P. 1
MODUL 4 Penyusunan Laporan Keuangan PEMDA

MODUL 4 Penyusunan Laporan Keuangan PEMDA

|Views: 504|Likes:
Dipublikasikan oleh Wahyu Hidayat

More info:

Published by: Wahyu Hidayat on Apr 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2014

pdf

text

original

MODUL PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan memahami langkah-langkah dalam proses penyusunan laporan keuangan daerah dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD)

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah mempelajari materi ini, peserta pelatihan akan dapat: 1. 2. Memahami cara penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Memahami cara penyusunan Laporan Keuangan SKPD

WAKTU PEMBELAJARAN Jangka waktu yang diperlukan untuk memberikan materi ini adalah 240 menit.

METODE PEMBELAJARAN 1. Paparan 2. Diskusi 3. Latihan Bersama (Diskusi Kelompok dan Kelas)

ALAT BANTU PEMBELAJARAN 1. LCD/Overhead Projector 2. White Board dan Spidol 3. Latihan Kasus

1

REFERENSI 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem

Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2007 tentang Penetapan Nomor 3 Peraturan Tahun Pemerintah Tentang Pengganti Undang-Undang Daerah 2007

Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 108, Tambahan

2

Lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4548); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4540); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2007 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2007 tentang Hibah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 139,

3

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577); 14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 15. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585); 16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614); 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

4

Laporan keuangan yang dibuat pada akhir tahun kepada dan anggaran rakyat oleh untuk pemerintah memenuhi daerah tuntutan merupakan salah satu mekanisme pertanggungjawaban pemerintah transparansi pemerintahan. PENDAHULUAN Pemerintah Daerah selaku pihak yang diberikan mandat oleh rakyat untuk mengelola dan menyelenggarakan Pemerintah Daerah harus mempertanggungjaw abkan kinerjanya kepada rakyat dengan membuat laporan keuangan pemerintahan didaerah harus mempertanggung-jawabkan kinerjanya kepada rakyat. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Pengelolaan Nomor 8 Keuangan Tahun 2006 Pemerintah Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Pengelolaan berkenaan dengan keuangan akuntansi daerah dan khususnya yang akuntabilitas dalam penyelenggaraan pertanggungjawaban mengacu pada peraturan perundang-undangan yaitu antara lain UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Untuk daerah menyelenggarakan daerah akuntansi pemerintahan akuntansi kepala menetapkan sistem 5 . tentang Akuntansi Peraturan Pelaporan Pemerintahan.PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH 1. Peraturan Pemerintah Nomor tentang 24 Tahun 2005 tentang Standar Daerah. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintaan Daerah. UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

pengukuran. dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi/entitas yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka pengambilan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan. pencatatan.pemerintahan daerah dengan mengacu pada peraturan daerah tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah. Informasi yang dihasilkan oleh akuntansi yang 6 . Peran akuntansi adalah menyediakan informasi kuantitatif. Dalam kedua definisi tersebut dapat diketahui bahwa: a. DEFINISI AKUNTANSI Definisi akuntansi  Accounting Principles Board (APB)  American Accounting Association  Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Definisi akuntansi menurut Accounting Principles Board (1970) adalah suatu kegiatan jasa yang fungsinya untuk menyediakan informasi kuantitatif. wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuangan pada akhir 2. Definisi akuntansi menurut American Accounting Association (1966) adalah suatu proses pengidentifikasian. Entitas pelaporan dan entitas akuntansi tersebut menurut ketentuan peraturan perundang-undangan periode. Dalam sistem akuntansi pemerintahan ditetapkan entitas pelaporan dan entitas akuntansi yang menyelenggarakan sistem akuntansi pemerintahan daerah. Pengertian ini juga dapat melingkupi analisis atas laporan yang dihasilkan oleh akuntansi tersebut. b. digunakan pengambilan keputusan ekonomi dalam membuat pilihanpilihan alternatif arah tindakan. tentang ’entitas’ ekonomi. terutama yang bersifat keuangan. terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomi.

yaitu sederhana dan mudah dipahami. pengklasifikasian. antara lain kurang lengkap untuk pelaporan karena hanya dapat melaporkan saldo kas. pencatatan transaksi ekonomi dilakukan dengan mencatat secara tunggal (tidak berpasangan). sistem ini juga memiliki kelemahan. Sistem ini memiliki beberapa kelebihan. DASAR-DASAR DAN TEKNIS AKUNTANSI Sistem pencatatan akuntansi ada 2. pencatatan ini dipraktekkan contohnya dalam Buku Kas 7 .dimaksudkan yang rasional. Pencatatan semacam itu disebut juga pembukuan. penginterpretasian atas hasilnya. Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat pada sisi Penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi Pengeluaran. Sistem tata buku tersebut merupakan sebagian kecil dari akuntansi. Definisi pengukuran. 3. Dalam sistem ini. agar berguna sebagai input yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan ekonomi akuntansi menurut standar akuntansi pemerintahan adalah Proses akuntansi meliputi pencatatan.  Pembukuan tunggal (sigle entry)  Pembukuan berpasangan (double entry) KEUANGAN DAERAH Pembukuan Tunggal (Single Entry) dan Pembukuan Berpasangan (Double Entry) Pembukuan Tunggal (Single Entry) Sigle entry atau tata buku hanya mencatat transaksi yang mempengaruhi kas Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan sistem tata buku tunggal atau tata buku saja. Akan tetapi. Pada praktek yang berjalan di Pemerintah Daerah Umum (BKU). serta penyajian laporan keuangan (SAP ). dan selama hampir 3 dekade. penginkhtisaran transaksi dan kejadian keuangan.

Dalam pencatatan tersebut ada sisi Debet dan Kredit. terdapat beberapa catatan yang dibuat. Menurut sistem ini. piutang dan ekuitas dana. akibatnya sulit menelusuri kesalahan pembukuan yang terjadi. Suatu sistem mengolah input (masukan) menjadi output (keluaran). yaitu aset = kewajiban + ekuitas dana. Catatan-catatan tersebut adalah jurnal. Input sistem akuntansi adalah bukti-bukti transaksi dalam bentuk dokumen atau formulir. Sistem ini disebut sistem double entry.tidak dapat melaporkan utang. sedangkan sisi Kredit ada di sebelah kanan. dan 8 . Sistem pencatatan double entry inilah yang sering disebut akuntansi. Juga sulit untuk melakukan kontrol transaksi. Output-nya adalah laporan keuangan. Sisi Debet ada di sebelah kiri. pada dasarnya suatu transaksi akan dicatat secara berpasangan (double = berpasangan. dalam akuntansi terdapat sistem pencatatan yang lebih baik dan dapat mengatasi kelemahan di atas. Pencatatan dengan sistem ini disebut dengan istilah menjurnal. buku besar. Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas subsistem-subsistem atau kesatuan yang lebih kecil. Oleh karena itu. penjurnalan. Siklus akuntansi adalah tahap-tahap yang ada dalam proses akuntansi yang dimulai dari adanya transaksi. yang berhubungan satu sama lain dan memiliki tujuan tertentu. Di dalam proses akuntansi. Setiap pencatatan harus menjaga keseimbangan persamaan dasar akuntansi. Pembukuan Berpasangan (Double Entry) Double entry dicatat berpasangan yaitu debet dan kredit Sistem pencatatan double entry juga sering disebut sistem tata buku berpasangan. posting kebuku besar an pembuatan laporan keuangan Siklus Akuntansi Akuntansi adalah suatu sistem. entry = pencatatan).

Persamaan dasar akuntansi tersebut dalam konteks akuntansi pemerintahan berbentuk sebagai berikut : Aset + Belanja = Kewajiban + Ekuitas Dana + Pendapatan Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai 9 . Sistem akuntansi dapat dijelaskan secara rinci melalui siklus akuntansi. Apabila digambarkan sebagai berikut: ANGGARAN ANGGARAN Transaksi Transaksi Keuangan Keuangan Pemerintah Pemerintah Daerah Daerah Ditetapkan Dewan DI DI REALISASI REALISASI Jurnal Penyesuaian Jurnal Penutup Dokumen Dokumen Jurnalisasi Jurnalisasi Posting Posting Laporan Laporan Keuangan Keuangan Jurnal Umum Jurnal Khusus Buku Besar Neraca Daerah Laporan Realisasi Anggaran Laporan Arus Kas Catatan atas Laporan Keuangan Buku Besar Pembantu Kartu kegiatan Persamaan Akuntansi Persamaan dasar akuntansi merupakan alat bantu Persamaan dasar akuntansi: Aset + Belanja = Kewajiban + Ekuitas Dana + Pendapatan untuk memahami sistem pencatatan ini. Yang dimaksud dengan siklus akuntansi adalah tahap-tahap yang ada dalam sistem akuntansi.buku pembantu.

Ekuitas dan Pendapatan berkurang Kredit .dan/atau dimiliki oleh pemerintah daerah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh. dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah daerah. Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah daerah. Debet . Ekuitas dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Hal yang sama dilakukan untuk belanja.Aset dan Belanja berkurang . sedangkan yang berakibat berkurangnya aset akan dicatat pada sisi Kredit. Pendapatan adalah semua penerimaan Rekening Kas Umum Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah daerah.Aset dan Belanja bertambah . Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah di masa yang akan datang. Ekuitas dan Pendapatan bertambah Konsep Debet Kredit Suatu transaksi yang berakibat bertambahnya aset akan dicatat pada sisi Debet. 10 . baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. termasuk sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya. serta dapat diukur dalam satuan uang.Kewajiban.Kewajiban.

Buku Jurnal merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) mencatat transaksi keuangan penerimaan kas berdasarkan dokumen transaksi yang sah. Transaksi keuangan yang telah dicatat dan digolongkan ke dalam Buku Jurnal. dan pendapatan. (2) memberikan rekening-rekening dimaksud 11 . Apabila suatu transaksi mengakibatkan bertambahnya kewajiban. ekuitas dana. Menjurnal adalah prosedur mencatat transaksi keuangan di buku jurnal. yang kemudian diperbaharui dengan PP No 58 Tahun 2005. sistem pencatatan yang digunakan pada akuntansi keuangan pemerintah daerah adalah sistem akuntansi berpasangan (double entry system). Hal serupa dilakukan untuk ekuitas dana dan pendapatan. Buku besar merupakan catatan akuntansi untuk meringkas dan memberikan informasi saldo rekening Buku Besar Buku Besar yaitu merupakan catatan akuntansi yang dilaksanakan oleh Fungsi Akuntansi sebagai media untuk (1) meringkas informasi catatan saldo transaksi keuangan yang telah secara digolongkan ke rekening-rekening (akun). selanjutnya secara periodik diposting ke dalam Buku Besar. 105 Tahun 2000. maka pencatatan akan dilakukan pada sisi Kredit.Hal yang sebaliknya dilakukan untuk kewajiban. Dalam sistem ini. dikenal istilah penjurnalan. Menjurnal adalah mencatat transaksi dibuku jurnal Penjurnalan (Journalizing) Berdasarkan PP No. jika mengakibatkan berkurangnya kewajiban. dan (2) menggolongkan transaksi keuangan ke dalam rekeningrekening (akun). pencatatan dilakukan pada sisi Debet.

umum laporan keuangan adalah informasi mengenai posisi keuangan. Untuk memenuhi tujuan tersebut. Laporan keuangan merupakan laporan terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan Laporan Keuangan Laporan terstruktur Tujuan Keuangan merupakan keuangan laporan dan yang mengenai posisi transaksimenyajikan transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan.Neraca .Catatan atas Aset Kewajiban Ekuitas Dana Pendapatan Belanja Transfer     12 . Secara spesifik tujuan laporan keuangan pemerintah adalah untuk menyajikan informasi dan yang untuk berguna untuk pengambilan keputusan menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.Laporan Arus Kas. realisasi anggaran. Catatan akuntansi berupa kumpulan rekeningrekening dalam Buku Besar selanjutnya secara periodik disusun ke dalam Laporan Keuangan. dan .Laporan Realisasi Anggaran . arus kas dan kinerja keuangan suatu entitas pelaporan yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya.akumulatif. Laporan Keuangan menyediakan informasi mengenai entitas pelaporan dalam hal:   Laporan keuangan pemerintah daerah terdiri dari: .

b. surplus/defisit. Laporan Realisasi Anggaran menyajikan pendapatan pemerintah daerah selama satu periode. Dengan demikian. c. penggunaan. Laporan realisasi anggaran menyajikan ikhtisar sumber. pembiayaan anggaran. Laporan Realisasi Anggaran. belanja. Laporan ini dibuat untuk menyajikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva. yang menggambarkan perbandingan antara anggaran pemerintah dan realisasinya yang dalam satu periode ketaatan pelaporan. dan Arus kas Laporan keuangan pemerintah daerah terdiri dari: a. dan Laporan Arus Kas menyajikan informasi mengenai dan sisa lebih/kurang pembiayaan sumber. Neraca. Laporan Arus Kas. Informasi ini disajikan untuk pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan. 13 . alokasi dan pemakaian sumberdaya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. perubahan kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.Laporan Keuangan   Pembiayaan. dan ekuitas dana. Pelaporan mencerminkan kegiatan keuangan daerah menunjukkan terhadap pelaksanaan APBD. Neraca adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi keuangan entitas ekonomi pada suatu saat (tanggal) tertentu. Laporan Realisasi Anggaran menunjukkan kinerja pemerintah daerah sebagain penyusun dan pelaksana APBD. utang.

Penyusunan Laporan Keuangan SKPD dimulai dari penjurnalan. yaitu entitas akuntansi dan entitas pelaporan. posting kebuku besar. Termasuk pula dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapanpengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan. kecuali Laporan Arus Kas yang hanya disajikan oleh unit yang memiliki fungsi perbendaharaan. Setiap pos dalam Laporan Realisasi Anggaran. Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran. dan Laporan Arus Kas harus memiliki referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan. 4. Catatan Atas Laporan Keuangan.d. seperti kewajiban kontijensi dan komitmen-komitmen lainnya Komponen-komponen laporan keuangan tersebut disajikan oleh setiap entitas pelaporan. 14 . Neraca. Catatan atas Laporan Keuangan harus disajikan secara sistematis. Oleh karena itu pemerintah daerah harus melakukan konsolidasi/ penggabungan terhadap laporan keuangan tiap-tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah Langkah penyusunan laporan keuangan SKPD (SKPD) sehingga dapat menyajikan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statements). Neraca. pembuatan Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) memperkenalkan 2 macam entitas. dan Laporan Arus Kas.

Kertas Kerja a. Ko Rek xxxxxxxxxxxxxxx Uraian xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah EDL – SiLPA Nerac a Saldo D K Laporan Realisas i Anggara n D K Jurnal Penyesuai an D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaia n D K Jurnal Penutu p D K Nerac a D K 1 2 3 4 5 15 .1. Langkah 1. Jurnal dan posting yang telah dilakukan terhadap transaksi keuangan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. PPK-SKPD menyiapkan kertas kerja (worksheet) 12 lajur sebagai alat untuk proses kerja proses menyusun pembuatan berguna pembuatan Laporan Laporan untuk laporan Keuangan. Siapkan kertas kerja Penyusunan Laporan Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Laporan Keuangan yang dihasilkan pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah dihasilkan melalui proses akuntansi lanjutan yang dilakukan oleh PPK-SKPD. dalam Kertas mempermudah keuangan yang dihasilkan secara manual. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan Keuangan.

PPK-SKPD melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku 2.b. 16 . Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja. Pindahkan rekapitulasi saldo buku besar ke kolom neraca saldo pada kertas kerja besar menjadi neraca saldo. Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan).

00 0 K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K Jurnal Penutup Neraca D K D K 2 3 4.00 0 9.00 0 4 5 EDL – SiLPA c.50 0 4. Identifikasi akun yang termasuk dalam komponen Neraca Saldo.Ko Re k xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca Saldo Laporan Realisasi Anggara n D K Jurnal Penyesuai an D K 1 Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah D 100 0 0 4.00 0 500 500 400 4. Berdasarkan 3. PPK-SKPD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam 17 .

00 0 500 9.00 0 4. Laporan Realisasi Anggara n D K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 100 0 0 0 4.40 0 d.90 0 0 0 500 4.00 0 500 500 400 4.00 9.50 0 K Jurnal Penyesuai an D K Jurnal Penutup D K Neraca D K 2 3 4 5 4. lalu masukkan dalam kolom “penyesuaian” dibuat dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu dan pengakuan atas transaksi-transaksi penyesuaian yang bersifat akrual.Laporan Realisasi Anggaran komponen Laporan ke Realisasi kolom Anggaran dan memindahkannya “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada Kertas Kerja. Jurnal penyesuaian yang antara Koreksi diperlukan lain digunakan untuk:  18 . Jurnal ini 4. PPK-SKPD membuat jurnal penyesuaian.00 4. dalam Jurnal kolom tersebut diletakkan “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja. Buat jurnal penyesuaian.00 0 500 400 4.

yang  Pencatatan piutang persediaan dan atau aset lainnya pada akhir tahun. Dalam contoh ini.  / Pencatatan jurnal belum dilakukan (accrual atau prepayment). Contoh untuk proses ini adalah sebagai berikut (dalam contoh ini adalah Dinas Kesehatan). terdapat dua jurnal penyesuaian untuk pengakuan persediaan obat-obatan sebesar Rp25 dan pengakuan akumulasi Depresiasi gedung sebesar Rp400.kesalahan Pemindahbuk uan. Contoh Jurnal Penyesuaian pada kasus ini adalah: 19 .

00 4. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.Pengakuan Piutang Pengakuan Persediaan Pengakuan Depresiasi Akumulasi 1 3 1 3 3 1 Piutang Retribusi EDL – Cadangan Piutang Persediaan EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam tetap Akumulasi Depresiasi 50 50 25 25 aset 400 400 Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah Neraca Saldo D 100 0 0 0 4. Sesuaikan neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian e.00 9.50 0 K Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuai an D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaia n D K Jurnal Penutup D K Neraca D K 50 25 400 2 3 50 25 4. PPK-SKPD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.00 0 4.00 0 500 400 4.90 0 0 0 EDL – SiLPA 4.00 0 500 475 475 400 500 4 5 9.00 0 500 500 400 4. 20 .40 0 5.

Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.075 9. Nilai yang sudah ditutup kemudian diletakkan pada kolom ”Jurnal Penutup” yang terdapat pada kertas kerja.000 2 3 50 25 4.500 50 25 3.40 0 f. yaitu Pendapatan. Pembuatan jurnal penutup.075 EDL – SiLPA 4.00 9.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah Neraca Saldo D 100 0 0 0 4. Belanja. dan Pembiayaan.00 0 4.50 0 K Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 100 Jurnal Penutup D K Neraca D K 50 25 400 50 25 4.00 0 500 400 4. Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar. Buat jurnal penutup jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.00 0 500 475 400 500 4 5 9.600 500 500 400 4.90 0 0 0 475 9.000 400 4.00 0 500 500 400 4. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo diatas dan Neraca Saldo setelah penyesuaian adalah sebagai berikut : PAD – Retribusi 500 21 .00 4. Jurnal penutup adalah 6.

00 0 500 500 400 4.075 EDL – SiLPA 4.00 0 Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah Neraca Saldo D 100 0 0 0 4.90 0 500 400 4. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan.90 0 4.600 500 500 400 4.000 400 4.00 4.075 9.00 0 500 400 4.000 500 500 400 4.SiLPA SiLPA Belanja Pegawai Belanja ATK Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Gedung 500 4.90 0 0 0 475 9.40 0 2 3 50 25 4.500 50 25 3.00 0 500 4. PPK-SKPD termasuk mengidentifikasi dalam akun-akun Neraca yang dan komponen memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja. Identifikasi akunakun yang termasuk dalam komponen neraca g.40 0 7.50 0 K Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 100 Jurnal Penutup D K Neraca D K 50 25 400 50 25 4.00 0 4.00 0 500 475 400 500 4 5 9.00 9. 22 .

Buatlah format Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana contoh dibawah.500 50 25 3. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran SKPD a.075 9.00 4.075 4.17 5 4.40 0 8.90 0 0 0 475 9.40 0 h.00 0 500 4. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi.600 500 500 400 4. Isilah kolom 1 dengan nomor urut. 4. Isilah kolom 2 dan kolom 3 berdasarkan data dari penjabaran APBD. PPK-SKPD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.00 0 500 400 4.00 9.000 400 4.00 0 400 4. 3. 2.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi RK PPKD EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap PAD – Retribusi Belanja Pegawai Belanja ATK Blnj Modal Pengadaan Konstruksi Gedung Jumlah Neraca Saldo D 100 0 0 0 4.57 5 EDL – SiLPA 4.00 0 500 475 400 500 4 5 9.90 0 4.00 0 4.50 0 K Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 100 Jurnal Penutup D K Neraca D 100 0 K 50 25 400 50 25 4. Isilah kolom 4 berdasarkan jumlah total realisasi 23 .40 0 50 25 4. Laporan Realisasi Anggaran Tata cara menyusun Laporan Realisasi Anggaran sebagai berikut: 1.60 0 2 3 50 25 4.50 0 50 25 3. Langkah 2.000 500 500 400 4.00 0 500 500 400 4.

Isilah kolom 5 dengan cara mengurangi jumlah kolom 4 dengan jumlah kolom 3. 6. 5. Isilah kolom 6 dengan cara jumlah kolom 4 dibagi dengan kolom 3 kemudian dikalikan dengan 100%. 24 .anggaran pada kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada kertas kerja.

Urut 1 Uraian Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Bertambah / (Berkurang) (Rp) 5 (4-3) % 2 6 (4:3x100%) Contoh untuk pembuatan “Laporan Realisasi Anggaran” berdasarkan kertas kerja diatas adalah sebagai berikut: PEMERINTAH KABUPATEN XX LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) SKPD : DINAS KESEHATAN TAHUN ANGGARAN 2007 Jumlah (Rp) No. Jumlah (Rp) No.PEMERINTAH KABUPATEN XX LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) SKPD : ……………………… TAHUN ANGGARAN ……. Urut Uraian Anggaran Setelah Realisasi Perubaha n 3 4 Bertambah / (Berkurang ) (Rp) 5 (4-3) % 1 2 6 (4:3x100%) 25 .

1 4. 3.77 5.3 6 6. 4.2.1 5.400) 0 0 (30) 55 100 100 99.56 96. Isilah kolom 3 berdasarkan jumlah neraca pada tahun sebelumnya.1.000 4.2 5.930 (4. Isilah kolom 2 berdasarkan jumlah total akun neraca pada kolom “Neraca” yang terdapat pada kertas kerja. 26 .26 5 5. 2. Neraca Penyusunan Neraca SKPD Tata cara menyusun Laporan Realisasi Anggaran sebagai berikut: 1.2 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Konstruksi Gedung Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 4.26 105.1.455) 0 0 0 (4.455) 4.000 4.1.1 6.000 4. Buatlah format Neraca SKPD seperti contoh dibawah.900 (4.2 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 0 0 0 (4.000 4. Isilah kolom 1 dengan uraian aset.400) 0 0 0 55 b.39 520 410 930 500 400 900 (20) (10) (30) 96. 2 Pendapatan PAD Retribusi Daerah Jumlah Pendapatan 475 475 500 500 25 25 105. kewajiban dan ekuitas.15 97.1 5.4 4.

. PER 31 DESEMBER TAHUN 200N+1 DAN TAHUN 200N Uraian 1 31 Desember 200n+1 2 31 Desember 200n 3 ASET Aset Lancar Investasi Jangka Panjang Aset Tetap Aset Lainnya Total Aset KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana untuk Dikonsolidasi Jumlah Ekuitas Jumlah Dana Kewajiban dan Ekuitas Contoh untuk pembuatan “Neraca” berdasarkan kertas kerja diatas adalah sebagai berikut: PEMERINTAH KABUPATEN XX NERACA DINAS KESEHATAN PER 31 DESEMBER TAHUN 200N+1 DAN TAHUN 200N Uraian 1 31 Desember 200n+1 2 31 Desember 200n 3 ASET Aset Lancar Kas Di Bendahara Pengeluaran Kas Di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Persediaan Jumlah Aset Lancar Aset Tetap Gedung dan Bangunan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Jumlah Aset Tetap Dana Cadangan Total Aset 3..850 4..PEMERINTAH KABUPATEN XX NERACA SKPD.000 (300) 2.....000 (400) 3.600 3.775 2.700 100 0 50 25 175 90 0 40 20 150 27 ...

Penyusunan Laporan Keuangan PPKD Laporan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD dimulai dari penjurnalan. pembuatan Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca Keuangan yang dihasilkan pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah dihasilkan melalui proses akuntansi lanjutan yang dilakukan oleh PPK-SKPD. Kertas kerja berguna untuk laporan mempermudah proses pembuatan keuangan yang dihasilkan secara manual. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja Langkah penyusunan laporan keuangan SKPKD 1. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan dalam proses pembuatan Laporan Keuangan. Jurnal dan posting yang telah dilakukan terhadap transaksi keuangan menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Ko Rek xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK SKPD Piutang Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap Ekuitas Dana Cadangan Pendapatan Transfer Belanja PenerimaanPembiayaan Pengeluaran pembiayaan Jumlah EDL – SiLPA Nerac a Saldo D K Laporan Realisas i Anggara n D K Jurnal Penyesuai an D K Neraca Saldo Setelah Penyesuaia n D K Jurnal Penutu p D K Nerac a D K 1 3 4 5 6 28 . Langkah 1. Siapkan kertas kerja (worksheet) 12 lajur sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. posting kebuku besar. Kertas Kerja a.

000 1. Identifikasi akun yang termasuk dalam komponen Laporan Realisasi Anggaran akun-akun ke kolom yang termasuk Realisasi dalam komponen yang Laporan Realisasi Anggaran dan memindahkannya “Laporan Anggaran” terdapat pada Kertas Kerja.500 4. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca Saldo” yang terdapat pada Kertas Kerja.500 Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K Jurnal Penutup D K Neraca D K 1.000 11.b.000 10.00 0 1. Berdasarkan Neraca Saldo. PPKD mengidentifikasi 3.00 11. PPKD 2.00 0 0 3 4 6 c. Pindahkan rekapitulasi saldo buku besar ke kolom neraca saldo pada kertas kerja melakukan rekapitulasi saldo-saldo buku besar menjadi neraca saldo. Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 4. 29 .

000 1. Jurnal ini dibuat 4. Buat jurnal penyesuaian.00 0 1.000. lalu masukkan dalam kolom “penyesuaian” dengan tujuan melakukan penyesuaian atas saldo pada akun-akun tertentu yang dan pengakuan akrual.00 0 3 4 6 11.000 10.00 10. Jurnal penyesuaian yang diperlukan antara lain digunakan untuk:   Koreksi kesalahan / Pemindahbukuan.000 0 0 0 9. dalam atas Jurnal kolom transaksi-transaksi penyesuaian bersifat tersebut diletakkan “Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.000 10. PPKD membuat jurnal penyesuaian.000 d. Contoh jurnal penyesuaian adalah: 30 .000 1.00 1.  Contoh. Pencatatan jurnal yang belum dilakukan (accrual atau prepayment).500 Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K Jurnal Penutup D K Neraca D K 1. Pencatatan piutang persediaan dan atau aset lainnya pada akhir tahun. terdapat satu jurnal penyesuaian untuk pengakuan piutang Dana Bagi Hasil Bukan Pajak sebesar Rp10.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 4.00 11.500 4.

00 0 3 4 6 11.00 10.000 5.500 4.000 10. PPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.0 00 Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca Saldo Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K D 1 Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA 4.000 1. Sesuaikan neraca saldo berdasarkan jurnal penyesuaian e. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Penyesuaian” yang terdapat pada Kertas Kerja.00 11.Pengakuan Piutang 1 3 Piutang Dana Bagi Hasil Bukan Pajak EDL – Cadangan Piutang 10.000 10.00 0 1.0 00 10.000 0 0 0 0 9.500 K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K Jurnal Penutup Neraca D K D K 10.00 0 1.000 10.00 1.000 10. 31 .00 10.000 1.

Jurnal penutup akan mempengaruhi nilai SILPA di neraca menjadi jumlah yang benar.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 4.000 3 4 6 1.000 21. Buat jurnal penutup jurnal yang dibuat untuk menutup saldo nominal menjadi nol pada akhir periode akuntansi.000 f.00 0 1.000 1.000 21.00 0 1.00 11. Perkiraan nominal adalah perkiraan yang digunakan untuk Laporan Realisasi Anggaran.00 1.00 0 32 .000 10. Nilai yang sudah ditutup kemudian diletakkan pada kolom ”Jurnal Penutup” yang terdapat pada kertas kerja.500 Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 4. yaitu Pendapatan.00 0 10.000 10.00 10.000 10.000 10.000 10. Contoh Jurnal Penutup untuk Neraca Saldo Setelah Penyesuaian diatas adalah sebagai berikut : Pendapatan Transfer – DAU SiLPA SiLPA Pembentukan Dana Cadangan 10.500 4.500 Jurnal Penutup D K Neraca D K 10.00 10.000 10.000 0 0 0 0 9.500 4.000 1.00 0 11.00 0 1.000 10.000 1.000 1. Jurnal penutup adalah 6. Belanja. Pembuatan jurnal penutup. dan Pembiayaan.000 1.

000 10.00 1.00 10.00 10.00 0 1.500 4.000 10.000 21.000 10.00 0 1.500 Jurnal Penutup D K Neraca D K 10.500 4. PPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca” yang terdapat pada Kertas Kerja.00 0 1.000 7.00 1.000 0 0 0 0 9. 33 .000 1.500 Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 4. Identifikasi akunakun yang termasuk dalam komponen neraca g.000 0 0 9.000 1.000 1.000 3 4 6 1.000 10. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah disesuaikan.000 1.000 10.000 10.000 11.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 4.00 11.00 0 10.000 21.000 10.00 10.

Isilah kolom 2 dan kolom 3 berdasarkan data dari penjabaran APBD. Buatlah format Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana contoh dibawah.000 K 10. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD a.00 0 1.000 1.000 0 0 0 0 9.00 10.000 10.000 10.500 4.500 Laporan Realisasi Anggaran D K Jurnal Penyesuaia n D K K Neraca Saldo Setelah Penyesuai an D K 4.000 10.000 1.500 Jurnal Penutup D K Neraca D 4.000 3 10. 4. Langkah 2.500 4.00 0 1.000 10.00 0 1. Isilah kolom 5 dengan cara mengurangi jumlah 34 .00 1.00 0 1.00 20.00 10.000 9.000 4 6 11.000 h.Ko Re k 1 Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Kas Umum Daerah RK Dinkes Piutang Dana Hasil Bukan Pajak Dana Cadangan EDL – Cadangan Piutang EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan Pendapatan Transfer – DAU Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah EDL – SiLPA Neraca Saldo D 4.000 21.000 21.00 10.000 10.000 1. PPKD dapat menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca.00 1.000 0 0 0 0 9. 5.500 10.00 11. 3.000 0 1. 2.00 11.500 4.000 1.000 1.00 10. Laporan Realisasi Anggaran Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran PPKD Tata cara menyusun Laporan Realisasi Anggaran sebagai berikut: 1.00 0 10.000 10. Isilah kolom 1 dengan nomor urut. Isilah kolom 4 berdasarkan jumlah total realisasi anggaran pada kolom “Laporan Realisasi Anggaran” yang terdapat pada kertas kerja. Dari kertas kerja yang telah selesai diisi.

35 . Isilah kolom 6 dengan cara jumlah kolom 4 dibagi dengan kolom 3 kemudian dikalikan dengan 100%.kolom 4 dengan jumlah kolom 3. 6.

000 10.1 6.000 0 10.000 5. Urut 1 Uraian Anggaran Setelah Perubahan 3 Realisasi 4 Bertambah / (Berkurang) (Rp) 5 (4-3) % 2 6 (4:3x100%) Contoh untuk pembuatan “Laporan Realisasi Anggaran” berdasarkan kertas kerja diatas adalah sebagai berikut: PEMERINTAH KABUPATEN XX LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) TAHUN ANGGARAN 2007 Jumlah (Rp) No.1 5. Urut Uraian Anggaran Setelah Realisasi Perubaha n 3 4 Bertambah / (Berkurang ) (Rp) 5 (4-3) % 1 2 6 (4:3x100%) 4 4.2 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan 0 0 0 0 0 0 36 .1.000 0 0 100 100 5 5.2 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 0 10.000 0 10.PEMERINTAH KABUPATEN XX LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) TAHUN ANGGARAN ……. 3 Pendapatan Pendapatan Transfer Transfer Dana Perimbangan Transfer – DAU Jumlah Pendapatan 10.1 4.2.2 6 6. Jumlah (Rp) No.000 10.2.1.2 4.1 5.1.000 10.

2. 4. Buatlah format Neraca PPKD seperti contoh dibawah.000 b. Isilah kolom 3 berdasarkan jumlah neraca pada tahun sebelumnya.000 1. Neraca Tata cara menyusun Laporan Realisasi Anggaran sebagai Penyusunan Neraca PPKD berikut: 1.000 (1.000 1.000) 9.000 1.000 1.1 Pembentukan Dana Cadangan Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 1. 3. kewajiban dan ekuitas.6. Isilah kolom 1 dengan uraian aset.000 1.000 (1.000 (1.000) 9. 37 . Isilah kolom 2 berdasarkan jumlah total akun neraca pada kolom “Neraca” yang terdapat pada kertas kerja.2.000) 9.

000 20.500 10.PEMERINTAH KABUPATEN XX NERACA PER 31 DESEMBER TAHUN 200N+1 DAN TAHUN 200N Uraian 1 31 Desember 200n+1 2 31 Desember 200n 3 ASET Aset Lancar Investasi Jangka Panjang Aset Tetap Aset Lainnya Total Aset KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek Kewajiban Jangka Panjang Jumlah Kewajiban EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Cadangan Jumlah Ekuitas Jumlah Dana Kewajiban dan Ekuitas Contoh untuk pembuatan “Neraca” berdasarkan kertas kerja diatas adalah sebagai berikut: PEMERINTAH KABUPATEN XX NERACA PER 31 DESEMBER TAHUN 200N+1 DAN TAHUN 200N Uraian 1 31 Desember 200n+1 2 31 Desember 200n 3 ASET Aset Lancar Kas Umum Daerah Kas Di Bendahara Pengeluaran Kas Di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Jumlah Aset Lancar Aset Tetap Gedung dan Bangunan Jumlah Aset Tetap Dana Cadangan Total Aset KEWAJIBAN Jumlah Kewajiban 0 0 1.000 19.000 4.500 38 .000 4.

dalam Kertas proses kerja proses pembuatan berguna pembuatan Laporan untuk laporan mempermudah keuangan yang dihasilkan secara manual. Rekening tersebut sudah dinihilkan Langkah penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Penyusunan Neraca 1. 39 . Kertas Kerja Neraca a.Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah Laporan Keuangan Konsolidasi dari Laporan Keuangan SKPD. Langkah 1. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) sebagai alat untuk menyusun Laporan Keuangan. Laporan Keuangan PPKD dan Laporan Keuangan Konsolidator. Perbedaan utama dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dibandingkan Laporan Keuangan SKPD adalah tidak adanya rekening RK. Kertas kerja adalah alat bantu yang digunakan Keuangan. Perbedaan utama adalah adanya jurnal eliminasi untuk menihilkan reciprocal account. Proses pembuatan Laporan Keuangan Pemda ini dilakukan dengan cara menggabungkan Laporan Keuangan SKPD dan Laporan Keuangan PPKD. Siapkan kertas kerja Neraca melalui jurnal eliminasi.

Pindahkan rekapitulasi saldo neraca SKPD ke kolom neraca SKPD pada kertas kerja b. 40 .Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca DINKES D K Neraca PPKD D K Jurnal Eliminasi D K Neraca Saldo Setelah Eliminasi D K Neraca PEMDA D K 1 3 Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – SILPA EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan RK PPKD Jumlah 2. PPKD melakukan rekapitulasi saldo-saldo neraca saldo masing-masing SKPD. Angka-angka neraca saldo tersebut diletakkan di kolom “Neraca SKPD” yang terdapat pada Kertas Kerja.

500 50 10. Buat jurnal eliminasi Akuntansi di SKPKD membuat jurnal eliminasi. Jurnal ini dibuat dengan tujuan melakukan eliminasi atas saldo pada akun-akun yang bersifat “reciprocals”.50 0 8.00 5 5 0 0 9. Akun Reciprocal adalah akun-akun Rekening Koran (RK).40 0 50 25 3.57 20.00 0 3 Jumlah c.000 4.500 4.00 0 400 1.00 0 25 4.500 K Jurnal Eliminasi D K Neraca Saldo Setelah Eliminasi D K Neraca PEMDA D K 1 Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – SILPA EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan RK PPKD 100 0 4.57 8.000 10.Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca DINKES D K Neraca PPKD D 4.500 41 . Dalam contoh kasus ini jurnal eliminasinya adalah: RK PPKD RK Dinas Kesehatan 4.60 0 1.00 20.000 4. Fungsi 3.

Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca DINKES D K Neraca PPKD D 4.00 5 5 0 0 4.50 0 8.000 4.000 10. sesuaikan neraca saldo SKPD dengan jurnal eliminasi berdasarkan jurnal eliminasi yang telah dibuat sebelumnya.40 0 50 25 3.00 20. 42 .500 K Jurnal Eliminasi D K Neraca Saldo Setelah Eliminasi D K Neraca PEMDA D K 1 Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – SILPA EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan RK PPKD 100 0 4.500 d.57 8.57 20.00 0 4.00 0 25 4.60 0 1.500 9.500 4. Nilai yang telah disesuaikan diletakkan pada kolom ”Neraca Saldo Setelah Eliminasi” yang terdapat pada Kertas Kerja.000 4. PPKD melakukan penyesuaian atas neraca saldo 4.00 0 400 1.500 50 10.500 3 Jumlah 4.

67 19. 5.57 8.000 4.600 1.500 50 10.57 20.500 9.000 4.000 4.00 0 4.500 4.500 K Jurnal Eliminasi D K Neraca Saldo Setelah Eliminasi D K 4.00 20.000 3 Jumlah 4. 43 .000 10.600 10. Identifikasi akun neraca PPKD mengidentifikasi akun-akun yang termasuk dalam komponen Neraca dan memindahkannya ke kolom “Neraca Pemda” yang terdapat pada Kertas Kerja.500 19.40 0 50 25 3.500 100 Neraca PEMDA D K 1 Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – SILPA EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan RK PPKD 100 0 4. Berdasarkan Neraca Saldo yang telah dieliminasi.Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca DINKES D K Neraca PPKD D 4.05 0 25 3.00 0 25 4.000 400 1.50 0 8.00 0 400 1.00 0 25 4.500 50 10.60 0 1.67 5 5 e.00 5 5 0 0 4.

500 9.500 50 10.00 0 25 4.05 0 25 3.500 K Jurnal Eliminasi D K Neraca Saldo Setelah Eliminasi D K 4.00 0 25 4.600 1.000 4.00 0 400 1. 44 .500 4.500 100 Neraca PEMDA D 4.000 50 10.000 3 Jumlah 4.500 50 10.500 19.000 4.67 19.00 0 25 4.000 4.600 10.00 20.67 19.67 19. PPKD dapat menyusun Neraca Gabungan / Konsolidasian Pemerintah Daerah.67 5 5 5 5 f.50 0 8.Ko Re k Xxxxxxxxxxxxxxx Uraian Xxxxxxxxxxxxx Neraca DINKES D K Neraca PPKD D 4.40 0 50 25 3.000 10.500 100 K 1 Kas Umum Daerah Kas di Bendahara Pengeluaran Kas di Bendahara Penerimaan RK Dinkes Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Gedung/Bangunan Akumulasi Depresiasi Dana Cadangan EDL – SILPA EDL – Cadangan Piutang EDL – Cadangan Persediaan EDI – Diinvestasikan dalam Aset Tetap EDC – Diinvestasikan dalam Dana Cadangan RK PPKD 100 0 4.600 10.00 0 4.00 5 5 0 0 4.000 4.600 1.000 400 1.57 20.60 0 1.000 400 1.57 8. Berdasarkan “Neraca Pemda” yang terdapat dalam kertas kerja.05 0 25 3.

275 50 10. 45 .PEMERINTAH KABUPATEN XX NERACA PER 31 DESEMBER TAHUN 200N+1 DAN TAHUN 200N Uraian 1 31 Desember 200n+1 2 31 Desember 200n 3 ASET Aset Lancar Kas Umum Daerah Kas Di Bendahara Pengeluaran Kas Di Bendahara Penerimaan Piutang – Retribusi Piutang – Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) Persediaan Jumlah Aset Lancar Aset Tetap Gedung dan Bangunan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Jumlah Aset Tetap Dana Cadangan Total Aset KEWAJIBAN Jumlah Kewajiban EKUITAS DANA Ekuitas Dana Lancar SILPA Cadangan Piutang Cadangan Persediaan Jumlah Ekuitas Dana Lancar Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan Aset tetap Jumlah Ekuitas Dana Investasi Ekuitas Dana Cadangan Diinvestasikan Dalam Dana Cadangan Jumlah Ekuitas Dana Cadngan Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Dana 1.275 3.675 0 4.675 4.000 19.000 19.000 (400) 3.600 10.050 25 14.500 100 Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah 1.000 1. Kertas Kerja Laporan Realisasi Anggaran a.275 19.600 4.600 1. Fungsi Akuntansi di SKPKD menyiapkan kertas kerja (worksheet) Laporan Realisasi Anggaran. Siapkan worksheet Langkah 2.000 25 14.600 3.

2 5.2 5.Ko Rek 4 4.1 4.1.1 Pendapatan PAD Uraian LRA DINKES LRA PPKD LRA Gabungan Retribusi Daerah Pendapatan Transfer Transfer DAU Jumlah Pendapatan 5 5.1 5.2 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 2. Pindahkan rekapitulasi total Laporan Realisasi Anggaran SKPD ke kolom neraca SKPD pada kertas kerja b.1.3 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Konstruksi Gedung Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 6 6.1. PPKD melakukan rekapitulasi jumlah total Laporan Realisasi Anggaran masing-masing SKPD.2 4. 46 .1 5.2 4.2.2.1 6. Angkaangka tersebut diletakkan di kolom “LRA SKPD” yang terdapat pada Kertas Kerja.

000 (1.000 4.1.000) 9.400) 0 0 0 10.000 0 0 3.1 6.000 4.2 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 0 (4.1.000 1.Ko Rek 4 4.400) 1.2 4.2.1 4.000 500 400 900 0 0 0 6 6.000 5 5.2 5.1 Pendapatan PAD Uraian LRA DINKES LRA PPKD LRA Gabungan Retribusi Daerah Pendapatan Transfer Transfer DAU Jumlah Pendapatan 500 10.900 (4.1 5.2. 47 .3 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Konstruksi Gedung Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 4.000 500 10. Gabungkan dengan cara menjumlahkan seluruh akun Laporan realisasi Anggaran c.1 5.2 5.2 4.1. PPKD menjumlahkan seluruh akun Laporan Realisasi Anggaran SKPD pada kolom “LRA Gabungan”.

000 4.900 5.2.000 1.900 (4.000 1.2 4.500 5 5.000 500 10.000 10.2 4.600 500 400 900 0 0 0 500 400 900 6 6.2. Berdasarkan kolom “LRA Gabungan” yang terdapat dalam kertas kerja.2 5.1 5.600 0 0 0 d.1 4.400) 0 0 0 10.000 (1.000) 4.1 5.000 500 10.2 5.1.400) 1.000 (1.000 4.1 Pendapatan PAD Uraian LRA DINKES LRA PPKD LRA Gabungan Retribusi Daerah Pendapatan Transfer Transfer DAU Jumlah Pendapatan 500 10.1.2 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 0 (4. PPKD dapat menyusun Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah.1.3 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Konstruksi Gedung Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 4.Ko Rek 4 4.000 4.000 4.1 6.000) 9.000 1.000 4. 48 .

00 49 .2 Pendapatan Transfer 4.2. 1 Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembentukan Dana Cadangan Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Neto SILPA 10.2 6.000 4.1 5. 1 Transfer Dana Perimbangan 4.1.000 4.000 4.26 4.15 97.000 (1.00 100.000) 4.000 10.39 0 0 1.500 0 0 25 100.545 4.2.000 10.000 1.600 0 0 (30) 55 100.900 5.000) 4. 2 5.1 6.2. 3 Transfer – DAU Jumlah Pendapatan Transfer Jumlah Pendapatan 5 5.77 4.000 10.PEMERINTAH KABUPATEN XX LAPORAN REALISASI ANGGARAN (LRA) TAHUN ANGGARAN 2007 Jumlah (Rp) No.475 10.00 100.600 0 0 0 0 0 100.000 (1.2.930 5. Urut Uraian Anggaran Setelah Perubaha n 3 Bertambah / (Berkurang ) Realisasi (Rp) 4 5 (4-3) % 1 2 6 (4:3x100%) 4 4. 1 5. 3 Belanja Belanja Operasi Belanja Pegawai Belanja Barang (ATK) Jumlah Belanja Operasi Belanja Modal Konstruksi Gedung Jumlah Belanja Modal Jumlah Belanja Surplus/(Defisit) 6 6.2 5.24 520 410 930 500 400 900 (20) (10) (30) 96.000 1.56 96.1 4.26 105.00 100.00 99.1. 2 Pendapatan Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Retribusi Daerah Jumlah Pendapatan Asli Daerah 475 475 500 500 25 25 105.000 4.545 0 0 1.00 100.1.1.000 10.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->