Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI JUDUL : UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM

MENGIKUTI MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION) KELAS III DI MI PEKAUMAN KENDAL TAHUN 2011 NAMA : NUR ISNA HIDAYAH NIM Prodi A : 093911332 : PGMI

Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mema jukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk mengetahui dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kretif serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Pendekatan pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika yang mencakup masalah tertutup dengan solusi tunggal, masalah terbuka dengan solusi tidak tunggal, dan masalah dengan berbagai cara penyelesaian. Untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah perlu dikembangkan keterampilan memahami masalah membuat model matematika, menyelesaikan masalah, dan menafsirkan solusinya.1

Dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Dengan mengajukan masalah kontekstual, peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, sekolah diharapkan menggunaka teknologi informasi dan komunikasi seperti komputer, alat peraga, atau media lainnya. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di MI Pekauman Kendal, banyak diantara siswa yang menganggap, mengikuti pelajaran tidak lebih dari sekedar rutinitas untuk mengisi daftar absensi, mencari nilai, melewati jalan yang harus ditempuh, dan tanpa diiringi kesadaran untuk menambah wawasan ataupun mengasah keterampilan. Selama proses pembelajaran siswa MI Pekauman Kendal kurang berpartisipasi, kurang terlibat dan tidak punya inisiatif serta kontribusi baik secara intelektual maupun emosional. Pertanyaan dari siswa, gagasan atau pendapat jarang muncul. Walaupun ada pendapat yang muncul jarang diikuti oleh gagasan lain sebagai respon. Setidaknya ada tiga faktor penyebab rendahnya partisipasi siswa dalam Proses belajar mengajar2, yaitu: 1 Siswa kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan gagasan sendiri, 2 Siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepadaorang lain, dan 3 Siswa belum terbiasa bersaing menyampaikan pendapat dengan teman lain. Kesalahan di atas tidak bisa hanya dibebankan kepada siswa saja, tetapi yang pertama bertanggung jawab hendaknya guru. Guru kadang-kadang secara sadar atau tidak menerapkan sifat otoriter, menghindari pertanyaan dari siswa, menyampaikan ilmu pengetahuan secara searah, menganggap murid

sebagai penerima, pencatat, dan pengingat. Oleh karena itu, guru hendaknya memiliki pemahaman yang memadai tentang peserta didik yang menjadi sasaran tugasnya. Pemahaman ini mencakup kesiapan, kemampuan, ketidakmampuan, dan latar belakang peserta didik yang semua itu akan membantu guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik. Belajar matematika pada dasarnya merupakan proses yang diarahkan pada suatu tujuan, yakni kemampuan seseorang dalam memfungsionalkan materi matematika secara praktis maupun secara konseptual. Secara konseptual artinya dapat mempelajari matematika lebih lanjut, sedangkan secara praktis artinya mampu menerapkan matematika pada bidangbidang lain. Siswa yang benar-benar mengerti dan mampu menerapkan pengetahuannya, harus berusaha memecahkan berbagai masalah yang dihadapinya, mencari sesuatu untuk dirinya sendiri dan bergelut dengan ideidenya. Mutu pendidikan dapat terwujud jika kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif yang artinya proses belajar dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sesuai dengan pemikiran dan kenyataan diatas, maka perlu adanya pemahaman permasalahan tersebut dengan melakukan pengembangan pembelajaran dengan metode STAD. Pembelajaran kooperatif tipe STAD dilaksanakan agar proses belajar lebih efektif, dengan cara siswa bekerja bersama-sama untuk mempelajari sesuatu dan harus bertanggung jawab akan keberhasilan belajar teman satu kelompok sebagaimana diri mereka sendiri. Pembelajaran tipe STAD adalah suatu pembelajaran yang efektif dan mampu meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa. Keunggulan metode STAD adalah adanya kerja sama dalam kelompok dapat menentukan keberhasilan kelompok tergantung keberhasilan individu sehingga setiap anggota kelompok tidak bisa menggantungkan pada anggota yang lain. Setiap siswa mendapatkan kesempatan sama untuk menunjang timnya mendapat nilai yang maksimum sehingga termotivasi untuk belajar. Dengan demikian setiap individu merasa mendapat tugas dan tanggung jawab

sendiri-sendiri sehingga tujuan pembelajaran kooperatif dapat berjalan bermakna dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal sesuai dengan harapan kurikulum.3 Berdasarkan fenomena yang terjadi diatas, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian dengan di MI Pekauman Kendal dengan judul Upaya Peningkatan Partisipasi Siswa Dalam Mengikuti Mata Pelajaran Matematika Dengan Metode Stad (Student Teams Achievement Devision) Kelas Iii Di Mi Pekauman Kendal Tahun 2011. B Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut: 1 Bagaimana penggunaan metode STAD dalam pembelajaran matematika di MI Pekauman Kendal ? 2 Apakah penggunaan metode STAD dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas III dalam pembelajaran matematika di MI Pekauman Kendal ? C Tuiuan Penelitian Berdasarkan pada permasalahan yang ada, maka tujuan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini adalah : 1 Untuk mengetahui penggunaan metode STAD dalam pembelajan matematika di MI Pekauman Kendal 2 Untuk mengetahui penggunaan metode STAD dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas III pada pembelajaran matematika di MI Pekauman Kendal D Manfaat Penelitian Manfaat yang diperoleh dari kegiatan penelitian tindakan kelas ini antara lain:

Bagi Peneliti Menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan peneliti khususnya yang terkait dengan penelitian yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.

Bagi Guru Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi atau masukkan tentang model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Bagi Siswa Dapat menumbuhkan semangat kerjasama antar siswa, meningkatkan daya tarik dan motivasi siswa. Siswa lebih aktif dalam mengerjakan tugas mandiri, kelompok, baik yangterstruktur maupun yang tidak meningkat,

Kerangka Teori 1 Pembelajaran Matematika Matematika merupakan pelajaran yang penting. Matematika perlu dipelajari oleh siswa karena matematika merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan secara umum. Untuk memahami dunia dan memperbaiki kualitas keterlibatan kita pada masyarakat, maka diperlukan pemahaman matematika secara lebih baik4. Pembelajaran matematika pada umunya di Indonesia masih menitik beratkan kepada pembelajaran langsung yang didominasi oleh guru, siswa masih secara pasif menerima apa yang diberikan guru, umumnya hanya satu arah. Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam pembelajaran matematika umumnya siswa menonton gurunya menyelesaikan soal-soal di papan tulis. Praktek-praktek pembelajaran yang seperti di atas, diusulkan untuk diperbaiki dengan menambahkan tugas baru misalkan meminta siswa untuk mengkonstruksi dan membangun pengetahuan matematika. Dengan melibatkan aspek-aspek sosial. Dalam artian bahwa

teman-teman sekelas mengontrol kemajuan pemahaman konsep-konsep dan pengetahuan matematika. Jelas pembelajaran yang seperti ini tentu menghendaki agar pembelajarannya ditempuh secara interaktif. Interaksi dua arah terjadi antara murid dan guru, bahkan interaksi multi arah, yaitu antara guru dan murid, serta antara murid dan murid terjadi di kelas. Pembelajaran matematika dalam kelompok merupakan cara

dalam menyediakan pengalaman belajar. Kerja kelompok (belajar dalam kelompok) bukanlah kurikulum, ini bukan merupakan pelajaran yang khusus. Ini merupakan prosedur pembela jaran yang didesain untuk meningkatkan partisipasi siswa dan belajar pada semua subyek. Format dari belajar secara berkelompok didesain untuk kegiatan jangka pendek dan jangka panjang. Umumnya kerja kelompok didukung oleh suatu cara dengan mengelompokkan 4 orang per kelompok. Kelompok ini dipandang cukup kecil untuk partisipasi aktif setiap anggota kelompok. Sehingga memungkinkan setiap anggota berbicara dalam forum kecil. 2 Tujuan Pembelajaran Matematika Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Kemampuan tersebut diperlukan agar siswa mampu bertahan dan berkembang mengikuti keadaan yang selalu berubah dengan memanfaatkan informasi yang diperoleh. Berdasarkan kurikulum mata pelajaran matematika untuk SD/MI bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut5. a Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah.

Menggunakan

penalaran

pada

pola

dan

sifat,

melakukan

manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pertanyaan matematika. c Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. d Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram atau media lain untuk memperjelas keadaaan atau masalah. e Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam

kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. 3 Ruang Lingkup Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut6 : a b c Bilangan Geometri dan pengukuran Pengolahan data. Pembelajaran matematika pada kelas III, standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dipelajari antara lain7 : a Memahami pecahan sederhana dan penggu-naannya dalam pemecahan masalah. 1 2 3 b Mengenal pecahan sederhana Membandingkan pecahan sederhana Memecahkan masalah yang berkaitan dengan pecahan sederhana Memahami unsur dan sifat-sifat bangun datar sederhana.

Mengidentifikasi berbagai bangun datar sederhana menurut sifat atau unsurnya

2 c

Mengidentikasi berbagai jenis dan besar sudut

Menghitung keliling, luas persegi dan persegi panjang, serta penggunaannya dalam pemecahan masalah 1 2 3 Menghitung keliling persegi dan persegi panjang Menghitung luas persegi dan persegi panjang Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keliling, luas persegi dan persegi panjang

Partisipasi Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar Partisipasi merupakan suatu tingkat sejauh mana peran anggota melibatkan diri di dalam kegiatan dan menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sedangkan menurut Dusseldorp partisipasi diartikan kegiatan atau keadaan mengambil bagian dalam suatu aktivitas untuk mencapai suatu kemanfaatan secara optimal. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa partisipasi adalah keterlibatan seseorang baik pikiran maupun tenaga untuk memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut. Metode belajar mengajar yang bersifat partisipatoris yang dilakukan oleh guru akan mampu membawa siswa dalam situasi yang lebih kondusif karena siswa lebih berperan serta, lebih terbuka, dan sensitif dalam kegiatan belajar mengajar. Di sini siswa lebih mudah menerima ide-ide baru dan lebih kreatif sekaligus mengembangkan hubungan yang lebih interpersonal (manusiawi) sehingga inovasi yang timbul dalam diri siswa lebih mudah diterima. Perhatian dibedakan menjadi beberapa kriteria antara lain : a Atas dasar intesitasnya yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu aktivitas/pengalaman batin.

Perhatian ini dibedakan menjadi dua, yaitu Perhatian intensif adalah perhatian yang betul-betul tercurah pada obyek. Dan Perhatian tidak intensif adalah perhatian yang kurang sepenuhnya tercurah pada suatu obyek. b 1 Atas dasar cara timbulnya dibedakan menjadi dua : Perhatian spontan atau perhatian sengaja yaitu perhatian yang timbul tanpa direncanakan, tetapi begitu saja secara tiba-tiba. 2 Perhatian reflektif atau perhatian disengaja yaitu perhatian yang timbulnya memang disengaja. c Atas dasar luasnya obyek yang dikenai perhatian dibedakan menjadi dua: 1 obyek. 2 Perhatian konsentratif atau perhatian terpusat adalah perhatian yang pada suatu saat hanya tertuju pada obyek yang sangat terbatas. 3 Perhatian yang disengaja (reflektif), karena kesengajaan dalam kegiatan akan mengembangkan pribadi anak. Perhatian spontan, karena perhatian spontan cenderung dapat berlangsung lebih lama. Pada umumnya sebagaian Orang tua selalu memberikan perhatian pada anak-anaknya dengan caranya masinmasing, namun adakalanya perhatian orang tua menjadi berkurang dikarenakan aktifitas sehari-hari yang dilakukan. 5 Tinjauan Tentang Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD a Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan sistem pengajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan Perhatian distributif atau perhatian memncaar adalah perhatian yang padaa suatu saat dapat tertuju pada macam-macam

sesama siswa dalam tugas-tugas terstruktur. Ada empat (4) prinsip pembelajaran kooperatif jika kita ingin menerapkannya10, yaitu : 1 Terjadinya saling ketergantungan secara positif (positive interdependence) Siswa berkelompok, saling bekerja sama dan mereka menyadari bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. 2 Terbentuknya tanggung jawab personal (individual accountability) Setiap anggota kelompok merasa bertanggung jawab untuk belajar dan mengemukakan pendapatnya sebagai sumbang saran dalam kelompok. 3 Terjadinya keseimbangan dan keputusan bersama dalam kelompok (equal participation) Dalam kelompok tidak hanya seorang atau orang tertentu saja yang berperan, melainkan ada keseimbangan antarpersonal dalam kelompok. 4 Interaksi menyeluruh (simultaneous interaction) Setiap anggota kelompok memiliki tugas masing-masing secara proporsional dan secara simultan mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan. Roger dan David Johnson menjelaskan ada lima unsur pembelajaran kooperatif (pembelajaran gotong royong) yang harus diterapkan11, yaitu : 1 Saling ketergantungan positif Keberhasilan kelompok sangat tergantung pada usaha setiap anggotanya. 2 Tanggung jawab perseorangan Setiap siswa akan merasa bertanggung jawab untuk melakukan yang terbaik. 3 Tatap muka Setiap kelompok harus diberi kesempatan untuk bertatap muka dan berdiskusi. 4 Komunikasi antar anggota

10

Suatu kelompok tergantung pada kesediaan para anggotanya untuk saling mendengarkan dan kemampuan mereka mengutarakan pendapat. 5 Evaluasi proses kelompok Setiap kelompok harus melakukan evaluasi hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Pembelajaran STAD STAD (Student Teams Achievement Devision) merupakan salah satu sistem pembelajaran kooperatif yang didalamnya siswa dibentuk kedalam kelompok belajar yang terdiri dari empat atau lima anggota yang mewakili siswa dengan tingkat kemampuan dan jenis kelamin yang berbeda. Guru memberikan pelajaran dan selanjutnya siswa bekerja dalam kelompoknya masing-masing untuk memastikan bahwa semua anggota kelompok telah menguasai pelajaran yang diberikan. Kemudian siswa melaksanakan tes atas materi yang diberikan dan mereka harus mengerjakan sendiri tanpa bantuan siswa lainnya10. Nilai tes yang mereka peroleh, selanjutnya dibandingkan dengan nilai rata-rata yang mereka peroleh sebelumnya dan kelompokkelompok yang berhasil memenuhi kriteria diberi nilai tersendiri sehingga nilai ini kemudian ditambahkan pada nilai kelompok. Menurut Slavin STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, kelompok, tes, nilai peningkatan individu, dan penghargaan kelompok. Komponen STAD adalah sebagai berikut12 : 1 Presentasi kelas Presentasi kelas dalam STAD berbeda dari cara pengajaran yang biasa. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka. Siswa harus betul-betul memperhatikan presentasi ini karena dalam presentasi terdapat materi yang dapat

11

membantu untuk mengerjakan kuis yang diadakan setelah pembelajaran. 2 Belajar dalam tim Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok terdiri dari 4-5 orang dimana mereka mengerjakan tugas yang diberikan. Jika ada kesulitan siswa yang merasa mampu membantu siswa yang kesulitan. 3 Tes individu Setelah pembelajaran selesai ada tes individu (kuis). 4 Skor pengembangan individu Skor yang didapatkan dari hasil tes selanjutnya dicatat oleh guru untuk dibandingkan dengan hasil prestasi sebelumnya. Skor tim diperoleh dengan menambahkan skor peningkatan semua anggota dalam 1 tim. Nilai rata-rata diperoleh dengan membagi jumlah skor penambahan dibagi jumlah anggota tim. 5 Penghargaan tim Penghargaan didasarkan nilai rata-rata tim dimana dapat memotivasi mereka. Untuk memudahkan penerapannya, guru perlu membaca tugastugas yang harus dikerjakan tim, antara lain : 1 Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi, serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian. 2 3 4 Membagikan lembar kerja siswa (LKS). Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok). Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar, bukan untuk sekedar diisi dan dikumpulkan. Karena itu

12

penting bagisiswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar. 5 Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut. 6 Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru. Langkah-langkah penyekoran dalam pembelajaran kooperatif STAD : 1 2 3 Menetapkan skor dasar: setiap siswa diberikan skor berdasarkan skor-skor test individu yang lalu. Menghitung skor test individu terkini: siswa memperoleh skor untuk test yang berkaitan dengan materi pokok terkini. Menghitung skor perkembangan: siswa mendapat point perkembangan yang besarnya ditentukan apakah skor test individu terkini mereka menyamai atau melampaui skor dasar mereka dengan menggunakan skala. Skor perkembangan individu dalam tim dapat dihitung dengan menggunakan tabel berikut: Tabel 1 Skor perkembangan individu dalam tim No 1 2 3 4 5 Keterangan Skor terkini lebih dari 10 poin di bawah skor dasar Skor terkini sama dengan skor dasar sampai 10 poin di atas skor dasar Skor terkini lebih dari 10 poin di atas skor dasar Pekerjaan sempurna Skor 0 Poin

Skor terkini 10 poin sampai 1 poin di bawah skor dasar 10 Poin 20 Poin 30 Poin 30 Poin

13

Tabel 2. Ketentuan penghargaan kelompok pada metode pembelajaran kooperatif tipe STAD

Skor rata-rata tim Kurang dari 15 poin 15 poin 19 poin 20 poin 24 poin Lebih dari 25 poin

Penghargaan Tim standar Tim baik Tim hebat Tim super

Metode STAD lebih mementingkan sikap daripada teknik dan prinsip, yakni sikap partisipasi dalam rangka mengembangkan potensi kognitif dan afektif. Dengan demikian, siswa lebih (being mode) bukan hanya sekedar (being have). Kelebihan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai berikut: 1 2 3 4 5 6 Mengembangkan serta menggunakan keterampilan berpikir kritis dan kerjasama kelompok. Siswa lebih mampu mendengar, menerima, dan menghormati serta menerima orang lain. Menyuburkan hubungan antar pribadi yang positif diantara siswa yang berasal dari ras yang berbeda. Menerapkan bimbingan oleh teman. Menciptakan lingkungan yang menghargai nilai-nilai ilmiah. Mampu mengembangkan potensi individu yang berhasil guna dan berdaya guna, kreatif, dan bertanggung jawab, dirinya mampu terhadap mengaktualisasikan, perubahan yangterjadi. mengoptimalkan

14

Kelemahan dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah sebagai berikut: 1 Sejumlah siswa mungkin bingung karena belum terbiasa dengan perlakuan seperti ini. 2 Guru pada permulaan akan membuat kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan kelas. Akan tetapi usaha sungguh-sungguh yang terus menerus akan dapat terampil menerapkan model ini. F HIPOTESIS Hipotesa berasal dari penggalan 2 kata, yaitu hypo yang artinya dibawah dan thesa yang artinya kebenaran. Hipotesa dalam penelitian ini adalah : Metode STAD dapat meningkatkan partisipasi siswa pada mata pelajaran matematika di kelas III MI Pekauman Kendal. G METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN 1 Subyek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Siswa Kelas III MI Pekauman kendal. Subyek ini perlu ditingkatkan prestasi belajarnya karena hasil yang diperoleh pada mata pelajaran Matematika sangat tidak memuaskan. Untuk meningkatkan partisipasi siswa di kelas ini digunakan Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions). 2 Variabel Penelitian Variabel diartikan sebagai segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan. Variabel merupakan suatu gejala yang menunjukkan jenis maupun tingkatannya.

15

Dari penelitian ini terdapat dua variabel yaitu : (1) Partisipasi Siswa, dan (2) Penggunaan Model Pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divisions) dalam pembelajaran Matematika. 3 Waktu Penelitian ini berbasis kelas dengan lokasi Siswa Kelas III MI Pekauman Kendal. Akan dilaksanakan pada tanggal 01 Februari sampai dengan 31 April 2011 atau Semester genap tahun pelajaran 2010 2011. 4 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a Metode Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelejensi kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Dilihat dari sasaran yang akan dievaluasi dikenal beberapa macam tes dan alat-alat ukur lain, yaitu tes kepribadian, tes bakat, tes intelegensi, tes sikap, tes minat dan tes prestasi. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mengerjakan sesuatu. Dalam penelitian ini alat pengumpulan data ini dipakai untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar Matematika b Observasi Observasi meliputi observasi sistematis dan observasi non sistematis. Observasi sistematis adalah observasi yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan instrumen pengamatan dan dilaksanakan pada waktu kegiatan belajar berlangsung. Sedangkan observasi non sistematis adalah observasi yang dilakukan oleh peneliti

16

tanpa menggunakan instrumen pengamatan. Penulis menggunakan observasi sistematis yang menggunakan pedoman berupa format observasi. Adapun format observasi terdiri dari nomor urut, subjek, aspek yang diobservasi. Aspek yang diobservasi terdiri atas perhatian dalam menerima pelajaran, kerjasama, partisipasi dalam KBM, yang diamati yaitu perhatian dalam menerima pelajaran, motivasi dalam menerima pelajaran, kerja sama siswa dalam tugas kelompok dan partisipasi siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hasil pengamatan yang dicatat adalah perhatian siswa dalam menerima pelajaran, motivasi siswa dalam mengikuti KBM, kerjasama dalam mengerjakan tugas kelompok dan partisipasi dalam KBM. Tanggapan dalam KBM dan dampak tritmen tiap siklus. 5 Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Penelitian tindakan kelas memiliki tahapan kegiatan yang terdiri dari dua siklus atau lebih tergantung dalam implementasinya. Setiap tahapan dirancang dengan melalui tahapan : refleksi, perencanaan/ persiapan, tindakan, dan analisis. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tahapan pra siklus dan 3 siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seperti yang telah didesain dalam faktor-faktor yang telah diselidiki. Untuk mengetahui permasalahan tentang rendahnya partisipasi siswa dalam mengikuti mata pelajaran matematika maka langkah yang diambil yaitu dengan menerapkan metode STAD dalam kegiatan pembelajaran tersebut a Pra siklus Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah : 1 kendal Permintaan ijin kepada Kepala Sekolah MI Pekauman

17

Observasi untuk mendapatkan gambaran awal tentang MI Pekauman kendal secara keseluruhan dan keadaan kegiatan belajar mengajar kelas III pada khususnya.

Identifikasi masalah dalam kegiatan belajar mengajar kelas III MI Pekauman kendal yang akan dilakukan.

Prosedur Kerja dalam Penelitian Prosedur kerja pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, dan refleksi.

18

Gb. Prosedur Kerja dalam Penelitian a Siklus I 1 Perencanaan a b Identifikasi masalah dan perumusan masalah. Merancang skenario pembelajaran, menyusun tes yang akan digunakan, menyusun pedoman observasi. c Menyiapkan perangkat untuk kegiatan pembelajaran ada kegiatan pembelajaran dengan metode STAD. d Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam penelitian, yakni dengan teman mahasiswa (peneliti) yang mengajar di sekolah tempat peneliti bekerja. e 2 Merancang tes formatif.

Rencana Tindakan a b Guru membentuk kelompok-kelompok belajar Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi, serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian. c d Membagikan lembar kerja siswa (LKS). Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok).

19

Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar, bukan untuk sekedar diisi dan dikumpulkan. Karena itu penting bagisiswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar.

Memberikan

kesempatan

kepada

siswa

untuk

saling

menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut. g Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru.. 3 Rencana Pengamatan a Pengamat mengamati jalannya pembelajaran dan menilai aktivitas tiap-tiap kelompok dalam proses belajar. b 4 Turut menilai tes formatif siswa.

Rencana Refleksi Refleksi dilakukan untuk mencatat semua temuan baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus I, selanjutnya untuk mengadakan perbaikan pada siklus II.

b 1

Siklus II Perencanaan a Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus I. b Merancang kembali skenario pembelajaran, tes yang akan digunakan, pedoman observasi dan menyiapkan media dan perangkat pembelajaran untuk dilaksanakan sebagaimana pada siklus I. c Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam hal ini personal yang dipakai masih sama seperti pada siklus I.

20

d 2

Merancang kembali tes formatif.

Rencana Tindakan a Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi, serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian. b c Membagikan lembar kerja siswa (LKS). Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok). d Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar, bukan untuk sekedar diisi dan dikumpulkan. Karena itu penting bagisiswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar. e Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling

menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut. f Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka

mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru. 3 Rencana Pengamatan a Pengamat mengamati jalannya pembelajaran dan menilai kelompok mana yang paling aktif dan kelompok mana yang kurang aktif. b 4 Turut menilai tes formatif siswa.

Rencana Refleksi Refleksi dilakukan untuk mencatat semua temuan baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada siklus II, selanjutnya untuk mengadakan perbaikan pada siklus III.

21

Siklus III 1 Perencanaan a Identifikasi masalah dan perumusan masalah berdasarkan refleksi pada siklus II. b Merancang kembali skenario pembelajaran, tes yang akan digunakan, pedoman observasi dan menyiapkan media dan perangkat pembelajaran untuk dilaksanakan sebagaimana pada siklus II. c Personal yang dilibatkan pada siklus II kembali dilibatkan pada siklus III. 2 Rencana Tindakan a Meminta anggota tim bekerja sama mengatur meja dan kursi, serta memberikan siswa kesempatan sekitar 10 menit untuk memilih nama tim mereka atau ditentukan menurut kesesuaian. b c d Membagikan lembar kerja siswa (LKS). Menganjurkan kepada siswa pada tiap-tiap tim bekerja berpasangan (dua atau tiga pasangan dalam satu kelompok). Memberikan penekanan kepada siswa bahwa LKS itu untuk belajar, bukan untuk sekedar diisi dan dikumpulkan. Karena itu penting bagisiswa diberi lembar kunci jawaban LKS untuk mengecek pekerjaan mereka pada saat mereka belajar. e Memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban tersebut. f Apabila siswa memiliki pertanyaan, mintalah mereka mengajukan pertanyaan itu kepada teman atau satu timnya sebelum menanyakan kepada guru.. 3 Rencana Pengamatan

22

a b 4

Pengamat mengamati jalannya pembelajaran dan menilai tingkat aktivitas siswa dalam belajar kelompok. Turut menilai tes formatif siswa.

Rencana Refleksi Refleksi pada siklus III digunakan apakah hipotesis tindakan tercapai atau tidak. Pada akhir siklus III ini, melalui Metode STAD dapat meningkatkan partisipasi siswa pada mata pelajaran matematika di kelas III MI Pekauman Kendal.

6 Teknik Analisis Data Teknik yang digunakan untuk analisis data pada penelitian ini adalah teknik deskriptif analitik dengan penjelasan sebagai berikut: a Data kuantitatif yang diperoleh dari hasil tes diolah dengan menggunakan deskripsi persentase. Nilai persentase dihitung dengan ketentuan sebagai berikut: NK NP = ------ x 100% R Keterangan: NP = Nilai persentase NK = Nilai komulatif R = Jumlah responden b Data kualitatif yang diperoleh dari observasi, wawancara dan jurnal diklasifikasikan berdasarkan aspek-aspek yang dijadikan fokus analisis. Data kuantitatif dan kualitatif ini kemudian dikaitkan sebagai dasar untuk mendeskripsikan keberhasilan penerapan penggunaan Metode Pembelajaran STAD, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa dan prestasi belajar dalam mata pelajaran matematika.

23

7 Indikator Keberhasilan Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) artinya penelitian dengan berbasis pada pembelajaran dengan menggunakan metode STAD. Dengan penelitian ini diperoleh manfaat berupa perbaikan praksis yang meliputi penanggulangan berbagai masalah belajar siswa dan kesulitan mengajar oleh guru. Untuk mengevaluasi ada atau tidaknya dampak positif terhadap tindakan, diperlukan kriteria keberhasilan, yang ditetapkan sebelum tindakan dilakukan. Dari kegiatan refleksi ini, diperoleh ketetapan tentang hal-hal yang telah tercapai menjadi bahan dalam merencanakan kegiatan siklus berikutnya. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini antara lain : a Setelah pembelajaran dilakukan, terjadi peningkatan Partisipasi siswa dalam mengikuti pelajaran matematika tiap siklus. b Meningkatnya partisipasi siswa pada pelajaran matematika paling sedikit 20% pada tiap siklus. H Jadwal Penelitian Minggu 1 X X X 2 3 4 5 6 7 dibandingkan sebelum dilakukan tindakan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pembelajaran

No. 1. Pra siklus

Kegiatan

Pelaksanaan Siklus I a b 2. c Perencanaan tindakan Pelaksanaan tindakan dan observasi Analisis dan refleksi

24

Pelaksanaan Siklus II a b 3 c a 4. b c Perencanaan tindakan Pelaksanaan tindakan dan observasi Analisis dan refleksi Perencanaan tindakan Pelaksanaan tindakan dan observasi Analisis dan refleksi Penyusunan laporan hasil penelitian I Sistematika Pembahasan Secara garis besar sistematika skripsi ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu: bagian awal, bagian isi dan bagian akhir yang masing-masing diuraikan sebagai berikut. 1 Bagian Awal Skripsi Berisi judul, abstrak, lembar pengesahan, motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar lampiran. 2 Bagian Isi Skripsi BAB I Pendahuluan Berisi latar masalah, permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah dan sistematika penulisan skripsi. BAB II Landasan Teori dan Hipotesis Berisi teori-teori yang mendukung dalam penelitian, kerangka berpikir dan rumusan hipotesisnya. BAB III Metode Penelitian X Pelaksanaan Siklus III X X

25

Berisi tentang populasi, sampel penelitian, variabel penelitian, metode pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, instrumen penelitian dan metode analisis data. BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Berisi hasil penelitian dan pembahasannya. BAB V Penutup Berisi simpulan dan saran 3 Bagian Akhir Berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

Semarang, Mengetahui : Pembimbing Pengusul

Ahmad Muthohar, M.Ag NIP. 19691107 199603 1 001

Nur Isna Hidayah NIM. 093911332

26

DAFTAR PUSTAKA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departernen Agama RI, 2006. Standar Isi Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI, Sad Iman, Muis, 2004. Pendidikan Partisipatif ,Cet.2., Yogyakarta : Safiria Insania Press, Slavin, Robert E. 2010. Cooperative Learning, Cet.8. Bandung : Nusa Media.. Stone, Randi, 2009. Cara-cara Terbaik mengajarkan Matematika, Jakarta : PT. Indeks, Sukidin, dkk., 2007. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Insan Cendekia, Trianto, 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik , Jakarta : Prestasi Pustaka. Turmudi, Al jupri, 2009. Pembelajaran Matematika, Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI,

27

UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION) KELAS TIT DI MI PEKAUMAN TAHUN 2011 PROPOSAL Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Menyelesaikan Proses Pembuatan Skripsi Oleh: NURISNAHIDAYAH NIM: 093911332 FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERIWALISONGO SEMARANG 2011

28