Anda di halaman 1dari 6

DISTANCE MEASURING EQUIPMENT ( DME )

Merk Type Tahun Negara

: AMS : 1118 DME : 2005 : Amerika

Pendahuluan DME adalah alat bantu Navigasi sebagai pelengkap dari alat Navigasi VOR untuk mengukur jarak pesawat ke ground station.

Bagian PokokDME

Bagian-bagian pokok dari DME terdiri dari : 1. Antena Fungsi antena untuk memancarkan dan menerima RF signal. Antena DME terdiri dari susunan 10 DISCONE antena yang membujur ke atas pada centre metal dan ditutup dengan bahan fiber glass. Discone antena ini sebagai pusat radiasinya gelombang radio dan discone antena mempunyai width band impdansi matching yang sangat baik. Dari 10 discone antena dibagi menjadi 5 group pair. Pada puncak antena terdapat lampu obstruction (OBSTRUCTION LIGHT) dan di dalam ruangan terdapat heater untuk menjaga ruangan tidak lembab.

RF power yang masuk pada antena melewati unit yang disebut power splitter. RF power splitter masuk pada masing-masing antena pair. Susunan discone yang demikian itu untuk menjaga DEEPNULIS dari pembentukan VERTICAL PATTERN.

2. Diplexer Diplexer bisa kita katakana juga berfungsi sebagai switch yaitu : a).Mengeluyarkan RF pulses dari transmitter ke antena sat transmit. b.)Mengeluarkan signal-signal yang diterima kebagian receiver.

3. Receiver Fungsi receiver adalah untuk mendeteksi dan mengaplify pulsa pair dari air bar untuk introgation. Bagian-bagian receiver terdiri dari : a. Part of Diplexer Mixer b. Pre Amplifier 1. IF Filter 2. IF Amplifier Interogration pulses dari pesawat diterima oleh antena dan dilewatkan kerectifier (RX Filter ada di unit diplexer) ke Mixer. Di mixer, frequency interogration akan dirubah menjadi IF 63 MHz. Pre Amplifier akan menguatkan IF frequency. Kemudian IF frequency dilewatkan ke IF Filter dan diteruskan ke IF A mplifier. Output dari IF Amplifier ini sudah berupa video yang selanjutnya akan diproses pada unit processor. 1. Signal Processor Interogator, Signal processor berfungsi adalah antara lai: a. Mengecek lebar pulsa video. b. Mengecek jarak antara pulsa. c. Set sistem delay 50 micro second (RX filter ada di unit diplexer) Di ke mixer.

mixer, frequency interogration akan diubah menjadi IF 63 Mhz. Pre

Amprefier akan menguatkan ke IF frequency, kemudian IF frequency dilewatkan

ke IF Filter dan diteruskan ke If Amplifier. Ouput dari IF Amplifier ini sudah berupa video yang selanjutnya diproses pada unit processor. 2. Signal Processor Replay Signal processor berfungsi adalah antara lain : 1. Mengecek lebar pulsa video 2. Mengecek jarak antara pulsa. 3. Set sistem delay 50 micro second (mode X : 32 to 52 micro second 52 micro second). 4. Membangkitkan squitter pulses pair 2.700, 2.700 p-p per second a.Mensupply pulses pair ke modulator. b.Set jarak repleid pulses. c.Membangkitkan tone 1.350 Hz/sec sebagai code ident. mode Y : 48 to

Bagian-bagian dari signal processor : *Time and wide discone monitor. *Replay delay dan AGR. *Replay generator. *Code generator. *Squitter generator. Transmitter Fungsi transmitter adalah memancarkan pulsa pair Replay sebagai jawaban terhadap interogration pulses pair yang berasal dari pesawat Bagian-bagian dari transmitter antara lain : a. Modulator Modulator akan menghasilkan dua output yang berupa pulsa yang akan digunakan sebagai Drive pada Drive dan Buffer pada TX Cafities. b. RF Exciter RF exiter berfungsi untuk membangkitkan frequency pancar dari DME. c. TX Capacities TX cavities berfungsi untuk mengaplify RF pulsa yang akan dipancarkan (2 KW ) TX Cavities terdiri dari :

1. Driver 2. Buffer 3. Power Amplifier

Signal Pulse DME Tiga macam signal pulse yang terpancar dari ground DME : 1. Replied Pulses Pulsa atau signal yang dipancarkan ground station DME sebagai jawaban dari introgation signal dari pesawat. Sistem replied pulses yang akan dipancarkan mengalami delay 50 micro second, untuk prosesing tidak mungkin saat interrogation signal datang langsung ada jawaban repleid signal. 2. Squitter Pulses Squitter pulsese adalah pulses pair yang tidak beraturan (Random pulses) yang dibangkitkan oleh DME sendiri sebesar 2700 p-p squitter pulses ini akan selalu dipancarkan oleh ground DME baik pada saat ada introgation pulses maupun tidak ada interogation pulses. Jika ada interrogation pulses, maka DME akan memancarkan replay dan squitter pulses. Interrogation pulses dan replaid pulses merupakan pulsa dengan jarak yang sama di sebut SYNCHRONISED pulses sedangkan squitter pulses jaraknya tidak sama disebut UNSYNCHRONISED pulses. 3. Identification Pulses Identifikation pulses adalah audio tone sebesar 1350 c/s yang dipancarkan dalam bentuk kode morse. Contoh : code identification DME Bandara Ngurah Rai Bali adalah BLI . Code identification untuk DVOR dan DME terdiri dari 3 huruf, bila dipasang bersamasama maka code identification untuk DME dikontrol dari DVOR, tetapi bila DME dipasang berdiri sendiri maka code identificationnya berasal dari DME itu sendiri. Waktu pancar code ident antara DVOR dan DME adalah : 3 x DVOR memancarkan identnya 1 x DME memancarkan identnya Didalam sistem DME, saat dipancarkannya ident dan saat dipancarkannya replied dan squitter tidak bersamaan tapi saling bergantian. Ident untuk DME dipancarkan tidak seperti pada

ident DVOR yaitu dimodulasikan secara AM. Ident DME dipancarkan dalam bentuk pulsa pair, yaitu dengan merubah tone frekuensi 1350 c/s menjadi bentuk pulsa. 1.350 c/s = 1 cycle =
1350cycle second 10 6

1 X 10 6 s 1350

= 740 s

Setiap1 cycle dibentuk menjadi dua buah pulsa pair, sehingga untuk 1350 c/s terjadi pulsa pair sebanyak 2700 p-p. Pulsa pair dibentuk dari tone 1350 c/s yang dipancarkan oleh DME sebagai identification code pulsa, huruf morsenya dalam bentuk code berupa Dash (lamanya waktu = 3 x 117 ms) dan Dot (lamanya waktu = 117 ms). Garis antara Dash dan Dot = 117 ms dan jarak antara huruf 3 x 117 ms.

TDME DME/P Precision System atau yang dikenal dengan sebutan T. DME adalah bentuk pengembangan dari convensional DME ( DME/N ). System ini berkembang setelah dikenalnya system Microwave Landing System (MLS). Pada penggunaannya TDME biasanya digunakan sebagai pengganti dari marker beacon atau digunakan pada kondisi final approach yang presisi dengan medan yang tidak memungkinkan, contohnya runway didaerah pantai. Adapun kelebihan TDME adalah : 1. memberikan data yang lebih presisi dibanding DME/N khususnya pada signal bounce pada multiple paths, 2. membuat perbandingan dengan conventional DME, dengan menggunakan channel mode baru dapat dihubungkan penggunaannya dengan 200 mls channel pada band-c. Secara system TDME mempunyai beberapa perbedaan dengan conventional yaitu : 1. pulse shape : gausian shape ( signal pada DME ) bisa terdistorsi pada bouncing dari multiple path. 2. double mode operation : yaitu dengan system porasi initial approach ( IA ) atau final approach ( FA ). 3. channel : pada conventional DME terdapat channel x dan y. Disamping 2 channel tersebut rentang band frekuensi DME ( 960 1215 ) juga terdapat channel w dan z dengan pulsa reply dan integrator yang berbeda. Namun walaupun dengan rentang

band yang sama, tidak semua channel x dan y yang dapat digunakan untuk channel T DME. - w channel : Interrogator pulse IAM : 24 microsecon FAM : 30 microsekon Reply pulse 24 microsekon Interrogaror pulse IAM : 21 microsekon FAM : 27 microsekon Reply pulse 15 microsekon. 4. System measuring error : system error pada dasarnya diperuntukkan pada pesawat bila sedang dalam kendali autopilot. PFE ( Path Following Error ) menyebabkan pesawat bergerak dari ideal flight atau dari pemandu pendaratan. CMN ( Control Motion Noise ) menyebabkan posisi pesawat terhadap ketinggian.

- z channel :