Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Perkembangan dan semakin pesatnya teknologi dewasa ini memberikan konsekuensi pada kebutuhan akan tenaga listrik yang semakin meningkat, baik kebutuhan dibidang industri, perdagangan,maupun kebutuhan listrik rumah tangga. Bahkan hampir bisa dikatakan bahwa energi listrik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Tenaga listrik kini merupakan landasan bagi kehidupan modern, dan tersedianya dalam jumlah dan mutu yang memadai, menjadi syarat bagi suatu masyarakat yang memiliki taraf kehidupan yang baik dan perkembangan industri yang maju. Perkembangan tenaga listrik di Indonesia berlangsung dengan cepat. Hal ini seiring dengan bertambahnya permintaan beban dan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita. Tenaga listrik dibangkitkan dalam pusat-pusat listrik seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), dan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), kemudian disalurkan melalui saluran transmisi untuk selanjutnya mengalami proses perubahan tegangan sampai akhirnya dapat disalurkan ke pusatpusat beban. Perkembangan kelistrikan itu tentu saja sangat dibutuhkan oleh daerahdaerah yang ada di Indonesia, karena tidak dapat dipungkiri, hampir semua kegiatan penduduk membutuhkan tenaga listrik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perkembangan kebutuhan akan tenaga listrik yang sangat pesat

ini, pada kenyataannya tidak dapat disertai dengan peningkatan jumlah maupun kapasitas pembangkit. Hal ini menyebabkan jumlah daya listrik yang disediakan lebih kecil dari kebutuhan konsumen, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya pemadaman listrik secara bergilir. Sistem Sulsel merupakan interkoneksi 150kV yang mensupply listrik di Provinsi Sulsel dan Sulbar. Terdiri dari berbagai jenis pembangkit PLTA,PLTGU dan PLTD. Pusat beban sistem (60%) berada di bagian Selatan, tepatnya di Makassar, ibukota provinsi Sulsel, sedangkan pembangkit murah dan terbesar lokasinya ada di sebelah utara. Sehingga pasokan listrik mengalir dari bagian utara ke selatan setiap hari selama 24 jam sepanjang 400 kms. Hal ini tentu saja mengurangi keaandalan sistem. Jika terjadi gangguan di sepanjang saluran ini, maka kota Makassar akan padam total. Artinya, PLN akan kehilangan sebesar 60% pelanggannya. Selain masalah keaandalan itu, masalah berikutnya adalah keterbatasan daya, di mana saat ini Sistem Sulsel defisit sekitar 24MW tiap malam. Untuk melakukan investasi pembangkit, tentu saja memerlukan biaya yang sangat besar dan waktunya sangat lama, termasuk di dalamnya pembangunan transmisi dan Gardu Induk yang baru. Kondisi ini semakin diperparah dengan gangguan beberapa mesin eksisting di PLTD dan PLTG/U Tello serta inflow air di PLTA Bakaru yang berkurang. Sehingga angka defisit 24MW akan bisa bertambah seiiring dengan naiknya kebutuhan energi dari masyarakat. Yang bisa dilakukan PLN untuk jangka pendek adalah menyetop pemasangan baru dan menghimbau pelanggan untuk senantiasa berhemat listrik terutama saat beban puncak pukul 17.00-22.00 WITA.

Isu mikrogrid ini dimulai dari kemajuan teknologi pembangkit yang berukuran kecil dan berdaya mampu besar seperti microtubine yang

memungkinkan dipasang di lokasi pelanggan atau lokasi beban yang mau disupply. Dalam hal ini, Distributed Energy Resources (DER) small power generator yang dipasang di lokasi pelanggan yang memanfaatkan output listrik dan thermalnya. DER ini meliputi generator, penyimpanan energi, control beban dan penghubung daya yang canggih antara generator dengan generator lainnya. Mikrogrid ini mengintegrasikan semua jenis DER di dalam sistem. Berdasarkan uraian di atas maka diambil tugas akhir ini dengan judul ANALISIS KEANDALAN SISTEM MIKROGRID TANJUNG BUNGA I.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem tenaga listrik Tanjung Bunga ? 2. Bagaimana pengaruh gangguan terhadap kestabilan sistem tenaga listrik pada jaringan distribusi 20 kV Tanjung Bunga? I.3 Tujuan Penelitian 1. Menganasilis keandalan sistem kelistrikan Tanjung Bunga . 2. Mengetahui pemadaman yang tejadi yang dapat diambil sebagai acuan untuk peningkatan kinerja sistem lebih lanjut. I.4 Batasan Masalah Untuk menghidari persoalan yang lebih luas dari pokok bahasan maka masalah dibahas yakni Analisis besarnya indeks keandalan sistem distribusi pada Gardu Induk Tanjung Bunga berdasarkan banyaknya gangguan pada tahun tertentu, lamanya gangguan dan banyaknya

pelanggan yang terkena pemadaman pada tahun tersebut dari segi teknisnya. I.5 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode deskriktif yaitu pengambilan data-data sekunder pada Gardu Induk Tanjung Bunga antara lain data gangguan tiap penyulang selama satu tahun yaitu tahun 2009 berupa data : waktu gangguan, lama gangguan, dan jumlah pelanggan yang mengalami gangguan Adapun metode yang dipakai dalam menganalisis keandalan sistem distribusi yang ditinjau metode perhitungan, dengan cara ini akan diperoleh indeks-inedeks keandalan yaitu empat defenisi : 1. Average Service Availability Indeks (ASAI) yaitu Indeks ketrsediaan pelayanan rata-rata 2. Sistem Average Interruption Frequency Indeks (SAIFI) yaitu Indeks frekuensi pemadaman rata-rata 3. Sistem Average Interruption Duration Indeks (SAIDI) yaitu Indeks lama padam rata-rata 4. Custumer Average Interruption Duration Indeks(CAIDI) yaitu Angka keluaran komponen yang menyebabkan pemadaman Setelah mendapatkan hasil tersebut di atas maka diketahui andal tidaknya suatu sistem distribusi, dan juga kinerja dari pihak PLN khususnya Tajung Bunga.

I.6 . Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagi berikut : BAB I Pendahuluan Pada bab ini di jelaskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, pokok bahasan, batasan masalah, metode penelitian, serta sistematika penulisan. BAB II Teori Keandalan Sistem Distribusi Pada bab ini diuraikan tentang sistem distribusi secara umum, bentuk sistem distribusi, defenisi keandalan, fungsi keandalan secara umum, metode frekuensi dan lama gangguan serta konfigurasi system. BAB III Sistem Distribusi Primer Pada bab ini diuraikan tentang sistem kelistrikan Tanjung Bunga. BAB IV Keandalan Sistem Distribusi Microgrid Tanjung Bunga Pada bab ini dilakuakan perhitungan tentang data gangguan dalam tahun tertentu, data pemadaman dan banyaknya pelanggan yang terkena pemadaman. BAB V Simpulan dan saran Merupakan bab penutup yang berisikan simpulan dari hasil pembahasan serta saran-saran yang perlu diperhatikan.

Beri Nilai