Bismillahirrohmanirrohiem

Gagal Ginjal Akut dan Kronik

Gagal Ginjal

Overview Gagal Ginjal
Pengertian Dasar  Peran Ginjal  Kausa Kegagalan Fungsi Ginjal  Kegagalan Fungsi Ginjal Akut dan Kronik

Pengertian Dasar    Unit fungsional   Nefron Tubulus renal Tubulointerstisiel Saluran eksresi    Ureter Vesika urinaria Uretra Arteri Vena  Vaskularisasi  perfusi   .

Peran Ginjal Fitrasi darah  Ekskresi air dan elektrolit  Regulasi asam basa / pH darah  Sekresi hormon eritropoetin  Sekresi 1.25(OH)2D3  Regulasi vasoaktif / sistem Renin – Angiotensin – Aldosteron  .

Kausa Kegagalan Fungsi Ginjal Unit fungsional : Glomerulopati Tubulointerstisiel : Pyelonefritis Interstisiel nefritis Perfusi : Hipovelemia ↓ ECV* Trombosis Emboli Stenosis Saluran ekskresi : Obstruksi uropati *ECV : effective circulatory volume .

ateroemboli  .Kausa Kegagalan Fungsi Ginjal Unit fungsional : glomerulopati  Tubulointerstisiel : pyelonefritis. interstisiel nefritis  Saluran ekskresi : obstruksi uropati  Perfusi :  Hipovolemia  ↓ ECV  stenosis  trombosis arteri / vena renalis.

Kegagalan Fungsi Ginjal Akut dan Kronik Kegagalan ginjal akut dan kronik dapat merupakan suatu proses kontinyu dan berkelanjutan  Batas waktu proses patologi antara gagal ginjal akut dan kronik adalah 3 bulan berdasar penetapan definisi  .

meski obstruksi diatasi GGA pada obstruksi uropati yang tidak segera diterapi dapat berkembang menjadi gagal ginjal kronik Stasis aliran ↑ tekanan saluran .Contoh Patofisiologi : GGA  GGK Pada Uropati Obstruksi WAKTU Obstruksi Akut Gangguan fungsi sekresi ginjal & urin Kronik PROSES PATOLOGI Ggn fngsi ginjal temporer Fungsi pulih sempurna bila obstruksi diatasi Ggn permanen fungsi ginjal ec atropi renal Gagal ginjal kronik.

Gagal Ginjal Akut Acute Renal Failure / ARF .

Overview GGA          Definisi Kausa GGA Prerenal GGA Renal GGA Post renal Petunjuk Klasifikasi Patofisiologi Diagnosis Banding Klinis : GGA dan GGK Perjalanan Penyakit dan Terapi .

dlm jam atau hari retensi produk nitrogen buangan gangguan homeostasis cairan ekstrasel.5 – 1 mg/dl dari nilai awal . dan asam basa  Definisi operasional GGA : adanya peningkatan kadar serum kreatinin sebesar 50% nilai awal.Definisi  GGA : sindrom dgn ciri    penurunan mendadak glomerular filtration rate / laju filtrasi glomerulus (GFR/LFG). elektrolit. atau peningkatan absolut sebesar 0.

Kausa  Sangat penting untuk mengklasifikasikan GGA dalam 3 kelompok GGA prerenal  GGA renal  GGA postrenal   Klasifikasi GGA dilakukan secara klinis .

kondisi hipoalbuminemia berat lain  Sirosis hepatis Penyakit renovaskuler : stenosis arteri renal/cabang utama Obat  NSAID (menurunkan perfusi renal) Lain – lain  Third spacing : sepsis. vomitus  Diuretik berlebihan Hipervolemia dgn ↓ perfusi renal  ↓ ECV/volume sirkulasi efektif  CHF  Sindrom nefrotik.GGA Prerenal = Gangguan Perfusi di Luar Ginjal      Hipovelemia  Hemoragik  Diare. pankreatitis  Sindrom hepatorenal .

dan Nekrosis-Toksik di Dalam Ginjal    Glomerulonefritis  Acute/post-infectious glomerulonephritis  IgA nephropathy  Rapidly progressive glomeruronephritis Tubulointerstisiel  Acute Tubular Necrosis (ATN)  Iskemia : hipotensi/syok.GGA Renal = Inflamasi/Infeksi. obat (radiokontras. sepsis pascaoperasi  Toksin : rabdomiolisis. cisplatin)  Allergic interstitiel nephritis  Pyelonephritis bilateral Penyakit ateroemboli :  Trombosis arteri / vena renalis  Ateroemboli . Iskemia. aminoglikosida.

GGA Post Renal = Obstruksi Obstruksi ureter  Obstruksi di leher vesika urinaria  Obstruksi uretra  .

VU teraba. sindrom nefrotik. torak lekosit.15 Nyeri perut/flank. CHF. post op. BNO batu (+) GGA renal GGA postrenal . sirosis hati. syok/hipotensi lama. torak granuler coklat/torak sel epitel tubulus. BUN/kreatinin > 20 Sindrom nefritik. NSAID/ACEI. USG hidronefrosis. BUN/kreatinin < 10 . f : renal baik post perbaikan perfusi. aminoglikosida /obat nefrotoksik. hemoragik. torak hialin.Petunjuk Klasifikasi Gejala / Tanda Klinis GGA prerenal Syok.

Patofisiologi GGA Prerenal Hipovelemia / ↓ ECV Jejas iskemia parenkim Aktivasi baroreseptor sentral Angiotensin II Norepineprin AVP Vasokonstriksi/ kontraksi sel mesangial ↓ Aliran darah Renal & ↓ GFR Renal autoregulatory defences .

Patofisiologi GGA Renal .Iskemia Jejas iskemia parenkim Disfungsi endotel Iskemia medula persisten Kongesti medula Jejas epitel tubulus Kebocoran-balik filtrat Obstruksi tubulus ↓ GFR menetap ??? Pemulihan perfusi Regenerasi epitel tubulus Pemulihan GFR .

Diagnosis Banding Klinis : GGA dan GGK Hipertensi Edema Anemia Oliguria/anuria Osteodistrofi renal Neuropati uremikum Contracted kidney Nonfungsi renogram Acute renal failure / GGA + + jarang + ? (tidak reliabel) Chronic kidney disease/GGK + + + + (end-stage) + + + + .

dan kesabaran Terapi suportif diberikan sesuai etiologi spesifik GGA  Hipovolemia  cairan rehidrasi  CHF  vasodilator. terapi suportif.Perjalanan Penyakit dan Terapi     Kebanyakan kasus GGA membaik bersama berjalannya waktu. stent. diuresis. inotropik  Pyelonefritis  antibiotik  Obstruksi uropati  bedah urologi (nefrostomi. kateterisasi) Progresi GGA memerlukan dialisis / terapi pengganti fungsi ginjal Indikasi dialisis pd GGA adalah kondisi yang berpotensi mengganggu pemulihan GGA yg mungkin terjadi  hiperkalemia  ensepalopati uremikum  perikarditis / pleuritis / serosistis inflamasi lain  asidosis metabolik berat  fungsi sirkulasi dan respirasi terganggu .

Gagal Ginjal Kronik (Chronic Kidney Disease / CKD) .

Overview GGK           Definisi / Terminologi GFR / LFG Kausa GGK Patofisiologi GGK Staging GGK Manifestasi Klinis GGK Diagnosis GGK Resume Penatalaksanaan Terapi Pengganti : Hemodialisis dan Peritoneal Dialisis Terapi Pengganti : Transplantasi Ginjal .

Definisi / Terminologi  GGK / Chronic Kidney Disease (CKD) / Chronic Renal Failure (CRF) :  gangguan fungsi ginjal menahun dan ireversibel akibat penurunan jumlah dan fungsi nefron yang menetap  Gagal ginjal terminal / end stage renal disease (ESRD) :  kondisi klinis akibat kehilangan fungsi endogen ginjal secara permanen. pada tahap yang mengakibatkan pasien tergantung kepada terapi pengganti ginjal (renal replacement therapy = dialisis & transplantasi) untuk menghindari uremia yang mengancam jiwa .

didefinisikan sebagai abnormalitas struktural atau fungsional ginjal – dengan atau tanpa penurunan GFR/LFG – yang bermanifestasi klinis baik sebagai   Kelainan patologis Kerusakan ginjal   Ketidakseimbangan komposisi zat dalam darah / urin Gangguan hasil pemeriksaan pencitraan  LFG < 60 ml/menit/1.Definisi / Terminologi  Definisi operasional : GGK bila terpenuhi salah satu tersebut di bawah  Kerusakan ginjal selama 3 bulan atau lebih.73 m2 lebih dari 3 bulan – dengan atau tanpa kerusakan ginjal .

Definisi / Terminologi  Azotemia  Retensi produk buangan nitrogen akibat gangguan fungsi ginjal Azotemia tahap lanjut akibat gangguan fungsi ginjal berat yang menyebabkan kekacauan kompleks multiorgan dengan manifestasi klinis  Uremia  .

Glomerular Filtration Rate / Laju Filtrasi Glomeruler Diperiksa dengan creatinin clearance test (CCT)  Dihitung dengan rumus Cockroft – Gault (CCT terhitung)  [140 – usia (th)] x BB (kg) _______________________ Kreatinin serum (mg/dl) x 72 Wanita : x 0.85 .

termasuk nefropati analgetik Obstruksi uropati .Kausa GGK        Nefropati diabetika Nefrosklerosis hipertensif Glomerulonefritis kronik Nefropati iskemik ec penyakit renovaskuler Penyakit ginjal polikistik Nefritis interstisiel.

Staging GGK Stage Deskripsi Peningkatan risiko 1 2 3 4 5 Kerusakan ginjal dgn LFG N atau ↑ Kerusakan ginjal dgn LFG ↓ ringan LFG ↓ sedang LFG ↓ berat Renal failure LFG 90 (disertai f : risiko CKD) 90 60 .29 < 15 (atau menjalani dialisis) .59 15 .89 30 .

Manifestasi Klinis GGK   Akibat terganggu / hilangnya fungsi ginjal Akibat toksin uremia         Urea Senyawa guanid Urat dan hipurat Poliamin Mioinositol Fenol Benzoat Indol .

Manifestasi Klinis GGK  Gangguan cairan dan elektrolit      Hipervolemia (/hipovolemia) Asidosis metabolik Hiperkalemia (/hipokalemia) Hiperfosfatemia Hipokalsemia Hiperparatiroidisme sekunder Osteomalasia ec defisiensi vit D Neuropati perifer Restless leg syndrome Koma uremikum  Gangguan endokrin    Gangguan neuromuskuler    .

Manifestasi Klinis GGK  Gangguan kardiovaskuler dan paru      Hipertensi arterial CHF dan edema paru Kardiomiopati Uremic lung Akselerasi aterosklerosis Hiperpigmentasi Pruritus Uremic frost  Gangguan kulit    .

Manifestasi Klinis GGK  Gangguan GIT      Anoreksia Nausea & vomitus Fetor uremikum Idiopatik asites Ulkus peptik Anemia Trombositopenia & trombositopati Kerentanan thd infeksi  Gangguan hematologi    .

Diagnosis  Trias CRF Anemia  Hipertensi  Edema   Aplikasi definisi operasional GGK  dibuktikan adanya selama minimal 3 bulan  Tanda kerusakan struktur/fungsi ginjal : PA. abnormalitas urin  Penurunan LFG : < 60 bila tanpa disertai tanda kerusakan ginjal . kreatinin/ureum ↑.

5  .Resume Penatalaksanaan  Pada CKD stage awal (1 – 3)  lakukan semua terapi suportif yang mungkin untuk menghambat progresivitas gagal ginjal sebaiknya dirujuk untuk mendapatkan terapi maksimal. Fungsi ginjal pasien kelompok ini cenderung menurun progresif. tu bila disertai proteinuria > 1 gr/24 jam mulai persiapkan pasien masuk tahap terapi pengganti ginjal  Pasien dgn LFG < 50 atau kreatinin > 2   Pada CKD stage 4 .

NSAID Kontrol komorbid yang ada  Kontrol gula darah pd DM  usahakan masuk kriteria DM terkontrol  Terapi adekuat kelainan jantung. obstruksi/ISK Pemakaian obat yang bersifat renoprotektif . problem : mahal Kontrol TD sesuai target  CKD / DM  130/80 mmHg ke bawah  Dengan proteinuria  125/75 mmHg ke bawah  Antihipertensi : ACEI. CCB nondihidropiridin (diltiazem) Stop obat nefrotoksik/menginduksi gangguan perfusi  Aminoglikosida.6 gr/kgBB/hari. Pilih protein dgn nilai biologis tinggi  hewani  Pada kondisi proteinuria. tambahkan juga protein hasil perhitungan kehilangan protein/hari (dari pemeriksaan Esbach)  Suplemen asam keto  baik. dislipidemia.Resume Penatalaksanaan : Terapi Suportif      Diet  Rendah protein 0. ARB.

Terapi Pengganti : Hemodialisis. tetapi tidak sempurna  Berpotensi menimbulkan efek samping  Sayangnya. Peritoneal Dialisis Tidak menyembuhkan  Mengganti fungsi ginjal. satu-satunya yang segera dapat dilakukan pada kondisi GGK terminal/ESRD  .

.

.

.

merupakan terapi paling efektif pada gagal ginjal terminal  .Terapi Pengganti : Transplantasi Mahal dan sulit mencari donor dgn HLAmatched  Tetap memerlukan obat antirejeksi transplan jangka lama/seumur hidup  Bila komplikasi rejeksi teratasi.

Alhamdulillahirobbil’alamien .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful