Anda di halaman 1dari 38

Dr.Henny Maisara S Sp.

Rad

Pasien dengan trauma maksilofasial harus secepatnya

dilakukan pemeriksaan radiologis. Informasi pentingAhli bedah, Gigi dan Mulut, THT, mata. Informasi penting : 1. Ada / tidaknya fraktur yg menyebabkan ggn fisiologis normal sinus, mulut, dasar hidung dan orbita. 2. Untuk rekonstruksi wajah / kosmetik.

ANATOMI

Foto polos muka dgn berbagai posisimemegang

peranan penting dlm mengevaluasi fraktur maksilofasial. CT ScanMemegang peranan lebih penting. Fraktur pada tulang muka dpt dibagi atas : 1. Terjadi pada satu tulang. 2. Terjadi pada beberapa tulang (kompleks)

Radiology of Craniofacial Fractures

X-ray Indication Skull X-ray in two planes Cranial fractures Skull occipito-frontal and occipito-mental Fractures of the facial skeleton Occipital exposure (Towne view) Fractures of the occipital bone Mandible (Clementschitsch view) Fractures of the mandible Mandible unilateral in oblique position Fractures of the horizontal branch of the mandible Tilted collum or fracture of the mandibular condyle

Panoramic X-ray Collum-condyle-fractures, mandibular fractures, dentoalveolar traumas


Pan-handle X-ray (axial X-ray of the skull) Fractures of the zygomatic arch Unilateral exposure of zygomatic bone Lateral view of nasal bone Fracture of the nasal bone

Fraktur tersebut meliputi : Fraktur tulang nasal : terjadi gangguan aliran (passage) dr sinus ke cavum nasi. Fraktur tulang frontalis : dimana terdapat sinus frontalis. Fraktur arkus zygomatikus : Dimana terlibat sinus maksilaris. Fraktur yg meliputi ethmoid / maksilaris atau keduanya.

os.frontalisperselubungan pada sinus frontalis ok perdarahan (adanya fraktur salah satu dg sinus) atau gangguan aliran (drainase) pada daerah bagian bawah sinus frontalis. Kadang pada foto AP / PA tdk jelas tanda fraktur pada ddg sinus frontalis baru pada foto lateral tampak fraktur karena karena tekanan(depressed fracture) dimana tampak defect pd ddg anterior sinus frontalis dan tampak sbg fragmentasi tulang tertekan dalam sinus.
Fraktur

Gambaran depressed fracture kadang susah di deteksi

tertutup oleh bayangan perdarahan & edemapem.ulang 2-3 mgg. Dilaporkan ke bedah plastikRekonstruksi. Trauma mukamis ok kasti (basket), tinju dll srg trjd kerusakan orbita.

Daerah plg lemah pd orbita1/3 tengah dasar orbita

ok tdpt foramen intra-orbital dan kanalis orbitalistjd enofthalmus akut, herniasi jaringan lunak orbita kedalam sinus ethmoidalis, sinus frontalis atau disertai fraktur pada daerah ethmoid dan frontalis, sehingga pasien mengeluh diplopia. Foto polosgaris fraktur disekitar orbita dan perselubungan sinus ethmoidalis dan frontalis.

Fraktur kompleks yaitu fraktur yg mengenai bbrp

tulang yg sering tjd ; a. Fx naso-orbital. b. Fx trimalar (tripod) c. Fx Le Fort.

A. Fx Naso-orbital-

Ethmoid. ok benturan kuat pd dasar hidung yg menekan os nasal ke belakangsinus ethmoidalis kollaps (fraktur accordion). Tjd Rinorhoe cairan CSF.

Pemeriksaan Fisik Epistaksis. Periorbital edema dan ekimosis berat. Perdarahan subconjunctival. Septal hematom dan deviasi. Crepitasi. DiagnosaPemeriksaan mata dan neurology. Bila terjadi peningkatan TIK perlu monitoring khusus.

Foto polos APsukar dinilai Foto Lateral Fx os nasal, perselubungan sinus ethmoidalis. CT Scan coronalkollpas sinus ethmoidalis.

CT Scan

CT Scan Potongan Coronal

CT Scan dan CT Scan 3 D

B. Fx Trimalar

Srg pd petinju. Pukulan keras pd os.zygoma. Fx pd zygomatikomaksilar (insiden plg tinggi), lalu disusul fx zygomatikotemporal & zygomatikofrontal. Px radiologiWaters dan CT Scan.

ZMC fractures. Axial nonenhanced CT image shows fractures at the zygomaticotemporal (bottom arrow) and zygomaticomaxillary (top arrow) sutures of the upper transverse maxillary buttress.

C. Fx Lefort.
Fx kompleks meliputi tulang tulang muka (fasial)

yg srg tjd pd kecelakaan mobil. Pem radiologifoto polos muka & CT Scan utk memeperlihatkan luas daerah yg terkena dan tulang apa saja yg fraktur u/keselamatan pasien & utk bedah plastik.

1.

Lefort I (transversal) Fx yg berjalan transversal mell maksila & dasar nasal, biasanya diatas palatum durum, palatum durum mengapung(floating palate) bergeser ke posteriormaloklusi.

Le Fort I

2. Lefort II (Piramidal)

Fx yg tjd pd daerah mid fasial mulai dr os zygomatikus sampai seluruh cranium. Garis fraktur berjalan menyilang dasar hidung melalui bag depan maksila, mell ddg medial orbita berjalan keatas dan bawah sampai menyilang dinding lat sinus maksilaris berakhir pd atap pterygoid akibatnya fragmen midfasial bergeser ke blkg, seolah2 wajah terbagi 2.

Le Fort II

3. Le fort III (Disfungsi kraniofasial)

Fx berjalan melintang melalui daerah nasofrontal, turun menyilang ddg orbita medial sesuai dgn garis Le fort II

Le Fort III

Fraktur Le Fort

CT Scan coronal Lefort I,II dan III

CT Scan 3 D Fx Le fort

Fraktur Mandibula
Salah satu fx ter sering

bila tjd trauma kepala. Temuan klinisnyeri, distorsi wajah, maloklusi pada gigi, ekimosis pada dasar mulut, laserasi mukosa, mobilitas abnormal dari bagianbagian dari mandibula atau gigi.

Fracture Type Body Angle Condyle Symphysis Ramus Alveolar Coronoid process

Prevalence 30 - 40 % 25 - 31 % 15 - 17 % 7 - 15 % 3-9% 2-4% 1-2%

Gambaran Klinis

Sublingual ecchymosis

Step defects, ridge discontinuity, malocclusion

Pemeriksaan Foto Polos

Pemeriksaan CT Scan

50 % fraktur mandibula multipel.


Mandibula mungkin juga dislokasi tanpa fraktur. Penatalaksanaan tergantung dari lokasi fraktur dan

jumlah fraktur.

CT Scan 3 D Fx Multipel mandibula

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai