Anda di halaman 1dari 13

Pedoman Penanganan Zat-zat Kimia

Tindakan Pencegahan dan Pertolongan Pertama

SUSTAINABLE PRODUCTION

SUSTAINABLE CONSUMPTION

POLICY DIALOGUES

Daftar Isi

Pengenalan ................................................................................. 3 Bahan Kimia Dalam Industri Batik ............................................... 4 Soda Api (NaOH) ......................................................................... 4 Asam Klorida (HCl) ...................................................................... 5 Sodium Nitrit (NaNO2) ................................................................. 6 Hidrogen Peroksida (HO) ............................................................ 7 Sodium Ditionit (NaSO) ............................................................. 8 Sodium Karbonat (NaCO) ........................................................... 9 Sodium Silikat (Na2SiO3) .............................................................10 Zat Warna Secara Umum ............................................................11 Naftol .......................................................................................12 Penanganan Zat-zat Kimia..........................................................13 Tindakan Pencegahan Umum .......................................................13 Pertolongan Pertama ..................................................................13

Informasi yang termuat dalam buku pedoman ini semata-mata hanya bertujuan untuk informasi dan edukasi. Semua informasi yang dipublikasikan pada dokumen ini berasal dari berbagai sumber data publik dan dapat diubah tanpa pemberitahuan. CBI tidak bertanggungjawab akan kesalahan atau kerugian dari hasil apapun yang disebabkan oleh penggunaan informasi yang termuat pada buku pedoman ini. Segala usaha telah dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi yang disajikan adalah faktual; namun demikian, kesalahan mungkin terjadi. CBI tidak memberikan perwakilan atau jaminan terhadap apapun yang dikemukakan baik secara jelas maupun tersirat, mengenai kelengkapan, keakuratan, reliabilitas, kecocokan, ataupun ketersediaan informasi atau gambar-gambar terkait yang terdapat pada buku ini untuk tujuan apapun. Pengguna data dianjurkan untuk mengkaji ulang informasi saat mempertimbangkan penggunaannya untuk tujuan lain.

Pengenalan
Dalam industri Batik sekitar 20 hingga 30 pewarna dan bahan-bahan kimia yang berbeda digunakan dalam proses produksi. Zat-zat kimia tersebut dapat membantu dalam membuat produk-produk Batik jika ditangani dengan benar dan hati-hati. Jika produk-produk dan limbahnya tidak ditangani dengan hari-hati, mereka dapat merugikan dan merusak baik para pekerja maupun lingkungan hidup di sekitarnya. Kebanyakan pekerja tidak memakai pakaian kerja pengaman apapun, sehingga berkontak langsung mayoritas dengan agresif. zat-zat kimia yang Mereka kulit mungkin terbakar,

mengalami kerusakan fisik yang serius dan kadang-kadang fatal. Dampak dari penggunaan bahan-bahan kimia seringkali meliputi efek-efek jangka panjang mengerikan yang hanya akan terlihat setelah ekspos berkelanjutan terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini membuat orang-orang tidak menyadari tersebut bahwa berbahaya bahan-bahan sebelum kimia mereka menderita reaksi-reaksi alergi atau bahkan kecelakaan

mengalami efek-efek kronis. Para


Pekerja tanpa perlindungan apapun

pemilik

Industri-industri

Kecil

dan

Menengah (IKM) perlu mewaspadai efek-efek negatif dari bahan-bahan kimia dan harus

mengembangkan tanggung jawab terhadap pekerja-pekerja mereka. Buku pedoman ini akan memberikan pandangan menyeluruh mengenai zat-zat yang paling umum digunakan dalam industri batik, dampak-dampaknya yang merugikan, dan bagaimana menghindari kecelakaan-kecelakaan.

Bahan Kimia Dalam Industri Batik


Soda Api (NaOH)
Sodium hidroksida tersedia dalam bentuk serpihan-serpihan (konsentrat 100%) atau dalam bentuk cair dengan konsentrasi yang bermacam-macam. Penggunaan dalam industri Batik Fiksasi pewarna-pewarna reaktif Pewarnaan dengan Indigo dan Naftol Untuk mengontrol nilai pH Proses pengelantangan dengan hidrogen peroksida Resiko: Pengeksposan kulit terhadap sodium hidroksida dapat menyebabkan iritasi hidung, pneumonitis, kerontokan rambut sementara, edema interselular, erythema, pembusukan zat keratin, dan terbakar. Kontak dengan mata dapat mengakibatkan luka bernanah, perforasi, opasifikasi, dan kebutaan. Penghirupan atau penelanan dapat merusak sistem pernapasan dan gastrointestinal dengan penyakit penyumbatan paru-paru yang tidak dapat disembuhkan, batuk-batuk, terbakar, kesulitan bernapas, koma dan bahkan kanker saluran esofagus/ kerongkongan.

Kulit terbakar setelah kontak dengan sodium hidroksida

Perlindungan: Pakaian: Gunakan pakaian pelindung, termasuk sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. Penanganan: Saat menyiapkan cairan, aduk cairan terus-menerus untuk menghindari berkembangnya "bintik-bintik panas". Di tempat kerja: Pastikan ventilasi yang cukup dan letakkan keran untuk mencuci mata dan fasilitas pancuran air yang dapat dijangkau dengan cepat di area kerja. Penyimpanan: Sebaiknya disimpan di wadah kedap udara.

Asam Klorida (HCl)


HCl adalah cairan kekuning-kuningan dengan aroma kuat yang menusuk; bersifat sangat korosif. Penggunaan dalam industri Batik Sebagai unsur saponifikasi bagi zat warna Indigosol Resiko: Ekspos pada tingkatan tinggi: Kebutaan, bernapas dengan cepat, penyempitan bronkiolus, warna biru pada kulit, pengumpulan cairan di paru-paru, dan bahkan kematian, pembengkakan dan kejang pada tenggorokan dan mati lemas. Pada beberapa orang mungkin menyebabkan asma. Ekspos jangka panjang pada tingkatan rendah: Masalah-masalah pernapasan, iritasi pada mata dan kulit, serta perubahan warna pada gigi. Kontak dengan asam klorida: Akan mengakibatkan terbakarnya kulit dengan serius.

Zat pekat menyebabkan kulit terbakar parah

Pelindung: Pakaian: Gunakan pakaian pelindung di antaranya sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. Penyimpanan: Asam klorida harus disimpan dalam wadah berbahan plastik polimer (PE) tertutup. Zat ini bersifat sangat korosif.

Sodium Nitrit (NaNO)


Sodium nitrit adalah bubuk kristal putih kekuning-kuningan yang dapat dilarutkan dalam air. Senyawanya adalah agen oksidasi yang kuat. Penggunaan dalam industri Batik Sebagai unsur oksidasi untuk pembentukan pewarna tangki (vat dye) Leuco menjadi bentuk yang tidak dapat dilarutkan (fiksasi) Resiko: Kontak mata: Menyebabkan iritasi, mata merah dan sakit. Penghirupan: Beracun. Menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan dan keracunan sistemik. Penelanan: Beracun. Dapat mengiritasi mulut, saluran esofagus/ kerongkongan, perut, dll. Jumlah yang melampaui batas dapat mempengaruhi darah dan pembuluh darah. Tanda dan gejala-gejala keracunan nitrit meliputi cyanosis yang hebat, mual, Iritasi mata setelah kontak mata pusing, muntah dan pingsan, sakit perut langsung dengan sodium nitrit yang disertai kejang-kejang, debar jantung cepat, napas tidak teratur, koma, sawan, dan kematian karena gagal peredaran darah. Kontak kulit: Menyebabkan iritasi, kulit merah dan sakit. Mungkin diserap melalui kulit menyebabkan keracunan sistemik; gejala-gejalanya mungkin sejajar dengan penelanan. Perlindungan: Penyimpanan: Simpan dalam wadah berbahan plastik polimer (PE) tertutup, simpan dalam suhu sejuk dan kering, serta memungkinkan adanya aliran udara. Lindungi dari kerusakan fisik dan kelembaban. Isolasikan dari sumber panas apapun atau bahan-bahan yang mudah terbakar. Ventilasi: Dibutuhkan ventilasi yang baik. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. 6

Hidrogen Peroksida (HO)


Hidrogen peroksida berbentuk cairan jernih. Zat ini memiliki sifat oksidasi yang kuat dan merupakan agen pengelantangan yang hebat. Hidrogen peroksida juga mudah terbakar. Penggunaan dalam industri Batik: Untuk pengelantangan oksidatif pada katun Oksidasi pewarnaan dengan Indigo dan pewarna tangki (vat dyes) Resiko: Penghirupan zat konsentrasi tinggi: Menyebabkan iritasi sangat keras pada hidung, paru-paru, dan tenggorokan. Gejala-gejala yang khas meliputi: sakit kepala, pusing, muntah, diare, gemetar, mati rasa, sawan, edema pada paru-paru dan kehilangan kesadaran. Kontak mata: Menyebabkan mata pedih dan berair dan percikan zat konsentrasi tinggi menyebabkan kerusakan parah pada kornea. Kontak kulit: Menyebabkan pemutihan atau pengelantangan sementara pada kulit; jika Dampak pada kulit segera setelah terekspos 30% H2O2 kulit tidak dicuci dengan segera, kulit kemerahan dan melepuh mungkin terjadi. Penelanan: Menyebabkan iritasi pada sistem gastrointestinal bagian atas dan kerusakan parah pada saluran esofagus/ kerongkongan dan perut. Hidrogen peroksida telah terbukti menyebabkan kerusakan DNA (genetik) pada sistem pengujian manusia di laboratorium. Perlindungan: Penanganan umum: Cuci tangan, lengan bawah, dan wajah dengan sabun dan air sebelum makan. Jangan makan, minum, menggunakan produk tembakau, menggunakan kosmetik, atau minum obat di lokasi di mana hidrogen peroksida atau cairan yang mengandung hidrogen peroksida ditangani, diproses, atau disimpan. Penyimpanan: Di tempat yang sejuk, kering, berventilasi baik dalam wadah yang tersegel rapat. Clothing: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi.

Sodium Ditionit (NaSO)


Sodium ditionit (juga dikenal dengan sodium hidrosulfit) adalah bubuk kristal putih dengan aroma belerang. Senyawa ini adalah garam yang larut dalam air, dan dapat digunakan sebagai agen pereduksi dalam bentuk larutan encer. Penggunaan dalam industri Batik: Untuk pengelantangan reduktif pada katun Reduksi pewarna tangki (vat dyes) dan Indigo ke dalam bentuk yang dapat larut dalam air Resiko: Kontak dengan api/ air: Sodium ditionit adalah zat yang sangat mudah terbakar. Menumpahkannya dengan campuran air dapat menciptakan api atau bahaya ledakan. Wadahnya dapat meledak jika dipanaskan. Dapat bereaksi eksplosif jika bersentuhan dengan air. Penghirupan: Gasnya bersifat korosif dan/ atau beracun. Jika terhirup, akan menyebabkan cedera parah atau kematian. Kontak dengan zat: Menyebabkan rasa terbakar parah pada kulit dan mata.

Lengan setelah kontak dengan zat kimia

Perlindungan: Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk dan berventilasi, serta jauh dari bahan yang mudah terbakar. Jaga agar wadah selalu tertutup rapat dan tersegel hingga siap untuk digunakan. Pisahkan dari bahan-bahan kimia yang mengandung asam dan/atau alkali, serta mudah terbakar. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi.

Sodium Karbonat (NaCO)


Sodium karbonat adalah bubuk kristal putih yang dikenal juga sebagai abu soda. Penggunaan dalam industri Batik: Untuk menyesuaikan pH pada kolam pewarna Memperbaiki kemurnian pada pewarna dalam proses pewarnaan Resiko: Penghirupan: Menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan. Gejala-gejala akibat penghirupan debu yang terlalu banyak dapat berupa batuk-batuk dan kesulitan bernapas. Kontak yang melampaui batas diketahui menyebabkan kerusakan pada dinding penyekat hidung. Penelanan: Hanya sedikit beracun, tetapi dalam dosis besar mungkin membakar sistem gastrointestinal, gejala-gejalanya dapat berupa sakit parah pada daerah perut, muntah, diare, dalam dosis tinggi menyebabkan pingsan dan kematian. Kontak kulit: Kontak yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi dengan lepuhan dan kemerahan. Cairannya dapat menyebabkan iritasi parah atau terbakar pada kulit. Kontak mata: Kontak dapat bersifat korosif bagi mata dan menyebabkan edema konjungtival dan kehancuran kornea mata. Perlindungan: Penyimpanan: Zat ini bersifat lembab dan cenderung menjadi lengket dalam penyimpanan. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jaga agar wadah selalu tertutup rapat. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. Lain-lain: Siapkan ventilasi mekanik dan pancuran air dan pencuci mata darurat.

Sodium Silikat (Na2SiO3)


Sodium silikat (water glass), upas, sangat kental, adalah a senyawa alkali yang kuat. Penggunaan dalam industri Batik: Digunakan sebagai bahan pengikat untuk zat-zat pewarna reaktif Sebagai stabilisator dalam proses pengelantangan dengan peroksida Resiko: Kontak kulit: Dapat mengakibatkan luka bernanah berulang-ulang yang menahun, seperti urtikaria sentuhan. Kontak mata: Kontak secara langsung dapat menyebabkan iritasi parah, nyeri dan rasa terbakar, mungkin pula terjadi kerusakan permanent dan parah termasuk kebutaan. Penghirupan zat silikat menyebabkan fibrogenesis pada paru-paru. Penelanan: Dapat menyebabkan nyeri seketika dan rasa terbakar yang parah pada saluran esofagus/ kerongkongan dan sistem gastrointestinal dengan muntah, mual, dan diare. Dapat menyebabkan pembengkakan dan kehancuran jaringan pada membran mukosa di mulut, tenggorokan, saluran esofagus/ kerongkongan, dan perut.

Chronic ulcerative lesions after contact with sodium silicate

Perlindungan: Penanganan: Cuci seluruhnya setelah penanganan. Penyimpanan: Jaga wadah agar selalu tertutup rapat dan dilabeli dengan tepat. Jangan simpan dalam wadah aluminium atau menggunakan perabotan atau alur pemindah dari aluminium, karena dapat menghasilkan gas hidrogen. Tetap pisahkan dari zat-zat yang bertentangan. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. 10

Zat Pewarna Secara Umum


Hindari penggunaan zat warna Naftol; zat warna tersebut memiliki resiko tinggi terhadap kesehatan. Beberapa zat warna Azo N=N- bersifat karsinogenik; dalam zat-zat warna Benzidin tertentu. Zat pewarna sebaiknya ditangani sebagaimana bahan-bahan kimia lainnya dengan hati-hati. Jangan makan, merokok, minum jika terdapat bahan-bahan kimia atau memegangnya dalam proses pewarnaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya reaksi kimia yang tidak diharapkan pada tubuh Anda. Hindari penghirupan serbuk pewarna. Hindari kontak kulit dengan bubuk pewarna, khususnya dengan cairan pewarna. Kulit dapat menyerap bahan kimia tersebut. Ekspos jangka panjang terhadap zat-zat warna yang kritis dan berbahaya dapat mengakibatkan kefatalan prosesnya dalam tubuh Anda dapat berlangsung puluhan tahun. Dengan mengenakan barang-barang tekstil, contohnya kemeja Batik atau gaun Batik yang diwarnai dengan zat-zat warna berbahaya, bahkan setelah dicuci sebelum dipakai, dapat menyebabkan iritasi kulit dan eksim.

11

Zat Warna
Naftol
Pewarna Naftol, dikarenakan sifat alamiahnya yang berbahaya dan karsinogen, tidak diproduksi lagi di Uni Eropa (UE) dan dilarang penggunaannya di EU sebagaimana juga larangan untuk mengimpor produk jadinya. Beberapa garam diazonium yang bersifat karsinogenik dapat diserap langsung bahkan melalui kulit yang sehat. Penggunaan dalam industri Batik: Digunakan bersama garam diazonium untuk mewarnai katun yang digunakan untuk Batik dalam suhu ruang. Resiko: Penghirupan: Menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan. Gejalanya mungkin meliputi batuk-batuk, sesak napas. Penghirupan terekspos dapat menjadi fatal. Penelanan dalam dosis besar: Dapat menyebabkan keram dan nyeri perut, muntah, berkeringat, kerusakan hati, gangguan fungsi tekanan darah, radang ginjal, diare, anemia, sawan, dan kematian (perkiraan dosis mematikan 5 gram) Kontak kulit: Dapat menyebabkan kemerahan parah dan nyeri. Mungkin diserap melalui kulit dengan gejala-gejala separah penelanan dan menyebabkan kerusakan ginjal. Tindakan lokal dapat menyebabkan pengelupasan kulit yang mungkin disertai dengan pigmentasi yang membandel. Kontak mata: Menyebabkan iritasi, kemerahan, nyeri dan luka pada kornea dan lensa mata. Ekspos secara kronis: Ekspos yang berkepanjangan dan berulang-ulang pada kulit dapat menyebabkan infeksi kulit.

Iritasi parah pada kulit setelah kontak dengan naftol

Perlindungan: Penanganan: Jangan membuang produk ke lingkungan sekitar. Jangan makan, minum, atau merokok saat bekerja dan pelajari prinsip-prinsip kebersihan diri. Cuci bagian tubuh yang terekspos dengan sabun seusai bekerja. Pakaian: Gunakan pakaian pelindung seperti sepatu boot, sarung tangan, kacamata pengaman dan/atau lapisan pelindung seluruh wajah, jika debu atau percikan cairan mungkin terjadi. Penyimpanan: Simpan pada kemasan asal di tempat yang kering dan terlindung dari kondisi cuaca secara langsung.

12

Penanganan Zat-zat Kimia


Tindakan Pencegahan Umum
Hindari kecelakaan kimia! Selalu tangani zat-zat kimia dengan sangat hati-hati! Kenakan pakaian/ peralatan pelindung! Waspadalah, penanganan zat-zat kimia sehari-hari tanpa perlindungan oleh manusia, dalam banyak kasus hanya efek negatif jangka panjang. Kemungkinan terburuk adalah kematian.

Pertolongan Pertama
Penghirupan: Pindah ke tempat di mana terdapat udara segar. Jika tidak dapat bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernapas, berikan oksigen. Dapatkan perhatian medis dengan segera. Penelanan: JANGAN RANGSANG MUNTAH! Berikan banyak air atau susu jika tersedia. Jangan pernah berikan sesuatu dari mulut kepada orang yang pingsan. Dapatkan perhatian medis dengan segera. Kontak kulit: Jika tersentuh, segera bilas kulit dengan banyak air minimal selama 15 menit, juga lepaskan pakaian dan sepatu yang telah terkontaminasi. Cucilah pakaian sebelum dipakai kembali. Bersihkan sepatu dengan sungguh-sungguh sebelum dipakai kembali. Dapatkan perhatian medis dengan segera. Kontak mata: Segera bilas mata dengan banyak air paling tidak selama 15 menit, buka kelopak mata bawah dan atas sesekali. Dapatkan perhatian medis dengan segera. Konsultasi dengan ahli medis dan dokter dianjurkan untuk mencegah efek yang lebih fatal dari kontaminasi zat kimia. Kecelakaan atau insiden yang terjadi sebaiknya dilaporkan kepada atasan untuk mengingatkan manajemen untuk membuat antisipasi keamanan dalam penanganan zat-zat kimia. 13