Anda di halaman 1dari 18

Proses pengendalian ( controling )

Cara Melakukan Pengontrolan Reward and Punishment

Slamet Adik Purwanto 08.2010.1.01463

PENGENDALIAN
(CONTROLLING)

PENGENDALIAN ADALAH FUNGSI TERAKHIR DARI PROSES MANAJEMEN, PENGENDALIAN SANGAT MENENTUKAN PELAKSANAAN DARI PROSES MANAJEMEN MAKA DARI ITU PENGENDALIAN HARUS DI LAKUKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA.

TUJUAN PENGENDALIAN

SUPAYA PROSES MANAJEMEN BERJALAN SESUAI DENGAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG TELAH DIRENCANAKAN. SUPAYA DAPAT MELAKUKAN TINDAKAN PERBAIKAN (CORECTIVE) DENGAN CEPAT BILAMANA TERJADI PENYIMPANGAN DI DALAM PROSES MANAJEMEN.

SUPAYA

TUJUAN

YANG

DIHASILKAN

ASAS-ASAS PENGENDALIAN
ASAS TERCAPAINYA TUJUAN ASAS EFISIENSI PENGENDALIAN ASAS TANGGUNG JAWAB PENGENDALIAN ASAS PENGENDALIAN TERHADAP MASA DEPAN ASAS PENGENDALIAN LANGSUNG ASAS REFLEKSI RENCANA ASAS PENYESUAIAN DENGAN ORGANISASI ASAS PENGENDALIAN INDIVIDUAL ASAS STANDAR ASAS PENGENDALIAN TERHADAP STRATEGIS ASAS KEKECUALIAN ASAS PENGENDALIAN FLEKSIBEL ASAS PENINJAUAN KEMBALI ASAS TINDAKAN

JENIS-JENIS PENGENDALIAN
PENGENDALIAN KARYAWAN

PENGENDALIAN KEUANGAN
PENGENDALIAN PRODUKSI PENGENDALIAN WAKTU PENGENDALIAN TEKNIS PENGENDALIAN KEBIJAKSANAAN PENGENDALIAN PENJUALAN PENGENDALIAN INVENTARIS PENGENDALIAN PEMELIHARAAN

PROSES PENGENDALIAN
PROSES PENGENDALIAN DILAKUKAN SECARA BERTAHAP DENGAN LANGKAH-LANGKAH BERIKUT :

1. Menentukan Standar-standar yang Akan Digunakan Dasar Pengendalian


2. Mengukur Pelaksanaan Atau Hasil Yang Telah Dicapai 3. Membandingkan Pelaksanaan Atau Hasil Dengan Standar Dan Menentukan Penyimpangan Bila Ada 4. Melakukan Tindakan Perbaikan, Jika Terdapat Penyimpangan Agar Pelaksanaan Dan Tujuan Sesuai Dengan Rencana

CARA-CARA PENGENDALIAN
1. PENGAWASAN LANGSUNG Adalah pengawasan yang dilakukan sendiri secara langsung oleh seorang manajer. 2. PENGAWASAN TIDAK LANGSUNG Adalah pengawasan jarak jauh, artinya dengan melalui laporan yang diberikan oleh bawahannya. 3. PENGAWASAN BERDASARKAN KEKECUALIAN Adalah pengendalian yang dikhususkan untuk kesalahankesalahan yang luar biasa dari hasil atau standar yang diharapkan.

Sifat & waktu ppengendalian


1.

2.

3.

4.

5.

Preventive Control, adalah pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dilakukan untuk menghindari terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaannya. Repressive Control, adalah pengendalian yang dilakukan setelah terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, dengan maksud agar tidak terjadi pengulangan kesalahan , sehingga hasil sesuai dengan rencana. Pengendalian saat proses dilakukan, jika terjadi kesalahan segera diperbaiki. Pengendalian Berkala, adalah pengendalian yang dilakukan secara berkala misalnya per bulan, per semester, dll. Pengendalian Mendadak (sidak), adalah pengawasan yang dilakukan secara mendadak untuk mengetahui apa pelaksanaan atau peraturan-peraturan terlaksana dengan baik atau tidak.

Macam-macam pengendalian
Internal Control (Pengendalian Intern)
adalah pengendalian yang dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya.

External Control (Pengendalian Ekstern)


adalah pengendalian yang dilakukan oleh pihak luar.

Formal

Control

(Pengendalian

Resmi)

adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh instansi atau pejabat resmi dan dapat dilakukan secara intern maupun ekstern, misalnya pemeriksaan keuangan oleh BPK terhadap BUMN.

Informal

Control

(Pengendalian

Konsumen)

adalah Penilaian yang dilakukan oleh masyarakat atau konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung.

Alat-alat pengendalian
1. Budget adalah suatu ikhtisar hasil yang akan diharapkan dari pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hasil tersebut. Tipe-tipe Budget : Sales Budget Production Budget Cost Production Budget Step Budget Purchasing Budget Labor Budget / Personnel Budget Cash and Financial Budget Master Budget 2. Non-Budget terdiri dari : Personal Observation Report Statistic Financial Statement Break Even Point Internal Audit

METODE PENGONTROLAN

Action Control merupakan pengendalian yang kita lakukan dari awal proses hingga akhir suatu proses dalam kegiatan suatu organisasi, agar proses yang sedang berlangsung sesuai dengan aturan atau ketentuan yang berlaku. Dengan adanya kontrol terhadap tindakan, maka diharapkan segala aktivitas yang dilakukan perusahaan dapat mengarahkan perusahaan pada pencapaian tujuan.

Action Control terdiri dari empat bentuk dasar:


Behavioral Constraint

Merupakan pembatasan perilaku ini dapat diterapkan secara fisik maupun secara administratif.
Preaction Reviews

Preaction reviews merupakan peninjauan kembali terhadap rencana sebelum sebuah rencana mulai dilaksanakan

Metode pengontrolan
Action Accountability Cara pengendalian ini adalah membuat kesepakatan atau aturan dalam organisasi bahwa seseorang harus bertanggungjawab atas hal-hal yang telah ditetapkan Redundancy Redudancy adalah pengendalian yang dilakukan apabila ada keraguan dari atasan untuk menyerahkan sebuah tugas kepada salah satu karyawan, sehingga untuk mengatasi hal ini atasan akan memberikan pekerjaan yang sama kepada dua/lebih orang

METODE PENGONTROLAN

Action Accountability Cara pengendalian ini adalah membuat kesepakatan atau aturan dalam organisasi bahwa seseorang harus bertanggungjawab atas hal-hal yang telah ditetapkan Redundancy Redudancy adalah pengendalian yang dilakukan apabila ada keraguan dari atasan untuk menyerahkan sebuah tugas kepada salah satu karyawan, sehingga untuk mengatasi hal ini atasan akan memberikan pekerjaan yang sama kepada dua/lebih orang

Metode pengontrolan

Results Controls Result Control adalah cara pengendalian dengan cara memberikan sebuah reward dan punishment bagi para karyawan. Result control dibentuk untuk melihat hasil akhir yang dicapai oleh seorang karyawan, bukan proses bagaimana karyawan mencapai hasil itu.

Results Controls
Kombinasi pemberian reward dan punishment pada hasil akhir yang dicapai oleh karyawan akan memotivasi karyawan untuk memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan. Dengan adanya penerapan result control, perusahaan tidak mengatur secara detail para karyawannya untuk melakukan tindakan apa yang seharusnya mereka lakukan, namun karyawan diberi kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan bakat yang mereka miliki guna mencapai tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan.

Contoh penerapan result control yang paling sering diterapkan oleh perusahaan adalah penerapan di divisi Penjualan. Perusahaan selalu menerapkan target yang harus mampu dicapai oleh karyawan divisi penjualan untuk mencapai omset tertentu. Apabila omset yang ditetapkan tercapai, maka karyawan akan mendapatkan bonus. Begitu pula sebaliknya, bila karyawan tidak mencapai omset yang ditetapkan oleh perusahaan maka mereka harus siap akan konsekuensinya.

Metode pengontrolan
Penerapan result control harus memenuhi kriteria berikut

ini, yaitu:

Hasil yang diinginkan oleh perusahaan dapat dikendalikan oleh

karyawan yang tindakannya dipengaruhi. Karyawan yang perilakunya dikendalikan memiliki perngaruh signifikan pada output yang diinginkan. Controllable result area dapat diukur secara kuantitatif.

Penerapan result control yang dilakukan secara tunggal

akan memiliki dampak yang negatif, yaitu mendorong karyawan melakukan segala cara untuk mencapai hasil yang diinginkan termasuk persaingan tidak sehat, manipulasi data, dan sebagainya.

kesimpulan

Diadakannya pengendalian bertujuan agar tindakan yang dilakukan oleh anggota organisasi benar-benar menggerakan organisasi ke arah sasaran yang telah di rumuskan.