Anda di halaman 1dari 31

REFLEKSI KASUS 1

15 FEB 2012
Pembimbing: dr. Haryata, Sp. OG

LAPORAN KASUS IGD


12 Januari 2012

Pembimbing: dr. Sabar, P. Siregar, Sp. KJ


Oleh: Diony Synthia, 07/250692/KU/12204

Identitas Pasien
Nama Usia : Ny. UW : 26 tahun

12 Februari 2012
10.00

Pasien datang ke Ruang Menur. Pasien dirujuk dari Puskesmas karena ketuban pecah sejak pukul 00.00. Dan jam 05.30 , 1 cm, Djj 160 bpm.

12 Februari 2012
10.00
Anamnesis : Pasien mengeluh kenceng2 sejak jam 01.00. Merembes air dari jalan lahir sejak jam 00.00. Lendir darah (+). Kemudian pasien ke Puskesmas RSUD Banjarnegara.
HPMT: 10-5-2011, HPL: 17-2-2012

Selama kehamilan rutin kontrol di Puskesmas. Masalah kesehatan selama hamil disangkal, konsumsi obat selama hamil disangkal.

12 Februari 2012
10.00

Anamnesis : Riw. Obstetri: G1P0A0. Riw asma (-), HT (-), DM (-), Alergi (-), jantung (-), ginjal (-)

12 Februari 2012
10.00

Pemeriksaan :
KU : Baik, Sadar, Conj.anemis (-) TD: 120/80, N: 86 bpm, RR: 22x/m, T: 36,7C Palp: Janin tunggal, letak memanjang, preskes, puka, his jarang, TFU: 29 cm, DJJ: 148 bpm, engagement (+)

12 Februari 2012
10.00

Pemeriksaan : PD : vulva tenang, dinding vagina licin, serviks tipis, lunak, letak di tengah, 3 cm, selket (-), preskep, Hodge 2, STLD (+), AK (+) lakmusbiru

12 Februari 2012
10.00

Dx:
Primigravida, hamil aterm 38+4 minggu, DP, Kala 1 fase laten. Tx: Rencana persalinan pervaginal Evaluasi pembukaan serviks, penurunan kepala, his, DJJ, dan Vital sign ibu 4 jam kembali.

12 Februari 2012
14.00 Ibu tampak ingin mengejan, anus dan vulva terbuka, his 3-4x/ 10, lama 35-40, sedang, DJJ 136 bpm, PD: vulva tenang, dinding vagina licin, serviks tak teraba, lengkap, selket (-), preskep, Hodge 3, STLD (+), AK (+)

12 Februari 2012
14.00 Dx: Primigravida, hamil aterm 38+4 minggu, kala 2 Tx: Pimpin persalinan Siapkan resusitasi bayi

12 Februari 2012
15.00 Bayi belum lahir. Nampak ibu tidak cukup adekuat untuk menghejan DJJ 146x/menit, His 3-4/35-40/ sedang, TD: 110/70, Dx: kala 2 tak maju Tx: Vacum ekstraksi/ VE

12 Februari 2012
15.35 Bayi lahir secara VE, dengan cup no.5, 1x pasang, 2x tarikan, kekuatan sedang. Bayi perempuan, berat 3500 gr, PB 50 cm, AS 5/7, Injeksi Oksitosin 1 A, i.m

12 Februari 2012
15.45
Plasenta lahir spontan, lengkap, kontraksi uterus kuat, pendarahan (-) Episioperineoraphy Jahit dalam: jelujur terkunci Jahit luar : intrakutan Dx: Post partus secara VE, a/I kala 2 tak maju, o.k daya hejan tidak adekuat, P1A0, H-0 Tx: Amoxicilin 3x 500mg Asam mefenamat 3x 500 mg SF 1x1

13 Februari 2012
Jam Perdarah an TFU
SETINGGI PUSAT

Konut KERAS

Tensi

BAB/BAK

06.00

120/90

-/+

18.00

SETINGGI PUSAT

KERAS

120/80

-/+

13 Februari 2012
Dx: Post partus VE a/I kala 2 tak maju, o.k daya hejan tidak adekuat, P1 A0, H-1 Tx: Amoxicilin 3x500 mg Asam mefenamat 3x 500 mg SF 1x1

14 Februari 2012
Jam Perdarah an TFU 1 jari bawah pusat Konut KERAS Tensi BAB/BAK

06.00

120/70

+/+

14 Februari 2012
Dx: Post partus VE a/I kala 2 tak maju, o.k daya hejan tidak adekuat, P1 A0, H-2 Tx: Amoxicilin 3x500 mg Asam mefenamat 3x 500 mg SF 1x1 BLPL

Pembahasan
Kala 2 adalah dimulai sejak pembukaan lengkap, hingga melahirkan bayi. Tanda-tanda: 1. Bloody show (lendir semu darah) makin hebat 2. Perasaan ingin mengejan, kadang disertai ingin muntah 3. Anus terbuka 4. Ketuban pecah spontan ( Risanto, 2008)

Pembahasan
Keberhasilan kala 2, ditentukan oleh 3 faktor, berdasarkan ACOG 1995, yaitu: POWER (uterine contractility and maternal expulsive effort) PASSENGER (the fetus) PASSAGE (the pelvis)

Pembahasan
Kala 2 dikatakan normal apabila memenuhi: 1. Dua jam untuk primigravida. Dan satu jam untuk multigravida 2. Bila dalam 1 jam primigravida, atau 30 menit multigravida kepala tidak turun, atau putar paksi tidak terjadi, maka disebut kala 2 tak maju. Dalam keadaan ini, persalinan harus segera diakhiri secara vacum atau forceps ( Risanto, 2008)

Pembahasan
Pada pasien ini, setelah ditunggu 1 jam, bayi tidak lekas turun, karena daya hejan ibu yang tidak adekuat. Daya hejan: usaha mengeluarkan bayi dg mengejan. (Voluntary effort). Baiknya, mengejan dilakukan saat ada his, setelah mengambil napas dalam, mulut tertutup, tidak terputusputus, dilakukan seperti orang yang sukar BAB.

EKSTRAKSI VAKUM

Ekstraksi vakum= tindakan obstetri yang bertujuan untuk mempercepat kala 2,dengan sinergi tenaga mengedan ibu, dan ekstraksi pada bayi.

Mangkuk logam atau silastik akan memegang kulit kepala, yang akibat tekanan negatif vakum menjadi kaput artifisial. Mangkuk dihubungkan dg tuas penarik, yang dipegang oleh penarik melalui seutas rantai

EKSTRAKSI VAKUM

3 gaya yang bekerja pada prosedur ini: 1. kontraksi intra uterin 2. tenaga mengejan 3. ekstraksi vakum

EKSTRAKSI VAKUM

Indikasi:
kala 2 tak maju dengan presentasi vertex

Kontra indikasi:
1. Malpresentasi: dahi, muka, bokong, puncak kepala. 2. Panggul sempit, (disproporsi kepala panggul)

EKSTRAKSI VAKUM

Syarat khusus:
1. Pembukaan lengkap, atau hampir lengkap 2. Presentasi kepala vertex 3. Cukup bulan 4. Tidak ada kesempitan panggul 5. Anak hidup dan tidak gawat janin 6. Penurunan Hodge 3 (Puskesmas hodge 4/dasar panggul) 7. Kontraksi baik 8. Ibu kooperatif dan masih mampu mengejan

Pemasangan mangkuk vakum


1. Masukkan mangkuk melalui introitus vagina, secara miring, pasangkan pd kepala bayi. Pastikan bahwa tepi mangkuk tidak terpasang pd bagian yang tidak rata/ moulage. 2. Dengan jari tengah dan telunjuk tahan mangkuk pd posisinya, dan dg jari tengah dan telunjuk tangan lain, lakukan pemeriksaan sekeliling tepi mangkuk untuk memastikan tidak ada bagian vagina atau portio yang terjepit.

Pemasangan mangkuk vakum


3. Setelah yakin, keluarkan jari tangan pemeriksa, dan jari tangan pemegang dipertahankan. 4. Instruksikan asisten untuk menurunkan tekanan perlahan. Pompa hingga tekanan -2 (Malmstroom), setelah 2 menit, naikkan sampai -6, dan tunggu 2 menit. Ingat, jangan gunakan tekanan maksimal pada kepala bayi lebih dari 8 menit. 5. Sambil menunggu his, jelaskan pada pasien bahwa pada his puncak pasien harus mengejan sekuat dan selama mungkin.

PENARIKAN
Pada puncak his, minta pasien mengejan, secara simultan lakukan penarikan dengan pengait mangkok, dengan arah sejajar lantai (tangan luar menarik pengait, ibu jari dalam pada mangkok, dan jari tengah dan telunjuk pada kulit kepala bayi). Bila belum berhasil pd tarikan pertama, ulangi lagi pd tarikan kedua. Pada perineum yang rigid, lakukan episiotomi, saat kepala mendorong perineum dan tidak masuk lagi.

PENARIKAN
Bila tarikan ketiga bayi belum lahir, rujuk segera Apabila pada penarikan ternyata mangkuk terlepas hingga 2 kali, kondisi ini juga mengharuskan pasien dirujuk Saat suboksiput berada di bawah simphisis, arahkan tarikan ke atas hingga lahirlah berturut2 dahi, muka, dan dagu.

Melahirkan bayi
Kepala bayi dipegang biparietal, gerakan ke bawah untuk melahirkan bahu depan, dan ke atas untuk melahirkan bahu belakang. Kemudian lahirkan seluruh tubuh bayi. Bila kepala sudah berhasil ditarik keluar, segera matikan vakum, dan lakukan pengeluaran bayi secara manual biasa.

TERIMA KASIH!!