P. 1
Gigi Tiruan

Gigi Tiruan

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh Daniel Benny Santoso
protesa
protesa

More info:

Published by: Daniel Benny Santoso on Apr 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2014

pdf

text

original

Bahan Gigi Tiruan 1.

All porcelain bridge Bahan porselen adalah bahan yang sangat populer saat ini. Kelebihannya adalah pilihan gradasi warna yang sangat estetis dan permukaannya mengkilat. Bahan porselen sulit dibedakan dengan gigi yang asli. Kekuatannya lebih besar daripada akrilik tetapi tidak sekuat logam. Kekurangan dari bahan porselen ini bersifat rapuh dan sehingga tidak dapat diasah dan tidak dapat diletakkan pada permukaan kunyah gigi belakang. Biasaya juga digunakan untuk gigi yang memerlukan estetik tinggi. Bahan porselen ini tidak cocok digunakan pada pasien dengan kebiasaan buruk bruxism karena gesekan yang terus menerus dengan gigi antagonisnya akan menyebabkan porcelain cepat pecah. 2. All acrylic bridge Bahan akrilik biasanya digunakan untuk pembuatan mahkota jaket sementara (menunggu mahkota jaket permanen). Bahan akrilik biasanya dikombinasikan dengan logam karena sifat bahan akrilik tidak kuat menahan beban kunyah. Kelebihan dari bahan akrilik warnanya dapat disesuaikan dengan gigi asli, namun mudah berubah warnanya. Harganya pun murah tetapi tampilan menarik. Kontraindikasi dari bahn ini adalah tidak digunakan pada gigi yang memiliki beban kunyah yang besar karena kekerasan akrilik hanya 1/16 kekerasan dentin. Gigi tiruan yang menggunakan bahan ini juga tidak cocok digunakan pada penderita dengan bruxism. 3. All metal bridge Gigi tiruan permanen yang terbuat dari logam atau emas mempunyai kekuatan yang sangat bagus bahkan dapat bertahan sampai bertahun-tahun, keuntungan yang lain adalah logam dan emas tidak korosif dan tidak berkarat. Tetapi gigi tiruan dari bahan logam dan emas tampilan warnanya sangat berbeda dengan gigi asli. Biasanya diindikasikan pada gigi posterior dan kontraindikasinya adalah gigi abutmen yang digunakan mempunyai ketebalan dentin yang kecil. Gold Crowns Keuntungan: - metode simple karena struktur gigi yang dkurangin lebih minimal. - Lebih tahan lama pada saat tekanan berat seperti menggigit dan mengunyah. - Mudah menyesuaikan sesuai daerah di mana gigi dan mahkota memenuhi - Sehat lingkungan untuk jaringan gusi Kerugian: - estetik kurang karena warna gigi tidak seperti gigi asli. 4. Kombinasi (porselen dan metal) Porcelain fuse to metal adalah jenis hibrida antara mahkota logam dan mahkota porselen. Mereka terutama dipilih untuk gigi depan tetapi tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada gigi posterior. Porcelen fuse to metal ini lebih kuat daripada all porselen bridge. Meskipun porcelen fuse to metal dipilih untuk penampilan yang sangat baik karena keestetikannya, ada beberapa kelemahan utama yang terkait dengan logam

Memiliki estetika yang sangat baik dan cukup kuat untuk dapat disemen dengan semen gigi tradisional.menyatu di dalamnya. saraf yang akan sensitif terhadap panas dan dingin. Zirkonia . Jika gigi dimahkotai masih mengandung beberapa saraf. SPINELL . dan sampai restorasi 5-unit jembatan. .untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior.untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior. 5. Berikut adalah beberapa kelemahan dicatat oleh pengguna dan dokter gigi mahkota ini: • Ketidaknyamanan-gigi mungkin sensitif setelah prosedur. Hal ini kadang-kadang menjadi begitu menonjol sehingga tidak dapat diawasi.untuk kasus anterior unit tunggal yang memerlukan estetika unggul dan tembus. • Ada beberapa kasus di mana permukaan mahkota menciptakan keausan pada gigi antagonisnya. In Ceram (keramik bridge) Terbuat dari porselen alumina yang sangat tangguh. ALUMINA . Bagian porselen bisa terkelupas mati dan logam yang mendasari dapat terlihat sebagai garis gelap. dan sampai restorasi 3-unit jembatan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->