P. 1
Review Buku Kritik Hadits

Review Buku Kritik Hadits

|Views: 108|Likes:
Dipublikasikan oleh auliaalfattah
Kritik Hadits
Kritik Hadits

More info:

Published by: auliaalfattah on Apr 17, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/04/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

I.

IDENTITAS BUKU 1. 2. 3. 4. 5. 6. Judul Buku Pengarang Penerbit Tahun terbit Tempat terbit Jumlah halaman : Kritik Hadis : Prof. K.H. Ali Mustafa Yaqub, MA. : Pustaka Firdaus : 2011 : Jakarta : 144 + xv

II.

DESKRIPSI ISI BUKU Buku ini terdiri dari 20 bab. Bab 1 membahas tentang kritik hadis dalam perspektif sejarah yang meliputi kritik hadis pada masa nabi s.a.w., kritik materi hadis, kritik sanad hadis dan warisan intelektual. Pada bab 1 ini membahas pengecekan hadis pada masa Nabi s.a.w yang dilakukan para sahabat. Hal ini dilakukan bukan karena para sahabat curiga terhadap pembawa berita (rawi), melainkan semata-mata untuk meyakinkan bahwa berita atau hadis yang berasal dari nabi s.a.w itu benar-benar ada. Pengecekan terhadap sebuah hadis bisa dilakukan langsung ketika Nabi s.a.w masih ada, tetapi ketika Nabi wafat, kritik hadis ditempuh dengan membandingkan dengan ayat alquran seperti yang dilakukan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Kritik materi hadis yaitu mencocokkan kembali dengan apa yang pernah beliau dengar sendiri dari Nabi, kemudian

membandingkannya dengan ayat alquran.

1

melainkan juga dengan meneliti identitas periwayat hadits tersebut. Joseph Schacht adalah seorang pakar sarjana hukum islam yang banyak menulis beberapa disiplin ilmu. Bab 3 menjelaskan tentang Ignaz Goldziher dan kritik Hadis. Para ulama ahli hadis membuat persyaratan-persyaratan yang sangat ketat untuk rawi-rawi yang dapat diterima hadisnya. kajian tentang sejarah sains dan filsafat dan lain-lain. Bab 4 menjelaskan tentang teori “Projecting Back” Joseph Schacht”. kajian tentang fiqih islam.Kritik hadis dilakukan tidak hanya dari segi matan (materi)-nya. Ignaz Goldziher adalah orientalis Hungaria yang dilahirkan dari keluarga Yahudi pada tahun 1850 M. Pada bab ini juga dijelaskan apa yang dimaksud dengan kajian islam dan kajian hadis. Bab 2 menjelaskan tentang kajian hadis di kalangan orientalis yang meliputi barat mempelajari islam dan kajian hadis. Pada bab ini dijelaskan siapa sebenarnya orang barat yang pertama kali mempelajari islam. edit-kritikal atas manuskrip-manuskrip fiqih islam. Pada bab ini juga dijelaskan pemikiran para ulama yang menentang para orientalis. Kemudian pada bab ini juga dijelaskan tentang pengaruh pemikiran Goldziher. Ia adalah seorang orientalis yang pertama melakukan kajian tentang hadis. kajian tentang ilmu kalam. di antaranya kajian tentang manuskrip arab. Namun karya tulisnya yang paling monumental yang 2 . Robert of Chester dan Hermann Alemanus adalah beberapa orang barat yang tercatat sebagai orang-orang eropa yang pertama kali melakukan kajian tentang islam yang kemudian lazim disebut dengan orientalisme.

Azami adalah seorang ahli hadis yang berhasil membantah pikiran-pikiran Orientalis Ignaz Glodziher yang meragukan otentisitas Hadis. silsilah keguruan) daripada aspek matan (materi hadis). dalam bab ini juga dijelaskan secara singkat mengenai fungsi dan kedudukan hadis. Azami dalam desertasinya telah membabat habis semua pikiran-pikiran orientalis yang berkaitan dengan kajian otentisitas hadis. Schacht lebih banyak menyoroti aspek sanad (transmisi. Azami juga meluruskan istilahistilah ilmu hadis yang terdapat dalam studi hadis yang sering disalahpahami oleh sementara orang. Dalam memandang sunnah dan hadis sebagai sumber agam islam. yaitu hadis dan sunnah. Bab 6 menjelaskan tentang urgensi hadis dalam agama islam. Bab 5 menjelaskan tentang Azami Runtuhkan Teori Hadis Orientalis. Selain itu. khususnya oleh kalangan orientalis sendiri. karena para ahli hadis melihat bahwa hadis dengan empat bagiannya itu menjadi sumber agama islam yang 3 .melambungkan namanya adalah bukunya yang berjudul The Origins of Muhammadan Jurisprudence yang terbit pada tahun 1950. Dalam mengkaji hadis nabawi. sekilas terdapat perbedaan antara ahli-ahli hadis dan ahli-ahli ushul fiqih. Yang dimaksud dengan projecting back adalah metode memproyeksikan pendapat-pandapat itu kepada tokoh-tokoh di belakang. Dalam bab ini dibahas mulai dari pengertian hadis dan sunnah sampai dengan perbedaan hadis dan sunnah. Dalam bab ini dibahas dua istilah popular di kalangan masyarakat islam. Namun sebenarnya perbedaan itu tidak ada.

maka agama Islam tidak akan memiliki kepastian. syiah dan sunnah. Dalam bab ini dijelaskan bagaimana pengaruh kolonialisme. Ingkar-sunnah modern muncul di Cairo Mesir akibat pengaruh pemikiran kolonialisme yang ingin melumpuhkan dunia islam. Pada abad keempat belas hijri pemikiran ingkar-sunnah kembali muncul ke permukaan. rasional dan ilmiah. Pada bab ini dijelaskan kapan ingkarsunnah modern mulai muncul. Bab 8 menjelaskan tentang ingkar-sunnah modern. Ingkar-sunnah adalah gejala-gejala ketidakpedulian terhadap hadis di mana dalam perkembangan selanjutnya hal itu menjadi „cikal bakal‟ munculnya paham yang menolak hadis sebagai salah satu sumber syariat Islam. Mereka berpendapat apabila agama Islam bersumber dari hadis. apa saja pemikiran-pemikiran yang menolak hadis. Demikian 4 . hukum dan akhlak. Bab 9 menjelaskan tentang argumentasi ingkar-sunnah. sementara ahli-ahli ushul fiqih hanya melihatnya dari aspek hukum saja. Bab 7 menjelaskan tentang ingkar-sunnah klasik. pengingkar sunnah akhirnya tunduk dan menyatakan menerima hadis. Apabila agama Islam itu berlandaskan di atas hadis di samping alquran maka Islam akan memiliki sifat ketidakpastian. Dijelaskan bahwa pengingkar sunnah setelah melalui perdebatan yang panjang. Dalam bab ini dijelaskan pemikiran para pengingkar sunnah. siapa saja tokoh-tokohnya. di antaranya mereka berpendapat bahwa agama bersifat kongkrit dan pasti. mu‟tazilah dan sunnah dan pembela sunnah.mencakup aspek-aspek akidah. Dalam bab ini juga dibahas mengenai khawarij dan sunnah.

yang di antaranya adalah metoda Juz‟ dan Atraf.w.a. Bab 11 menjelaskan tentang kitab-kitab hadis masa awal islam. Metoda Muwatta.a. Dalam bab ini dijelaskan salah satu alasan kelompok ingkar-sunnah dalam menolak hadis sebagai sumber syariat Islam adalah bahwa hadis tidak pernah ditulis pada masa Nabi Muhammad s. Metoda Musnad. Berbeda dengan alquran yang memang sudah ditulis pada masa itu. Dalam bab ini dibahas tentang apakah ada dokumen yang membuktikan bahwa para sahabat telah menulis hadis pada masa itu dan apakah ada kitab-kitab hadis yang ditulis pada masa awal islam? Dalam bab ini juga dibahas tentang kitab dan shahifah. Metoda Mushannaf. yaitu larangan menulis hadis dan penyebaran hadis secara lisan. Dalam bab ini juga dibahas tentang alasan kelompok ingkar-sunnah.argument pertama ingkar-sunnah yang dibahas dalam bab ini. Metoda Mustakhraj. al-shahifah al-shadiqah dan al-shahifah al-shahinah.w. metoda 5 .a. Metoda Jami‟. Metoda Mustadrak. Bab 10 menjelaskan tentang penulisan hadis pada masa nabi s. Dalam bab ini dibahas tentang metode pembukuan hadis. alquran sudah lengkap.w telah menyuruh pada sahabat untuk menulis hadis sebagaimana beliau menyuruh mereka untuk menulis Alquran. mengubah tatacara ibadah dan penulisan hadis. Bab 12 menjelaskan tentang metodologi pembukuan hadis. Seandainya hadis sama seperti alquran sebagai sumber syariat Islam. Dalam bab ini juga membahasa alquran juga Dhanni. tentulah Nabi s. pilih-pilih ayat.

Metoda Majma‟ dan Metoda Zawaid. Dalam bab ini juga dijelaskan secara singkat tentang klasifikasi hadis.Sunan. Metoda Mu‟jam. 6 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->