Anda di halaman 1dari 6

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN

PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGEN

A.KASUS

CONTOH KASUS

Tn.ST umur 39 tahun dirawat dirumah sakit dengan diagnosa medis pneumonia.tampak Tn.ST kelelahan,berkeringat,bibir sianosis,suhu tubuh meningkat 39 derajat celcius,pernafasan cepat: 28 kali permenit.Tekanan darah 110/70 mmHg,nadi: 100 kali permenit.Dari hasil pengkajian didapat data: Tn.ST mempunyai kebiasaaan merokok sejak 22 tahun yang lalu dan menghabiskan 2 bungkus sehari .Saat ini Tn.ST sering batuk dan sputum kental serta sukar dikeluarkan,Mengeluh sesak nafas,kepala pusing kurang nafsu makan ,setiap kali makan hanya habis 1/3 porsi.hasil pemeriksaan diagnostic analisa Gas Darah PO 2 :

70mmHg,PCO 2 : 36 mmHg . Tn.ST mendapat infuse glukosa 5% dan terapi antibiotic

B.FORMAT RENPRA ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH KEBUTUHAN OKSIGEN

 

I.Pengkajian Data subjektif :

mengeluh sesak nafas

mengeluh kepala pusing

mengeluh kurang nafsu makan

Data objektif :

Tn.ST mempunyai kebiasaan merokok sejak 22 tahun yang lalu dan menghabiskan 2

Tampak berkeringat

bungkus dalam sehari Tampak Tn.ST kelelahan

Tampak bibir sianosis

Setiap kali makan hanya bisa 1/3 porsi

Suhu tubuh meningkat 39 o c ,pernafasan cepat: 28 kali permenit.tekanan darah 110/70 mmHg,nadi :100 kali permenit

Saat ini Tn.ST sering batuk dan sputum kental serta sukar dikeluarkan

Hasil pemeriksaan diagnostic analisa Gas Darah ;PO 2 : 70mmHg,PCO 2 : 36 mmHg

Tn.ST mendapat infuse glukosa 5% dan terapi antibiotic

II.Diagnosa keperawatan

1.bersihkan jalan nafas berhubungan dengan ketidak mampuan batuk efektif ditandai dengan :

 

Data subjektif :

Tn.ST mengeluh sesak nafas

Data objektif :

Tn.ST sering batuk dan sputum kental serta sukar dikeluarkan

2.Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan ditandai oleh

Tn.ST mempunyai kebiasaan meokok sejak 22 tahun yang lalu dan menghabiskan 2

bungkus sehari Suhu tubuh meningkat 39 o c,pernafasan cepat :28 kali permenit.

Tekanan darah 110/70 mm Hg,nadi : 100 kali permenit

Data subjektif :

Pasien mengeluh sesak nafas

Pasien mengeluh kepala pusing

Data objektif :

Tampak Tn.ST kelelahan

Berkeringat

Bibir sianosis

Suhu tubuh meningkat 39 o c ,pernafasan cepat: 28 kali permenit.tekanan darah 110/70 mmHg,nadi :100 kali permenit

Hasil pemeriksaan diagnostic analisa Gas Darah ;PO 2 : 70mmHg,PCO 2 : 36 mmHg

III.Rencana keperawatan

Dx.No

Rencana Tindakan

Rasional

1

1.Kaji frekuensi /kedalaman pernafasan dan gerakan dada

1,Takipnea,pernafasan dada,dan gerakan dada tak simetris sering terjadi kaena

2.penurunan aliran udara sering terjadi

2.Auskultasi area paru catat area penurunan /tidak ada aliran udara dan bunyi nafas

3.Atur posisi duduk lebih tinggi,ajarkan pasien untuk nafas dalam dan batuk efektif

ketidaknyamanan gerakan dinding dada dan atau/cairan paru

pada urea konsolidasi dengan cairan.Bunyi nafas bronchial dapat juga terjadi pada area konsolidasi

4.Berikan cairan sedikitnya 2500

3.nafas dalam memudahkan ekspansi maksimum paru-paru .Batuk adalah

 

ml/hari .tawarkan air hangat daripada dingin

mekanisme pembersih jalan napas alami.Sementara posisi duduk

5.Beri penyuluhan akan bahaya merokok

memungkinkan upaya nafas lebih dalam dan kuat

4.Cairan,khususnya yang hangat memobilisasi dan mengeluarkan secret

5.Rokok memiliki banyak resiko bahaya kesehatan terutama batuk dan penyakit paru-paru

2

1.Awasi frekuensi/kedalaman pernafasan

1.Indikator keadekuatan fungsi pernafasan

2.auskultasi bunyi nafas,catat adanya tanda/bunyi adventisius

2.Terjadinya atelektasis dan stasis secret dapat mengganggu pertukaran gas

3.meningkatkan ekspansi dada optimal

3.bantu dalam pengubahan posisi :

hiperekstensi

4.melindungi dari kelelahan

4.kaji aktivitas,batasi aktivitas dalam toleransi pasien

berlebihan,menurunkan kebutuhan oksigen/derajat hipoksia

5.kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian oksigenisasi

5.memaksimalkan transport oksigen ke paru-paru

IV.Implementasi catatan keperawatan

Tanggal

No.Dx

Tindakan

Hasil/respon

Paraf

Keperawatan

28 maret 2013

1

1.mengkaji

1.Pasien dapat

 

frekuensi/kedalaman pernafasan dan gerakan dada

melakukan batuk efektif

2.Melakukan Auskultasi

2.Sputum pasien dapat dikeluarkan

area paru,catat area penurunan/tak ada aliran

3.Kebiasaan

udara dan bunyi nafas

merokok pasien

berkurang

3.Mengatu r posisi duduk lebih tinggi,bantu pasien untuk napas dalam dan batuk efektif

4.memberikan cairan sedikitnya 2500 ml/hari.Tawarkan air hangat dari pada dingin

   

5.Memberi penyuluhan kepada pasien mengenai bahaya rokok

   

28 maret 2013

2

1.Mengawasi

1.Pasien tidak

 

frekuensi/kedalaman

merasa sesak nafas

pernafasan

2.Melakukan auskultasi bunyi napas,catat adanya tanda/bunyi adventisius

3.Membantu pasien dalam pengubahan posisi :

hiperekstensi

4.Mengkaji aktivitas,batasi aktivitas dalam toleransi pasien

5.Berkolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian oksigenasi

V.Evaluasi

No.Dx

Catatan Perkembangan

Paraf

1

Subjektif -Tn.ST tidak mengeluh sesak nafas -Pasien mengatakan dapat melakukan batuk efektif sendiri

 

Objektif - Tn.ST dapat melakukan batuk efektif,sputum dapat dikeluarkan - Tn.ST dapat mengurangi kebiasaan merokoknya -TTV dalam batas normal

A : masalah teratasi P : rencana tindakan dihentikan

2

Subjektif -Tn.ST tidak mengeluh sesak nafas -pasien tidak mengeluh kepala pusing

Objektif :

-Tn.ST tampak segar,tidak berkeringat ,dan tidak ada tanda- tanda sianosis -Tanda-tanda vital dan pemeriksaan gas darah dalam kadar normal

A : masalah teratasi P : rencana tindakan dihentikan