Anda di halaman 1dari 7

TB PARU

A. Pengertian TBC TBC paru adalah jenis penyakit yang menahun(Kronis), sangat menular, organ yang diserang oleh kuman adalah paru paru. Untuk pengobatannya memerlukan kesabaran dan dorongan dari keluarganya, karena banyak penderita yang tidak sembuh karena bosan minum obat. TBC biasanya menyerang usia produktif, karena pada usia inilah orang akan mempunyai mobilitas yang tinggi akan kemungkinan besar untuk tertular penyakit TBC. Untuk lansia dan balita termasuk rentan, hal ini dikaitkan dengan daya tahan tubuh yang rendah. Penyakit TBC adalah penyakit peradangan dalam paru-paru, penyakit ini disebabkan oleh kuman-kuman tubercelli yang berbahaya, karena apabila tidak mendapatkan pertolongan bisa mengancam nyawa.Kuman-kuman yang terdapat pada radang paru dapat menular kepada orang lain melalui napas / udara.Penyakit TBC / radang paru harus mendapatkan pertolongan dari dokter paru-paru dan harus mondok ke Sanatorium, bila keadaannya sudah cukup parah. Hal-hal yang perlu diperhatikan penderita: bahwa penderita harus sering berjemur pada panas matahari pagi agar mendapatkan sinar ultraviolet yang dapat membunuh kuman-kuman tubercolose, dan tempatnya harus agak tinggi dan berudara segar. Setiap hari agar melatih menyedot dan mengeluarkan napas perlahan-lahan secara tetap dan teratur.

B. Penyebab TBC disebabkan oleh micobacterium tuberculosis, yaitu sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um. Kuman ini dapat hidup pada udara kering atau dalam keadaan dingin (dapat hidup bertahun-tahun dalam lemari es) Kuman TBC bersifat Dormaut artinya dapat bangkit kembali dan menjadikan TBC aktif lagi. Sifat lain dari kuman ini adalah aeraob yaitu mengurangi jaringan yang tinggi oksigennya, seperti paru-paru.

Mycobacterium Tuberculosis adalah bakteri penyebab dari penyakit TBC, kuman ini berbentuk batang yang mengelompok atau disebut berkoloni. Kuman ini paling sering menyerang organ pernafasan atau paru-paru, walaupun masih bisa menyerang organ tubuh yang lain. Infeksi primer dapat terjadi pada indifidu yang belum memiliki kekebalan terhadap basil ini. Nama lain dari TBC adalah TB yaitu adalah singkatan dari tubercles bacillus. Jadi antara TBC dan TB adalah penyakit yang sama.

Penularan Dengan penyebaran melalui udara, TBC dapat menyerang siapa saja.Dari organ pernafasan, penderita dapat menularkan melalui bersin, batuk, atau hembusan udara yang melalui hidung ataupun mulut. Kuman yang bertebaran di udara akan terhisap oleh orang yang ada disekitar melalui pernafasan dan masuk kedalam paru-paru, kemudian masuk ke saluran limfe paru. Dari limfe inilah menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Selain menyerang organ paru, bakteria ini dapat menyerang organ-organ tubuh yang lainnya seperti sendi, otot, tulang, saluran kencing, sistem syaraf pusat, sumsum tulang, dan sistem limfa.Tidak semua organ yang terserang

menimbulkan gejala yang secara langsung dapat kita rasakan, tergantung dari bagian mana yang diserang.Sebagai contoh apabila yang terserang bagian tulang belakang maka gejala yang dirasakan adalah rasa sakit pada bagian tulang belakang. Dan apabila bakteria menyerang bagian organ ginjal maka, penderita mungkin akan mengalami masalah kencing darah. Manusia mempunyai sistem imun yang akan menjaga dari serangan bakteria ini, sistem imunitas akan menyerang bakteria TBC selepas 2-8 minggu dari mulai terjangkit Tuberculosis. Sel darah putih disebut makrofak, akan dihasilkan untuk melawan bakteria dan membungkusnya. Jika bakteri ini mati, berarti kita akan terbebas sepenuhnya dari masalah TBC. Tetapi jika tidak, maka ia akan menjadi tidak aktif dan akan berada dalam tubuh selama beberapa tahun. Dalam hal ini anda dikategorikan terjangkit TBC tetapi tidak mengalami masalah dan tidak menulari orang lain.

C. Tanda Dan Gejala klinis Batuk berdahak lama Demam Lemas Berat badan turun Tidak nafsu makan Berkeringat malam Sesak atau nyeri di dada saat batuk Tak jarang batuk juga disertai percikan darah Untuk memastikan diagnosisnya, dahak penderita perlu diperiksakan ke laboratorium apakah mengandung kuman TB atau tidak.Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan foto rontgen dada, meskipun ini bukan yang utama. Pasien TB umumnya tidak punya nafsu makan dan mengalami

demam.Kebutuhan energi yang meningkat tanpa disertai asupan makanan yang cukup tentu menyebabkan tubuh kekurangan energi.Pada orang yang

kekurangan gizi, cadangan lemak dan karbohidrat mungkin tidak ada atau tidak mencukupi, sehingga tubuh terpaksa memecah protein dari jaringan otot, misalnya. Akibatnya, pasien akan semakin kurus karena kehilangan massa ototnya.

D. Pencegahan dan penanggulangan Pencegahan : 1. Makan cukup gizi setiap hari 2. Bekerja tidak terlalu berat 3. Istirahat cukup dan teratur 4. Vaksinasi/Imunisasi BCG kepada bayi 0-3 bulan 5. Usahakan agr sinar matahari dapat masuk setiap ruangan dalam rumah melalui jendela atau genting kaca, .karena kuman TBC mati dengan sinar matahari 6. Kebersihan ruangan dalam rumah terjaga terutama kamar tidur 7. Setiap ruangan dalam rumah dilengkapi jendela yang cukup untuk pencahayaan alami dan Ventilasi untuk pertukaran udara 8. Menjemur kasur, bantal secara teratur

9. Luas rumah mencukupi sebanding dengan jumlah penghuni 10. Rumah sehatdapat mencegah penularan penyakit TBC Pengobatan Pengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderita TBC) dan II (Terinfeksi TBC/test tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif) memerlukan pencegahan dengan pemberian INH 510 mg/kgbb/hari. Pencegahan (profilaksis) primer Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+). INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-). Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada. Pencegahan (profilaksis) sekunder Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC. Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan. Pengobatan TBC pada orang dewasa Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3 Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan). Diberikan kepada: Penderita baru TBC paru BTA positif. Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat. Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3 Diberikan kepada: Penderita kambuh. Penderita gagal terapi. Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat. Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3

Diberikan kepada: Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.

Pengobatan TBC pada anak Adapun dosis untuk pengobatan TBC jangka pendek selama 6 atau 9 bulan, yaitu: 2HR/7H2R2 : INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH). 2HRZ/4H2R2 : INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap

INH).Pengobatan TBC pada anak-anak jika INH dan rifampisin diberikan bersamaan, dosis maksimal perhari INH 10 mg/kgbb dan rifampisin 15 mg/kgbb. Cara merawat klien TB di rumah Kamar tidur klien diusahakan terkena sinar matahari Untuk sementara klien tidur terpisah dari anggota keluarga yang dekat Hindari asap rokok Beri makanan bergizi seperti ikan, telur, tempe sayuran hijau bolah juga ditambah susu Istirahat yang cukup, untuk dewasa 8 jam

Minum obat TBC secar teratur sesuai dengan petunjuk


Untuk yang setelah menderita TBC : 1. Menutup mulut dengan sapu tangan/tisue pada saat bersin /batuk 2. Tidur terpisah dengan anggota keluarga yang sakit TBC 3. Tidak membuang dahak sembarangan yaitu dahak tampung dalam wadahn tertutup yang didalamnya diberi desinfektan