Keragaman Suku Bangsa dan Budaya 

Keanekaragaman Suku Bangsa di Indonesia Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen.

Bangsa kita mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat (tradisi). Semua itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian dan tarian daerah, alat musik, dan makanan khas. Tentu, kawanmu ada yang berasal dari suku yang sama denganmu. Ada pula yang berbeda suku denganmu. Mengapa kita mempunyai suku bangsa yang beraneka ragam? Pada awalnya nenek moyang kita berasal dari kelompok suku yang berbeda. Kelompok-kelompok tersebut adalah kelompok Austro-Melanesoid. Persebarannya dari Australia – Irian – Kai – Seram – Sulawesi – Timor – Sumatra Utara – Aceh – Kedah – Pahang – Malaysia. Kelompok yang lain adalah kelompok Mongoloid. Persebarannya melalui dua rute. Rute pertama, Jepang – Taiwan – Filipina – Sangir – Sulawesi. Rute kedua, Asia Tenggara – Sulawesi Utara – Halmahera – Maluku Selatan.
Nama-nama suku bangsa di Indonesia.

1 2 3 4. 5. 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Aceh Sumatra Utara Sumatra Barat Riau Jambi Sumatra Selatan Bengkulu Lampung Kepulauan Riau Bangka Belitung Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Selatan Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Selatan Sulawesi Barat Maluku

Suku Bangsa Gayo, Alas, Tamiang, Singkil Batak, Nias, Melayu, Toba, Karo, Simalungun Mentawai, Minangkabau, Tanjung Kato, Panyali, Caniago, Sikumbang, Gusci Melayu, Sakai, Talang Mamak, Bunoi Melayu, Kubu, Kerinci, Batin, Bajau Palembang, Komering, Ogan, Pasemah, Rawas, Rejang, Ranau, Kubu Rejang Lebong, Enggano, Serawi, Pasemah Pubian, Tulang Bawang, Semendo, pasemah, Abung Melayu, Siak, Sakai Melayu, Tionghoa Melayu, Dayak, Punau, Ngaju, Mbaluh Dayak, Ngaju, Kapuas Dayak, Kutai, Kayan, Punan, Bugis, Murut Melayu, Banjar, Dayak, Balangan Minahasa, Bolaang Mongondow, Sangir Talaud Gorontalo Kaili, Tomini, Kulawi, Pamona, Balatar, Dampelas Tolaki, Buton, Muna, Wolio, Bugis Bugis, Makassar, Toraja, Mandar Mandar, Bugis, Mamasa, mamuju Ambon, Kei, Tanimbar, Seram, Alifuru, Buru

22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

Maluku Utara Banten Banten Jawa Barat DKI Jakarta Jawa Tengah Jawa Timur DI Jogjakarta Bali NTB NTT Irian Jaya Barat Papua

Ternate, Togite, Morotai, Loda, Halmahera, tidore, Obi Banten, Badui, Sunda. Sunda Betawi Jawa, Karimun, Samin Jawa, Tengger, Osing, Madura Jawa Bali Aga, Bali Majapahit Sasak, Dongo, Sumbawa, Dompu, Bima Sumba, Sabu, Alor, Rote, Flores Asmat, Dani, Sentani Biak, Jakui, Asmat, Dani

Keragaman suku bangsa merupakan sumber kebudayaan nasional. Suku bangsa adalah suatu kelompok masyarakat yang terikat kesatuan budaya, bahasa, dan tempat tinggal. Oleh karena itu, setiap suku bangsa memiliki bahasa yang berbeda. Tradisi dan kebudayaannya juga berbeda. Misalnya, suku Asmat yang tinggal di Irian Barat. Mereka menggunakan bahasa dan budaya Asmat. Suku Asmat berbeda dengan suku Batak. Suku Batak tinggal di Sumatra Utara. Suku Batak memakai bahasa dan budaya Batak. 

Keanekaragaman Budaya di Indonesia Manusia diciptakan Tuhan memiliki perasaan. Oleh karena memiliki rasa,

manusia bisa menciptakan seni dan budaya. Kebudayaan merupakan ciri khas setiap suku. Kebudayaan membedakan suku satu dengan suku lainnya. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda. Tahukah kamu yang dimaksud kebudayaan? Kebudayaan adalah keseluruhan perilaku dan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Semua itu tersusun dalam tata kehidupan masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan terlihat dalam kehidupan sehari-hari tiap suku bangsa. Unsur-unsur tersebut antara lain sebagai berikut. 1. Sistem keagamaan 2. Sistem kemasyarakatan 3. Sistem pengetahuan 4. Sistem bahasa 5. Sistem kesenian 6. Sistem ekonomi

7. Sistem teknologi Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan dibagi menjadi tiga unsur berikut ini. 1. Kebudayaan yang berupa ide, gagasan, dan norma. Contohnya adat, aturan, dan tata krama dalam masyarakat. 2. Kebudayaan yang berupa aktivitas manusia. Contohnya, pola hidup gotong royong dan upacara adat. 3. Kebudayaan yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Misalnya keraton, masjid, candi, senjata, gedung, dan benteng.

Jumlah suku bangsa di Indonesia kurang lebih 300 suku bangsa. Hal ini membuat bangsa kita kaya beraneka budaya. Wujud kebudayaan yang beraneka ragam itu mewakili semua unsur budaya di masyarakat. Misalnya, kepercayaan, bahasa, kesenian, dan teknologi. Kebudayaan daerah sering disebut kebudayaan suku bangsa. Kebudayaan daerah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri. Kebudayaan daerah adalah akar kebudayaan nasional.

Coba sebutkan keanekaragaman budaya suku bangsa yang ada di negara kita? Tentu saja ada berbagai macam. Ada tarian daerah, lagu daerah, dan sebagainya. Tarian daerah merupakan kebudayaan yang dapat kita nikmati di beberapa acara. Tarian biasanya dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk menyambut tamu kehormatan, upacara penikahan, hari besar keagamaan, dan peringatan beberapa acara penting. Contoh tarian daerah adalah Saman, Seudati, dan Pukat (NAD); Manduda, Tortor, dan Serampang Dua Belas (Sumatra Utara); Ngremo dan Reog (Jawa Timur); serta Janger, Pendet, Kecak, dan Legong (Bali).

Kebudayaan daerah yang bisa kita banggakan yaitu lagu daerah. Bangsa kita kaya lagu-lagu daerah. Kita harus mempelajari lagu-lagu daerah. Misalnya: Jamuran dari Jawa Tengah, Tanduk Majeng dari Madura, Injit-injit Semut dari Jambi, Soleram dari Riau, Butet dari Sumatra Utara, dan Angin Mamiri dari Sumatra Selatan.
Nama-nama bahasa daerah

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Provinsi NAD Sumatra Utara Sumatra Barat Bengkulu Riau Banten DKI Jakarta Jawa Barat Jawa Tengah D.I. Jogjakarta Jawa Timur

Bahasa Daerah Aceh, Alas, Gayo Batak, Nias, Melayu Minang Kabau, Mandailing, Mentawai, Melayu, Kerinci, Muko-Muko, Rejang, Seraway, Enggano Melayu, Sakai, Talang, Mamak, Bunai, Kubu Sunda, Betawi Betawi, Jawa, Sunda Sunda, Jawa, Betawi Jawa Jawa Jawa, Madura

Budaya daerah juga tercermin dalam keanekaragaman bahasa daerah. Setiap daerah memiliki bahasa daerah yang berbeda Keragaman lain dalam kebudayaan bangsa kita yaitu bangunan rumah adat. Setiap daerah mempunyai bentuk bangunan rumah yang berbeda. Pernahkah kamu mengamati bangunan rumah di sekitar rumahmu. Berbeda-beda bukan? Bentuk rumah sekarang memang beraneka ragam. Bahkan, model maupun warnanya. Semua terlihat cantik dan indah. Namun, rumah adat juga tidak kalah indahnya. Misalnya, gadang di Sumatra Barat, panggung di Jambi, joglo di Jawa Tengah, nuwo sesat di Lampung, dan kasepuhan di Jawa Barat.

Menyikapi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Keanekaragaman suku bangsa dan budaya merupakan modal pembangunan

bangsa. Persatuan dan kesatuan harus selalu kita tegakkan di bumi Indonesia. Masih ingat semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Walaupun berbeda-beda bangsa Indonesia tetap satu juga. Semboyan tersebut jangan hanya menjadi hiasan belaka. Kamu harus mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara yang bisa kamu lakukan adalah bangga menjadi bagian bangsa Indonesia. Kamu harus bangga terhadap budaya daerahmu. Caranya, harus saling menghormati dan menghargai sesama suku bangsa. Jangan merasa sombong dan tinggi hati terhadap suku bangsa lain. Nah, sebagai tindak lanjutnya kamu harus berusaha melestarikan warisan budaya dan adat istiadat daerahmu. Sudahkah kamu mengenal peninggalan budaya di daerahmu? Apa saja bentuk warisan budaya yang ada di daerahmu? Peninggalan budaya merupakan warisan nenek moyang. Kita harus tetap menjaganya dengan baik. Peninggalan budaya itu harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk melestarikan budaya bangsa. Misalnya mempelajari tari daerah. Kamu bisa menampilkannya pada saat pentas perpisahan sekolah.

Sumber : BSE (buku sekolah elektronik)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful