Anda di halaman 1dari 3

B. Sistem Klien 1.

Pengertian Klien dan Jenis-jenis Klien Klien adalah penerima asuhan keperawatan dan dapat didefinisikan sebagai individu, keluarga, komunitas, atau kelompok yang lebih besar. Ahli teori mungkin mendefinisikan klien sebagai seseorang yang memiliki kebutuhan, status kesehatannya terganggu, kurang perawatan diri, adaptif yang mampu berubah, atau seseorang yang mengalami ketidakselarasan. Beberapa ahli teori mengidentifikasi individu yang memiliki masalah kesehatan raja yang disebut sebagai klien, sedangkan ahli teori lainnya memandang individu atau keluarga sebagai penerima asuhan dalam cakupan keperawatan. (Paula, J.C., dan Jannet, W.K. (2009). Proses Keperwatan: Aplikasi Model Konseptual. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC). Di samping itu, pada tempat perawatan utama, seperti juga pada tempat pelayanan kesehatan lainnya, yang dimaksud dengan klien adalah orang yang mencari pelayanan kesehatan. (Potter, P. A., Perry, A.G.
(2005). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik,4th ed. Penerbit Buku Kedokteran EGC). Pengertian lainnya, Klien adalah penerima jasa pelayanan kesehatan di rumah sakit baik dalam keadaan sakit maupun sehat (Wijono, 1999:1237).

Berdasarkan cara masuk klien ke dalam sistem pelayanan kesehatan, klien terbagi menjadi tiga jenis: 1. Klien yang dirujuk Pada jenis ini, klien masuk ke dala sistem dengan rujukan dari seorang anggota tim kesehatan karena mengalami masalah akut dan berpotensi mengancam kehidupan (klien yang mengalami nyeri dada berat) atau mengalami masalah yang kurang mengancam kehidupan (kemerahan pad kulit karena sebab yang belum diketahui). Dalam kondisi darurat klien biasanya memanggil dokter yang akan merujuk klien ke tempat parawatan kedaruratan. Namun, pada situasi kurang akut, perawat merupakan profesi yang biasanya memberi rujukan pada klienuntuk mendapatkan pelayanan dalam sistem. Rujukan dapat juga diberikan untuk tetangga yang mnecari anjuran, untuk anak dan keluarga di mana ada perawat, tenaga sukarela yang bekerja di sekolahnya, dan untuk keluarga dengan klien yang telah diberikan perawatan sebelumnya oleh perawat (Potter & Perry, 2005). 2. Klien sukarela Klien masuk ke sistem pelayanan kesehatan karena keinginan sendiri untuk mendapatkan pelayanan tertentu. 3. Klien yang masuk ke sistem pelayanan kesehatan karena pengaruh situasi keuangan

Seseorang yang bekerja dan mempunyai asuransi mungkin akan segera masuk ke rumah sakit untuk menjalankan operasi atau prosedur diagnostik padahal penyakitnya ringan. Hal itu karena mereka mempunyai suber keuangan untuk mencari dan membayar pelayanan kesehatan yang diberikan. Berbeda halnya dengan pengangguran. Orang yang menganggur dan tidak berpenghasilan, dengan keuangan terbatas mungkin hanya akan mencari perawatan jika sakit yang dideritanya sudah akut dan harus dirawat di ruang perawatan kedaruratan di rumah sakit (Potter & Perry, 2005).

2. Individu dan Keluarga sebagai Klien a. Individu sebagai Klien. Individu adalah anggota keluarga yang unik, sebagai kesatuan yang utuh dari aspek bio-psiko-sosial-spiritual. Dalam hal ini, perawat berperan memenuhi kebutuhan dasar individu karena: 1) Kelemahan fisik dan mental, 2) keterbatasan pengetahuan, 3) dan kurang kemauan menuju kemandirian (Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC). b. Keluarga sebagai Klien.Keluarga merupakan kelompok individu yang memiliki hubungan yang erat secara kontinu sehingga terjadi interaksi satu sama lain, baik dalam lingkungan sendiri maupun masyarakat secara umum. Adapun alasan keluarga sebagai fokus pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut: 1) Keluarga adalah unit utama dalam masyarakat dan merupakan lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat. 2) Keluarga sebagai satu kelompok dapat menimbulkan, mencegah,

memperbaiki/mengabaikan masalah kesehatan di dalam kelompoknya. 3) Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan. Penyakit salah satu anggota keluarga akan berpengaruh terhadap seluruh keluarga. 4) Keluarga tetap berperan sebagai pengambil keputusan dalam perawatnnya. 5) Keluarga merupakan perantara yang efektif untuk berbagai usaha kesehatan masyarakat. (Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC).

DAFTAR PUSTAKA

Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Paula, J.C., dan Jannet, W.K. (2009). Proses Keperwatan: Aplikasi Model Konseptual. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Potter, P. A., Perry, A.G. (2005). Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik,4th ed. Penerbit Buku Kedokteran EGC Wijono, D. (1999). Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Vol.1. Surabaya : Air Langga University Press.