Anda di halaman 1dari 2

Mengoptimalkan Kinerja APK Shell and Tube dengan Pengaturan Baffles Oleh: Aulia Havidz, 0906555992

Alat Penukar Kalor (APK) jenis shell and tube merupakan APK yang paling banyak digunakan dalam industri karena produksinya yang relatif sederhana dan dapat beradaptasi dengan kondisi operasi yang berbeda. Pada APK shell and tube terdapat dua bagian utama yaitu shell dan tube bundle yang masing-masingnya mengalirkan fluida yang berbeda. Biasanya pada bagian dalam shell diberi sekat / baffle untuk menahan berat dari tube dan menjadikan aliran fluida dalam shell turbulen. Pada pengaturan baffle jika dilihat dari segi penentuan jarak antar baffle tidak ada kriteria yang baku untuk desain APK dalam Heat Exchanger Desain Handbook (HEDH). Untuk mendapatkan jarak yang optimal dalam proses desain dilakukan simulasi dengan program komputer sehingga dapat diperkirakan total biaya dari perpindahan kalor dan daya pompa yang digunakan untuk melakukan fungsi yang diinginkan. Hasilnya, satu set korelasi disajikan untuk mentukan jarak optimal baffle, yang dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap untuk rekomendasi HEDH. Simulasi CFD telah menjadi metode yang ampuh dan populer untuk desain thermal hydraulic dan analisis penukar kalor. Namun, beban perhitungan biasanya terlalu berat untuk mensimulasikan keseluruhan penukar kalor shell-and-tube (STHX) dalam aplikasi metode pemodelan konvensional. Dari hasi eksperimen dan data numerik terlihat bahwa flower baffle efektif untuk meningkatkan laju perpindahan panas pada sisi shell. Dari kasus dengan Re= 7001, kecepatan dan bidang temperatur dengan distribusi koefisien perpindahan panas konveksi di sisi shell dari APK yang menggunakan flower baffle dan tidak terlihat berbeda konturnya. Pengaturan segmental baffle pada APK shell and tube bisa digunakan untuk mengevaluasi pressure drop pada sisi shell dai APK. Prosedur ini didasarkan pada korelasi untuk menghitung pressure drop dalam sebuah tube bundel yang ideal dengan faktor koreksi, yang memperhitungkan pengaruh aliran kebocoran dan bypass, dan persamaan-persamaan untuk menghitung pressure drop pada window section dari metode Delaware. Persamaan tersebut diperiksa dengan membandingkan pengukuran eksperimental yang tersedia dalam literatur dengan prediksi teoritis. Rentang antara parameter geometris dan operasional, dimana deviasi antara pengukuran eksperimental dan prediksi teoritis sekitar 35%.

Perpindahan kalor yang rendah di wilayah stagnasi dapat ditingkatkan melalui aliran resirkulasi untuk bilangan Reynolds yang tinggi. Longitudinal Vortices (TaylorGoertler vortices) diamati di tengah bundel tube untuk Re=50016,000. Disc-and-doughnut baffle memiliki efektifitas perpindahan kalor yang lebih tinggi untuk pressure drop daripada singlesegmental baffle karena bagian persentase kebocoran baffle-shell yang lebih rendah. Pengetahuan rinci tentang koefisien perpindahan kalor sisi shell lokal dan tentang distribusi aliran yang diberikan dalam penelitian ini memungkinkan perbaikan yang lebih lanjut dari penukar kalor shell-and-tube. Untuk meningkatkan kinerja perpindahan kalor dengan menyederhanakan proses pembuatannya dilakukan kombinasi beberapa penukar kalor shell-pass shell-and-tube (CMSP-STHX) dengan continuous helical baffles pada bagian luar Shell pass. CMXP-STHX dibandingkan dengan penukar kalor shell-and-tube konvensional dengan segmental baffle (SG-STHX) dengan menggunakan metode computational fluid dynamics (CFD). Hasil perhitungan numerik menunjukkan bahwa, di bawah laju aliran massa M yang sama dan laju perpindahan kalor Qm, rata-rata keseluruhan pressure drop Dpm dari CMSP-STHX lebih rendah dibandingkan SG-STHX konvensional dengan rata-rata 13%. Dengan pressure drop Dpm yang sama pada sisi shell, secara keseluruhan laju perpindahan kalor Qm dari CMSPSTHX hampir 5,6% lebih tinggi dari SG-STHX dan laju aliran massa pada CMSP-STHX sekitar 6,6% lebih tinggi dari SG-STHX. CMSP-STHX memungkinkan untuk digunakan menggantikan SG-STHX dalam aplikasi industri untuk menghemat energy, menghemat biaya, dan tahan lama. Referensi
[1] Gaddis. Edward S, Gniclinski. Volker, Pressure drop on the shell side of shell-and-tube heat exchangers with segmental baffles, CEP: 1997 [2] Li.H, Kottke.V, Analysis of local shellside heat and mass transfer in the shell-and-tube heat exchanger with disc-and-doughnut baffles, IJHMT: 1999 [3] Soltan. B. Khalifeh, dkk, Minimizing capital and operating costs of shell and tube condensers using optimum baffle spacing, apthermeng: 2004 [4] Wang Qiuwang,dkk, Numerical investigation on combined multiple shell-pass shell-and-tube heat exchanger with continuous helical baffles, IJHMT: 2009 [5] You Yonghua, dkk, Numerical modeling and experimental validation of heat transfer and flow resistance on the shell side of a shell-and-tube heat exchanger with flower baffles, IJTHMT: 2012