Anda di halaman 1dari 10

Profesionalisme dalam Pelayanan Kostumer

Tugas MPC
10/17/2010 Stikes Pertamedika

Jenifer Jill Saputro (08021)

BAB I Pendahuluan

Mendengar kata profesionalisme yang terlintas dalam pikiran banyak orang adalah profesi yang sudah terkualifikasi dan berkompetensi sesuai standar yang telah ditetapkan. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Dengan demikian, sebutan profesional didasarkan pada pengakuan formal terhadap kualifikasi dan kompetensi penampilan unjuk kerja suatu jabatan atau pekerjaan tertentu. Seorang yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmenya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas professional melalui berbagai cara dan strategi. Ia akan selalu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sehingga keberadaannya senantiasa

memberikan makna profesional.

BAB II Profesionalisme dalam Pelayanan Kostumer

A. Definisi
Professional mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan tentang orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya. Penyandangan dan penampilan professional ini telah mendapat pengakuan, baik segara formal maupun informal. Pengakuan secara formal diberikan oleh suatu badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan untuk itu, yaitu pemerintah dan atau organisasi profesi. Sedang secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa suatu profesi.

Pengakuan ini dinyatakan dalam bentuk surat keputusan, ijazah, akta, sertifikat, dsb baik yang menyangkut kualifikasi maupun kompetensi.

Ada beberapa definisi profesionalisme: Profesionalisme (profsionalisme) ialah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional.

Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk

menjalankannya, (KBBI, 1994).

Profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Profesionalitas adalah suatu sebutan terhadap kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan

keahlian yang mereka miliki untuk dapat melakukan tugas-tugasnya. Dengan demikian, sebutan profesionalitas lebih menggambarkan suatu keadaan derajat keprofesian seseorang dilihat dari sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Profesionalisme dalam pelayanan kostumer Profesionalisme adalah bagaimana penyedia jasa menangani tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, berinteraksi dengan pelanggan dan berhubungan dengan orang lain termasuk warga Negara yang bersangkutan dan kelompok.

B. Tujuan Profesionalisme
Pentingnya Profesionalisme dalam pekerjaan akan: Meningkatkan kredibilitas. Meningkatkan kepercayaan publik. Memperkuat kepercayaan pelanggan. Membantu untuk menciptakan masyarakat informasi. Memberikan pemahamam yang lebih baik dari keprihatinan publik dan kesalapahaman. Memfasilitasi keluhan atau kesulitan yang timbul dari pelayanan.

C. Ciri ciri Profesionalisme


Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional. Kualiti profesionalisme didokong oleh ciriciri sebagai berikut :

1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal. Seseorang yang memiliki profesionalisme tinggi akan selalu berusaha

mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang telah ditetapkan. Ia akan mengidentifikasi dirinya kepada sesorang yang dipandang memiliki piawaian tersebut. Yang dimaksud dengan piawai ideal ialah suatu perangkat perilaku yang dipandang paling sempurna dan dijadikan sebagai rujukan.

2. Meningkatkan dan memelihara imej profesi Profesionalisme yang tinggi ditunjukkan oleh besarnya keinginan untuk selalu meningkatkan dan memelihara imej profesion melalui perwujudan perilaku profesional. Perwujudannya dilakukan melalui berbagai-bagai cara misalnya penampilan, cara percakapan, penggunaan bahasa, sikap tubuh badan, sikap hidup harian, hubungan dengan individu lainnya.

3. Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan

keterampiannya.

4. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion Profesionalisme ditandai dengan kualiti darjat rasa bangga akan profesion yang dipegangnya. Dalam hal ini diharapkan agar seseorang itu memiliki rasa bangga dan percaya diri akan profesionnya

D. 7 Tips Membuat Budaya Customer Service dari Profesionalisme dan Keunggulan

Orang akan berpikir dengan semua sumber daya yang disediakan oleh teknologi bahwa layanan pelanggan tidak akan menjadi masalah di dunia sekarang ini.Pada saat tertentu, ada survei setelah survei menunjukkan apa yang diinginkan pelanggan dan dampak bila pelanggan tidak menerima apa yang mereka inginkan. Dengan outsourcing yang merajalela, orang akan berpikir bahwa setiap orang adalah seorang profesional saat memberikan layanan pelanggan.

Akal sehat menunjukkan bahwa jika saya ingin mempertahankan pekerjaan saya yang didasarkan pada aliran terus-menerus pelanggan maka akan sangat bermanfaat untuk memberikan layanan pelanggan profesional.. Sayangnya, layanan pelanggan tampaknya masih menjadi masalah yang signifikan dan jutaan dolar yang hilang setiap hari karena organisasi dan karyawan masih tidak mendapatkannya.

7 tips ini dapat membantu Anda untuk membendung air pasang dan menciptakan budaya organisasi kinerja tinggi dimana profesionalisme dan keunggulan adalah kebiasaan dan bukan pengecualian.

1. Anda Tentukan Nilai Inti: The Ritz Carlton memiliki inti pernyataan nilai-nilai sederhana yang dimiliki oleh semua orang: Ladies and gentlemen melayani ladies and gentlemen" Apapun nilai inti Anda, mereka harus mulai di bagian atas dan mengalir ke bawah di seluruh organisasi.

2. Review dan menilai kembali Kebijakan dan Prosedur Internal: Banyak organisasi mengatur orang mereka sampai gagal karena kebijakan dan prosedur yang tidak ramah pelanggan.

3. Bicara ke Pelanggan Anda Eksternal: Banyak perusahaan sekarang telah mengembangkan kebiasaan survei pelanggan menggunakan Internet. Namun, berkomunikasi melalui teknologi tidak memungkinkan bagi organisasi untuk benar-benar mendengar apa yang tidak dikatakan. Ingat apa yang dilihat selalu dengar sebelumnya apa yang dikatakan. Luangkan waktu untuk melakukan wawancara langsung atau setidaknya wawancara telepon. Seorang

komunikator yang baik bisa merasakan nada dan nuansa dalam pola bicara dari orang yang diwawancarai 4. Mengembangkan Karyawan Anda: Pelatihan sangat penting untuk melakukan pekerjaan apapun. 5. Menyama ratakan kinerja kriteria kualitas seperti Baldrige: Sama seperti kue favorit dari Bibi Emma atau yang sup lezat dari restoran favorit Anda, Anda tahu bahwa setiap kali Anda menggigit, Anda akan menerima pengertian yang sama persis kenikmatan mengucapkan. Why? Mengapa? Karena Bibi Emma atau Chef Tony menggunakan proporsi yang sama kualitas makanan masingmasing dan setiap saat. Menyimpang dari resep akan membuat kekecewaan besar bagi pelanggan favorit mereka. 6. Gunakan Pelanggan Komentar Internal: Memeriksa dengan karyawan sementara, mereka dipekerjakan dan ketika mereka meninggalkan perusahaan

adalah cara sederhana untuk mengukur apa yang terjadi dalam perusahaan. Penilaian Kinerja dan wawancara keluar bisa menjadi alat yang luar biasa untuk meningkatkan layanan pelanggan. 7. Tanyakan kepada diri sendiri "Apakah aku Beli dari Perusahaan saya atau Saya?": Akhirnya, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan sederhana ini: Apakah Saya Beli dari Perusahaan saya atau Saya?. Apakah Anda menemukan diri Anda pergi ke tempat lain untuk berbelanja atau makan? Mengapa Anda mengambil tindakan seperti itu? Apakah karena kebijakan perusahaan, harga terlalu tinggi, antrian terlalu lama? Jika anda tidak akan membeli dari

perusahaan anda, maka mengapa harus orang lain?

BAB III KESIMPULAN


Kesimpulan yang didapat dari makalah Profesionalisme dalam Pelayanan Kostumer adalah Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka,

berinteraksi dengan pelanggan baik dan memuaskan. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan sesuai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Suatu perusahaan atau organisasi dalam pelayanan apabila tanpa disertai pegawai yang tidak professional pelayanan yang diberikan kurang memuaskan hingga para pelanggan kecewa dan beralih ke penyedia jasa lainya. Sehingga sangat penting profesionalisme dalam pelayanan jasa bagi kelangsungan perusahaan maupun kepuasan pelanggan.

Daftar Pustaka

http://ms.wikipedia.org/wiki/Profesionalisme http://www.gov.ns.ca/nse/pests/docs/PesticideManChap10.pdf http://top7business.com/?id=1785 http://batampos.co.id/berita-utama/opini/557-pelayanan-sebagai-refleksi-perusahaan.html