Anda di halaman 1dari 7

INFAQ SEHAT UNTUK GIZI BURUK Di DESA GIRIASIH , KECAMATAN PURWOSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Oleh .

Suratin,AMG (Notrisionist Puskesmas Purwosari )

1. LATAR BELAKANG

Kecamatan Purwosari adalah kecamatan yang terletak disebelah barat daya dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul yang berjarak 40 km, dengan wilayah dataran tinggi berbatu kapur. Pada tahun 2012 jumlah penduduknya 20.293 jiwa, jumlah balita 1.229 anak, jumlah ibu hamil 272 orang.

Desa Giriasih merupakan bagian dari wilayah kecamatan Purwosari, yang teridiri dari 4 dusun, yaitu Dusun Wonolagi, Klepu, Trasih, dan Ngoro-oro dengan luas wilayah 8.4334 km2. Pada Tahun 2012 jumlah penduduknya 1.501 jiwa, jumlah balita 99 anak, ibu hamil 22 orang

Desa Siaga Giriasih merupakan Desa Siaga aktif yang didukung oleh seluruh komponen yang ada di desa Giriasih sehingga pada tahun 2012 sebagai Juara I lomba Desa Siaga Tingkat Kabupten Gunungkidul Balita adalah anak yang berumur 0 59 bulan. Pada masa ini ditandai dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, disertai dengan perubahan yang memerlukan zat-zat gizi yang jumlahnya lebih banyak dengan kwalitas tinggi.Balita termasuk golongan rawan Gizi, mereka mudah menderita kelainan gizi karena kekurangan makanan yang dibutuhkan.(Sediaoetama,2000). Masalah gizi balita yang harus dihadapi pada saat ini adalah masalah Gizi kurang dan Gizi lebih. Masalah gizi kurang disebabkan oleh Kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan. Sedang masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada masyarakat disertai dengan kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan . (Almatsier ,2002). Masalah gizi balita dapat diatasi antara lain dengan jalan : Penyediaan lapangan Kerja, Perbaikan sarana prasarana sanitasi, Pemberian PMT, Advokasi dan penyuluhan, Tersedianya pelayanan kesehatan yang memadahi

Berdasarkan PSG pada tahun 2012, prevalensi kurang energi protein balita dengan indikator BB/U (< -2 SD) di Kecamatan Purwosari , sebesar 12,2 %, dan

Prevalensi Gizi buruk dengan indikator BB/U ( <-3SD ) sebesar 0,8 %, Gizi lebih dengan indikator BB/U ( > 3 SD) sebesar 2,1 %, sedangkan untuk prevalensi KEP Balita Desa Giriasih pada tahun 2012 sebesar 10,3 % Masalah gizi balita merupakan masalah kita bersama, sehingga seluruh

komponen yang ada harus ikut bertanggung jawab. Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis mengadakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral untuk penggalian dana dengan memberdayakan masyarakat di Desa Giriasih , Kecamatan Purwosari untuk mengatasi masalah Gizi Buruk melalui kegiatan Infaq Sehat. 2. TUJUAN Tujuan dari kegiatan infaq sehat adalah 1) Pemberdayaan Masyarakat Desa Giriasih untuk mengatasi masalah gizi buruk 2) Masyarakat Desa Giriasih ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam

mengatasi masalah Gizi buruk. 3) Kerjasama lintas program dan lintas sektoral terjalin dengan baik. 4) Adanya komitmen bersama antara pemerintah dengan masyarakat 5) Masalah Gizi buruk di Desa Giri Asih teratasi dengan baik.

3. Dasar Pelaksanaan 1) Surat Keputusan Camat Purwosari No. 18/KPTS/TIM/2012 Tentang Pembentukan Tim Pembina Forum Kecamatan Sehat Kec. Purwosari tahun 2012 2014, 2) Surat Keputusan Camat Purwosari No. 19/KPTS/TIM/2012 Tentang Pembentukan Pengurus Tim Teknis Forum Kecamatan Sehat Kec. Purwosari tahun 2012 2014, 3) Peraturan Desa Giriasih No. 01/KPTS/2012 tentang Pengembangan Desa Siaga di Desa Giriasih 4) Peraturan Desa Giriasih No. 03/KPTS/2012 tentang Pengelolaan Dana Sehat/Dana Sosial di Desa Giriasih. 5) Mou antara Ketua Desa Siaga Giriasih dan Ketua Kelompok Pengajian Ibu-ibu PKK se Desa Giriasih tentang infaq sehat untuk mengatasi Gizi Buruk.

4. PELAKSANAAN KEGIATAN Berawal dari kegiatan yang telah dilakukan penulis di dusunnnya di Dusun Widoro, Giripurwo, Purwosari, Gunungkidul, Dalam wadah Kegiatan Posdaya, yang terbentuk pada tanggal 29 Februari 2012, dimana dirintis kegiatan infaq sehat untuk membantu kegiatan Posyandu Balita pada kegiatan pertemuan Bapak-Bapak Tokoh Masyarakat dan lembaga Dusun Widoro, Giripurwo, Purwosari yang diselenggarakan setiap selapan ( 35 hari ) sekali. Kegiatan yang dirintis pada awalnya diragukan untuk diterima oleh peserta pertemuan yang hadir setiap pertemuan rata-rata 30 orang, ternyata justru diterima dengan antusias dan didukung sepenuhnya oleh seluruh tokoh masyarakat dan lembaga dusun. Sehingga dari kegiatan infaq sehat tersebut dana yang terkumpul bisa membantu untuk kegiatan posyandu yang selama ini bantuan dari pemerintah minim sekali. Infaq sehat bersifat suka rela , tanpa paksaan, tidak mengikat berapa besarannya. Sehingga sejak tanggal 29 Februari 2012 sampai Bulan Maret 2013 infaq sehat yang terkumpul dan diserahterimakan kepada kader untuk kegiatan 260.000,Suksesnya kegiatan infaq sehat untuk membantu posyandu di Dusun Widoro, maka pada bulan Juli 2012 dilontarkan gagasan Infaq Sehat untuk membantu posyandu Balita Dusun Widoro, Giripurwo , Purwosari sebesar Rp

mengatasi masalah Gizi Buruk Di Desa Giriasih yang merupakan wilayah binaannya pada pertemuan yang dihadiri Tokoh masyarakat, pengurus Desa Siaga , Ibu - ibu PKK, Kader, Takmir masjid, Tokoh Agama , Perangkat Desa, Puskesmas, KUA dan Kecamatan Purwosari Kegiatan tersebut diterima oleh warga Desa Giriasih, dalam pelaksanaannya bahwa infaq sehat diedarkan pada kegiatan Kelompok pengajian Ibu-ibu PKK dusun di seluruh wilayah Desa Giriasih. Jumlah Dusun di Desa Giriasih ada 4 dusun, yaitu Dusun Wonolagi, Dusun Trasih, Dusun Ngoro-oro dan Dusun Klepu. Kegiatan Pengajian ibu-ibu PKK dusun dilaksanakan setiap selapan ( 35 hari ) sekali. Dana yang terkumpul diserahkan oleh ketua Kelompok Pengajian Ibu-ibu PKK kepada pengurus Desa Siaga Giriasih, Kecamatan Purwosari, sehingga

dibuatlah MoU antara Ketua kelompok pengajian Ibu-ibu PKK Dusun dengan Ketua Desa Siaga Giriasih, dimana dalam perjanjian tersebut Ketua Desa Siaga bertanggung jawab pengelolaan dan penyaluran Dana infaq yang sudah terkumpul.

Dari sejak bulan Juli 2012 sampai Maret 2013 dana infaq yang terkumpul sebesar Rp 1.200.400,- . Dari dana tersebut sudah digunakan untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk balita di Desa Giriasih sebesar Rp 600.000,Dana Rp 600.000,- digunakan untuk pembuatan PMT pemulihan Balita Gizi buruk yang dilakukan oleh kelompok Masyarakat Peduli balita Gizi buruk bersama orangtua balita dan sebagian dibelanjakan untuk membeli makanan kering. Pembuatan PMT pemulihan oleh Kelompok Masyarakat Peduli Balita bersama orang tua balita dilaksanakan setiap 2 (dua) minggu sekali dilaksanakan di Polindes Giriasih. Sedangkan selama di rumah balita diberi makanan kering. PMT pemulihan ini bukan makanan pokok sehingga waktu pemberian PMT pemulihan diberikan diantara waktu sarapan pagi dengan waktu makan siang atau di antara waktu makan siang dengan waktu makan malam. Jadi balita tetap diberi makan pokok 3 x sehari dan makan selingan

Data Balita yang mendapat PMT dari Dana Infaq sehat :

NO NAMA ANAK 1 2

NAMA IBU

TGL LAHIR

BB P0

BB P1 BBP2

Ket.

Nanda Safitri Tumirah 28-8-2009 10,3 Divan Ginem 31-5-2011 8,2

10,5 8,6

10,7 9,0

5. KESIMPULAN

Pemberdayaan masyarakat Desa Giriasih dengan kegiatan infaq Sehat yang didukung oleh kerjasama lintas program dan lintas sektoral dapat berjalan dengan lancar serta dapat membantu mengatasi masalah Gizi buruk di desa tersebut.

Lampiran : 1. Foto Foto Kegiatan

Pertemuan LS dalam rangka pelaksanaan infaq sehat untuk gizi buruk di Desa Giriasih yang dihadiri oleh : Kasie Kesos Kecamatan, Kepala Puskesmas, KUA, Kepala Desa dan Petugas Gizi Puskesmas. (2 Juli 2012)

Penyerahan Kotak infaq sehat secara simbolis oleh Ka. Puskesmas kepada Ketua Kelompok Pengajian Ibu-ibu PKK yang dicetuskan oleh Petugas Gizi Puskesmas.

Penyerahan Kotak infaq di Padukuhan Wonolagi sehat oleh Petugas Gizi Puskesmas kepada Ketua Kelompok Pengajian Ibu-ibu PKK .

Pembuatan PMT Pemulihan oleh Kader/masyarakat peduli gizi buruk yang dibimbing oleh Petugas Gizi Puskesmas.

Pembinaan Petugas gizi kepada ibu-ibu kelompok pengajian di Padukuhan Wonolagi Desa Giriasih.