Anda di halaman 1dari 74

HERNIA INGUINALIS LATERALIS REPONIBLE SINISTRA (DIRECT)

Pembimbing: Dr.Yeppy A.N., Sp.B, FINaCS, MM


Oleh: Mira Widiastuti

KETERANGAN UMUM
Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pendidikan Pekerjaan Agama Status Marital Tanggal Pemeriksaan : Tn. H : 72 tahun : Laki-laki : Tonjong RT 2/30,Ciwidey : SD : Pensiunan TNI : Islam : Menikah : 4 September 2012

ANAMNESIS
Pasien datang ke poli bedah RSUD Soreang dengan keluhan benjolan di lipat paha sebelah kiri. Keluhan ini dirasakan pasien sejak 6 bulan SMRS. Pada saat pasien menyadari adanya benjolan di lipat paha kiri, pasien tidak mengeluh apaapa dan tidak merasa terganggu karena benjolan tersebut hilang timbul. Benjolan timbul pada saat pasien sedang beraktivitas dan menghilang seluruhnya ketika pasien sedang berbaring dan tidur. Benjolan tersebut sebesar telur ayam dan masih dapat dimasukkan kembali.

Keluhan tidak disertai dengan nyeri pada benjolan, dan mual muntah. Keluhan tidak disertai kulit kemerahan di atas benjolan, atau panas badan. Riwayat BAB dan BAK lancar. Riwayat tekanan darah tinggi diakui pasien sejak 2 tahun yang lalu. Riwayat batuk batuk lama diakui pasien 3 bulan. Riwayat trauma sebelumnya tidak ada. Riwayat penyakit serupa pada keluarga tidak ada. Pasien belum pernah mengobati keluhannya tersebut. Karena, keluhannya tersebut penderita berobat ke poliklinik bedah RSUD Soreang.

Keadaan Umum
Keadaan Umum Kesadaran Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu Berat Badan Tinggi Badan : Baik : CM : 160/100 mmHg : 88x/menit : 24 x/menit : 36,5 oC : 56 kg : 170 cm

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis


Kepala : Normocephal Mata : Konjungtiva : Tidak anemis Sklera : Tidak ikterik Mulut : Tonsil : T1-T1 Tenang Pharing : Hiperemis (-) Leher : JVP tidak meningkat KGB tidak teraba Thorak : Cor : Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat Palpasi : Iktus kordis teraba Perkusi : Redup, batas jantung normal Auskultasi : BJ I-II reguler, murmur (-), Gallop (-)

Pulmo

:
: Simetris, dalam keadaan statis dan dinamis : Fremitus vokal pada hemitoraks kanan- kiri simetris : Sonor pada kedua hemitoraks : Vesikuler +/+ N, Rhonki -/-, Wheezing -/-

Inspeksi Palpasi teraba Perkusi Auskultasi

Abdomen
Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

:
: Datar : Supel, NT/NK/NL -/-/-, hepar dan lien tidak teraba membesar, Ballotement -/-, Nyeri ketok CVA -/: Timpani di seluruh lapang abdomen : BU normal

Ekstremitas
Atas Bawah

:
: Edema -/-, Sianosis -/: Edema -/-, Sianosis -/-

a/r inguinalis lateralis sinistra - massa sebesar telur ayam, - rubor (-), dolor (-), kalor (-) - Pasien diminta mengedan, test valsava (+) Pasien pro operasi

Status Lokalis

DIAGNOSA BANDING Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra Reponible


DIAGNOSA KERJA Hernia Inguinalis Lateralis Sinistra Reponible USULAN PEMERIKSAAN: Lab: Hb, leukosit, Ht, trombosit, BT, CT, foto Thorax

Rontgen
Kesan: - Tampak kardiomegali

Tampak KP aktif - Suspek tb paru


-

PENATALAKSANAAN
1 2

Operatif : Hernioraphy Langkah-langkah operasi Pasien tidur dalam posisi terlentang Dilakukan aseptik dan antiseptik pada daerah inguinal sinistra dan sekitarnya dengan betadin Setelah anestesi berhasil, dilakukan sayatan tajam pada kutis, sub kutis dan fascia, kantong hernia diidentifikasi tampak satu buah kantong hernia berisi usus Dilakukan pemisahan kantong hernia dengan jaringan sekitarnya sampai batas preperitoneal fat

Dilakukan pengikatan kantong hernia dengan Dexon 2.0 Dilakukan penjahitan m.obliqus abdominus eksternus dgn lig.inguinale memakai benang etilon no. 1 sampai diperkirakan menutupi kantong yg telah dijahit Perdarahan dirawat, fascia dijahit dengan Dexon no.2.0, subkutis dengan chromic 2.0, kulit dengan dapilon no. 2.0 D.O: ditemukan satu buah kantong hernia berisi usus

PROGNOSA
Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : ad bonam

Pembahasan
Pada kasus ini ditegakkan diagnosis hernia inguinalis lateralis sinistra berdasarkan anamnesa didapatkan: Adanya benjolan yang hilang timbul ,benjolan terletak di daerah inguinalis sinistra sebesar telur ayam.benjolan timbul terutama saat aktifitas dan hilang saat berbaring dan ikstirahat

Pada status lokalis didapatkan:


a/r inguinalis lateralis sinistra - massa sebesar telur ayam, - rubor (-), dolor (-), kalor (-) - Pasien diminta mengedan, test valsava (+)

Anatomi

ANATOMI kanalis inguinalis, dan kanalis femoralis. Lapisan dinding abdomen dari luar ke dalam adalah kulit, fasia camper, fasia scarpa, aponeurosis dan otot obligus externus, aponeurosis dan otot obligus internus, fasia transversalis, lemak preperitoneal, dan peritoneum. Kanalis inguinalis Kanalis Inguinalis panjangnya sekitar 1,5 inch (4cm) pada orang dewasa dan terbentuk dari annulus inguinalis internus, suatu lubang pada fascia transversa berjalan turun dan medial sampai annulus inguinalis externus yang merupakan lubang pada aponeurosis m. obliqus abdominis externus.

Kanalis inguinalis terletak sejajar dan tepat di atas ligamentum inguinale. Pada neonatus annulus inguinalis internus hampir tepat posterior terhadap annulus inguinalis externus, sehingga kanalis inguinalis sangat pendek pada usia ini. Kemudian, sebagai akibat pertumbuhan, annulus inguinalis internus bergerak ke lateral. ANULUS INGUINALIS INTERNUS
Merupakan suatu lubang berbentuk oval pada fascia transversalis, terletak sekitar inch (1,3 cm) di atas ligamentum inguinale, pertengahan antara SIAS dan symphisis pubis. Disebelah medial annulus inguinalis internus terdapat av. Epigastrica inferior, yang berjalan ke atas dari av. Iliaca externa. Pinggir annulus merupakan origo fascia spermatica interna(atau pembungkus bagian dalam ligamentum rotundum uteri).

ANULUS INGUINALIS EXTERNUS Merupakan suatu lubang berbentuk segitiga pada aponeurosis m.obliquus abdominis externus dan dasarnya dibentuk oleh crista pubica. Pinggir annulus inguinalis externus, yang disebut juga crura, merupakan origo fascia spermatica externa. DINDING CANALIS INGUINALIS Seluruh panjang dinding anterior canalis inguinalis dibentuk oleh aponeurosis m. obliquus abdominis externus. Dinding anterior ini diperkuat di 1/3 lateral oleh serabut-serabut m. obliquus abdominis internus. Oleh karena itu dinding ini paling kuat, dimana ia terletak berhadapan dengan bagian dinding posterior yang paling lemah, yaitu annulus inguinalis internus.

Seluruh panjang dinding posterior canalis inguinalis dibentuk oleh fascia transversalis. Dinding posterior ini diperkuat di 1/3 medial oleh conjoint tendon, yang merupakan gabungan tendon insertion m.obliqus abdominis internus dan m. transverses abdominis yang melekat pada crista pubica dan linea pectinea. Oleh karena itu, dinding ini paling kuat dimana ia berhadapan dengan bagian dinding anterior yang paling lemah, yaitu annulus inguinalis externus. Dinding inferior dibentuk oleh aponeurosis m.obliquus abdominis externus yang ujung inferiornya melipat, yaitu ligamentum inguinale dan pada ujung medialnya, ligamentum lacunare. Dinding superior dibentuk oleh serabut-serabut terbawah m. obliquus abdominis internus yang melengkung dan m. transverses abdominis.

ISI CANALIS INGUINALIS

1. Funiculus Spermaticus merupakan gabungan struktur-struktur yang melalui canalis inguinalis dan berjalan menuju ke dan dari testis. Funiculus spermaticus diliputi oleh tiga lapisan konsentrik fascia yang berasal dari lapisan-lapisan dinding anterior abdomen. Funiculus spermaticus mulai pada annulus inguinalis internus yang terletak lateral terhadap a. Epigastrica inferior dan berakhir pada testis. Struktur-struktur yang berada di dalam funikulus spermaticus antara lain :
Vas Deferens. Merupakan struktur yang menyerupai tali. Yang dapat diraba antara jari dan ibu jari pada bagian atas scrotum. Vas deferens merupakan saluran dengan dinding otot yang tebal, yang mengangkut spermatozoa dari epididymis ke urethra. Arteria testicularis. Merupakan cabang aorta abdominalis (setinggi vertebra Lumbal II). Arteri ini panjang dan kecil berjalan turun pada dinding posterior abdomen. Arteri ini melalui canalis ingunalis dan memperdarahi testis dan epididymis.

Vena Testicularis. Suatu plexus vena yang luas yang disebut plexus pampiniformis, yang meninggalkan dinding posterior testis. Waktu plexus berjalan naik, ukurannya berkurang sehingga di sekitar annulus inguinalis internusdibentuk suatu vena testicularis. Vena ini berjalan keatas pada dinding posterior abdomen dan mengalirkan darahnya ke v. Renalis kiri pada sisi kiri dank e v. Cava inferior pada sisi kanan. Pembuluh limfe. Pembuluh limfe testis berjalan ke atas melalui canalis inguinalis dan berjalan ke atas melaui dinding posterior abdomen untuk mencapai nodi lymphatici lumbales yang terletak setinggi vertebra lumbalis dan di samping aorta. Arteria cremasterica yang kecil, suatu cabang a. Epigastrica inferior, yang memvaskularisasi fascia cremasterica. Arteria kecil yang menuju ke vasdeferens, suatu cabang a. Vesicalis inferior dan juga terdapat r. Genitalis n. Genitofemorali yang mempersarafi m. Cremaster. 2. Nervus Ilioinguinalis. Berada di bagian atas dari funiculus spermaticus, yang merupakan cabang dari plexus lumbalis dan mempersarafi kulit daerah inguinal dan scrotum atau labium majus.

VASCULARISASI
1. Arteria Epigastrica Inferior Arteria epigastrica inferior merupakan cabang a. Iliaca externa tepat di atas ligamentum inguinale. Ia berjalan ke atas dan medial sepanjang pinggir medial anulus inguinalis internus. Arteri ini menembus fascia transversa untuk masuk ke vagina m. Rectus abdominis. Arteri ini berjalan ke atas di belakang m. Rectus abdominis, memvaskularisasi bagian bawah tengah dinding anterior abdomen dan beranastomosis dengan a. Epigastrica superior. 2. Arteria Circumflexa Ilium Profunda Merupakan cabang dari a. Ilica externa tepat di atas lingamentum inguinale. Arteri ini berjalan ke atas dan lateral menuju SIAS dan kemudian terus turun melanjutkan diri sepanjang crista iliaca. Arteri ini memvaskularisasi bagian lateral bawah dinding abdomen.

Definisi
Hernia adalah suatu penonjolan isi suatu rongga melalui pembukaan yang abnormal atau kelemahannya suatu area dari suatu dinding pada rongga dimana ia terisi secara normal. Bagian-bagian Hernia 1. Kantong hernia 2. Isi hernia: 3. Locus Minoris Resistence (LMR); 4. Cincin hernia 5. Leher hernia

Regio inguinal merupakan batas bawah abdomen dengan fungsi yang terdiri atas lapisan miopaneurotis. Pada dasarnya inguinal dibentuk dari lapisan: 1. Kulit (kutis). 2. Jaringan sub kutis (Campers dan Scarpas) yang berisikan lemak. Fasia ini terbagi dua bagian, superfisial (Camper) dan profundus (Scarpa). Bagian superfisial meluas ke depan dinding abdomen dan turun ke sekitar penis, skrotum, perineum, paha, bokong. Bagian yang profundus meluas dari dinding abdomen ke arah penis (Fasia Buck). 3. Innominate fasia (Gallaudet) : lapisan ini merupakan lapisan superfisial atau lapisan luar dari fasia muskulus obliqus eksternus. Sulit dikenal dan jarang ditemui.

4. Apponeurosis muskulus obliqus eksternus, termasuk ligamentum inguinale (Poupart) merupakan penebalan bagian bawah aponeurosis muskulus obliqus eksternus. Terletak mulai dari SIAS sampai ke ramus superior tulang publis. 5. Spermatik kord pada laki-laki, ligamen rotundum pada wanita. 6. Muskulus transversus abdominis dan aponeurosis muskulus obliqus internus, falx,inguinalis (Henle) dan konjoin tendon. 7. Fasia transversalis dan aponeurosis yang berhubungan dengan ligamentum pectinea (Cooper), iliopubic tract, falx inguinalis dan fasia transversalis. 8. Preperitoneal connective tissue dengan lemak. 9. Peritoneum

Bagian bagian dari hernia :


a. Pintu hernia adalah lapisan l;paisan dinding perut dan panggul. Hernia dinamai berdasarkan dari pintunya b. Kantung hernia adalah peritoneum parietalis, bagiannya adalah kolum, korpus dan basis c. Kanalis inguinalis adalah saluran yang berjalan oblik (miring) dengan panjang 4 cm dan terletak 2-4 cm di atas ligamentum inguinale.

Dinding yang membatasi kanalis inguinalis adalah: Anterior : Dibatasi oleh aponeurosis muskulus obliqus eksternus dan 1/3 lateralnya muskulus obliqus internus. Posterior : Dibentuk oleh aponeurosis muskulus transversus abdominis yang bersatu dengan fasia transversalis dan membentuk dinding posterior dibagian lateral. Bagian medial dibentuk oleh fasia transversa dan konjoin tendon, dinding posterior berkembang dari aponeurosis muskulus transversus abdominis dan fasia transversal.

Superior : Dibentuk oleh serabut tepi bawah muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dan aponeurosis.
Inferior : Dibentuk oleh ligamentum inguinale dan lakunare.

d. Isi kanalis inguinalis pria a. Duktus deferens b. 3 arteri yaitu : 1. Arteri spermatika interna 2. Arteri diferential 3.Arteri spermatika eksterna c. Plexus vena pampiniformis

c. Plexus vena pampiniformis d. 3 nervus: 1. Cabang genital dari nervus genitofemoral 2. Nervus ilioinguinalis 3. Serabut simpatis dari plexus hipogastrik e. 3 lapisan fasia: 1. Fasia spermatika eksterna, lanjutan dari fasia innominate. 2. Lapisan kremaster, berlanjut dengan serabutserabut muskulus obliqus internus dan fasia otot. 3. Fasia spermatika interna, perluasan dari fasia transversal. e. Selubung hernia merupakan lapisan lapisan yang menyelubungi hernia.

Hernia inguinalis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut kedalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran yang berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis dari perut kedalam skrotum sesaat sebelum bayi

Hernia Inguinalis

Kanalis Inguinalis Batas-batas Kanalis Inguinalis Atas : Annulus inguinalis internus= bagian terbuka dari fasia transversalis dan aponeorosis M. transversus abdominis Medial bawah : Diatas tuberkulum pubikum dibatasi oleh annulus inguinalis eksternus Bagian atas : oleh aponeorosis m. oblikus eksternus Dasar : ligamentum inguinale

INGUINAL REGION

Etiologi Hernia Inguinalis


Prossesus vaginalis yang terbuka Peninggian tekanan di dalam rongga perut

Batuk kronik Konstipasi Asites Menangis kuat-kuat Berdiri

Kelemahan otot dinding perut karena usia

Klasifikasi Hernia
Berdasarkan Kejadiannya

Hernia bawaan (kongenital)


Hernia didapat (akuisita)

Menurut Letaknya:
Hernia diafragma Hernia inguinalis Hernia femoralis Hernia umbilikalis

Menurut sifatnya :

Hernia reponibilis : isi kantong akan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri ataupun gejala obstruksi usus. Hernia Ireponibilis : isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga , biasanya karena perlengketan pada peritoneum kantong hernia, tidak ada keluhan nyeri ataupun gejala obstruksi usus. Hernia inkaserata : isi hernia terjepit oleh cincin hernia disertai gangguan pasase usus. Hernia Strangulata : Hernia ireponibel disertai gangguan vaskularisasi.

MANIFESTASI KLINIS

Clinical Grading
Reduction Grade reponible irreponible Incarceration Strangulation + pain Obstruction toxic ++ leucocytosis

colic + steady + increase

Faktor yang berperan terjadinya Hernia:


Yaitu pembentukan pintu masuk ke annulus internus yang cukup lebar dapat dilalui oleh kantong dan isi kantong Faktor yang mendorong isi hernia melewati pintu tersebut.

Mekanisme Yang Mencegah Terjadinya Hernia :

Kanalis ingunalis yang berjalan miring Adanya m oblikus internus abdominis yang menutup annulus internus ketika berkontraksi Fascia transversa yang kuat yang menutupi trigonum Hasselbach

Jenis-jenis Hernia Inguinalis

Hernia Inguinalis Lateralis/indirect


keluar dari peritonium melalui annulus inguinalis internus masuk ke kanalis inguinalis jika cukup panjang akan menonjol keluar dari anulus inguinalis eksternus.

Hernia Inguinalis Medialis/direct


menonjol langsung ke depan melalui segitiga Hasselbach. Dasar segitiga Hasselbach dibentuk oleh facia transversa yang diperkuat oleh serat aponeurosis m. transversus abdominis yang kadang-kadang tidak sempurna sehingga daerah ini potensial untuk menjadi lemah.

Diagnosis:
Benjolan dilipat paha pada saat berdiri atau mengejan. Hilang pada saat berbaring.

Nyeri karena regangan pada mesenterium pada saat usus masuk ke dlm kantong.

Klinis
Inspeksi : pada saat mengedan (test valsava) : terlihat penonjolan diregio ingunalis dari arah lateral ke medial bawah.
PF : Finger Test : Dengan jari telunjuk dicoba mendorong isi kantong melalui annulus ekternus.

Test valsava : Bila isi menyentuh ujung jari hernia ingunalis lateralis Bila menyentuh samping jari medialis

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan, dengan jari telunjuk bisa dimasukkan melalui annulus inguinalis eksterna untuk meraba penonjolan kantung hernia bila mengedan, terutama di daerah annulus inguinalis interna. Penekanan pada annulus inguinalis interna bisa membedakan hernia indirek dan direk dimana penonjolan pada hernia inguinalis indirek tak terjadi. Pada palpalsi bisa diraba kantung hernia yang agak kasar dan tebal seperti meraba kain sutera (silk sign).
Bila penonjolan hernia disertai tanda-tanda ileus obstruktif maka terjadi hernia inkarserata. Bila inkarserata disertai kulit kemerahan, nyeri tekan, keadaan sepsis maka kemungkinan terjadi strangulasi.

Physical Examination

Position Temperature Pain Size Shape Tensile strength Composition (solid, gas, liquid) Changes with cough

Palpasi

Tes

Kompresi:

Jari pemeriksa menutup cincin interna dan penderita diminta melakukan manuver valsalva:
1. Tidak ada penonjolan = HIL 2. Terdapat penonjolan = HIM

Klasifikasi

Menurut Nyhus :
1. Tipe 1 = HIL dengan ukuran cincin interna yang normal 2. Tipe 2 = HIL dengan ukuran cincin interna yang melebar 3. Tipe 3A = HIM dengan kelemahan dinding posterior 4. Tipe 3B = HIL dengan kelemahan dinding posterior 5. Tipe 3C = Hernia femoralis 6. Tipe 4 = Hernia rekurens

Menurut Gilbert:

Patogenesis

3 faktor penting yang saling mempengaruhi:


1. Patent processus vaginalis 2. Peningkatan tekanan intra abdomen yang berulang 3. Kelemahan otot dan jaringan ikat daerah abdomen

Processus vaginalis patent

Dianggap sebagai causa primer hernia inguinalis pada bayi, anak-anak , maupun dewasa.

Penelitian Post mortem oleh: Jan dan Surana 20-30% orang dewasa memiliki processus vaginalis patent tanpa hernia sepanjang hidupnya

Peningkatan tekanan intra abdomen kronis/ akut


Aktivitas fisik yang berlebihan Konstipasi Batuk kronis Gangguan berkemih obstruktif Kehamilan multipel

Kelemahan otot dan jaringan ikat abdomen Atrofi karena proses penuaan Kurang olah raga Kehamilan multipel Penyakit-penyakit kronis yang menyebabkan kelemahan umum Penyakit kelainan sintesa kolagen

Diagnosa

Gejala dan tanda klinik hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia. Pada hernia reponibel adanya benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri batuk, bersin, atau mengedan, dan menghilang setelah berbaring

Penunjang Diagnostik

CT Scan:
1. Belum banyak digunakan 2. Untuk menyingkirkan Diagnosa Banding causa massa di Regio inguinal

Ultrasonography

Non invasif, Real time dengan kapasitas soft tissue kontras baik Mampu membedakan kondisi inkarserasi/ strangulasi Alat bantu reduksi manual dan monitoring pasca reduksi Annals of Royal College of Surgeons England 2003; 85; 178-180
1. Hernia femoralis (100%) 2. Hernia directa (Sensitivitas 86% dan spesifitas 97%) 3. Hernia indirecta (Sens. 97% dan spesf. 87%)

panah panjang menunjukkan hernia yang berisi jaringan lemak panah pendek menunjukkan adanya koleksi cairan

panah panjang menunjukkan loop usus yang berisi cairan dengan penebalan dinding panah pendek menunjukkan adanya koleksi cairan dalam kantung

potongan longitudinal

potongan transversal

panah panjang menunjukkan loop usus halus yang terdilatasi dan berisi cairan panah pendek menunjukkan koleksi cairan intra kantung

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan ultrasonografi sangat berguna dalam penegakkan diagnosis hernia inguinalis, terutama pada pasien yang tidak teraba adanya massa pada pemeriksaan fisik. Pemeriksaan USG dilakukan pada posisi supine dan tegak dan dilakukan manuver Valsava. Pemeriksaan ini memliki sensitivitas dan spesifitas lebih dari 90% dalam penegakkan diagnosis. Pemeriksaan USG juga dapat membedakan hernia inkarserata dengan limfadenopati pada daerah inguinal.

Komplikasi
Jepitan cincin hernia
gangguan perfusi jaringan Bendungan vena Udem organ jepitan semakin bertambah Peredaran darah jaringan terganggu

Nekrosis

Diagnosis Banding

Keganasan :

Lymphoma Retroperitoneal sarcoma Metastasis Testicular tumor

Primary Testicular :

Variocele Epididymitis Testicular torsion Hydrocele Ectopic Testicele Undescendended testicle

Femoral artery aneurysma Lymph node Sebaceous cyst Hidradenitis Cyst of the canal of Nuck Psoas abscess Hematoma

Penatalaksanaan

Konservatif : Reposisi isi kantong Penggunaan penyangga/supporter Operatif : Pada anak-anak : Herniotomi Pada dewasa : Herniotomi dan Hernioplasti Memotong dan mengikat kantong hernia mungkin

Herniotomi : setinggi

Hernioplasti dengan
(annulus

: Memperkuat dinding depan abdomen


cara memperkecil cicin inguinalis internus) hernia dalam

Hernioraphy : Mengikat menggantungkannya supaya tidak masuk lagi.

leher hernia dan pada conjoint tendon

Operatif
Herniotomi
Dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong hernia dibuka, isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi. Kantong hernia dijahit ikat setinggi mungkin lalu dipotong.

Hernioplasty
Memperkecil annulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.

Hernioraphy Bassini

Approksimasi Aponeurosis M. transversus abdominis dengan Lig. Inguinale Poupart Letak Spermatic Cord secara anatomis tidak berubah

Halstead

Menyerupai Teknik Bassini Spermatic Cord pasca reparasi terletak diatas Aponeurosis M. obliquus abdominis externus

Lotheissen - McVay

Approksimasi Fascia transversalis dengan Lig. Cooper


Efektif untuk Hernia femoralis, selain untuk Hernia directa dan indirecta Umumnya membutuhkan relaxing incision karena tegangan

Shouldice

Fascia transversalis dibagi, kemudian diapproksimasikan dengan Lig. Poupart Conjoined tendon dan M. obliquus abdominis internus diapproksimasikan dengan Lig. Poupart

Lichtenstein Tension free repair

Menggunakan prostesis mesh untuk menutup dasar Canalis inguinalis Mesh dijahitkan pada Lig. Poupart, Lig. lacunare dan Aponeurosis M. transversus

Laparoskopik Herniorrhaphy

Diperkenalkan pertama oleh Ger, 1977 3 macam teknik:


1. IPOM (Intra Peritoneal Onlay Mesh) 2. TAPP (Trans Abdominal Pre Peritoneal Mesh) 3. TEP (Totally Extra Peritoneal Mesh Placement)

Keuntungan Laparoskopik
1. 2. 3.

4.
5. 6.

Tension Free repair dengan reparasi seluruh Orificium myopectineal Diseksi dan kerusakan jaringan minimal Nyeri pasca bedah lebih ringan Angka komplikasi rendah Angka rekurensi rendah Lama rawat inap lebih singkat

Kerugian laparaskopi
Tidak dapat digunakan untuk kasus strangulata 2. Tidak dapat digunakan pada penderita dengan riwayat post operasi daerah pelvis yang ekstensif 3. Harus menggunakan Narkose umum
1.

Terima kasih