Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional/Emotional Quotient (EQ) Pada Anak Usia

Remaja di SLTP N 4 Malang


Posted on February 24, 2013

Kecerdasan emosional saat ini menjadi sesuatu hal yang penting, karena dengan kecerdasan emosional, seseorang dapat menggunakan emosinya secara tepat sesuai dengan keinginannya, dan karenanya dapat mengendalikan perilaku serta tata cara berfikir yang membuat seseorang tersebut mampu mencapai hasil yang baik. Seorang pakar keserdasan emosional , Daniel Goleman, juga menyebutkan dalam studi penelitiannya di Amerika, bahwa IQ ( Intelligence Quotient) yang selama ini banyak digunakan sebagai patokan untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang, ternyata hanya menyumbang 20% faktor-faktor yang menentukan suatu keberhasilan, sedangkan 80% sisanya berasal dari faktor EQ (Emotional Quotient) Remaja, sebagai anak yang mulai tumbuh untuk menjadi dewasa, merupakan masa yang banyak mengalami perubahan dalam status emosinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi status emosional remaja adalah bagaimana orang tua memberikan pola pengasuhan kepada anak. Stewart & Koch (1985), membagi tiga kecenderungan pola asuh orang tua yang banyak dikenal, diantaranya : (1) Pola Asuh Otoriter, (2) pola asuh demokrasi, (3) pola asuh permisif. Berdasarkan gambaran tersebut diatas, dalam sebuah penelitian tentang: pengaruh pola asuh orang tua terhadap kecerdasan remaja yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Universitas terbaik di Malang pada tahun 2006,

didapatkan hasil bahwa pola asuh yang paling banyak ditemukan adalah tipe demokrasi dengan anak yang mamiliki tingkat EQ sedang paling banyak, yaitu 36,7%. Sedangkan tingkat EQ tinggi 3,3% dan EQ tingkat rendah hanya 13,3%. Pada pola asuh otoriter, remaja yang memiliki EQ tingkat sedang sebanyak 20,0% dan 3,3% nya memiliki EQ tinggi. Sementara itu, orang tua dengan pola asuh permisif berpeluang menghasilkan anak dengan tingkat EQ tinggi, tetapi hanya dalam jumlah kecil, yaitu 23,3%, dan 10% lainnya anak dengan tingkat EQ sedang. Sesuai dengan tujuannya, dalam penelitian ini juga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kesecrdasan emosional anak usia remaja. Dengan kata lain, pola asuh orang tua dapat mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap tinggi rendahnya tingkat kecerdasan emosional pada anak usia remaja.