Anda di halaman 1dari 27

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Performansi suatu sistem yang sudah kita miliki atau berjalan harus kita jaga dan kita tingkatkan, selain dari itu desain baru suatu sistem diharapkan memiliki performansi yang optimal. Dalam upaya tersebut, seringkali kita mengalami kesulitan dalam mengukur performansi dari desain baru suatu perbaikan pada sistem yang sudah ada. Uji coba atas suatu perbaikan atau perubahan langsung terhadap sistem yang ada pasti akan memerlukan waktu dan biaya yang sangat besar di samping risiko kegagalan yang sulit diestimasi. salah satu cara untuk memperbaiki desain sistem yang baru adalah dengan menggunakan simulasi. Simulasi bertujuan untuk mendeskripsikan sistem secara nyata dan terperinci. software yang digunakan adalah Arena. Modul Arena yang biasa digunakan adalah Basic Process. namun seringkali penggunaan Basic process kurang mencukupi sistem yang nyata tersebut. Sistem nyata memiliki banyak proses dan transfer yang bermacammacam. Proses yang dimaksud antara lain proses match, hold, dan signal. Proses transfer yang memakai conveyor maupun transporter juga masih belum terdefinisikan. Modul yang digunakan adalah Advance Process dan Advance transfer.

1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini antara lain: 1. 2. 3. Mengenalkan praktikan tentang module-module Advanced Process dan Advanced Transfer yang tersedia di dalam Arena Mengenalkan praktikan tentang fungsi dan kegunaan module Advanced Process dan Advanced Transfer dalam Arena Mampu memodelkan suatu sistem dengan cara menggambarkan karakteristik elemen sistem melalui module-module Advanced Process dan Advanced Transfer dalam ARENA 4. Mampu melakukan analisis terhadap output simulasi

1.3 Manfaat Manfaat dari praktikum ini antara lain : 1. 2. Praktikan dapat mengetahui module-module Advanced Process dan Advanced Transfer dalam ARENA Praktikan Mengenalkan tentang fungsi dan kegunaan module Advanced Process dan Advanced Transfer dalam Arena

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

3.

Praktikan Mampu memodelkan suatu sistem dengan cara menggambarkan karakteristik elemen sistem melalui module-module Advanced Process dan Advanced Transfer dalam ARENA

4.

Prak tikan Mampu melakukan analisis terhadap output simulasi

1.4 Batasan Batasan dari praktikum ini antara lain 1. Sistem yang digunakan berupa Single Line Multi Server 2. Penerapan sistem yang di simulasikan adalah sistem manufaktur serta sistem material handling 3. Data yang diambil dari teori pembangkitan bilangan acak atau data yang telah ada 1.5 Asumsi Asumsi dari praktikum ini antara lain 1. Tidak ada komponen atau pelanggan yang keluar atau membatalkan antriannya 2. Tidak ada kerusakan mesin 3. Data waktu kedatangan pelanggan berdistribusi Eksponensial, dan data waktu pelayanan setiap server berdistribusi Triangular

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB II DASAR TEORI


2.1 Arena Advanced Sofware ARENA memiliki module-module yang digunakan untuk memodelkan suatu sisitem. Sistem simulasi yang akan diterapkan dalam praktikum ini menggunakan Advanced Process Panel dan Advanced Transfer Panel. Berikut adalah pengenalan tentang Advanced Process Panel dan Advanced Transfer Panel: 2.1.1 Advanced Process Panel Advanced process panel adalah panel yang memiliki beberapa module yang memiliki fungsi dan aplikasi proses yang lebih bervariasi dari pada panel basic process. Panel tersebut dibagi menjadi General Flowchart Module dan Data Module. Data module adalah kumpulan module yang tidak diaplikasikan pada lembar kerja namun berfungsi untuk menyimpan data-data module. Berikut module-module yang terdapat dalam Advanced Process Panel: 2.1.1.1 General Flowchart Modules General flowchart module adalah kumpulan dari objek yang ditempatkan pada jendela model untuk mendeskripsikan proses simulasi. Berikut adalah macam-macam module yang termasuk general flowchart module. Tabel 2.1 General Flowchart Module Advanced Process Panel No. Nama Module Deskripsi 1 Delay Module Delay module menunda sebuah entitas dengan spesifikasi waktu tertentu. Saat pernyataan waktu tunda dievaluasi dan entitas tetap pada modul sampai periode waktu tertentu. Waktu tersebut dialokasikan pada value-added, non-valueadded, transfer, wait or other time entitas. Asosiasi diperhitungkan dan dialokasikan sebaik mungkin. 2 Dropoof module Dropoof module melepaskan beberap entitas dari grup entitas dan mengirimkan entitas tersebut ke module yang lain, spesifikasi dengan graphical connection. Nilai atribut group user-defined dan atribut internal diberikan untuk entitas yang dilepaskan berdasarkan spesifikasi peraturan. 3 Hold module Modul ini akan memegang sebuah entitas dalam sebuah antrian untuk menunggu sinyal, menunggu untuk kondisi tertentu benar kemudian dilakukan pemindaian, atau terpegang selama waktu yang tidak terbatas (menjadi hilang kemudian dengan Remove Module). Jika entitas memegang LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Penggunaan 1. Proses pengecekan di bank, 2. Melakukan setup pada mesin, 3. Transfer sebuah dokumen ke antar department di perusahaan. 1. Pengisian papan pallet dengan produk 2. Memisahkan surat untuk department yang bervariasi 1. Saat menunggu lampu lalu lintas menjadi hijau, 2. Memegang bagian untuk otorisasi hak, mengecek status mesin atau 3

No.

Nama Module

Match Module

Pickup module

Deskripsi sinyal, Signal Module dipakai ditempat lain di model, maka entitas pindak ke modul selanjutnya. Jika entitas dipegang untuk kondisi yang akan menjadi benar, maka entitas akan tetap pada modul (bias ditempatkan atau di internal antrian sampai kondisi menjadi benar). Saat entitas dipegang dalam waktu tak terbatas, Remove Module dapat di gunakan di tempat lain pada model untuk memperbolehkan untuk proses selanutnya. Match module membawa beberapa entitas sekaligus untuk menunggu di antrian yang berbeda. Kesesuaian yang cocok saat ada minimal satu entitas di setiap antrian yang diinginkan. Tambahan, sebuah atribut akan terspesifikasi seperti entitas yang menunggu antrian harus memiliki nilai atribut yang sama sebelum pencocokan diresmikan. Saat entitas dating pada match module, modul tersebut ditempati oleh satu sampai lima kumpulan antrian, berdasarkan titik masuk yang menghubungkanya. Entitas akan tetap pada antrianya sampai terjadi kecocokan. Disaat ada satu kecocokan, satu entitas pada setiap antrian akan lepas dan bertemu. Entitas yang bertemu akan tersinkronisasi untuk meninggalkan modul. Pickup module menghilangkan beberapa urutan entitas dari awal antrian sampai urutan tertentu dalam antrian. Entitas yang terbawa bertambah sampai akhir grup entitas yang baru masuk.

Penggunaan operator untuk proses selanjutnya.

1. Perakitan part, 2. Mempertemukan produk yang bervariasi untuk pesanan pelanggan, 3. Sinkronisasi pelanggan yang keluar dengan pesanan terisi.

ReadWrite module

ReadWrite Module digunakan untuk membaca data dari catatan masuk atau dari keyboard dan pemberian nilai data dari daftar variable atau atribut (atau pernyataan lain). Module ini juga digunakan untuk menulis data menjadi keluaran (output) seperti screen atau file. Saat membaca atau menulis data, logika ReadWrite berubah menurut Type of Arena File Name ( the Access Type dari file tertentu dalam File Module). Sequential File atau Lotus Spreadsheet Access Types. Saat entitas dating pada ReadWrite Module, file tertentu memeriksa apakah file aktif. Jika tidak, file akan aktif secara otomatis. Nilai

1. Mengumpulkan pesanan dalam lokasi antrian yang bervariasi, 2. Mengumpulkan kelengkapan formulir untuk kantor, 3. Membawa siswa dipemberhentian bis sekolah. 1. Membaca informasi kedatangan atau keberangkatan pesawat, 2. Menulis informasi pesanan menjadi data file seperti waktu kedatangan pesanan, 3. Waktu kedatangan pengisian, 4. Waktu penyelesaian pesanan.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

No.

Nama Module

Release module

Remove module

Seize module

10

Search module

Deskripsi Penggunaan atribut, variable, atau pernyataan (ekspresi) dan yang lain yang terdaftar dibaca dan ditulis menurut format yang ditentukan. Relase modul digunakan untuk melepaskan 1. Menyelesaikan unit-unit resource yang sebelumnya entitas pesanan pelanggan telah dipegang. Module ini dapat digunakan (melepaskan untuk melepaskan resource secara individu operator), atau dalam set. Setiap resource yang akan 2. Melengkapi dilepas, nama dan kuantitas akan formulir pajak ditentukan. Saat entitas masuk dalam (melepaskan Release Module, hal itu mengendalikan akuntan), resource tertentu. Beberapa entitas 3. Meninggalkan menunggu di antrian menambah kendali rumah sakit untuk resource secara cepat. (melepaskan dokter, perawat, dan kamar inap) Remove module menghilangkan entitas 1. menghilangkan tunggal dari posisi tertentu dalam antrian pesanan ke antrian dan mengirimkan itu ke module yang seharusnya ditunjuk. Saat entitas datang pada Remove dilengkapi lebih Module, hal itu akan menghilangkan entitas lanjut, dari antrian tertentu dan mengirimkan ke 2. memanggil modul yang terhubung. Urutan dari entitas pasiendari ruang menandakan lokasi dari antrian dalam tunggu untuk antrian. Entitas yang menyebabkan proses pemeriksaan. penghilangan ke modul selanjutnya ditentukan dan diproses sebelum entitas hilang. Seize Module mengalokasikan unit satuan 1. Memulai pesanan atau lebih resource menjadi entitas. Seize pelanggan (seize Module dapat digunakan untuk meraih, operator), menangkap unit dari resource khusus, 2. Memulai mengisi anggota dari resource set, atau resource formulir pajak yang terdefinisi sebagai metode alternative, (seize akuntan), seperti atribut atau ekspresi. Saat entitas 3. Menjadi pasien masuk pada modul ini, entitas akan rumah sakit (seize menunggu di antrian sampai semua kamar inap, resource tertentu tersedia secara serempak. perawat dan Tipe alokasi resource dapat ditentukan. dokter) Search module mencari sebuah antrian, 1. Mencari nomor grup (batch), atau ekspresi untuk pesanan khusus menemukan entitas (untuk entitas dalam dalam antrian, antrian atau grup) atau nilai dari variable 2. Mencari grup global J yang sesuai dengan kondisi yang untuk tipe bagian dicari. Saat pencarian antrian atau grup, tertentu, nilai dari sistem variable global J diatur 3. Menentukan menjadi urutan dari entitas pertama yang proses mana yang sesuai dengan kondisi yang dicari, atau masuk menjadi o jika kondisi yang dicari tidak berdasarkan sesuai. Saat mencari ekspresi, sistem ketersediaan variable global J diatur menjadi nilai dari resource. index pertama yang sesuai dengan kondisi yang dicari atau menjadi o jika nilai J ada dalam jangkauan tertentu dari kondisi yang

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

No. 11

Nama Module Signal module

12

Store module

Deskripsi dicari. Signal module mengirimkan sebuah signal atau tanda untuk setiap hold module dalam model untuk menunggu sinyal dan melepaskan banyak entitas tertentu. Saat entitas dating ke signal modul, signal dievaluasi dank ode signal dikirimkan. Pada saat itu, entitas di Hold Module yang menunggu untuk signal yang sama akan hilang dari antrian. Entitas mengirimkan sinyal untuk melanjutkan proses sampai bertemu dengan Delay, masuk ke antrian atau pergi. Store module menambah entitas untuk disimpan. Unstore module dapat digunakan untuk menghilangkan entitas dari storage. Saat entitas masuk dalam store module, simpanan bertambah dan entitas pindah ke modul selanjutnya dengan cepat. Tempat simpan sangat berguna untuk menampilkan animasi entitas saat entitas sedang dalam proses di modul yang lain. Tambahan, statistic akan menyimpan jumlah entitas dalam penyimpanan. Unstore module menghilangkan entitas dari penyimpanan. Saat entitas masuk ke dalam unstore module, simpanan akan berkurang dan entitas akan berpindah pada modul selanjutnya secara tepat.

Penggunaan 1. Menganalisa pola lalu lintas di persimpangan (sinyal saat lampu berwarna hijau), 2. Memberikan tanda operator untuk menyelesaikan pesanan yang menunggu komponen lain. 1. Memberikan animasi part melalui beberapa operasi yang tertunda(load, setup, process, unload), 2. Melihat beberapa pelanggan yang ada dalam took bahan makanan( berada dalam took saat masuk) 1. Menghilangkan entitas dari animasi lokasi saat proses sudah selesai, 2. Melihat beberapa pelanggan yang ada dalam took bahan makanan (unstore saat pergi) 1. Merotasikan gambar menjadi 180 derajat pada kecepatan 5 derajat tiap detik.

13

Unstore module

14

Adjustable variable module

Adjustable variable module mengatur variable ke nilai target pada kecepatan tertentu. Modul ini mungkin digunakan dengan pilihan Rotate by Expression di Global dan gambar resource untuk mempresentasikan rotasi animasi yang lancar dari gambar. Modul mungkin dapat memperkirakan atau menganimasikan kenaikan atau penurunan yang bersambung sampai nilai variable waktu berakhir.

2.1.1.2 Data Module Data module adalah kumpulan objek yang ada ditampilan lembar kerja dari model yang mendefinisikan karakteristik bermacam-macam elemen proses seperti Expressian

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

dan AdvancedSet. Berikut adalah macam-macam module yang termasuk dalam data module Advanced Process Panel. No. 1 Nama Modul AdvancedSet module Deskripsi Penggunaan

Expression module

Failure module

File module

StatSet module

Statistic module

Storage module

2.1.2 Advanced Transfer Process Advanced transfer panel adalah panel yang memiliki beberapa module yang memiliki fungsi dan aplikasi transfer atau transportasi yang lebih bervariasi. Panel tersebut dibagi menjadi 4 bagian yaitu General Flowchart Module, Conveyor Flowchart Module, Transporter Flowchart Module dan Data Modules. General Flowchart Module adalah kumpulan dari objek yang ditempatkan pada jendela model untuk mendeskripsikan proses simulasi. General flowchart module berwarna merah. Conveyor flowchart module adalah kumpulan dari objek yang ditempatkan pada jendela model untuk mendeskripsikan proses simulasi dengan fungsi yang khusu yaitu conveyor. Conveyor flowchart module berwarna hijau. Tansporter flowchart modules adalah kumpulan dari objek yang ditempatkan pada jendela model untuk mendeskripsikan proses simulasi dengan fungsi yang khusus yaitu transporter. Transporter flowchart

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

module berwarna biru. Data module adalah kumpulan module yang tidak diaplikasikan pada lembar kerja namun berfungsi untuk menyimpan data-data module. Berikut module-module yang terdapat dalam Advanced Transfer Panel. 2.1.2.1General Flowchart Modules Tabel 2.2 General Flowchart Module Advanced Transfer Panel No Nama Module Deskripsi 1 Enter Module Enter module mendefinisikan sebuah station (atau kumpulan station) yang mencocokan secara fisik atau logis lokasi dimana proses muncul. Saat sebuah dating pada Enter Module, pembongkaran akan muncul dan entitas pindah ke enter module dan station akan dilepaskan Penggunaan 1. Memulai bagian dari produksi parallel dimana forklift bagian tersebut harus dilepaskan 2. Awalan dari proses dokumen setelah dokumen dibuat ketika resource pegawai harus dilepaskan 1. Akhiran dari bagian produksi di seri proses parallel dimana bagian membutuhkan forklift untuk ditransferkan untuk dikirimkan

Leave Module

PickStation Module

Leave module digunakan untuk mentrensfer entitas ke station atau module. Entitas akan pindah menjadi 2 cara. Entitas akan ditransfer ke module station yang ditentukan dengan rekomendasi station dan mengarahkan, membawa atau memindahkan ke station tersebut, atau koneksi grafis dapat digunakan untuk memindahkan entitas ke module yang lain. PickStation module memperbolehkan entitas untuk memilih station khusus dari bermacam-macam station. Modul ini memilih diantara banyak kumpulan station berdasarkan logika pemilihan yang ditentukan oleh module. Entitas kemudian diarahkan, ditransportasikan, dibawa atau dikoneksikan ke station tertentu.

Route Module

Route Module mentransferkan entitas ke station tertentu atau ke station selanjutnya di rangkaian station kunjungan tertentu untuk entitas. Waktu tunda untuk pemindahan ke station berikutnya harus ditentukan. Saat entitas

1. Sebuah part dikirimkan ke station proses berdasarkan mesin yang tersedia tiap station. 2. Sebuah surat peminjaman dikirimkan ke set pegawai peminjam berdasarkan jumlahnya yang dikirimkan tiap pegawai 3. Seorang pelanggan yang memilih diantara banyak kasir berdasarkan jumlah antrian terkecil di setiap jalur. 1. Mengirimkan part ke station proses selanjutnya berdasarkan rutenya. 2. Mengirimkan panggilan laporan 8

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

No

Nama Module

Station Module

Deskripsi masuk ke Route Module, station atribut (Entity Station) mengatur tujuan station. Entitas kemudian dikirim ke station tujuan menggunakan route time yang ditentukan. Station module mendefinisikan sebuah station (atau kumpulan station) yang cocok secara fisik atau logis lokasi dimana proses muncul. Jika station modul terdefinisi sebagai sebuah kumpulan station, maka secara efektif akan menjadi lokasi yang multi proses.

3. 1. 2. 3.

Penggunaan keuangan kea gen keuangan. Mengantarkan pelanggan restoran ke meja tertentu. Menetapkan area pembubutan. Menetapkan set dari bea kamar. Menetapkan area persiapan makanan.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2.1.2.2 Conveyor Flowchart Module Berikut adalah macam-macam module yang termasuk conveyor flowchart module: Tabel 2.3 Conveyor Flowchart Module Advanced Process Panel No. Nama Module Deskripsi 1 Access Module Access module mengalokasikan satu atau lebih cell dari conveyor, kemudian ke entitas untuk pemindahan dari satu station ke yang lain. Saat entitan dikendalikan dari cell pada conveyor, kemudian dapat dibawa ke station selanjutnya. Saat entitas dating ke access module, entitas menunggu sampai jumlah tepat dari cell yang berdampingan pada conveyor kosong dan meluruskan dengan entitas lokasi station. 2 Convey Module Convey module memindahkan entitas pada conveyor dari lokasi tertentu ke station tujuan. Waktu tunda untuk membawa entitas dari satu station ke selanjutnya berdasarkan kecepatan conveyor jarak antar station. Ketika entitas masuk ke convey module, atribut station diatur ke station tujuan. Kemudian, entitas dibawa ke station tujuan. Jika tipe tujuan dispesifikasikan sebagai high sequence, maka station selanjutnya akan ditentukan oleh urutan entitas dan langkah kerja berdasarkan urutan. 3 Exit module Exit module melepaskan entitas cell di conveyor tertentu.jika entitas yang lain menunggu dalam antrian conveyor di station yang sama ketika cell itu lepas, entitas kemudian masuk ke conveyor Penggunaan 1. Part masuk dalam conveyor untuk dikirimkan ke daerah pengecatan. 2. Gelas masuk dalam conveyor untuk ditransferkan ke ruang pemotongan

1. Membawa tas dari lokasi ke area bagasi 2. Membawa part dari station pengisian ke station proses.

Start Module

Stop Module

Start module mengubah status conveyor dari tidak aktif menjadi aktif. Conveyor mungkin tidak diaktifkan bersamaan dengan stop module atau dari awalnya diatur tidak aktif. Kecepatan conveyor mungkin akan berubah secara permanen ketika conveyor telah bekerja. Stop module akan mengatur status conveyor dari aktif menjadi tidak aktif. Conveyor akan aktif bersamaan dengan pengaktifan start module atau dari awalnya diatur aktif. Ketika entitas masuk ke stop module conveyor akan mati secara otomatis tanpa menghiraukan tipe conveyor atau jumlah entitas yang ada di conveyor.

1. Keluar dari conveyor untuk dikemas 2. Part yang cacat dipindahkan dari conveyor dan dibuang 3. Penumpang mengambil koper dari conveyor 1. Memulai conveyor bottling setelah perawatan terjadwal. 2. Memulai menjalankan conveyor barang ketika tas tersebut datang 1. Menghentikan conveyor barang setelah antisipasi banyak waktu. 2. Menghentikan conveyor untuk perawatan terjadwal.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

10

2.1.2.3 Transporter Flowchart Module Berikut adalah macam-macam module yang termasuk transporter flowchart module: Tabel 2.4 Transporter Flowchart Module Advanced Process Panel No. Nama Module Deskripsi Penggunaan 1 Activate Module Activate module meningkatkan kapasitas dari 1. Mengaktifkan Halte transportasi sebelumnya. Unit forklift untuk transportasi yang telah diaktifkan akan perawatan berada pada lokasi station yang mana telah terjadwal ada sampai dipindahkan atau diminta oleh 2. Mengaktifkan suatu entity. Jika ada sebuah entity yang gurney di sedang menunggu pada saat unit aktif, entity emergency room akan memperoleh control transporter setelah secepatnya. pembersihan dan pengisian ulang 3. Mempekerjakan staff cadangan di restoran 2 Allocate Module Allocate module menugaskan transporter 1. Mekanik untuk menjadi satu entitas tanpa bergerak ke mengalokasikan entitas stasiun lokasi. Kemudian entitas forklift untuk memiliki kendali atas transporter, baik perawatan memindahkanya ke lokasi khusus atau untuk terjadwal menhentikan gangguan atau kegagalan. 2. Mengalokasikan Sebuah unit khusus transporter dapat taksi untuk dialokasikan menjadi entitas atau aturan mengangkut seleksi dapat digunakan untuk menentukan penumpang transporter akan ditugaskan ke entitas. 3 Free module Free module melepaskan entity yang terakhir 1. Part menunggu dialokasikan oleh transporter unit. Jika dilepaskan oleh entitas lain sedang menunggu dalam antrian forklift untuk untuk diminta atau mengalokasikan diletakkan di truk transporter, maka transporter akan diberikan pengiriman. nepada entitas tersebut. Jika tidak ada entitas menunggu pada saat unit transporter dibebaskan, maka transporter akan menunggu dilokasi stasiun entitas sampai dibebaskan, kecuali hal tersebut ditentukan dalam module transporter. 4 Halt module Modul Halt mengubah status unit transporter 1. Menghentikan menjadi tidak aktif. Jika transporter sibuk forklift untuk pada saat entitas memasuki modul halt, maka perawatan status modul dianggap sibuk dan sampai terjadwal entitas yang mengontrol transporter 2. Mematikan membebaskan unit. Jika transporter dalam gurney yang keadaan idle pada saat menghentikan entitas rusak di transporter, maka transporter secara tidak emergency room langsung menjadi tidak aktif. Setelah unit transporter telah dihebtikan, maka tidak ada entitas akan mendapatkan control dari transporter sampai diaktifkan kembali. 5 Move module Move module mempercepat transporter dari 1. Memindahkan satu lokasi ke lokasi lain tanpa menggerakkan forklift rusak ke entitas pengendali ke station tujuan. Entitas bengkel LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

11

No.

Nama Module

Request module

Deskripsi pengendali tetap di modul lokasi sampai transporter tida di tempat tujuan. Pada saat itu, entitas akan dapat pindah ke modul lain atau menugaskan model. Jika transporter yang dipindahkan adalah free-path transporter, maka waktu tunda untuk memindahkan transporter dari satu stasiun ke yang berikutnya didasarkan pada kecepatan transporter dan jarak antar stasiun. Jika transporter yang dipindahkan adalah guided-transporter, maka time delay untuk memindahkan transporter tidak hanya tergantung pada kecepatan dan jarak ke tujuan, melainkan juga percepatan transporter itu, perlambatan, dan lalu lintas ketika bersimpangan di jalan. Request module menugaskan unit transporter ke suatu entitas dan menggerakkan unit ke lokasi stasiun entitas. Sebuah unit transporter spesifik dapat ditentukan atau seleksi berdasarkan aturan. Ketika entitas tiba di request module, maka entitas akan dialokasikan transporter ketika salah satu tersedia. Entitas tetap pada request module sampai unit transporter telah mencapai stasiun entitas. Kemudian entitas bergerak keluar dari module request.

Penggunaan 2. Memindahkan pekerja ke ruang istirahat 3. Memindahkan pelayan ke dapur

Transport module Transport module mentransfer entitas pengendali ke stasiun tujuan. Setelah penundaan waktu yang diperlukan untuk transportasi, entitas muncul kembali dalam model di modul station. Free-path transporter selalu berpindah ke stasiun tujuanya sama dengan entitas. Guided transporter mungkin akan dipindahkan ke lokasi jaringan yang berbeda dari tujuan stasiun entitas dengan menggunakan Guided trans Destination Type. Jika Free-path transporter telah digunakan, maka time delay untuk memindahkan entitas dan transporter dari satu stasiun ke yang berikutnya didasarkan pada kecepatan transporter dan jarak antar station. Jika Guided transporter sedang digunakan, maka time delay untuk mengangkut entitas tidak hanya tergantung pada kecepatan dan jarak tujuan guided transporter, tetapi juga percepatan transporter itu, perlambatan, dan lalu lintas ketika bersimpangan di jalan. Ketika entitas LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

1. Sebagian part yang sudah diamplas meminta sebuah troli untuk membawa part tersebut ke bagian pengecatan 2. Konsumen di restoran siap untuk memesan dan meminta seorang pelayan untuk dating ke mejanya. 1. Forklift mengangkut pallet dari part ke stasiun pemrosesan selanjutnya 2. Sebuah troli surat mengangkut paket dari ruang paket ke ruang pemrosesan selanjutnya

12

No.

Nama Module

Deskripsi memasuki modul Transportasi, Stasiun atribut (Entity Station) diatur ke stasiun tujuan entitas. Kemudian entitas tersebut diangkut ke stasiun tujuan. Jika tujuan stasiun dimasukkan sebagai By Squence, maka stasiun berikutnya akan ditentukan oleh urutan entitas dan langkah kerja dalam set.

Penggunaan

2.1.2.4

Data module

Data module adalah sekumpulan objek yang ada di tampilan lembar kerja dari model yang mendefinisikan kerakteristik bermacam-macam elemen proses seperti distance dan segment. Berikut adalah macam-macam module yang termasuk dalam data module Advanced Transfer Panel. Tabel 2.5 Data Module Advanced Transfer Panel No. Nama Module Deskripsi Penggunaan 1 Sequence module Sequence module digunakan untuk 1. Menentukan menentukan urutan untuk aliran entitas routing path melalui model. Urutan terdiri dari daftar untuk urutan stasiun yang akan dikunjungi suatu pemrosesan entitas. Untuk setiap stasiun dalam setiap part kunjungan, atribut dan variable akan diberi 2. Menentukan nilai. Setiap stasiun dalam urutan kunjungan urutan ini disebut sebagai langkah (atau jobstep) langkah dalam urutan. Tiga tujuan khusus atribut penanganan disediakan untuk semua entitas. Atribut ketika pasien Squence (Entity Squence) didefinisikan tiba di sebagai urutan yang harus diikuti oleh entitas; emergency nilai o menunjukkan bahwa entitas tidak room mengikuti urutan apapun. Agar suatu entitas mengikuti urutan, urutan atribut yang harus diberi nilai (misalnya, dalam module Assign). Atribut Jobstep (Entity Jobstep) menyimpan urutan sejumlah langkah entitas. Nilai ini diperbaharui secara otomatis setiap kali suatu entitas ditransfer. Anda biasanya tidak perlu secara eksplisit menetapkan nilai ke Jobstep dalam model. Atribut Planned Station (Entity Planned Station) menyimpan jumlah stasiun yang terkait dengan Jobstep berikutnya dalam urutan. Atribut ini tidak dialihkan user. Atribut ini secara otomatis diperbaharui setiap kali perubahan entity. Sequence atau Entity jobstep, atau ketika entitas memasuki stasiun. Nama Jobstep secara keseluruhan harus bersifat unik. 2 Conveyor module Conveyor module didefinisikan sebagai 1. Bottling conveyor yang terakumulasi atau non conveyor terakumulasi untuk membantu gerakan entitas 2. Baggage antara stasiun. Bila menggunakan conveyor handling belt LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

13

No.

Nama Module

Segment module

Transporter module

Distance module

Deskripsi untuk kegiatan transfer antara modul, maka conveyor harus didefinisikan menggunakan modul ini. Segment module menetapkan jarak antara dua stasiun pada set segment conveyor. Stasiun awal, stasiun berakhir, dan segment yang digunakan untuk membuat set segmen yang sesuai, mempangaruhi penetapan jalur conveyor. Biasanya, lebih dari satu segment module yang digunakan untuk mendefinisikan set segment. Transporter module menetapkan perangkat Free-path atau guided transporter untuk menggerakkan entitas dari satu lokasi ke lokasi lain. Free-path transporter bergerak bebas antara stasiun dan tidak dipengaruhi oleh lalu lintas pengangkut lainya. Distance module menentukan jarak antar stasiun. Guided Transporter, di sisi lain hanya terbatas untuk berjalan di jalur tetap seperti trek atau rel. gerakan mungkin akan mempengaruhi kemacetan lalu lintas dari kendaraan lain. Guided transporter berjalan pada jaringan yang telah ditetapkan dengan menggunakan Network module dan Network Link module. Setiap entri spread sheet menciptakan satu set transporter tunggal. Bila menggunakan transporter untuk mentransfer antar module atau sebagaiserver dalam leave atau Enter module, maka transporter harus didefinisikan dengan menggunakan modul transporter. Distance module digunakan untuk menetapkan jarak perjalanan antara semua stasiun yang dapat diakses oleh free-path Transporter. Distance module terdiri dari nama jarak dan daftar stasiun yang saling berdekatan dan jarak individu

Penggunaan

1. Membawa tas dari lokasi ke bagasi 2. Membawa part dari stasiun pengisian ke station proses 1. Forklift mentransfer part antar stasiun pemrosesan 2. Kursi roda memindahkan pasien antar ruang diagnosa

Network module

Network link module

1. Mendefinisika n jarak forklift berjalan antara stasiun pengolahan 2. Mendefinisika n jarak perjalanan di rumah sakit antara berbagai daerah diagnostik Network module menetapkan sebuah peta 1. Penggunaan sistem yang akan diikuti oleh satu set guidedguided transporter. Sebuah jaringan meliputi sebuah vehicles set link tertentu yang dispesifikasikan dalam grup Network Link yang berulang. Parameter link jaringan (misalnya, panjang, persimpangan, arah) didefinisikan dalam module Network Link Network link module mendefinisikan 1. Penggunaan karakteristik jalur guided-transporter antara guided

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

14

No.

Nama Module

Activity Area Module

Deskripsi persimpangan beginning intersection name dan ending intersection name. Network module kemudian merefrensi satu set link jaringan untuk mentukan jaringan yang memandu transporter untuk mengikuti gerakan. Activity Are module adalah area yang dapat dikaitkan dengan satu atau lebih stasiun. Daerah ini digunakan untuk mengumpulkan data statistik yang terkait dengan stasiun. Masing-masing kegiatan memiliki aktivitas daerah induk terkait yang dapat digunakan untuk mendefinisikan hirarki dari sistem dimodelkan. Data statistic secara otomatis merangkumnya melalui activity area hierarcy

Penggunaan vehicles

1. Workstation 2. Lintasan manufaktur 3. Situs manufaktur 4. perusahaan

Penerapan Simulasi Arena Dengan Module Advanced 2.2.1. Sistem Transportasi 2.2.2. Sistem Manufaktur
2.2.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

15

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM


3.1 Diagram Alir Praktikum
START

STUDI PUSTAKA

PENGOLAHAN DATA

PENENTUAN DISTRIBUSI

PEMODELAN SISTEM

PETRI NET

SIMULASI SISTEM DALAM PROMODEL

ANALISA DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN

SELESAI

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

16

3.2 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang dipergunakan dalam praktikum : 1. Personal Computer 2. Software ARENA 5.0 3. Data Sekunder (data tugas) 3.3 Prosedur Praktikum Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam praktikum ini adalah : 1. Menyiapkan alat dan bahan praktikum 2. Studi Pustaka Studi pustaka merupakan pembelajaran dengan menggunakan referensi yang ada. 3. Pengolahan data Pengolahan data terbagi menjadi : i. Penentuan distribusi Penentuan distribusi ini menggunakan software ProModel yaitu dengan memasukkan data kedalam menu stat fit pada Promodel lalu kelangkah selanjutnya. ii. Pemodelan sistem Pemodelan sistem merupakan proses membangun atau membentuk sebuah model dar suatu sistem nyata dalam bahasa formal tertentu. Pemodelan ini dibuat dengan memodelkan suatu proses menggunakan software Promodel. 4. Membuat petri net sistem yang dibuat Petri net merupakan model bipartite graph yang memiliki dua tipe node yaitu place dan transition yang dipergunakan untuk menganalisa informasi penting mengenai struktur dan perilaku dinamis dari sistem yang dimodelkan. 5. Simulasi Sistem dalam Promodel Simulasi ini menggambarkan cara kerja sistem yang dijalankan dengan software ProModel. Disini dapat dilihat secara langsung hasilnya, serta dapat siatur kecepatan proses sehingga dapat menghemat waktu dalam simulasi ini. 6. Analisa dan Pembahasan

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

17

Analisa dan pembahasan dari sebelum simulasi dan hasil setelah disimulasikan berupa input dan output data yang diperoleh. 7. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan saran memberikan rangkuman dari awal proses hingga akhir dan melengkapi apa yang kurang pada proses tersebut. 8. Selesai Di akhir praktikum didapatkan hasil atau output dari data yang diolah, serta kesimpulan yang di dapat pada praktikum ini.

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

18

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Sistem Sistem ini merupakan sistem pembuatan gear. Dimana input berupa batang silinder baja akan diproses menjadi gear. Dalam sistem ini raw material berupa batang silinder baja dipotong di mesin saw. Kemudian raw material dihaluskan di mesin lathe. Setelah dihaluskan raw material dibentuk menjadi gear pada mesin mill. Sehingga menghasilkan output berupa gear. 4.2 Penentuan Distribusi dengan Statfit 1. Buka program ProModel 2. Pilih Menu Tools - Stat::Fit

Gambar 4.1 Tools Stat::Fit

Gambar 4.2 tampilan Stat::Fit

3. Masukan data waktu dalam Data Table

Gambar 4.3 Input data waktu

4. Pilih menu Fit Setup, maka akan muncul Setup Calculations klik Select All Kemudian klik OK

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

19

Gambar 4.4 Fit - Setup

Gambar 4.5Setup Calculations

5. Pilih menu Fit Auto::Fit, Kemudian pilih continuous distributions dan assigned bound klik OK. Kemudian akan muncul Automatic Fitting yang berisi data dari setiap distribusi. Data ini digunakan untuk data process pada model sistem ProModel.

Gambar 4.6 Auto::Fit

Gambar 4.7 Automatic Fitting

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

20

4.3 Petri Net

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

21

4.4 Langkah pembutan Model 1. Buka program ProModel 2. Penentuan Distribusi dengan Stat::Fit (Sub Bab 4.2) 3. Pembuatan model Langkah-langkah pembuatan model adalah sebagai berikut: a. Build Klik menu build lalu pilih: 1. Location a. Masukkan graphic kedalam layout, seperti pallet, sawing machine, lathe machine, milling machine. b. Masukkan pula text untuk memberi label Total Produksi, Total Biaya, dan Biaya Produk. 2. Entities Masukkan Raw material dan Gear kedalam entities.

Gambar 4.8 Tabel Entities

3. Path Network Hubungkan tanda panah kearah mesin secara brurutan, setelah itu tentukan jarak tiap-tiap panah.

Gambar 4.9 Path networking

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

22

4. Resource Pilih machinist sebagai resource dalam model ini. 5. Processing a) Masukkan raw material pada entity, lalu pallet pada location, setelah itu isi routing raw material dengan raw material sebagai entity, saw sebagai destination, dan isi move logic dengan Move WITH Machinist THEN FREE. b) Masukkan raw material pada entity, lalu saw pada location, lalu klik operation, build, isikan distribustion function dengan mean dan standar deviasi yang telah dicari, lalu akan muncul WAIT U(13, 15.9) MIN pada operation. setelah itu isi routing raw material dengan raw material sebagai entity, lathe sebagai destination, dan isi move logic dengan Move WITH Machinist THEN FREE. c) Masukkan raw material pada entity, lalu lathe pada location, lalu klik operation, build, isikan distribustion function dengan mean dan standar deviasi yang telah dicari, lalu akan muncul WAIT U(14, 15) MIN pada operation. setelah itu isi dengan Bar sebagai output,mill sebagai destination, dan isi move logic dengan Move WITH Machinist THEN FREE. d) Masukkan Bar pada entity, lalu mill pada location, lalu klik operation, build, isikan distribustion function dengan mean dan standar deviasi yang telah dicari, lalu akan muncul WAIT U(10, 12) MIN pada operation. setelah itu isi routing dengan Bar sebagai output,pallet2 sebagai destination, dan isi move logic dengan Move WITH Machinist THEN FREE. e) Masukkan Gear pada entity, lalu pallet2 pada location, lalu klik operation, build, isikan Inc Total_Biaya, GetCost() pada operation.

Gambar 4.10 Memrogam proses

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

23

6. Arrivals Buat raw material kedalam arrival, kemudian ubah location pada pallet, occurrences kedatangan. menjadi INF, dan Frequency sesuai distribusi waktu

Gambar 4.11 Menentukan Arrivals

7. Variable Masukkan Total Biaya, Total produksi, dan biaya Produk kedalam variabel, lalu klik disebelah variabel , kemudian akan muncul counter.

Gambar 4.12 Menentukan Variable

b. Simulation Pilih option lalu isikan runtime dengan waktu yang dibuthkan untuk proses.

4.5 Analisis Hasil Simulasi 1. Dari Tabel output location dapat dilihat bahwa waktu rata-rata perentri dari Saw Machine adalah 19,38 menit ; Lathe Machine adalah 17,78 menit ; Milling Machine adalah 10,91 menit. Dan dapat diketahui pula bahwa Utilization dari Saw Machine adalah 85,06% ; Lathe Machine adalah 77,05% ; Milling Machine adalah 46,06%

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

24

Gambar 4.13 Tabel output location

2.

Dari Tabel output Location States Single dapat dilihat bahwa rata-rata waktu operasi perentri dari Saw Machine adalah 54,69 % ; Lathe Machine adalah 67,55 % ; Milling Machine adalah 43,19 % dari total jam kerja yang telah ditentukan.

Gambar 4.14 Tabel output Location States Single

3.

Dari tabel output Resource States dapat dilihat bahwa dari waktu yang telah

dijadwalkan yaitu 30 jam, machinist In use 6,61% ; machinist Travel to use 12,65% ; machinist Idle 80,73% .

Gambar 4.15 Tabel output Resource States

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

25

4.

Dari tabel output Entity Activity dapat dilihat bahwa gear yang dihasilkan

adalah 77 unit, dengan waktu rata-rata pembuatan adalah 59,53 menit/unit .

Gambar 4.16 Tabel output Entity Activity 5.

Dari tabel output Location Costing dapat dilihat bahwa total biaya yang dibutuhkan pada Saw Machine $10183,56 ; pada Lathe Machine $18721,19 ; pada Milling Machine $15548,08. Dan biaya yang dibutuhkan untuk seluruh proses adalah $44452,82

Gambar 4.19 Tabel output Location Costing

6.

Dari tabel output Entity Costing dapat dilihat bahwa total biaya yang dibutuhkan untuk memroduksi 77 gear adalah $44452,82

Gambar 4.20 Tabel output Entity Costing

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

26

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

LAPORAN PRAKTIKUM SIMULASI LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

27

Anda mungkin juga menyukai