Anda di halaman 1dari 10

1.

unsur utama pembentuk semen yang mana, apabila bereaksi dengan air akan menjadi media perekat adalah a. silikat dan kapur b. aluminat dan silikat c. besi dan kapur d. sulfur dan soda e. soda dan silica jawaban : B 2. dalam susunan unsur semen biasa oksida, yang paling banyak persentasenya adalah a. pasir b. alumina c. kapur d. magnesia jawaban : C 3. semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi atau gas alam,

baik di darat maupun di lepas pantai.adalah jenis a. semen abu b. semen putih c. oil well cement d. mixed & fly ash cement
jawaban : C 4. campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash) adalah jenis

a. b. c. d.

semen abu semen putih


oil well cement mixed & fly ash cement jawaban : D

5. bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk dari bahan utama batu kapur/gamping

berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam tanur yang bersuhu dan bertekanan tinggi adalah jenis a. semen abu b. semen putih c. oil well cement d. mixed & fly ash cement
jawaban : A

6. semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk pekerjaan penyelesaian

(finishing), seperti sebagai filler atau pengisi adalah jenis a. semen portland b. semen putih c. oil well cement d. mixed & fly ash cement
jawaban : B

7. Dipakai untuk keperluan konstruksi bangunan biasa yang tidak memerlukan persyaratan khusus, seperti bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung sekolah dan

perkantoran,bangunan pabrik,gedung bertingkat dan lain-lain, adalah jenis a. Sement Portland Type I b. Sement Portland Type II c. Sement Portland Type III d. Sement Portland Type IV Jawaban : A

8. penggunaanya memerlukan panas hidrasi rendah karena mengandung C4AF dan C2S lebih banyak. Pengerasan dan perkembangan kekuatanya lambat. Digunakan untuk bangunan di daerah panas, pembuatan beton atau konstruksi berdimensi tebal merupakan jenis a. Sement Portland Type I b. Sement Portland Type II c. Sement Portland Type III d. Sement Portland Type IV Jawaban : D

9. Dipakai untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi. Biasanya digunakan untuk daerah yang bersuhu dingin, bangunan bertingkat, dan bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap sulfat.merupakan jenis a. Sement Portland Type I b. Sement Portland Type II

c. Sement Portland Type III d. Sement Portland Type IV Jawaban : C

10. Dipakai untuk keperluan beton yang memerlukan ketahanan sulfat atau panas hidrasi sedang. Biasanya semen ini digunakan untuk bangunan pinggir laut (pelabuhan), aliran irigasi, landasan jembatan, bangunan di bekas tanah rawa, beton massa untuk dam-dam adalah jenis a. Sement Portland Type II b. Sement Portland Type III c. Sement Portland Type IV d. Sement Portland Type V Jawaban : B

11. semen portland dengan daya tahan sulfat yang tinggi termasuk tahan terhadap larutan garam sulfat dalam air. Digunakan untuk bangunan yang berhubungan dengan air laut, air buangan industri, bangunan yang pengaruh gas atau uap kimia yang agresif dan bangunan yang selalu berhubungan dengan air panas adalah jenis a. Sement Portland Type II b. Sement Portland Type III c. Sement Portland Type IV d. Sement Portland Type V Jawaban : D

12. Jenis Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR untuk kedalaman 1830 m, dengan ketahanan awal yang tinggi dan ketahanan sulfat tingkat menengah dan tinggi adalah jenis a. Class A b. Class B c. Class C d. Class D

Jawaban : C

13. Jenis Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang digunakan untuk kedalaman 1830 m, adalah jenis a. Class A b. Class B c. Class C d. Class D Jawaban :A

14. Jenis Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang digunakan untuk kedalaman 2440 m, sering disebut juga dengan basic OWC karena adanya penembahan aditif sehingga dapat digunakan untuk berbagai kedalaman.adalah jenis a. Class A b. Class B c. Class C d. Class D Jawaban :D

15. Jenis Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang digunakan untuk kedalaman 1830 m, dengan ketahanan terhadap sulfat tingkat menengah dan tinggi adalah jenis a. Class A b. Class B c. Class C d. Class D Jawaban :B

16. Digunakan untuk pembuatan lapisan sumur minyak yang dalam dan untuk menyumbat sumur setelah dibor adalah fungsi dari a. Sement Portland Campur b. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR c. Masonry Cement Type M,S,N d. Semen Putih Jawaban : B

17. Semen ini digunakan untuk plesteran, pemasangan bata, dan keramik adalah fungsi dari a. Sement Portland Campur b. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR c. Masonry Cement Type M,S,N d. Semen Putih Jawaban : C

18. Digunakan untuk konstruksi ringan, sedang, untuk plesteran, pemasangan bata dan bahan bangunan adalah fungsi dari a. Sement Portland Campur b. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR c. Masonry Cement Type M,S,N d. Semen Putih Jawaban : A

19. dapat digunakan untuk plamir tembok, pembutan tekel / traso, pemasangan keramik, tegel dan marmer. Semen jenis ini mudah diberi warna sesuai keinginan adalah jenis a. Sement Portland Campur b. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR c. Masonry Cement Type M,S,N d. Semen Putih Jawaban : D

20. proses penggilingan akhir dimana terjadi penghalusan clinker-clinker bersama 5 % gipsum alami atau sintetik adalah tahap a. polution controlling device b. cement mill c. kalsinasi d. homogenisasi jawaban : B 21. Proses Basah Slurry dicampur di mixing basin,kemudian slurry dilairkan ke tabung koreksi; proses pengoreksian adalah tahap a. polution controlling device b. cement mill c. kalsinasi d. homogenisasi jawaban : D

22. Bahan tambang berupa batu kapur, batu silika,tanah liat, dan material-material lain yang mengandung kalsium, silikon,alumunium,dan besi oksida yang diekstarksi menggunakan drilling dan blasting merupakan tahap a. Quarry b. crushing c. conveying d. raw mill jawaban : A 23. proses pembakaran atau pembentukan Clinker terjadi di dalam a. Slurry b. Kiln c. Duodan mill d. Inlet Jawaban : B

24. Proses pembuatan semen Semen dapat dibuat dengan 2 cara Proses Basah dan Proses Kering. Letak perbedaan dari 2 proses tersebut terletak pada proses a. Quarry b. Crushing c. Conveying d. Raw mill Jawaban : D 25. di dalam semen, terdapat 4 unsur kimia yang paling penting. Yang Berpengaruh besar terhadap pengerasan semen sebelum mencapai umur 14 hari adalah a. Trikalsium Aluminat (C3A) atau 3CaO.Al2O3 b. Tetrakalsium aluminoferit (C4AF) atau 4CaO.Al2O3.FeO2 c. Dikalsium silikat (C2S) atau 2CaO.SiO2 d. trikalsium Silikat (C3S) atau 3CaO.SiO3 jawaban : C

26. unsure kimia yang erpengaruh besar terhadap pengerasan semen terutama sebelum mencapai 15 hari adalah a. Trikalsium Aluminat (C3A) atau 3CaO.Al2O3 b. Tetrakalsium aluminoferit (C4AF) atau 4CaO.Al2O3.FeO2 c. Dikalsium silikat (C2S) atau 2CaO.SiO2 d. trikalsium Silikat (C3S) atau 3CaO.SiO3 jawaban : C

27. unsure kimia yang membuat semen tahan terhadap serangan kimia (chemical attack) dan juga mengurangi besar susutan pengeringan adalah a. C3A b. C2S c. C3S d. C2A Jawaban : B

28. Pada proses settin dan Hardening, Semen apabila dicampur dengan air akan menghasilkan pasta yang plastis dan dapat dibentuk ( Workable ) sampai beberapa waktu karakteristik dari pasta tidak berubah dan periode ini sering disebut a. Dorman period b. Initial set c. Initial setting time d. Hardening period Jawaban : A

29. Waktu pengikatan awal dan akhir dari semen dalam prakteknya sangat penting, sebab waktu pengikatan awal akan menentukan panjangnya waktu dimana campuran semen masih bersifat plastik. Waktu pengikatan awal minimum adalah a. 25 menit b. 30 menit c. 45 menit d. 55 menit Jawaban : C

30. Ada tiga macam penyusutan yang terjadi didalam semen: - Drying Shringkage (Penyusutan karena pengeringan) - Hideration Shringkage (Penyusutan karena hiderasi) - Carbonation Shringkage (Penyusutan karena carbonasi) Yang paling berpengaruh terhadap permukaan beton adalah a. Drying Shringkage b. Hideration Shringkage c. Carbonation Shringkage d. Semua benar Jawaban : A

31. dalam pembuatan ekosemen dijepang, bahan dasarnya adalah abu hasil pembakaran sampah dan endapan air kotor yang didalamnya mengandung senyawa-senyawa oksida. Salah satu senyawa oksida tersebut adalah, kecuali a. CaO b. Al2O3 c. MgO d. Fe2O3 Jawaban : C 32. kabupaten yang memiliki potensi bahan baku semen pozolan yang besar berupa batukapur dan zeolit adalah a. Cianjur b. Cikampek c. Ciamis d. Ciliwung Jawaban : C 33. - Hiderasi C3 A tanpa gypsum 3CaO.Al2O3 + 6 H2O (+30 oC ): 3CaO.Al2O3 6H2O

- Hiderasi C3A dengan gypsum ( + 30 oC ) : 3CaO.Al2O3 + 3CaSO4 + 32 H2O 3CaO.Al2O3. 3CaSO4 32 H2O

Penambahan gypsum pada semen dimaksudkan untuk a. mempercepat pengikatan b. memperlambat pengikatan c. merusak pengikatan d. menghilangkan pengikatan jawaban : B

34. pada tahap setting dan hardening, waktu pengikatan akhir maksimum adalah a. 6 jam b. 7 jam c. 8 jam d. 9 jam Jawaban : C

35. Pada tahap setting dan hardening, terdapat beberapa reaksi pengerasan. Berikut ini yang bukan reaksi pengerasan adalah a. 6C3S + 18H2O b. C2 AF + 7H2 O d. 6C3S + 18H2O Jawaban : C C5 S6 .5H2O + 13Ca (OH) 2 C2A.6H2O + CF.H2O 3CaO.Al2O3. 3CaSO4 32 H2O C5 S6 .5H2O + 13Ca (OH) 2

c. 3CaO.Al2O3 + 3CaSO4 + 32 H2O