu

sekali untuk semua umur bibit yang disemaikan.

Lama waktu yang diperlukan untuk menumbuhkan karang transplantasi tergantung

dari jenis, laju pertumbuhan karang, bentuk pertumbuhan, dan kondisi lingkungan lokasi

pemeliharaan. Pertumbuhan karang transplantasi yang normal ditandai dengan

pertumbuhan jaringan pada bagian dasar yang menyatu dengan substrat dan menutupi

bagian permukaan dari substratnya dan adanya pertumbuhan tunas-tunas baru.

e. Pemantauan

Pemantauan terhadap bibit yang ditanam meliputi pengukuran pertumbuhan dan

penghitungan karang yang mati. Parameter pertumbuhan yang diamati/ dipantau terhadap

jenis-jenis karang branching meliputi ukuran tinggi maksimum koloni, diameter

maksimum koloni dan jumlah cabang. Sedangkan terhadap jenis-jenis karang non
branching diukur tinggi maksimum atau lebar maksimum koloni karang. Penghitungan

kematian karang yang ditransplantasi dilakukan dengan cara mengumpulkan (menarik

kembali) bibit yang telah mengalami kematian. Tanda-tanda bibit yang mengalami

kematian anatara lain seluruh koloni diselimuti alga, koloni berwarna pucat atau berubah

warna menjadi gelap jika sudeah mengalami kematian yang cukup lama. Penghitungan

jumlah cabang terhadap jenis-jenis karang branching dilakukan terhadap jumlah cabang

primer, cabang sekunder dan cabang tersier.

f. Pemanenan

Karang hasil transplantasi setelah mencapai ukuran yang memenuhi syarat untuk

restocking dan pemanfaatan lainnya selanjutnya ditangani dan dilakukan secara hati-hati

agar kondisi karang tetap sehat, segar, tidak cacat dan tidak stres. Lama waktu yang

diperlukan untuk memelihara karang sampai dengan ukuran 12 cm – 15 cm (ukuran

restocking) adalah 6 bulan kecuali untuk jenis Caulastrea sp dan Euphyllia sp diperlukan

pemeliharaan selama 8 bulan. Karang tersebut selanjutnya dapat diekspor dan sebagian

dijadikan indukan dan menghasilkan anakan baru. Sehingga penerapan teknologi

transplantasi karang ini dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Gambar 9. Karang transplantasi hasil panen


4.3 Aspek Finansial

4.3.1 Modal

Pengertian modal adalah salah satu faktor yang digunakan bersama-sama faktor

produksi untuk menghasilkan suatu produk barang atau jasa. Dalam pengertian ekonomi,

modal adalah barang atau uang yang bersama-sama faktor produksi tanah dan tenaga

kerja menghasilkan barang-barang baru (Primyastanto, dkk, 2005).

Berdasarkan fungsi bekerjanya aktiva dalam perusahaan, modal aktif dapat dibedakan

menjadi modal tetap dan modal kerja. Modal kerja jumlahnya lebih fleksibel, relatif

variabel dan mengalami proses dalam jangka waktu yang pendek. Sedangkan modal tetap

adalah modal yang tahan lama, dan tidak turut habis dalam proses produksi (Riyanto,

1995).

Besarnya modal investasi yang diperlukan pada tahun pertama investasi adalah

sebesar Rp. 234.442.745,-. Untuk tahun berikutnya sampai dengan tahun ke- sepuluh

diperlukan penambahan modal investasi berturut-turut sebesar Rp. 145.010,-; Rp.

1.251.012,-; Rp. 6.084.014,-; Rp.2.024.416,-; Rp. 6.241.018,- ; Rp. 31.345.020,-; Rp.

6.814.422,-; Rp.1.294.024,-; Rp. 6.241.026,-; Rp. 2.024.428,-; Rp.174.264.375,-. Dengan

kata lain modal investasi yang harus disediakan untuk kegiatan usaha transplantasi

karang sebesar Rp. 474.515.937,-.

Sedangkan modal kerja yang dibutuhkan dalam satu tahun adalah sebesar Rp.

352.769.253,-. Besarnya modal kerja untuk tiap tahun adalah sama.

4.3.2 Biaya Total Produksi


Biaya total produksi setiap tahun adalah sebesar Rp. 387.247.415,-. Besarnya biaya

total produksi diperoleh dari penjumlahan biaya tetap sebesar Rp. 106.287.777,- dengan

biaya variabel sebesar Rp. 280.959.638,-.

4.3.3 Tenaga Kerja

Kegiatan usaha transplantasi karang di CV. Dinar unit Kerobokan mempunyai lima

orang tenaga kerja. Dimana satu orang sebagai koordinator sekaligus sebagai pelaksana

dan yang lain sebagai pelaksana. Tugas koordinator adalah memberikan pelatihan dan

pengarahan kepada karyawan, khususnya karyawan baru. Karyawan di CV. Dinar unit

Kerobokan sering dilakukan rotasi dengan unit usaha transplantasi karang di daerah lain,

sehingga susunan karyawan berubah-ubah. Sistem pembayaran gaji karyawan dilakukan

seminggu atau sebulan sekali tergantung kesepakatan antara karyawan dengan pihak

personalia.

Kegiatan usaha transplantasi karang di CV. Dinar unit Kerobokan juga tidak lepas

dari peran nelayan sebanyak 17 orang yang membantu memelihara karang yang ditanam

di pantai. Nelayan mendapat upah sesuai dengan banyak karang yang berhasil dipanen.

4.3.4 Produksi

Karang yang ditransplantasi dalam satu tahun adalah sebesar 70.781 unit dan

menghasilkan karang yang dapat dipanen sebanyak 49.547 unit. Banyaknya karang yang

dapat dipanen terutama dipengaruhi oleh cara pemeliharaan oleh nelayan dan kondisi

alam.
4.3.5 Penerimaan

Penerimaan yang diperoleh dari usaha transplantasi karang didapat dari jumlah

karang hasil panen yang dapat dijual. Hal ini dikarenakan tidak semua karang hasil panen

layak untuk dijual. Harga jual karang transplantasi hasil panen ada tiga macam, untuk

jenis Caulastrea sp dan Euphyllia sp cabang 2 dijual dengan harga $ 1,5 atau setara

Rp. 14.271,- dan untuk jenis Caulastrea sp dan Euphyllia sp cabang 3 dan 4 dijual

dengan harga $ 2 atau setara Rp. 19.028,- dan selain kedua jenis tersebut dijual

seharga $ 1 atau setara Rp. 9.514,-. Banyak karang yang layak jual dalam jangka waktu

satu tahun adalah sebesar 42.469 unit dengan nilai penjualan sebesar Rp. 437.620.215,-.

4.4 Analisa Usaha

4.4.1 Analisa Keuntungan

Keuntungan usaha adalah besarnya penerimaan setelah dikurangi dengan biaya yang

dikeluarkan untuk proses produksi baik tetap maupun tidak tetap (Soekartawi, 1993).

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai keuntungan sebesar Rp.

40.431.464,-

Zakat dikeluarkan sebesar 2,5 % dari benefit yang diperoleh untuk membersihkan

harta atau benefit yang didapat (Primyastanto, dkk, 2005). Sehingga zakat yang harus

dikeluarkan dalam satu tahun adalah Rp. 1.010.787,-

4.4.2 Analisa Rentabilitas

Rentabilitas suatu usaha menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva modal

yang menghasilkan laba tersebut (Primyastanto, dkk, 2005).


Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai rentabilitas sebesar 17,25 %. Artinya modal

yang ditanam menghasilkan laba sebesar 17,25 %.

4.4.3 Analisa Revenue Cost Ratio (R/C ratio)

Analisa Revenue Cost Ratio yaitu perbandingan atau imbangan antara total

penerimaan dengan total biaya (Riyanto, 1995).

Besarnya nilai Revenue Cost Ratio (R/C ratio) yang diperoleh adalah 1,10. Artinya

setiap Rp. 1,- biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 1,10,-.

4.4.4 Analisa Break Event Point

Analisa break-even adalah analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap,

biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan. Oleh karena analisa tersebut

mempelajari hubungan antara biaya, keuntungan, volume kegiatan, maka analisa tersebut

sering pula disebut ”Cost–Profit –Volume analysis” (C.P.V. analysis). Dalam perencanaan

keuntungan, analisa break-even merupakan ”profit planning approach” yang

mendasarkan pada hubungan antara biaya (cost) dan penghasilan penjualan (revenue).

Perhitungan BEP sales diperoleh nilai sebesar Rp. 296.907.369,-. Artinya penjualan

minimal yang harus tercapai agar tidak mengalami kerugian adalah sebesar Rp.

296.907.369,-. Sedangkan perhitungan BEP unit diperoleh nilai sebanyak 29.215 unit.

Artinya penjualan minimal yang harus dilakukan agar tidak mengalami kerugian adalah

sebanyak 29.215 unit.

4.4.5 Analisa Net Present Value


Net Present Value merupakan perbandingan antara Present Value kas bersih (PV of

proceed) dengan Present Value investasi suatu proyek atau usaha (Kasmir dan Jakfar.

2003).

Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 344.408.958,-. Artinya

keuntungan yang diperoleh setelah didiskonto sebesar 13 % tetap bernilai positif

sehingga usaha ini layak untuk dilanjutkan.

4.4.6 Analisa Net B/C

Net Benefit Cost ratio adalah perbandingan dari jumlah present value net benefit

(PVNB) yang bernilai positif dengan present value benefit (PVNB) yang bernilai negatif

(Kasmir dan Jakfar, 2003).

Nilai Net Benefit Cost ratio yang diperoleh sebesar 4,21. Artinya dalam jangka

sepuluh tahun usaha transplantasi karang memberikan keuntungan 4,21 kali dari biaya

yang dikeluarkan.

4.4.7 Analisa Internal Rate Return

Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi

dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Apabila

tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang

disyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan

merugikan (Suad dan Suwarsono, 2000).

Nilai Internal Rate Return yang diperoleh sebesar 48,30 % dan lebih besar dari nilai

imbalan pinjaman bank yang sebesar 13 %. Sehingga investasi pada usaha transplantasi

karang lebih menguntungkan daripada menabung di bank.


4.4.8 Analisa Payback Periode

Payback Period dari suatu investasi diperlukan untuk menggambarkan panjangnya

jangka waktu yang diperlukan agar modal yang diinvestasikan dapat diperoleh kambali

seluruhnya (Primyastanto, dkk, 2006).

Nilai Payback Period sebesar 2,22 tahun. Artinya besarnya modal investasi yang

ditanam akan dapat kembali diperoleh setelah 2,22 tahun.

4.5 Aspek Pemasaran

4.5.1 Peluang Pasar

Perdagangan karang hasil transplantasi dibatasi jumlahnya dengan pemberian kuota

ekspor dengan tujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sehingga banyaknya

permintaan karang tidak dapat dipenuhi. Untuk memenuhi peluang pasar yang terbuka

lebar, CV. Dinar selalu meningkatkan produksinya dan meminta kenaikan kuota ekspor.

Munculnya pesaing baru dalam usaha transplantasi karang juga menjadi ancaman

karena harus berbagi pasar penjualan. Tetapi munculnya pesaing baru relatif sulit

mengingat prosedur perijinan dalam kegiatan usaha ini cukup banyak

4.5.2 Saluran Pemasaran

Karang transplantasi dari tempat budidaya atau penangkaran diangkut dengan

angkutan darat ke tempat penampungan di Kerobokan. Setelah sampai di penampungan,

dikarantina beberapa waktu tertentu supaya keadaan koral hasil penangkaran atau

transplantasi tersebut benar-benar dalam keadaan sehat untuk dikirim dengan angkutan

udara ke pelanggan di luar negeri.


Karang yang akan diekspor dilakukan pengepakan sesuai dengan standar yang

ditetapkan secara nasional (SNI) maupun secara internasional (IATA Live Animal

Regulation).

Karang hasil transplantasi dari CV. Dinar seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan

ekspor. Negara tujuan ekspor karang transplantasi diantaranya adalah Amerika Serikat,

Kanada, Inggris, Denmark, Jerman, Swis, Prancis, Polandia, Republik Ceko, Swedia,

Rusia, Jepang, Korea, Taiwan dan Selandia Baru.

4.5.3 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah cara–cara yang diterapkan sebuah usaha untuk mencapai

sasaran. Strategi pemasaran selalu berhubungan dengan marketing mix (Keegan, 1996).

1. Product (produk)

Produk adalah apa saja yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh,

dipergunakan, atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan atau kebutuhan (Kotler,

1995).

Untuk menjamin kepuasan pelanggan maka CV. Dinar melaksanakan beberapa

strategi produk. Karena apabila pelanggan puas terhadap produk yang dihasilkan maka

mereka akan menjadi pelanggan setia untuk waktu yang akan datang. Strategi yang

dilakukan diantaranya adalah hanya menjual produk yang berkualitas dan selalu

melakukan percobaan untuk mengembangkan produk yang menjadi unggulan.

2. Price (harga)

Menurut Koeswara (1995), harga mempengaruhi volume penjualan. Oleh karena itu,

pengusaha harus mengatur harga jual sedemikian rupa sehingga pihak pembeli sanggup
membeli. Harga tersebut harus fleksibel, tidak bersifat kaku sehingga mudah

menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan harga. Hal ini perlu diperhatikan

mengingat strategi yang digunakan perusahaan lain pada suatu ketika dapat memakai

strategi harga untuk menarik pelanggan pengusaha tertentu.

CV. Dinar dalam penetapan harga dipusatkan pada tinggi rendahnya nilai tukar mata

uang dollar terhadap rupiah, karena produk karang transplantasi ini tujuannya adalah

pasar internasional. Harga pasar diantara para pesaing berada pada standar menengah,

sehingga dapat menembus pasar pada persaingan yang semakin ketat dan dapat

menempatkan posisi pada segmen pasar yang baik. Posisi yang tepat pada segmen pasar

ini tak lepas dari penetapan harga yang sesuai dengan kualitas produk. Untuk mengikat

hubungan dengan pelanggan CV. Dinar juga memberikan kemudahan kepada konsumen

dalam pembayaran dan melakukan obral terhadap jenis karang yang berlebih.

3. Place (tempat)

Faktor–faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan perusahaan

berbeda, secara umum beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan

lokasi antara lain : a) Lingkungan masyarakat, b) Kedekatan dengan bahan baku, c)

Fasilitas dan sarana transportasi, d) Tenaga kerja, e) Kedekatan dengan pasar, dan f)

Sumberdaya–sumberdaya alam lainnya (Purwanti, P, 2003).

Kegiatan usaha transplantasi karang di CV. Dinar mempunyai lokasi pembibitan dan

penampungan relatif dekat dengan lokasi budidaya, bandar udara dan pusat jasa kargo.

Sehingga menghemat biaya transportasi dan biaya penanganan. Disamping itu kondisi

sosial masyarakatnya juga cukup baik.

4. Promotion (promosi)
Promosi adalah aktivasi dan langkah–langkah yang ditempuh perusahaan untuk

memperkenalkan dan mengingatkan pembeli terhadap produk mereka yang ada di pasar

(Koeswara, 1995).

Strategi CV. Dinar dalam memasarkan produk karangnya dengan cara personal

selling, yaitu promosi yang dilakukan pemilik dengan cara kontak pribadi dengan calon

pembeli. CV. Dinar juga pernah mengikuti pameran yang berskala internasional di luar

negeri.

5. Prayer (do’a)

Di dalam Al Qur’an yang dapat dijadikan pedoman dalam berdo’a dan seruan Allah

dalam kaitannya dengan berdo’a kepadanya sangat banyak, yang antara lain firman Allah:

”Dan apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwa, Aku adalah

dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila ia berdo’a kepada-

Ku, hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman

kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS, 2 : 187). Kemudian

”Berdo’alah (mohonlah) kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk

neraka jahanam dalam keadaan hina-dina” (QS, 40 : 60).

Mendo’a atau memohon kepada Allah adalah inti ibadah. Orang yang mendo’a

seolah-olah munajat (berbicara) dengan Tuhan, berbisik dengan Dia, dengan memakai

kata-kata yang sopan, merendah, sebagai keadaannya orang-orang miskin yang meminta

kepada orang-orang yang kaya. Disebutkan dalam suatu hadis HR. Imam Bukhari dan

Muslim bahwa mendo’a adalah meminta diberi harta benda di dunia dan pahala di

akherat, sehingga terjauh dari api neraka.


Berdasarkan sedikit dalil Al Qur’an dan hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa

sebelum kita melakukan usaha dianjurkan berdo’a, ketika sedang melaksanakan usaha

berdo’a dan setelah menyelesaikan suatu usaha juga berdo’a karena manusia hanya dapat

berusaha dan yang menentukan hasilnya adalah Allah semata. Segala pekerjaan yang

disertai dengan do’a yang ikhlas akan mendapat berkah walaupun hasil yang dicapai

kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pimpinan CV. Dinar sangat btoleran rehadap keyakinan karyawannya. Sehingga

setiap aktifitas usaha yang dijalankan selalu memperhatikan aspek religius. Setiap

karyawan diberi waktu untuk beribadah dan berdo’a sesuai dengan keyakinan masing-

masing, mengingat ada dua kelompok besar agama yang dianut karyawan CV. Dinar,

yaitu Islam dan Hindu.

4.6 Manajemen Usaha

a. Planning (Perencanaan)

Perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil

yang diinginkan (Allen dan Manullang, 1992). Sedangkan menurut Handoko (1992)

Perencanaan adalah pemilihan atau penetapan tujuan–tujuan organisasi dan penentuan

strategi, kebijaksanaan proyek, program, prosedur, metoda, sistem, anggaran dan standar

yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Usaha transplantasi di CV Dinar telah melaksanakan fungsi perencanaan dengan baik

yaitu dengan membuat rencana kerja, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Rencana kerja tersebut diantaranya adalah menghasilkan spesimen karang secara ramah

lingkungan bagi usaha perdagangan untuk memenuhi permintaan karang hias dunia,

menyediakan bibit karang untuk program restorasi dan rehabilitasi terumbu karang secara
cepat dan murah, bahan baku kerajinan souvenir, dan lain sebagainya. Meningkatkan

kuantitas dan kualitas karang hasil transplantasi. Meningkatkan hubungan dua arah

dengan nelayan.

b. Organizing (Pengorganisasian)

Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan struktur organisasi,

sumberdaya–sumberdaya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya

(Handoko, 1992).

Pengorganisasian ini merupakan upaya pendistribusian jenis pekerjaan aktivitas usaha

kepada tenaga kerja yang ada. Untuk itu sangat diperlukan adanya koordinasi dan

integrasi seluruh kegiatan pemasaran, yaitu dengan mempererat kerja sama dan

menghindari pertentangan agar mudah dilakukan suatu koordinasi sehingga pada

akhirnya nanti tujuan dapat tercapai dengan baik.

Struktur organisasi yang diterapkan di unit usaha transplantasi karang CV. Dinar

Kerobokan mempunyai struktur organisasi garis yang dapat digambarkan sebagai berikut

:
KOORDINATOR
TRANSPLANTASI

ADMINISTRASI
TRANSPLANTASI

PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA PELAKSANA

Gambar 10. Struktur Organisasi Usaha Transplantasi Karang CV. Dinar


Kerobokan
Pemberian tanggung jawab dan wewenang yang jelas terhadap karyawan diwujudkan

dalam job description.


c. Actuating (Pergerakan)

Menggerakkan adalah proses untuk menjalankan kegiatan atau pekerjaan dalam

organisasi. Dalam menjalankan organisasi para pemimpin atau manajer harus

menggerakkan bawahannya (para karyawan) unutuk mengerjakan pekerjaan yang

telah ditentukan dengan cara memimpin, memberi perintah, memberi petunjuk dan

memberi motivasi (Kasmir dan Jakfar, 2003).

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka menggerakkan karyawan di usaha

transplantasi karang CV Dinar diantaranya adalah sebagai berikut :

► Memberikan pelatihan ketrampilan yang mendukung pekerjaan.

► Melakukan rotasi tempat kerja sehingga mengurangi kejenuhan pekerjaan.

► Memberikan kenaikan gaji secara berkala.

► Memberikan berbagai macam tunjangan (Jamsostek, Tunjangan Hari Raya)

► Memberikan bonus jika target dapat terlampaui.

d. Controlling (Pengawasan)

Pengawasan adalah proses untuk mengukur dan menilai pelaksanaan tugas, apakah

telah sesuai dengan rencana. Jika dalam proses tersebut terjadi penyimpangan maka akan

segera dikendalikan (Kasmir dan Jakfar, 2003).

Kegiatan pengawasan yang dilaksanakan pada usaha transplantasi karang CV Dinar

cukup efektif. Misalnya Absensi dengan menggunakan finger printing sehingga jam kerja

karyawan dapat dipantau. Pihak perusahaan turun langsung ke lapang untuk mengetahui

hasil pemeliharaan nelayan. Melakukan evaluasi penanaman, pemeliharaan dan panen.

Melakukan evaluasi karyawan setiap periode tertentu.

4.7 Badan Usaha


Kelangsungan dan kelancaran usaha transplantasi karang di CV. Dinar sangat

diperhatikan. Hal tersebut dapat dilihat dari kelengkapan surat ijin yang dimiliki oleh CV.

Dinar. Surat ijin yang dimiliki oleh CV. Dinar adalah Akte pendirian CV, Tanda Daftar

Perusahaan (TDP), Surat Keterangan Domisili Usaha, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),

Surat Ijin Gangguan (HO), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Usaha Perikanan (IUP)

dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).

Perdagangan karang di dunia dilindungi oleh Undang-Undang. Oleh karena itu CV.

Dinar juga mempunyai beberapa surat ijin khusus yang berhubungan dengan usaha

transplantasi karang. Surat ijin tersebut adalah Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau

Transplantasi Karang yang Tidak Dilindungi Undang-Undang kepada CV. Dinar,

Pemberian Ijin Usaha Pengedar Hasil Penangkaran atau Transplantasi Koral yang Tidak

Dilindungi Undang-Undang ke Luar Negeri kepada CV. Dinar dan Perubahan Keputusan

Direktur Jenderal PHKA Nomer 40/ Kpts/ DJ-IV/ 2002 Tanggal 25 Oktober 2002

Tentang Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau Transplantasi Koral.

Kegiatan usaha transplantasi karang yang melanggar Undang-Undang dapat dikenai

sangsi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku atau bahkan pencabutan ijin

usaha. Oleh sebab itu, CV. Dinar berusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha

transplantasi karang dengan melaksanakan Undang-Undang yang berlaku.

4.8 Aspek Lingkungan

Lingkungan merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk ditelaah sebelum

suatu investasi atau usaha dijalankan. Telaah yang dilakukan untuk mengetahui dampak

yang ditimbulkan jika usaha jadi dilakukan, baik dampak negatif maupun dampak positif.

Dampak yang timbul ada yang langsung mempengaruhi pada saat kegiatan usaha
dilakukan sekarang atau bisa terlihat beberapa waktu kemudian dimasa yang akan datang.

Dampak lingkungan yang terjadi adalah berubahnya lingkungan dari suatu bentuk aslinya

seperti perubahan fisik, kimia, biologi atau sosial. Perubahan lingkungan ini jika tidak

diantisipasi dari awal akan merusak tatanan yang sudah ada, baik terhadap fauna, flora

maupun manusia itu sendiri (Kasmir dan Jakfar, 2003).

Kegiatan transplantasi karang dapat menunjang program konservasi alam dan

pelestarian lingkungan. Disamping itu, juga meningkatkan keanekaragaman habitat ikan

di dalam areal budidaya karang. Kegiatan transplantasi tidak mencemari lingkungan

karena tidak menggunakan zat organik tambahan seperti budidaya ikan.

4.9 Aspek Sosial dan Ekonomi

Dampak positif dari aspek sosial bagi masyarakat secara umum adalah tersedianya

sarana dan prasarana yang dibutuhkan, seperti pembangunan jalan, jembatan, listrik dan

sarana lainnya. Kemudian bagi pemerintah dampak negatif dari aspek sosial adanya

perubahan demografi di suatu wilayah, perubahan budaya dan kesehatan masyarakat.

Dampak negatif dalam aspek sosial termasuk terjadinya perubahn gaya hidup, budaya,

adat istiadat dan struktur sosial lainnya.

Bagi masyarakat adanya investasi ditinjau dari aspek ekonomi adalah akan

memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatannya. Sedangkan bagi pemerintah

dampak positif yang diperoleh adalah memberikan pemasukan berupa pendapatan baik

bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Lebih dari itu yang terpenting adalah ada yang mengelola dan mengatur sumber daya

alam yang belum terjamah. Sebaliknya dampak negatif pun tidak akan terlepas dari aspek

ekonomi, misalnya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, masuknya pekerja dari
luar daerah sehingga mengurangi peluang bagi masyarakat sekitarnya (Kasmir dan Jakfar,

2003).

Keberadaan kegiatan usaha transplantasi karang telah memberikan manfaat baik

secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan baru

terbuka, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Dapat dijadikan mata

pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir atau nelayan. Pendapatan daerah dan

perolehan devisa negara juga meningkat.

4.10 Faktor Pendukung

Faktor yang mendukung usaha transplantasi karang diantaranya adalah

 Perijinan lengkap sehingga kegiatan usaha lancar

 Pemeliharaan karang relatif mudah

 Lokasi usaha strategis dekat dengan bandara udara, jasa kargo dan fasilitas umum

lainnya

 Kerjasama yang baik dengan jasa kargo sehingga pengiriman barang menjadi

lancar

 Mendapat ISO 9001 tahun 2000 tentang peningkatan mutu sehingga mampu

meningkatkan kepercayaan pihak yang berhubungan khususnya pelanggan

 Program kemitraan dengan nelayan yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama

4.11 Faktor Penghambat

Adapun faktor yang menjadi penghambat dalam usaha transplantasi karang adalah

 Tingkat kematian atau kerusakan relatif tinggi (berkisar 30 %)

 Ketergantungan terhadap pasang surut tinggi


 Pemeliharaan karang kurang optimal

 Ombak yang besar dapat merusak susunan meja karang di pantai

 Ketergantungan yang tinggi terhadap induk dari alam khusus untuk jenis tertentu

 Ekspor yang dibatasi oleh kuota

 Adanya beberapa nelayan yang kurang rajin dalam memelihara karang

 Munculnya pesaing baru

 Sedikitnya pesanan karang


5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil Praktek Kerja Lapang (PKL) yang dilaksanakan di CV. Dinar Banjar

Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Propinsi

Bali dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

 Aspek Teknis

Sarana produksi pada CV. Dinar terdiri dari sebagai berikut ; indukan, bahan baku

(tatakan, rak meja besi dan lem), air laut, listrik, peralatan produksi (akuarium, pompa air,

skimmer, mesin gerinda, tang gunting, bor, kapak, palu, baskom, gayung dan kapi),

perlengkapan selam dan alat transportasi (mobil pick up Kijang dan perahu tempel).

Prasarana produksi pada CV. Dinar terdiri dari sebagai berikut ; keadaan jalan yang

cukup baik, lokasi usaha strategis dan fasilitas komunikasi yang memadai.

Metode transplantasi karang meliputi ;

a. Pemilihan Lokasi ; lokasi untuk transplantasi karang diutamakan pada daerah-daerah

terumbu karang yang telah mengalami kerusakan tetapi masih memenuhi syarat bagi

kehidupan karang.

b. Pelekatan stek ; potongan koloni karang ditempelkan dengan lem pada substrat buatan

/ tatakan (artificial base coral).

c. Persemaian ; bibit karang yang telah ditransplantasi dibawa ke laut dengan cara

diletakkan pada rak-rak besi yang telah ditanam di dasar laut


d. Pembesaran dan Pemeliharaan ; bibit karang yang telah disemaikan pada rak-rak besi

didasar laut membutuhkan pemeliharaan yang intensif untuk mendapatkan kelangsungan

hidup dan pertumbuhan yang baik.

e. Pemantauan ; pemantauan terhadap bibit yang ditanam meliputi pengukuran

pertumbuhan dan penghitungan karang yang mati.

f. Pemanenan ; karang hasil transplantasi setelah mencapai ukuran yang memenuhi syarat

untuk restocking dan pemanfaatan lainnya selanjutnya ditangani dan dilakukan secara

hati-hati agar kondisi karang tetap sehat, segar, tidak cacat dan tidak stres.

 Aspek Finansial

Besarnya modal investasi yang diperlukan pada tahun pertama investasi adalah Rp.

234.442.745,-. Sedangkan modal kerja yang dibutuhkan dalam satu tahun adalah sebesar

Rp. 323.218.689,- Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai

keuntungan sebesar Rp. 40.431.464,-. Zakat dikeluarkan sebesar 2,5 % dari benefit yang

diperoleh. Sehingga zakat yang harus dikeluarkan dalam satu tahun adalah Rp.

1.010.787,-. Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai rentabilitas sebesar 17,25 %.

Besarnya nilai Revenue Cost Ratio (R/C ratio) yang diperoleh adalah 1,10. Perhitungan

BEP sales diperoleh nilai sebesar Rp. 296.907.369,-. Sedangkan perhitungan BEP unit

diperoleh nilai sebanyak 29.215 unit.

Berdasarkan perhitungan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 344.408.958,-. Nilai Net

Benefit Cost ratio yang sebesar 4,21. Nilai Internal Rate Return yang diperoleh sebesar

48,30 % dan Payback Period selama 2,22 tahun. Nilai NPV yang positif, Net B/C lebih

besar dari 1, IRR > suku bunga bank (13%) dan Payback Periode yang kurang dari umur
investasi usaha (10 tahun) maka usaha transplantasi karang ini layak untuk

dikembangkan.

 Aspek Pemasaran

Peluang Pasar karang masih terbuka lebar, tetapi perdagangan karang hasil

transplantasi dibatasi jumlahnya dengan pemberian kuota ekspor.

Strategi pemasaran karang CV. Dinar didasarkan pada marketing mix yang meliputi

product, place, price promotion dan prayer

Karang transplantasi dari tempat budidaya atau penangkaran diangkut dengan

angkutan darat ke tempat penampungan di Kerobokan. Setelah sampai di penampungan,

dikarantina beberapa waktu tertentu supaya keadaan koral hasil penangkaran atau

transplantasi tersebut benar-benar dalam keadaan sehat untuk dikirim dengan angkutan

udara ke pelanggan di luar negeri.

 Aspek Manajemen

Penerapan fungsi manajemen dalam usaha transplantasi karang telah dilaksanakan

dengan baik, yaitu meliputi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengawasan.

 Aspek Hukum

Surat ijin yang dimiliki oleh CV. Dinar adalah Akte pendirian CV, Tanda Daftar

Perusahaan (TDP), Surat Keterangan Domisili Usaha, Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),

Surat Ijin Gangguan (HO), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Usaha Perikanan (IUP)

dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau

Transplantasi Karang yang Tidak Dilindungi Undang-Undang kepada CV. Dinar,

Pemberian Ijin Usaha Pengedar Hasil Penangkaran atau Transplantasi Koral yang Tidak

Dilindungi Undang-Undang ke Luar Negeri kepada CV. Dinar dan Perubahan Keputusan
Direktur Jenderal PHKA Nomer 40/ Kpts/ DJ-IV/ 2002 Tanggal 25 Oktober 2002

Tentang Pemberian Ijin Usaha Penangkaran atau Transplantasi Koral.

Kegiatan usaha transplantasi karang yang melanggar Undang-Undang dapat dikenai

sangsi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku atau bahkan pencabutan ijin

usaha. Oleh sebab itu, CV. Dinar berusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha

transplantasi karang dengan melaksanakan Undang-Undang yang berlaku.

 Aspek Lingkungan

Kegiatan transplantasi karang dapat menunjang program konservasi alam dan

pelestarian lingkungan. Disamping itu, juga meningkatkan keanekaragaman habitat ikan

di dalam areal budidaya karang.

 Aspek Sosial dan Ekonomi

Keberadaan kegiatan usaha transplantasi karang telah memberikan manfaat baik

secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Lapangan pekerjaan baru

terbuka, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Dapat dijadikan mata

pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir atau nelayan. Pendapatan daerah dan

perolehan devisa negara juga meningkat.

5.2 Saran

Saran yang dapat dikemukakan setelah melaksanakan Praktek Kerja Lapang adalah

a. Pengusaha

 Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen karang transplantasi dengan cara

meningkatkan kontrol pemeliharaan karang sehingga kualitas karang meningkat,harga

jual menjadi tinggi dan total penerimaan bertambah.


 Memberikan insentif ekonomi kepada nelayan terhadap kualitas produksi, misalnya

dengan pemberian fasilitas atau stratifikasi harga beli berdasarkan kualitas karang,

sehingga rajin dalam memelihara karang.

 Mengoptimalkan penggunaan tagging sehingga stok persediaan karang dapat

dikontrol dengan mudah.

 Menjalin kerjasama yang baik dengan nelayan, perusahaan sejenis dan instansi terkait

sehingga tercapai hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan.

 Melakukan penelitian dan mencari teknologi yang lebih canggih, murah dan ramah

lingkungan sehingga dapat mengurangi beban biaya produksi.

 Merancang strategi pemasaran dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan, peluang

dan ancaman yang ada.

 Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi sebagai media pemasaran, misalnya

dengan membuka web-site, mengingat tujuan ekspor karang transplantasi adalah

negara-negara maju yang familiar dengan kecanggihan teknologi informasi.

b. Pemerintah

 Merancang Undang-Undang yang mengatur usaha transplantasi karang dengan jelas

sehingga tidak terjadi eksploitasi sumberdaya alam yang tidak terkendali

c. Nelayan

 Meningkatkan kerajinan dalam pemeliharaan karang sehingga kualitas dan kuantitas

karang hasil panen meningkat

d. Mahasiswa

 Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pengembangan usaha dan cara

menghadapi hambatan yang ada


DAFTAR PUSTAKA

Abubakar. 2002. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pendekatan


Agribisnis dan Agroindustri dalam Upaya Penanggulangan Kerusakan
Terumbu Karang. www.rudict.com. Tanggal akses : 15 Mei 2006.

Anonymous. 2005. Budidaya Karang Sekaligus Menyelamatkan Karang.


www.bppt.go.id. Tanggal akses : 28 Mei 2006.

Dahuri, R. Rais J,; Ginting S.P. dan Sitepu M.J. 2001. Pengelolaan Sumberdaya
Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.

Dahuri, R. 2003. Keanekaragaman Hayati Laut ; Aset Pembangunan Berkelanjutan.


Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Departemen Agama Republik Indonesia. 1997. Al-Qur’an dan terjemahannya Juz 1-


30. Cv. Jaya Sakti. Surabaya.

Harriot, V.J. and D.D. Fisk. 1988. Coral Transplantation as a Reef Management
Option. www.clidata.org/Reports/Coral_Reef/infosources. Tanggal akses 15 Mei
2006.
Kasmir dan Jakfar. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Prenada Media. Jakarta.

Keegan, W. 1996. Manajemen Pemasaran Global. Jilid I. Prentice Hall. Jakarta.

Koeswara, S. 1995. Pemasaran Industri. Jilid II. Penerbit Djambatan. Jakarta.

Lindahl, U. 1999. Rehabilitation of Degraded Coral Reefs. In. Linden, L dan N.

Mawardi, W. 2004. Ekosistem Terumbu Karang Peranan, Kondisi dan


Konservasinya. Makalah Falsafah Sains Program Pasca Sarjana IPB. Bogor

Manullang, Drs. 1992. Dasar–Dasar Manajemen. Ghalia–Indonesia. Jakarta.

Nybakken,J.W. 1992. Biologi Laut Satu Pendekatan Ekologis. Gramedia. Jakarta.

Poerwanti, E. 2000. Pendekatan Kuantitatif dalam Penelitian Perilaku. Fakultas


Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNMUH Malang. Malang.

Prabhaswara, A dan Savitri, P. 2004. Dasar Penyusunan Project Proposal. Andi.


Yogyakarta.

Primyastanto, M., dkk. 2005. Perencanaan Usaha (Bussines Plan) Sebagai Aplikasi
Ekonomi Perikanan. Bahtera Press. Malang.
----------------, M., dkk. 2006. Panduan Evaluasi Proyek. Fakultas Perikanan Universitas
Brawijaya. Malang.

Purwanti, P. 2003. Manajemen Industri Perikanan (Buku 1). Fakultas Perikanan.


Universitas Brawijaya. Malang.

Rachman, A dan Mudhita, M. (2002). Giant Clams Culture: a Model For Sustainable
Seafarming Management. In: W. Kastoro, et al (Eds) Proceedings on
Mariculture in Indonesia. LIPI–Norway Coorporation Programs. Mataram,
Lombok.

Ramli, I. 2003. Pengelolaan Terumbu Karang Melalui Penerapan Teknologi


Transplantasi Karang Berbasis Masyarakat.. Lomba Karya Tulis Ilmiah
Teknologi 2003 BALITBANGDA Propinsi Sulawesi Selatan.

Riyanto, B. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Gajahmada. Yogyakarta.

Subagya, P.J. 1991. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Rineka Cipta.
Jakarta.

Soekartawi. 1993. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Rajawali Press. Jakarta.

Sule, E.T. dan Saefullah, K. 2005. Pengantar Manajemen. Prenada Media. Jakarta.
Sunarto. 2004. Prinsip-Prinsip Pemasaran. AMUS & UST Press. Yogyakarta.

Suratman. 2001. Studi Kelayakan Proyek : Teknik dan Prosedur Penyusunan


Laporan. J & J Learning. Yogyakarta.