Anda di halaman 1dari 18

ANALI SI S PENGARUH KI NERJ A KEUANGAN TERHADAP HARGA

SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK


I NDONESI A

Tiara Rachman Putri

J urusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2011
Email : tiararachmanputri@yahoo.com

ABSTRAKSI

Pada umumnya perusahaan manufaktur di Indonesia dalam era globalisasi selayaknya berusaha
untuk memproduksi barang berkualitas tinggi dengan biaya rendah dalam rangka meningkatkan daya
saing baik dipasar domestik maupun pasar global. Situasi ini mendorong mereka untuk
mengadaptasikan sistem manufaktur yang dapat mempercepat proses penciptaan nilai tambah, antara
lain dengan melakukan hubungan kontraktual dengan para pemasok dan investor. Manajemen
keuangan memberikan pengaruh terhadap kelangsungan aktivitas dan eksistensi suatu perusahaan serta
berpengaruh juga pada setiap individu yang terlibat dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu,
manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik, hal ini
dimaksudkan agar perusahaan dapat melaksanakan operasional perusahaan dengan lebih efisien dan
efektif. Harapannya perusahaan dapat menumbuhkan dan mengembangkan serta mempertahankan
aktivitas dan keberadaan perusahaan.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rasio keuangan utama perusahaan yang
meliputi CR, DER, ROA, ROE, dan EPS mempunyai hubungan positif terhadap harga saham. Sampel
yang digunakan adalah 54 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Ada dua variabel yang
diangkat yaitu : harga saham sebagai dependent variable dan rasio keuangan perusahaan sebagai
independent variable. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear
berganda.
Hasil pengujian secara parsial / uji t menunjukkan variabel ROA (Return On Assets) dan EPS
(Earning Per Share) yang berpengaruh positif terhadap harga saham dan memiliki kontribusi dominan
terhadap harga saham. Pengujian uji regresi secara simultan / uji F menunjukkan variabel bebas (CR,
DER, ROA, ROE, dan EPS) secara simultan (bersama-sama) berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel terikat (harga saham). Diketahui besarnya nilai koefisien determinasi atau R
2
sebesar 0,354
artinya bahwa variabel Y (harga saham) dapat dipengaruhi oleh Current Ratio (X
1
), Debt Equity Ratio
(X
2
), Return On Assets (X
3
), Return On Equity (X
4
), Earning Per Share (X
5
) sebesar 35,4 % sedangkan
sisanya 64,6 % merupakan kontribusi variabel independen lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
Kata Kunci : CR, DER, ROA, ROE, Earning Per Share (EPS), dan Harga Saham

ABSTRACT

In general, manufacturing companies in Indonesia in the era of globalization should strive to produce
high quality goods at low cost in order to improve the market competitiveness of both domestic and
global markets. This situation encourages them to adapt the manufacturing system that can accelerate
the process of creation of value-added, among other perform contractual relationships with suppliers
and investors. Provide financial management impact on the continuity of activity and the existence of
an enterprise and also influential on individuals involved in the company. Therefore, financial
managers are required to be able to run the financial management well, this is so that companies can
perform operations more efficiently and effectively. The hope the company can grow and develop and
maintain the company's activities and whereabouts.
The purpose of this study was to determine whether the company's key financial ratios that include CR,
DER, ROA, ROE, and EPS have a positive relationship on stock prices. The sample used was 54
manufacturing companies listed on the Stock Exchange. There are two variables that was appointed,
namely: the stock price as the dependent variable and the company's financial ratios as independent
variables. The method used in this research that multiple linear regression analysis.
The test results are partially / t test showed variable ROA (Return On Assets) and EPS (Earning Per
Share) which has a positive effect on stock prices and have a dominant contribution to the stock price.
Simultaneous testing of regression test / F test showed the independent variables (CR, DER, ROA,
ROE, and EPS) simultaneously (jointly) significantly influence the dependent variable (stock price).
Unknown magnitude of the coefficient of determination or R2 value of 0.354 means that the variable Y
(stock price) can be affected by the Current Ratio (X1), Debt Equity Ratio (X2), Return On Assets
(X3), Return On Equity (X4), Earning Per Share (X5) of 35.4% while the remaining 64.6% is the
contribution of other independent variables are not included in this study.

Keywords: CR, DER, ROA, ROE, Earning Per Share (EPS), and Stock Price










I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang

Pada umumnya perusahaan manufaktur
di Indonesia dalam era globalisasi selayaknya
berusaha untuk memproduksi barang
berkualitas tinggi dengan penekanan biaya
(minimum) dalam rangka meningkatkan daya
saing baik dipasar domestik maupun pasar
global. Situasi ini mendorong mereka untuk
mengadaptasikan sistem manufaktur yang dapat
mempercepat proses penciptaan nilai tambah,
antara lain dengan melakukan hubungan
kontraktual dengan para pemasok dan investor.
Perkembangan industri memicu
perkembangan sektor industri jasa dan
perdagangan, perkembangan industri yang
pesat membawa implikasi pada persaingan
antar perusahaan dalam industri. Perusahaan
dituntut untuk mempertahankan atau bahkan
meningkatkan kinerjanya agar tetap bertahan
dalam masa krisis maupun persaingan yang
semakin ketat. Kinerja perusahaan tersebut
pada akhir periode harus dievaluasi untuk
mengetahui perkembangan perusahaan.
.Melalui analisis laporan keuangan,
maka didapat data tentang posisi keuangan,
kinerja keuangan, dan kekuatan keuangan yang
dimiliki perusahaan. Salah satu manfaat dari
analisis laporan keuangan, kita dapat
melakukan analisis terhadap rasio keuangan
perusahaan yang mencerminkan aspek-aspek
tertentu. Analisis rasio keuangan merupakan
analisis tradisional, sering dipakai dan juga
mudah dalam penggunaannya. Alat ukur yang
dipakai analisis rasio keuangan berupa rasio-
rasio keuangan perusahaan.
Agar rasio-rasio itu mempunyai arti, maka rasio
yang dihitung harus dari variable-variabel yang
mampu memberikan arti. Analisis rasio mampu
menjelaskan hubungan antara variable-variabel
yang bersangkutan sehingga dapat digunakan
untuk menilai suatu kondisi keuangan dan dapat
dipakai sebagai dasar perbandingan dari waktu
ke waktu.
Ada beberapa ukuran kinerja keuangan
yang akan digunakan dalam penelitian ini
dimana masing-masing rasio digunakan untuk
menunjukkan pengaruhnya terhadap harga
saham. Variabel kinerja keuangan yang akan
dibahas dalam penelitian ini, yaitu :
1. Current Ratio (Rasio Lancar)
Merupakan perbandingan antara aktiva
lancar (current assets) dengan hutang
lancar (current liabilities). Current
Ratio yan tinggi memberikan indikasi
jaminan yang baik bagi kreditor jangka
pendek dalam arti setiap saat
perusahaan memiliki kemampuan untuk
melunasi kewajiban-kewajiban financial
jangka pendeknya. Akan tetapi current
ratio yang tinggi akan berpengaruh
negative terhadap kemampuan
memperoleh laba (rentabilitas), karena
sebagian modal kerja tidak berputar atau
mengalami pengangguran.

2. Debt to Equity Ratio
Menggambarkan perbandingan antara
total hutang dengan total ekuitas
perusahaan yang digunakan sebagai
sumber pendanaan usaha. Semakin
besar DER menandakan struktur
permodalan usaha lebih banyak
memanfaatkan hutang-hutang relative
terhadap ekuitas. Semakin besar DER
mencerminkan risiko perusahaan yang
relative tinggi.

3. Return On Assets
Menunjukkan kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba atas aktiva
yang dipergunakan.

4. Return On Equity
Menerangkan laba bersih yang
dihasilkan untuk setiap ekuitas.
Semakin besar ROE menandakan bahwa
perusahaan semakin baik dalam
mensejahterakan para pemegang saham
prioritas yang bisa dihasilkan dari setiap
lembar saham. Rasio ini juga
dipengaruhi oleh besar-kecilnya hutang
perusahaan, apabila proporsi hutang
semakin besar maka rasio ini juga akan
semakin besar.

5. Earning Per Share
Merupakan variabel yang menunjukkan
bahwa semakin besar variabel tersebut
menandakan kemampuan perusahaan
yang lebih besar dalam menghasilkan
keuntungan bersih dari setiap lembar
saham. Untuk keperluan analis,
seseorang perlu memperhatikan EPS di
masa yang akan datang, bukan EPS
yang telah diperoleh. Hal tersebut
dikarenakan harga saham hari ini
merupakan present value dari
penghasilan-penghasilan yang akan
diterima oleh pemodal di masa yang
akan datang, dan penghasilan-
penghasilan tersebut akan dipengaruhi
oleh kemampuan perusahaan dalam
memperoleh laba di masa yang akan
datang.
Pasar modal merupakan wadah
alternatif selain bank dan lembaga keuangan
non bank bagi para investor untuk melakukan
penanaman modal (investasi). Salah satu
indikasi bekerjanya pasar modal secara optimal
adalah ketersediaan informasi, baik informasi
keuangan maupun informasi non keuangan
yang bersifat simetris dan dapat diakses oleh
semua pihak yang berkepentingan. Informasi
tersebut berguna bagi investor sebagai dasar
mengadakan penilaian terhadap perusahaan.
Oleh karena itu peranan pasar modal menjadi
semakin penting mengingat fungsi pasar modal
sebagai tempat bertemunya pihak yang
membutuhkan dana, dan pihak yang ingin
menanamkan modalnya. (Wiji P dan Hendy F,
3:2006)
. Penilaian emiten suatu perusahaan didapat
dari informasi yang tersedia di pasar modal
sehingga masyarakat dapat dengan mudah
memperoleh informasi tentang penilaian emiten
suatu perusahaan. Salah satu aspek yang dinilai
oleh masyarakat dalam investasi adalah kinerja
keuangan perusahaan yang diukur dari laporan
keuangan perusahaan. Oleh karena itu
perusahaan akan selalu mempublikasikan
laporan keuangannya agar para calon investor
dapat mengetahui bagaimana kinerja
perusahaan, dan prospek perusahaan tersebut ke
depan.
Penelitian ini dimaksudkan untuk
menganalisis keterkaitan dan pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen. Yaitu
menganalisis pengaruh kinerja keuangan yang
terdiri dari beberapa rasio keuangan yang
berupa, , CR (Current Ratio), DER (Debt to
Equity Ratio) ROA (Return On Assets) dan
Return On Equity (ROE), EPS (Earning Per
Share) terhadap harga saham pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Penulis tertarik untuk melakukan
penelitian tentang ANALISIS PENGARUH
KINERJ A KEUANGAN TERHADAP
HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR DI BURSA EFEK
INDONESIA

1.2 Rumusan Masalah dan Batasan
Masalah

1.2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, yang
menyatakan menganalisis keterkaitan dan
pengaruh variabel independent terhadap
variabel dependen, maka penulis
mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :

1. Apakah kinerja keuangan yang terdiri dari
rasio CR, DER, ROA, ROE, dan EPS,
secara simultan berpengaruh signifikan
terhadap harga saham pada perusahaan
Manufaktur di Bursa Efek Indonesia?
2. Dari perhitungan berbagai rasio diatas,
secara parsial rasio mana yang dominan
mempengaruhi harga saham pada
perusahaan Manufaktur di Bursa Efek
Indonesia?

1.2.2 Batasan Masalah
Batasan ini dilakukan agar penelitian
tidak menyimpang dari arah dan tujuan serta
dapat diketahui sejauh mana hasil penelitian
dapat dimanfaatkan. Batasan tersebut antara
lain:

1. Menggunakan Laporan Keuangan
perusahaan Manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia dengan
periodisasi tahun 2008-2010
2. Alat ukur yang digunakan untuk
mengukur kinerja keuangan perusahaan
adalah dengan CR (Current Ratio),
DER (Debt to Equity Ratio) ROA
(Return On Assets) dan Return On
Equity (ROE), EPS (Earning Per
Share).
3. Pengaruh kinerja keuangan terhadap
harga saham, diukur dengan regresi
linier berganda menggunakan aplikasi
SPSS versi 17.


1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
:
1. Menguji dan Menganalisis kinerja
keuangan yang terdiri dari CR, DER,
ROA, ROE, dan EPS secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap harga
saham pada perusahaan Manufaktur di
Bursa Efek Indonesia.
2. Mengetahui secara parsial rasio apakah
yang dominan mempengaruhi harga
saham pada perusahaan Manufaktur di
Bursa Efek Indonesia.


II. Landasan Teori
Harahap (105:2004) menyatakan
Laporan keuangan menggambarkan kondisi
keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan
pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Bagi para analis, Laporan keuangan merupakan
media yang paling penting untuk menilai
prestasi dan kondisi ekonomis suatu
perusahaan. Pada tahap pertama seorang
analisis tidak akan mampu melakukan
pengamatan langsung ke suatu perusahaan. Dan
seandainya dilakukan ia pun tidak akan dapat
mengetahui banyak tentang situasi perusahaan.
Oleh karena itu yang paling penting adalah
media bahan sarana informasi (screen) bagi
analis dalam proses pengambilan keputusan.
Berikut ini, beberapa tujuan pembuatan
atau penyusunan laporan keuangan, Kasmir,
(87:2010) yaitu :
1. Memberikan informasi tentang jenis dan
jumlah aktiva (harta) yang dimiliki
perusahaan pada saat ini.
2. Memeberikan informasi tentang jenis
dan jumlah kewajiban dan modal yang
dimiliki perusahaan pada saat ini.
3. Memberikan informasi tentang jenis dan
jumlah pendapatan yang diperoleh pada
suatu periode tertentu.
4. Memberikan informasi tentang jumlah
biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan
perusahaan dalam suatu periode
tertentu.
5. Memberikan informasi tentang
perubahan yang terjadi terhadap aktiva,
pasiva, dan modal perusahaan.
6. Memberikan informasi tentang kinerja
manajemen perusahaan dalam suatu
periode.
.
Analisis laporan keuangan merupakan
salah satu cara untuk mengetahui kinerja
perusahaan dalam suatu periode. Oleh karena
itu, sebelum kita menganalisis lapotan
keuangan, maka terlebih dahulu kita harus
memahami hal-hal yang berkaitan dengan
laporan keuangan. Pemahaman tentang laporan
keuangan mulai dari pengertian, jenis
komponen yang terkandung, tujuan maupun
sifat laporan keuangan sangat penting sehingga
dalam melakukan analisis lebih mudah untuk
menginterpretasikannya. (Kasmir, 66:2010)
Secara umum dikatakan bahwa manfaat
dari analisis laporan keuangan sebagai berikut
(Kasmir, 2010:92)
1. Untuk mengetahui posisi keuangan
perusahaan dalam satu periode tertentu,
baik harta, kewajiban, modal maupun
hasil usaha yang telah dicapai untuk
beberapa periode.
2. Untuk mengetahui kelemahan apa saja
yang menjadi kekurangan perusahaan.
3. Untuk mengetahui kekuatan yang
dimiliki.
4. Untuk mengetahui langkah-langkah
perbaikan apa saja yang perlu dilakukan
ke depan yang berkaitan dengan posisi
keuangan perusahaan saat ini.
5. Untuk melakukan penilaian kinerja
manajemen ke depan apakah perlu
penyegaran atau tidak karena sudah
dianggap berhasil atau gagal.
6. Dapat juga digunakan untuk
pembanding dengan perusahaan sejenis
tentang hasil yang mereka capai.

Rasio merupakan teknik analisis laporan
keuangan yang paling banyak digunakan. Ratio
ini merupakan alat analisis yang dapat
memberikan jalan keluar dan menggambarkan
symptom (gejala-gejala yang tampak) suatu
keadaan. J ika diterjemahkan secara tepat, ratio
juga dapat menunjukkan area-area yang
memerlukan penelitian dan penanganan yang
lebih mendalam. Analisis rasio dapat
menyingkap hubungan dan sekaligus menjadi
dasar pembandingan yang menunjukkan
kondisi atau kecenderungan yang tidak dapat
dideteksi bila kita hanya melihat komponen-
komponen itu sendiri. Prastowo dan Juliaty
(80:2008).
Adapun kelompok-kelompok rasio yang
digunakan dalam analisis laporan keuangan
disesuaikan dengan kepentingan pihak kreditur,
investor, dan manajemen. Secara umum
pengelompokkan rasio adalah berdasarkan
(Raharjaputra,2009:199).
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Aktivitas
3. Rasio Leverage
4. Rasio Profitabilitas
5. Rasio Valuasi
Menurut Agus Sartono (2001:9), harga
saham terbentuk dipasar modal dan ditentukan
oleh beberapa faktor seperti laba per lembar
saham atau earning per share, rasio laba
terhadap harga per lembar saham atau price
earning ratio, tingkat bunga bebas resiko yang
diukur dari tingkat bunga deposito pemerintah
dan tingkat kepastian operasi perusahaan.
Menurut Weston dan Brigham (2001:26),
faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham
adalah :
1. Laba per saham (Earning Per Share /
EPS)
2. Tingkat Bunga
3. Jumlah Kas Deviden yang Diberikan
4. Jumlah laba yang di dapat perusahaan
5. Tingkat Resiko dan Pengembalian
Kajian penelitian ini dikaji guna
membandingkan dan melihat kembali hasil
penelitian dari peneliti yang lain dengan
penelitian yang dibuat oleh peneliti. Penelitian
sebelumnya yaitu:
1. Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap
Harga Saham Perusahaan (Studi Kasus
Pada Sektor Pertambangan dan Sektor
Kimia), (Alan Andy Kusuma tahun
2008). Berdasarkan penelitian tersebut
dapat ditarik kesimpulan :
a. Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan pada 10
perusahaan go public yang
terdaftar di BEI periode 2005-
2007, bahwa profitabilitas
(ROA, ROE, NPM) dan EPS
mempunyai pengaruh yang baik
terhadap harga saham secara
simultan. Dari pengaruh yang
baik ini dapat diketahui bahwa
manajemen perusahaan dapat
menggunakan asset perusahaan
dengan baik, peningkatan sales
yang lebih besar dari
peningkatan biaya, dan
meningkatnya return yang akan
diterima investor. Pengaruh ini
dapat meningkatkan harga
saham dipasaran dan menarik
investor untuk menginvestasikan
modalnya di perusahaan
tersebut.
b. Berdasarkan uji anova diketahui
bahwa ROA, ROE, NPM, dan
EPS secara bersama-sama
berpengaruh secara signifikan
terhadap harga saham pada
tingkat kepercayaan 5%. Dari
hasil uji regresi berganda dengan
taraf signifikan 5% diketahui
bahwa EPS, ROA, dan ROE
memiliki nilai yang positif 6.268
: 21.158 : 3.030 dan NPM
memiliki nilai yang negative
21.431. hasil uji t secara parsial
diketahui bahwa ROA, ROE,
NPM dan EPS diperoleh T tabel
sebesar 2.060. Dari hasil diatas,
EPS berpengaruh terhadap harga
saham sedangkan ROA, ROE,
dan NPM tidak berpengaruh
terhadap harga saham.
2. Analisis Faktor Fundamental Terhadap
Harga Saham Pada Perusahaan
Manufaktur Sektor Industri Dasar dan
Kimia di Bursa Efek Indonesia, (Siti
Fatimah tahun 2009). Berdasarkan
penelitian tersebut dapat ditarik
kesimpulan :
a. Pada uji regresi secara parsial, dimana
uji-t dilakukan untuk mengetahui
kemampuan pengaruh dari masing-
masing variabel bebas (ROA, ROE, BV,
DER, CR, dan QR) terhadap variabel
terikat (harga saham). Diketahui bahwa
hanya variabel BV (Book Value) yang
positif berpengaruh secara parsial
terhadap harga saham. Dapat dikatakan
BV yang memiliki kontribusi dominan
terhadap harga saham.
b. Sedangkan uji regresi secara simultan
(bersama-sama), dimana uji simultan
atau uji F dilakukan untuk mengetahui
apakah variabel bebas (ROA. ROE, BV
DER, CR dan QR) secara bersama-sama
berpengaruh secara signifikan atau tidak
terhadap variabel terikat (harga saham).
Diketahui bahwa semua variabel bebas
berpengaruh secara simultan terhadap
harga saham.
3. Analisis Pengaruh EPS, PER, ROE, dan
DER Terhadap Harga Saham Pada
Perusahaan Industri Barang Konsumsi
Yang Go Public di Indonesia Tahun
2003 2007, (Jayanti Hartono Putri,
tahun 2008). Berdasarkan penelitian
tersebut dapat ditarik kesimpulan :
a. Berdasarkan perhitungan uji koefisien
regresi secara bersama sama (uji F)
dapat disimpulkan bahwa EPS, PER,
ROE, dan DER secara bersama sama
berpengaruh terhadap harga saham pada
perusahaan industri barang konsumsi
yang terdaftar di BEJ.
b. Berdasarkan perhitungan uji koefisien
regresi secara parsial (uji t) dapat
disimpulkan bahwa ada pengaruh yang
signifikan antara EPS, PER, dan ROE
terhadap harga saham pada perusahaan
industri barang konsumsi yang terdaftar
di BEJ. Dan tidak ada pengaruh antara
DER terhadap harga saham pada
perusahaan industri barang konsumsi
yang terdaftar di BEJ.


1. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap
Harga Saham Industri Pertambangan
Yang Terdaftar Di BEI, (Yuli Widia
Dasrul, 2009). Berdasarkan pengujian
yang telah dilakukan dapat ditarik
kesimpulan
a. Dari uji hipotesis secara parsial (uji T)
diperoleh hanya dua variabel kinerja
keuangan yang berpengaruh positif
signifikan terhadap harga saham industri
pertambangan yaitu variabel EPS dan
PER. Sedangkan variabel ROA, ROE
tidak memberikan pengaruh terhadap
harga saham.

b. Dari hasil regresi berganda diperoleh
angka R Square sebesar 0,893. Hal ini
berarti 89,3% dari variasi harga saham
perusahaan dapat dijelaskan atau
dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang
terdiri dari variabel ROA, ROE, EPS,
dan PER. Sementara 10,7% lagi
dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Sedangkan nilai koefisien determinasi
yang sudah disesuaikan (Adjusted R
Square) sebesar 0,879 (87,9%) ini
menjelaskan apabila dalam penelitian
ini dilakukan penambahan variabel lain
maka besar pengaruhvariabel
independen terhadap variabel dependen
sebesar 87,9%.
c. Dari uji F (uji Anova) diperoleh tingkat
signifikan sebesar 0,000 (p value <
0,05) yang artinya signifikan dan F
hitung 62,825 >F tabel 5,75. Ini artinya
variabel ROA, ROE, EPS, dan PER
secara bersama-sama berpengaruh
terhadap harga saham .

III. METODE PENELITIAN
Penelitian ini mengambil objek
penelitian, yaitu perusahaan manufaktur. pada
sektor industri dasar dan kimia (Basic Industry
and Chemical), aneka industri (Miscellaneous
Industry) dan sektor barang konsumsi industri
(Consumer Goods Industry) yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI). Alasan dugunakan
ke tiga sektor ini, karena ke tiga sektor
memiliki net income terbesar di sektor sekunder
(industri pengolahan / manufaktur) pada tahun
2010 menurut IDX Fact Book 2010.
Pertimbangan sebagai kriteria pemilihan sampel
adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan manufaktur tersebut
merupakan perusahaan yang go public
dan terdaftar di BEI pada tahun 2008-
2010 yang mencantumkan data secara
lengkap berturut-turut selama periode
penelitian, dan tidak sedang dalam
proses delisting pada periode
pengamatan,
2. Perusahaan tersebut menerbitkan
laporan keuangan audited yang lengkap
pada tahun 2008-2010.
3. Perusahaan manufaktur yang sahamnya
aktif diperdagangkan di BEI dari tahun
2008-2010.
4. Harga saham yang dipergunakan adalah
closing price.
Data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang
diukur dalam skala numerik (angka). Penelitian
ini menggunakan data sekunder, yaitu data
yang telah dikumpulkan oleh lembaga
pengumpul data (BEI) dan dipublikasikan
kepada masyarakat penggguna data.
a. Data rasio keuangan yang diperoleh dari
data laporan keuangan tahunan
perusahaan manufaktur pada sektor
industri dasar dan kimia (Basic Industry
and Chemical), aneka industri
(Miscellaneous Industry) dan sektor
barang konsumsi industri (Consumer
Goods Industry) tahun 2008, 2009, dan
2010 yang terdiri dari laporan laba rugi
dan neraca yang berhubungan dengan
penelitian.
b. Penelitian ini menggunakan daftar harga
saham penutupan (Closing Price) dari
setiap perusahaan selama periode tahun
2008-2010. Penggunaan Closing Price
yang digunakan per tahun, ini di
karenakan laporan keuangan yang
digunakan penulis adalah per tahun dari
tiap perusahaan.
Analisis terhadap data dilakukan secara
kuantitatif, untuk menentukan variabel-variabel
independen (variabel bebas) mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap variabel
dependen (variabel terikat) secara bersama-
sama maupun secara parisal.
a. Variabel Dependen (variabel terikat) /
(Y)
Harga saham dikategorikan sebagai
variabel terikat karena dalam penelitian
ini, harga saham dipengaruhi oleh
kinerja keuangan perusahaan. Variabel
dependen adalah variabel yang
perubahannya dipengaruhi oleh variabel
bebas dan dalam persamaan regresi
dilambangkan dengan huruf Y.
b. Variabel Independen (variabel bebas) /
(X)
Variabel independen adalah kinerja
perusahaan yang terdiri dari beberapa variabel
keuangan. Variabel independen merupakan
variabel yang diduga mempengaruhi variabel
dependen. Variabel independen yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi:
1. Current Ratio (CR)
Current Ratio (rasio lancar), merupakan
rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan membayar kewajiban jangka
pendek atau utang yang segera jatuh
tempo pada saat ditagih secara
keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa
banyak aktiva lancar yang tersedia
untuk menutupi kewajiban jangka
pendek yang segera jatuh tempo. Rasio
lancar dapat pula dikatakan sebagai
bentuk untuk mengukur tingkat
keamanan (margin of safety) suatu
perusahaan. (Kasmir, 2010:111) Rasio
ini diperoleh dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:

Currcnt Rotio =
Akti:o Ioncor
Kcwo]ibon Ioncor

(Kasmir, 2010:119)

2. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio merupakan rasio
yang digunakan untuk menilai utang
dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini
dengan cara membandingkan antara
seluruh utang, termasuk utang lancar
dengan seluruh ekuitas. Rasio ini
berguna untuk mengetahui jumlah dana
yang disediakan peminjam (kreditor)
dengan pemilik perusahaan. Dengan
kata lain rasio ini untuk mengetahui
setiap rupiah modal sendiri yang
dijadikan untuk jaminan utang. (Kasmir,
2010:112) Rasio ini diperoleh dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:

cbt to Equity Rotio
=
Iotol Kcwo]ibon
Ekuitos

(Kasmir, 2010:124)
3. Return On Assets (ROA)
ROA adalah perbandingan antara laba
sebelum pajak dengan total aktiva.
Semakin besar ROA, semakin besar
tingkat keuntungan yang dicapai
perusahaan dan semakin baik posisi
perusahaan tersebut dari segi
penggunaan asset. (Boy Loen an Sonny
Ericson, 2008:98) Rasio ini diperoleh
dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:

Rcturn 0n Asscts
=
Iobo Scbclum Po]ok
Iotol Akti:o
X 100%
4. Return On Equity (ROE)
Return On Equity digunakan untuk
mengukur besarnya pengembalian
terhadap investasi para pemegang
saham. Angka tersebut menunjukkan
seberapa baik manajemen
memanfaatkan investasi para pemegang
saham. Tingkat ROE memiliki
hubungan yang positif dengan harga
saham, sehingga semakin besar ROE
semakin besar pula harga pasar karena
besarnya ROE memberikan indikasi
bahwa pengembalian yang akan
diterima investor akan tinggi sehingga
investor akan tertarik untuk membeli
saham tersebut dan hal ini menyebabkan
harga pasar saham cenderung naik
(Harahap, 2007 :156) Rasio ini
diperoleh dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:

Rcturn 0n Equity =
Iobo Bcrsi
Ekuitos
X 100%
5. Earning Per Share (EPS)
Earning Per Share (EPS) (Laba Per
Saham) adalah kemampuan perusahaan
untuk mendistribusikan pendapatan
yang diperoleh kepada pemegang
sahamnya. Semakin tinggi kemampuan
perusahaan untuk mendistribusikan
pendapatan kepada pemegang
sahamnya, mencerminkan semakin
besar keberhasilan usaha yang
dilakukannya. (Kasmir, 2010:139)
Rasio ini diperoleh dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:

Eorning Pcr Sorc
=
Iobo Bcrsi
[umlo Soom yong BcrcJor

Model yang digunakan untuk menguji
hipotesis dalam penelitian ini adalah model
umum regresi linier berganda (Multiple
Regression). Model analisis ini dipilih karena
penelitian ini dirancang untuk mengukur
kekuatan hubungan antara dua variabel
independen atau lebih terhadap variabel
dependen.
Teknik analisis dalam penelitian ini
menggunakan analisis statistik dengan alat
bantu software SPSS versi 17.0. Model yang
digunakan adalah analisis regresi linier
berganda (Multiple Linier Regression). Analisis
regresi linier berganda adalah suatu metode
statistik umum yang digunakan untuk meneliti
hubungan antara sebuah variabel dependen
dengan beberapa variabel independen
(Sulaiman,2004:79). Model persamaan regresi
linier berganda yang dimaksud adalah sebagai
berikut:

Y = +
1
X
1
+
2
X
2
+
3
X
3
+
4
X
4
+
5
X
5
+e
(Priyatno,2010:61)

=Harga Saham
=Konstanta
=Koefisien regresi
=Current Ratio (CR)
=Debt Equity Ratio (DER)
=Return On Assets (ROA)
=Return On Equity (ROE)
=Earning Per Share (EPS)
e = Koefisien error
Untuk menghasilkan suatu model per-samaan
yang baik, maka hasil analisis re-gresi
memerlukan pengujian asumsi klasik.
Pengujian dengan asumsi klasik dapat dila-
kukan dengan melakukan uji sebagai beri-kut:
a. Uji Normalitas
Uji ini digunakan untuk mengetahui
apakah populasi data berdistribusi nor-mal
atau tidak. J ika data berdistri nor-mal,
maka analisis dapat menggunakan metode
parametrik. Namun, jika data tidak
berdistribusi normal maka dapat
menggunakan metode nonparametrik.
Dalam uji ini akan digunakan uji One-
Sample Kolmogorov-Smirnov dengan
menggunakan taraf signifikan sebesar 0,05
(Priyatno, 2008:28). J ika nilai sig-nifikan >
0,05, maka data terdistribusi normal.
Namun, jika nilai signifikan 0,05 maka
data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinieritas
Uji ini digunakan untuk mengetahui ada
atau tidaknya hubungan linier antar
variabel independen dalam model re-gresi
(Priyatno, 2008:39). Model regre-si yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi
diantara variabel independen-nya. Uji ini
dapat dideteksi dengan me-lihat nilai VIF
(Variance Inflation Fac-tor). J ika nilai VIF
<5, maka tidak terjadi multikolinieritas.

c. Uji Autokorelasi
Uji ini digunakan untuk mengetahui ada
atau tidaknya korelasi yang terjadi antara
residual pada satu pengamatan dengan
pengamatan lain pada model regresi.
Prasyarat yang harus terpenuhi adalah tidak
adanya autokorelasi pada model regresi
(Priyatno, 2008:47). Me-tode pengujian
yang sering digunakan adalah dengan uji
Durbin-Watson (DW) dengan ketentuan
adalah jika d terletak diantara du dan 4-du,
maka Ho diterima berarti tidak terjadi
autokore-lasi.

d. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini digunakan untuk mengetahui ada
atau tidaknya ketidaksamaan varian dari
residual pada model regresi (Priyatno,
2008:42). Prasyarat yang ha-rus terpenuhi
dalam uji ini adalah tidak adanya masalah
heteroskedastisitas. Pada penelitian ini uji
heteroskedas-tisitas yang digunakan adalah
uji Glejser. Uji Gejser dapat dilakukan
dengan meregresikan variabel indepen-den
terhadap nilai absolut. Apabila pro-
babilitas signifikan variabel indepen-den di
atas tingkat kepercayaan 5% ma-ka tidak
terjadi heteroskedastisitas (Gujarati,
2007:93).

e. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini
dapat dilakukan dengan mengguna-kan alat
analisa statistik berupa uji t, uji F, dan
koefisien determinasi. Uji t di-gunakan
untuk mengetahui apakah da-lam model
regresi variabel independen secara parsial
berpengaruh signifikan terhadap variabel
dependen. Hasil uji t dapat dilihat pada
output Coeffients dari hasil analisis regresi
linier ber-ganda. Uji F digunakan untuk
menge-tahui apakah variabel independen
se-cara bersamaan berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen. Hasil uji F
dapat dilihat pada output ANOVA dari
hasil analisis regresi linier berganda.
Pengambilan keputusan pada uji t dan uji F
dapat dilakukan dengan melihat nilai
signifikannya pada taraf keperca-yaan 0,05.
J ika nilai signifikan 0,05 maka variabel
independen tidak ber-pengaruh signifikan
terhadap variabel dependen, sedangkan jika
nilai signifi-kan < 0,05 maka variabel
independen berpengaruh signifikan
terhadap varia-bel dependen. Uji koefisien
determinasi digunakan untuk mengetahui
presenta-se sumbangan pengaruh variabel
inde-penden secara serentak terhadap
varia-bel dependen. Koefisien ini
menunjuk-kan seberapa besar presentase
variasi variabel independen yang
digunakan dalam model mampu
menjelaskan va-riasi variabel dependen
(Priyatno, 2008:79).

IV HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN

a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menge-
tahui apakah data berdistribusi normal atau
tidak. Uji normalitas yang digunakan ada-
lah ujii One-Sample Kolmogorov Smirnov.
Hasil uji normalitas One-Sample Kolmo-
gorov Smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.8
Berdasarkan Tabel 4.8 menunjukkan
bahwa data tidak terdistribusi normal.
Tabel 4.8
Uji Normalitas Data
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
162
-9.97532E-06
16961.25586
.307
.307
-.296
3.903
.000
N
Mean
Std. Deviation
Normal Parameters
a,b
Absolute
Positive
Negative
Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz
ed Residual
Test distribution is Normal.
a.
Calculated from data.
b.

Dari tabel output diatas terlihat bahwa nilai
signifikansi(Sig.) =0,000 < 0,05(=5%)
sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho
ditolak. Artinya residual tidak berdistribusi
normal, sehingga data perlu di transformasi
kedalam bentuk lain seperti bentuk Natural
atau LN.

Tabel 4.9
Uji Normalitas Data

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
162
4.426657E-10
1.5445001
.044
.044
-.033
.563
.909
N
Mean
Std. Deviation
Normal Parameters
a,b
Absolute
Positive
Negative
Most Extreme
Differences
Kolmogorov-Smirnov Z
Asymp. Sig. (2-tailed)
Unstandardiz
ed Residual
Test distribution is Normal.
a.
Calculated from data.
b.

Sumber : Data diolah

Dari tabel output diatas terlihat bahwa nilai
signifikansi(Sig.) =0,909 > 0,05(=5%)
sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho
diterima. Artinya residual berdistribusi normal,
sehingga data sudah memenuhi asumsi
normalitas dan bisa dianalisis lebih lanjut
dengan menggunakan analisis regresi.
b. Uji Heteroskedastisitas
Berikut ini adalah hasil pengujian
heterokedastisitas dengan menggunakan
metode grafik, dapat dilihat pada Gambar
sebagai berikut :

Scatterplot
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y)
RegressionStudentized Residual
3 2 1 0 -1 -2 -3
R
e
g
r
e
s
s
i
o
n

S
t
a
n
d
a
r
d
i
z
e
d

P
r
e
d
i
c
t
e
d

V
a
l
u
e
3
2
1
0
-1
-2
-3

Grafikk 4.2
Uji Heteroskedastisitas
Pada hasil pengolahan data dengan SPSS, jelas
terlihat bahwa pola penyebaran titik-titik di atas
dan di bawah 0 pada sumbu Y tidak
membentuk pola tertentu (bergelombang,
melebar, kemudian menyempit), maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terjadi
heterokedastisitas
c. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas digunakan untuk
mengetahui ada atau tidaknya hubungan linear
antar variabel independen dalam model regresi.
(Priyatno, 2010:81). Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi diantara
variabel idependenya. Uji multikoliearitas
dengan SPSS dilakukan dengan uji regresi,
dapat dideteksi dengan nilai patokan VIF
(Variance Inflation Factor). Menurut Santoso
(2001) dalam terjemahan (Priyatno, 2010:81),
pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5,
maka variabel tersebut mempunyai persoalan
multikolinieritas dengan variabel bebas. Berikut
ini merupakan tabel hasil dari uji
multikolinieritas :
Tabel 4.10
Uji Multikolinearitas
Coefficients
a
.470 2.126
.389 2.570
.314 3.183
.397 2.518
.619 1.616
CR (x1)
DER (x2)
ROA (x3)
ROE (x4)
EPS (x5)
Model
1
Tolerance VIF
Collinearity Statistics
Dependent Variable: Harga Saham (y)
a.

Sumber : Data diolah
Dari hasil pengolan data pada tabel menunjukan
tidak ada variabel bebas (CR, DER, ROA, ROE
dan EPS) yang memiliki nilai VIF lebih kecil
dari 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak
ada multikolinearitas antara variabel bebas
dalam model regresi, sehingga model regresi
layak dipakai untuk melihat pengaruh CR,
DER, ROA, ROE dan EPS terhadap Harga
saham (Y)

d. Uji Autokorelasi
Ada beberapa cara yang dapat
digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya
autokorelasi salah satunya adalah metode
Durbin-Watson. Perlu dicatat bahwa uji
Durbin-Watson ini hanya digunakan untuk
autokorelasi tingkat satu (first order
autocorrelation) dan mensaratkan adanya
intercept dalam model regresi dan tidak ada
variabel lag diantara variabel independen.
Hipotesis yang diuji adalah :
Ho : =0 (Bebas autokorelasi)
Ho : 0 (Ada autokorelasi)

Tabel 4.11
Uji Autokorelasi
Model Summary
b
.595
a
.354 .333 1.5691 2.071
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), LN_EPS (x5), LN_CR (x1), LN_ROE (x4),
LN_DER (x2), LN_ROA (x3)
a.
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y)
b.

Pada tabel diatas nilai d
hitung
atau Durbin-
Watson adalah 2,071 berada diantara du=1,807
dan 4-du=2,193 sehingga dapat disimpulkan
bahwa Ho diterima. Artinya tidak ada
autokorelasi atau dengan kata lain gangguan
estimasi suatu observasi tidak berkorelasi
secara serius dengan gangguan estimasi dari
observasi yang lain.



Analisis Regresi Berganda
Tabel 4.12
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
Coefficients
a
5.120 .301 17.022 .000
.100 .269 .035 .371 .711
.268 .207 .133 1.292 .198
.802 .183 .504 4.386 .000
-.105 .138 -.078 -.763 .447
.160 .050 .261 3.189 .002
(Constant)
LN_CR (x1)
LN_DER (x2)
LN_ROA (x3)
LN_ROE (x4)
LN_EPS (x5)
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardized
Coefficients
t Sig.
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y)
a.


Berdasarkan nilai koefisien regresi pada tabel di
atas, maka dapat disusun persamaan regresi
sebagai berikut:
Harga saham (Y) =5.120+0,100(LN_CR) +
0,268 (LN_DER) +0,802 (LN_ROA) - 0,105
(LN_ROE) +0,160 (LN_EPS) + e

Uji Simultan
Uji F, yaitu suatu uji untuk mengetahui
pengaruh antara variabel-variabel bebas secara
bersama-sama (simultan) terhadap variabel
terikat. Apabila hasil perhitungan F hitung <F
tabel maka Ho diterima sehingga dapat
dikatakan bahwa variabel dari model regresi
tidak mampu menjelaskan variabel terikat atau
tidak memeliki pengaruh yang signifikan.
Sebaliknya jika F hitung >F tabel maka Ho
ditolak, dengan demikian dapat dikatakan
bahwa variabel bebas dari model regresi linier
berganda mampu menjelaskan variabel terikat
atau berpengaruh secara signifikan
(Priyatno,2010:67)

Tabel 4.13
Uji Simultan /Uji F

ANOVA
b
210.093 5 42.019 17.067 .000
a
384.062 156 2.462
594.155 161
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), LN_EPS (x5), LN_CR (x1), LN_ROE (x4), LN_DER (x2),
LN_ROA (x3)
a.
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y)
b.


Dari hasil perhitungan analisis regresi dapat
diketahui bahwa secara bersama-sama variabel
independen berpengaruh terhadap variabel
dependen. Hal ini dibuktikan dari hasil nilai
signifikan sebesar 0,000 yang berarti nilai
signifikannya lebih kecil dari taraf yang
ditentukan, yaitu sebesar 0,050. Begitu juga
dengan nilai F
hitung
diperoleh sebesar 17,067.
Pada tingkat keyakinan 95%, = 5%, df1
(jumlah variable-1) =5, dan df2 (N-k-1) atau
162-5-1 =156 diperoleh F tabel sebesar 2,27.
Karena nilai F
hitung
> F
tabel
(17.067 > 2,27).
Konsekuensinya adalah Ho ditolak. Dengan
demikian terbukti Current Ratio (X
1
), Debt
Equity Ratio (X
2
), Return On Assets (X
3
),
Return On Equity (X4) dan Earning Per Share
(X5) secara bersama-sama mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap Harga
saham (Y).

Uji Parsial
Tabel 4.14
Uji Parsial / Uji t

Coeffi ci ents
a
5.120 .301 17.022 .000
.100 .269 .035 .371 .711
.268 .207 .133 1.292 .198
.802 .183 .504 4.386 .000
-.105 .138 -.078 -.763 .447
.160 .050 .261 3.189 .002
(Constant)
LN_CR (x1)
LN_DER (x2)
LN_ROA (x3)
LN_ROE (x4)
LN_EPS (x5)
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardized
Coefficients
t Sig.
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y) a.


Return On Assets (ROA) secara parsial
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham, dengan menggunakan taraf
signifikan sebesar = 0,05 / 2 (uji dua sisi) dan
derajat kebebasan (df) n-k-1 =156, bahwa t
hitung diketahui (4.386) >t tabel (1.975) maka
hipotesis nol (H0) ditolak. Sebagaimana
ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar
0.000 <0.05 setelah dilakukan uji t, Variabel
ROA memiliki koefisien regresi bernilai positif
sebesar 0.802 artinya apabila terjadi kenaikan
variabel ROA sebesar 1 % akan menaikkan
harga saham sebesar 0.802 atau 80.2%. Sesuai
dengan teori bahwa perusahaan semakin efektif
dalam memanfaatkan aktiva untuk
menghasilkan laba bersih setelah pajak, yang
juga dapat diartikan bahwa kinerja perusahaan
semakin efektif.
Earning Per Share (EPS) secara parsial
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
harga saham, dengan menggunakan taraf
signifikan sebesar = 0,05 / 2 (uji dua sisi) dan
derajat kebebasan (df) n-k-1 =156, bahwa t
hitung diketahui (3.189) >t tabel (1.975) maka
hipotesis nol (H0) ditolak. Sebagaimana
ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar
0.002 <0.05 setelah dilakukan uji t, variabel
EPS memiliki koefisien regresi bertanda positif
sebesar 0.160, artinya apabila terjadi perubahan
variabel EPS sebesar 1% akan menaikkan HS
sebesar 0.160 atau 16%.
Koefisien Determinasi (R
2
)
Koefisien Determinasi, yaitu digunakan untuk
melihat seberapa besar proporsi (prosentase)
dari keragaman Y yang diterangkan oleh model
regresi atau untuk mengukur besar sumbangan
dari variabel bebas terhadap keragaman
variabel terikat (Y). Koefisien determinasi
menunjukan prosentase variasi nilai variabel
bebas yang dapat dijelaskan oleh persamaan
regresi yang dihasilkan. Nilai ini juga dapat
digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh
model yang terbentuk dapat menerangkan
kondisi yang sebenarnya. Koefisien
Determinasi (R
2
) diartikan juga sebagai ukuran
ketepatan atau kecocokan garis regresi yang
diperoleh dari hasil pendugaan terhadap data
hasil penelitian.
Tabel 4.15
Model Summary
b
.595
a
.354 .333 1.5691 2.071
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Durbin-W
atson
Predictors: (Constant), LN_EPS (x5), LN_CR (x1), LN_ROE (x4),
LN_DER (x2), LN_ROA (x3)
a.
Dependent Variable: LN_Harga Saham (y)
b.


Dari tabel di ketahui besarnya nilai koefisien
determinasi atau R
2
sebesar 0,354, artinya
bahwa variabel Harga saham (Y) dapat
dipengaruhi oleh Current Ratio (X
1
), Debt
Equity Ratio (X
2
), Return On Assets (X
3
),
Return On Equity (X4) dan Earning Per Share
(X5). sebesar 35,4% , sedangkan sisanya 64,6%
merupakan konstribusi variabel independen lain
yang tidak masuk dalam penelitian ini.


V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan yang telah dikemukakan pada bab
empat terhadap 54 sampel perusahaan
manufaktur selama tahun 2008, 2009, 2010
maka terdapat beberapa hal yang dapat
disimpulkan berkaitan dengan pengaruh
Current Ratio, Debt Equity Ratio, Return On
Assets, Return On Equity dan Earning Per
Share terhadap harga saham baik secara
simultan maupun secara parsial pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia.
1. Secara simultan, lima rasio keuangan
yaitu pengaruh Current Ratio, Debt
Equity Ratio, Return On Assets, Return
On Equity dan Earning Per Share
mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap harga saham. Hal ini
dibuktikan dengan nilai F
hitung
diperoleh
sebesar 17,067. Pada tingkat keyakinan
95%, = 5%, df1 (jumlah variable-1) =
5, dan df2 (N-k-1) atau 162-5-1 =156
diperoleh F tabel sebesar 2,27. Karena
nilai F
hitung
> F
tabel
(17.067 > 2,27).
Konsekuensinya adalah Ho ditolak.
Hasil ini menunjukkan bahwa
penggunaan rasio keuangan sebagai alat
analisis keuangan dapat digunakan
untuk mengukur kinerja perusahaan
berdasarkan harga saham yang dicapai
dalam pengambilan keputusan ekonomi
khususnya pada perusahaan manufaktur

2. Secara parsial Return On Assets dan
Earning Per Share mempunyai
pengaruh signifikan terhadap harga
saham pada taraf signifikan yang
ditentukan sebesar 0,050 terlihat bahwa
variable ROA (Return On Assets)
dengan nilai signifikan sebesar 0,000
(H0 ditolak) dan EPS (Earning Per
Share) dengan nilai signifikan sebesar
0,002 (H0 ditolak) yang signifikan
berpengaruh terhadap harga saham. Dan
yang paling besar pengaruhnya adalah
variabel ROA karena nilai koefisiennya
lebih besar dibandingkan variabel
lainnya yaitu sebesar 0,802. Dari
pengaruh yang baik ini dapat diketahui
bahwa manajemen perusahaan dapat
menggunakan asset perusahaan dengan
baik, peningkatan sales yang lebih besar
dari peningkatan biaya, dan
meningkatnya return yang akan
diterima investor. Pengaruh ini dapat
meningkatkan harga saham dipasaran
dan menarik investor untuk
menginvestasikan modalnya di
perusahaan tersebut. Hasil yang
dilakukan oleh Peneliti sama dengan
hasil yang dilakukan oleh peneliti (Alan
Andy Kusuma, 2008), meskipun hanya
EPS yang berpengaruh terhadap harga
saham , sedangkan ROA, dan ROE
tidak berpengaruh terhadap harga
saham.

3. Di ketahui besarnya nilai koefisien
determinasi atau R
2
sebesar 0,354,
artinya bahwa variabel Harga saham
(Y) dapat dipengaruhi oleh Current
Ratio (X
1
), Debt Equity Ratio (X
2
),
Return On Assets (X
3
), Return On
Equity (X4) dan Earning Per Share
(X5). sebesar 35,4% , sedangkan
sisanya 64,6% merupakan konstribusi
variabel independen lain yang tidak
masuk dalam penelitian ini.


5.2 Saran

Saran yang disampaikan penulis melalui
skripsi ini adalah :
1. Pada skripsi ini, perusahaan
yang diambil untuk dijadikan
sampel hanya 54 perusahaan
yang bergerak dalm bidang
manufaktur sektor Basic
Industry and Chemical,
Miscellaneous Industry, dan
Consumer Goods Industry, yang
terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Untuk penelitian
berikutnya agar penulis
memperbesar sampel penelitian
dan tidak hanya terbatas pada
perusaahn sektor Basic Industry
and Chemical, Miscellaneous
Industry, dan Consumer Goods
Industry yang go public tetapi
mengambil perusahaan yang
berbeda jenis, yaitu jasa atau
bidang industri lain.

2. Diharapkan penelitian ini dapat
dijadikan sebagai alat bantu bagi
investor atau masyarakat yang
ingin menginvestasikan dananya
di pasar modal dengan melihat
rasio keuangan (CR, DER,
ROA, ROE dan EPS) terhadap
harga saham perusahaan.
3. Bagi penelitian berikutnya
diharapkan menambah rasio
keuangan lainnya sebagai
variabel independen, karena
sangat dimungkinkan rasio
keuangan lain yang tidak
dimasukkan penelitian ini
berpengaruh terhadap perubahan
harga saham.

DAFTAR PUSTAKA
Alhusin, Syahri. 2003. Aplikasi Statistik Praktis
dengan Menggunakan SPSS 10 for Windows,
Edisi Kedua, Yogyakarta : Graha Ilmu.
Darmaji, T, dan Fakhruddin, M, H. 2001. Pasar
Modal Indonesia Pendekatan Tanya J awab.
Jakarta : Salemba Empat.
Dasrul, Yuli Widia. 2009. Pengaruh Kinerja
Keuangan Terhadap Harga Saham Industri
Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI. Padang
: Universitas Andalas.
Fatimah, Siti. 2009. Analisis Faktor
Fundamental Terhadap Harga Saham Pada
Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar
dan Kimia di Bursa Efek Indonesia, Depok :
Universitas Gunadarma.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis
Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang:Badan Penerbit Universitas
Diponegoro.
Gujarati, Damodar N. 2008. Dasar-Dasar
Ekonometrika. Jakarta:Erlangga.
Hampton, John J. 1995. Financial Statement
Analysis. Second Edition. New Jersey :
Prentice-Hall International, Inc.
Harahap, Sofyan Syafri. 2004. Analisis Kritis
Atas Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada.
Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Analisis Kritis
Atas Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada.
James C, van Horne. 1997. Prinsip-prinsip
Manajemen Keuangan, Edisi Kesembilan.
Jakarta : Salemba Empat.
Kasmir, SE., MM. 2010. Pengantar
Manajemen Keuangan. Jakarta : Prenada Media
Group.
Kusuma , Alan Andy. 2008. Pengaruh Rasio
Keuangan Terhadap Harga SahamPerusahaan
(Studi Kasus Pada Sektor Pertambangan dan
Sektor Kimia), Depok : Universitas Gunadarma.
Loen, Boy dan Sonny Ericson. 2008.
Manajemen Aktiva Passiva-Bank-Devisa.
Jakarta : PT. Grasindo.
Miswanto, Eko Widodo.1998. Manajemen
Keuangan 2. Jakarta : Universitas Gunadarma.
Prastowo D, Dwi., dan Juliaty, Rifka. 2008.
Analisis Laporan Keuangan Konsep dan
Aplikasi. Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Priyatno, Dwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS.
Yogyakarta : Mediakom.
Purwanta, Wiji dan Hendy Fakhruddin. 2006.
Mengenal Pasar Modal. Jakarta : Salemba
Empat.
Putri, J ayanti Hartono. 2008. Analisis Pengaruh
EPS, PER, ROE, dan DER Terhadap Harga
Saham Pada Perusahaan Industri Barang
Konsumsi Yang Go Public Di Indonesia
Tahun 2003 2007. Depok : Universitas
Gunadarma.
Raharjaputra, Hendra S. 2009. Manajemen
Keuangan dan Akuntansi. Jakarta : Salemba
Empat.
Santoso, Singgih. 2000. Statistik Parameter.
Jakarta:Elex Media Komputindo.
Sartono, Agus R. 2001. Manajemen Keuangan
dan Aplikasi. Yogyakarta : PT. BPFE.
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga
Keuangan. Jakarta :Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia.
Sulaiman, Wahid. 2004. Analisis Regresi
Menggunakan SPSS Contoh Kasus dan
Pemecahannya. Yogyakarta: ANDI.
Trisnaeni, Dyah Kumala.2007. Pengaruh
Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham
Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di
BEJ . Yogyakarta : Universitas Islam
Yogyakarta.
Van Horne, James C dan John M. Wachowicz,
JR. 2005. Fundamental of Financial
Management Prinsip-prinsip Manajemen
Keuangan Buku 1 dan 2 edisi 12. J akarta :
Salemba Empat.
Weston, J.F dan Brigham. 1994. Dasar
Manajemen Keuangan. Jakarta : Erlangga.
Wira, Desmond. 2009. J urus Cuan Investasi
Saham. Jakarta : Exceed.
www.adts.co.id
www.bapepam.go.id
www.idx.co.id
www.jsx.co.id
www.wikipedia.com
www.Yahoofinance.com

Anda mungkin juga menyukai