Anda di halaman 1dari 28

Objektif Utama Program 5S - Membina budaya Kaizen di tempat kerja - Membina kerjasama melalui penyertaan semua - Membina amalan

kepimpinan pengurus dan penyelia - Meningkatkan infrastruktur untuk melaksanakan program Kaizen yang lebih maju Ada dua pendekatan untuk mengamalkan 5S : - Pendekatan Kaizen - Pendekatan Inovasi Oleh sebab 5S merupakan aktiviti yang berorientasikan manusia dan proses, pendekatan Kaizen adalah cara terbaik di mana pembaikan dilakukan secara sedikit demi sedikit tetapi berterusan. Pelaksanaan Pertama - Mengamalkan Seiri (Sisih) - Menyisih dan membuang barang yang tidak perlu di tempat kerja. Kedua - Mengamalkan Seiton (Susun) - Menyusun dan menyimpan barang dengan kemas supaya mudah untuk diambil dan disimpan semula selepas digunakan. - Tempat simpanan boleh diakses oleh semua kakitangan. - Barang atau dokumen yang paling kerap digunakan diletakkan di tempat yang mudah dicapai. - Semua tempat dokumen atau barang diberi label. - Gunakan warna label bagi mendapatkan keceriaan. Ketiga Melaksanakan Seiso (Sapu) - Bentuk tugas pencucian dan mengemas mengikut kumpulan - Mempamerkan peta kawasan pembersihan dan tugasan - Menggabungkan aktiviti sapu,kilatkan, semak dan betulkan - Buat dengan kerjasama semua kakitangan

Keempat Melaksanakan Seiketsu (Seragam) - Apabila tiga konsep di atas dilakukan akan wujud penyeragaman - Peraturan yang boleh dipatuhi oleh semua kakitangan diwujudkan Kelima - Mengamalkan Shitsuke (Sentiasa Amal) - Audit dalaman 5S dilakukan secara berterusan - Melantik orang yang bertanggungjawab untuk kawasan tertentu - Memberi hadiah atau penghargaan bagi kumpulan yang berjaya mengamalkan 5S Keenam - Persijilan 5S - Pertandingan antara organisasi 5S - Anugerah amalan 5S - Organisasi model Bagi menjayakan Program 5S bukanlah semudah yang disangka. Untuk tujuan itu, komitmen yang tinggi diperlukan daripada semua peringkat kakitangan. Antaranya : - Mengamalkan budaya kerja 5S - Menetapkan agenda perbincangan untuk pembangunan Program 5S - Meningkatkan pengetahuan berkaitan 5S - Meluangkan masa untuk 5S - Melaksanakan program 5S secara teratur tanpa tergesa-gesa - Memperuntukkan sedikit kewangan untuk pelaksanaan

SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE

Salah satu keberhasilan kinerja suatu organisasi dinilai dari kondisi lingkungan di tempat kerja. Organisasi yang mempunyai kinerja yang buruk dapat dilihat dari situasi kerja yang tidak teratur, banyaknya barang reject atau rework, nilai absensi karyawan yang buruk, dsb. 5S / 5Rmerupakan indikator pertama untuk menilai kinerja organisasi tersebut. Pada prakteknya penerapan 5S / 5Rtidaklah sulit, tetapi mengapa banyak perusahaan / organisasi yang gagal menerapkan 5S / 5R ? Banyak fungsional perusahaan bahkan pimpinan puncak yang tidak memahami makna dan tujuan sesungguhnya dari 5S / 5R. Mereka beranggapan penerapan 5S / 5R menjadi tanggung jawab dari karyawan / pekerja saja. Padahal, keberhasilan dari penerapan 5S / 5R berhubungan dengan seluruh sumber daya manusia dalam organisasi, dari pimpinan puncak hingga pekerja paling bawah. Sikap dan budaya kerja yang baik dan bertanggung jawab harus dicerminkan dari level paling atas hingga level paling bawah di organisasi. 5S / 5R tidak akan pernah berhasil diterapkan jika pimpinan sendiri tidak memberikan contoh yang benar dalam penerapannya. Apakah 5S / 5R itu? Dalam bahasa Jepang 5S berarti Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai 5R yang berarti Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. 5S / 5R dirancang untuk menghilangkan pemborosan dengan mengutamakan perilaku positif dari setiap orang dalam organisasi.

Seiri : Ringkas
Berarti mengatur segala sesuatu, memilah sesuatu dengan aturan atau prinsip tertentu. Membedakan yang diperlukan dengan yang tidak diperlukan, mengambil keputusan yang tegas dan menerapkan manajemen stratifikasi untuk membuang yang tidak diperlukan.

Seiton : Rapi
Berarti menyimpan barang di tempat yang tepat atau dalam tata letak yang benar sehingga dapat dipergunakan dalam keadaan mendadak. Ini berguna untuk menghilangkan proses pencarian. Jika segala sesuatu di simpan di tempatnya, maka tempat kerja menjadi rapi.

Seiso : Resik
Berarti membersihkan barang barang dari kotoran atau tempat kerja dari barang barang yang tidak diperlukan.

Seiketsu : Rawat
Berarti memelihara barang barang atau tempat kerja agar teratur, rapi dan bersih, termasuk pada aspek personal dan kaitannya dengan polusi / limbah pabrik.

Shitsuke : Rajin
Berarti kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar sebagai suatu kebiasaan. Keuntungan dari penerapan 5S / 5R adalah :

Menciptakan tempat kerja terbaik dengan prinsip kaizen (perbaikan berkesinambungan). 5S / 5R sebagai barometer manajemen : perusahaan yang lancar dikendalikan oleh setiap orang. Perusahaan sebagai alat penjualan : promosi bukan dengan kata kata tetapi dengan penampakan di lingkungan kerja.

5S / 5R sebagai ilmu perilaku : perbuatan lebih meyakinkan daripada kata kata. Menggunakan pengalaman di perusahaan untuk membersihkan batin : mengubah cara berpikir dan perilaku pribadi.

Menggugah tanggung jawab setiap orang di tempat kerja. 5S / 5R sebagai falsafah manajemen. 5S / 5R sebagai sasaran utama produktivitas.

Metodologi 5S telah dikembangkan dalam fundamental yang efektif dan partisipatif dalam bisnis melalui mudah untuk memahami dan kemampuan untuk memberikan hasil yang mengesankan. Hal ini menjawab pertanyaan dari orang-orang yang bertanya-tanya, "mengapa semakin banyak perusahaan berinvestasi dalam pelaksanaan 5S?" Adalah Jawabannya sederhana: karena merupakan alat yang didasarkan pada ide-ide sederhana dan dapat membawa manfaat besar bagi bisnis.

Baca juga: Pelajari rahasia 5s metodologi penyebaran.

Prinsip 5S

Konsep 5S memiliki sebagai dasar lima kata Jepang yang membentuk inisial nama program. Kata-kata adalah Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu Shitsuke dan, yang bermigrasi ke Portugis diterjemahkan sebagai "indera", yang ditujukan tidak mischaracterize nomenklatur program. Mereka adalah: rasa penggunaan, rasa organisasi, rasa kebersihan, rasa kesehatan dan rasa disiplin diri. Pertimbangkan konsep secara terpisah dari masing-masing 5S:

1) SEIRI - Rasa Penggunaan

Berarti menggunakan bahan, peralatan, perlengkapan, data, dll. dengan keseimbangan dan akal sehat. Dimana dicapai pembuangan atau relokasi dari segala sesuatu dianggap dibuang untuk melakukan kegiatan. Hasil dari penerapan Rasa Penggunaan yang segera jelas.

Mendapatkan ruang Kemudahan pembersihan dan pemeliharaan Baik pengendalian persediaan Pemotongan biaya Mempersiapkan lingkungan untuk penerapan konsep lain 5S

2) Seiton - Sense of Organisasi

Rasa organisasi dapat diartikan sebagai pentingnya memiliki segala sesuatu yang tersedia sehingga mereka dapat diakses dan digunakan segera. Untuk ini harus menetapkan standar dan menggunakan beberapa alat sederhana serta panel, label, rak, dll. Semuanya harus cukup dekat untuk menggunakan situs dan setiap objek harus memiliki lokasi yang spesifik. Kita dapat mengidentifikasi bagaimana hasil dari rasa organisasi:

Menghemat waktu; Kemudahan dalam menemukan alat; Pengurangan poin tidak aman. 3) SEISO - Sense of Kebersihan

Terjemahan kata tersebut Seiketsu pembersihan. Pengertian ini mendefinisikan pentingnya menghilangkan kotoran, puing-puing atau benda asing atau yang tidak perlu terhadap lingkungan. Hal ini menjaga lantai aceio, lemari, laci, rak, dll. Rasa kebersihan dapat melampaui aspek fisik, tetapi juga mencakup hubungan pribadi di mana ia mempertahankan suatu lingkungan kerja di mana berlaku transparansi, kejujuran, keterbukaan dan rasa hormat. Aplikasi ini membawa arti kebersihan sebagai hasilnya:

Menyenangkan dan sehat lingkungan; Mengurangi kemungkinan kecelakaan; Baik konservasi alat dan peralatan; Perbaikan dalam hubungan interpersonal. 4) SEIKETSU - Sense of Standar dan Kesehatan

Rasa standardisasi diterjemahkan dalam menetapkan pola warna, bentuk, pencahayaan, lokasi, piring, dll. Seperti juga mencakup konsep kesehatan, adalah penting bahwa mereka memeriksa keadaan kamar mandi, ruang makan, ruang kerja, dll. agar masalah diidentifikasi yang mempengaruhi kesehatan karyawan sebagai masalah ergonomis, pencahayaan, ventilasi, dll. Rasa ini memiliki tujuan sebagai utama untuk menjaga 3 S pertama (seleksi, sortasi dan pembersihan) sehingga mereka tidak hilang. Satu dapat menyoroti hasil utama dari penerapan konsep ini:

Kemudahan menemukan dan mengidentifikasi benda dan alat-alat; Fisik dan mental keseimbangan; Perbaikan daerah (kamar mandi, kafetaria, dll); Peningkatan kondisi keamanan. 5) SHITSUKE - Rasa Disiplin Diri atau Disiplin

Langkah terakhir dari program 5S didefinisikan dan komitmen pribadi untuk mematuhi langkah-langkah sebelumnya. Rasa ini terdiri dari standar etika dan moral setiap individu. Langkah ini sebenarnya sedang dijalankan ketika individu mulai melakukan apa yang perlu dilakukan bahkan ketika tidak ada pengawasan biasanya dibuat oleh kepala atau ketika memperluas konsep-konsep ini untuk kehidupan pribadi menunjukkan keterlibatan penuh mereka. Menghadapi lingkungan disiplin di sekitar prinsipprinsip 5S adalah mungkin untuk memiliki:

Terbaik kualitas, produktivitas dan keselamatan di tempat kerja; Harian bekerja menyenangkan; Peningkatan hubungan manusia; Menilai kehidupan manusia; Kepatuhan terhadap prosedur operasional dan administrasi; Hidup dengan panca indera disajikan mengarah individu untuk lebih memahami peran mereka dalam suatu organisasi dan menjadi bagian dari prestasi piramida, melahirkan kesadaran bahwa kita harus disiplin bahkan ketika tidak ada biaya. Oleh karena itu, Program Kualitas telah membantu perusahaan dalam proses perbaikan terus-menerus produk atau jasa, terutama melalui perubahan budaya dalam

rangka untuk mendapatkan keunggulan kompetitif harus diambil dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

5S adalah nama dari sebuah metode organisasi kerja yang menggunakan daftar lima kata-kata Jepang: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Ditransliterasikan ke dalam bahasa Inggris atau diterjemahkan, mereka semua mulai dengan huruf "S". Daftar ini menjelaskan bagaimana mengatur ruang kerja untuk efisiensi dan efektivitas dengan mengidentifikasi dan menyimpan barang-barang yang digunakan, menjaga daerah dan barang-barang, dan mempertahankan orde baru. Proses pengambilan keputusan biasanya berasal dari dialog tentang standarisasi, yang build pemahaman di antara karyawan tentang bagaimana mereka harus melakukan pekerjaan....

5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke)


Posted on November 5, 2008 by Prabowo Bukan Subianto

Materi Persentasi 5s Jika kita mencoba membersihkan dan menata salah satu ruangan, mungkin bingung harus mulai dari mana dan apa yang pertama kali harus kita kerjakan. Apalagi jika banyak barang yang rusak dan tergeletak dan tidak tahu kapan akan diperbaiki, belum lagi barang yang bisa langsung dipakai tetapi tidak tahu kapan akan dipakainya, apakah besok, bulan depan, atau mungkin satu tahun lagi. Akhirnya habis waktu hanya untuk mempertimbangkan mau diapakan barang tersebut. Dan bagaimana kita menata sebuah ruangan atau kantor agar terlihat bersih, enak dilihat dan mempermudah kita mencari barang atau alat yang akan kita gunakan dan agar barang atau alat tersebut selalu dalam kondisi terawat. Hal ini tidak mudah. 5S memberi jawaban untuk kita, karena 5S merupakan teknik penanganan yang tepat untuk rumah, pabrik dan dimana saja. 5S berpengaruh langsung terhadap produktivitas. DiIndonesia 5S mulai diperkenalkan pada bulan Mei 1991 dengan diundangnya Mr. Yashusi Fukuda oleh Pusat Produktivitas Nasional yang diikuti peserta dari beberapa perusahaan. MENGAPA ANDA PERLU 5S ? 1. Untuk meningkatkan kinerja keuntungan 2. Mudah ditemukan dan mudah didapat 3. Tidak ada yang berlebihan dan ada tempat yang luas 4. Waste mudah dikenali 5. Sistem standar mudah dipahami dan terlihat jelas 6. Tanpa penundaan, tanpa kecelakaan dan tempat yang aman untuk bekerja 7. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi 8. Meningkatkan image organisasi Apa itu 5S? 5S adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan terbukti efektif dibeberapa negara. 5S Housekeeping dikenal sebagai awal dan merupakan pendekatan paling efektif dalam membangun suatu bangunan dalam beberapa usaha peningkatan produktivitas. Dapat diterapkan secara kombinasi dengan alat lain. 5S merupakan akronim dari 5 kata Jepang yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke. Tujuan 5S 1. Menciptakan kepedulian dan pemahaman dasar-dasar 5S 2. Meningkatkan pengetahuan tentang konsep dan teknik 5S 3. Mengambil dan mengimplementasikan secara bertahap prinsip dan teknik 5S dilingkungan kerja 4. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi di tempat kerja anda 5. Mengidentifikasi waste dan mencari peningkatan berkelanjutan Arti 5S Seiri Ringkas (Memilah) (buang benda yang tidak perlu) Seiton Rapi (Penataan) (atur benda-benda dengan rapi) Seiso Resik (Pembersihan) (membersihkan terus-menerus) Seiketsu Rawat (Pemantapan) (menjaga dalam standar yang baik)

Shitsuke Rajin (Pembiasaan) (latihan dan disiplin diri dengan peningkatan berkelanjutan)

The 5 Esses

Ada lima fase utama 5S: penyortiran, ditetapkan dalam rangka, pembersihan sistematis, standardisasi, dan mempertahankan. [Sunting] Sorting Hilangkan semua alat yang tidak perlu, bagian, dan instruksi. Pergi melalui semua alat, bahan, dan sebagainya di pabrik dan area kerja. Simpan hanya barang-barang penting dan menghilangkan apa yang tidak diperlukan, memprioritaskan hal-hal sesuai kebutuhan dan menjaga mereka di tempat yang mudah diakses. Segala sesuatu yang lain disimpan atau dibuang. [Sunting] Penegakan atau Pengaturan dalam Ordo Mengatur alat, bagian, dan petunjuk sedemikian rupa sehingga item yang paling sering digunakan adalah yang termudah dan tercepat untuk menemukan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghilangkan waktu yang terbuang dalam memperoleh barang-barang yang diperlukan untuk operasi. [Sunting] Sweeping atau Cemerlang

Standar pembersihan-titik di pabrik terorganisir 5S Bersihkan ruang kerja dan semua peralatan, dan tetap bersih, rapi dan terorganisir. Pada akhir setiap shift, membersihkan area kerja dan pastikan semuanya dikembalikan ke tempatnya. Hal ini membuat mudah untuk mengetahui apa yang terjadi di mana dan memastikan bahwa segala sesuatu adalah tempatnya. [Sunting] Standarisasi

Stasiun semua pekerjaan untuk pekerjaan tertentu harus identik. Semua karyawan melakukan pekerjaan yang sama harus mampu bekerja di stasiun apapun dengan alat yang sama yang berada di lokasi yang sama di setiap stasiun. Setiap orang harus tahu persis apa nya tanggung jawab adalah untuk berpegang pada 3 Esses pertama. Sinonim: systemize [Sunting] Mempertahankan Praktek Memelihara dan meninjau standar. Setelah 4 Esses sebelumnya telah dibentuk, mereka menjadi cara baru untuk beroperasi. Mempertahankan fokus pada cara baru ini dan tidak memungkinkan kembali penurunan bertahap ke cara lama. Sementara berpikir tentang cara baru, juga akan memikirkan caracara yang lebih baik lagi. Ketika masalah timbul, seperti perbaikan yang disarankan, cara baru bekerja, alat baru atau persyaratan keluaran baru, meninjau 4 Esses pertama dan membuat perubahan yang sesuai. Ini harus dibuat sebagai kebiasaan dan akan terus ditingkatkan. [Sunting] Esses Tambahan

Tiga fase lain kadang-kadang dimasukkan: keselamatan, keamanan, dan kepuasan. Namun ini bukan satu set tradisional "fase". Keselamatan misalnya melekat dalam metodologi 5S dan bukan merupakan langkah dalam dirinya sendiri. Oleh karena itu penambahan fase hanya untuk memperjelas manfaat dari 5S dan bukan metodologi yang berbeda atau lebih inklusif. [Sunting] Keamanan Sebuah fase keenam, "Keselamatan", kadang-kadang ditambahkan [1]. Ada perdebatan mengenai apakah ini termasuk keenam "S" mempromosikan keselamatan dengan menyatakan nilai ini secara eksplisit, atau jika program keselamatan yang komprehensif menjadi terbengkalai ketika diturunkan ke item tunggal dalam metodologi efisiensi bisnis yang berfokus. [Sunting] Keamanan Sebuah fase ketujuh, "Security", juga dapat ditambahkan. [Rujukan?] Untuk keamanan memanfaatkan sebagai investasi bukan beban, ketujuh "S" mengidentifikasi dan alamat risiko untuk kategori bisnis utama termasuk aktiva tetap (PP & E), materi, modal manusia, ekuitas merek, kekayaan intelektual, teknologi informasi, aset-in-transit dan rantai pasokan diperpanjang. [Sunting] Kepuasan Sebuah fase kedelapan, "Kepuasan", dapat dimasukkan [rujukan?] Kepuasan Karyawan dan keterlibatan dalam kegiatan perbaikan terus-menerus memastikan perbaikan akan dipertahankan dan ditingkatkan.. Limbah Kedelapan - Non Dimanfaatkan Akal, Bakat, dan Sumber Daya dapat menjadi limbah yang paling merusak dari semua. Hal ini penting untuk memiliki pendidikan berkelanjutan tentang menjaga standar [rujukan?] Bila ada perubahan yang mempengaruhi program 5S seperti peralatan baru, produk baru atau aturan kerja baru,

adalah penting untuk membuat perubahan dalam standar dan memberikan pelatihan.. Perusahaan merangkul 5S sering menggunakan poster dan tanda-tanda sebagai cara mendidik karyawan dan mempertahankan standar. [Sunting] The Origins of 5S

5S dikembangkan di Jepang. Ini pertama kali mendengar sebagai salah satu teknik yang memungkinkan apa yang kemudian disebut 'Just in Manufaktur Waktu'. Massachusetts Institute of 5-tahun studi Teknologi ke depan mobil pada akhir tahun 1980 [2] diidentifikasi bahwa istilah itu pantas karena keberhasilan Jepang dibangun di atas jauh lebih dari komponen tiba hanya pada saat persyaratan. John Krafcik, seorang peneliti pada proyek, berasal Bersandar dengan teknik kolektif yang digunakan dalam pembuatan mobil Jepang, melainkan mencerminkan fokus pada limbah dalam segala bentuknya yang penting bagi pendekatan Jepang. Persediaan Minimised hanya satu aspek tingkat kinerja perusahaan seperti Toyota [3] dan dalam dirinya sendiri hanya muncul dari kemajuan dalam bidang-bidang seperti jaminan kualitas dan papan Andon untuk menyoroti masalah bagi tindakan segera. 5S dikembangkan oleh Hiroyuki Hirano dalam pendekatan menyeluruh untuk sistem produksi. [4] Banyak manajer Barat datang di pendekatan untuk pertama kalinya menemukan satu pengalaman pencerahan. Mereka mungkin selalu tahu peran rumah tangga dalam kinerja manufaktur dioptimalkan dan selalu tahu unsurunsur praktek terbaik. Namun, Hirano menyediakan struktur untuk program perbaikan. Dia menunjukkan serangkaian langkah diidentifikasi, setiap bangunan pada pendahulunya. Manajer Barat, misalnya, selalu menyadari kebutuhan untuk memutuskan lokasi untuk bahan dan alat-alat dan atas aliran kerja melalui area kerja, pusat ini (tapi mungkin implisit) adalah prinsip bahwa barang-barang tidak penting untuk proses harus dihapus - disimpan di tempat lain atau dihilangkan sama sekali. Dengan membedakan antara Seiri Seiton dan, Hirano membuat perbedaan eksplisit. Dia mengajarkan pendengarnya bahwa setiap upaya untuk mempertimbangkan tata letak dan aliran sebelum penghapusan item yang tidak perlu itu cenderung mengarah ke solusi sub-optimal. Sama-sama Seiso, atau kebersihan, fase merupakan unsur yang berbeda dari program perubahan yang dapat mengubah suatu area proses. Pandangan Hirano

adalah bahwa definisi metodologi pembersihan (Seiso) adalah kegiatan diskrit, tidak menjadi bingung dengan organisasi tempat kerja, dan ini membantu untuk menyusun program perbaikan. Ini harus diakui, bagaimanapun, bahwa pasti ada tumpang tindih antara Seiton Seiso dan. Manajer Barat mengerti bahwa peluang untuk metodologi kebersihan berbagai bervariasi dengan tata letak dan mekanisme penyimpanan diadopsi. Namun, mogok kegiatan perbaikan dengan cara ini menjelaskan bahwa persyaratan untuk rezim kebersihan harus dipahami sebagai faktor dalam aspek desain Seiton. Sebagaimana dicatat oleh John Bicheno, [5] adopsi Toyota dari pendekatan Hirano, adalah ''4 S, dengan Seiton Seiso dan gabungan - mungkin karena alasan ini. Tim perbaikan harus menghindari jebakan merancang area kerja dan kemudian mempertimbangkan kebersihan atau mekanisme kerapian. Hirano juga mengingatkan dunia efek Hawthorne. Kita semua dapat memperkenalkan perubahan dan sementara orang-orang dalam bisnis mempertimbangkan program perubahan berada di bawah manajemen memfokuskan manfaat dari perubahan tersebut akan terus berlanjut, tetapi ketika fokus ini telah pindah (seperti pasti terjadi) kinerja sekali slip lagi. Manajer Barat, khususnya, mungkin diuntungkan dari perbedaan antara unsur-unsur prosedural atau mekanik, Seiketsu, menjaga hal-hal dalam fokus dan perubahan budaya, Shitsuke, yang merupakan pendekatan yang berbeda untuk membawa tentang cara kerja baru. Sejumlah publikasi pada subjek di Barat telah mempertanyakan apakah budaya ini benar-benar dapat ditangani sebagai bagian dari latihan lingkup yang relatif terbatas. [6] The kaizen yang lebih luas, atau perbaikan terus-menerus, pendekatan dibangun, antara lain, pada perusahaan penilaian seluruh anggota angkatan kerja. Jika karyawan tidak merasa dihargai dalam budaya perusahaan secara keseluruhan, mungkin perubahan yang diperlukan berada di luar batas-batas dari program peningkatan rumah tangga. [Sunting] Tujuan 5S

Bagian ini tidak mengutip manapun acuan atau sumber. Harap membantu meningkatkan bagian ini dengan menambahkan kutipan ke sumber terpercaya. Disertai rujukan bahan mungkin sulit dan dihapus. (Juli 2012)

Hirano mengidentifikasi berbagai manfaat dari peningkatan rumah tangga, yang semuanya dapat dianggap sebagai jatuh dalam portofolio Lean - yaitu, mereka semua berbasis di sekitar penghapusan limbah dalam satu bentuk atau lain. Manfaat yang paling jelas dari item yang disusun sedemikian rupa (yaitu bahwa mereka selalu tersedia) adalah bahwa peningkatan produktivitas. Pekerja produksi dialihkan dari produksi untuk mencari alatalat, alat pengukur, dokumen produksi, pengencang, dan sebagainya adalah bentuk yang paling membuat frustrasi dari waktu yang hilang di pabrik manapun. Sebuah aspek kunci dari pendekatan organisasi Hirano adalah bahwa seringkali dibutuhkan item disimpan di lokasi yang paling mudah diakses dan adopsi yang benar dari pendekatan standardisasi berarti bahwa mereka kembali ke lokasi yang benar setelah digunakan. Unsur lain dari rumah tangga ditingkatkan Hirano ditingkatkan pemeliharaan tanaman - pekerja memiliki 'sepotong tanaman, bertanggung jawab untuk menjaganya agar tetap bersih dan rapi, dapat mengambil kepemilikan untuk menyoroti masalah potensial sebelum mereka berdampak pada kinerja. (Tentu saja, hal ini membawa serta antarmuka dengan pemeliharaan preventif dan kebutuhan untuk kejelasan dalam 'tugas peta', yaitu -. Siapa yang melakukan apa Pembagian tugas antara pekerja produksi dan insinyur spesialis perawatan bervariasi dengan sifat bisnis , namun kepemilikan terletak di dalam unit bisnis daripada dalam 'penyedia layanan'.) Tujuan berikutnya adalah Kualitas. Tingkat dampak kotoran dalam lingkungan manufaktur, jelas, bervariasi dengan sifat produk dan proses, namun ada sedikit, jika ada, daerah mana kotoran is welcome. Bahkan jika itu hanya dalam bentuk dokumentasi kotor yang menyertai barang ke pelanggan ini dapat mengirim pesan yang sangat negatif tentang perusahaan dan budaya. Dalam kasus lain kotoran dapat memiliki dampak serius pada kinerja produk - baik secara langsung maupun tidak langsung, mungkin melalui mengorbankan integritas dari proses pengujian. Tentu saja, 5S tidak lebih dari kotoran alamat, tata letak yang tidak tepat dapat mengakibatkan, misalnya, dalam produk yang rusak melalui gerakan berlebihan atau melalui penggunaan perkakas selain itu ditetapkan sebagai standar. Standardisasi adalah tema pendekatan Hirano, tumpang tindih hingga batas tertentu dengan, misalnya, bahwa dari Ohno. Sebuah Prosedur Operasional Standar untuk sertifikasi alat jauh lebih mudah dicapai jika alat yang akan disertifikasi selalu di lokasi yang jelas-ditandai. Tujuan lain ditingkatkan Kesehatan & Keselamatan. Jalur yang jelas antara workbenches dan rak penyimpanan dapat meminimalkan kecelakaan, lantai yang dapat benar-menyapu. Seperti dengan Kualitas, fasilitas terorganisir dengan baik, bersih dan rapi cocok lebih mudah untuk praktek standar. Hirano juga menggambarkan bagaimana suatu lingkungan di mana tenaga kerja memiliki kebanggaan di tempat kerja mereka dapat memberikan kontribusi hingga batas tertentu dalam berbagai cara termasuk layanan pelanggan. Meningkatkan tata letak fasilitas menyatu dengan konsep manajemen visual, jika para pekerja dapat melihat status tanaman dan pekerjaan dalam fasilitas tersebut, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk pelacakan kompleks dan sistem komunikasi, maka manfaat akan bertambah. 5S juga dapat menjadi alat penjualan berharga ketika pelanggan potensial mengunjungi, sebuah fasilitas yang terorganisasi dengan baik, bersih dan rapi mengirimkan pesan dari pemasok profesional dan terorganisir dengan baik.

Satu titik yang dibuat oleh semua praktisi adalah bahwa penerapan 5S harus didorong oleh tujuan. Sebuah artikel dalam jurnal Inggris Institut Manajemen Operasi ditulis oleh Mark Eaton dan Keith Carpenter Pengusaha Teknik Federasi mencatat bahwa "keberhasilan pelaksanaan 5S mengharuskan setiap orang yang mengerti mengapa itu sedang digunakan dan apa hasil yang diharapkan adalah. Sebagai dengan semua teknik Ramping tujuannya adalah peningkatan kinerja bisnis, adopsi bukanlah tujuan itu sendiri .. [Sunting] Evolusi 5S

Bagian ini tidak mengutip manapun acuan atau sumber. Harap membantu meningkatkan bagian ini dengan menambahkan kutipan ke sumber terpercaya. Disertai rujukan bahan mungkin sulit dan dihapus. (Mei 2011) Banyak perusahaan Barat sekarang mempromosikan pendekatan Hirano dengan seperenam 'S' ditambahkan untuk Mutu. Tidak wajar, ada beberapa perdebatan tentang hal ini, dengan penggemar di kedua sisi argumen. The S keenam melayani tujuan mendasar - itu mengingatkan setiap orang tentang perlunya Mutu. Sebuah pelajaran penting yang diajarkan oleh produsen mobil Jepang, dan satu pusat Toyota Production System, adalah bahwa tingkat tradisional kinerja harus tidak hanya dilampaui, namun digantikan oleh persepsi yang sama sekali berbeda dari skala apa yang dapat diterima. Daripada mengelola cacat dalam hal persentase, manajer Barat mendengar manajemen di 'bagian per juta', dengan angka tunggal tingkat cacat menjadi tujuan. Mengingat bahwa tingkat kegagalan 1% setara dengan 10.000 ppm skala perbaikan harus dicari sebagai bagian dari penerapan Lean adalah, untuk sedikitnya, spektakuler. Ini peningkatan tingkat kualitas bisa, tentu saja, hanya dapat dicapai dengan lengkap re-definisi proses dan budaya dalam manufaktur Barat. Ini termasuk isu-isu seperti 'Desain untuk Manufaktur' dan perubahan mendasar dari Quality Control untuk Quality Assurance (yaitu, peran departemen Kualitas bergerak dari pemeriksaan dan menyoroti masalah untuk menjamin metode dan prosedur untuk menghilangkan kesalahan). Rumah tangga, tentu saja, adalah pusat ini dan menambahkan keenam 'S' ini menyoroti. Pandangan kontras, dan yang diambil oleh Hirano dalam membangun pendekatan ini, adalah bahwa setiap 'S' adalah fase. Seperti disebutkan sebelumnya, sebuah pelajaran besar bagi Barat adalah metodologi 5S Hirano melanggar program ke dalam serangkaian langkah-langkah. Keenam 'S' tidak menambah ini, Kualitas tidak fase, itu adalah tujuan - bersama dengan produktivitas dan yang lainnya dijelaskan di atas. Selain itu, tujuan dari setiap tahap dan setiap. Menambahkan 'S' keenam mungkin dianggap sebagai merekomendasikan program melaksanakan menyortir keluar, pengorganisasian, kebersihan, langkah-langkah prosedural dan budaya dan kemudian membangun Kualitas, yang tentu saja tidak mungkin. Jika semua tujuan belum dibangun di sepanjang setiap elemen dari definisi cara kerja baru maka mereka tidak dapat diterapkan sebagai fase tambahan.

Keuntungan menerapkan 5S 1. Zero Breakdown, berarti pemeliharaan lebih baik: a. Scrap, debu, geram - geram dan potongan potongan di lantai dan di mesin menjadi berkurang; b. Dengan membersihkan mesin secara teliti dan teratur anda dapat mengetahui kondisi mesin setiap saat; c. Pemeriksaan dan pemeliharaan tiap hari dapat menghindari kerusakan mesin menjadi parah di masa yang akan datang. 2. Zero Defect, yang berarti kualitas lebih baik: a. Jika segala sesuatunya ada pada tempatnya, anda terhindar dari mengambil barang yang salah; b. Tempat kerja yang bersih akan memberi semangat kerja bagi siapa saja; c. Alat pengukur dan indikator dapat bekerja dengan baik maka kualitas akan baik. 3. Zero Waste, yang berarti mengurangi biaya dan efisiensi meningkat: a. Inventory dan barang dalam proses menjadi lebih sedikit;

b. Ruanganruangan yang terpakai untuk barangbarang yang tidak diperlukan menjadi berkurang; c. Gerakangerakan yang tidak diperlukan seperti menghindarkan dan mencari dapat berkurang; d. Mengurangi gerakan gerakan produksi yang tidak diperlukan seperti, mengangkat, meletakkan, menghitung dan memindahkan. 4. Zero Set Up Time, berarti tidak ada waktu yang terbuang: a. Karena segalanya ditata dengan teratur maka waktu yang terbuang untuk mencari alat dapat ditekan; b. Tempat kerja yang bersih dapat meningkatkan efisiensi dan memudahkan orang untuk mengetahui cara pengoperasian, peserta pelatihan sekalipun dapat dengan mudah mengoperasikannya. 5. Zero Late Delivery, berarti dapat memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu: a. Karena tidak ada produksi yang rusak maka anda dapat memenuhi permintaan langganan tepat waktu; b. Lingkungan kerja pabrik yang baik mempercepat proses produksi, tak ada yang terbuang dan efisiensi meningkat. 6. Zero Injury, yang berarti keselamatan kerja lebih baik: a. Peralatan yang bersih dan mengkilap mudah mengamati kerusakan dan bahaya; b. Jika tahu dimana peralatan disimpan, anda dapat lebih cepat mengambilnya jika diperlukan c. Jika anda meletakkan sesuatu dengan aman maka anda dapat menghindari peralatan tersebut berjatuhan menimpa anda; d. Jika ada api dan gempa anda tahu dimana letak pintu darurat dan alat pemadam kebakaran. 7. Zero Customer Claim, berarti pelanggan menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi: a. Pabrik yang bersih tidak memproduksi barang yang rusak b. Pabrik yang bersih dapat memproduksi barang yang menjamin keselamatan pemakai. 8. Zero Deficit, berarti perusahaan anda tambah maju: a. Jika 5S/5R telah dijalankan dengan baik, pasti tempat kerja menjadi nyaman dan menarik, tak ada waste, tak ada kecelakaan, tak ada kerusakan mesin dan tak ada produk yang rusak, Anda dapat memenuhi keinginan dan harapan pelanggan. SEIRI berarti RINGKAS atau PEMILAHAN yang bertujuan untuk MEMILIH atau MERINGKAS BARANG-BARANG. Hal ini dilakukan mengingat ruang kerja sangatlah

terbatas sehingga harus diefisienkan. 1. Barang yang diperlukan untuk bekerja 2. Barang yang belum diperlukan untuk bekerja 3. Barang yang sama sekali tidak diperlukan 4. Barang yang tidak sesuai penempatannya Apabila SEIRI tak terpenuhi maka: Suasana dan kegiatan kerja terganggu Sulit meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja Sementara apabila SEIRI terpenuhi, maka: Tidak ada pemborosan ruangan Ruangan termanfaatkan secara efisien K3 dan Lingkungan Kerja meningkat Produktivitas kerja meningkat Tidak terjadi penumpukan barang

oleh: infotech25

Summary rating: 4 stars (7 Tinjauan) Kunjungan : 3556 kata:900

More About : penarapan 5s


Summarize It

<a href='http://a.tribalfusion.com/h.click/a4mR0Spr3EYc3U1VrU0cvvpaZbT2bURTFvBVmv5REM3QGrnQdU M1dBqV6nm2sB0YUnZbUAyw56MdQmBC4WUm0tvDndav5AUY3cQgUVJaWVMePP3OUW33UU743r6u WEjtVEv7SaZbFScQKPFavRdYdUVM54r6uodanYTPw3tQZdQVbE4PFKoHeNUW7709qPsoAwsofHMEUDM UBeYMVMWV/http://ads.planet49.com/www/delivery/ck.php?n=a5fa0d04' target='_blank'><img src='http://ads.planet49.com/www/delivery/avw.php?zoneid=1724&amp;n=a5fa0d04&amp;ct0=http:// a.tribalfusion.com/h.click/a4mR0Spr3EYc3U1VrU0cvvpaZbT2bURTFvBVmv5REM3QGrnQdUM1dBqV6n m2sB0YUnZbUAyw56MdQmBC4WUm0tvDndav5AUY3cQgUVJaWVMePP3OUW33UU743r6uWEjtVEv7Sa ZbFScQKPFavRdYdUVM54r6uodanYTPw3tQZdQVbE4PFKoHeNUW7709qPsoAwsofHMEUDMUBeYMVM WV/' border='0' alt='' /></a>

Pengertian 5S adalah kebulatan tekad untuk mengadakan Seiri (ringkas) di tempat kerja, Seiton (rapi), Seiso (resik), Seiketsu (rawat), kondisi yang mantap dan Shitsuke (rajin) memelihara kebiasaan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Arti penting 5 S Beberapa arti penting 5S adalah: - Keunggulan manusia abad global - Pondasi industri/langkah awal menuju kelas dunia - Menurunkan pemborosan - Meningkatkan mutu dan produktivitas - Perbaikan yang berkelanjutan (Kaizen) - Meningkatkan keselamatan kerja - Kinerja tim Akibat dari tidak adanya penerapan 5S adalah: - Hubungan antara karyawan yang kurang baik - Penampilan yang loyo - Absensi yang tinggi - Tidak ada saran untuk peningkatan kerja - Gugus mutu tidak berjalan - Lini kerja penuh dengan barang cacat - Peralatan kantor dan lokasi kerja yang kotor dan berserakan - Kecelakaan kerja tinggi - Kehancuran industri Beberapa kendala atau kesulitan yang dihadapi dalam penerapan 5S adalah: - Tidak paham terhadap arti penting 5S - 5S menginginkan perubahan prilaku, bukan sistem - Tidak ada semangat kerja keras - Melupakan yang mudah (kurang meluangkan waktu untuk 5S) - Terlalu berorientasi hasil - Tidak ada kerja tim - Cepat berpuas diri - Kurang adanya dukungan manajemen Syarat-syarat yang dibutuhkan dalam implementasi atau penerapan 5S adalah: - Pemahaman yang utuh dan menyeluruh - Kegigihan dan kebulatan tekad - Usaha yang kontinyu dan bertahap - Dukungan seluruh individu tanpa kecuali

- Keteladanan manajemen - Kampanye yang efektif

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/management/2058338-sikap-dan-budaya-kerja5s/#ixzz2ICv6kG00

Prosedur Pelaksanaan Program 5S Sebelum mengimplementasikan program 5S ini kita harus melakukan berbagai persiapan (sama seperti memulai kegiatan lainnya), jika tidak demikian berbagai masalah bisa saja muncul kemudian dalam proses implementasinya sehingga dapat menghilangkan motivasi karyawan dan menyebabkan seluruh proses terhenti. Prosedur persiapan terbagi dalam tahapan :

Menetapkan Sasaran dan Tanggung jawab pada struktur Manajemen Pembagian Area Tanggungjawab Penyusunan Buku Pedoman Pembelajaran Persiapan Papan 5 S

Tahapan tahapan persiapan 5 S akan dibahas di bawah ini. Menetapkan sasaran dan tanggungjawab pada struktur Manajemen. Dalam mengelola organisasi, sasaran untuk setiap misi harus ditetapkan oleh pemangku jabatan tertinggi dalam organisasi tersebut. Selain itu pendelegasian tanggungjawab bagi masing-masing anggota organisasi ditetapkan sejelas-jelasnya dan setepat mungkin sebagaimana terlihat dalam diagram pada lampiran 1 Peran dan tanggungjawab masing-masing fungsi:

Administrator o Menerbitkan Kebijakan Tahunan 5S o Berpartisipasi pada Company Big Cleaning Day. o Ikut serta dalam 5S Top Management Audit. o Men-support dan mempromosikan aktivitas 5S Promotor o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada departemen-departemen yang dipimpinnya. o Berpartisipasi pada Company Big Cleaning Day.

Menjadi Auditor pada saat Top Management Audit. Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Departemen. Facilitator o Bertanggungjawab terhadap progress aktivitas 5S pada section yang dipimpinnya. o Berpartisipasi pada Company Big Cleaning Day. o Ikut dalam Audit 5S Mandiri bersama Small Group pada section-nya. o Mempersiapkan Laporan Bulanan Progress 5S Section. Kelompok 5 S o Mengimplementasikan aktivitas 5S. o Berpartisipasi pada 5S Big Cleaning di departemennya. o Menjadi Auditor pada saat 5S Mandiri.

o o

Pembagian area tanggungjawab. Pembagian area tanggungjawab untuk kegiatan 5S ini berdasarkan pada struktur organisasi yang ada. Seluruh bagian organisasi akan bertanggungjawab pada suatu area tertentu dengan mempertimbangkan area kerja masing-masing departemen sampai dengan masing-masing personel. Contoh pembagian area tanggungjawab dapat dilihat pada Lampiran 2 Penyusunan buku pedoman. Buku pedoman 5S yang disusun haruslah sesuai dan sejalan dengan bisnis yang dilakukan. Buku pedoman ini menyediakan instruksi pemecahan permasalahan di tempat kerja, juga untuk setiap masalah yang tak terprediksi sebelumnya. Berikut langkah perbaikan yang harus diambil yang bisa dijadikan referensi bagi para pengguna buku ini. Buku panduan ini akan direview setia 6 bulan dan dilakukan revisi seperlunya berdasarkan review yang dilakukan. Pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini terbagi di dalam tiga bagian sebagai berikut:
o

Pelatihan dalam hal ini diperlukan kejelasan tentang kebutuhan pelatihan bagi karyawan. Pelatihan idealnya diselesaikan sebelum Kick-Off dimulai. Sebaiknya dilakukan pra-test dan pasca-test bagi para karyawan, dan hasil tes tersebut harus disimpan dengan baik untuk keperluan referensi di kemudian hari. Kunjungan kunjungan ke lokasi atau perusahaan lain yang sudah sukses menerapkan 5S akan amat membantu mengungkapkan ide pengimplementasian program 5S yang sesuai dengan tempat kerja masing-masing. Kepala Departemen mengatur kunjungan ini bersama para supervisor dan staffnya. Promosi pada kegiatan promosi ini ada dua hal utama yang ingin dicapai, yaitu pembelajaran 5S dan upaya untuk mendorong karyawan agar mengerti arti penting dari implementasi 5S. Pencapaiannya tergantung dari keefektifan berbagai sarana yang digunakan seperti poster, spanduk, logo, baju dengan cetakan 5S, kompetisi slogan, gambar dan pameran.

5S Activity Board (Papan Informasi 5S). Ada 3 prinsip utama dalam penyajian Papan 5S ini:
o

Penetapan tanggungjawab secara jelas. Melihat progress yang sudah dicapai oleh setiap kelompok. Kejelasan tentang rencana bulanan yang membuat hasil akhirnya lebih mudah terlihat.

Setiap satu kelompok 5S dipimpin oleh seorang Group Leader, di mana kinerja kelompoknya dipresentasikan dalam satu Papan 5S (5S Board). Kelompok ini melakukan updating goal yang ditetapkan setiap bulannya, sebagai mana terindikasi pada jadwal kerja tahunan. Informasi pada Papan 5S berupa aktivitas yang dilakukan, hasil audit serta foto-foto sebelum dan setelah perbaikan. Big Cleaning Day Aktivitas Big Cleaning Day ini diperlukan sebagai titik awal atau titik balik implementasi 5S yang terdiri dari penerapan S1, S2 dan S3 secara bersamaan yaitu merapikan tempat kerja atau meja kerja, menyortir alat, menyapu dan membersihkan tempat kerja. Disarankan agar prosedur ini dilakukan setiap tahun atau setiap 6 bulan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Jika mungkin, selama satu hari penuh dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembersihan dengan menghentikan semua kegiatan beban kerja normal dan menjadikannya hari yang penting bagi organisasi dengan kerja sama semua staf, mulai dari eksekutif berkedudukan tinggi sehingga staf biasa. Dalam melakukan pembersihan massal ini kita harus mencatat beberapa hal sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. Banyaknya staf yang ikut serta dalam kegiatan pembersihan (dalam rupiah). Banyaknya sampah yang telah dibersihkan (dalam kg). Jumlah perolehan tunai dari kelanjutan aktivitas menjual sampah (dalam Rp). Jumlah uang yang digunakan dalam kegiatan Big Cleaning Day (dalam Rp).

Kick Off Kick Off bertujuan untuk menyatakan komitmen dan janji satu sama lain antar departemen dan semua organisasi, bahwa masing-masing karyawan akan turut berpartisipasi dalam melaksanakan dan mensukseskan implementasi 5S.
http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s.

Ketidak berhasilan penerapan 5S juga dapat terjadi karena kurangnya komitmen, baik dari manajemen ataupun tingkat pelaksana. Pelaksanaan 5S tanpa disertai komitmen dapat menyebabkan 5S tidak efektif, bisa saja 5S tersebut hanya dapat berlangsung hanya beberapa hari, kemudian lingkungan kerja kembali kepada kondisi yang sebelumnya.

Salah satu contoh pelaksanaan 5S yang cukup sukses adalah di United Electric of Watertown, MA (UE). UE sudah menerapkan proses ini dan secara nyata terlihat hasilnya. Untuk Seiri, staff di UE diminta untuk memberi tanda warna berdasarkan proses yang sedang dilakukan di pabriknya pada saat itu. Untuk Seiton, perusahaan menandai lantai dengan garis dan membentuk tembok untuk menunjukkan letak suatu barang, misalnya sapu atau perangkat keamanan. Kebersihan atau seiso diserahkan kepada staff sesuai dengan bagiannya masing-masing. Untuk pelaksanaan Seiketsu dan Shitsuke, UE membentuk sebuah patroli 5-S patrol yang dilakukan untuk melihat dan menjawab pertanyaan yang mungkin akan muncul. Dari 5S ini UE berhasil menghilangkan ketidakrapian, menyusun sebuah tempat untuk peletakan barang, meningkatkan kebersihan di lingkungan kerja, dan meningkatkan keamanan secara menyeluruh.

Lama-lama ini akan membuat anda tertekan dalam pekerjaan. Anda tidak merasa dapat menikmati pekerjaan, dan akhirnya merasakan kebenaran teori relativitas Einstain: Jam ditempat kerja berputar lebih lama dibanding tempat lain. Anda mungkin akan mengatakan bahwa sekali-sekali anda juga beres-beres. Tetapi keadaan selalu kembali seperti semula. Berkas bertambah, barang berganti, dan berantakan muncul kembali. Anda mengambil kesimpulan bahwa keadaan berantakan itu memang suatu yang tidak bisa dihindarkan. Memang akan selalu begitu. Bila kesimpulan anda seperti itu, maka anda mungkin perlu mengetahui apa itu 5S. Barang baru yang akan membuat meja anda lebih berantakan? Bukan. 5S adalah konsep yang berguna untuk menjadikan tempat kerja anda bersih, rapih dan effisien. 5S adalah konsep pengaturan barang dan tempat kerja. Dengan mempelajari 5S, anda akan tahu bahwa untuk membuat tempat kerja anda selalu rapih, anda tidak cukup dengan hanya membersihkan barang dan membereskan barang secara berkala. Mari kita bahas lebih lanjut. 5S adalah singkatan dari: Seiri, Seiton, Seiso, Seitsu, Setsuke = Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembakuan, Pembiasaan. Kelima kata tersebut adalah urutan yang harus anda lakukan untuk membuat tempat kerja selalu rapih, yang akhirnya membuat pekerjaan apapun yang anda lakukan menjadi lebih cepat dan mencegah kerugian-kerugian yang tidak perlu karena parahnya cara anda menangani barang. Maka inilah yang harus anda lakukan: Pertama: Pemilahan Seiri

Bongkar semua barang dimeja kerja anda lalu lakukan pemilahan. Keluarkan semua isi laci. Anda juga mungkin perlu sebentar menggeser meja anda. Selalu ada barang yang terselip. Jangan lupa binder-binder. Bongkar semua berkas yang ada. Lalu lakukan pemilahan untuk semua barang anda, mana yang masuk dalam kategori berikut: Kategori A: Barang yang selalu dipakai, berkali kali setiap hari. Barang ini biasanya berjumlah sedikit dan berupakan kebutuhan dasar untuk pekerjaan seperti komputer, alat tulis dan telpon, kalender, dokumen acuan kerja yang sedang berlaku. Kategori B: Barang yang hanya sekali-sekali dipakai. Ini bisa berbagai kemungkinan barang. Yang biasanya ada di office adalah catatan-catatan dan dokumen-dokumen yang mungkin anda perlukan sekali-sekali. Atau mungkin buku yang sedang anda coba habiskan membacanya diwaktu istirahat. Kategori C: Barang yang sama sekali sudah tidak terpakai, atau sudah lebih dari setahun tidak dipakai. Ini termasuk dokumen kadaluarsa, Jadwal yang sudah lewat masanya, kertas-kertas yang sudah tidak berguna, Barang yang sudah tidak terpakai. Permbersihan besar Apa yang harus anda lakukan terhadap barang kategori C? Buang! Jangan ragu-ragu untuk membuang barang yang sudah tidak diperlukan. Faktor penting dalam memelihara kerapihan adalah jumlah barang. Makin banyak barang yang ada dimeja kerja anda, makin sulit anda menanganinya. Bila ada barang pinjaman dan sudah tidak diperlukan, segera kembalikan. Biarkan orang lain menanggung tanggungjawab penanganannya. Buat keputusan yang tegas. Jangan mengambil keputusan mengambang seperti Simpan sementara sampai ada keputusan. Anda akan bekerja dua kali untuk pemilahan. Mengorbankan barang yang tidak berharga adalah harga yang pantas dari effisiensi kerja yang akan anda peroleh. Disamping melakukan pembuangan, jangan lupa membersihkan tempat kerja anda dari debu dan kotoran. Lihat bagianbagian tersembunyi yang sulit anda sentuh. Biasanya kotoran bersarang disana. Kedua: Penataan Seiton Dimana anda harus menempatkan barang yang masih berguna? Untuk kategori A, tempatkan barang dekat dengan anda. Anda harus mengusahakan agar anda nyaris tidak butuh waktu untuk menjangkau barang tersebut. Bila perlu, simpan di saku anda.

Untuk kategori B, tempatkan barang ditempat yang jauh tetapi mudah untuk ditemukan. Cobalah upayakan agar anda membutuhkan waktu kurang dari 30 detik untuk menemukan setiap barang yang anda butuhkan. Untuk dokumen yang sekali-sekali akan anda butuhkan, anda perlu sebuah cara untuk menyimpannya: Gunakan binder atau map gantung. Ini adalah pilihan utama untuk cara penyimpanan yang rapih. Beri nama pada setiap binder. Beri kode lokasi pada rak penyimpanan dan pada setiap binder. Ini akan sangat membantu anda untuk meyimpan kembali setiap barang ditempat seharusnya setiap selesai anda menggunakan.

Tentukan masa simpan minimal dokumen, yaitu masa simpan minimal yang dilewati sebelum anda dapat membuangnya. Ingat bahwa dokumen anda akan selalu bertambah. Catatan produksi, purchase order, delivery order akan terus anda teritama. Suatu saat tidak akan ada lagi ruangan untuk menampungnya. Maka yang harus anda lakukan adalah menentukan masa simpan minimum, sampai kira-kira catatan-catatan itu tidak diperlukan lagi untuk suatu pembuktian atau referensi anda. Bila anda mengendal ISO-9001, sekarang anda mengerti mengerti mengapa disyaratkan untuk menentukan masa retensi catatan. Ketiga: Pembersihan Seiso

Pembersihan di office area sebetulnya tidak sulit. Anda cuma perlu melakukan sedikit pembersihan secara berkala, mungkin setiap pagi dan sore. Masalahnya, limbah di office kadang-kadang sulit untuk dibedakan dengan barang yang masih berguna. Utamanya adalah limbah berbentuk kertas. Setiap hari akan ada lembaran-lembaran yang sudah selesai masa pakainya, surat yang sudah bisa dibuang dan lain-lain. Seorang proffesor di Jepang memakai metoda berikut untuk menghindari adanya limbah yang bercampur. Setiap pagi dia mengambil surat yang ditujukannya kepadanya di bagian resepsion. Dalam perjalanan menuju ruang kerjanya dia baca surat-surat tersebut dan memutuskan mana yang bisa langsung disimpan di kepalanya dan tidak perlu disimpan. Surat-surat tersebut langsung dibuang di box sampah sebelum ruang kerjanya. Yang diperlukan adalah mendisiplinkan diri untuk tidak menyimpan sampah. Tentu saja ini termasuk sampah jenis lain yang tidak berbentuk kertas. Keempat: Pemantapan Seiketsu

Setelah anda mendaptai tempat kerja anda menjadi lebih bersih dan melakukan permbersihan secara berkala, anda perlu memikirkan peluang-peluang bagaimana agar tempat kerja menjadi lebih efisien. Misalnya, bila memungkinkan untuk memupunyai kalendar software yang akan muncul dalam sekali klik, mungkin anda bisa menyingkirkan kalender meja anda. Ini mengurangi barang yang harus ada. Atau, bila anda mempunyai banyak binder dalam lemari, dan anda ingin memudahkan cara mengembalikan binder ke tempatnya semula sehabis digunakan, anda bisa membuat garis diagonal di belakang binder. Pemantapan atau seitsuke berarti memikirkan dan menerapkan ide-ide yang dapat menjadikan tempat kerja lebih rapih, atau lebih dapat dipelihara kerapihannya. Kelima: Pembiasaan Shitsuke

Pembiasaan berarti mendisiplinkan diri untuk bekerja dengan cara yang yang effisien dan dapat menjaga tempat kerja selalu bersih dan rapih. Disamping membiasakan untuk meletakkan setiap barang ditempat semestinya, Takashi Osada dalam bukunya Sikap kerja 5S juga menyarankan untuk melakukan Satu terbaik: Memproses satu hari. Upayakan untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi seperti pembuatan laporan dan sebagainya tidak lebih dari satu hari. Ini akan menghindari adanya berkas yang bertumpuk dimeja. Catatan satu halaman Anda mungkin perlu menyederhanakan catatan-catatan dan menjadikannya tidak lebih dari satu halaman. Bekerja dengan satu alat Tidak ada alat serupa yang lebih dari satu. Arsip satu salinan Buat sistem pengarsipan yang mudah diakses dan dikembalikan, dan orang tak perlu membuat salinan untuk beberapa orang. Apakah shitsuke terminal terakhir? tentu tidak. Shitsuke memang dilakukan pada rentang waktu panjang untuk menghasilkan perubahan habit tetapi 5S adalah sebuah siklus tanpa henti. Anda tetap harus melakukan pembersihan secara berkala (seiso). Sekali-sekali anda juga mungkin harus kembali melakukan penataan. Mungkin karena bos menyediakan tempat kerja yang lebih besar atau sebaliknya. Anda juga perlu untuk terus mencari cara-cara yang lebih baik (seiketsu) agar tempat kerja semakin tampak ringkas, bersih dan lebih mudah dirawat.