Anda di halaman 1dari 4

PENYEBAB GAGALNYA SUATU AMAL

Disampaikan pada Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kab.Batang Tanggal 18 Maret 2013 Oleh : DWP Kelompok Puskesmas Subah

Rejeki kita yang sesungguhnya bukanlah pahala dari sebuah amal. Tapi ketika kita bisa beramal dan Allah ridha, itulah rejeki sesungguhnya. Begitu juga ketika Allah menjanjikan pahala, itu bukan urusan kita. Urusan kita adalah sebelum beramal niatnya lurus, sedang beramal dijaga keikhlasannya,dan sesudah beramal maka lupakanlah. Jangan mengganggap amal itu milik kita, amal itu karunia Allah. Penyebab gagalnya suatu amal ada tiga : 1. Niatnya tidak benar. 2. Caranya tidak benar. 3. Amal tersebut diakui sebagai miliknya. Allah memberikan kita kesempatan untuk beramal. ALLah juga memberi taufik di hati kita berupa keinginan beramal (sedekah). Perkara bahwa beramal bisa jadi penolak bala, itu sudah janji Allah. Tidak usah ditunggu-tunggu, tidak usah diungkit-ungkit. Allah akan membalas dengan berlipat-lipat. Itu sudah pasti. Karena janji Allah itu pasti, tidak akan meleset, tidak akan tertukar. Makanya fokus pada dua hal di awal dan satu hal di akhir. Yang pertama jaga niat Lillahi taala. Tidak ada niatan lain selain Allah suka/ridha. Kita bersedekah karena Allah suka. Perkara nanti orang lain membalas atau tidak, menghargai atau tidak, bukan urusan kita. Urusan kita adalah beramal dan berbuat baik kepada orang lain karena Allah suka. Apa pun kebaikan yang bisa kita lakukan semuanya adalah dari Allah, jangan mengakungaku. Ada juga yang disebut tawasul. Itu memang menyebut-nyebut kebaikan. Tapi bukan kepada manusia, tetapi kepada Allah. Kalau disebut-sebutnya kepada makluk, dikhawatirkan mendekati riya. Marilah kita belajar menjadi pelupa terhadap kebaikan sekecil apapun yang dilakukan. Karena sebenarnya kita tidak pernah menolong seseorang, melainkan Allah menolong seseorang dan kita diuji menjadi jalannya. Kita juga tidak pernah memberi makan orang, yang ada hanyalah Allah memberi makan hamba-Nya lewat kita. Jangan pernah mengingat-ingat kebaikan, apalagi menuntut orang lain agar membalasnya. Ucapan terima kasih pun tidak usah ditunggu, apalagi penghargaan. Apakah kita perlu mengingatkan Allah mengenai balasannya? Tidak usah. Allah tidak akan pernah lupa. Sudah begitu cermat dan sempurna. Allah menciptakan kita tidak pernah meleset, detik demi detik, bahkan sel demi sel. Begitu juga dengan balasan dari Allah tidak akan meleset , tidak akan tertukar. Jadi kesimpulannya, gigihlah dari awal, sempurnakan ketika sedang ikhtiar, dan kemudian lupakan. Tidak ada lagi harapan kecuali hanya satu, amal kita diterima oleh Allah. Mau dibalas bentuk apa pun, itu terserah Allah.
Sumber : Buletin SAKINAH Edisi : 342/Th IV/ Januari 2012M/Safar 1433H

AYAM KENTUCKY
Bahan Ayam Goreng Kentucky : kg paha ayam potong 2 siung bawang putih 1 sdt lada halus 1 sdt garam halus Minyak goreng

Bahan Pelapis Cair : 150 ml air dingin 150 g tepung terigu 20 g tepung maizena 1 butir kuning telur sdt baking soda sdt garam halus sdt lada halus sdt pala halus

Bahan Pelapis Kering : 200 g tepung terigu tinggi protein 50 g tepung maizena sdt baking soda sdt bubuk kaldu instant rasa ayam 2 siung bawang putih

Bahan cair dapat menggunakan putih telur ditambah sedikit garam, bawang putih dan lada bubuk.

CARA MEMBUAT : 1. Campur semua bahan yang menjadi pelapis cair dan aduk hingga rata. Masukkan kuning telur dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tercampur rata. Simpan di dalam kulkas/tempat yang dingin. 2. Kemudian campur semua bahan yang dijadikan sebagai pelapis kering. Aduk rata. Sisihkan. 3. Bumbui potongan ayam dengan lada, garam dan bawang putih kemudian aduk hingga rata. Diamkan sekitar 10 menit saja agar bumbu bisa meresap ke dalam ayam tersebut. 4. Gulingkan potongan ayam ke dalam pelapis kering hingga seluruh seluruh permukaan terselimuti tepung. Celupkan ke dalam pelapis cair dan gulingkan kembali ke dalam pelapis kering. Lakukan hingga adonan ini benar-benar menempel ke seluruh bagian ayam. 5. Panaskan minyak hingga panas dan goreng ayam hingga ayam matang berwarna kuning kecoklatan dan kering. Angkat dan tiriskan.

SELAMAT MENCOBA
Disampaikan pada Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kab.Batang Tanggal 18 Maret 2013 Oleh : DWP Kelompok Puskesmas Subah

AYAM GORENG KREMES


Bahan : 1 ekor ayam (kampung/broiler), potong menjadi 4 bagian atau sesuai selera. 3 lb daun jeruk 2 btg serai, memarkan 3 lb daun salam 500 ml air Minyak secukupnya Bumbu yang dihaluskan : 5 btr kemiri 7 siung bawang merah 4 siung bawang putih 1 sdt ketumbar 2 cm jahe 3 cm lengkuas Garam, gula pasir secukupnya.

CARA MEMBUAT : 1. Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan daun jeruk, serai dan daun salam. 2. Masukkan bumbu tumis dan ayam ke dalam panci presto, tambahkan air lalu masak 20 menit. 3. Buka tutup panci presto, keluarkan ayam. Goreng ayam dengan minyak banyak, hingga matang dan berwarna kuning kecoklatan. Angkat dan sajikan bersama kremesan, sambal bajak dan lalapan.

KREMESAN Bahan Kremesan : o o o o o 50 g tepung beras 2 sdt tepung kanji 1 sdt tepung maizena 250 ml santan cair Garam Bumbu halus untuk kremesan : 4 siung bawang putih (goreng sebentar) 3 btr kemiri utuh (goreng hingga kecoklatan) 2 cm kunyit (goreng sebentar) sdt ketumbar bubuk

CARA MEMBUAT : 1. Campurkan bumbu halus ke dalam santan, aduk rata. 2. Masukkan bahan kering (tepung) ke dalam campuran santan yang berbumbu. Aduk hingga tidak bergerindil (adonan kremesan berbentuk cair, tidak kental. Jadi jika dirasa masih agak kental, tambahkan air sedikit). 3. Tambahkan garam secukupnya, tes rasa. 4. Stel api pada suhu sedang besar, tunggu hingga minyak benar-benar panas. 5. Ambil 1 sendok sayur adonan kremesan, tuang sedikit demi sedikit (jangan dituang sekaligus yaaa........) ke atas minyak panas dengan jarak agak tinggi dari wajan. Sekali tuang, tunggu hingga adonan menyebar ke mana-mana. (Jangan kaget jika saat menuang adonan ke dalam minyak panas yang terbentuk adalah butiran-butiran adonan yang menyebar dan mengembang, itu tandanya berhasil. Tapi kalau malah menyatu jadi peyek berarti gagal). 6. Tuang lagi dan tunggu (lakukan terus hingga dirasa adonan kremesan agak banyak) 7. Biarkan sebentar agar adonan agak sedikit terbentuk (tidak lembek), dan berwarna kuning kecoklatan. 8. Angkat pelan-pelan, tiriskan. 9. Ulangi terus hingga adonan habis. 10. Taburkan kremesan di atas ayam goreng.

SELAMAT MENCOBA
Disampaikan pada Pertemuan Dharma Wanita Persatuan Dinas Kesehatan Kab.Batang Tanggal 18 Maret 2013 Oleh : DWP Kelompok Puskesmas Subah