Anda di halaman 1dari 11

Analisis Wacana Kajian bahasa sebagai wacana ditekankan pada fungsi bahasa itu sendiri, sehingga pertanyaan yang

muncul adalah bukan pada bentuk bahasa, tetapi pada nilai bahasa itu sendiri, yaitu apa yang pembicara (penulis) awalnya harapkan dan kenyataan yang didapat dengan sedikitnya keterangan bahasa yang ada. Ada tiga hal yang bisa ditelusuri pada permasalahan bahasa ini, yaitu dengan (1) membuat pernyataan, (2) menuntut isu, dan (3) mengajukan pertanyaan. Wilkins (1976:42) menganggap pengamatan, pernyataan (atau penemuan) yang banyak digunakan. Tindak tutur menurut Austin (1962) merupakan suatu hal yang kita lakukan melalui bahasa. Tindak tutur itu sendiri berkembang dan berkembang seiring dengan kegiatan individu ketika berhubungan dengan individu lainnya dalam kegiatan sehari-hari. Terkadang tindak tutur dilakukan dengan singkat kadang kala juga dengan lebih umum dan lebih sering dalam budaya tertentu, yang di dalamnya seperti; meminta, menolak, memuji, menjelaskan,meminta maaf, menjelaskan. Ada juga yang jarang dituturkan seperti; menunjukkan rasa simpati, mengutuk, sumpah serapah, dan ucapan kebetulan (seperti: untung..!). Menurut Austin ada sekitar 10,000 ungkapan dan ini masih belum spesifik. Pada bagian ini kita akan memfokuskan pada masalah dasar tentang bagaimana tanda para pengucap dengan tindak tutur yang diujarkannya dan bagaimana pendengar mengidentifikasi ujaran tersebut dan untuk apa. Dalam kohesi tekstual, seperti apa yang diamati oleh Widdowson yang secara terbuka bisa ditandai dengan beberapa cara, fungsi tindak tutur bisa juga ditandai atau ada secara implisit. Contohnya seperti tindak tutur pemberian saran dalam bahasa Inggris bisa dipilih antara dua realisasi berikut: i) ii) I advise you to see a doctor. Id see a doctor if I Wet you

Pada kalimat i) tindak tutur secara leksikal ditandai. Dalam hal ini Austin bertanya apakah tanda leksikal yang secara potensial pada jenis ini mendefinisikan karakteristik kategori keterangan tindak tutur yang disebut Performatif: setiap ujaran yang pada kenyataannya performatif seharusnya bisa dikurangi, ditambah atau dianalisa dalam bentuk kata kerja orang ketiga tunggal yang menunjukkan aktif (Austin, 1962) ,

menanggapi hal di atas, dua pertanyaan bisa dimunculkan dalam hal ini: apakah prediksi Austin tentang performatif benar terhadap semua bahasa?, apakah ada penandaan yang lain selain performatif?, kita tinggalkan dulu pertanyaan berikut, yang perlu kita ketahui adalah dalam bahasa Inggris memiliki kelas kata yang luas yang disebut wacana untuk mengindikasikan fungsi dan hubungan logika antar kalimat. Penanda wacana bersifat fakultatif, bandingkan dua contoh berikut: i) ii) He huffed and puffed and he blew the house down. He buffed and he puffed, and consequently he blew the house down. penanda

Contoh i) dan ii) mengacu pada objek yang sama, namun ada perbedaan pada contoh ii) yang lebih eksplisit dalam tiga tindakan yang dilakukan oleh Big Bad wolf; his blowing down the house dihasilkan dari his huffing dan puffing. Apakah itu secara eksplisit atau tidak tergantung bagaimana kita membutuhkannya ketika mengucapkan, tergantung pada tatanan komunikasi: suatu kontrak legal atau perjanjian internasional agar tidak bermakna ganda, karena itu secara maksimal eksplisit. Hal ini kelihatannya menjadi kasus dimana proses pendidikan melibatkan pembelajaran tentang bagaimana menggunakan penanda wacana ini secara efektif, dan ada yang berhubungan dengan kajian kontrastif, hal ini mungkin karena beberapa komunitas bahasa membuat premi yang lebih tinggi dalam penandaan bahasa. Berbagai usaha dilakukan untuk mengklasifikasikan penanda wacana dalam bahasa Inggris. Winter (1971) mengategorikan penanda wacana ini dengan apa yang disebut kata penghubung, dengan lima kategori dalam teks ilmiah, yaitu: i) ii) iii) iv) v) urutan logika: Thus, therefore, then, thence, consequently, so.... bertentangan: however, in fact, conversely.. keragu-raguan dan kepastian: probably, possibly, indubitably... ketidak-bertentangan: moreever, likewise, similarly... perluasan: for example, in particular..

fungsi kata penghubung diatas untuk menunjukan pembaca (pendengar) beragam jenis hubungan logika yang bisa menghubungkan perasaan penulis (pengucap) dalam suati ujaran yang berkesinambungan atau terhenti pada satu teks saja, sehingga jika penanda tertentu tidak ada maka pembaca (pendengar) harus bekerja keras untuk melihat hubungan logika yang ada dipikirkan penulis (pengucap).

Perhatikan contoh berikut: i) ii) Medicines can kill and therefore should be kept out of the Children. Medicines can kill: they should be kept out of the reach of Children.

Pertanyaannya adalah: mengapa dan bagaimana pengucap bahasa Inggris memberikan interpretrasi yang sama antara i) dan ii)? Kaplan (1972) memberikan jawaban yang sederhana tapi meyakinkan; karena jawaban ini merupakan bagaimana pengucap bahasa Inggris menyusun pemikiran mereka. Konvensi untuk susunan pikiran dan argumen (contohnya seperti alat retorika). Dia juga mengatakan pengucap bahasa Inggris mengembangkan alat retorika ini dengan enam fungsi retorika, yaitu; definisi, klasifikasi, perbandingan, pertentangan, analisis dan sintesis, dan ternyata keenam hal ini sering digunakan dalam analisis ilmiah. Penjelasan Kaplan benar-benar mengklaimkan pembicara suatu bahasa yang

menggunakan perlengkapan retorika tersendiri. Suatu alternative dan penjelasan yang luas mengenai kenapakah proses pembicara pada bahasa yang sama membicarakan jalan untuk memastikan dapat dipahami merupakan kemampuan untuk menjaga percakapan dalam hubungan fakta bahasa dengan konteknya. Suatu investigasi mengenai bagaimana dan kontek dapat dihubungkan agar mencapai interprestasi yang diketahui pragmatik ataupun yang lebih mutakhir adalah pragmalinguistik. Stainaker memposisikan pragmatic sejajar dengan cabang linguistik lainnya : sintaksis kalimat belajar, semantic prosisi belajar. Pragmatik merupakan studi mengenai tindak linguistik dan kontek dimana ia diberlakukan (Stalnaker, 1972:383). Kaplan dan Stalnaker sama-sama menjelaskan bagaimana suatu komunikasi mencapai keberhasilan meminta suatu ide dari seorang pembicara (s) dan pendengar (s) mempunyai pengetahuan dan menjaga keberlangsungan percakapan. Labov (1972) membedakan tiga model pristiwa dimana pembicara mengarah pada al: A- pristiwa B pristiwa ini merupakan perhatian utama keberadaan pembicara S. mereka tersebut terfokus H. layak

AB- pristiwa mereka semua mengira S dan H menjadi perhatian umum.

Widdowson (1975) mengekploitir kerangka kerja Labov dalam dua cara yang sangat cenderung kontrastif. Dia mendaftarkan bahwa tidak kurang dari tujuh belas cara dimana perintah bersumber dari bahasa Inggris. A) S dapat mengacu pada siapa saja dari kondisi yang empat secara langsung dengan mendeklarasikan kalimat. 1- kaca jendela ini butuh agar dibersihkan. 2- anda bisa membersihkan jendelanya si John. 3- anda berada pada posisi intruksi jendela. 4- ini adalah tugasku untuk menjadikan jendela bersih. B) S dapat menunjukkan secara tidak langsung pada empat kondisi. Dia membentuk tindak tutur tidak langsung. A : mari kita pergi ke bioskop malam ini. B : saya harus belajar untuk ujian. Dia menambahkan bahwa terdapat tindak yang tidak professional yang digunakan untuk (hints. Insinuation), irony dan metaphora). Hint yang paling mungkin adalah untuk mencapai B guna membersihkan selama : 5- I cant see trough these windows. 6- iam too ill to clean these windows. 7- some bodys forgotten to clean the windows 8- I hate having to tell people to clean the windows C) tersebut. 9- are those windows clean ? 10- have you been too ill to clean windows ? 11- arent you in charge of clean windows ? 12- did I forget to tell you to clean windows ? D) S mengarah secara langsung pada kondisi dengan maksud untuk intograsi. Dan tidak ada satupun dari bentuk ini yang menciptakan referensi ekplisit terhadap kondisi. H sudah melakukan suatu kegiatan yang menciptakan koneksi yang penting al. 13- do you like living in a dark room ? S dapat mengambarkan perhatian H untuk empat kondisi dengan menggunakan introgatif yang mengarah pada cara yang langsung untuk setiap kondisi

14- have you run out of indolence then? 15- have I met the new chap in charge of window cleaning ? 16- do you think I like going round giving people order semua. 17- clean those windows. 2 . Interaksi Percakapan Sejauh ini kita telah mengasumsikan bahwa komunikasi bersifat unilateral. Unilateral disini berarti bahwa terdapat satu S (speaker/pembicara), satu H(hearer/pendengar), dan arus informasi satu arah. Akan tetapi komunikasi seringkali bersifat dua rah dan dyadic. Hal-hal inilah yang mencirikan percakapan. Riley (1979) mengkarakterisasikan wacana sebagai sesuatu yang melibatkan tidak hanya satu tetapi dua urutan tindak yang berlangsung secara simultan : urutan tindak ilokusi dan urutan tindak interaktif. Urutan tindak ilokusi, seperti telah kita lihat, biasanya terdiri dari tindak-tindak seperti inviting (mengundang), accepting (menerima), thanking (berterima kasih), apologizing (meminta maaf), dan lain-lain. Sedangkan tipe rangkaian tindak interaktif terdiri dari tindak-tindak seperti opening (membuka), closing (menutup), side-sequencing, nominating next speaker (memilih pembiocara selanjutnya), dan sebagainya. Seseorang mungkin mengharapkan kajian tentang komunikasi dyadic menjadi sebuah usaha yang jauh lebih kompleks daripada analisis tindak tutur unilateral atau tunggal. Prinsip-prinsip tersebut adalah : Prinsip Kerjasama Grice dan Aturan Kesopanan Lakoff: Berikut ini penjelasan sekilas tentang prinsip-prinsip tersebut dan implikasinya bagi Anakon. Grice (1967) berpendapat bahwa percakapan menyesuaikan diri terhadap empat maksim, yakni : 1. Maksim Kuantitas : bertindak seinformatif mungkin sesuai kebutuhan, jangan lebih dan itu 2. Maksin Kualitas menghindari kesan berlebihan. : katakan tentang apa yang anda yakini kebenaran atau apa yang telah anda 3. Maksim Relevansi buktikan kebenarannya. : langsung menuju permasalahan.

4. Maksim Cara

: Jelas

dan

ringkas

menghindari

obscurity / ketaksaan. Ketika pendengar mengetahui pelanggaran ini, mereka harus mengasumsikan bahwa pembicara sedang membuat pelanggaran untuk sebuah alas an yang baik : S bermaksud agar H mengetahui kesalahan dan menarik kesimpulan. Kesimpulan ini oleh Grice disebut sebagai implikatur percakapan. Kita telah memenuhi hal ini, dengan berbagai bentuk tindak tutur tak langsung. Perbedaannya ialah ada sangat banyak cara untuk menciptakan kondisi tak langsung, tetapi hanya empat jalan untuk melakukan implikatur. Kempson (1975:143) memberikan dua contoh implikatur : i) ii) The police came in and everyone swallowed their cigarettes. (Polisi masuk dan semua orang menelan rokok mereka). Youre the cream in my coffee. (Kamu adalah krim dalam kopiku) i) bersifat informative dengan mengabaikan maksim relevansi, sedangkan i) juga bersifat informative dengan mengabaikan maksin kualitas. Mengapa pada kalimat i) orang-orang menelan rokoknya hanya karena polisi dating? Satu alasan untuk menelan sesuatu adalah untuk menyembunyikannya, dan satu alasan untuk menyembunyikan sesuatu (dari polisi) adalah karena hal tersebut illegal. Rokok jenis apakah yang illegal dalam masyarakat kita? Yakni, rokok yang mengandung ganja. Implikatur yang terkandung dalam kalimat 1), didapatkan kembali oleh pendengar Inggris atau Amerika, adalah rokok tersebut memang benar-benar mengandung ganja. Mengenai kalimat ii), Kempson mengatakan Dalam rangka untuk menginterprestasikan (ii)bukan sebagai perusakan maksim kualitas, pendengar harus mengasumsikan bahwa pembicara wsedang mencoba untuk menyampaikan sesuatu selain makna literal kalimat. Hal ini dikarenakan krim adalah sesuatu yang tidak hanya merupakan teman alami untuk kopi, tetapi juga sebuah teman sempurna Pembicara mungkin mengatakan bahwa pendengar memiliki atribut yang mirip. Maka, pembicara memberikan pujian yang besar terhadap si pendengar (Kempson, ibid).

Lakoff (1973) mengurangi maksim Grice menjadi dua: Be clear (jelaslah) dan Be polite (sopanlah). Baginya kedua aturan ini memadai untuk menjamin Kompetensi Pragmatik. Persyaratan kejelasan diterapkan dengan empat maksim Grice, sehingga Lakoff berkonsentrasi terhadap Aturan Kesopanan, yakni : i) ii) Dont impose on your H (jangan memberi beban pada pendengar anda). Give H options. (berikan pilihan kepada pendengar). bersahabatlah). Aturan pertama berkaitan dengan menghiraukan kepentingan seseorang, yakni, tidak mengganggu privasi pendengar atau mempermalukan pendengar dengan penyebutan tentang unmentionable (sesuatu yang tabu/tak terkatakan) : misalnya untuk urusan pribadi dan sesuatu yang tak terkatakan karena tidak bebas nilai atau terikat nilai. Jika seseorang terpaksa harus mengganggu, ia meminta izin sambil mengatakannya: May I ask what this car cost you ? (bolehkah saya tahu berapa harga mobil ini? What did you pay for it, if I my ask? (Berapa anda membelinya, jika saya boleh tahu? Meminta izin/permisi tidak diperlukan dan benar-benar janggal dalam konteks pengetahuan umum, atau sesuatu yang bebas nilai. May I ask how much 12 + 74 make? (Bolehkah saya bertanya berapa hasil 12 + 74? Bahasa Inggris mempunyai dua cara dalam mengacu pada sesuatu yang tak terkatakan tanpa dengan tanpa memojokkan, yakni dengan penggunaan istilah teknis atau eufemisme. Prisoners defected on the floor of the cell. (Para tahanan buang air besar di lantai sel). Prisoners did their toilet on the floor of the cell. Sedangkan Prisoner shit (break) on the floor of the cell dikatakan tabu. Autran kedua, memerlukan pemberian pilihan terhadap H, terkait dengan aturan nonimposition (tidak memberatkan), karena jika anda membiarkan orang lain menentukan keputusan sendiri ia tidak akan mengatakan bahwa anda sedang memaksakan kehendak anda padanya. Meskipun Lakoff melihat esensi aturan ini sebagai biarkan teman bicara menentukan keputusan sendiri. JIka seorang majikan berkata kepada pelayannya It is

iii) Make H feel good : be friendl (buatlah agar pendengar anda merasa nyaman:

chilly in this room (ruangan ini dingin), pelayan tersebut akan bertindak untuk menghilangkan ketidaknyamanan tuannya dengan menutup sebuah jendela atau menyediakan penghangat. Namun demikian, meskipun ia adalah seorang pelayan, ia tidak dibuat untuk merasa direndahkan; bagaimanapun sang majikan tidak secara langsung atau secara konvensional mengeluarkan suatu perintah : ia hanya membuat suatu pandangan yang agak prosaik. Aturan ketiga mengenai kesopanan melibatkan pembentukan hubungan, persahabatan, pandangan tentang kesamaan atau respek, jarak dan pengenalan ketidaksamaan antara S dan H. Aturan ini mempunyai realisasi percakapan berdasarkan pada status yang relative nyata mengenai S dan H. Jika S berada dalam status yang lebih tinggi atau sama dengan H, penggunaan bentuk familiar/akrab atau solidary sapaan pada bagiannya/perannya akan menempatkan H dalam keadaan ringan atau tanpa beban. Akan tetapi jika status pembicara lebih rendah dari teman bicaranya, ia pasti tidak akan menggunakan bentukbentuk familiar ini, agar ia tidak dipandang semacam mengambil kebebasan: ia akan menggunakan bentuk-bentuk yang hormat atau sopan. 3. Komponen Percakapan Sejauh ini kita telah melihat pada dua tugas percakapan:membuat sense dan mepertahankan hubungan.sekarang beralih pada manajemen percakapan yang digunakan sebagai cara untuk mebuka,memelihara dan akhirnya mengahiri percakapan,percakapan seperti banyak hal lain yang mempunyai awal, tengah dan akhir.Pembukaan menurt Goffmann (1976:266) kita menutup (dan menutup)percakapan dengan sarana repertoire tetap tentang pertukaran ritual yang secara paten tergantung pada defenisi budaya dan dapat diharapkan berbeda dan sangat mencolok luas bagi anakon dalam wilayah ini. Saran bahwa pembuka dan penutup dinegosiasi oleh pertukaran ritual. dahulu ada beberapa sosilog bahasa mengidentifikasi sebuah kelas formula verbal yang mereka sebut phatic communication. formula ini tersdiri dari pilihan dari suatu perangkat terbatas frase stereotip menyapa,parting,sapaan umum tentang cuaca, dan percakapan kecil(Laver,1975:218). Dari deskripsi ini seseorang meperoleh kesan bahwa phatic dari satu masrakat ke masyarakat lainya,jika perbedaan ini memang terjadi maka akan nampak adanya ruang lingkup yang

communication adalah sesuatu yang sepele dan mungkin bukan kajian yang berharga, meskipun hanya merupakan hal sepale dalam permasalahan phatic communication,fungsi yang ditunjukan merupakan suatu hal yang fital. Bahasa Inggris terkenal dalam kemampuanya untuk menyokong percakapan tentang cuaca (yang menjadi phaatic communication) mungkin cuaca mereka bias beruba-ubah tetapi mungkin lebih karena iklim mereka sangat dingin.jika cuaca di Inggris dilahat sebagai permasalahan hidup atau mati,cuaca tersebut tidak akan muncul dalam phatic communication.salah satu pertanyaan yang hendak dijawab oleh anakon adalah apa yang berlaku sebagai permasalahan bagi phatic communication dalam komunitas linguistic yang berbeda. Menurut Laver,Phatic communication adalah indexical dan deictic. indexical berarti bahwa fungsi phatic communication adalah untuk menghantarkan kepada H tentang informasi mengenai kepribadian dan status sosial pembicara.Deitic berarti bahwa phatic communication mengacu pada factor-faktor yang sangat spesifik terhadap waktu dan tempat ujaran(Laver,bid:222): Maka phatic communication dapat melibatkan deiksis waktu atau tempat, acuan waktu terbagi ke dalam present, past, dan future.demikian halnya dengan ekspresi dalam deiksis waktu : Nasty storm last night What a beautiful time of year it is ! Do you think well get rain tonight? (past) (present) (future)

Dieksis waktu memilki dua istilah berdasarkan pada acuan waktu maka akan digunakan here atau there tetapi tentu saja thereakan dipandang dari perspektif here Nice hotel this What a boring play They served afternoon tea at the other hotel Dua demensi yang dikaji dalam communication indexical ditentukan oleh seseorang mengacu pada seseorang atau alamat seseorang. ekpresi indexical berorientasi pada diri atau berorientasi pada orang lain keduanya dapat diterapkan. (ingat bahwa paralelisme antara kategori-kategori berikut ini dan antara peristiwa A dan peristiwa B yang yang diungkapkan oleh Labov.p.122)

Phatic communication

Deitic

exical

Self-oriented time oriented place

other

Past present

future

here

there

Berikut ini adalah beberapa contoh mengenai ekspresi inxical: Self-oriented: Hard work,this. my feet are killing me. Other-oriented:that looks a bit tricky.Do you come here often? Seperti ditunjukan oleh contoh-contoh tersebut,perbedaan antara ekspresi indexical dan deitic terkadang kabur.jika saya mengatakan hard work,this tentu saja saya mengacu pada pekerjaan saya.(berorientasi pada diri) tetapi my work juga this work (deitic) ekspresi yang berorinetasi pada orang. hal lain dalam bahasa Inggris cenderung merupakan kalimat interrogative, sedangkan self-oriented (berorientasi pada diri) cenderung merupakan kalimat deklaratif akan tetapi hal ini tidak lebih dari sekedar kecenderungan.dan bukan merupakan sebuah aturan. Bandingkan: Do you gome here ofteh? This is my First time ever Sekarang pilih ungkapan orientasi -sendiri atau ungkapan-orientasi orang lain yang oleh pembicara kelihatannya bisa ditentukan dengan gambarannya statusnya yang relatif terhadap apa yang dia ingin maksudkan, kenyataannya: a) Inferior S menggunakan orientasi sendiri yang menandakan superior H b) Superior S menggunakan orientasi orang lain yang menandakan inferior H