Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PAKAR

dr. Hedison Polii, MKes

Nama NRI Kelas Ruang

: Denny Trisnaamijaya : 100 111 142 :A : 05

I. Lingkungan penyelaman
A. Flora laut atau air tawar yang berbahaya Pada air laut, gangang laut dapat meyebabkan iritasi kulit apabila kita memegang atau terkena dikulit tubuh. Ada sekitar 25.000 jenis ganggang dengan bentuk, warna dan ukuran bermacam-macam. Gangang merupakan tumbuhan yang sangat adaptif terhadap lingkungan. Beberapa jenis ganggang yang dapat menyebabkan maslah padatubuh : 1. Microcoleus lyngbyacceus : merupakan ganggang hijau biru yang mempunyai toksin lyngbyatoxin A. Yang beracun biasanya berwarna hijaun gelap dan mempunyai benang-benang halus. 2. Sargassum natans : ganggang ini bisa menyebabkan reaksi alergi berupa gatal-gatal dan kemerahan pada kulit jika menempel cukup lama. Pada air tawar dapatmenyebabkan pertumbuhan ganggang yang cepat. Yang berbahaya adalah ganggang hijau-biru (cyanophyta). B. Fauna laut/ air tawar yang menyengat (berbisa) Beberapa fauna laut yang menyengat (berbisa) antara lain : 1. Ubur-ubur : jenis ubur-ubur yang berbahaya adalah sea wasp (chironex flecker) dengan bentuk yang sangat panjang dan hampir tidak terlihat dalam air. Uburubur ini karnivora dengan diameter 2-30cm dan banyak terdapat di air dangkal.Bila menyentuh ubur-ubur mengeluarkan sengatan berbisa. 2. Gurita (octopus) dan cumi-cumi : bintang ini tidak berbahaya apabila hanya melihat, tetapi dia akan menyerang apabila dia merasa terusik dengan mengeluarkan cincin berwarna biru pada permukaannya dan dapat melukai karena gigitan serta dapat mengelurkan racun yang menyebabkan kelumpuhan. 3. Kerang beracun (cone shell) / kerang batik beracun : ada sekitar 300 jenis kerang beracun, kebanyakan berupa karnovora. Bila akan memegang hindarai bagian yang lunak karena rumah kerang terdapat bintang yang mengeluarkan racundengan alat pengeluaran racun. 4. Ular laut : ular laut banyak terdapat didaerah tropis & panas yaitu samudra hindia dan samudra pasifik, asia selatan, kep.indonesia dan malaysia. Panjang rata-rata 0,9-1,2 m tapi dapat mencapai 2,7m. Ular laut sangat jinak dan melarikan diri jika didekati,namun jika memegangnya akan berakibat fatal.

5. Ikan batul (stone fish) : ikan ini dapat menyamar berupa karang. Tulang belakangnya keras dapat menyuntikan racun hingga menembus kulit korban.Habitatnya hidup didaerah berkarang.f 6. Bulu babi : berbentuk bulat yang dikelilingi duri. Terdapat pada gugusan karang,celah karang dan bebatuan. Merupakan hewan nokturnal omnivora biasanya memakan alga dan coral, dan dapat ditemukan didekat pantai. 7. Ikan pari (sting ray) : Terdapat didaerah tropis, subtropis, dan perairan yang hangat. Biasanya pada pada daerah dangkal dan berpasir, muara sungai, pantai,tapi dapat juga masuk ke dalam air payau bahkan air tawar. Sengatan biasanyaterjadi saat memegang, bersinggungan, atau sedang berjalan di air dangkal. Pada saat tertusuk akan menimbulkan luka tusukan, rasa sakit, dan perdarahan. 8. Karang api : ada sekitar 5000 jenis karang yang dapat menyengat. Salah satunya karang api. 9. Timun laut atau teripang : bentuk seperti cacing, biasanya terletak di dasar pantai, merupakan pemakan sisa-sisa. Bila terkena, sengatan akan terjadi hal yang sama dengan karang api. Awalnya akan tampak kemerah-merahan dan sakit. Beberapa fauna air tawar yang menyengat atau berbisa antara lain : 1. Sting ray : hidup di air tawar dan sungai. Pencegahan dan penanganannya sama dengan sting ray air laut. 2. Belut listrik : terdapat didaerah amazon, menyukai daerah yang dalam. Jika jaraknya cukup dekat maka bagian tubuh terasa kesemutan. Tidak ada cara menghindari sengatannya. 3. Ular : terdapat banyak di tepi sungai, rawa, dan perairan. C. Fauna laut yang menyebabkan keracunan 1. Ikan buntal : Ikan ini sebenarnya bisa dimakan, asalkan ditangani dengan memperhatikan empedu dari ikan buntal tersebut apakah sudah pecah, karena empedunya mengandung racun yang dapat menyebar keseluruh tubuh.

2. Kepiting kenari : Keracunan biasanya dengan gejala mual muntah, sakit kepala,menggigil, rasa pegal dan rasa lelah yang berujung pada kematian. 3. Kerang / Kijing / Remis : Pada daerah tertentu beracun karena kerang memakan mikroorganisme (dinoflagellata yang membuat racun) D. Fauna laut / air tawar yang menggigit atau menyerang 1. Ikan hiu : Sangat peka terhadap bau darah, bangkai, kilatan cahaya, benda berwarna, pukulan, ledakan, dan suara yang bising. Gigitan hiu sangat kuat sehingga sangat fatal. 2. Ikan baracuda : ada 20 jenis baracuda terdapat pada laut tropis, dengan panjang dapat sampai 2,5m. Ikan ini berwarna perak kebiruan dan ekor berbentuk V. Lebih ditakuti daripada ikan hiu karena merupakan perenang yang cepat, gesit, sertaganas. 3. Needle fish / cucut : ikan permukaan yang banyak dilaut tropis, berwarna perak,dan bergerak cepat pada bagian bibir terdapat duri yang panjang. 4. Moray : ikan ini bentuknya seperti belut, panjangnya dapat mencapai 3,5m,diameter 35cm dan mempunyai komposisi gigi yang kuat. 5. Buaya air asin : terdapat pada muara sungai didekat pantai, danau payao, dan hutan bakau. Buaya memiliki gigi untuk menarik makanan kedalam air dan langsung menelan mangsa. E. Mikroba air tawar 1. Aeromonas hydrophila : merupakan mikroba air tawar yang berbahaya dan menyukai air tetapi juga dapat hidup ditanah. Bila terinfeksi akan segera memerah dan terasa panas. 2. Mycobacterium 3. Amoeba : Acanthamoeba dan Pfiesteria Piscicida : merupakan amoeba yang hidup bebas dan dapat masuk lewat luka, dan menyebar dalam darah, melewati hidung dan kemudian menyebar.

II. Jenis selam sesuai metode tugas MHS


A. Breatholding / Free diving : disebut juga skin diving / snorkling merupakan penyelaman paling mudah dan paling tua. Tidak menggunakan suplay udara, sehingga waktu menyelam tergantung lamanya mengelam dapat menahan nafas. B. Scuba Diving : menggunakan tabung dan regulator tekanan. Penyelam biasanya menggunakan tabung selam, berisi 72 atau 90 cubic feet (Cuft) dengan tekanan2200/3300 pound/ square inch gauge (PSIG) C. Surface supplied or Tethered diving : Penyelaman ini memerlukan suplay udara dari permukaan secara terus menerus, biasanya tujuan militer atau comersial. D. Saturation diving : konsep penyelaman ini adalah bahwa dalam 24 jam pada kedalaman tertentu, jaringan tubuh telah menyeimbangkan tekanan sehingga waktu dan profil dekompresi tetap sama walau penyelam berhari-hari didalam air. E. One atmosphere diving : pada penyelaman ini, tekanan udara yang dihirup, penyelam diatur supaya dengan permukaan air laut (1 atm) F. Rebreather diving : mensirkulasikan udara yang telah dibuang penyelam, dengan membuang karbondioksida dan menambah oksigen sebelum masuk kedalam tubuh penyelam kembali G. Mixed gas diving : tidak menggunakan udara bebas, tetapi menggunakan udara dengan komposisi tertentu. Udara dengan komposisi yang diatur dapat dipergunakan dalam berbagai tipe selam air.