Anda di halaman 1dari 1

Clorpromozine (CPZ) Cara kerja obat : Prinsip efek farma adalah penghambatan ganglion lemah, anti histamin dan

anti serotonin lemah, anti kolinergik perifer lemah, anti adrenergik kuat, sedatif dan psikotropik. Bekerja pada susunan saraf pusat, terutama pada tingkat subkortikal maupun pada berbagai sistem organ. Indikasi : Psikosis, gangguan sistem saraf pusat (SSP), skizofrenia, psikosis akut, mania akut dan sindrom paranoid. Kontraindikasi : pasien dengan pemakain obat SSP dan kelainan fungsi hati. Dosis : psikotik 75-800 mg/hari setiap 6-8 jam Efek samping : dapat menyebabkan gejala ekstra serupa dengan yang terlihat pada parkinson, orthostatic hypertension, sering terlihat pada penderita yang mempunyai sistem vasomotor labil. Haloperidol (HLP) Cara kerja obat : neuroleptik yang efektif dan juga memiliki sifat anti muntah tetapi memiliki kecenderungan untuk menimbulkan efek ekstrapiramidal. Selain itu dapat memblok reseptor dopaminergik D1 dan D2 di post sinaptik mesolimbik otak. Menekan pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisa, menekan reticular activating system sehingga mempengaruhi metabolisme basal, temperatur tubuh, tonus vasomotor dan emesis. Indikasi : skizofrenia manik dan depresif, gelisah Kontraindikasi : depresi SSP dan sindrom parkinson Dosis : anak 3-12 tahun dibagi 2-3 dosis Anak 6-12 tahun 1-3 dosis tiap 4-8 jam Efek samping : gelisah, cemas, reaksi ekstrapiramidal, depresi, bingung, hipotensi dan sedasi. Trihexyperidol (THP) Cara kerja obat : anti kolinergik yang mempunyai efek sentral lebih kuat daripada perifer, sehingga banyak digunakan untuk penyakit parkinson. Senyawa ini bekerja dengan menghambat pelepasan asetilkolin endrogen dan eksogen. Efek sentral terhadap SSP akan merangsang pada dosis rendah dan mendepresi pada dosis toksik. Indikasi : parkinson, gangguan ekstrapiramidal yang disebabkan obat SSP Kontrindikasi : hipersensitifitas terhadap triheksifenidil atau komponenlain dalam bentuk sediaan achalasia. Dosis : parkinson idiopatik: 1 mg kemudian ditingkatkan menjadi 2 mg, 2-3 x/hari selama 3-5 hari. Gangguan ekstrapiramidal : dosis harian total 5-15 mg/hari, pada awal terapi dianjurkan 1 mg/dosis. Efek samping : mulut kering, penglihatan kabur, pusing, cemas, konstipasi dan takikardi. REFERENSI Kasim, F. (2011). ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia. Jakarta: ISFI.