Anda di halaman 1dari 4

Epidemiologi Demam tifoid adalah penyakit anak-anak dan dewasa muda, dan kebanyakan pasien yang datang ke rumah

sakit dengan demam tifoid yaitu di kelas usia 5 sampai 25 tahun, Namun, masyarakat berbasis pengawasan di daerah endemik tinggi menunjukkan bahwa banyak kasus tipus, terutama pada anak di bawah usia lima tahun, mungkin memiliki penyakit non-spesifik kurang parah yang tidak diakui secara klinis sebagai tipus Daerah dengan sanitasi lingkungan buruk juga menjadi factor penyebab Bradikardi Relatif Gejala demam typhoid lain yang khas yaitu bradikardi relatif; kenaikan suhu tubuh tidak diikuti kenaikan denyut nadi yang sepadan (pada keadaan normal kenaikan 1 derajat celcius biasanya diikuti kenaikan denyut nadi 10-15 kali permenit). Namun adanya bradikardi relatif tidak menyingkirkan kemungkinan penyakit lain

Patofisiologi Coated tongue Pada dasarnya, permukaan atas lidah adalah daearah yang rentan iritasi. Hal tersebut menyebab bagian permukaan lidah membentuk perlindungan berupa lapisan dari keratin yang telah mati. Dalam keadaan normal jumlah keratin yang diproduksi sama dengan keratin yang mengelupas ( telah mati). Pada keadaan tidak normal keseimbangan tersebut terganggu sehingga menyebabkan coated tongue. Coated tongue juga dapat disebabkan oleh diet makanan lunak yang menyebabkan keratin tidak terangsang untuk mengelupas (AOMP, 2005). Gambaran Klinis coated tongue Gambaran coated tongue secara klinis berupa selaput (lesi plak) yang menutupi bagian permukaan atas lidah. Selaput ini dapat berwarna putih kekuningan sampai berwarna coklat. Selaput terdiri dari akumulasi bakteri, debris makanan, lekosit dari poket periodontal, dan deskuamasi sel epitel. Selaput ini dapat hilang pada pengerokan tanpa meninggalkan daerah eritem. Coated tongue dapat muncul dan hilang dalam waktu yang singkat (Danser et al 2003; Laskaris, 2006; Scully, 2001).

kalo dikaitkan dengan patofisiologi dari penyakit ni salmonella typhi lambung usus lamina propia plak peyeri ileum distal(makrofag menyebabkan hyperplasia dan nekrosis jaringan) KGB mesenterika duktus thorasicus sirkulasi darah(bacteremia pertama, gejala asimptomatik) organ retikuloendotelial (hati dan limpa)

keluar dari sel fagosit sirkulasi darah ( bakterimia kedua,tanda-tanda gejala) ke kandung empedu bersama cairan empedu dieksresikan ke usus sirkulasi darah sebagian ke feses

kemungkinan Nn.C telah terinfeksi Salmonella typhi 7-14 hari sebelum ia mengalami demam (masa inkubasi). Bakteri yang masuk ke dalam tubuh bisa melewati 5F ( food (makanan dan minuman) ,finger (jari), vomitus (muntah) ,fly(lalat), dan feces).(etiologi) Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan. Sebagian kuman dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi tidak, kemudian masuk ke usus halus dan berkembang biak. Bila respon imunitas humoral mukosa IgA usus kurang baik maka bakteri akan menembus sel-sel epitel terutama sel M dan selanjutnya ke lamina propia. Di lamina propia bakteri berkembang biak dan difagosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh makrofag. bakteri dapat hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plaque Peyeri ileum distal. Di plak peyeri ini terjadi hyperplasia jaringan dan nekrosis ( inilah yang merupakan faktor penyebab perdarahan pembuluh darah akibat erosi yang disebabkan nekrosis dan hyperplasia. Nekrosis dan hyperplasia itu dapat terjadi karena endotoksin salmonella menstimulasi makrofage untuk memproduksi sitokin dan zat lainnya salah satunya monokin.produksi dari makrofage ini lah yg menyebabkan nekrosis,hyperplasia dll) Hyperplasia plak peyeri juga menyebabkan gangguan Saluran pencernaan (tersumbat, Kesulitan BAB) dan salmonella yg menyerang usus ini pada saat komplikasi menimbulkan nyeri, hal ini juga bisa menyebabkan nyeri pada saat buang air besar sehingga kesulitan BAB) dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. Selanjutnya melalui duktus torasikus bakteri yang terdapat di dalam makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang asimtomatik) dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial tubuh terutama hati dan limpa. Di organ-organ ini bakteri meninggalkan sel-sel fagosit dan kemudian berkembang biak di luar sel atau ruang sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi yang mengakibatkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejala penyakit infeksi sistemik, seperti demam, malaise, mialgia, sakit kepala dan sakit perut. Dalam sirkulasi darah ke organ retikuloendotelial, di organ ini terjadi 3 hal: Bakteri keluar dari sel fagosit dan masuk ke sirkulasi darah, pada tahap inilah timbul gejala - gejalanya, karena bakteri itu keluar dari sel fagosit (makrofag) keluarlah endotoksin yg akan merangsang sintesis zat pirogen lalu demam. Dari hepar tadi juga bisa masuk ke empedu karena eksresi empedu ke usus, jadi bakterinya ikut masuk ke usus. bakterinya bisa terbawa ke feses (inilah yg bisa nularin ke orang, bisa saja fesesnya dihinggapi lalat, dan biasanya pada orang karier typoid fesesnya banyak mengandung bakteri ini). Selain itu, disaat di sirkulasi darah bakteri itu ternyata mengeluarkan endotoksin (semacam racun) selama berada di sirkulasi darah, endotoksin menempel di reseptor endotel kapiler, hal inilah yang menyebabkan komplikasi ke daerah-daerah lain,

missal ke cardio, pulmo, neuro dll. Karena terjadi sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah kecil menyebabkan iskemik dan nekrosis hemoragic berbagai organ Mengapa terjadi demam yang terus menerus pada sore dan malam hari? Demam septik karena proses keluarnya bakteri dari sel fagosit belum tentu serempak. Pada tahap dari empedu ke usus juga bersifat intermitten (kadang iya, kadang tidak) itulah penyebab terjadinya panas naik di malam hari, dan ketika pagi turun. Suhu tubuh saat malam dan sore meningkat itu dikarenakan sore dan malam metabolisme tubuh menurun. metabolisme turun berarti O2 yang beredar dalam tubuh akan turun, salah satu sifat dari Salmonella yaitu anaerob, itulah sebabnya saat malam dan sore hari suhu tubuh nn.C meningkat pada malam hari. hepatomegaly Hepatomegali dalam kasus mempunyai berbagai kemungkinan. Kemungkinan pertamaa dalah akibat pengumpulan sel-sel polimorfonuklear di organ sistem retikuloendotelial tersebut. Kemungkinan yang lain adalah akibat aktivitas replikasi kuman di dalam makrofag yang berada dalam hati dan limpa. Kemungkinan terakhir adalah pada hati kerja sel makrofagnya (sel Kuppfer) bekerja lebih berat, karena semua agen infeksius dari saluran gastrointestinal pasti melewati vena porta hepatika, sehingga hati harus menghadapi bakteri tersebut di garis terdepan setelah masuk sirkulasi.Limpa umumnya membesar pada akhir minggu pertama dan harus dibedakan dg pembesaran karena malaria. Pembesaran pada demam typoid tidak progresif dan konsistensi lebih lunak

Cong, yg dipesenin sama tutor udah galo e?

Anda mungkin juga menyukai