Anda di halaman 1dari 21

Antropologi Gizi dan Makanan

.kedokteran benar-benar merupakan ilmu sosial hingga ke tulang sumsumnya. (dikutip dari Rather 1958:66. Penekanan oleh Foster dan Aderson)
Sosial Antropologi Kedokteran : Disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspekaspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, yang mempengaruhi penyembuhan suatu penyakit Sosial Antropologi Kesehatan : Disiplin biobudaya yang memberi perhatian pada aspekaspek biologis dan sosial budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya di sepanjang sejarah kehidupan manusia, yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit.

Perbedaan antara Sosial Antropologi Kedokteran dengan Sosial Antropologi Kesehatan


Sosial Antropologi Kedokteran : ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial yang mempengaruhi penyembuhan dan pemulihan penyakit yang lebih difokuskan pada individu dan keluarga. Mempelajari ilmu antropologi sesudah datangnya suatu penyakit Sosial Antropologi Kesehatan : ilmu yang mempelajari masalah-masalah sosial yang mempengaruhi pencegahan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang lebih difokuskan pada masyarakat atau kelompok tertentu Mempelajari ilmu antropologi sebelum datangnya penyakit, lebih diutamakan pada faktor pencegahan dan promosi kesehatan.

Biocultural dan Biososial Gizi Apa Maksudnya ???


Gizi dilihat dari kacamata sosial, ekonomi dan budaya Aspek sosial ekonomi dan budaya menempel pada pangan/makanan : artinya bahwa pangan mempunyai nilai-nilai sosial, ekonomi dan nilai budaya disamping nilai gizi Pemilihan pangan, cara makan, cara menghidangkan/ menyiapkan, frekuensi konsumsi/makan perharinya, waktu makan, volume makanan yang dikonsumsi mencerminkan cara-cara budaya makan yang pada hakekatnya merupakan bagian dari budaya

Biocultural Gizi
Konsumsi pangan merupakan bentuk reaksi dari adanya rangsangan biologi dan budaya/kultur (biocultural) Manusia memerlukan makanan untuk mempertahankan hidupnya, yang terjadi secara naluriah dan diidentifikasi sebagai kebutuhan yang pada perkembangannya menjadi kebutuhan dasar pokok Pada orang yang belum memiliki pengetahuan tentang gizi maka ia hanya membutuhkan pangan bukan gizi

Biososial Gizi

Makanan selain merupakan sesuatu yang pokok dalam hidup, juga penting dalam pergaulan sosial Makanan dimanipulasi secara simbolik untuk menyatakan persepsi terhadap hubungan antara individu-individu

Fungsi Sosial Budaya Makanan


Gastronomik (memenuhi kebutuhan perut) Identitas budaya Religi dan magis Komunikasi Status ekonomi Simbol kekuatan dan kekuasaan

Food as cultured

Food as a need

Food as product

Food as shared

Food as identity

Food as fun
U are what U eat

Food as identity

Food as discovery

Food as ritual

Foos as fashion

Peranan Simbolik Makanan


1. Makanan sebagai ungkapan ikatan sosial Dengan memberi makanan : kasih sayang, perhatian dan persahabatan Menyatakan kemarahan dan permusuhan: tidak memberi makanan Melambangkan keamanan : makanan yang disajikan oleh orang yang dikenal (di Meksiko) Sesuatu yang membahagiakan jika dapat menjamu tamu yang datang Makanan sebagai ungkapan dari kesetiakawanan kelompok Peranan makanan dalam mempertahankan ikatan keluarga dan persahabatan : makan bersama Makanan sering dihargai sebagai lambang identitas suku bangsa Memilih makanan yang sesuai dengan identitas (ex : kulit putih tidak makan makanan yang dipilih orang kulit hitam)

2.

Peranan Simbolik Makanan ..............


3. Makanan dan stress Burgess dan dean : sikap terhadap makanan sering mencerminkan persepsi tentang bahaya maupun perasaan stress Makanan khusus dapat merupakan pencerminan identitas yang memakannya Nilai keamanan psikologis dari makanan juga dibuktikan dengan kecenderungan umum untuk makan melebihi biasanya Makan makanan kecil diantara waktu makan bila seseorang merasa tidak bahagia atau mengalami keadaan stress berat

Peranan Simbolik Makanan ..............


4. Simbolisme makanan dalam bahasa Kata-kata sifat dasar yang biasa digunakan untuk menggambarkan kualitas makanan atau persiapan makanan digunakan untuk menggambarkan : Sifat dan watak orang Ex : keras, segar, lunak, manis, Situasi kejiwaan Ex : mendidih, terbakar, menguap Ciri pribadi seseorang Ex : wajah susu madu (kuning langsat), seorang daging dan kentang (orang lugu) Keadaan emosional Ex : lapar cinta, haus teman

Fase Asal Usul Kebiasaan Makan


1. Fase ekstrasi Manusia hanya mengambil apa yang ada di alam Manusia berburu/memetik, memungut, meramu dan baru dimakan Fase ekstrasi dan rehabilitasi /regenerasi Ada fase ekstrasi kemudian ada usaha untuk merehabilitasi kembali Pada fase ini sudah ada kegiatan menggembala/berternak dan bercocok tanam tapi sifatnya masih primitif/sederhana Fase produksi dan sintesis teknokimia modern Fase dimana kemajuan penguasaan ilmu dan teknologi dengan memadukan budaya manusia

2.

3.

Sosialisasi Kebiasaan Makan


Sosialisasi/pemasyarakatan merupakan suatu proses dimana norma-norma budaya (pangan) disampaikan dari satu generasi ke generasi lainnya dan selanjutnya Untuk sosialisasi dibutuhkan proses dan waktu yang lama

SOSIALISASI PRIMER

SOSIALISASI SEKUNDER

RESOSIALISASI

KELUARGA

TEMAN

SEKOLAH

LINGKUNGAN KERJA

PROFESIONAL

LAHIR

BALITA

ANAK2

REMAJA

DEWASA

SETENGAH BAYA

MANULA

CULTURAL RESTRICTION

MEDIA

STATUS SOSIAL

REGIONAL TASTE

PENGARUH NORMATIF LOKAL, REGIONAL DAN NASIONAL

Sosialisasi Kebiasaan Makan

Lingkungan Sosial

Lingkungan Fisik/Ekologi

Kebutuhan Biologik Dan Psikologik Individu Akan Makanan Kebiasaan Pangan

Organisasi Sosial Sistem Sosial Budaya

Teknologi

Pendekatan Ekologi Dan Antropologi Gizi Pada Pemenuhan Kebutuhan Makanan Individu Dan Kebiasaan Pangan

Hal Yang Perlu Diketahui Dalam Mempelajari Aspek Sosio Budaya Kebiasaan Makan : 1. Teknik yang menyangkut produksi pangan, distribusi pangan dan pengolahan makanan (pengolahan di rumah tangga) Ada fluktuasi pada beberapa musim sehingga mempengaruhi konsumsi pangan aktual Ideologi pangan/makanan : bagaimana orang berpikir tentang pangan dan arti/makna serta nilai dari pangan * Parameter yang digunakan dalam menyusun suatu model pemilihan pangan

2.

3.

Hubungan Susunan Hidangan Dengan Ekosistem Manusia purba : Sangat tergantung pada apa yang disediakan oleh alam Komposisi hidangan lebih banyak terdiri dari pangan hewani (hewan herbivora), pangan nabati sedikit Sesuai perkembangan, pangan hewani makin sedikit shg bahan pangan nabati harus semakin banyak, dipetik dan dikumpulkan untuk esok hari Sejalan dengan bertambahnya manusia maka luas ruang hidup secara lamiah berkurang dan bahan makanan yang disediakan oleh alam secara alami tidak cukup untuk manusia

Hubungan Susunan Hidangan Dengan Ekosistem Manusia modern : berlaku hubungan terbalik antara susunan hidangan dengan komposisi flora fauna alam lingkungan Bukan lagi susunan hidangan yang ditentukan oleh alam lingkungan tapi komposisi lingkungan diusahakan oleh manusia agar mendukung susunan hidangan Cara-cara yang dilakukan : Flora fauna dipelihara dan ditanam Yang tidak ada didatangkan dari derah lain Pengolahan : makanan kalengan Membuat bahan makanan sintetis dengan bioteknologi dan teknokimia (ex : sakarin, msg, siklamat dll)