Anda di halaman 1dari 12

1.

Pengertian Bahan Semikonduktor


Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik, karena

konduktansinya yang dapat diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor elektron). Bahan- bahan logam seperti tembaga, besi, timah disebut sebagai konduktor yang baik sebab logam memiliki susunan atom yang sedemikian rupa, sehingga elektronnya dapat bergerak bebas. Sebenarnya atom tembaga dengan lambang kimia Cu memiliki inti 29 ion (+) dikelilingi oleh 29 elektron (-). Sebanyak 28 elektron menempati orbit-orbit bagian dalam membentuk inti yang disebut nucleus. Dibutuhkan energi yang sangat besar untuk dapat melepaskan ikatan elektron-elektron ini. Satu buah elektron lagi yaitu elektron yang ke-29, berada pada orbit paling luar. Orbit terluar ini disebut pita valensi dan elektron yang berada pada pita ini dinamakan elektron valensi. Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya jauh dari terlalu kuat. Hanya saja elektron terluar ikatannya. nucleus, ikatannya tidaklah dengan energi yang sedikit ini mudah terlepas dari

Gambar ikatan atom tembaga

2. Struktur Atom Semikonduktor


Operasi semua komponen benda padat seperti dioda, LED, Transistor Bipolar dan FET serta Op-Amp yang atau rangkaian terpadu lainnya (solid state) didasarkan atas sifat-sifat semikonduktor. Secara umum semikonduktor adalah bahan sifat-sifat kelistrikannya terletak antara sifat-sifat konduktor dan isolator. Sifat-sifat kelistrikan konduktor maupun isolator tidak mudah berubah oleh pengaruh temperatur, cahaya atau medan magnet, tetapi pada semikonduktor sifat-sifat tersebut sangat sensitif. Elemen terkecil dari suatu bahan yang masih memiliki sifat-sifat kimia dan fisika yang sama adalah atom. Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Dalam struktur atom,proton dan neutron membentuk inti atom yang bermuatan positip dan sedangkan elektron-elektron yang bermuatan negatip mengelilingi inti. Elektron-elektron ini tersusun berlapislapis. Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium.

Gambar 1. Struktur Atom (a) Silikon; (b) Germanium

Seperti ditunjukkan pada Gambar 1 atom silikon mempunyai elektron yang mengorbit (yang mengelilingi inti) sebanyak 14 dan atom germanium mempunyai 32 elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. Muatan listrik sebuah elektron adalah: 1.602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1.602-19 C. Elektron yang menempati lapisan terluar disebut sebagai elektron valensi. Atom silikon dan germanium masing mempunyai empat elektron valensi. Oleh karena itu baik atom silikon maupun atom germanium disebut juga dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi, sehingga setiap elektron valensi akan membentuk ikatan kovalen dengan elektron valensi dari atom-atom yang bersebelahan.

3. Bahan-Bahan Semikonduktor

Bahan-bahan semikonduktor yang akan dibahas dalam bab ini yakni : a). Silikon b). Germanium c). Galium Arsenide Berikut Pembahasannya :

I.

Silikon
Silikon (Latin: silicium) merupakan unsur kimia yang mempunyai

simbol Si dan nomor atom 14. Ia merupakan unsur kedua paling berlimpah setelah oksigen di dalam kerak Bumi, mencapai hampir 25.7% . Unsur kimia ini ditemukan oleh Jons Jakob Berzelius. Terdapat dialam dalam bentuk tanah liat, granit, kuartza dan pasir, kebanyakan dalam bentuk silikon dioksida (dikenal sebagai silika) dan dalam bentuk silikat. Silikon adalah polimer nonorganik yang bervariasi, dari cairan, gel, karet, hingga sejenis plastik keras. Beberapa karakteristik khusus silikon: tak berbau, tak berwarna, kedap air, serta tak rusak akibat bahan kimia dan proses oksidasi, tahan dalam suhu tinggi, serta tidak dapat menghantarkan listrik. A. Analisis Sifat-sifat Kimia dan Fisika 1. Sifat Fisika Konfigurasi: [Ne] 3S23P2 Fase :Solid Titik leleh : 1687 K (14100 C, 5909 0F) Titik didih : 3538 K (2355 0C,5909 0F)

Distribusi Elektron ; 8,2 Energi Pengionan, eV/atm :8,2

2. Sifat Kimia SilikSilikon murni berwujud padat seperti logam dengan titik lebur 14100C. silikon dikulit bumi terdapat dalam berbagai bentuk silikat, yaitu senyawa silikon dengan oksigen. Unsur ini dapat dibuat dari silikon dioksida (SiO2) yang terdapat dalam pasir, melalui reaksi: SiO2(s) + 2C(s) Si(s) + 2CO(g)

Sifat-sifat silikon : Mempunyai mobilitas yang tinggi Konstanta dielektriknya kecil Konduktivitas termis yang besar Disipasi panas yang baik. Impurity ionization energy yang sangat kecil

B. Karakteristik silikon Atom silikon seperti halnya atom karbon, dapat membentuk empat ikatan secara serentak silikon dalam susunan petrahedral, unsur Si mengkristal dengan struktur kubus pusat muka (fcc) seperti intan, silikon bersifat semi konduktor. Dalam siloka SiO2, setiap atom Si terikat pada empat atom O dan tiap atom O terikat pada dua atom Si.

Susunan struktur tersebut membentuk jaringan yang sangat besar, yaitu struktur kristal kovalen raksasa (seperti intan).

C. Kelimpahan Silikon di Alam:

Silikon merupakan unsur kedua paling berlimpah di bumi setelah oksigen yaitu mencakup 25,7 % dari kandungan kerak bumi. Silikon di kulit bumi terdapat dalam bentuk silikat dan silikon dioksida (silika). Bentuk silikon dioksida dapat ditemukan pada pasir, kuarsa dan serbuk batuan. Bentuk silikat dapat ditemukan diantaranya pada granit, lempung dan mika, serbuk silikon murni terdapat sebagai kepungan dalam emas dan letusan gunung berapi, silikon juga merupakan bagian utama dalam aerolit (satu kelas dengan meteorit) dan tektid (bentuk kaca alami).

D. Kegunaan: Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya. Untuk tujuan itu diperlukan silikon ultra murni. Silikon juga digunakan dalam berbagai jenis alise dengan besi (baja). Sedangkan senyawa silikon digunakan dalam industri. Silica dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselin dan semen.

II.

Germanium
Sejarah (Latin: Germania, Jerman). Mendeleev memprediksikan keberadaan

unsur ini pada tahun 1871 dengan nama ekasilikon yang kemudian ditemukan oleh Winkler pada tahun 1886.

Sumber Logam ini ditemukan di


argyrodite, sulfida germanium dan perak germanite, yang mengandung 8% unsur ini bijih seng batubara mineral-mineral lainnya Unsur ini diambil secara komersil dari debu-debu pabrik

pengolahan bijih-bijih seng, dan sebagai produk sampingan beberapa pembakaran batubara. Germanium dapat dipisahkan dari logam-logam lainnya dengan cara distilasi fraksi tetrakloridanya yang sangat reaktif. Tehnik ini dapat memproduksi germanium dengan kemurnian yang tinggi. Sifat-sifat Unsur ini logam yang putih keabu-abuan. Dalam bentuknya yang murni, germanium berbentuk kristal dan rapuh. Germanium merupakan bahan semikonduktor yang penting. Tehnik pengilangan-zona ( zone-refining techniques) memproduksi germanium kristal untuk semikonduktor dengan kemurnian yang sangat tinggi. Germanium adalah bahan semi konduktor yang bervalensi 4 dan mempunyai susunan seperti karbon atau silikon. Spesifikasi germanium adalah sebagai berikut: Daya hantar panas : 0,14 Cal/cm dt C

Kapasitas panas Koefisien muai panjang (0-100C) Titik lebur Permitivitas Tahanan jenis listrik pada 20C

: 0,08 Cal/gr C :6x : 936C : 16 C2/N m2 : 0,47 m

Pada temperatur yang rendah, bahan semi konduktor ini bersifat sebagai isolator, kemudian pada suhu yang cukup tinggi, bahan ini berubah sifatnya menjadi bahan penghantar yang baik. Germanium merupakan bahan yang sangat luas pemakaianya didalam pembuatan rectifier, transistor, dan peralatan semi konduktor yang lain. Kegunaan: Ketika germanium didoping dengan arsenik, galium atau unsur-unsur lainnya, ia digunakan Kegunaan sebagai umum lain transistor unsur ini dalam adalah adalah banyak sebagai sebagai barang bahan bahan elektronik. germanium

semikonduktor.

Kegunaan

pencampur logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barangbaran optik lainnya, termasuk pendeteksi infra merah yang sensitif. Index refraksi yang tinggi dan sifat dispersi oksidanya telah membuat germanium sangat berguna sebagai lensa kamera wide-angle dan microscope berkembang objectives. menjadi Bidang studi kimia organogermanium Beberapa senyawa bidang yang penting.

germanium memiliki tingkat keracunan yang rendah untuk mamalia, tetapi memiliki keaktifan terhadap beberap jenis bakteria, sehingga membuat unsur ini sangat berguna sebagai agen kemoterapi.

III.

Galium Arsenide

Gallium

arsenide

(GaAs)

adalah

semikonduktor senyawa, campuran dari dua elemen, galium(Ga) dan arsen (As). Berada pada Golongan ke adalah oleh-produk dari iii/v. Gallium peleburan

logam lain, terutama aluminiumdan seng, dan jarang-jarang dari emas, sebenarnya. Arsenik tidak jarang tetapi beracun. Galliumarsenide untuk sel surya telah mengembangkan secara sinergis dengan gallium arsenide untuk dioda pemancar cahaya, laser, dan lain perangkat optoelektronik Gallium arsenide adalah salah satu alternatif selain silikon yang paling banyak dipelajari. Secara teoritis dapat mengkonversi sekitar 40% dari insiden radiasi matahari untuk listrik, sehingga dua kali lebih efektif dibandingkan silikon. Efisiensi ini membuat gallium arsenide menjadi bahan pilihan untuk membangun sel surya pesawat ruang angkasa. Tapi untuk aplikasi yang terbaik, harga gallium arsenide selangit. Rogers mengatakan bahwa wafer kualitas tinggi gallium arsenide harus ditumbuhkan dalam ruang pengendalian secara hatihati. Setelah tumbuh wafer biasanya diiris tebal, tetapi hanya permukaannya saja digunakan. Banyak dari bahan mahal pada dasarnya akan sia-sia. Kegunaan : Gallium Arsenide digunakan pada Panel Surya . Teknik baru bisa membuka jalan bagi semikonduktor yang lebih efisien. Sebuah metode alternatif dalam membuat semikonduktor peka cahaya akan

memberikan efisiensi tinggi sel surya, lebih baik dalam visi malam untuk kamera serta sejumlah aplikasi lain. Sebuah tim yang dipimpin oleh John Rogers, fisikawan material dari University of Illinois di UrbanaChampaign, telah mengembangkan teknik dengan biaya efesien dalam menghasilkan microchip terbuat dari semikonduktor gallium arsenide yang dapat merespon cahaya dengan baik. galium arsenide menunjukkan potensi besar. Laboratoriumnya sekarang bekerja pada pengembangan sel surya yang dapat menghasilkan listrik sekitar US$1/watt yang akan menarik secara komersial. Gallium arsenide adalah senyawa dari unsur-unsur galium dan arsen. Terdapat pada golongan III/V dari semikonduktor, dan digunakan dalam pembuatan perangkat seperti : microwave frequency integrated circuits, monolithic microwave integrated circuits, infrared lightemitting diodes, dioda laser, sel surya, dan optical windows. Gallium arsenide juga dikenal sebagai crystalline tunggal film yang tipis dan biaya yang harus dikeluarkan tinggi tetapi efisiensi yang dimilikinya juga tinggi.

KESIMPULAN
1. Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang berada di antara isolator dan konduktor. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur ruangan besifat sebagai konduktor.

2. Bahan-bahan semikonduktor a). Silikon b). Germanium c). Galium Arsenide 3. silicon: Penggunaan penting dari silikon adalah dalam pembuatan transistor, chips, komputer dan sel surya 4. germanium: Kegunaan unsur ini adalah sebagai bahan pencampur

logam, sebagai fosfor di bola lampu pijar dan sebagai katalis. Germanium dan germanium oksida tembus cahaya sinar infra merah dan digunakan dalam spekstroskopi infra mera dan barang-baran optik lainnya

5. Gallium Arsenide digunakan pada Panel Surya, microchip terbuat dari

semikonduktor gallium arsenide yang dapat merespon cahaya dengan baik