Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN

Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga (HR. Muslim).

Mengilhami pesan Rasulullah di atas, sudah sepantasnya tanpa diwajibkan pun hendaknya kita harus menuntut ilmu atau belajar. Alasan utama yang dapat kita ambil dari hadist di atas adalah bahwa belajar adalah sebagai jalan kita untuk menuju surga, tempat yang sangat di idam-idamkan oleh setiap orang di muka bumi.

Dalam belajar akan membuat adanya suatu berkembangan dari penampilan dan pandangan orang lain kepada kita dimana hasil dari perubahan tersebut di dapat dari suatu usaha pengulangan atau bisa kita sebut latihan (Lih Bugelski, 1956). Jadi dalam belajar ada serangkaian kegiatan yang disebut latihan yang tidak dapat dipisahkan dari serangkaian kegiatan belajar. Menurut C.T. Morgan (1961) adanya perubahan akibat belajar merupakan sesuatu perubahan yang statis dan hal ini dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di masa lampau yang dikenal sebagai suatu pengalaman hidup. Berdasarkan pengertian tersebut, belajar berkaitan erat dengan aktifitas kita di masa lampau/pengalaman. Karena dari pengalaman tersebut dapat menjadi acuan kita untuk latihan yang lebih baik.

Pada hakikatnya Allah SWT menciptakan manusia sebagai suatu mahluk yang mempunyai kesamaan derajat dan potensi. Hal-hal yang dapat

mempengaruhi takdir mubron mereka adalah usaha dan keyakinan mereka sendirisendiri. Mau jadi kaya, sukses, pintar maupun miskin dan bodoh; itu adalah pencerminan dari seluruh aktifitas kehidupan yang mereka jalani. Mengacu pada perbedaan aktifitas tersebut maka, dalam belajar pun ada perbedaan dalam gaya belajar masing-masing individu. Atau dapat dikatakan sebagai suatu Modalitas Belajar.

Setiap individu memiliki gaya tersendiri dalam menyerap suatu informasi, walaupun mereka dalam 1 kelas besar yang diberi materi pelajaran yang sama, pastinya akan terdapat perbedaan tingkat pemahaman dari tiap-tiap individu. Hal ini dipengaruhi oleh gaya belajar mereka.

Berdasarkan hal tersebut saya akan mencoba untuk memaparkan berbagai tipe atau gaya belajar yang telah ada dalam dunia pendidikan di era modern ini agar dapat menginformasikan gaya belajar yang sesuai bagi pembaca. Dalam tulisan saya ini saya akan mengklasifikasikan gaya belajar berdasarkan modalitas atau cara panca indra manusia dalam menyerap ilmu lalu mengirimkannya sebagai serangkaian gelombang informasi ke dalam otak (Howard Gardner, 2000).

Secara modalitas ada 3 macam gaya belajar yaitu : visual, auditori, maupun tactile (kinestetik). Dan didalam essay ini saya menekankan pada 3 gaya pembelajaran berikut karena gaya pembelajaran berikut merupakan yang paling mudah disadari dan ditingkatkan keefektifannya. Untuk itu, marilah kita mengenal lebih dalam lagi tentang diri kita sendiri agar menjadi kunci sukses di masa depan. Dalam essay ini saya akan mencoba megungkapakan jati diri anda apakah anda cenderung dominan visual, auditori, ataupun kinestetik dengan menggunkan semacam tes yang saya dapat dari buku Quantum Teaching. Saya akan mencoba menjeaskan definisi serta memberikan strategi belajar yang efisien dan efektif untuk masing-masing gaya belajar yang ada pada diri anda.

A. PENTINGYA MENGETAHUI GAYA BELAJAR Tahukah anda mengapa anda sulit menyerap suatu ilmu yang diberikan kepada anda? Pernahkah anda mencoba untuk mencoba belajar secara sederhana namun efektif?, jika pernah bererti anda telah pernah mencoba untuk mencoba mencari tahu bagaimana anda belajar. Menurut Richard Felder dan Linda Silverman (2002), Jika anda telah mengetahui bagaimana gaya belajar anda maka anda dapat bekerja lebih efektif dengan gaya anda. Anda dapat membuat lingkungan sekitar anda menjadi nyaman dan mendukung untuk belajar. Namun masalahnya, bagaimana mengetahui gaya belajar yang cocok untuk anda ?, disini saya mempunyai solusinya. Di bawah ini ada serangkaian pertanyaan yang dapat menuntun anda untuk mengungkap apakah anda tipe pembelajar visual, auditori ataupun kinestetik. Isilah sesuai dengan keadaan anda lalu jumlahkan hasilnya di tiap tabel.

VISUAL
Apakah anda Rapi dan teratur? Apakah Anda berbicara dengan cepat? Apakah anda perncana dan pengatur jangka panjang? Apakah anda menghafal asosiasi visual? Apakah anda lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar? Apakah anda lebih suka membaca daripada dibacakan? Apakah anda lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato? Apakah anda lebih menyukai seni daripada musik? subtotal total

SERING KADANG JARANG

x2

x1 JUMLAH =

x0

AUDITORIAL
Apakah anda berbicara pada diri sendiri saat bekerja? Apakah anda mudah terganggu oleh keributan? Apakah anda melafalkan saat membaca? Apakah anda suka membaca keras-keras dan mendengarkan? Apakah anda merasa menulis itu sulit tetapi pandai bercerita? Apakah menurut anda, anda adalah pembicara yang fasih? Apakah anda berbicara dengan pola berirama? Apakah anda lebih menyukai musik daripada seni? subtotal total

SERING

KADANG JARANG

x2

x1 JUMLAH =

x0

KINESTETIK
Apakah anda berbicara dengan lambat? Apakah anda menggunkan jari untuk menunjuk saat membaca? Apakah anda berorientasi pada fisik dan banyak bergerak? Apakah anda belajar melalui manipulasi dan fisik? Apakah anda menghafal dengan berjalan dan melihat? Apakah anda banyak menggunakan isyarat tubuh? Apakah anda tidak bisa duduk tenang dengan lama? Apakah anda mengetuk-ngetuk pena,jari/kaki saat mendengarkan? subtotal total

SERING KADANG JARANG

x2

x1 JUMLAH =

x0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 V A K

Isilah Grafik di atas sesuai dengan nilai anda dan cari tahu apa yang dominan pada diri anda saat ini. Dengan melakukan tes ini maka anda dapat mengenal diri anda lebih jauh dan mulai menyusun strategi yang efisien. Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda dan semua cara sama baiknya. Setiap cara mempunyai kekuatan sendiri-sendiri. Dalam kenyataannya, kita semua memiliki ketiga gaya belajar itu, hanya saja bisanya satu gaya mendominasi (Rose dan Nichol, 1997).

B. MODALITAS BELAJAR Pelajar Visual Pelajar jenis ini lebih cenderung mempercayai dan meyakini apa yang dia lihat daripada yang dia dengar. Dia menitik beratkan pada penglihatannya, dia membutuhkan bukti-bukti nyata yang terlihat oleh mata sebelum mulai memahami akan sesuatu. Dia menilai kualitas suatu informasi berdasarkan bentuk, warna dan model suatu informasi. Howard Gardner (1983), mengatakan pelajar tipe ini memiliki kepekaan terhadap warna dan gambar terutama masalah artistik. Namun, kekurangan pelajar tipe ini adalah kurang bisa mengunduh informasi yang disampaikan secara lisan. Lebih lanjut lagi terkadang dia mengalami kesulitan menginterpretasikan kata atau ucapan.

Ciri-ciri pelajar Visual adalah : 1. Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya. 2. Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu. 3. Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain. 4. Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan. 5. Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan. 6. Biasanya orang yang visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu (Howard Gardner, 1983). Strategi belajar pelajar Visual adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Perbanyak menggunakan simbol, gambar dan tabel/grafik. Coba visualisasikan materi dalam pikiran. Mengoptimalkan penggunaan peta pikiran. Beri warna dan gambar dari catatan untuk merangsang otak. Membaca gambaran umum sebelum ke perinciaanya .

Pelajar Auditori Mendengarkan , itulah kunci dari tipe pembelajar jenis auditori. Dia selalu mengandalkan pendengarannya daripada penglihatannya dalam menyerap suatu informasi. Dengan mendengar mereka mengingat, dengan

mendengar mereka memahami. Kekurangan mereka adalah akan kesulitan dalam mengunduh informasi secara membaca suatu tulisan. Menurut Dr. Georgi Lozanov (1991) pelajar auditori suka mengulang-ulang dengan keras apa yang diucapkan oleh pemberi materi. Mereka kadang berbicara dengan diri sendiri saat mereka bekerja.

Ciri-ciri pelajar Auditori : 1. Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok 2. Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV, 3. Suka berbicara. 4. Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik. 5. Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya. 6. Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis. 7. Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya (Howard Gardner, 1983).

Strategi belajar pelajar Auditori :

1. Dengar baik-baik penjelasan dari orang lain. 2. Terangkan secara lisan suatu pelajaran pada teman. 3. Gunakan nada-nada lagu untuk mengingat informasi. 4. Rekam pada kaset informasi yang telah didapat.

Pelajar Kinestetik

Pelajar kinestetik mempunyai cara belajar yang cukup unik. Dia mengharuskan menyentuh apa-apa yang menjadi sumber informasinya. Dengan menyentuhnya dia dapat menyerpa suatu informasi dengan baik daripada harus duduk diam dan mengamati dari kejauhan. Anggota tubuhnya biasanya tangannya merupakan media penting dalam belajar. Dengan menyentuhkan tangannya pada sumber informasi dapat membantu dia menyerap suatu ilmu secara lebih efisien. Dia tidak suka duduk terdiam dan tanpa melakukan aktifitas fisik. Dia harus bergerak, bisa bermain ditengah-tengah dia belajar akan menambah kekuatan penyerapan informasi yang didapat. Dalam bukunya Multiple intelligences, Howard Gardener (1983), mengungkapkan ciri-ciri pembelajar kinestetik, yaitu : 1. Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya. 2. Sulit untuk berdiam diri. 3. Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan. 4. Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik. 5. Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar. 6. Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit.

Strategi belajar pembelajar kinestetik : 1. Perbanyak menggunakan peraga. 2. Libatkan sebanyak mungkin anggota tubuh. 3. Perbanyak latihan soal. 4. Seusai belajar, coba tuliskan poin-poin pentingnya. 5. Ciptakan suasana belajar yang santai dan bisa bebas berekspresi.

KESIMPULAN
Setelah anda mengetahui berbagai tipe gaya belajar dan lalu mengetahui gaya belajar anda sendiri serta bagaimana strategi belajar yang baik untuk tiaptiap gaya, lalu apa?, apakah anda akan mendalami satu gaya saja dan menjadi ahli dalam satu tipe belajar?, tentu tidak. Belajarlah dengan gaya yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada situasi dan kondisi dimana anda berada. Keseimbangan adalah kunci. Saat anda tahu bagaimana cara unruk belajar sesaui dengan kondisi dan situasi maka akan membantu anda untuk menyerap informasi secara efisien, lebih cepat, tepat dan akurat. Dan juga dengan menguasai ketiga gaya belajar yang ada akan membantu anda menyesuaikan dengan lingkungan belajar (Richard Felder dan Linda Silverman, 2002). Terlebih lagi akan membantu anda dalam memberikan info secara global kepada siapa pun dengan menguasai dan mengetahui berbagai tipe dan gaya belajar. Hal ini sangat berguna bagi anda-anda pembicara profesional. Luangkanlah waktu anda untuk juga mempelajari tipe gaya belajar lain yang tidak dominan pada diri anda, dan rasakanlah perbedaan bahwa anda akan lebih mudah dalam menyerap informasi yang diberikan kepada anda. Andalah kunci kesuksesan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2008. Kenalilah Tipe Gaya Belajar Kita (Learning Style). http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Kenalilah%20Tipe%20Gaya%20B elajar%20Kita%20(Learning%20Style)&&nomorurut_artikel=213. Diakses pada 21 November 2010. Felder, R., Silverman, L., 2002. Learning Style. http://www.mindtools.com/mnemlsty.html. Diakses pada 21 November 2010. Deporter, B., Mark K.R.,Sarah S.N.,2002. Quantum Teaching. Bandung: Kaifa. Gardner, H., 2000. Multiple Inteligences Teori dan Praktek (terjamahan), Bata. Intraksa. Utami,A.M.,2010.ProfilBelajar.http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/19/profil belajar/-12. Diakses pada 21 November 2010.

PENUGASAN BLOK KBTI ESSAY MODALITAS BELAJAR

Disusun Oleh : Nama NIM Kelompok Tutor : Befrie Mahaztra Sudarman : 10711186 : 12 : dr. Torana Kurniawa

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM NDONESIA YOGYAKARTA 2010