Anda di halaman 1dari 2

Dokter adalah orang yang mempunyai kewenangan dan izin sesuai petaruran yang berlaku untuk melakukan pelayanan

kesehatan. Pelayanan kesehatan tersebut khususnya untuk memeriksa dan mengobati penyakit serta dilakukan menurut hukum dalam pelayanan kesehatan(Prasko, 2011). Dokter dan dokter gigi merupakan dokter, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun luar negeri yang diakui oleh Pemerintahan Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan (UU No.29). Hakikat profesi kedokteran merupakan suatu bisikan nurani dan panggilan jiwa (calling), untuk mengabdikan diri pada kemanusiaan berlandaskan moralitas yang kental( Hanafiah, 2009). Dokter dan dokter gigi mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan praktik kedokteran. Hak untuk dokter dan dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran yang tertulis pada undang-undang nomor 29 tahun 2004 pasal 50 yaitu: 1. Memperoleh perlindungan hokum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. 2. Memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional. 3. Memperoleh informasi yang lengkap dan jujur dari pasiean atau keluarganya. 4. Menerima imbalan jasa. Kewajiban untuk dokter dan dokter gigi dalam melaksanakn praktik kedokteran yang tertulis juga pada undang-undang nomor 29 tahin 2004 pasal 51 yaitu: 1. Memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar operasional serta kebutuhan medis pasien. 2. Merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian atau kemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan. 3. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. 4. Melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya. 5. Menambah ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan ilmu kedokteran atau kedokteran gigi.

Tenaga medis yang diantaranya adalah dokter dan dokter gigi harus melakukan tindakan sesuai profesinya dan sesuai Standar Profesi Medis (SDM), yang pada hakikatnya terdiri dari beberapa unsur yaitu: 1. Bekerja dengan teliti, hati-hati dan seksama 2. Sesuai dengan ukuran medis 3. Sesuai dengan kemampuan rata-rata atau sebanding dengan dokter dengan kategori keahlian medis yang sama 4. Keadaan yang sebanding 5. Sarana dan upaya yang sebanding wajar dengan tujuan konkrit tindak medis tersebut Menurut Soeprapto(2008), seorang dokter atau dokter gigi yang melakukan hal yang menyimpang dari Standar Profesi Medik (SPM) di katakana telah melakukan kelalaian atau kesalahan. Melakukan kelalaian atau kesalahan merupakan salah satu unsur malpraktik medis, yaitu apapabila kesalahan atau kelalaian yang di lakukan itu bersifat sengaja (Dolus) dan

menimbulkan akibat yang serius atau fatal pada pasien. Kelalaian dan kesalahan mempunyai perbedaan yaitu kelalaian atau negligence di dalamnya terdpat unsur-unsur utama yaitu tidak hati-hati, tidak peduli, tidak tahu, sedangkan pada kesalahan atau erroe unsur uamanya adalah kekeliruan. Seorang dokter atau dokter gigi yang melakukan pelanggaran dan menyimpang Standar Profesi Medik (SPM) dikatakan telah melakukan kesalahan profesi atau malpraktik medis, tetapi belum tentu merupakan malraktik yang dipidana. Malpraktik medis yang dipidana itu dibutuhkan pembuktian dengan adanya unsur kelalaian berat atau Culpa lata dan akibat yang fatal serta serius.

Dapus:

prasko,

2011,

pengertian

hak

dan

kewajiban

dokter,

http://www.indoeducation.com/2011/04/definisi-dokter.html