Anda di halaman 1dari 37

MUSKULOSKELETAL

Trigger: KONTRAKSI OTOT Sebagai organ penggerak tubuh otot rangka bekerja melalui periatiwa kontraksi dan relaksasi, saat otot bekerja, keluar tenaga dari kejadian molekuler dalam miosit, saat ATP sebagai energi kimia di pecah oleh kerja enzim yang ada dalam kepala miosin, mengeluarkan energi mekanik yang dapat diukur dalam bentuk panas. Peristiwa biooksidasi dalam sel atot membantu ketersediaan energi kimiawi ini. Kerja otot dalam kehidupan sehari-hari sangatlah variatif, sesuai dengan tujuan gerak. Ada kerja yang sifatnya statik, seperti menahan, mendororng, mengangkat dan ada pula kerja yang bersifat dinamik, yang menyebabkan perpindahan tubuh seperti berjalan, berbicara, berlari atau melompat. Saat melakukan kerja tersebut, komponen biomolekul dalam aktin dan miosin melakukan bentuk peubahan yang tak sama. Kejadian molekuler pada aktin dan miosin juga berbeda saat otot melakukan kontraksi kuat, sedang atau lemah. Secara in vivo kontraksi otot dikontrol oleh sistem saraf pusat. Untuk melakukan gerak, otot rangka memerlukan istem pertulangan. Untuk itu otot rangka melekat pada tulan-tulang tubuh, baik pertulangan yang tergolong aksial maupun pertulangan yang termasuk golongan apendikular. Banyak kelainan klinik yang berkenaan dengn kegagalan kerja otot kibat kerusakan tulang, untuk itu perlu kiranya mahasiswa memahami posisi anatomi, histologi, peristiwa biokimia dan fisiologi tntang otot dan tulang.

STEP 1 (CLARIFY UNFAMILIAR TERM)


1. Kontraksi : Mempersatukan; pemendekan atau penyusutan 2. Relaksasi : pelonggaran, pengurangan tegangan 3. Miosit : sel yang mampu berkontraksi 4. Biooksidasi : reaksi redoks dalam sel dengan menggunakan oksigen atau tanpa oksigen dan dihasilkan energi biologi 5. Biomolekuler : senyawa-senyawa organik sederhana pembentuk organisme hidup dan bersifat khas sebagai produk aktivitas biologis

6. ATP

: adenin trifosfat (molekul yang berfungsi sebagai sumber energi universal untuk reaksi selluler) 7. Anatomi : ilmu tentang struktur tubuh dan hubungan antar bagiannya 8. Histologi : ilmu yang mempelajari tentang jaringan secara detail dengan menggunakan mikroskop 9. Miosin : protein yang melimpah pada filamen otot 10. Enzim : biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis

11. Fisiologi

12. Otot

13. Aktin

: cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi organ dan susunan organ serta jaringan sel yang berbeda dalam makhluk hidup : jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebgai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang : bentuk jaringan otot yang berfungsi untuk membentuk permukaan sel pigmen penyusun otot yang berdiding tipis, protein yang merupakan unsur kontraksi dalam otot

14. Aksial

: tuang-tulang yang berada di bagian tengah sumbu tubuh seperti tulang kepala, tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk 15. Biokimia : ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup 16. In vivo : dalam suatu yang hidup 17. Rangka : susunan tulang2 yang saling bersambung dan membentuk tubuh suatu makhluk hidup 18. Kimiawi : secara / berkenaan dengan kimia

19. Apendikular : rangka tambahan/tulang2 yang menyusun alat gerak

20. Molekuler : hal yang bersangkutan dengan molekul

STEP 2 (DEFINE THE PROBLEMS)


1. Apa yang dimaksud musculoskeletal? 2. Sebutkan tulang2 aksial dan apendikular 3. Apa itu sistem rangka? 4. Apa fungsi sistem rangka? 5. Bagaimana peristiwa kontraksi dan relaksasi otot? 6. Bagaimana peristiwa biooksidasi dalam sel otot? 7. Sebutkan jenis-jenis otot dan periodenya 8. Apa fungsi aktin dan miosin? 9. Jelaskan pengertian kontraksi otot dan funsinya! 10. Jelaskan cara kerja otot secara statik dan dinamik!

STEP 3 ( Brainstorm Possible Hypothesis or Explanation)

1. Musculoskeletal Adalah sistem kompleks yang melibatkan otototot dan rangka tubuh, termasuk sendi, ligamen, tendon dan saraf 2. Aksial tulang tengkorak (cranium), tlng wajah (splanchocranium), tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), tulang rusuk (costae) Apendikular bahu tulang2 tangan, telapak tangan, panggul, tungkai, telapak kaki.

3. Sistem rangka Adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup 4. Fungsi rangka Untuk menggerakan tubuh Melindungi organ-organ tubuh yang penting Alat gerak pasif Tempat melekatnya otot-otot

5. Kontraksi otot Proses terjadinya pengikatan aktin dan miosin sehingga otot memendek Fungsi otot: otot antagonis, otot agonis, otot fiksasi, otot sinergis
6. Jenis-jenis otot Otot polos, otot lurik, otot jantung Periode Periode latent (PL): periode pemberian rangsangan sampai terjadinya respon Periode kontraksi (PK): periode pemendekan otot/kontraksi Periode relaksasi ( PR): periode kembalinya otot pada keadaan semula setelah mengalmi kontraksi

7. Fungsi aktin dan miosin Aktin Berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan tindakan bersama2 dengan miosin untuk menghasilkan gerakan sel, bentuk jaringan otot yang berfungsi untuk membentuk permukaan sel, pigmen penyusun otot yang berdinding tipis, protein yang merupakan unsur kontraksi dalam otot Miosin Prose dalam otot yang mengatur kontraksi dan relaksasi filamen penyususn otot yang berbanding tebal

STEP 4 (Arrange Explanation Into a Tentative Solution)


SISTEM MUSKULOSKELETAL OTOT DAN TULANG AKSIAL APENDIKULAR

ANATOMI HISTOLOGI FISIOLOGI BIOKIMIA

STEP 5 (Define Learning Objective)


Mahasiswa memahami dan menjelaskan tentang 1. Sistem musculoskeletal 2. Aksial (anatomi) 3. Apendikular (anatomi, histologi, fisiologi, biokimia)

STEP 6 (Gather Information and Private Study)

STEP 7 (Share The Result of Information Gathering and Private Study)


1. Musculoskeletal Merupakan sistem tubuh yang terdiri dari otot (musculo) dan tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet). Otot adalah jaringan tubuh yang mempunyai kemampuan yang mengubah energi kimia menjadi energi. Sedangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang-tulang yang memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk sikap dan posisi. Ilmu yang mempelajari tentang otot myologiyang berasal dari bahasa yunani ilmu yang mempelajari tentang tulang osteologi musculoskeletaldikenal juga dengan lokomotor.

Ciri-ciri muskuloskeletal oKontraktilitas oEkstrabilitas oEkstensibilitas oElastisitas

Fungsi musculoskeletal: o Untuk melakukan pergerakan dan penyokong o Untuk mempertahankan sikap dan posisi tubuh o Menyokong jaringn lunak o Menunjukan pintu masuk keluar saluran dlam sistem tubuh o Mempertahankan suhu tubuh, kontraksi otot, energi panas

2. Rangka aksial 1) Os Cranium (tengkorak) 1 os. frontale 1 os. occipitale 2 os. parietale 2 os. sphenoidale 2 os. ethmoidale 2 os. Temporale

2. Rangka aksial Anatomi 1)Os Cranium (tengkorak)

2. Os. Vertebrae (tulang belakang)

3. Os. Sternum dan os. Costae

3. Apendikular Skeleton
o Rangka & Otot Ekstremitas Atas

Rangka & Otot Ekstremitas Bawah

Histologi otot rangka


Seluruh otot terbungkus suatu selubung jaringan ikat kuat yaitu epimisium Lembaran jaringan ikat yang lebih halus mengelilingi berkas/fasikulus serat-serat otot membentuk perimisium Jaringan ikat yang lebih halus lagi meluas dan perimisium masuk diantara dan disekitar masingmasing serat berupa endomisium Endomisium terdiri atas jaringan-jaringan serta retikular dan sejumlah sel jaringan ikat, dan seratserat elastin. Di dalam endomisium terdapat kapiler-kapiler darah halus dan saraf.

Struktur otot rangka


1. Fascia Adalah jaringan yang membungkus dan mengikat jaringan lunak Otot rangka merupakan kumpulan fasciculus (berkas sel otot berbentuk silindris yang diikat oleh jaringan ikat). Seluruh serat otot dihimpun menjadi satu oleh jaringan ikat yang disebut epimysium(fascia). Setiap fasciculus dipisahkan oleh jar. Ikat perymisium. Di dalam fascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Diantara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak.

Fungsi: Mengelilingi otot, menyediakan tempat tambahan otot, memungkinkan struktur bergerak satu sama lain dan menyediakan tempat saraf.

2. Sarcolemma (membran sel /serat otot) & sarcoplasma Unit struktural jaringan otot adalah serat otot (diameter 0,01-0,1mm; panjang 1-40 mm). Besar dan jumlah jaringan, terutama jaringan elastik akan meningkat sejalan dengan penambahan usia.setiap 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastik tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001mm yang disebut miofibril.

3. Miofibril Diameter 1-2m, dibawah mikroskopis miofibril akan tampak seperti pita gelap dan terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filamen) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filamen)dibentuk oleh aktin, troponin dan tropomiosin)

4. Sarkomer Sarkomer terdiri: Filamen tebal Filamen tipis Protein yang menstabilkan posisi filamen tebal dan tipis Protein yang mengatur interaksi antara filmen tebal dan tipis

5. Retikulum sarkoplasma Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot. Terdirir dari tubulus-tubulus yang sejajar dengan miofibril, yang pada garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung yang dekat dengan sistem tubulus transversal (tubulus T). Tempat penyimpana ion Ca2+ .tubulu T dan sarkoplasma berperan daam metabolisme, eksitasi dan kontraksi otot

Fisiologi
Mekanisme kontraksi otot 1. Potensial aksi berjalan sepanjang sebuah saraf motorik sampai ujung serat saraf 2. Setiap ujung saraf menyekresi substansi neurotransmitter yaitu asetilkolin dalam jumlah sedikit 3. Asetilkolin bekerja untuk area setempat pada membrane serat otot guna membuka saluran asetilkolin melalui molekul-molekul protein dalam membrane serat otot.

4. Terbukanya saluran asetilkolin memungkinkan sejumlah besar ion natrium mengalir kebagian dalam membrane serat otot pada titik terminal saraf. Peristiwa ini menimbulkan potensial aksi serat saraf. 5. Potensial aksi berjalan sepanjang membrane saraf otot dengan cara yang sma seperti potensial aksi berjalan sepanjang membrane saraf

6. Potensial aksi akan menimbulkan epolarisasi membrane sert otot, berjalan dalam serat otot ketika potensial aksi menyebabkan retikulum sarkolema melepas sejumlah ion kalsium, yang disimpan dalam retikulum ke dalam myofibril. 7. Ion kalsium menimbulkan kekuatan menarik antara filamen aktin dan miosin yang menyebabkan bergerak bersama-sama menghasilkan kontraksi 8. Setelah kurang dari 1 detik kalsium dipompakan kembali ke dalam retikulum sarkoplasma tempat ion-ion disimpan sampai potensial aksi otot yang baru lagi.

Dasar mekanisme kontraksi otot adalah adanya pemendekan elemen kontraktil otot (aktinmyosin), sebagai respon terhdap adanya impuls saraf motorik yang diterima. Hal ini akan mengakibatkan pemendekan fibra otot, dan selanjutnya akan memendekan fasciculi sehingga terjadilah kontraksi otot. Jadi, peningkatan kontraksi otot tergantung pada impuls yang diterima

biokimia
Sumber energi untuk gerak otot ATP (adenosit trifosfat) merupakan sumber energi utama untuk kontraksi otot. ATP berasal dari oksidasi karbohidrat dan lemak. Kontraksi otot merupakan interaksi antara aktin dan miosin yang memerlukan ATP ATP----- ADP + P AKTIN + MIOSIN ---- AKTOMIOSIN ATPase Fosfokreatin merupakan persenyawaan fosfat berenegi tinggi yang terdapat dalam kontraksi tinggi pada otot. Fosfokreatin tidak dapat dipakai langsung sebagai sumber energi, tetapi fosfokreatin dapat memberikan energinya kepada ADP. KREATIN FOSFOKREATIN + ADP ----- KERATIN +ATP FOFOKINASE Pada otot lurik jumlah fosfokreatin lebih dari 5 kali jumlah ATP. Pemecahan ATP dan fosfokreatin untuk menghasilkan energ tidak memerlukan oksigen bebas. Oleh sebab otu, fase kontraksi otot sering disebut fase anaerob.

Kesimpulan
Musculoskeletal adalah sistem tubuh yang terdiri dari otot (musculo) dan tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet). Musculoskeletal terbagi menjadi 2 bagian, yaitu aksialskeleton dan apendikularskeleton. Rangka aksial merupakan rangka sumbu tubuh dan rangka apendikular adalah rangka alat gerak.

Daftar Pustaka
Buku anatomi sobotta Buku histologi , EGC Buku fisiologi sherwood Buku fisiologi Guyton